Chapter 2
.
.
.
Dingin.
Gelap.
Itu yang aku rasakan. Aku mengulurkan kedua tanganku untuk menggapai apa saja yang sekiranya bisa aku raba agar tidak jatuh. Gelap, benar-benar terus berjalan tak tau arah, sampai aku dikejutkan oleh aku terkejut ketika seseorang memelukku dari belakang.
Lengan yang menyentuh permukaan kulit leherku sangatlah lembut dan hembusan nafas yang begitu hangat menerpa tengkukku. Membuatku begitu nyaman.
Siapa yang memelukku ini?
Aku mencoba menoleh, tapi aku terdiam ketika suara yang sangat aku kenal menyebut namaku dengan begitu lirih.
"Jongwoonie, maafkan eomma.."
Aku terdiam. Lebih tepatnya aku tidak bisa bergerak. Aku merasa seluruh tubuhku mengucapkan satu patah katapun rasanya sulit. Tiba-tiba tangan hangat nan lembut itu melepaskan dekapannya, refleks aku menoleh dan membalikkan tubuhku ke belakang – dimana eomma tadi memelukku. Tapi yang ku dapat hanya…
Gelap.
Dingin.
Aku menghela nafas berat. Sungguh, aku sangat benci gelap! Dan aku sangat benci dingin! Karena gelap aku tidak bisa melihat karena dingin aku merasa..hampa.
.
.
.
.
sweetyYeollie
My Step, My Everything
Disclaimer: Semua yang ikut main di Fanfic ini hanya milik Tuhan, milik mereka sendiri, orang tua mereka, Angensi mereka masing-masing, dan milik fans bersama, hehe..#plak, setuju? Tapi, jalan cerita Fanfic ini milik saya, bener-bener murni milik saya! Kalo memang ada yang sama, sungguh otak kita sama-sama satu 'produk'.. ^^v
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comport
Pairing: KyuSung!
Other: Chanbaek, member Exo, member Super Junior, dll
Warning:
Seme!Kyuhyun, Uke!Yesung, YAOI pleus GS, typo gentayangan, OOC, Gaje, Terinspirasi dari film Insidious 2.. Ga suka pairing ini, YA JANGAN BACA!^^
Jangan di COPAS yaa..
.
.
.
.
*Selamat membaca*
.
.
.
02:02 a.m
Padahal matahari masih begitu lama untuk menampakkan keperkasaannya,tapi di sebuah mansion megah bergaya eropa antic terlihat siluet seorang namja yang sedang melamun di depan pintu balkon kamarnya yang mewah. Dilihat dari postur tubuhnya yang ramping dan kulit yang putih mulus sudah dipastikan namja bersurai hitam berkilau itu sangatlah elok dan cantik rupanya. Dari berpijaknya ia sekarang di sebuah mansion – bercat hijau pastel lembut –yang mewah juga mahal itu berarti namja manis itu bukan orang biasa-biasa saja bukan?
Dengan hanya terbalut piyama merah yang agak tipis, namja manis itu sadar dari kegiatan melamunnya ketika angin bertiup sedikit kencang kearahnya. Bukannya kembali ke dalam kamar dan menghangatkan diri dengan selimutnya yang tebal, namja manis itu malah menghela nafas dan kembali ke kegiatan melamunnya lalu bergumam lirih yang hanya dia saja yang bisa mendengarnya.
"Hhh~ mimpi itu lagi.."
Kemudian namja bersurai hitam lembut itu kembali ke dalam kamarnya. Menutup pintu balkonnya dengan rapat dan menguncinya. Ketika hendak tidur kembali, namja manis itu dikejutkan oleh sebuah ketukan di pintu kamarnya. Walaupun ketukannya pelan tapi itu cukup mengejutkan dan tiba-tiba untuk sebuah ketukan di saat subuh yang saat itu sangat sepi. Namja manis itu terdiam cukup lama, agak was-was. Hingga sebuah suara menginterupsinya.
"Tuan muda..apa kau sudah bangun? Err..T-tuan muda Jongwoon..?" Panggilan – berbisik – di balik pintu eboni mewah itu membuat namja cantik itu tahu siapa pelakunya dan perlahan namja manis nan cantik itu menampilkan senyuman yang manis dan..tulus?
"Baekie..masuklah.."Ucap namja manis itu yang ternyata bernama Jongwoon yang membenarkan posisi duduknya – bersandar pada kepala bed queen sizenya – sambil merapatkan selimut tebalnya.
