NO MORE PARFUME

~Cho Kyuhyun

~Kim Yesung (girl)

~de el el

Rate : M (maybe yes maybe no)

Karena saya bingung mau bilang apa, pokoknya met baca ajah. Jangan lupa reviewnya, ya... (sepertinya cerita oneshoot saya kurang diminati ya? (T.T) kasian kasian kasian...)

.

Hepi riding...

.

Yesung membuka matanya. Masih sempat terlihat olehnya saat pintu kamarnya tertutup. Yeoja itu menyentuh bibirnya. Hangat ciuman Kyuhyun masih tertinggal di bibirnya. Ada rasa aneh yang berdesir di hatinya.

.

4 tahun berselang.

Presdir Cho menggandeng Yesung, manager muda di salah satu Hotel miliknya. Namja setengah baya yang masih tampak gagah itu memperkenalkannya pada setiap tamu undangan ulang tahun perusahaannya.

"Perkenalkan, ini Kim Yesung. Manager di salah satu hotel kami. Dia juga yang berperan besar dalam kemajuan hotel kami yang ada di Jepang."

"Wah, nona Kim, anda masih muda tapi sudah menjadi manager kepercayaan Presdir Cho. Sungguh luar biasa," puji salah satu rekan bisnis mereka.

"Kim agashi, kalau saja aku punya seorang putra, pasti aku akan menjadikanmu menantuku," sahut yang lain.

"Presdir Jang, kau sudah terlambat. Aku bahkan sudah mendapat lamaran untuknya. Hahha...," canda tuan Cho.

"Benarkah? Siapa pria beruntung itu?"

"Itu masih rahasia,"

Kim Yesung tersenyum menanggapi sikap basa-basi para pengusaha kalangan atas itu. Lalu dengan sopan meminta ijin untuk meninggalkan mereka.

Mereka sama-sama tahu, sikap manis itu hanyalah sebuah basa-basi tak penting. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang menjelek-jelekannya di belakangnya. Banyak istri dari manager-manager senior, atau bahkan bawahannya sendiri yang berpikir bahwa kedekatannya dengan Presdir Cho sangatlah tidak wajar.

Pria kaya yang jauh dari istri dan putranya, sangat dekat dengan wanita muda bawahannya. Selalu mengajaknya datang di acara-acara penting perusahaan. Bukan hal yang aneh jika semua orang menggunjingkan mereka.

"Apa kalian tahu, Presdir Cho menolak lamaran dari CEO Lee untuk Kim Yesung. Katanya ada calon lain yang lebih dulu melamarnya."

"Benarkah? Tapi yang aku dengar putra GM Tan juga menyukainya."

"Ne, tapi dia juga ditolak."

"Jangan-jangan dia sebenarnya istri muda Presdir?"

"Mwooo!"

Yesung menarik napas berat mendengar para istri manager bergosip. Itu bukan yang pertama kali dia dengar.

"Yesungie?" panggil seseorang yang membuat para penggosip itu diam.

"Ahjumma?" sambut Yesung.

"Nunna...!" dan disusul pelukan tak terduga.

Yesung tersentak. Lalu tersenyum sembari membalas pelukan itu.

"Nunna, kenapa tubuhmu mengkerut? Kau jadi terlihat mungil," ucap namja yang memeluknya.

"Dasar, dongsaeng tidak sopan. Kau yang bertambah tinggi!" balas Yesung.

"Cho Minho! Jangan seperti anak kecil. Kau sudah 21 tahun. Jangan memeluk nunnamu seperti itu!" bentak nyonya Cho sambil menarik Minho menjauh dari Yesung.

"Ahjumma kapan datang? Kenapa tak menelponku?" tanya Yesung.

"Mommy bahkan tak memberitahu Daddy kalau mau datang hari ini," sahut Minho.

"Benarkah?"

"Sebenarnya ahjumma ingin memberi kalian kejutan. Tapi ahjumma lebih dulu dikejutkan dengan gosip yang sangat tidak masuk akal," ucap nyonya Cho sambil melirik pada gerombolan nyonya-nyonya penggosip.

Yesung tertawa lirih. "Ahjumma juga mengejutkan mereka kan? Jadi impas kan?"

"Hah..., kau ini, masih saja terlalu baik. Pantas saja iblis kecil itu..."

"Mom...!" Minho memotong kalimat Mommynya.

Wanita itu tersentak. "Mianhanda, Yesungie..., ahjumma...,"

Yesung tersenyum. "Ayo kita masuk. Sajangnim pasti senang melihat kalian."

