Touch me more AH, Suke-kun!
Pair: SasuNaru (Pak Masashi punya ini)
Disini saya bikin Sasuke jadi pervert, dan Naruto jadi cowo cantik, banyak typo, gaje, abal, LIME! Alur cepet, sumpeh kaga .
Balasan review sudah saya balas lewat pm, hehe.
Thanks buat review nya .
Enjoy
Pagi ini, di kelas X-1 sedang diadakan rapat kelas untuk menentukan stand kelas dan pertunjukan persembahan untuk festival musim panas SMA Konoha Gakuen. Sai selaku ketua kelas memimpin jalannya rapat, meskipun siswi di kelas tidak memperhatikan omongan Sai, malah memandangi Sai dengan tatapan kagum.
"Nah, ada yang punya ide untuk stand kelas?"Sai bertanya. Salah seorang siswa dikelas mengangkat tangannya memberi usul.
"Bagaimana kalau maid caffe?"ucap salah siswa bernama suigetsu.
"Ih, itu sudah terlalu mainstream sui!" timbrung Ino. Karin mengangkat tangannya.
"Tidak, menurutku ide Sui bagus! Kita buat maid caffe, tapi... bukan sembarang maid caffe!" pekik Karin sangat semangat. Yang lain penasaran dan langsung memfokuskan diri pada Karin.
"Jelaskan Karin-chan" Kata Sai. Karin sedikit blushing namun kembali fokus untuk mengatakan ide nistanya.
"Iya, jadi kita buat maid caffe yang tidak mainstream. Jadi kita bagi beberapa kategori pelanggan. Pelanggan pertama, adalah pelanggan biasa yang akan dilayani maid sebagaimana biasanya. Lalu, pelanggan yang kedua adalah pelanggan VIP, pelanggan yang akan dilayani oleh maid yang dia inginkan, dan yang terakhir adalah pelanggan pelelang."
"HAH PELELANG!?" semuanya penasaran.
"Jadi kita akan siapkan sebuah pelelangan, kita akan melelang para maid super spesial, nah siapa yang berhasil memenagkan pelelangan akan mendapatkan pelayanan dari si maid super spesial yang di lelang, lalu akan mendapat privat room." Ucap Karin.
Mendengar kata pelayanan, dan privat room, seisi kelas langsung berkhayal. Para seme memikirkan mendapat pelayanan hot dari Naruto, Kiba, Haku, atau para uke manis di kelas. Para fujoshi membayangkan adegan super hot, para lelaki waras membayangkan hinata yang menjadi maid, dan para wanita membayangkan Sai yang menjadi butler tampan.
"Baiklah kita akan laksanakan ide dari Karin-chan. Karin-chan, silahkan kau atur semuanya. Nah, sekarang kita akan memvote siapa yang akan menjadi maid biasa, dan maid super spesial. Sekarang tulis nama kandidat di kertas kalian, kalian bebas memilih siapa saja" ucap Sai. Lalu setelah memvoteing, Karin mengumumkan hasilnya. Saat melihat hasilnya, seringai kemenangan muncul diwajah cantiknya,
"Maid biasa ada aku, Ino, Hinata, Ten-ten, Temari, dan heee? Sai?"
"Apa? Aku?" Sai kaget juga, padahal dia berharap jadi butler saja 'meepotkan deh' ujarnya
"Ba-bagaimana Sai? Mau diganti saja?" ucap Karin ragu, keringat bercucuran di peipisnya.
"Tidak, aku akan jadi maid" semuanya kaget dan terperangah tak percaya. Lalu Karin berdeham dan mengumumkan hasil selanjutnya.