Kleek..
Dibukanya pintu bercat putih antic itu dan munculah namja imut berpiyama orange sambil memilin ujung piyamanya yang menambah kesan gemas bagi siapa saja yang melihatnya, termasuk Jongwoon sendiri. Namja berambut magenta itu menutup pintu kamar 'tuannya' dengan sangat pelan. Lalu mendekat kearah dimana 'tuannya' berada. Dengan canggung namja mungil – namja berambut magenta – Itu berdiri di samping Jongwoon sambil menunduk. Jongwoon tersenyum maklum.
Namja manis bermarga Byun ini adalah cucu dari Byun Beom Soo. Byun Beom Soo sendiri adalah supir pribadi keluarga Kim, beliau sudah mengabdi pada keluarga Kim lebih dari 35 tahun. Dan dua belas tahun yang lalu beliau meninggal karena sebuah kecelakaan lalu lintas. Beliau hendak kembali dari bandara menjeput pasangan suami istri Kim – appa dan mama Jongwoon – dari dinas luar negerinya. Dari kecelakaan tersebut telah menewaskan tiga anggota keluarga Kim, termasuk Byun Beom Soo yang sudah dianggap keluarga sendiri oleh Kim Jaejoong – appa Jongwoon.
Sebelas tahun berlalu setelah kecelakaan yang merenggut appa, adik kembar Jongwoon dan juga Byun ahjushi pada bulan Mei – tahun lalu – ada kabar beredar bahwa cucu kesayangan Byun Beom Soo diperlakukan sangat keras oleh appanya sendiri yang katanya appa Baekhyun adalah seorang peminum dan penjudi. Baekhyun yang baru satu tahun pindah ke mansion keluarga Kim, jadi wajar saja kalau Baekhyun masih merasa canggung pada Jongwoon yang ternyata hanya terpaut satu tahun perbedaan umur mereka.
Keheningan terus terjadi hingga Jongwoonlah yang memecahkan keheningan – lebih tepatnya kecanggungan bagi Baekhyun.
"Kemarilah Baek.."Jongwoon menarik lembut jemari lentik Baekhyun hingga namja imut itu terduduk dan bersandar pada kepala bed disampingnya. Kemudian Jongwoon melebarkan selimut hangat nan tebalnya pada namja mungil yang sedari tadi menunduk, menatap satu jemarinya yang digenggam Jongwoon.
"Jangan menunduk begitu..hei.." Jongwoon tersenyum lembut sambil mengangkat kepala Baekhyun dengan mengelus lembut pipi sebelah kiri baekhyun. Jongwoon mengerutkan alisnya ketika pipi namja mungil disampingnya terasa dingin di jemarinya.
" kau tidak tidur semalaman?"Tanya Jongwoon menebak. Baekhyun mengangguk polos. Jongwoon menghela nafas. Sudah ia duga, walau baru setahun Jongwoon serumah dengan Baekhyun tapi ia sudah tahu kebiasaan apa yang sering Baekhyun lakukan ketika ia punya beban pikiran. Yaitu ia tidak akan tidur semalaman. Salah satu contohnya. Sebulan yang lalu ketika Baekhyun menolak pernyataan cinta seorang namja yang ternyata namja itu adalah murid baru di sekolahnya. Dua minggu setelah kejadian pernyataan cinta tersebut Baekhyun terus merengek pada Jongwoon karena menyesal telah menolak pernyataan namja yang katanya tingginya setinggi tiang itu, Baekhyun baru menyadari kalau dia juga punya perasaan yang sama terhadap namja itu. Dan berakhir dengan tidak bisa tidur selama dua hari berturut-turut.
Baekhyun. Baekhyun. Kau benar-benar polos dan lugu..
.
*Kyusung*
.
02:35 a.m
Jongwoon yang mengetuk-ngetuk pipi kiri Baekhyun lembut. Dan Baekhyun yang meringkuk sangat imut dihadapan Jongwoon. Dengan selimut yang dengan manisnya membelit tubuh mereka. Keduanya tersenyum senang. Keadaan mulai menghangat, tidak canggung seperti sebelumnya. Mereka lebih memilih mengobrol sambil berbaring daripada melanjutkan tidur – minus Baekhyun yang memang tidak tidur semalaman. Di setiap obrolannya mulai ada candaan walau sedikit dan itu membuat hati keduanya merasa nyaman.