"Cih! Anak nakal! Sejak kapan kau kembali memanggilnya begitu, eoh?"

.

.

Kyuhyun Side

(flash back)

"Kau mau mengajukan kesepakatan? Kau tahu kau tidak sedang berada dalam pihak yang menguntungkan. Bagaimana kau bisa berpikir ingin mengajukan penawaran?"

"Aku mohon Daddy. Aku tak pernah memohon apapun. Jadi sekali ini, penuhi permintaanku," mohon Kyu.

"Baiklah. Bicaralah."

Kyuhyun terdiam sesaat. "Aku..., mencintai Kim Yesung. Aku tidak tahu dimana letak kesalahanku, kecuali telah memaksanya menerima cintaku. Jadi jika Daddy menilai cintaku padanya adalah sebuah kesalahan, maka hukumlah aku,"

"Aku sedang melakukannya. Hukuman untukmu adalah dengan menjauhkanmu darinya."

"Aku tau itu, dad. Dan selama apapun itu aku akan menerimanya. Asalkan Daddy berjanji satu hal padaku. Jangan mempersulitnya. Dan jagalah dia untukku." Pinta Kyu.

"Aku tidak perlu nasehatmu, anak muda. Aku bukan orang picik yang akan menghukum oranglain karena kesalahan putraku sendiri. Pergilah, belajarlah yang baik. Karena itulah tugasmu saat ini. Lupakan cintamu. Belum waktumu untuk jatuh cinta."

.

"Dan aku masih belum bisa memenuhi permintaanmu, Dad. Cinta itu masih sama," gumam Kyuhyun sambil menatap foto Yesung di Hpnya. Foto yang dulu diambil diam-diam oleh Henry.

.

.

Back to Yesung side.

(next day)

"Kim Yesung'ssi!"

"Ne, sunbae?" jawab Yesung pada salah satu manager senior yang lima tahun lebih tua darinya itu.

"Apa nanti siang kau ada acara? Aku ingin minta tolong padamu."

"Ne? Soal apa?"

"Emm, itu...," Choi Siwon, pria muda itu tampak ragu untuk bercerita. Namja tampan yang sangat terkenal di kalangan yeoja baik karyawan maupun para tamu itu tampak berpikir sejenak.

"Ada masalah sunbae?"

"Itu..., sebenarnya, orangtuaku ingin aku segera menikah. Mereka terus saja mengatur kencan buta untukku. Tapi aku..., bisakah kau datang bersamaku dan berpura-pura jadi kekasihku?"

"Mwo?" sentak Yesung.

"Aku mohon. Kali ini saja."

"Tapi..., kenapa tak meminta pertolongan karyawan lain? Bukankah fans Siwon sunbae cukup banyak? Mereka pasti akan dengan senang hati membantumu."

"Kalau aku minta tolong mereka, pasti mereka akan salah paham. Karena..., aku sedang menyukai seseorang. Aku..., hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya."

"Benarkah? Beruntung sekali yeoja itu," ucap Yesung.

Siwon tersenyum. Senyum yang sungguh mempesona. "Jadi?"

"Baiklah, tapi..."

"Nunna!" satu panggilan memotong ucapan Yesung.

"Ne, Changmin'ah?"

"Nunna, kau lupa ada tugas dari Presdir?" tanya Changmin yang juga bekerja di sana.

"Tugas?" gumam Yesung.

"Ne, bukankah Nunna harus menjemput tamu penting dari Amerika? Kim..., Kim...,"

"Kim Heechul? Model terkenal itu?" tanya Siwon.

"Ah, aku hampir lupa. Kalau begitu aku pergi dulu," pamit Yesung.

"Nunna, tunggu!" cegah Changmin.

Yesung menoleh. "Ne?"

"Dia sangat sulit ditangani. Tapi menurut kabar, dia sangat menyukai yeoja yang memakai parfume Aqua Marine. Katanya dia bisa mencium dan mengenali aromanya dari jauh. Nunna bukankah nunna juga suka wangi itu? Nunna punya parfume jenis itu tidak?"

Yesung terdiam. Entah kenapa saat mendengar soal parfume itu, hatinya tiba-tiba berdesir. Ada perasaan aneh yang merayap di hatinya.

"Kim Yesung'ssi. Kau tak berangkat?" tegur Siwon.

"Ah..., ne. Aku pergi dulu," pamitnya pada kedua namja tadi.

"Makan siang itu hanya kamuflase kan, Manager Choi?" tuduh Changmin.

