Yggdrasil
Summary: Uzumaki Naruto, seorang Pro Player dari game E-Sport Eternity Saga Online. Sudah banyak prestasi dan pengalaman yang dia peroleh dari game ini. Akan tetapi, ketika dia berhasil menyelesaikan solo raid dan mengalahkan Boss baru, dirinya malah berada di dunia yang tak dikenalinya.
Rating: M
Genre: Adventure,Fantasy, Action.
Warning: OOC, AU, Typo, Alur yang belum teratur, and etc.
-0-
Dipagi hari yang cerah ini, Naruto sedang berada di dalam kamar. Setelah memakai baju hitam polos berlengan pendek serta memakai celana panjang berwarnah hijau kehitaman, dia mulai memasukkan seluruh bahan dan perlengkapan yang sudah kubeli kedalam tas ransel serta besi tenda kuikat disamping tas ransel tersebut dan tak lupa pisau petualang yang sudah berada di pinggang kanannya. Dia juga tak lupa mengambil semua uang yang dia tabung dari hasil kerjaku di desa ini, uang yang dia bawah sebanyak 5 Gold dan 115 Silver. Dia juga berencana ke bank yang berada di ujung desa untuk mengkonversi uang 2 Gold menjadi Silver dan 1 Gold jika dikonversi menjadi silver menjadi 1000 Silver.
Sekarang Naruto berada didepan rumah bersama paman Hodgins, bibi Cattleya dan Violet. Dia juga sudah menyiapkan kalung yang sudah dia beli kemarin dan akan dia berikan kepada Violet. Walaupun berat rasanya untuk meninggalkan rumah ini karena baginya keluarga paman Hodgins begitu berharga dihatinya. Paman Hodgins tanpa ada rasa curiga mau merawatnya selama ini, bibi Cattleya yang sangat baik terhadapnya serta Violet yang selalu membantunya jika ada hal yang tidak dia bisa. Sungguh sebuah keluarga yang sangat harmonis yang membuat Naruto nyaman tinggal dirumah mereka.
"Naruto, jaga dirimu baik baik. Kau sudah seperti anakku sendiri." Ucap paman Hodgins sambil menepuk bahu Naruto. Bagi dia, Naruto sudah seperti anaknya sendiri. Dia sangat terbantu dengan adanya Naruto serta membawa warna tersendiri bagi keluarganya. Dia juga senang melihat anaknya, Violet bahagia dan tertawa sengang saat bersama Naruto. Sedangkan Naruto sangat terharu mendengarnya sampai hampir membuatnya mengeluarkan air mata.
"Terimah kasih banyak paman" Ucap Naruto sambil menahan air mata dan hanya memberi sebuah senyum bahagia kearah paman Hodgins. Bagi Naruto, paman Hodgins adalah seorang pria yang sangat baik kepadanya, tak pernah risih dengan keberadaan dirinya walaupun Naruto belum lama tinggal dirumah mereka.
"Apa yang dikatakan suamiku benar Naruto. Kau sudah seperti anakku sendiri bahkan kau sudah menjadi sosok kakak bagi Violet. Kau juga sudah banyak membantu keluarga kami jadi hati hatilah saat perjalanan nanti." Kali ini bibi Cattleya yang bicara. Naruto sudah sangat berpengaruh terhadap keluarganya. Naruto sudah sering membantunya, membantu suaminya dan membantu anaknya yaitu Violet. Naruto sudah seperti anaknya sendiri, bahkan baginya Naruto sudah terlihat seperti seorang kakak bagi anaknya.
"Terimah kasih banyak bibi." Naruto hanya memperlihatkan senyum bahagia kearah bibi Cattleya. Bibi Cattleya merupakan ibu yang sangat baik terhadapnya walaupun Naruto bukan anaknya. Sifat bibi Cattleya yang lemah lembut, baik hati serta penyabar membuat Naruto sangat betah tinggal dirumah ini.
"Naruto, ingatlah janjimu jika kau akan mampir kesini." Kali ini Violet yang berbicara. Dia mengingatkan janji yang Naruto buat atau lebih tepatnya Violet yang menyuruhnya berjanji dan Naruto menyanggupinya. Bagi Violet, Naruto sudah seperti kakak kandungnya, dia dapat membuatnya nyaman dan selalu menghiburnya setiap dia sedih serta membantu dirinya ketika mendapat masalah.
