Sehun menekuk wajahnya sebal. Teman tingginya yang masih setia menatap kearahnya dengan senyum lebarnya, membuat dirinya mau tidak mau merasa kesal.
"Ayo lah Hun, aku membawa motorku."
Suara bass milik temannya sudah berulang kali keluar masuk telinganya. Dan kalimat yang keluarpun hanya itu saja. Kepalanya mulai pening sekarang. Untung saja, jam belajar akan selesai.
"Diamlah Chanyeol!" dia berbicara dengan gigi yang dirapatkan dan masih tidak mengalihkan perhatiannya kepada gurunya didepan. Dia tidak ingin dikeluarkan dari kelas.
"Kau sopanlah kepadaku Sehun. Aku 'kan calon ayahmu."
Seketika, kepalanya menoleh dan menatap tajam kearah Chanyeol yang sedang tersenyum bangga. Hell, mana mau dia mempunyai ayah yang seumuran dengannya. Okay, tidak seumuran lebih tepatnya, satu angkatan? Sehun lebih muda satu tahun dari Chanyeol karena dia terlalu cepat masuk sekolah. Lagipula, temannya ini benar-benar gila. Bercinta dengan ibunya. IBU-NYA. Dan kenapa pula, ibu cantiknya itu bisa termakan rayuan lelaki idiot ini.
"Jangan mengaku sebagai calon ayahku, idiot."
"Aku dan ibumu sudah resmi menjadi sepasang kekasih, jelas aku calon ayahmu."
Sehun menggebrak meja dan berdiri. Menatap Chanyeol horror. "KAU GILA!"
"OH SEHUN!" ahh… Sehun lupa sedang dimana dirinya. Dengan takut, dia menoleh dan menatap gurunya. "Keluar kau dari kelasku!" sudah dia duga.
KRING KRING KRING
Bel berbunyi tiga kali. Sehun tersenyum karena dirinya terselamatkan. Waktunya pulang.
"Tapi ssaem, sudah waktunya pulang."
Sehun tersenyum manis kala gurunya itu langsung meninggalkan kelas tanpa berbicara apapun lagi. Dan dia diberikan banyak jempol oleh teman-temannya, karena kejadian ini gurunya lupa akan pr yang harus dikumpulkan.
"Sehun, ayo pulang. Aku akan mengantarmu."
Matanya kembali melotot menatap tangan Chanyeol yang sedang menarik dirinya. Apa-apaan temannya ini.
"Aku bisa pulang sendiri. Lepaskan tanganku!" dengan keras, Sehun melepaskan genggaman tangan Chanyeol pada tangannya.
Tanpa diketahui oleh keduanya, banyak siswa-siswi yang sedang memperhatikan mereka. Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar saat ini.
"Tapi aku juga ingin kerumahmu. Kenapa tidak sekalian saja."
Apa-apaan. Si idiot ini mau kerumahnya? Lagi? Ohh… jangan lagi.
"Tidak, tidak boleh!"
"Kenapa aku tidak boleh bertamu kerumah kekasihku?"
"Tapi itu ibuku Chanyeol!" desis Sehun. "Pokoknya kau tidak boleh kerumahku, selagi aku tidak dirumah. Dan aku ingin pergi dengan Luhan. Kau pokoknya tidak boleh kerumahku!"
Setelah itu, Sehun pergi meninggalkan Chanyeol seorang diri. Mata bulat milik Chanyeol hanya menatap kepergian Sehun dalam diam.
"Memangnya aku peduli," seketika wajahnya berseri-seri dengan senyuman khas miliknya. "Baekki~ aku datang~" dan kemudian Chanyeol berjalan kearah tempat parkir dengan terburu-buru.
Kang Seulla Present
Sexy Aunt –season two-
Byun Baekhyun (39)
Park Chanyeol (18)
Oh –Byun- Sehun (17)
Xi Luhan (19)
Happy Reading
Chanyeol menatap tajam dua orang yang sedang berbincang dengan tangan yang saling menggenggam. Disana, Baekhyun-nya sedang berbicara dengan lelaki asing –baginya- didepan gerbang rumahnya. Dan jangan lupa, tangan mereka saling menggenggam. Dia sengaja memarkirkan motornya dilima rumah dari rumah Baekhyun, kemungkinan perempua itu tidak akan melihatnya.
Sepeninggal lelaki asing itu, dia mulai melajukan motornya dan memarkirkan motornya tepat didepan gerbang rumah Baekhyun yang akan ditutup oleh perempuan itu.