"Tuan muda, ka – "
"Baek, aku kan sudah bilang jangan panggil aku begitu" Ucap Jongwoon menyela ucapan Baekhyun.
"Ah, mianhae..tapi.. haruskah aku memanggilmu Nona muda juga? Seperti yang dilakukan para maid yang lain?" Tanya Baekhyun agak kesal, tiba-tiba moodnya berubah drastis. Jongwoon menghentikan kegiatannya 'mengetuk' pipi namja mungil yang sudah ia anggap adiknya sendiri. Lalu tersenyum pedih.
"Panggil aku hyung kalau kita hanya berdua…"Ucapannya terhenti sesaat.
" Tapi panggil aku nuna di depan mama Vict, hm? Kalau baekieku yang manis tidak mau mati di tempat, kkk~" Lanjutnya dengan kekehan yang sama sekali tidak dianggap lucu oleh Baekhyun, tersenyum pun tidak. Yang ada namja mungil itu malah merengut tidak suka.
"Nyonya besar tidak akan membunuhku hyung! Dia hanya akan menamparku sampai kepalaku putus" Ucap Baekhyun sarkastik. Yang langsung mengundang tawa namja berpipi chuby di sampingnya. Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan setiap senyum dan tawa Jongwoon merasa kalau tawa kali ini bukan tawa lepas dan tulus melainkan tawa yang menyakitkan. Tawa untuk menyamarkan rasa sakit di hatinya. Diulurkannya jemari lentik Baekhyun dan diusapnyalah pipi lembut milik hyungnya itu. Sambil mengucapkan sebuah kalimat yang membuat tawa Jongwoon hilang dalam sekejap.
"Hyung.. kumohon jangan begini.. menangislah jika kau merasa tak sanggup menahannya" Mata Baekhyun mulai berair. Ia mencoba menahannya dengan menggigit bibir bawahnya dengan sedikit keras.
"Baek – "
"Aku mendengarnya hyung! Kejadian tadi malam..aku mendengarnya hyung.. semua – hiks" Lolos sudah pertahanan baekhyun malam ini.
Mendengar itu dari mulut dongsaeng kesayangannya, rasanya Jongwoon ingin sekali menghentikan waktu dan memutar kembali waktu yang sudah terlewat beberapa jam ini. Dimana tadi malam dia dan mamanya bertengkar hebat ketika mamanya pulang dari acara reuniannya bersama teman-temannya dan membawakan sebuah dress cantik sepaha bewarna pink belacan untuknya. Dan tentu saja Jongwoon menolak dan terjadilah pertengkaran hebat malam itu. Padahal pertengkaran itu terjadi tidak lama setelah Baekhyun keluar rumah. Jongwoon tidak menyangka Baekhyun akan mendengarnya.
Apa dia tidak tidur semalaman karena memikirkan pertengkaran itu?
Baekhyun menangis tertahan sehingga membuatnya tidak sengaja menggigit bibirnya hingga berdarah.
"Akhh.."
Jongwoon sadar dari terkaannya tentang dongsaengnya ketika mendengar ringisan dari Baekhyun. Dengan sigap Jongwoon turun dari ranjang hangatnya dan mengambil sesuatu di laci dekat meja riasnya. Jongwoon kembali naik ke ranjangnya dan duduk bersila dengan kotak obat di tangannya. Baekhyun yang ditarik untuk mendekat hanya menatapnya dengan polos. Dengan perlahan dan cekatan Jongwoon mengobati bibir bawah Baekhyun yang terluka, Baekhyun meringis.
"Dengarkan aku Baek, aku tidak akan menangis sepertimu. Aku ini namja yang kuat tau!"Ucapnya lirih. Memandang dongsaengnya sendu.
Tidak! Jongwoon bukan namja yang kuat. Dia sangat sangatlah rapuh dan lemah, Baekhyun tau itu. Dengan melihat liquid bening yang meluncur dengan begitu jelas di mata indah nan hangat milik hyungnya, ia tau bahwa Jongwoon benar-benar butuh sandaran malam ini.
Ya, Jongwoon menangis dalam diam. Dia hanya berteriak dalam hati dengan menyandarkan keningnya di bahu kanan Baekhyun yang sudah melanjutkan tangisnya/?/ sedari tadi.