"Tentu saja aku ingat. Aku akan selalu menepati janjiku apapun yang terjadi." Ucap Naruto dengan mantap. Tentu saja karena bagi Naruto jika dia sudah berjanji maka dia akan menepati janji tersebut apapun yang terjadi.
"Violet, ini untukmu. Anggap saja sebagai hadiah." Ucap Naruto sambil memberikan kalung perak dengan sedikit ukiran yang terbuat dari emas. Violet yang menerimah hadiah tersebut sangat bahagia dan tanpa aba aba langsung memeluk Naruto sangat erat. Naruto hanya terkejut karena ulah Violet sedangkan paman Hodgins dan bibi Cattleya hanya tersenyum melihat kami berdua.
Naruto tak tahu harus berbuat apa karena di peluk oleh Violet. Bagi Naruto ini pertama kalinya dia dipeluk perempuan selain ibunya. Dia tak tahu harus berbuat apa. Sesaat kemudian Violet melepaskan pelukannya.
"Naruto, terimah kasih banyak. Aku akan menjaga kalung." Ucap Violet dengan bahagia. Dapat Naruto lihat jika Violet sangat bahagia dan juga tersenyum senang kearahnya karena hadiah kalung yang dia berikan. Syukurlah jika perempuan ini suka dengan hadiahnya.
"Baiklah paman, bibi dan Violet. Aku pergi." Setelah mengucapkan itu, Naruto mulai berbalik lalu pergi meninggalkan rumah itu. Setelah melewati pagar rumah dan berjalan cukup jauh, Naruto mendengar teriakan Violet dari jauh. Dari teriakannya dapat Naruto dengar jika Violet mengucapkan bahwa dia harus ingat janjinya. Naruto hanya berbalik hanya untuk sekedar melambaikan tangannya kearah keluarga itu lalu melanjutkan perjalanannya.
Sekarang Naruto sudah berada didepan gerbang Peternity Village, dia juga sudah mampir ke bank untuk mengkonversi uangnya. Uang yang dia bawa sekarang sebanyak 3 Gold dan 2115 Silver yang dia taruh di kantong uang yang ada di bagian pinggang kirinya. Naruto juga bertemu dengan Rin Kawachi yang bersama dengan ayahnya yang bernama Daikichi Kawachi yang ternyata mereka berdua sedang menyimpan uang di bank. Naruto juga memberitahu jika dirinya akan pergi ke ibu kota jika sudah menyelesaikan urusannya di bank. Dan sekarang disinilah Naruto, berada di depan gerbang utara untuk menuju ke ibu kota.
-0-
Naruto sekarang sudah melewati desa pertama yaitu Briganity Village yang memakan waktu 4 hari dan menyetok kebutuhan yang dia perlukan dalam perjalanan. Naruto hanya menetap sehari di desa itu dan sekarang dalam perjalanan menuju desa berikutnya yaitu Filonial Village. Total uang keluarkan saat singgah didesa itu sebanyak 180 Silver untuk membeli beras 7 liter seharga 70 silver, uang makan dua kali seharga 60 Silver dan sewa kamar semalam seharga 50 Silver.
Dalam perjalanannya menuju Filonial Village, Naruto sekarang dihadang sekelompok bandit. Dari penglihatannya dia melihat ada 10 orang yang menghadangnya. Ada 3 orang bandit yang memakai pedang dan perisai, 2 orang bandit memakai tombak, 1 orang bandit memakai sarung tangan besi, 4 orang terakhir memakai panah.
'3 Knight, 2 Lancer, 1 Fighter dan 4 Archer yah. Dan level mereka rata rata level 25.' Pikir Naruto setelah mengobservasi musuh yang ada di hadapannya. Bagi Naruto ini akan bagus untuk mengetes kekuatannya didunia ini sekaligus pemanasan karena sudah 3 bulan lebih dia tak menggunakan kekuatannya.
"Hei nak, turunkan semua barang barangmu jika kau tidak ingin terluka." Ucap salah satu bandit yang memakai sarung tangan besi. Sepertinya dia pemimpinnya menurut Naruto. Dapat dilihat jika bandit lainnya menyeringai kejam di belakang bandit yang berbicara tadi.