"Oh… Chanyeol. Kau sudah dating," Baekhyun kembali membuka pagar. Kali ini lebih lebar, agar kekasihnya itu dapat memarkirkan motornya didalam. "Masukkan saja motornya."
Chanyeol hanya mengangguk dan kemudian memarkirkan motornya dihalaman rumah Baekhyun. Lelaki itu hanya diam saat lengan kanannya dipeluk oleh Baekhyun manja. Dia masih kesal dengan pemandangan yang dilihatnya tadi.
"Aku kira, kau akan datang nanti dan pulang terlebih dahulu. Tapi ternyata kau sudah datang," Baekhyun tersenyum. Keduanya kini sudah sampai diruang tamu rumah tersebut.
"Ya… kau menganggap begitu karena kau ingin bermesraan dengan lelaki tadi bukan?"
"Oh?" Baekhyun menatap heran kearah Chanyeol yang juga menatapnya tajam. Hei lelaki tadi? "Maksudmu?"
"Sudah jangan berpura-pura tidak tau. Baru kemarin kita menjadi kekasih, kau sudah mengkhianatiku dengan berkencan dengan lelaki yang lebih mapan? Kalau kau ingin dengan lelaki yang mapan, jangan menjadi kekasih anak sekolahan ini."
Ah… Baekhyun sudah tau kemana arah pembicaraan ini. Dia pikir, Chanyeol tidak melihat Suho tadi.
"Hei, mana mungkin aku berkencan dengan ipar-ku sendiri," bibir tipisnya melukiskan senyuman, tangannya dia bawa kerahang tegas Chanyeol dan mengelusnya.
"Ipar?"
"Ya… lelaki yang kau lihat tadi adalah saudara dari mantan suami-ku dulu."
Chanyeol merasa dadanya sesak saat Baekhyun mengeluarkan kalimat 'mantan suami'. Dia masih tidak percaya, kalau perempuan ini berumur dua puluh satu tahun lebih tua darinya.
"Dulu saat aku kuliah, aku mempunyai kekasih. Namanya Kris. Dan dia mirip denganmu…"
"Kau ingin menjadi kekasihku karena aku mirip dengan mantan suamimu?" Baekhyun menggeleng dan mengusap kepala Chanyeol. Dia berpindah posisi, menjadi duduk diatas paha Chanyeol. Dan kini dirinya sudah berada dipangkuan lelaki itu.
"Tentu tidak, yang mirip hanya tinggi kalian. Wajah dan sifat sangat berbeda. Kris kebule-bulean dan sifatnya tenang."
'Pantas Sehun seperti itu.'
"Mirip seperti Sehun," Chanyeol mengangguk, sebelah tangannya dia buat melingkar dipinggang Baekhyun. "Karena sebuah kecelakaan, aku mengandung Sehun. Akhirnya aku menikah."
"Lalu seiring berjalannya waktu, kami menjadi keluarnya yang bahagia," Baekhyun tersenyum. Kemudian dia menyenderkan kepalanya dipundak Chanyeol. "Tapi saat Sehun berusia empat tahun, aku terpaksa mengasuh dia seorang diri karena Tuhan punya rencana lain. Kris meninggal karena dia kelelahan," Baekhyun menghela nafasnya.
"Dia pingsan setelah pulang kerja, dan setelah itu dokter tidak dapat menolongnya. Dia memiliki gangguan dijantungnya, tapi dia tidak pernah bercerita dan menutupinya rapat-rapat."
Chanyeol mengelus punggung Baekhyun saat dia merasakan setetes air jatuh dibahunya. Entah menguap kemana rasa cemburunya tadi, yang ada hanya kepedihan saat mendengar cerita Baekhyun.
"Setelah kepergian Kris, aku tidak pernah berkencan dengan lelaki manapun. Apalagi melakukan sex. Aku hanya menggunakan jari dan alat-alat sex untuk memuaskan diriku."
Baekhyun mengangkat wajahnya dan menatap Chanyeol. Dia tersenyum manis.
"Tapi saat aku melihatmu kemarin, aku langsung tertarik. Aku tau mungkin ini gila karena kau adalah teman anakku, aku terang-terangan menggodamu. Tapi aku begitu menginginkamu saat itu. Dan ternyata aku benar-benar tergila-gila padamu."
