"Annyeong eomma~"
Eomma Lee terpaku. Nampan yang dibawanya sudah bergetar akibat tubuhnya yang memang bergetar.
"K-kau.."
"Mianhae eomma."
~NH~
Remember Me!
Cast : Lee DongHae, Lee Hyukjae, And Official couple.
Summary : Ini adalah rentetan kejadian antara amnesia Eunhyuk pada Donghae. Kenapa Eunhyuk tak mengingat Donghae sama sekali?
Genre : Drama.
Rated : T
Warning : BL, YAOI, Tulisan transparan, Typo(s), Alur aneh, dan tokoh yang gak sesuai dengan karakter, juga kalimat alien yang menyebar. -_-
Cerita hanya milik author, kesamaan nama, dan yang lainnya hanya kesengajaan author belaka #plak-_-.
DON'T LIKE? DON'T READ!
Fanfic ini adalah fanfic yang merupakan sequel dari fanfic sebelumnya yang berjudul "I Found You!". Untuk menambah imajinasi dan kejelasan, lebih baik kalian baca dulu ff presequel nya ._. dan jangan lupa review di ff ini ataupun presequelnya ya *promosi
~NH~
PRANGG
Eomma Lee jatuh terduduk bersamaan dengan jatuhnya gelas-gelas yang terbanting dan pecah di dekatnya. Wajah cantiknya membelalak lebar karena keget, namun air matanya terus turun seolah tak ingin berhenti.
"EOMMA!" Pekik Eunhyuk. Eunhyuk segera memeluk eommanya. "Eomma.. Eomma, gwenchana?" Sungmin yang mendengar kegaduhan segera menuju ke ruang tamu. Matanya membelalak dan nafasnya tak beraturan sama seperti eomma Lee saat melihat Donghae. Sungmin melirik eommanya, ia langsung menghampiri eommanya setelah sebelumnya menatap Donghae sekilas.
"Eomma! Apa yang terjadi pada eomma, Hyukie?"
Eunhyuk menggeleng. "Mollayo hyung, Eomma tiba-tiba pingsan. Hiks~ ada apa dengan eomma, hyung?"
"Eomma~" Sebuah suara lain dari arah belakang punggung Eunhyuk, membuat Sungmin mendelik sebal. "Mau apa kau!" Bentak Sungmin. Eunhyuk hanya menatap hyungnya dan juga Donghae bergantian, tangisnya semakin deras karena kini ia berada di situasi yang sulit dan tak ia mengerti sama sekali.
"Hyung~" Eunhyuk menatap Donghae heran meski air mata tetap mengalir. Kenapa Donghae memanggil Sungmin dengan 'hyung' sama sepertinya? Kenapa Donghae juga memanggil eommanya dengan 'eomma' sama sepertinya? Apa ada yang disembunyikan oleh keluarganya dan juga Donghae?
"PERGI KAU! KAU YANG MENGHANCURKAN KELUARGAKU BRENGS*K!" Teriak Sungmin sambil memeluk eommanya yang masih pingsan.
Air mata Donghae tumpah saat Sungmin membentaknya. Dadanya kembali berdenyut nyeri sama seperti dulu, sebegitu susahnya kah dirinya untuk kembali seperti dulu?
"H-hyung, apa yang terjadi?"
"Tidak! Tidak ada apa-apa Hyukkie." Ucap Donghae yang membuat emosi Sungmin kembali tersulut.
"Apa katamu? Tak ada apa-apa? MENCINTAI SAUDARAMU SENDIRI DAN MENYETUBUHINYA KAU BILANG TAK ADA APA APA HAH?! BAHKAN SEKARANG KAU KEMBALI DAN MENGULANG KEJADIAN DULU LAGI?!"
DEG
Mencintai saudara sendiri? Menyetubuhi? Kembali lagi?
"Ukh~" Kepala Eunhyuk terasa pening memikirkan perkataan Sungmin. Donghae mencintai saudaranya sendiri dan menyetubuhinya? Dan sekarang Donghae kembali lagi? Donghae bertemu Sungmin dan Eommanya lalu memanggil mereka layaknya sebuah keluarga. Jangan-jangan yang dimaksud keluarga Donghae itu adalah keluarganya? Kalau begitu siapa yang dicintai dan disetubuhi oleh Donghae? Sungmin kah? Tapi Kyuhyun…
BRUKK
"HYUKIE!"
"EUNHYUK!"
~NH~
"Hyukie~ Ireona. Hyukie hiks." Donghae terus memanggil Eunhyuk yang kini berbaring lemah di ranjang rumah sakit. Semenjak Eunhyuk dan eomma Lee dibawa ke rumah sakit oleh Kyuhyun yang saat itu di telpon Sungmin, pria itu tak pernah beranjak dari samping Eunhyuk.
"Mianhae Hyukie, mianhae. Mianhae~" Gumam Donghae.
CKLEKK
Donghae segera mengalihkan pandangannya pada pintu , dan sosok pria yang sudah dikenalnya pun masuk sambil tersenyum padanya. "Yo! Donghae-ya." Kyuhyun. Pria itu segera memeluk Donghae.