"Jika aku tidak mau?" Ucap Naruto dengan datar menatap bandit yang berbicara tadi. Naruto juga sudah menurunkan tas ransel bawaannya.
"Hoo… ternyata ada pemuda bodoh yang berniat mati disini hahahaha…" Pemimpin bandit itu hanya mencemooh Naruto lalu tertawa keji. Sedangkan bandit yang lainnya ikut tertawa tapi tak lama kemudian semua bandit itu mulai menyiapkan senjatanya.
"Serang dia!" Ucap pemimpin bandit tersebut lalu terjadilah pertarungan.
Bandit Knight A melancarkan serangan awal dengan menebas kearah perut Naruto akan tetapi dapat dia hindari dengan cara melompat kebelakang. Setelah mendarat dia melihat dari ada sebuah anak panah yang mengarah kearah kepalanya tapi dia menghindarinya dengan cara menunduk.
"Short Slash" Bandit Knight B melancarkan sebuah tebasan vertikal dari arah belakang Naruto. Dalam posisi yang sekarang Naruto tidak akan bisa menghindarinya. Naruto menyadari ternyata kelompok bandit ini memiliki kerja sama yang baik tapi itu belum cukup untuk mengalahkannya.
"Shadow Step" Tiba tiba Naruto dengan cepat pindah dari tempatnya dan sudah berada di samping kanan Bandit Knight B yang kaget karena serangannya hanya mengenai bayangan hitam.
"Iron Punch" Tangan kanan Naruto mulai bercahaya dan kali ini dia mulai membalas dengan melancarkan sebuah serangan dari tangan kanannya berupa pukulan keras lurus kearah pinggang Bandit Knight B dan membuatnya terpental jauh. Dapat Naruto lihat jika bandit tersebut langsung pingsang akibat serangan kejutan yang Naruto berikan.
Lalu Naruto melakukan skill Iron Punch lagi terhadap Bandit Knight A yang masih terkejut melihat temannya ditumbangkan dengan sekali serang. Bandit Knight A langsung terpentah jauh karena menerimah sebuah pukulan keras dikepalanya dan berakhir pingsan sama seperti Bandit Knight B.
Semua bandit itu kaget dan marah melihat Naruto menumbangkan dua teman mereka. Pemimpin bandit yang seorang Fighter terlihat sangat marah, urat dikepalanya sampai kelihatan saking marahnya pemimpin bandit ini.
"Semuanya serang dia!" Sang pemimpin langsung memerintahkan semua anggotanya untuk menyerang dan direspon cepat oleh anggotanya. Empat Bandit Archer yang ada di belakang sudah menyiapkan panahnya. Dari depan Naruto sudah ada 2 Bandit Knight bersiap melancarkan serangan dan dari arah samping kanan dan kiri Naruto sudah ada Bandit Lancer yang juga siap melancarkan serangan. Sedangkan sang pemimpin bandit yang memiliki class Fighter berada di belakang Naruto juga sudah menyiapkan serangan.
"Short Slash" Kedua Bandit Knight yang ada didepan Naruto mulai menyerang pertama kali dengan serangan tebasan vertical yang mengarah di bahu kanan dan kiri Naruto.
"Iron Hand" Kedua tangan Naruto berubah menjadi tangan besi lalu menahan kedua tebasan tersebut dengan kedua tangannya yang sudah berubah menjadi besi.
Tiba tiba kedua Bandit Lancer yang ada di samping kanan dan kirinya mulai melancarkan serangan berupa sebuah tusukan tapi Naruto yang masih memegang pedang kedua Bandit Knight itu dengan cerdas menarik kedua Bandit Knight tersebut kearas samping kanan dan kirinya. Kedua Knight tersebut jatuh kedepan kearah samping kanan dan kiri Naruto sehingga tusukan kedua Bandit Lancer itu mengenai kedua Knight tadi. Dua bandit dengan class Knight langsung tewas terkena tusukan di perut mereka.