"Yang jadi butler Suigetsu, Menma, Konohamaru, Shino, Kimimaro, dan Ukon. Dan yang jadi maid super spesial Haku, Kiba dan...kyaaaa! Naru-chan!"pekik Karin senang. Naruto dan Kiba melongo mendengar hasilnya. Para seme langsung berteriak 'horaaay!' awalnya Naruto tidak mau dan menolak, namun setelah berdebat dengan Karin akhirnya Naruto mau. Dan sekarang, Naruto dan para maid serta butler yang telah di pilih sedang mencoba pakaian untuk festival yang akan diadakan 5 hari lagi. Anak- anak kelas X-XII sedang mencoba pakaian untuk tampil maupun keerluan stand kelas masing- masing di gedung teater. Ino dan Karin menyeringai saat menyiapkan seragam maid yang super 'WOW' untuk Naruto.
Di kelas XII-1
"Hei! Shika, Sasuke, mau ikut ke ruang teater tidak?" ajak Neji.
"Disana ada apa memangnya?" tanya Shikamaru dengan malas.
"Kalian ga tau ya? Semua pengisi acara dan pengurus stand dari semua kelas sedang mencoba pakaian dan kostum. Kudengar uke kalian akan jadi maid. Aku sih mau lihat Gaara-chan."jelas Neji.
"AKU IKUT!" ucap Sasuke dan Shikamaru. Mereka pun pergi keruang teater.
Di ruang teater
Terlihat semua siswa maupun siswi melihat kelas X-1, sudah berjejer maid dan butler. Lalu keluarlah Haku, para seme berteriak kencang dan di hadiahi deathglare dari Zabuza. Kiba pun menyusul keluar, Shikamaru yang baru masuk sontak salah tingkah dan memerah wajahnya. Shikamaru langsung menghampiri kiba dan menggenggam tangan Kiba lalu berbisik di telinga Kiba.
"Kamu manis sekali puppy" Kiba kaget dan salah tingkah lalu menunduk dengan muka memerah. Shikamaru mengusap pipi Kiba, sedang romantis-romantisnya suasana di gedung teater, tiba-tiba sebuah pekikan mengacaukan suasana.
"Aku ga mau Ino! Ini memalukan! Huwaaaaa aku ga mau pake baju ini! Lepaskan akuuuu!" teriak Naruto dari dalam ruang rias yang disediakan untuk kelas X-1. Sontak semua mengalihkan diri pada ruangan itu.
"Jangan keras kepala Naru-chan! Ayo keluar! Biarkan teman-teman mengomentari penampilanmu!" pekik Ino. Dan beberpa saat kemudian, pintu ruangan itu dibuka paksa oleh Ino yang menyeret Naruto.
1 detik...semuanya menahan nafas kecuali beberapa orang yang sudah berpasangan
2 detik...semuanya melotot dengan muka memerah.
3 detik...semua seme bersiul menggoda dan berteriak. Ino dan Karin menyeringai senang.
Sasuke membelalakkan matanya, wajahnya memanas, Sasuke langsung memijat pangkal hidungnya.
Kenapa semua orang seperti itu?
Lihat lah penampilan Naruto saat ini! Dari wajah, Naruto memakai wig panjang yang di curly di ujung rambut, wajahnya di make sangat tipis namun tetap memperlihatkan kecantikan yang menggoda. Dan yang membuat semuanya terpana adalah pakaian Naruto. Saat ini Naruto memakai baju maid berwarna hitam yang dipadukan dengan warna putih dan merah. Naruto memakai payudara silikon yang disiapkan khusus oleh Ino, payudara silikon itu kelihatan pas dengan postur tubuh Naruto yang mungil. Bagian punggung Naruto terekspos bebas sampai pinggul, terdapat tali yang mengeratkan baju super ketat Naruto, tali bra dari payudara silikon terekspos. Lalu rok super mini memperlihatkan hampir 3/4 paha eksotisnya. Ditambah lagi bandu Rubah dan sarung tangan jaring yang menambah kesan seksi dan menggoda. Naruto menunduk malu.
Sasuke menyeringai mesum dan berjalan kearah Naruto. Naruto mendongakan kepalanya saat merasakan ada seseorang berdiri dihadapannya. Wajah Naruto pucat pasi saat melihat seringaian nakal Sasuke.