"Kyuhyun! A-aku hiks~" air mata Donghae kembali tumpah, ia menangis meraung dipelukan Kyuhyun. Donghae sungguh lemah fisik dan batin saat ini. "Aku mengerti Donghae, aku mengerti perasaanmu juga perasaan yang lainnya. Aku pun bingung harus berbuat apa. Kau tak sepenuhnya salah karena cinta memang datang tanpa sepengetahuan, tapi Sungmin dan eomma-nim juga tak salah karena kalian adalah bagian dari keluarga mereka."
"Aku bukan saudara kembar Hyukie Kyuhyun! Kami hanya selalu bersama semenjak kecil! Hanya saja mama dan orang sekitar yang menyangka kami kembar!" Pekik Donghae. Kyuhyun sempat terkaget sebentar. Jika ia yang biasanya, mungkin ia akan menggoda Donghae serta masa bodoh. Namun kondisinya sekarang adalah… hanya ia yang netral dan masih dapat berpikir dengan kepala dingin, jadi ia yang harus memberikan solusi yang tepat untuk saat ini.
"Aku mengerti bodoh! Jangan teriak padaku!" Bentak Kyuhyun. Kesal juga dibentak-bentak orang lain selain Sungmin padahal bukan salahnya, tapi untuk kali ini Kyuhyun mencoba bersabar. "Tapi saat itu kau menyetubuhinya Hae… Saat status kalian masih dikira saudara kembar.." lirih Kyuhyun. Kyuhyun tidak bodoh untuk mengetahui apa yang sekarang Donghae rasakan. Mungkin jika ia berada di posisi Donghae, ia akan lebih parah dan lebih ceroboh dari Donghae, karena memang cinta tak akan bisa ditebak kapan munculnya dan dengan siapa kita mencinta.
"Aku mengerti.. aku mengerti.. harusnya aku membuktikan dulu kalau kami bukan kembar. Aku bodoh Kyu.. aku bodoh.. hiks~ aku bodoh! ARGHHH!" Donghae menjambak rambutnya, ia berlutut di depan Kyuhyun sambil meraung dan menangis. Ia menyesali kebodohannya, menyesali kecerobohannya, menyesali segalanya yang membuat keadaan menjadi seperti ini. Tapi demi apapun, Donghae benar-benar tulus mencintai Eunhyuk.
Tanpa kedua orang itu sadari, seorang namja lainnya yang berada di ranjang kini telah duduk dan sedari tadi diam mendengarkan percakapan mereka dengan air mata yang terus mengalir dalam diam. "A-apa.. s-semua itu be-nar?" Donghae membelalakan matanya, ia segera memalingkan wajahnya untuk melihat sang sumber suara.
"H-hyukie?" Gumam Donghae.
~NH~
Donghae menatap kosong ke arah rerumputan, di otaknya terus berputar saat Eunhyuk mendengarkan ucapannya dengan Kyuhyun.
"Donghae-ya? Semua itu benar? Kau mencintaiku? Kau.." Eunhyuk sejenak menghentikan ucapannya, hanya sekedar menelan ludah karena lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkannya. ".. bahkan.. menyetubuhiku?" Suara Eunhyuk sangat jelas bergetar saat mengucapkan kalimat terakhirnya.
Kyuhyun bersmirk, entah apa maksudnya. "Cha~ kurasa kalian bisa menyelesaikannya sendiri kan? Aku akan mengunjungi Sungmin. Bye bye~" Kyuhyun dengan santai berjalan menjauh dan keluar dari ruangan kamar inap Eunhyuk, setelah sebelumnya menepuk bahu Donghae dan membisikkan sesuatu pada pria itu.
"Cobalah untuk membuktikannya, selagi masih sempat.."
Donghae menolehkan kepalanya pada Kyuhyun yang kini melambaikan tangannya. "Membuktikannya?" gumam Donghae.
"Hae-ya" Panggilan lemah dari Eunhyuk menyadarkan Donghae dari lamunannya. Pria tampan itu bergegas mendatangi Eunhyuk dan menggenggam tangannya. "Ne, Hyukie?"
"Kenapa?"
"Uhm?" Donghae menyerit tak mengerti.
"Kenapa kau melakukannya? Kenapa? Hiks.. A-aku-"
GREB
Dengan satu gerakan lembut, Donghae memeluk Eunhyuk tanpa menyakitinya sedikitpun. "Aku mencintaimu Hyukie. Karena mencintaimu aku melakukannya. Eomma dan yang lainnya melarang kita habis-habisan, aku kalap saat eomma mengatakan kau akan dipindah ke Kanada usai lulus sekolah nanti untuk menjauhkanmu dariku. Tapi.. meskipun aku melakukan itu, eomma malah mempercepat kepindahanmu. Dan saat kembali, kau malah melupakanku. Hiks Mianhae~ Mianhae~"
Eunhyuk menangis dalam pelukan Donghae. Meski ia belum mengingat semuanya, tapi ia mengerti dimana posisinya dan seperti apa keadaannya. Eunhyuk percaya apa yang Donghae katakan, karena hati kecilnya berkata bahwa Donghae tidak berbohong. Eunhyuk balas memeluk Donghae. "Aku mengerti, aku mengerti."