Dengan bulan yang memancarkan cahaya lembutnya di balik tirai mewah mansion itu dan di balik pintu eboni antik dimana semua rahasia tersimpan di sana yang akan menjadi saksi bisu akan kepedihan hidup seorang namja manis yang harus menjalani hidupnya menjadi seorang yeoja. Kim Yesung.
.
.
.
*Kyusung*
.
.
.
Sudah satu jam berlalu ketika sang surya yang dengan begitu gagahnya menampakkan diri dan menyinari kediaman yang sederhana namun begitu asri dengan banyaknya tanaman-tanaman cantik dan pepohonan yang rimbun di sekitar halamannya yang luas. Rumah yang tidak begitu mewah dan megah memang, hanya saja kediaman keluarga Cho ini benar-benar penuh dengan warna hijau dan warna-warni bunga. Seperti tanaman rambat yang ada di sekitar pagar dan di setiap tembok bercat orange ini di tambah rumah minimalis ini bertengger manis di tengah halaman rumahnya yang begitu luas. Indah bukan?
Tak lama kemudian, keluarlah seorang namja tampan dari balik pintu utama rumah tersebut dengan senyum yang terpatri di wajahnya yang semakin menambah kadar ketampanannya. Entah apa yang membuatnya seceria dan secerah seperti pagi ini. Mungkin morning kiss dari eommanya, wks!
Kyuhyun kemudian menutup pintu rumahnya dan mulai berjalan kearah pintu gerbangnya lalu membukanya. Ketika hendak menutup kembali pintu gerbang tersebut, tiba-tiba bahunya ditepuk dengan agak kasar membuatnya meringis dan membalikan tubuhnya. Wajahnya berubah menjadi datar ketika ia tahu siapa yang membuat pagi cerahnya menjadi mendung. Itu Chanyeol yang dengan pedenya muncul lagi dihadapan Kyuhyun dengan cengiran idiotnya. Tidakkah ia merasa cukup berdosa dengan membantai – membully lebih tepatnya – Kyuhyun dengan 'sambutannya' kemarin? Tapi apa sekarang? Dengan tidak tau malunya si tiang idiot ini ada di hadapannya dengan wajah tidak berdosa yang membuat Kyuhyun sebal.
Dengan tidak berprikeChanyeollan, Kyuhyun meninggalkan sahabat tiangnya itu cuek membuat semua gigi porselen Chanyeol – yang sedari tadi nyegir – mengering dan berlumut/?/. Merasa diabaikan, namja dengan kelebihan kalsium itu mengerutkan alisnya dan menyusul sahabat terkasihnya dari belakang.
.
*Kyusung*
.
Pagi yang tenteram bagi keluarga Kim yang sedang melakukan kegiatan sarapannya. Di ruang makan yang mewah itu hanya terdapat dua kepala manusia saja yang terlihat sedang memakan sarapannya saling berhadapan. Seorang namja manis berkacamata bulat yang memakan sarapannya tak berselera dan seorang wanita cantik – yang sudah tak muda lagi – yang memakan sarapannya dengan sangat anggun. Hening. Yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu yang mewarnai sarapan pagi itu. Hingga suara wanita cantik itulah yang memecahkan keheningan yang terjadi di ruang makan.
"Baekhyunie, bisa tolong kau panggil yesungie di kamarnya? Dia harus segera memakan sarapannya agar tidak terlambat ke sekolah."Ucap wanita cantik itu dengan surai coklatnya yang di gelung, meminta tolong. Dan dijawab namja mungil itu dengan anggukan tak bersemangat. Kenapa Baekhyun begitu lesu? Jawabannya hanya satu, karena ia kurang tidur.
Baekhyun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga yang entah mengapa menjadi begitu sangat banyak dan jauh di matanya sekarang. Sesampainya di depan pintu bercat putih itu entahlah Baekhyun jadi nervous. Ketika hendak mengetuk pintu, kenop pintu itu bergerak memutar pertanda bahwa pemilik kamar tersebut hendak keluar.
Kleek
Pintu eboni antic itu terbuka dan menampilkan seorang namja /ralat/ seorang yeoja cantik dengan rambut lurus sepunggung ditambah dengan jepit rambut berwarna merahmuda dengan bentuk pita terpasang indah di rambut hitamnya. Dan itu cukup membuat Baekhyun mematung dengan mata sipitnya sedikit melebar.