"Te-teme..." dan Gyut Gyut~ Remas sana remas sini. Naruto membelalakkan mata terkejut, semua orang pingsan dengan darah yang menggenang. Ternyata Sasuke meremas dengan sensual payudara silikon Naruto di depan umum.
"Te-teme! Apa yang kau lakukan, lepaskan payudaraku!" ucap Naruto kesal.
"Tidak mau Dobe, Ayo kita ke ruangan ku" Hup! Sasuke menggendong Naruto ala pengantin. Karena rok Naruto super mini, celana dalam berenda -yang disiapkan Ino- yang dipakai Naruto terespos bebas. Sontak semua orang kembali pingsan. Sungguh saat ini Naruto sangat manis dan errr menggoda, membuat libido Sasuke naik.
Sasuke sampai di ruang Osis, setelah masuk Sasuke langsung mengunci pintu, dan duduk di sofa, Naruto duduk di pangkuan Sasuke. Naruto benar-benar gugup saat ini, dia jadi teringan insiden panas di atap sekolah.
"Dobe, apa maksudmu memakai baju menggoda sperti ini?hmm?" tanya Sasuke dengan sedikit mendesah, sasuke menenggelamkan wajahnya di payudara silikon Naruto yang kenyal dan sedikit besar. Sasuke menggeliatkan mukanya di payudara Naruto. Naruto semakin salah tingkah dan wajahnya memerah sempurna. Namun, Naruto juga menyukai sentuhan Sasuke, Naruto merindukan sentuhan penuh kenikmatan dari Sasuke. Akhirnya Naruto memeluk kepala Sasuke dan mengelus rambut sasuke lembut. Naruto menggigit bibir bawahnya dan menengadahkan kepalanya, membiarkan Sasuke bermain dengan leluasa pada payudaranya.
"Nggggh sukhe-kunnnn, " Desah Naruto tak tertahan lagi. Sasuke yang mendengar itu langsung kalap oleh nafsu, di remasnya payudara silikon itu, tidak hanya meremas, Sasuke juga memelintirkan payudara itu dengan keras. Naruto makin tenggelam dalam kanimatan.
" Aaah ah Sukheeeee... more ah ah... sukhe- ini ahhh tak terasa ahhhh, lepaskan payudara ku, Aku aaaahhh ingin kau ngggh melakukannya pada yang asli umnnnh aah" desah Naruto menjadi-jadi. Sasuke menyeringai senang.
"Kau sudah siap dobe,ngggh? Hmn?" desah sasuke di telinga Naruto.
"Ahhhh iya ngggh miliki aku nghhhn shukeeehhhh-kunnnh, lakukan sepuasnyaahhhn" desah Naruto menggoda Sasuke. Kini Naruto yakin dan sudah siap.
Dengan cepat Sasuke melepas semua pakaian Naruto, kini tersisa bando di rambut pendek Naruto, dan saputangan jaring, juga dalaman berenda milik Naruto. Sasuke melumat bibir plum milik Naruto penuh nafsu. Naruto melingkarkan lengan mungilnya ke leher Sasuke. Paha kanan Sasuke berada di tengah kaki Naruto yang masih di pangkuan sasuke, lalu sasuke menggesekan pahanya pada 'punya' Naruto. Naruto melenguh nikmat.
" aah ah ah ahhhhkhh shukehhhhh,mmmmph ngggh" sasuke melingkarkan satu tangan pada pinggul Naruto, memperdalam jarak mereka, tangan satunya lagi menekan tengkuk Naruto, pahanya masih menggesek punya Naruto. Setelah beberapa menit Sasuke mulai melumat,menggigit leher Naruto.
"nnyaaaaaaaah ahhhhhh ahhhhhhk more sukkheeeehhhh, touch me more ah, sukhee-kuuunnh" Desah Naruto menggoda. Kini Sasuke membaringkan Naruto di sofa, lalu mulai membuat kissmark di seluruh leher dan bahu Naruto. Naruto menyukai semua ini, ia menyukai setiap sentuhan Sasuke. Naruto menggeliat erotis, membuat Sasuke semakin menegang hebat. Sasuke mulai melumat, menghisap, menggigit,menjilat dengan sangat kasar dan bernafsu dada Naruto.