Pria itu menoleh. "Eh?"

"Ya! Apanya yang 'eh'? Jangan berpikir untuk bisa mendekati Yesungie nunna!"

"Kau mengatakan sesuatu? Ada apa dengan telingaku akhir-akhir ini?" ucap Choi Siwon sembari berlalu meninggalkan Changmin yang uring-uringan.

.

.

Yesung memegang sebuah papan nama bertuliskan KIM HEECHUL di depan dadanya sambil celingukan mencari namja yang dimaksud Changmin. Tapi tak ada satupun yang mendekat padanya setelah melihat nama itu.

Yeoja itu ingat ucapan Changmin.

Perlahan, ia mengeluarkan sebotol minyak wangi dari dalam tasnya. Mungkin aromanya sudah berubah, karena sudah empat tahun Yesung menyimpannya. Dia tak pernah memakainya karena selalu ingat kata-kata Kyuhyun agar Yesung tak memakainya lagi. Tapi hari ini dia terpaksa memakainya.

Yesung memejamkan matanya, menikmati aroma yang telah lama tak ia cium. Wanginya masih sama. Seperti cinta Kyuhyun padanya.

"Permisi," sapa seseorang.

"Ne?" Yesung mendongak setelah memasukkan kembali minyak wanginya ke dalam tasnya.

"Papan namamu terbalik," jawab pria tampan di depannya.

Yesung menunduk menatap papan nama yang dipegangnya. "Ommo!" sentaknya. "Gomawo, ...'ssi?" ucap Yesung dengan sedikit rona merah di pipinya.

"Aqua Marine O5."

"Ne?" tanya Yesung tak mengerti.

"Diproduksi dalam jumlah terbatas dan hanya dipasarkan selama 2 minggu, empat tahun lalu. Agashi, kau beruntung mendapatkannya. Wanginya tidak akan berubah bertahun-tahun asal kau menyimpannya dengan baik."

Mata Yesung mengerjap. "Emm, bagaimana anda..., apa anda Kim Heechul'ssi?" tanya Yesung akhirnya.

Namja tampan itu tak menjawab. Justru menarik Yesung yang terhalang pagar pembatas dengannya, agar mendekat padanya.

"Ssshhh..., benar-benar wangi yang seksi," desahnya sambil menghirup wangi di leher Yesung tanpa peduli pada orang-orang yang menatapnya.

"Tuan..., apa yang anda lakukan?" ucap Yesung sambil mendorong namja itu menjauh. Tentunya dengan lembut dan sopan khas dirinya.

Namja tampan itu berdehem, lalu berjalan memutar. Yesung mengikuti di sampingnya.

"Agashi, siapa namamu?" tanya namja itu saat keduanya berjalan beriringan keluar dari bandara.

"Kim Yesung. Nama saya Kim Yesung," ucap Yesung sambil memberi kode pada sopir yang mengantarnya.

Kim Heechul menarik lengan Yesung yang hendak membuka pintu mobil untuknya, hingga jatuh dalam dekapannya.

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebelum kau mengantarku menemui Presdir Cho?" bisiknya sambil mencium leher Yesung (lagi).

"Tu-tuan..., mianhae, saya...,"

"Bukankah ini kesempatan langka? Berkencan dengan model internasional sepertiku, baby?" bisik Heechul.

Yesung beringsut menghindari ciuman Heechul di pipinya.

Seetttt...!

Seseorang menarik yesung menjauh dari Kim Heechul.

.

.

Kyuhyun menarik kopernya keluar dari bandara. Baru saja ia hendak memanggil taksi saat mencium aroma parfume yang sangat dikenalnya. Namja itu mengedarkan pandangannya mencari pemilik aroma itu, dan ia melihat seseorang yang dikenalnya. Ah, bukan. Tapi seseorang yang dia rindukan.

Mata kyuhyun membola saat melihat Yeoja yang sangat dicintainya dipeluk oleh seorang namja. Bahkan Namja itu berani mencium leher Yesungnya. Dengan emosi tinggi, Kyuhyun mempercepat langkahnya mendekati mereka dan menarik Yesung menjauh dari Kim Heechul.

Seetttt...!

"Kyu... Kyu'nim?" sentak Yesung saat menyadari siapa yang menariknya.

"Long time no see, nunna," ucap Kyu.

"Cho Kyuhyun? So, here you are?" ucap Heechul.

Kyuhyun menoleh. "Jangan coba-coba menyentuh yang bukan hakmu, Kim Heechul'ssi," ucapnya dingin dan tatapan yang sangat menusuk.