"Thunder Shoot" Naruto melancarkan serangan berupa tembakan peluru listrik ukuran kecil dan mengarahkan serangannya dengan menggunakan kedua tangannya kearah kedua Bandit Lancer yang ada di samping kanan dan kirinya. Kali ini dua bandit jatuh pingsan karena terkena serangan listrik dari Naruto.
Setelah menumbangkan 4 bandit, Naruto mulai mengarahkan pandangannya kedepan yang dimana disana ada 4 Bandit Archer yang sedang bersiap memanahnya. Tapi mereka berempat tak sempat menyerang karena terkena "Thunder Shoot" milik Naruto.
Naruto lalu menghadap kearah pemimpin bandit yang sedari tadi diam terkejut melihat semua anggotanya di kalahkan. Pemimpin bandit tersebut mulai ketakutan bahkan wajahnya sudah pucat pasi dan mengeluarkan banyak keringat dingin.
"Huah…" Pemimpin Bandit tersebut langsung lari sekencang mungkin. Pemimpin bandit itu ternyata tak menyangka jika target mereka sangat kuat bahkan dia dapat memastikan jika pemuda yang menjadi targetnya terlihat sudah sangat berpengalaman dalam hal bertarung. Sepertinya pemimpin bandit ini salah target.
Tapi Naruto tak akan membiarkannya kabur. Dia sudah merentangkan tangan kanannya kearah pemimpin bandit yang lari bersiap akan melancarkan serangan.
"Ice Element: Ice Spear" sebuah tombak es berukuran lumayan besar muncul dari ketiadaan dan langsung melesat kearah pemimpin bandit yang masih lari. Tombak es tersebut langsung menembus perut pemimpin bandit tersebut dari belakang dan tewas seketika. Hanya dengan menggunakan dua skill Lv1 dan satu Skill lv3, Naruto dapat mengalahkan sekelompok bandit yang berisi sepuluh orang. Ada beberapa hal yang Naruto sadari salah satu hal yang dia disadari, yaitu musuhnya tidak dapat mengetahui status miliknya. Sepertinya ada cara tertentu untuk mengecek status milik orang lain.
Dari hasil pertarungannya Naruto juga menyadari jika untuk menggunakan skillnya maka dirinya cukup mengucapkan nama skill dan memiliki mana yang cukup untuk mengeluarkan skill yang dia inginkan. Dan yang paling mengherankan adalah dia merasa biasa biasa saja setelah membunuh 4 orang bandit padahal ini pertama kalinya dia membunuh. Apa mungkin karena dirinya sudah terbiasa melakukan Player Killing bermain di Eternity Saga? Entahlah, mungkin karena yang dia bunuh adalah orang jahat jadi dia tidak merasa kasihan.
Setelah pertarungan tadi, Naruto merapikan pakaiannya yang sedikit berdebu, tangannya juga sudah kembali seperti semula, tidak lagi menjadi tangan besi. Setelah mengambil tas ranselnya, Naruto mulai melanjutkan perjalanannya menuju Filonial Village tanpa memperdulikan musuh yang sudah dia kalahkan.
-0-
Rabanastre City adalah sebuah kota yang sangat indah dan megah. Kota ini sangatlah luas sehingga dibagi menjadi 5 wilayah yaitu wilayah selatan, utara, timur, barat dan pusat. Dikatakan sangat luas karena dari informasi yang Naruto dapatkan bahwa luas Rabanastre City sekitar 4.400 km. atau bisa Naruto katakan kalau luasnya dua kali lipat dari luas kota Tokyo di Jepang. Tujuan Naruto ada di pusat Rabanastre City karena letak Aquios Academy ada disana dan berdekatan dengan Istana Archadia Kingdom.
Sekarang Naruto berada di depan gerbang bagian selatan Rabanastre City dan sedang berdiri mengantri untuk masuk ke kota ini. Dapat Naruto lihat jika para prajurit kerajaan memeriksa pendatang yang akan masuk ke kota ini. Wajar saja karena tahun ini banyak pendatang dari berbagai tempat, entah itu dari desa, kota kecil atau kota besar lainnya. Dan kebanyakan pendatang tersebut tujuannya untuk mendaftar di Aquis Academy.