"Ngggaaah pentil ku, ah ahhhhh ah aaaaaah Sukkheee" lenguh Naruto.
" Sebut namaku Naruto" ucap Sasuke masih menempel pada pentil Naruto, membuat Naruto mendesah nikmat.
"Ngaaah Sasuke-kunnnnnh ah ah , more ahhhhk more shukeeehhh lakukan sepuasnyaaahhhhn" Sasuke makin bernafsu lagi, kini ia mulai melakukan hal sebelumnya pada dada sebelah Naruto, tangannya yang bebas, meremas dan memilin dada Naruto yang sudah ia mainkan sebelumnya dengan sangat keras, membuat rasa sakit dan perih makin menjadi-jadi dan membuat Naruto Merintih penuh kenikmatan.
"AAAAAAAAAAAAHHHHHHH Shukeeeeehhhhhh, ah ah ah ah lebih sukeh ah AH aaaahhh"
Sasuke yang sudah tidak tahan, melepaskan pakaiannya, dan telanjang bulat, ia pun melepaskan dalaman berenda Naruto. Sasuke melihat punya Naruto yang mungil dan sudah berlumuran cairan putih. Dimasukannya satu jari ke lubang Naruto, "nyaaaaaaaaahhkkk ah ah" rintih Naruto. Lalu Sasuke memasukan jari keduanya, membuat Naruto makin merintih penuh desahan sexi dan erotis. Sasuke segera memasukan jari ketiganya dan sukses membuat Naruto menangis kesakitan.
"AAAAAHKKKKH AH AH AH AH AAAAAAAHK! Hiks AAAH hiks hiks" Sasuke yang melihat Naruto kesakitan langsung meumat bibir Naruto, setelah Naruto tenang, Naruto menggerakan pinggulnnya menandakan dia sudah siap. Sasuke mencari sweet spot punya Naruto, setelah menemukannya, Sasuke memaju mundurkan ketiga jarinya.
"AAAAAHHHK Shukeh-kuunnnh ah faster aaaah lebih cepat shukeeehhh"
"As your wish baby, but not with my finger," Dengan cepat Sasuke memasukan milikknya yang besar ke lubang Naruto yang kecil.
"AAAAAAHHHHH hikss hikssss MOOOORRREEEEE suke aaahn" Sasuke memaju mundurkan penisnya dengan kasar, kini ia benar benar tertutupi hawa nafsu .
"Naruto aaahhhh, bersma. Aaah kita keluar sayang" Sasuke memaju mundurkan penisnya dengan beringas daaannnnn ...
Crooooooot "SASUKE!/NARUTO!" cairan milik Sasuke memasuki milik Naruto, milik Naruto mengenai sebagian paha Sasuke.
Sasuke mengeluarkan penisnya, dan mengecup kening Naruto yang berbaring sangat sangat lemas.
"Arigatou Naru-chan, sekarang kau milikku seutuhnya. Aishiteru Naru"
"Aishiteru mo Suke-kunnh" dan Akhirnya mereka terlelap sembari berpelukan.
Di ruangan "Club Fujoshi Konoha"
Semua anggota pingsan sambil mimisan, benar-benar paemandangan yang mengenaskan, khekhekhe.
Di ruang teater
"Shika-kun, Naruto kemana ya?" tanya Kiba dengan cemas. Shikamaru memutar bola matanya, lalu mendekati Kiba, di elusnya kepala Kiba, dan sukses membuat wajah Kiba memerah.
"Sasuke pasti menjaganya, kurasa mereka sedang bersenang-senang" senyum Shikamaru penuh arti.
"Eh? Bersenang-senang? " ucap Kiba polos. Shikamaru mendekap kiba dari belakang dan meremas payudara silikon Kiba. Kiba gelagapan, untuk ruang teater sudah sepi.