Jongwoon atau lebih tepat dipanggil Yesung – dalam keadaan menjadi yeoja – menahan tawanya melihat Baekhyun yang 'terpesona' sehingga menimbulkan suara kekehan kecil dari bibir kissablenya. Lalu Yesung mendekat kearah Baekhyun dan mencubit pipi merona Baekhyun agak keras membuat namja mungil berkacamata bulat itu berteriak.
"Kenapa terkejut begitu Baek? Bukankah kau sudah biasa melihatku secantik ini? kkk~"
"Y-yak! Hyung ini sakit tau!" teriak Baekhyun tidak terima. Bukannya meminta maaf Yesung malah mencubit bibir mungil Baekhyun dan tentu saja membuat empunya berteriak tertahan.
"Hhmmb!"
"Aissh! Baek, apa kau lupa! Panggil aku nuna! Nuna!"Bisik Yesung kesal.
"Hhmmb?!"
Baekhyun lupa! Kalau sekarang Jongwoon hyungnya sudah menjadi yeoja bernama Yesung dan itu berarti alarm untuk berhati-hati baginya dan bila ia salah memanggil nama apalagi dihadapan Nyonya besar. Bisa mati dia! Baekhyun tidak mau itu terjadi. Sadar bibir mungilnya masih tidak bisa digerakkan – karena masih dicubit Yesung – sebagai tanda ia mengerti namja mungil itu menganggukkan kepalanya imut, membuat Yesung melepaskan cubitannya di bibir dongsaengya dan dengan manisnya Yesung merangkul lengan kurus Baekhyun manja lalu menariknya menuju ruang makan dimana mamanya tercinta sedang menunggunya sarapan. Sesampainya di ruang makan Yesung dan Baekhyun segera memulai ritual sarapannya.
"Tadi aku mendengar seseorang menjerit. Kaukah itu Baekhyunie?"Tanya Victoria – mama Yesung, sambil memakan makanannya. Baekhyun dan Yesung saling bertatapan. Bagaimana kalau Victoria mendengar semua percakapan mereka yang terbilang sangat pelan itu? Baekhyun menggigit bibirnya gugup.
"Err.. itu.. Y-Yesung nuna mencubit pipiku sangaat keras. Itu kan sakit sekali mama Vict~"Ucap Baekhyun manja, mengadu pada Victoria seperti dongsaeng yang diganggui nunanya, mereka terlihat seperti saudara sungguhan membuat Victoria tersenyum lembut pada keduanya. Victoria memang sudah menganggap Baekhyun sebagai anaknya sendiri. Jemari lembutnya mengelus-elus surai magenta Baekhyun membuat empunya merona dan mengundang senyum manis dari Yesung.
Yesung dan Baekhyun telah menyelesaikan sarapannya. Waktunya mereka berangkat sekolah. Kemudian mereka berpamitan pada Victoria. Victoria mencium kening Yesung dan Baekhyun hangat. Lalu keduanya meninggalkan mansion megah bak istana itu dengan mobil jemputannya menyisakan wanita cantik yang kita ketahui adalah Ny. Kim. Victoria Kim, mama tiri Yesung – Jongwoon. Wanita cantik itu menatap mobil mewah yang sudah menjauhi pekarangan mansionnya dengan tatapan kosong yang menakutkan. /bayangin orang yang melotot kalo kesurupan/
.
*Kyusung*
.
Entah karena dari lahir Chanyeol itu iseng atau apalah, saat di halte bus namja tiang itu terus saja menepuk-nepuk bahu kanan Kyuhyun tapi sayang namja berkulit pucat itu tidak menghiraukan tepukkan iseng Chanyeol. Karena tidak mendapat respon berarti dari sahabatnya itu, Chanyeol menghentikan 'kegiatannya' yang sia-sia.
Sesampainya di sekolah, Chanyeol kembali menepuk bahu kiri Kyuhyun membuat namja berkulit pucat itu jengah akan kelakuan ajaib sahabatnya itu. Kadang autis. Kadang idiot.
"YAK! WAE?!" Tanya Kyuhyun kesal. Menoleh kebelakang dan mendeathglare sahabat kurus keringnya itu.
"Itu kyu.. di pundakmu ada kutu anjing." Ucap si tiang sarkastik, sambil menunjuk bahu kiri Kyuhyun dengan dagunya.
"Oh, mungkin itu kutunya Rosalinda." Jawab Kyuhyun cuek. Dan membuat sahabat tiangnya itu memekik kaget – layaknya fanboy.