"Benarkah? Lalu apa Kim Yesung adalah milikmu? Cho Kyuhyun'ssi?" balas Heechul dengan seringaiannya.

"Kau!" geram Kyuhyun.

"Kyu'nim. Kim Heechul'ssi adalah tamu Presdir Cho. Saya mohon bersikaplah sopan,"

"Nunna! Aku sedang melindungimu!" bentak Kyu. "Lagi pula bukankah aku sudah melarangmu memakai parfume ini?!"

"Mi-mianhae..., tapi.."

"Ya! Kalian melupakanku?" sindir Heechul. "Kim Yesung'ssi, bukankah kau bertugas untuk menjemputku? Jadi bisakah kita pergi sekarang?"

"Ah, ne. Tentu sa-,"

"Andwae!" teriak Kyu sambil menarik Yesung. "Turun!" perintahnya pada sopir Yesung.

"Tapi tuan muda?"

"Turun, atau aku pecat!" perintahnya lagi.

"N-ne..."

"Kyu'nim, apa yang anda lakukan?"

Kyuhyun tak menjawab hanya memaksa Yesung masuk ke mobil dan membawanya pergi. Meninggalkan Heechul dan sopir perusahaan ayahnya.

Heechul tertawa melihatnya. Lalu mulai menghubungi seseorang.

"Ahjjussi, ne, ini aku. Sepertinya aku gagal. Ne, dia datang tepat waktu. Mianhae. Arraseo," Heechul menutup teleponnya. "Huuuh..., sepertinya aku jatuh cinta pada saat yang salah."

.

.

Di tempat lain.

"Baiklah. Terima kasih," Presdir Cho menutup telepon dari putra sahabatnya. Lalu menelpon orang lain. "Yeoboseo, sekarang tugasmu. Lakukan yang terbaik."

"Yeobo, kau meminta Heechul mendekati Yesungie?" tanya sang istri.

Presdir Cho menoleh. "Dia gagal. Bocah itu justru membawa Yesung bersamanya."

.

.

"Kyu'nim, saya mohon, turunkan saya," pinta Yesung.

"Berhenti memanggilku seperti itu, Kim Yesung!"

"Ta-tapi..., bukankah anda yang minta?"

"Berhenti mematuhi perintahku! Kau selalu menuruti perintahku, tapi kenapa kau tak mau menerima cintaku, eoh?!"

"Sa-saya..."

"Apa nunna sama sekali tak pernah merindukanku?"

Yesung tersentak. "Ne?"

"Aku selalu merindukanmu sepanjang waktu. Aku selalu memikirkamu. Aku tersiksa karena tak bisa melihatmu. Tak bisa menyentuhmu," ucap Kyuhyun sambil membelai wajah Yesung dengan lembut.

Yesung terdiam. Setiap kalimat dari Kyuhyun membuatnya sesak. Entah kenapa ada rasa sakit menyerang hatinya. Rasanya dia telah melakukan sebuah kesalahan besar pada namja tampan itu. Yesung menyakitinya.

Perlahan mobil itu mulai menepi dan berhenti.

"Tanyakan sekali saja pada hati nunna, apakah aku memang hanya seorang dongsaeng bagi nunna. Atau lebih?"

Yesung tak menjawab. Hanya sesekali menatap Kyuhyun yang terus menatapnya.

Harus ia akui, awalnya dia memang hanya menganggap Kyuhyun sebagai adiknya. Tapi semua perasaan yang telah ia tanamkan di hati dan pikirannya itu perlahan menguap, setelah hari itu. Hari di saat Kyuhyun mengungkapkan perasaannya. Yesung tak mengenali perasaannya sendiri.

"Nunna, aku tahu, kau juga mencintaiku. Ani, kau mulai mencintaiku. Kau hanya tak ingin mengakuinya. Aku benar kan, Yesungie?"

"An-ani. Aku tidak merasa seperti itu. Bagiku kau hanyalah seorang adik dan juga tuan mudaku. Aku..,"

"Benarkah? Bagaimana kalau kita buktikan?" ucap Kyu lalu perlahan mendekatkan wajahnya.

"Kyu'nim...," Yesung menunduk.

"Kau gugup, nunna?"

"Aniyo..."

"Lalu kenapa tak memandangku, eoh?"

"Aku tidak..." Yesung mendongak menatap Kyuhyun. Dan tiba-tiba wajahnya terasa panas saat mendapati wajah Kyu yang sangat dekat dengannya.