Gyuuuuuut remas gyuuuuuut tekan guuuuuuut pilin gyuuuuut.
"Eh,,, Shi-shika- kun he-hentikannnn!" pekik Kiba kesal.
"Ck, pantas saja Sasuke langsung menegang, payudara ini kenyal dan nikmat Kiba. Aku juga jadi menegang puppy" bisik Shikamaru. Wajah Kiba memerah, Kiba membiarkan Shikamaru memainkan payudaranya.
"Ta-tapi kita baru melakukannya tadi malam melakukannya hampir tiap hari, Lagi pula aku tidak suka, Kau selalu bermain kasar, apalagi minggu lalu, kau melakukannya 8 ronde non stop" ucapnya malu-malu. Shikamaru masih memaikan payudara Kiba. Shikamaru mencubit bagian tengah payudara dan memelintirkannya. Shikamaru membayangkan dirinya sedang memelintirkan puting payudara kiba.
"Ku mohon puppy, ayo lakukan lagi malam ini, kita pakai pengaman lagi ya? Aku janji akan bermain lembut sayang" ucap Shikamaru. Kiba menghela nafasnya.
"Baiklah Shika-kun, nanti aku datang ke ...shika-kun, payudaraku" Kiba makin gelagapan, Shikamaru makin serius memainkan payudara kiba. Kiba menunduk malu. Kiba sangat senang bisa memuaskan Shikamaru.
"Biarkan aku memainkan payudaramu puppy, ini sangat nikmat. Tapi, aku ingin memainkan milikmu yang asli" "GGGrrrrrr dasar rusa mesum!" pekik Kiba, tapi tetap saja Kiba membiarkan Shikamaru memainkan payudaranya.
Hari-hari berlalu, festival sekolah sudah terlaksana. Bisa diperkirakan bukan,? Shikamaru berhasil memenangkan lelang kiba, dan Sasuke berhasil menang lelang atas Naruto. Dan pelelangan itu berakhir dengan desahan erotis dari ruangan masing-masing. Yahh hari-hari berlalu dengan penuh kepervetan Sasuke, dan lenguhan hebat Naruto setiap malam di apatemen mereka. Ya, sekarang Sasuke dan Naruto tinggal di satu apartemen mewah bagaikan sepasang suami-istri, awalnya Iruka melarang Naruto tapi setelah pertengkaran hebat, akhirnya Iruka mengizinkan keponakannya itu tinggal bersama Sasuke. Tak terasa sudah 3 bulan mereka hidup bersama. Hari-hari mereka penuh dengan kebahagiaan, mereka tak tahu bahwa mulai hari ini dimulailah satu-persatu rintangan yang menguji cinta mereka.
Minggu pagi di apartemen Sasuke.
"Hoeeek! Hoek! Hoek! Hoek! Ughhh" pagi hari, Sasuke terbangun karena mendengar suara Naruto yang muntah-muntah. Bagaikan suami yang sigap, Sasuke pergi kekamar mandi dan menemukan Naruto terduduk lemas sambil memegangi perutnya. Sasuke langsung menggendong Naruto ke kamar mereka.
"Dobe, kau kenapa? Apa yang sakit?" tanya Sasuke dengan cemas.
"Uggggh teme, aku mual, kepala lu pusing, badanku lemas-lemas, hoooek" Naruto berlari ke kamar mandi dan muntah lagi, Sasuke memijit tengkuk Naruto lembut, berharap Naruto merasa lebih baik. Sasuke memeluk Naruto yang hampir terjatuh.
"Kita pergi ke rumah sakit, Dobe" ajak Sasuke sambil mengecup kening Naruto.
"Tidak usah teme" jawab Naruto dengan lirih. Hup! Satu hentakan Sasuke menggendong Naruto dan mengambil kunci mobilnya. " Tidak dobe! Kita harus ke rumah sakit, sudah 2 minggu kau sepert ini, aku sangat khawatir"jelas sasuke.
