Punya tampang kece, belum tentu kehidupannya 100% kece juga. Ya, kita tidak bisa menilai buku dari cover-nya saja. Begitu pula dengan orang-orang, kita tidak bisa menilai sifat seseorang hanya dari tampang wajahnya saja.
.
.
Disclaimer: ATLUS
A/N: Untuk event 'Tertawa Itu Sehat' dari grup United Fandom. Threeshots (2/3).
.
Tim Investigasi Dodol
Bagian 2: Yukiko. Kanji, Rise
by Fei Mei
.
.
Siapa warga Yasoinaba yang tidak tahu nama Amagi Yukiko? Mungkin tidak seluruh warga Yasoinaba mengenal atau tahu yang mana yang namanya Amagi Yukiko. Tetapi orang-orang pasti tahu tentang si Yukiko ini. Yep, keluarga Amagi termasuk keluarga yang cukup ternama di daerah ini, apalagi mereka memiliki penginapan yang bagus serta cukup besar. Keluarga Amagi hanya memiliki seorang anak, dialah si Yukiko ini. Tidak heran kalau nama Yukiko dikenal banyak orang kan?
Karena ia menyandang nama keluarga yang besar, Yukiko harus jaga imej setiap saat. Harus menjadi gadis yang anggun, pandai dalam pelajaran sekolah, santun, tidak berisik –bak tuan putri. Yah, kebetulan sekali, parasnya yang cantik mendukung 'perannya' ini. Tetapi memang orang tidak boleh menilai seseorang hanya dari tampang luarnya saja, atau hanya dengan sekilas kenal.
Bagi orang-orang yang hanya sebatas kenal, Yukiko dipandang elegan. Tetapi saat ia bersama dengan Tim Investigasi, ia langsung 'menggila'. Ya iyalah, mana ada sih orang yang bisa tertawa terbahak-bahak sampai nyaris guling-guling di tanah –dan ia adalah seorang perempuan!
Pernah suatu kali Souji datang ke kediaman Amagi untuk mengembalikan buku catatan Yukiko yang ia pinjam. Seorang pelayan mengantarkan pemuda berambut mangkok itu ke kamar si gadis. Begitu akan mengetuk pintu kamar, sang pelayan dan Souji terkejut bukan main! Iya, mereka tiba-tiba saja mendengar suara tawa Yukiko yang cetar membahana badai menggelegar! Dengan segera pelayan membuka pintu itu dan melihat anak majikannya sedang tertawa sambil berguling-guling di lantai, sementara TV masih menyala.
"Gawat! Nona Yukiko kerasukan!" seru pelayan, sambil berusaha membuat Yukiko kembali khilaf (?).
Souji sweatdrop parah. Iya, ternyata penyebab Yukiko tertawa seperti itu adalah karena menonton Sule. Lah, memang acaranya Sule bisa ditonton sampai Inaba?
.
.
Tatsumi Kanji mungkin memang punya tampang yang (sangat) sangar, berotot, dan bersuara kasar. Seandainya ia mengecat rambutnya menjadi pirang, pas sekali, ia menjadi yankee berandal.
Tetapi memang kita tidak boleh menilai orang hanya dari luarnya saja. Nyatanya, seorang Kanji yang dicap sebagai berandal, baik oleh lingkungan sekolah sampai kepolisian, ternyata punya sikap keibuan! Iya, Kanji senang menjahit, memasak, cuci baju, menyapu, dan sebagainya. Bukan hanya senang saja, tetapi ia juga pandai dalam urusan pekerjaan rumah tangga! Tipikal calon istri yang baik kan? Sayang sekali, Kanji adalah seorang pria. Hiks.
Sejak pemuda ini bergabung dalam Tim Investigasi, Souji dan teman-temannya sering mendapat keuntungan, seriusan. Souji bisa selalu menggunakan jasa Kanji untuk membuatkan boneka beruang, yang nantinya ia berikan pada Nanako. Yosuke bisa lega karena Kanji bisa membuatkan baju untuk Teddie tinggal di Junes –sehingga Yosuke tidak perlu mengeluarkan uang demi membeli pakaian si beruang jadi-jadian itu lagi. Yukiko dan Rise setidaknya bisa merasa 'aman' jika ada Kanji di sekitar mereka –seperti bodyguard, jadinya tidak ada yang berani mengganggu kedua gadis ini (enggak, orang-orang bukannya takut karena kesangaran tampang Kanji, melainkan mereka takut 'keraguan' Kanji masih ada). Oke, itu garis besarnya. Enggak, jangan tanya apakah Teddie, Naoto, dan Chie mendapatkan keuntungan dari Kanji atau tidak.