Kyuhyun tak berucap. Matanya hanya menatap teduh ke dalam mata yeoja di depannya. Membiusnya untuk terus menatapnya tanpa bergerak sedikitpun. Dan ia memenangkan pertaruhannya.

Perlahan namja tampan itu semakin mengikis jarak antara mereka. Tanpa ada perlawanan, Kyuhyun kembali dapat menyentuh bibir yang amat ia rindukan. Memagutnya dengan penuh perasaan.

Tanpa sadar Yesung memejamkan matanya. Membiarkan namja yang lebih muda darinya itu menciumnya.

Hingga...

"Tr...!" sebuah getaran di tasnya menyadarkan Yesung dari jerat pesona seorang Cho Kyuhyun. Yesng mendorong namja tampan itu menjauh.

"Ne, sunbae?"

"Aku menunggumu bersama orangtuaku di Restauran. Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu?"

"Ne, aku akan segera kembali."

"Dari siapa?" tanya Kyu dengan wajah kesal.

"Dari Choi Siwon sunbae. Mianhae, aku ada janji dengannya," ucap Yesung seraya turun dari mobil dan menyetop taksi yang kebetulan lewat.

"Ya! Kim Yesung!" teriak Kyuhyun. Lalu detik berikutnya dia menarik gas mobilnya untuk mengejar taksi yang membawa Yesung, sambil menelpon seseorang.

"Minnie'ah, katakan padaku siapa Choi Siwon?"

"Cho Kyuhyun? Kau kembali?"

"Jangan banyak bertanya! Jawab saja pertanyaanku! Apa namja itu mengincar nunnaku?"

Di seberang sana Changmin mendengus kesal. "Ne, dia menyukai nunna. Dia salah satu manager senior di hotel kalian. Usianya 5 tahun lebih tua dari nunna. Dan hari ini dia akan memperkenalkan nunna pada orangtuanya."

"Mwoya?!"

.

.

Mobil Kyuhyun masuk ke parkiran restauran setelah melihat Yesung turun dari taksi disambut oleh seorang namja tampan. Dari gerakannya, namja itu pasti mengomentari parfume Yesung. Cih, sepertinya parfume pemberiannya benar-benar memberinya masalah.

Ah, lihat dia bahkan menyentuh kepala Yesungnya. Dan.. dan dia menggandengnya? Namja tua itu benar-benar mencari mati!

Kyuhyun membanting pintu mobil dan melangkah cepat menyusul Yesung masuk ke restauran. Bahkan yeoja itu belum sempat duduk di kursinya saat Kyuhyun mendatangi meja mereka.

"Ayo pergi!" ucapnya sambil menarik lengan Yesung.

"Kyu'nim? Bagaimana anda..."

"Aku bilang kita pergi dari sini!"

"Tapi..."

"Apa kau tidak dengar Kim Yesung! Kita pergi dari sini! Kau milikku! Dulu, sekarang, dan selamanya kau adalah milikku!"

"Kyu...nim...," ucap Yesung gugup sembari menoleh pada sepasang suami istri yang duduk di depan Siwon, tepat di samping Kyuhyun berdiri.

"Wae? Apa kau ingin bilang kau mencintai namja ini? Apa rasa cintamu padanya lebih besar dari rasa cintaku padamu? Aku rela menerima hukuman dari Daddy untuk tidak bertemu denganmu, menahan semua rasa rinduku padamu, bukan karena ingin menyerah atasmu. Tapi untuk membuktikan pada mereka kalau aku tidak main-main dengan cintaku! Jadi meskipun sekarang kau menolakku, aku akan memaksamu mencintaiku!"

Yesung tak mampu menjawab. Hanya bisa menunduk semakin dalam.

"Kenapa tak menjawab, eoh?" tanya Kyu tak sabaran.

"Cho Kyuhyun!"

"Wae?!" jawab Kyu dengan nada kesal seraya menoleh. "Dad-daddy..., mommy?" ucapnya terbata.

"Kau benar-benar tidak sopan." Mommynya berdecak kesal.

"Itu..., aku..."

"Manager Choi, terimakasih. Kau bekerja dengan baik."

"Ne, sajangnim. Saya permisi," Choi Siwon menunduk sesaat, lalu meninggalkan keempat orang itu. Namja tampan itu sempat menoleh, sekedar mengucapkan selamat tinggal pada cintanya. Cinta yang tak mungkin terkejar sampai kapanpun.

"Duduklah, anak muda," ucap sang ibu pada Kyuhyun.

Si tampan tampak sedikit tak nyaman. Tapi menuruti perintah itu.

