PROM NITE
ChanHo (Chanyeol-Suho)
Rated : T
Genre : Romance
Length : Drabble
Warning : GS (Genderswitch), OOC, AU. Don't like, don't read, don't bash!
Disclaimer : Semua cast disini bukan milik saya untuk saat ini, mungkin di masa yang akan datang(?). FF ini didedikasikan bagi penggemar Yaoi / shonen. Don't forget to RnR. Enjoy juseyoo~
.
.
Entah kenapa hanya memandang wajahnya saja, hatiku merasa tentram. Melihatnya juga sedang menatapku membuat hatiku berdebar. Melihatnya tersenyum membuat duniaku terasa lebih indah.
Suho
Entah semenjak kejadian memalukan di prom nite seminggu yang lalu, aku tak bisa melupakannya. Aku terus mengikuti kemanapun kakinya melangkah. Stalker? Hah! Nama itu memang sangat cocok untukku sekarang.
"Aku merasa aneh padamu. Entah kenapa akhir-akhir ini kau selalu berada di sekitarku" Aku seperti susah menelan ludahku. Saat ini dia tengah berada di hadapanku dan bertanya seperti itu dengan dahi berkerut. Mungkin selama ini dia menyadari kehadiranku di sekitarnya. Dan mungkin saja ia sedikit tidak nyaman. Aku tersenyum pahit. Apa selama ini perasaanku hanya bertepuk sebelah tangan?
"Maafkan aku kalau begitu. Aku tidak akan melakukannya lagi.." Ucapku tersenyum sambil berdiri dan membungkukkan badanku. Aku meninggalkan tempat favoritku belakangan ini. Tempat dimana Suho selalu menghabiskan waktu istirahatnya.
"Aku tidak menyuruhmu pergi dari sini.." Aku menghentikan langkahku, tercekat mendengar apa yang barusan ia katakan. Seketika tubuhku berbalik kearahnya. Aku bisa melihat senyuman di wajahnya. Aku mengangkat kedua alisku bingung. Ia mendekatiku dan menggenggam tanganku.
"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, tapi tidak disini. Boleh kan?"
Kau ingin tahu apa reaksiku? Dengan tubuh kaku, aku hanya mengangguk dua kali. Dia tersenyum lagi. Cantiknya.
"hehehe. Baiklah. Kajja!" Ia menarik tanganku dan membawaku pergi entah kemana. Aku hanya bisa tersenyum sambil mengikutinya.
Aku tak mengerti kenapa ia mengajakku disini. Seketika wajahku memerah. Tempat ini mengingatkanku tentang kejadian memalukan minggu lalu. Yah, di aula. Di gedung serbaguna milik sekolah inilah yang menjadi saksi bisu pertemuan konyol kami. Saat Prom nite berlangsung malam itu. Aku tak bisa membayangkan lagi. Teramat memalukan untuk aku kenang.
"Kau tau.. entah kenapa setiap aku lewat di depan sini, pipiku jadi memanas. Ahh eotthokae…" Suho berucap sambil memegang kedua pipi putihnya. Aku mendelik tak percaya. Apakah perasaan Suho sama dengan apa yang aku rasakan sekarang.
"M-Ma-maafkan aku. Ini semua salahku.." Ucapku tergagap. Ah entahlah, bisa mengucapkan kata itu saja membuatku gugup setengah mati.
"A-aah aku tidak apa-apa sungguh. Hanya saja.. aku akan memberikan pengakuan padamu.." Ucapnya sambil memainkan ujung seragamnya. Ia berkali-kali menatap wajahku lalu menunduk kembali. Entah kenapa gadis cantik ini membuatku berkeringat dingin. Sikapnya yang seperti itu menambah rasa kecanggungan diantara kami.
"Apa itu?"
"Aku menyukai seseorang."
Dheg! Seketika dada ini terasa sakit. Gadis yang aku sukai ternyata menyukai seseorang. Seketika aku merasakan tanah ini runtuh dan menenggelamkanku di dasar bumi. Sudah kuduga, kalau selama ini Suho merasa tidak nyaman dengan perhatian dan keberadaanku di sekitarnya. Seharusnya aku menyadari dari dulu.
"Lalu?"
"Aku bertemu dengannya disini, diacara Prom nite waktu itu.."
Rasanya aku ingin cepat-cepat keluar dari ruangan ini!
"Sebenarnya aku menyukainya sejak lama. Aku memperhatikannya sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini. Dan Prom nite kemarin adalah sesuatu yang membuatku bahagia.."
Kulihat ia menundukkan wajahnya dan tersenyum. Oh baiklah dia terlihat senang sekali. Tanpa tahu kalau aku menjadi orang yang tersakiti disini.
"Aku tahu maksudmu.." Ucapku akhirnya. Aku semakin tidak suka dengan percakapan ini. Mungkin aku akan menyudahi saja, daripada Suho terus membuat perasaanku seperti diaduk-aduk.
"B-benarkah?" Tanyanya sambil membulatkan mata indahnya. Aku hanya tersenyum simpul.
"Kalau kau menyukai seseorang, kejarlah dia. Kau tak usah pedulikan aku. Aku tahu kenapa kau mengatakan semua ini padaku karena kau merasa tak enak padaku, kan? Aku tahu selama ini kau merasa tidak nyaman dengan kehadiranku disekitarmu. Tapi aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan hal konyol seperti itu.. Dan setelah tau beberapa hari ini, aku mulai menyadari kalau aku menyukaimu. Tentu sejak kejadian Prom nite waktu itu. Dan sekarang kau dan aku disini, membicarakan seseorang yang kau sukai, ahh aku bisa apa. Aku akan merelakanmu bersamanya. Aku akan bahagia dan mencoba melupakan perasaan ini.."
