Warning : Menjurus ke M-_-
TFR = Thanks For Review
Kim XiuXiu Hunnie : Ini request-an kamu. Maaf jika gaje kebangetan.
Vietakyu33 : Ini FF lainnya.
Song hyo ji : Okay.
Guest : Hahahaha. Ada juga yang suka ide abal-abal ini. Chap 3 lebih abal-abal lagi.
Hany Kwan : Hahahaha. Begitulah. Ribet amat kan, muehehehehe.
Retnoelf : Request accept. Tapi karena kamu gak punya account, d(ick) gak tau dong ngasih tahu darimana. Pokoknya YeKyu udah ditangan kok. Kalau WonKyu... D(ick) mau buat FF WonKyu pertama itu FF baru. Hehehehehe.
Disclaimer : Yang Maha Esa.
ABSURD
LuMin Version
LullabyDick
Presents
.
.
Kegiatan rehersal EXO selesai 2 jam ke depan. Semua anggota semangat, semangat didetik pertama selanjutnya kagak-_-
Lihat saja, rata-rata terkapar dilantai panggung. Enggak perduli para kru yang berlalu lalang dan mempunyai kesempatan besar mijak salah satu anggota EXO. #guanistaiinEXO
Minseok atau Xiumin asyik bertidur ria dengan kepala bertumpu pada paha namja tampan juga cantik di EXO. Namja Cina yang super duper Terkenal, mempunyai suara cetar membahana, dan namja yang dikenal anak kalangan EXO sebagai pemuja Xiumin-_-
Namanya Xi Luhan, mempunyai nama panggung Luhan. Senang sekali Xiumin memilih dekat dengannya saat ini. Serasa semua kelelahan dan amarah sebab sempat terlibat cekcok dengan Chen –hilang semua terbawa angin.
"Xiumin hyung..." Luhan memanggil Xiumin manja.
"Nde Luhan." Senyum lebar Luhan makin melebar-_-, dia kira Xiumin sudah tidur.
"Poppo..." rengek Luhan out of character.
Kepala Xiumin bergerak ke samping kiri dan kanan bergantian memberi sensasi geli kepada Luhan. "Geli hyung..."
"Geli eoh?"
"Ndee." Jawab Luhan riang.
"Kau menyebalkan Xi Luhan."
DOEENGG
Seketika Xiumin menjauhkan tubuhnya dari Luhan lantas pergi meninggalkan Luhan begitu saja. Xiumin memilih gabung dengan kelompok Chanyeol dan Kai disudut sana.
Luhan langsung terduduk, menyeringai tipis ke arah Xiumin, "Baozi baby, kau nakal heh." Desisnya tanpa melepas atensi ke arah Xiumin yang sekarang sudah tampak bercanda ria dengan tiang dan itam.
Luhan bangkit dan mendekati Sehun. Magnae EXO itu masih latihan beberapa gerakan dance –ah, harusnya EXO-L mengetahui bahwa sesungguh dan sebenar-benarnya magnae EXO itu mempunyai sikap dewasa lebih kental daripada para hyung.
Sehun terus berlatih meski yang lain pada tumbang.
Sehun tetap menggerakkan tubuh meski keringat bercucuran.
Sehun tetap fokus pada latihannya meski Suho, Baekhyun, Kyungsoo, dan Tao mengumpati magnae itu sebab tarian bernama 'menendang ria' itu sangat mengganggu dan tentu saja menyakitkan -_-
"Ya! Magnae!" Sehun menghentikan sejenak 'tariannya', balas menatap Luhan yang berjalan mendekatinya. "Wae hyung?"
"Kau kan kekasihku. Sekarang kau harus membantuku agar Xiumin hyung kembali bermanja padaku!"
"Aissshhh... kita yang kekasih hyung, bukan kau dan Xiumin." Gerutu Sehun.
"Tapi aku mencintai naega baby Baozi, albino."
"Lalu kenapa kau menerima ku?"
"Karena aku kasihan dengan wajah tirusmu itu. Sekarang, laksanakan saja!" titah Luhan mutlak. Sehun merutuki Luhan sepanjang jalan ia menghampiri Xiumin.
"Minseokkie hyung..." panggil Sehun dengan nada mendayu-dayu.
Tengkuk Xiumin langsung bergidik, perasaan tidak enak menjalar dihatinya begitu melihat sang magnae. "Nd-nde..."
"Poppo..." rajuk Sehun manja.