"Apa kata-katamu tadi bisa kami artikan bahwa kau rela melepaskan apapun demi Kim Yesung?" tanya sang ayah.

"Sajangnim...," ucap Yesung khawatir.

"Aku sedang bicara dengan pria muda ini, Yesung'ah. Jadi kau diamlah!" tegas tuan Cho. "Jawablah, Cho Kyuhyun'ssi!"

"Ne, aku bisa melepaskan apapun. Tapi aku tidak bisa melepaskan Kim Yesung," jawab Kyuhyun mantap.

Tuan Cho menyerap kopinya. "Kau mengecewakanku, Cho Kyuhyun."

"Mwo? Daddy aku..."

"Aku menganggap Kim Yesung seperti putriku sendiri. Aku menyeleksi dan memilih pria yang pantas dan tidak untuknya. Kau pikir kenapa aku menolak semua lamaran untuknya? Karena aku sedang memberimu kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Tapi kau sangat mengecewakan. Kau masih Cho Kyuhyun yang tak punya ambisi dan hanya terobsesi pada cinta. Bagaimana aku bisa menyerahkan putriku pada namja sepertimu, eoh?"

"A-apa? Jadi Daddy sengaja memisahkan kami, bukan karena merasa nunna tak pantas untukku, tapi..."

"Kau yang tak pantas untuknya, Cho Kyuhyun," ucap sang ibu. "Anak muda sepertimu yang sangat meninggikan cinta, bisa berubah pikiran kapan saja. Makanya kami sengaja menjauhkanmu dari Yesung untuk menguji seberapa besar cintamu. Dan seberapa besar usahamu untuk kembali padanya."

"Mwo? Kenapa aku yang jadi seperti orang asing di sini?"

"Padahal aku sudah berpikir untuk menyerahkan Kim Yesung padamu andai kau menjawab kau akan mempertahankan hakmu sebagai pewaris Cho Comp. Dan akan membuktikan bahwa kau pantas mendapatkan Kim Yesung. Tapi kau membuatku berpikir ulang," ucap tuan Cho.

"Daddy aku..."

"Atau tawaran kedua adalah kau harus membuktikan kau bisa memajukan perusahaan, lebih baik dari Choi Siwon. Dan aku akan menyerahkan Kim Yesung."

Kyuhyun terdiam menatap Daddynya.

"Jika tidak, maka aku akan menjodohkan mereka."

"Mwo?! Andwae! Aku akan lakukan apapun permintaan Daddy. Aku pasti bisa lebih baik dari ahjjussi itu!"

Tuan dan nyonya Cho saling pandang. Lalu kembali menatap putra mereka.

"Baiklah. Daddy pegang janjimu."

"Sajangnim..."

"Kau tidak bisa menolak keputusan kami, Yesung'ah. Ini keputusan terakhir."

"Gomawo, daddy, mommy. Aku menyayangi kalian."

"Aku tidak butuh basa-basi, anak muda. Sekarang antar Manager Kim kembali ke hotel. Dia harus bekerja," perintah tuan Cho.

"Ne, Daddy"

.

.

Kyuhyun terus saja tersenyum sepanjang perjalanan. Orangtuanya benar-benar... aishh... entah dia harus kesal atau senang di permainkan seperti ini.

"Kyu'nim, bisakah melepaskan tangan saya?" pinta Yesung.

"Nunna, kenapa masih memanggilku seperti itu, eoh? Aku ini calon suamimu."

Wajah Yesung memerah mendengar ucapan Kyuhyun. Terus terang saja ia juga terkejut dengan ucapan ayah namja itu. dia sama sekali tidak tahu kalau mereka berpikir sampai sejauh itu.

"Dan kau dengar ucapan Daddyku tadi, nunna? Kau tidak bisa menolak. Kau sepenuhnya milikku," ucap Kyu menyeringai.

"Aku..."

Drrrttt...

Ponsel Kyuhyun bergetar. Dari Daddynya.

"Ne, Daddy?"

"Aku beri waktu satu bulan. Untuk Project pertamamu."

"Mwo? Satu bulan untuk mengalahkan Choi Siwon? Daddy..."

"Kalau tak sanggup, artinya kau bukan laki-laki."

"Mwo?" lagi-lagi Kyuhyun tersentak.

"Yeobo, jangan mempermainkannya lagi, sini biar aku yang bicara," terdengar suara nyonya Cho. "Kyunnie, maksud Daddymu, kau harus memberi kami calon cucu dalam waktu satu bulan. Karena bulan depan kalian menikah."