Dia mengusap kepala Chanyeol. Keduanya diam, masih saling menatap satu sama lain. Chanyeol menekan punggung Baekhyun agar tubuh keduanya menempel. Dia dapat merasakan dada bidangnya ditekan lembut oleh payudara Baekhyun. Memberikan sensasi tersendiri baginya.
"Dan akupun juga begitu menginginkan dirimu dan juga memilikimu," seperti berbisik, Chanyeol berbicara didepan bibir Baekhyun. "Seperti saat ini."
Setelah itu, Chanyeol menekan tengkuk Baekhyun dan membawa perempuan itu kedalam pagutan memabukkan. Dengan keras dia menyesap bibir Baekhyun dan memasukkan lidahnya. Menekan-nekan lidah Baekhyun dengan lidah miliknya. Tangannya yang tadi mengusap punggung Baekhyun, kini merambat keperut perempuan itu. Memasukkan tangannya kedalam blouse yang dikenakan Baekhyun dan meremas payudaranya.
"Aahh…"
Desahan Baekhyun membuat libido Chanyeol naik. Dengan cepat dia merebahkan tubuh Baekhyun disofa dan menindihnya. Bibirnya kini berpindah keleher jenjang Baekhyun. Membuat tanda kepemilikkan disana. Tangannya merobek blouse tipis Baekhyun dan menaikkan bra perempuan itu. membuat payudaranya menyembul keluar dan terjepit oleh bra-nya.
Dengan gerakan pelan, Chanyeol menjilati rahang hingga dada Baekhyun dan berakhir dipuncak payudaya Baekhyun. Mendengar desahan pasrah milik kekasihnya, Chanyeol menyeringai. Mulutnya mengulum putting payudara Baekhyun dan memainkan lidahnya disana. Membuat putting yang sudah menegang menjadi semakin keras. Tidak lupa dia menggesekkan giginya disana.
"Chan hhh~"
Chanyeol masih asik mengemut putting Baekhyun, tanpa mempedulikan panggilan perempuan itu. kini tangannya merambat kebawah, mengelus paha dalam Baekhyun. Membuat perempuan dibawahnya membuka pahanya lebar-lebar. Tangannya dia masukkan kedalam celana dalam Baekhyun –dia memakai rok- dan menyentuh vaginanya yang sudah basah.
Jari-jari nakal Chanyeol menekan lubang Baekhyun, tanpa memasukinya. Sesekali dia menggunakan jari telunjuk dan jempolnya untuk memelintir klit Baekhyun. Dia akan tersenyum puas saat mendengar rintihan nikmat yang keluar dari mulut Baekhyun.
"Chan hhh~ pindah dikamar saja nghh…"
Mendengar ucapan Baekhyun, Chanyeol langsung membuka rok beserta celana dalam Baekhyun dan membuangnya sembarang. Dia menggendong tubuh bugil Baekhyun menuju kamar yang ditunjukkan oleh Baekhyun. Tangannya masih sibuk meremas bokong Baekhyun –Chanyeol menggendong Baekhyun seperti koala- membuat aksinya lebih mudah.
Setelah memasuki kamar, Chanyeol langsung membaringkan Baekhyun dikasur. Dengan tergesa, dia membuka seluruh pakaiannya dan menindih Baekhyun. Melumat kasar bibir perempuan itu dan meremas kedua payudara Baekhyun dengan keras. Membuat jari-jari tangannya terjiplak dengan jelas disana.
"Chan hhh gatal~"
Chanyeol menyeringai. Tante-nya ini memang sangat menggoda. Dia menuruni tubuh Baekhyun dengan lidahnya. Dan lidahnya berhenti tepat divagina Baekhyun. Mulutnya mengulum klit Baekhyun dan menggesekkannya dengan gigi. Kemudian lidah kasarnya menjilatinya dari bawah keatas berulang kali. Sesekali mulutnya menyesap cairan yang keluar dari sana.
"Chanyeol aahh~ penismu sshh."
Chanyeol menuruti keinginan Baekhyun. Dia merangkak dan berjongkok didepan wajah Baekhyun. Mengarahkan penisnya tepat dimulut Baekhyun. Dia menggeram saat mulut mungil milik Baekhyun menyelimuti penisnya. Dia menggerakkan pinggulnya naik-turun dan mendesis saat Baekhyun dengan nakalnya menggesekkan giginya di batang penisnya.