"Kutu siapa Kyu?! apa dia teman kencanmu? Tunggu! Apa kau sudah normal kembali? OH MY GOT! KYUHYUN SEMBUH TUHAN – "
"Jangan berlebihan deh! Dia anjing milik tetanggaku Yeol. Dan harus kau tau Rosalinda itu berkelamin laki-laki!" Bentak Kyuhyun diakhir kalimatnya. Oh-oh.. secara tidak langsung Kyuhyun menolak kalau dirinya itu normal.
"APA? AN-JING? K-kau berpacaran dengan anjing, kyu?" Tanya Chanyeol ragu. Jangan lupa ekspresinya yang layaknya anak autis.
Oke, fix! Kyuhyun jengah dengan keautisan sahabatnya itu. Dengan memasang wajah datarnya Kyuhyun memasuki kelasnya. Kelas XI-2. Langkahnya terhenti di belakang bangkunya saat ia melihat seorang yeoja berambut sepinggang yang membuat paginya tadi sangatlah indah – sebelum dikacaukan oleh sahabatnya – tengah duduk di bangku sebelahnya. Yap! Mulai kemarin sebenarnya mereka sudah menjadi teman sebangku. Kyuhyun tersenyum ketika mengingat kejadian kemarin. Ketika ia disuruh Lee Seosaengnim untuk duduk di bangku kosong paling depan. Sebenarnya bangku itu tidak kosong, ada satu tas disana. Bukti bahwa ada pemilik dari bangku tersebut – yang sedang tidak berada di kelas. Terlebih banyaknya namja yang menentang Kyuhyun untuk duduk di bangku tersebut. Tanda tanya besar hinggap di benak Kyuhyun. Apa yang membuat para lelaki sok ketampanan itu melarang keras Kyuhyun duduk di bangku ini?
Pintu kelas terbuka dan menampilkan sesosok yeoja yang sangatlah manis sedang membawa buku-buku yang terbilang tidak sedikit. Dan yeoja itu tidaklah asing di mata seorang Cho Kyuhyun. Hingga akhirnya Lee Seosaengnim menjelaskan dan meminta pada yeoja manis nan cantik bernama Yesung untuk menerima Kyuhyun duduk di bangkunya. Dengan senyuman yang membuat seluruh namja di kelas XI-2 diabetes – termasuk Lee Seosaengnim – Yesung mengangguk imut. Kyuhyun? Tentu dia tersenyum evil pada seluruh namja sok ketampanan – menurutnya – yang melihatnya tidak suka.
Kyuhyun mendekat ke arah bangkunya dengan perasaan yang – entahlah Kyuhyun tidak pernah merasa segugup ini pada yeoja manapun. Kyuhyun kan gay! Haha.
Merasa ada aura evil mendekat, Yesung menoleh ke sampingnya dan mendapati Kyuhyun yang berdiri sambil tersenyum tampan ke arahnya. Sontak membuat pipi chubby Yesung merona sampai ketelinga.
"Selamat pagi Yesung-ssi." Sapanya ramah. Lebih tepatnya tebar pesona. hah~
"O-oh.. s-selamat pagi juga Kyuhyun-ssi.." Jawab Yesung gugup. Kemudian kembali ke kegiatan awalnya. Membaca komik.
Kyuhyun mendudukan bokongnya di bangku di samping Yesung. Ketika hendak mengeluarkan PSPnya, Kyuhyun sempat melihat Yesung yang sangat menikmati kegiatan membacanya. Namja bersuarai hitam itu tersenyum lembut. Tanpa Kyuhyun sadari seorang namja bersurai dark brown memperhatikan setiap tingkah lakunya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aissh! Kenapa aku jadi merindukan namja mungil itu? Hh~ Chanyeol pabo! Apa-apaan ini, kau kan bukan gay Yeol! Aissh.."
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
a/n:
Selamat malam readersdeul.. /bow/
mian updatenya telat-_- ada beberapa problem nih.. /peluk readers satu-satu/
Sebelumnya aku mau berterima kasih banyak sama para readers yang udah rela membuang waktunya untuk membaca dan mengisi kotak review, apalagi aku sangat sangat berterima kasih udah mau follow and favorite untuk ff abal-abal dan gak jelas ini. Maklumlah ff ini adalah ff pertama aku, hehe.. sebenernya aku agak ragu buat mempublishnya. Tapi perkiraanku salah, kalian malah sangat antusias. Makanya aku buat lanjutannya. Tapi maaf banget kalo lanjutannya kurang memuaskan. Soalnya aku mau alurnya lambat, layaknya di drama-drama.