"Be-benarkah Mommy?"

"Ne, dari awal kami bisa menebak jawabanmu. Jadi kami telah mempersiapkannya. So, fighting!"

"Ya, jangan mengajarkan hal buruk pada putramu!" sahut sang Ayah yang di sambung nada putus.

Kyuhyun menyeringai menoleh pada Yesung.

"A-apa?" tanya Yesung gugup. Ia merasakan firasat buruk.

"Daddy dan Mommy bilang waktuku sebulan untuk memberi mereka calon cucu. So, apa yang kita tunggu sekarang?" ucapnya sambil menambah kecepatan menuju hotel tempat Yesung bekerja.

.

.

"Bukankah itu Manager Kim? Siapa namja berandalan yang bersamanya?" komentar salah satu karyawan hotel saat melihat Kyuhyun yang hanya memakai jeans dan kaos, menarik paksa Yesung turun dari mobil.

"Aku akan beritahu Manager Choi. Biar dia tahu kelakuan buruk yeoja itu!" sahut seorang wanita yang menyukai Siwon.

Sementara Yesung masih berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun.

"Kyuhyun'ssi?" ucap appa Yesung yang kebetulan berada di meja resepsionis.

"Annyeonghaseyo, ahjjussi. Bisa berikan aku kunci kamar terbaik?"

"Andwae. Appa, jebal tolong aku. Appa, jebal...," mohon Yesung.

"Tuan muda..." belum sempat pria itu menyelesaikan ucapannya, sebuah telepon masuk ke ponselnya. "Ne, Sajangnim?"

"Iblis kecil itu di sana?"

"N-ne, Presdir."

"Mianhae, pak Kim. Mungkin ini sedikit tidak sopan. Berikan saja apa yang dia minta."

"Ne?" tanya lelaki itu bingung.

"Aku tunggu di rumah. kita bicarakan masalah pernikahan mereka."

"Tapi..."

Tut. Tut... dan panggilan ditutup.

"Ahjjussi?" panggil Kyu pada ayah Yesung. "Daddy bilang apa?"

"Itu..., nona Lee, berikan kunci President Room padanya."

"Andwae, Appa...!" protes Yesung.

"Nunna diamlah, atau aku akan menciummu di sini!" ancam Kyu.

"Tapi, Kyu'nim. Kita tidak bisa..."

Hup! Kyuhyun mengangkat tubuh Yesung, karena Yeoja itu tak mau menurutinya.

"Hyaaa...!" teriak Yesung kaget kaarena tiba-tiba Kyuhyun menggendongnya.

"Kajja! Kita selesaikan Project pertama dari Daddy. Aku harus mendapatkan hasil yang terbaik agar Daddy puas," ucapnya mesum terselubung.

Tanpa peduli pada tatapan orang-orang, Kyuhyun membawa Yesung menuju lift. Tepat saat itu Siwon dan wanita tadi keluar.

"Itu, Manager Choi. Lihatlah!" adu wanita tadi. "Aigo, bagaimana nona Kim bisa mengenal berandalan seperti itu? Mereka benar-benar tak tahu malu!"

"Jaga ucapanmu, nona Song! Dia putra presdir Cho!" bentak Siwon.

"Ah, ahjjussi, kau disini rupanya," ucap Kyu seolah pamer pada Siwon.

"Ne, sajangnim."

"Sunbae, tolong aku. Jebal" pinta Yesung pada Siwon. Tapi namja itu hanya membungkuk hormat.

"Nunna!" panggil Changmin yang baru tahu ada keributan di loby. "Cho Kyuhyun?"

"Jika kau ingin bertanya, tunda saja. Sekarang bukakan pintu liftnya untukku, Minnie'ah!" perintah Kyuhyun.

"Mwo? Ya! Kyunnie, bagaimana jika Presdir Cho tahu?"

"Presdir sudah tahu, Changmin'ssi," sahut Siwon.

"Benarkah?"

"Ya! Cepat bukakan pintunya, jangan banyak bicara, Shim Changmin!" bentak Kyu.

"Andwae, Minnie'ah... tolong jangan."

Ting...

Pintu lift terbuka.

"Selamat berbulan madu, tuan muda Cho Kyuhyun," sindir Siwon sebelum pintu mulai tertutup. Sementara wanita tadi hanya bisa melongo.

Changmin dan Siwon masih terdiam di depan pintu lift, hingga namja itu tersadar dan berlari ke ruang monitor CCTV.

