OPEN UP
Chapter 1
My Unconditional Love and.. You
Main Pair: WonKyu
other casts akan muncul seiring cerita..
BoyXBoy, rated T to M, Hurt and Comfort.
ooo
"Shit!" Aku mengumpat sambil menghempaskan tubuhku di sofa ruang tengah.
"Kau tolak lagi?" tanya Donghae, kakakku yang kedua.
Aku memberinya tatapan membunuhku. Bagaimana mungkin dia bisa berkata seperti itu dengan entengnya, saat adiknya ini baru saja membuat seorang pria patah hati. Lagi. Aku menghembuskan napas untuk kesekian kalinya. Lalu aku melepaskan sepatu yang sedari tadi sudah sangat menyakiti jari-jari kakiku.
"Mau sampai kapan sih kamu seperti ini terus, Kyu?" Dia mengacak-acak rambutku lalu duduk di sebelahku.
"I don't know." Desahku.
"Oh God! You've been gave me the same answer for all the time. Ternyata kau lebih gila dari yang aku bayangkan selama ini." Teriaknya sambil memijat pelipisnya, lalu dia memandangku dengan pandangan yang aku sudah sangat hafal. Pasti dia akan memaksaku untuk menerima pria yang bahkan tidak aku inginkan.
"Oh no. I know that look." Aku memalingkan pandanganku ke arah lain.
"At least, you should try to open up, Cho Kyuhyun!" kata Donghae dengan lembut tapi tetap sarat akan ketegasan didalam kata-katanya.
Aku memutar bola mataku, aku sudah cukup bosan dengan topik ini. Tapi kenapa orang-orang disekitarku begitu gencar menghujaniku dengan nasehat dan wejangan yang bahkan tidak terlalu dibutuhkan sekarang, menurut pendapat pribadiku. Aku menoleh dan tersenyum kecut pada kakak yang paling dekat hati denganku ini.
"Mereka semua sama! Kamu sendiri tahu kan aku ini bagaimana, aku tidak mau dan tidak akan mau membuang-buang waktuku hanya mereka yang tidak serius."
"Ya Tuhan!"
Aku tidak bisa menahan tawa saat melihat betapa frustasinya dia ketika mendengar semua kata-kataku tadi. Dia benar-benar lucu. Wajahnya memerah dan berusaha keras untuk menahan suaranya agar Eomma dan Appa yang sedang asyik menonton TV tidak menangkap inti dari pembicaraan kami. Bahkan kami sengaja menggunakan bahasa inggris agar mereka tidak menangkap pokok permasalahan dari pembicaraan kami. Yeah! Mereka tidak mengerti bahasa inggris kecuali hal-hal dasar. Aku tidak tahu harus bersyukur atau meratap soal itu.
"Kenapa tertawa? Kau memang benar-benar sudah gila."
"Hyung, kenapa kau hobby sekali membuatku tertawa?" Kataku menepuk bahunya dan masih dengan tawaku yang tersisa.
"Aku serius , Cho Kyuhyun. You need to do what I've told you before." Suaranya lebih terdengar seperti memerintah daripada meminta.
Aku terdiam saat Donghae mengatakan itu, aku melihat matanya seolah memintaku untuk benar-benar menuruti perintahnya untuk kali ini. Aku tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa kalau keadaannya sudah begini. Aku sudah terlalu sering menghadapi pembicaraan seperti ini sebelumnya. Alih-alih menimpali kata-kata seriusnya, aku malah berdiri dan berjalan ke arah tangga. Tapi sebelum aku menaiki anak tangga yang pertama, aku berbalik.
"Mas, I'll try as hard as I can. You don't need to worry about me." aku tersenyum untuk meyakinkannya.
Aku melanjutkan langkahku setelah aku memastikan Donghae membalas senyumku. Aku masuk ke kamarku yang terletak di sebelah kamar Yesung, kakakku yang pertama. Tapi kamar itu sudah kosong karena penghuninya sudah menikah sekarang. Aku menghempaskan tubuh lelahku diatas tempat tidur kesayanganku. Aku menghembuskan napas dengan kasar. Aku lelah. Lelah fisik. Lelah mental. Dan lebih dari itu aku sangat lelah dalam urusan hati.