Mereka pun perg ke rumah sakit Utama Konoha. Iruka dan Kakashi datang setelah mendapatkan panggilan telepone dari sasuke. Sebenarnya, Sasuke heran kenapa Tsunade –nenek Naruto- menyuruh Iruka datang dulu baru memberi tahu ada apa dengan Naruto. Hal ini membuat Sasuke makin Khawatir dan cemas. Setelah Iruka datang, Tsunade mempersilahkan Sasunaru dan KakaIru masuk ruanganya. Sasuke mendekap Naruto yang masih lemas, Tsunade tersenyum lembut melihat Sasuke dan Naruto.
"Jadi, Kaa-san, bagaimana Naruto?" Tanya iruka cemas. Sasuke mengangguk pada Tsunade.
Tsunade hanya menghela nafas.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, tapi aku juga senang hal ini terjadi"
"Apa maksud Ba-chan?" tanya Naruto.
"Naruto...kau...hamil" ucap Tsunade.
"HAH!?" ucap semuanya terkaget-kaget.
" Aku serius kok, tadi aku terima hasil USG dari shizune, aku juga heran, Naruto punya rahim, ini unik sekali dan jarang terjadi"ucap Tsunade. Sasuke langsung tersenyum dan mengecup kening Naruto penuh sayang.
"Terima kasih sayang" ucap Sasuke lembut.
"Suke-kun..." Naruto tersenyum dan makin menenggelamkan dirinya dalam dekapan Sasuke.
Tsunade, Iruka, dan Kakashi yang melihat iitu tersenyum lembut sampai...
"Be-berarti Sasuke sudah meniduri keponakanku!"pekik Iruka. Iruka mengeluarkan aura menyeramkan aura yang gelap.
"Kau! UCHIHA! Kau menghamili keponakanku yang baru berusia 14 TAHUN!? .kau!" dan hari ini berakhir dengan beberapa lebam di wajah tampan sasuke dikarenakan pukulan maut seorang Iruka.
Apartemen Uchiha.
Naruto sedang mengobati luka Sasuke.
"Aw aw"
"Aduh, sakit ya teme" ucap Naruto cemas, setelah selesai mengobati luka Sasuke, Naruto tiba tiba memeluk Sasuke dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sasuke, Sasuke hanya tersenyum dan balas mendekap Naruto,
"Ada apa sayang? Tumben seperti " ucap Sasuke sambil membelai rambut Naruto.
"Ne, Suke-kun?"
"Hm? Apa?"
"Apa suke-kun senang aku hamil? Suke-kun akan bertanggung jawab? Atau suke-kun akan meninggalkanku dengan bayi kita?" tanya Naruto lirih, jujur saja Naruto memang sangat senang mengandung buah hatinya dengan Sasuke, pria yang ia cintai. Tapi, tetap ada rasa khawatir kalau-kalau Sasuke akan meninggalkannya dan tak bertanggung jawab.
"Hei, jangan berkata seperti itu, aku sangat senang sayang, mempunyai anak apalagi istrinya kau dobe" Sasuke mempererat dekapannya, Naruto mendengus kesal.
"Aku ini lelaki temeeee!" rajuk Naruto, sasuke hanya tersenyum dan mengecup pipi chuby Naruto.
"Tapi, kau yang hamil dobe, berarti kau okaa-san, dan aku otou-san"
"Eh? Benar juga ya"
"Hmmh dasar dobe, ya sudah. Ao tidur, anak kita harus beristirahat. Lihat kau juga sudah mengantuk sayang" Sasuke membawa Naruto tidur di kamar mereka. Dikecupnya bibir Naruto lembut.
"Oyasumi, Naru"
"Oyasumi Suke-kun"
TBC
Hyaaaah nambah gaje...ini udah ending, saya ga mau dibilang banci kaleng.
Saya kan cewe tulen ^^ sampai ketemu di fic gaje saya yang lain.