Oh iya, ternyata banyak yang gak ngerti ya.. aku ngakak pas baca review dari readersdeul, tentang Jongwoon itu Yesung? Atau tentang gender jongwoon itu yeoja atau namja? Aku sengaja buat prolognya pendek dan itu cukup untuk membuat para readers sekalian penasaran, iya kan? hehe..
gimana menurut kalian chap kali ini? gajekah? anehkah? apalagi tbcnya? iya kan? haha ayo ngaku? wks!
Oke deh, guys.. sekali lagi terima kasih banyak buat kalian yang udah baca dan review, aku udah bales reviewnya readersdeul.
Ppai-ppai~ semoga bertemu di chapter selanjutnya.. ;3
"Jangan lupa reviewnya readersdeul, karena walau itu singkat tapi bakal jadi kesan berbeda buat author sendiri.. gamsahamnida chinguu~"
Saranghae~
.
.
Bales Ripiu:
Hanna Byun: hahah.. makasih chingu atas semangatnya/garuk tengkuk/ Wahh~ kalo gitu kita sama dong chingu, aku hardshiper Chanbaek sama Kyusung juga nih, aku masukin kopel Chanbaek soalnya biar ada rasa(?) baru aja, haha.. buktinya chingu suka,rait? Udah dilanjut nih chingu~
jeremy kim84: err.. kenapa ya prolognya aku bikin pendek?/lupa/ haha bercanda/ aku buat prolognya pendek biar chingu penasaran, hehe.. tebakanmu tentang Jongwoon itu Yesung tepat sekali chingu^^ /tebar receh/ sebelumnya makasih udah ngasih semangat ya.. udah dilanjut nih chingu~
: tebakanmu tepat chingu!^^ haha.. ngomong-ngomong ffnya udah dilanjut, mian kalo lanjutannya absurd J
cassandraelf: haha.. oke chingu ada jawabannya kok di chap ini walau sedikit,he~ sebelumnya makasih udah ripiu, udah di lanjut chingu^^
KSfrvr: udah dilanjut nih chingu, gamsahamnida~
ErmaClouds13: gamsahamnida chingu~ hahaha.. benarkah semengakak itu chingu? xD udah dilanjut nih chingu.. xD /cubit chingu/
LissaClouds Sparkyu Elf'suju: haha.. chingu mungkin sudah tau jawabannya.. uri yesong umma itu namja~ sudah dilanjut chingu.. ;D
Kiss: hahaha.. makasih chingu udah dilanjut ini.. sekovlak apa chingu? Sebenernya authornya juga kovlak cuman lagi jaim aja ini.. /ssstt jangan bilang2 ya/ wks! xD
: hahahah.. tepat sekali chingu! Aku suka tebakanmu tentang Kyu yang ngira Yesung yeoja. Daebak. Gamsahamnida~ udah dilanjut nih chingu, semoga sukaa~ xD
CloudSparkyuLove: makasih chingu.. ohya, apakah chingu masih rada bingung di chap ini? hehe.. mian soalnya aku masih sangat sangatlah pemula J kalo ada yang masih kurang dimengerti bisa tanya-tanya lagi kok.. udah dilanjut chingu~
Ye'Im Clouds: hahahah.. Iya chingu Jongwoon sama Yesung itu masih sama orangnya dan ini yaoi chingu.. makasih udah ripiu dan udah penasaran.. xD /jabat tangan/
Deraelf: oh, annyeong chingu salam kenal juga, hehe /malu/ semua pertanyaan chingu udah dijawab di chap ini/mungkin,plak/ dan ini yaoi chingu.. xD udah dilanjut nih chingu, gamsahamnidaa.. J
SasaClouds: ahahaha.. tenang chingu! xD jawabannya kalo ga salah ada di chap ini/plak/ tentang yaoi? Aku juga berharap begitu, wks! ;D makasih banyak udah mau nunggu ff abal-abal ini chingu.. /peluk chingu/
ryani clouds: err.. chingu ff ini bergenre yaoi sebenernya, hehe.. GS ini hanya untuk mendukung alur ceritanya saja.. sebelumnya gamsahamnida chingu udah baca, ripiu, dan penasaran.. ;D /peluk chingu/