Aku belum benar-benar memperbaiki hatiku dengan baik. Karena masih ada sisa-sisa.. bukan sisa tapi memang semua itu masih kusimpan dengan rapi disudut hatiku. Tanpa diketahui siapapun. Aku masih menjaganya. Menjaga perasaanku dengan baik. Bahkan aku takut perasaan ini akan berubah, karena aku tidak ingin mengubah apapun juga perihal hatiku ini.
Ini sudah keputusanku dan tidak akan aku ubah. Tapi mereka tidak mengerti dan tak akan pernah mengerti. Bagaimana jantungku ini berdetak hanya untuk dia. Bagaimana aku terus menghembuskan nafasku ini hanya untuk dia. Ini bukan lagi hanya tentang perasaan anak ingusan yang tidak mengerti makna cinta. Tapi aku benar-benar jatuh cinta tanpa mengenal harga diri. Setengah hatiku ini sudah dicurinya dan dibawanya serta saat dia pergi dari sini. Dari hatiku. Dengan membawa serta hatinya yang telah dia titipkan untukku.
Sedangkan disini, hatiku sudah tak lagi utuh. Karena dia telah membawanya pergi bersama seluruh cintaku. Tapi dia tidak mencuri hatiku seperti kukatakan sebelumnya, akulah yang memberikan setengah bagian dari hatiku untuknya dengan kerelaan yang kusadari sepenuhnya. aku gelengkan kepalaku kuat-kuat, tepat saat kata-kata donghae tadi terngiang kembali ditelingaku.
Apakah aku benar-benar harus melupakannya?
Aku menutup wajah dengan kedua tanganku. Ini benar-benar mengganggu kewarasanku. Donghae benar-benar tidak punya perasaan. Berani-beraninya dia mengungkit topik yang begitu sensitif. Sekarang apa yang aku dapat? Wajahnya membayangi pikiranku lagi. Setelah dengan susah payah aku berdamai dengan pikiranku selama dua hari ini. Aku bangun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan muka tertekuk dua belas. Mood-ku sedang benar-benar buruk sekarang. Aku hanya ingin mandi dan tidur. Biarlah pikiran yang mengganggu tadi akan aku pikirkan lagi esok hari.
ooo
"Minho, apa kau mengenal orang ini?" kataku sambil menunjukkan foto seorang pria tampan di I-Pad yang sedang kupakai untuk mengecek akun Twitter-ku setelah sekian lama.
"Ya, tentu saja aku mengenalnya, Hyung. Dia sepupuku, memangnya ada apa? Kenapa kau ingin tahu?"ucapnya sambil menyipitkan matanya menatapku dengan pandangan curiga.
"Ada apa denganmu? Aku hanya bertanya, karena sepupu-mu ini baru saja mengikuti akun Twitter-ku."
"Ohh, ku kira kau menyukainya." Dia menahan senyumnya.
"Menyukainya? Apa kau tahu jika idemu itu tidak terlalu buruk, Min. Karena sepupumu ini cukup.. eumh.. Ani, dia sangat tampan." Minho menatapku dengan pandangan tak percaya.
Meledaklah tawa yang sedari tadi aku tahan setelah melihat wajah kagetnya.
ooo
bagaimana ceritanya?
ooo
Hai, saya datang lagi.
Maaf jika saya terus mengganggu kalian T-T
Chapter 1-nya pendek ya? Karena saya hanya pengen tahu apa kalian suka atau nggak -_-
Saya taku kalian nggak suka..
RnR, okay?
Special Thank's to:
shin min young, alcici349, JeJeSalvatore, AniesLoveWonkyu, Allyna Kyuzumaki, Lady Ze..
Lady Ze, selamat datang :D ingat ya pesan saya, jangan terlalu memaksakan diri, okay?
makasiiih yaaa udah baca ff ini :p