Kini giliran Naruto yang akan diperiksa. Seluruh barang yang dia bawah di periksa dan juga Naruto disuruh mengisi data yang diperlukan seperti tempat tinggal, umur, dan tujuan dia datang kekota ini. Setelah memberikan kertas data kepada prajurit penjaga gerbang itu, Naruto juga disuruh membayar pajak masuk sebanyak 50 Silver.
Sebelum Naruto masuk ke kota ini, dia melihat disebelah kanan ada beberapa kereta kuda yang akan melewati gerbang. Mereka hanya memperlihatkan sebuah kertas kearah prajurit penjaga gerbang untuk masuk. Mungkin mereka dari kalangan bangsawan menurut Naruto.
Naruto juga tak lupa bertanya ke prajurit tadi tentang kapan pendaftaran di Aquios Academy terbuka dan informasi yang dia dapatkan bahwa pendaftaran akan terbuka tiga hari lagi dan hanya berlangsung selama tiga hari. Naruto juga mengingat informasi tes yang ada di Aquios Academy dari paman Hodgins yang pernah juga diterimah di Aquios Academy.
Untuk saat ini Naruto akan mencari penginapan dan mengisi waktu luangnya dengan berkeliling kota. Naruto juga berencana menggunakan sebuah Equipment yang dapat memalsukan status yang dia miliki karena jika tidak maka dirinya akan membuat gempar seluruh kerajaan bahwa status miliknya sudah maksimal.
-0-
Tiga hari berlalu dan sekarang waktunya untuk pergi mendaftar di Aquios Academy. Dalam perjalanannya ada banyak pemuda yang menuju kearah yang sama dengan tujuannya. Dan sangat gampang membedakan mana pemuda dari kalangan rakyat biasa dan mana pemuda dari kalangan bangsawan. Perbedaannya dapat Naruto lihat dari pakaian mereka serta perilaku mereka.
Naruto melihat jika pemuda dari kalangan bangsawan tersebut memakai pakaian mahal semua dan juga tak lupa dengan wajah percaya diri tinggi yang mereka miliki. Naruto juga melihat ada beberapa pemuda kalangan bangsawan yang menatap rendah kearah pemuda kalangan rakyat biasa.
'Bugh!' Naruto yang terfokus pada para bangsawan yang ada di sampingnya dan tidak fokus kearah depan tiba tiba menabrak seseorang dari depan. Perempuan itu sedikit terdorong kerena ditabrak Naruto dan dapat dia lihat jika yang dia tabrak adalah seorang perempuan yang memakai pakaian suster gereja dan memiliki rambut berwarna kuning panjang sampai pinggangnya. Perempuan itu membalikkan badannya kearah Naruto dan terlihatlah wajah cantik yang memiliki mata berwarna hijau.
"Ano… apa kamu baik baik saja? maaf telah menabrakmu, aku agak kurang fokus tadi." Naruto dengan cepat meminta maaf karena menabrak perempuan didepannya. Lagipula ini salahnya juga karena tidak fokus dengan jalan yang ada didepannya dan malah fokus mengobservasi para bangsawan yang ada disamping kanannya.
"Tidak apa apa, aku baik baik saja kok. Ano… Apa anda juga akan mendaftar di Aquios Academy?" Perempuan itu dengan senyumnya langsung memaafkan Naruto. Perempuan itu juga sedikit memperhatikan penampilan beberapa saat lalu bertanya dengan sopan.
"Ah.. iya, apa kamu juga akan mendaftar di Aquios Academy juga?" Ucap Naruto mengiyakan dan berbalik bertanya dengan hal yang sama terhadap perempuan tersebut.
"Iya, aku juga akan mendaftar di Aquios Academy. Ah iya, namaku Asia Argento dari Erunia Village." Tujuan mereka ternyata sama dan Naruto mengira jika perempuan ini akan pergi kearah gereja yang mungkin ada disekitar Aquios Academy tapi tebakannya salah. Perempuan itu juga sudah memperkenalkan namanya.
"Ah… namaku Naruto Uzumaki dari Peternity City." Naruto juga memperkenalkan dirinya. Perempuan yang ada di hadapannya ini sangat sopan terhadapnya.