Ah entahlah kenapa aku bisa bicara sebanyak itu. Kurasakan nafasku mulai memburu. Aku mengusap wajahku kasar. Pernyataan apa itu? Bahagia dan mencoba melupakan perasaan itu? Gila! Bahkan aku baru memulainya.
"C-Chanyeol-ssi…" panggilnya sambil memegang lenganku. Dengan lembut aku melepaskan pegangannya dan kupaksakan senyumku padanya.
"Aku tidak apa-apa sungguh.."
"Chanyeol-ssi dengarkan aku.." Kurasakan ia mulai menarik kemejaku, memaksaku menatap wajahnya yang terheran melihatku.
"Kau bodoh atau apa hah?" Ucapnya. Aku hanya bisa mengerutkan keningku bingung.
"A-apa maksudmu?"
"Apa kau tak bisa mencerna apa yang aku katakan tadi?"
Aku menggelengkan kepalaku dan menatap Suho dengan tatapan bodoh. Kulihat Suho menyipitkan matanya dan mendesah pelan.
"Satu-satunya kenangan di acara Prom nite adalah tentang kita! Bahkan seluruh siswa juga mengetahuinya.. "
Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Oh ya ampun! Jadi maksud Suho adalah…
"Kau masih belum mengerti? Orang yang aku suka adalah si bodoh Park Chanyeol. Seseorang yang tidak peka terhadap perasaan seorang Kim Suho. Bahkan aku tidak bisa tidur setelah kejadian kau menciumku!" Ucapnya sebal sambil memukul pelan dadaku. Kulihat ia sedang mengatur nafasnya yang tak teratur. Bagaimana denganku? Aku hanya bisa berdiri kaku memandang Suho dengan tatapan terkejut. Berarti Suho juga menyukaiku, selama itu? Bukankah dewi fortuna sekarang benar-benar berada di pihakku?
"Kau tahu Chanyeol-ssi, aku senang saat tahu kau terus mengikutiku belakangan ini, bahkan ke perpus, tempat yang paling Park Chanyeol benci.." Ujarnya sambil tertawa pelan. Ia lalu menyampirkan anak rambutnya di belakang telinganya sambil mengambil nafas panjang.
"Dan sekarang kau menyatakan perasaanmu padaku. Aku bersyukur ternyata bukan aku yang mengatakannya lebih dulu.." Ia menggigit bibir bawahnya dan memainkan ujung kemejanya sekali lagi. Bisa kulihat rona kemerahan di pipi putihnya. Bukankah ini sangat manis?
"Maafkan aku, aku tidak tahu jika kau juga punya perasaan yang sama denganku. Aku terlalu bodoh, bahkan untuk mengerti apa yang kau rasakan selama ini padaku." Sesalku. Kulihat ia seperti berekspresi marah, tapi aku tahu itu cuma dibuat-buat olehnya. Melihat Suho mengulum bibir tipisnya, membuatku sulit mengontrol fikiranku. Dia begitu menggoda.
"Kau tidak perlu minta maaf, aku hanya ingin mengatakan ini sejujurnya. Kau tahu, dadaku seperti akan meledak saat kau menciumku malam itu. Aku-"
Tanpa menunggu lama kudekati wajahnya dan kutarik tengkuk lehernya mendekati wajahku. Dan aku senang bisa merasakan kembali lembut dan manisnya bibir Suho. Kurasakan Suho memeluk pinggangku erat. Kami berdua memejamkan mata dan kembali saling melumat dan mengulum bibir kami. Kudorong tubuhnya hingga bersandar pada tembok dan memerangkap tubuh kecilnya sambil terus mencium bibir tipisnya. Perlahan kulepaskan pagutan bibir kami. Dengan nafas terengah-engah, aku menatap intens matanya.
"Biarkan aku mengatakan sesuatu padamu.."
"A-apa itu?"
"Maukah kau jadi kekasih Park Chanyeol yang bodoh ini?"
Kulihat Suho terus menahan senyumnya sampai kulihat ia menganggukkan kepalanya. Dengan segera kuangkat dan kugendong tubuh kecilnya sambil berteriak senang. Kubawa ia berputar-putar sampai ia mencengkeram bahuku.
"YEEEAAAAA! MULAI HARI INI KIM SUHO MENJADI MILIK PARK CHANYEOL!"
"Ya! Turunkan aku!" Teriak Suho sambil tertawa. Aku berhenti berputar dan menatapnya.
"Ada syaratnya tuan putri.."
"Apa itu syaratnya pangeran?" Ucapnya sambil memainkan rambutku dengan jarinya.
"Cium aku.." Aku memajukan bibirku kearahnya dan kurasakan ia memeluk leherku lalu menciumku sekilas.
"Sudah!"
"Heishh, jangan bermain-main denganku" Kuangkat sudut bibirku keatas dan kuturunkan tubuhnya. Kudorong tubuh kecilnya menyandar pada tembok lagi dan kali ini aku menang dengan mencumbui bibirnya sampai puas hingga aku mengabaikan bel masuk yang sedari tadi berbunyi.
Kurasakan Suho mendorong dadaku pelan hingga melepaskan pagutan bibir kami. Aku menatapnya heran.
"Kenapa?"
"Chanyeol-ah, Bukankah setelah ini kau ada jam dari Lee songsaenim?"
L-Lee Songsaenim?! Mati aku!
THE END
Gak tahu kenapa aku buat pair ini. Tapi aku lihat sih mereka cocok juga buat aku pasangin hehe. Seklai lagi, karena author love crack pair so much!