Masih ingat shadow-nya Kanji? Teman-temannya percaya bahwa shadow tersebut adalah perwujudan perasaan Kanji yang galau, keraguan tentang apakah yang ia sukai itu laki-laki atau perempuan. Nyatanya tidaklah demikian. Serius. Shadow Kanji tidak menujukkan keraguan, melainkan menggambarkan betapa rakusnya Kanji. Iya, Kanji itu biseksual! Sebenarnya dia tahu Naoto adalah perempuan, tapi pura-pura tidak tahu. Tidak hanya Naoto yang sebenarnya Kanji suka. Tidak percaya?
"Kanji! Jujur atau Berani?" tanya Rise, saat itu mereka sedang main 'Jujur atau Berani'. Astaga, jadul banget permainannya.
"Jujur dong!" jawab Kanji sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat semua teman-temannya pingsan di tempat, dan lalat-lalat pun muntah.
"Siapa yang kamu suka?" tanya Rise.
"Aku suka Yosuke senpai!" jawab Kanji reflek. Seketika itu juga Yosuke langsung sembunyi di belakang badan Hanako yang gempal, dan sejak saat itu Yosuke takut kalau hanya berduaan dengan pria itu. Aduh, kasihan sekali Yosuke...
.
.
Kujikawa Rise adalah satu-satunya idola yang tergabung dalam Tim Investigasi yang diketuai oleh Morgan SM*SH –maksudnya, diketuai oleh Souji. Walaupun seorang idola, Rise hidup dalam kesederhanaan, tidak ingin mewah-mewah –begitu sih, akunya pada media. Nyatanya? Uang hasil dia kerja selalu ludes ia pakai untuk berjudi! Dia pernah bilang bahwa ia pernah datang ke Escapade saat pemotretan di Iwatodai. Itu benar, tapi yang dia lakukan di Escapade itu adalah judi!
Galau karena uang hasil kerjanya ludes, Rise malah mengundurkan diri dari dunia selebriti. Dasar payah, terus bagaimana ia bisa judi lagi? Mudah. Ia tinggal datang ke rumah neneknya, dibaik-baiki, di bantu usahanya, lalu berharap dapat uang jajan. Masih belum cukup? Ia punya banyak fans di Inaba yang sering membawakan hadiah untuknya. Rise tinggal menjual barang-barang tersebut dan uang hasil penjualannya bisa dipakai 'main'. Astaga, nista banget ini cewek. Masih kurang juga? Takdir mempertemukan ia dengan Tim Investigasi yang rata-rata beranggotakan anak-anak tajir –terutama Yosuke dan Yukiko. Masih kurang juga? MUSTAHIL!
Pernah suatu kali nenek Rise sedang belanja di pasar, lalu melihat cucu kesayangannya sedang berjudi dengan para tukang becak yang mangkal di depan pasar.
"RISEEE!" bentak sang nenek.
"Eh...nenek...i-ini -!" Rise ingin menjelaskan.
"Kenapa kamu judi dengan tukang becak?! Kenapa tidak dengan yang levelnya tinggian?" tanya nenek Rise aneh.
"Ha-habis, kalau judi sama orang kaya, terus kalah, bisa-bisa langsung kalah banyak, nek!" jawab Rise.
"Aaaahh alasan! Ayo pulang!" kata nenek, sambil menarik lengan cucunya. "Sampai di rumah, nenek akan ajari kamu main judi sampai benar-benar mahir!"
Oalah...ternyata nenek Rise juga penjudi!
.
.
~TBC~
.
.
Kok chapter ini kesannya pada parah semua ya tingkahnya? Oke, kecuali Yukiko mungkin ya, karena memang ketawanya cetar parah. Wkwk. Setelah ini akan ada Teddie dan Naoto, ditambah Adachi!