Sementara di dalam lift.

"Kyu'nim, tolong turunkan aku," pinta Yesung.

"Akan aku lakukan asal nunna mengatakan kalau nunna juga mencintaiku."

"Mwo? Tapi aku..."

"Baiklah, terserah nunna."

"Kyu..."

"A-apa tadi? Nunna memanggilku apa?"

"Itu..., Kyu..., eummph...!" kalimat Yesung tak berlanjut karena si tampan Cho sudah tak sabar lagi. Mendengar Yesung memanggilnya semanis itu membuatnya semakin tak bisa menahan diri untuk tak menyerangnya.

Kyuhyun masih terus mencium yesung dalam gendongannya. Tanpa sadar yeoja manis itu membalas ciumannya. Kyuhyun tersenyum lalu mulai menurunkan tubuh Yesung. Baginya ciuman itu sudah lebih dari cukup menggantikan kata cinta dari bibir Yesung. Lagi pula terlalu sayang untuk mengakhiri ciuman mereka.

Dan ciuman itu terus berlanjut, hingga tanpa sadar Kyuhyun mulai membuka kancing baju Yesung satu persatu. Sampai...

"Ya! Cho Kyuhyun! Berhenti menyentuh Yesungie nunna di tempat umum! Lakukan setelah sampai di kamar kalian!" suara Changmin di intercom yang ada di dalam lift. Namja itu datang tepat waktu di ruang monitor. Nggak juga, ding, karena para operator monitor sempat melihat kissing scene mereka sebelum akhirnya Changmin mengusir mereka semua keluar dari ruangan.

Yesung mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. Lalu membenahi pakaiannya.

Kyuhyun mendongak menatap ke arah kamera. Lalu menekan salah satu tombol di intercom dan bicara sambil menatap kamera.

"Minnie'ah, aku yakin kau sudah membersihkan semua kan? Hanya kau saja yang menonton kami kan? Jika begitu aku tidak akan keberatan."

"Mwo?" sentak Yesung namun tak mampu mencegah Kyuhyun yang kembali menyerangnya. Tanpa peduli pada rontaan Yesung, Kyuhyun kembali menciuminya. Bahkan tangannya mulai kembali membuka kancing baju Yesung dan menyentuh semua bagian tubuh Yesung dengan liar.

"Oh, Shit! Dia benar-benar ingin pamer padaku!" umpat Changmin di ruang monitor.

Hanya umpatan itu saja. Dan selanjutnya dia justru duduk nyaman (sebenarnya tidak nyaman juga, karena Changmin jadi ingin bergabung dengan Kyuhyun saat melihat tubuh mulus Yesung) menikmati siaran langsung itu sambil memakan snack milik operator yang diusirnya tadi.

.

One month later.

"Kim Yesung, bersediakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu, dan berjanji akan selalu mencintainya, dalam susah maupun senang, sampai maut memisahkah?"

"Ne, saya bersedia."

"Silahkan, mencium mempelai kalian."

Kyuhyun menatap Yesung dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya. Akhirnya wanita yang paling ia cintai menjadi miliknya. Dia sangat bahagia. Pria paling bahagia sedunia.

Perlahan namja tampan itu mengikis jarak antara mereka. Dan hampir menyatukan bibir mereka dalam ciuman kudus. Tapi...

"Hoeekk...!" Yesung menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.

"Baby, gwenchana?"

Yesung menggeleng pelan. "Hoeekk...,"

"Tapi, sepertinya kau sakit?"

"Ini..., sepertinya project pertamamu..., berhasil," ucapnya dengan rona merah di pipinya.

Sesaat Kyu tak mengerti, namun detik berikutnya, otak cerdasnya bekerja.

"Aku akan menjadi seorang ayah...!" teriaknya gembira.

"Cih, bagaimana dia akan gagal jika hampir tiap malam dia menyerang Yesungie nunna tanpa ampun?!" cibir Minho yang hanya disambut tawa orang-orang di dekatnya.

Tak jauh darinya Changmin menyeringai evil. Dia punya DVD eksklusif proses terlaksananya project itu. Mulai dari tahap awal hingga akhir. Dan hanya dia yang tahu.

.

End...

.

Wkakakkaa..., tuh kan... saya nggak bakat bikin rate di atas T. Ini percobaan dan saya merasa gagal. Jadi saya akan kembali pada level yang aman saya.

Dan karena ini saya update bareng, semoga saja reviewnya nggak mengecewakan. Hehehehe... untuk PZnya ditunda dulu, ne...

.

See ya...