Saat dirasakan kalau dirinya sudah mendekati puncak kenikmatan, dia mempercepat gerakan pingglnya dan menenggelamkan penisnya semakin dalam hingga tenggorokkan Baekhyun. Dia tidak mempedulikan Baekhyun yang tersedak dan terbatuk. Malah, dengan batukya Baekhyun, membuat mulu perempuan itu bergetar dan memberikan sensasi luar biasa untuk penisnya.
"Aahhh~" dia mendesah puas saat spermanya keluar dan mengalir ditenggorokan Baekhyun. Chanyeol melepaskan penisnya dari mulut Baekhyun dan mencium bibirnya. Merasakan rasa sperma miliknya yang masih tersisa didalam mulut Baekhyun.
Chanyeol memegang penisnya dan mengarahkannya didepan vagina Baekhyun. Menggesekkannya disana dan menekan-nekan dilubangnya tanpa memasukkannya. Mulutnya kembali memberikan tanda dileher Baekhyun dan tangannya kembali meremas payudara berisi Baekhyun.
"Chanyeol hhh masukkan aahh~"
Karena Chanyeol adalah kekasih yang menurut, dia menuruti perintah Baekhyun. Dia memasukkan penisnya sekali hentak. Membuat perempuan dibawahnya mendesah nikmat dengan suara seksinya. Tanpa disuruh Baekhyun, dia mulai menggerakkan pinggulnya naik-turun sehingga penisnya dapat bergesekkan dengan lubang milik Baekhyun.
Ujung penisnya yang tumpul terus menyentuk titik kenikmatan Baekhyun yang berujung dengan kekasihnya yang merengek meminta lebih. Chanyeol sangat suka. Apalagi ketika Baekhyun menggunakan dirty talk nya. Penisnya akan terus mengeras seakan tidak akan lemas.
"Chan hhh aku akan aahh~"
"Bersama sayang sshh."
Chanyeol semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Dia menopang tubuhnya dengan sikutnya dan menatap wajah Baekhyun. Baekhyun yang merasa kalau dirinya ditatap, membuka matanya dan dia dapat melihat Chanyeol yang juga menatapnya. Sadar dengan penis Chanyeol yang berkedut, Baekhyun meremas kuat rambut Chanyeol dan memasang wajah menggodanya dengan desahan yang semakin keras.
"Aahh shit! Kau sangat menggoda sshh."
Dan setelah itu, Baekhyun hanya dapat melihat cahaya putih seiring dengan cairan cintanya yang membasahi penis Chanyeol. Kemudian diikuti dengan rahimnya yang menghangat karena sperma Chanyeol.
"Baek, bagaimana dengan ronde kedua?"
Baekhyun hanya tersenyum dan mengetatkan lubang vaginanya. "Tentu."
.
.
Sehun membuka pintu rumahnya dan melotot melihat baju yang dia ketahui milik ibunya tergeletak tidak beraturan diruang tengah. Sialan. Pasti di Park itu tidak menuruti perkataannya.
"Sehun? Baju siapa ini? Kenapa berantakan sekali?"
Dia menoleh dan mendapati kekasihnya –Luhan- sedang berjongkok dan memegang bra milik ibunya. Telinganya dapat mendengar suara aneh yang berasal dari kamar ibunya. Dengan cepat dia melangkah kesana dan membuka pintunya. Diikuti oleh Luhan yang mengekor dibelakangnya.
Pemandangan pertama yang dilihatnya membuat matanya ingin copot. Disana… mommy-nya sedang menungging dan mendesah nikmat karena penis Chanyeol yang sedang keluar-masuk vaginanya. Sialan. Dia jadi tegang sendiri.
"Hey kalian! Cukup Chanyeol kau harus pergi!"
Kedua orang berbeda kelamin yang berada diatas kasur menoleh kearahnya. Lebih tepatnya, hanya Chanyeol. Karena Baekhyun hanya bisa memejamkan matanya.
Chanyeol membuat tubuh Baekhyun tengkurap, dan dia duduk diatas bokong Baekhyun. Dia tidak melepaskan penyatuan mereka. Dia menatap Sehun dan Luhan secara bergantian. Bibirnya membuat senyuman seram. Dia kembali menggerakkan pinggulnya, tanpa mempedulikan kedua orang yang melihatnya.
"Kenapa diam saja Sehun? Kau dapat melakukannya dengan kekasihmu. Mungkin kita bisa berpesta."
.
.
Yah… daripada kalian galau malem tahun baru gakemana-mana. Mending malem jumat bareng sama tante Baekhyun dan Adek Chanyeol.