"Ano… Bagaimana jika kita pergi bersama saja ke Aquios Academy. Lagipula tujuan kita sama. Apa kamu mau Naruto?" Asia mengajak Naruto jalan bersama menuju Aquios Academy. Lagipula ini juga merupakan teman pertamanya sejak berada di kota ini dan juga entah kenapa dia bisa merasakan jika pemuda yang bernama Naruto yang ada dihadapannya ini adalah orang yang baik.
"Boleh saja, lagipula tujuan kita sama." Sedangkan Naruto mau saja selama perempuan ini tidak terganggu. Naruto dapat merasakan jika perempuan yang bernama Asia adalah perempuan yang baik. Setelah itu mereka mulai jalan bersama menuju Aquios Academy sambil sedikit mengobrol.
Naruto sebenarnya sudah mengecek status yang dimiliki Asia. Naruto sedikit tertarik dengan Talent yang dimiliki Asia. Menarik menurut Naruto karena Talent yang dimiliki Asia sangat bertolak belakang dengan Class Asia. Class Asia yaitu Priest dan Talent yang dia miliki adalah Poison Master. Level Asia juga lumayan jika dilihat dari sudut pandang dunia sekarang. Level Asia sudah mencapai Lv23 dan memiliki Class tipe Support yang sangat mendukung dalam pertarungan antar team dan memiliki Talent Poison Master yang dapat membuatnya mempelajari Skill Poison yang berguna untuk menyerang atau mempertahankan diri.
Dan sekarang mereka berdua telah berada didepan sebuah gedung tempat pendaftaran dilaksanakan. Ternyata tempat pendaftarannya bukan di Aquis Academy dan ternyata bertempat di gedung yang ternyata adalah sebuah gedung tinggi tempat para guru Aquis Academy melakukan rapat atau beristirahat. mereka berdua sudah berada didalam gedung tersebut. Ruangannya sangat luas, ada sepuluh meja serta kursi yang akan dipakai untuk melakukan pendaftaran serta ada panitia pendaftaran disetiap tempat pendaftaran tersebut. Naruto dan Asia terlihat gugup karena ada banyak sekali yang mau mendaftar di Aquis Academy bahkan ruangan yang sangat luas ini sampai penuh. Naruto memperkiranan banyaknya pendaftar sekitar 1000 pendaftar padahal yang diterimah setiap tahunnya hanya 200 orang.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Profil Characrer
Asia Argento
[Status Character]
[Name: Asia Argento]
[Age: 17]
[Level: 23]
[Race: Human]
[Class: Priest]
[Talent: Poison Master]
[Rank: Non Registered]
[Status]
[Strengh: 30]
[Agility: 40]
[Vitality: 70]
[Inteligency: 130]
[HP: 17500]
[Mana: 16250]
.
.
.
AN: Update sangat cepat dikarenakan ada banyak waktu kosong. Pada ch1 jujur saja memang masih banyak kesalahan seperti typo, kata yang hilang dan nama yang belum saya ubah. Dalam fict ini saya lebih suka menggunakan alur cerita yang agak lambat atau mungkin sangat lambat? entahlah. Untuk masalah pair, jujur saja saya tidak mau memberitahu pada kalian semua dan biarlah kalian yang menebak.
Jujur saya berpikiran seperti ini: Andai saja Fanfction bisa mendapatkan uang melalui sistem donasi seperti TwitchTV maka saya yakin FFn pasti bakalan bangkit dan bakalan banyak writer profesional yang bermunculan. jika dilihat dari segi bisnis pastinya writer maupun owner FFn. keuntungan writer dar donasi dari readernya, dan keuntungan owner FFn dari pajak donasi tersebut. Jadi untuk Reader jika punya Writer Favorit kalian bisa mendonasikan sedikit uang ke writer Favorit kalian sebagai bentuk apresiasi. Dan saya juga yakin akan banyak bermunculan Writer Profesional untuk menjadikan FFn sebagai pekerjaan sampingan. Yang tau TwitchTV pasti pahamlah. Tapi ini hanya sekedar opini sih... dan belum tentu juga tersampaikan ke pihak FFn :v
.
.
.
See You Next Chapter
.
Jika ada Kesalahan di dalam Fict ini mohon beritahu saya di kolom Review.
Saya sangat menghargai Review yang membangun serta Kritikan Pedas.
Mind To Review?
VVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVV
VVVVVVVV
VVVVVV
VVVV
VV