Xiumin gelagapan tapi ia menuruti Sehun dengan mencium singkat pipi namja itu. "Su-sudah."
"Poppo disini..." Sehun menunjuk bibir merah menggodanya. Xiumin semakin salah tingkah.
"Ta-tapi ini masih ditempat umum Sehun." Ekor mata Xiumin bergerak gelisah. Menghindari menatap mata Sehun yang seakan menelanjanginya.
"Isshhh... hyung lama!" secepat kilat Sehun meraih tengkuk Xiumin dan mencium tepat dibibirnya. Memberikan lumatan-lumatan kecil dibibir terbentuk Xiumin. Juga menggigit kecil belahan bibir itu.
Sehun juga dengan sengaja mencubit nipple Xiumin dari luar menyebabkan namja berpipi gembil itu mendesah tertahan, Sehun segera melesakkan lidahnya ke rongga mulut Xiumin. Mengeksplorasi tanpa batas rongga hangat itu, menyeleksi semua deretan gigi putih Xiumin #d(ick) dalam mode yadong.
Hingga kegiatan panas mereka terhenti akibat kedatangan satu makhluk dengan api membara disekujur tubuhnya #kagak api beneran ya.
"Sehun sialan! Aku menyuruhmu agar Xiumin bermanja padaku! Kenapa kau meng-grape-nya heh!" satu jitakan sayang diterima Sehun dari Luhan. Sehun melepas bibir candu Xiumin lantas menyengir aneh kepada Luhan.
"Mian hyung. Habis aku juga kesal padamu. Ya sudah, nih aku kasih Minseok hyung padamu." Sehun mendorong kecil tubuh Xiumin. Lalu pergi meninggalkan kedua orang itu.
Luhan menyeringai melihat mangsa lezat didepannya, tubuh keringat Minseok sangat eksotis. Bibir Minseok yang basah, membangkitkan libido Luhan.
"Kau tidak akan ku lepaskan Baozi baby." Bisik Luhan seduktif ditelinga Xiumin. Menjilat dan mengulum telinga itu bagai permen lollipop yang sangat manis.
Wajah Xiumin memerah, sekuat tenaga ia menahan desahan.
"Kau tidak bisa menahan desahan itu, Baozi. Lepaskan agar aku bisa mendengar suara seksimu itu."
"Lu-luhan..." meski Xiumin sekuat tenaga memanggil Luhan biasa tetap saja ada nada desahan yang lolos dari bibirnya. Luhan semakin semangat menyentuh kulit putih mulus Xiumin.
"Ehem!" namja tinggi tiba-tiba datang dari belakang, berkacak pinggang melihat dua anggota yang menyeleneng ditempat umum.
"Luhan hyung! Kau bisa saja meng-grepe naega Minnie. Tapi tidak disini juga-_-." Namja tinggi itu adalah Chanyeol. Memutar bola mata saat Luhan malah menyengir aneh padanya.
"Tidak kau, tidak Sehun. Kalian sangat senang menyentuh kekasihku." Lanjut Chanyeol.
Luhan menggaruk kepala nya, merangkul Xiumin agar lebih dekat padanya. "Kekasihmu sangat menggoda. Aku meminjamnya dulu untuk hari ini, ok."
"Baiklah. Jangan bermain terlalu kasar. Aku tidak akan melepasmu kalau Minnie tidak bisa berjalan besok."
"Tidak. Aku akan bermain sangat lembut!"
Chanyeol mengangguk kecil, mendekati Xiumin dan mencium bibir namja imut overdosis itu. "Aku mencintaimu hyung." Bisik Chanyeol disela ciumannya.
"Nado." Balas Xiumin.
Persimpangan muncul disudut dahi Luhan, "Aku sudah tidak tahan tiang. Sebaiknya kau segera melepas Xiumin."
"Arasseo. Arasseo. Sekali lagi, jangan bermain kasar heh."
"O!"
Luhan pun sedikit menyeret Xiumin pergi dari sana menuju kamarnya.
Lalu... karena ide stuck disini.
Maka,
Ini END.
Make A Review Please?
Jangan tanyakan d(ick) apa hubungan mereka, readers berpikir sendiri aja -_-. Ingat! Ini cerita absurd bin gila. Kalau lagi error, D(ick) pasti membuat FF gaje.
Sekian dan terima kasih.
Tidak diterima kritikan tentang betapa absurdnya FF ini.