Donghae melepas pelukannya dan menatap Eunhyuk. "Kau memaafkanku? Kau sudah ingat lagi?" Eunhyuk menggeleng, lalu tersenyum. "Tidak. Tapi aku memaafkanmu. Bisakah.. bisakah kau menunggu hingga aku mengingat semuanya?" Sedikit kecewa memang karena Eunhyuk belum mengingat semua tentang mereka di masa lalu, tapi ia lebih bersyukur karena Eunhyuk sudah memaafkannya. Donghae tersenyum kemudian kembali memeluk Eunhyuk.
"Jangankan menunggumu mengingat semuanya, aku akan terus menunggu hingga kau mencintaiku meski kau tetap tak mengingatnya. Aku akan menunggumu dan tetap mencintaimu hingga kau mencintaiku meski kau terus melupakanku saat kau mulai mencintaiku. Saranghae Lee Eunhyuk." Ucap Donghae tulus. Di kecupnya dahi Eunhyuk lama, mencoba mengalirkan seluruh perasaannya pada namja yang dicintainya.
Mereka berdua bertatapan, saling melempar senyum dengan rona di kedua pipi masing-masing. "Aku yakin bahwa nanti dan sebelumnya aku benar-benar mencintaimu Donghae-ya. Karena hatiku yang bilang begitu."
Demi apapun, ingin sekali Donghae mencium bibir tebal Eunhyuk sekarang. Namun ditahannya karena tak ingin Eunhyuk membencinya karena bersikap mesum padahal baru saja Eunhyuk memaafkannya.
~NH~
"Eomma~" Eunhyuk menatap eomma Lee sembari mengelus pelan telapak tangan sang eomma. Entah kenapa ia jadi selalu membayangkan apa yang terjadi pada dirinya dahulu. Saling mencintai dengan seseorang yang dianggap adik kembarnya oleh banyak orang, lalu disetubuhi, dan kini hilang ingatan. Malang sekali nasibnya.
"Hyukie~" Eunhyuk tersenyum pada Sungmin yang baru datang dan langsung membelai kepalanya dengan lembut. Hyungnya ini sepertinya baru pulang kerja, Kyuhyun juga bersamanya dengan bungkusan di tangannya.
"Kau pulanglah Hyukie, aku akan menjaga eomma malam ini bersama Kyuhyun. Kau istirahat dirumah ne? Ajak Wookie bersamamu, jangan ajak pria itu!" Delik Sungmin. Eunhyuk menghela nafasnya kemudian tersenyum, ia tahu siapa yang dimaksud oleh Sungmin hyung-nya. Donghae. "Ne hyung~"
Eunhyuk bangkit dari duduknya, ia memakai jaketnya dan tasnya kemudian menghampiri eomma Lee. "Eomma~ Hyukie pulang ne? Saat aku kembali besok, eomma harus sudah bangun." Eunhyuk mendekatkan mulutnya pada telinga eomma Lee. "Aku ingin membicarakan sesuatu pada eomma, tentang Donghae dan aku tentunya." Eunhyuk mengecup pipi eommanya, lalu mengecup pipi Sungmin dan terakhir memeluk Kyuhyun. "Jaga hyungku Kyuhyun-ah, dan Donghae, tolonglah." Bisik Eunhyuk.
CUP
Eunhyuk sempat usil pada Kyuhyun dengan mengecup pipi Kyuhyun, lalu melesat kabur secepat mungkin. "YAKK! Aish!" Pekik Kyuhyun, sedangkan Sungmin hanya terkekeh geli. "Menjijikan! Sungminie! Kau harus menciumku! Menghilangkan jejak bibir Hyukhyuk! Ppali~"
"Pffttt Hahahaha!" Sungmin malah tertawa keras saat Kyuhyun mulai merajuk padanya, namun- "Hahaha-hmmpptmnn~" Tawaya terhenti karena saat itu juga Kyuhyun langsung menyerangnya.
~NH~
"Mm.. Maaf tuan, kita akan kemana?"
Eunhyuk menatap supir taksi yang meliriknya melalui kaca. "Mm, ke XXX no XX." Supir taksi itu mengangguk kemudian kembali berkonsentrasi pada jalanan. Eunhyuk menghela nafasnya, dipejamkan matanya untuk mengistirahatkan badannya sebentar. Sudah hampir seminggu Eunhyuk tidak masuk kuliah, dan selama itu juga ia tidak bertemu Donghae.
Donghae sempat menghubunginya bahwa ia sedang melakukan sesuatu untuk hubungan mereka, dan memintanya untuk bersabar. Eunhyuk menurutinya, tapi tetap saja rindu tak bertemu terus terbayang-bayang. Eunhyuk melirik kecil arloji di pergelangan tangannya. 23:30. Sudah cukup malam. Jalanan pun sudah sangat gelap.
Eunhyuk menyamankan duduknya dan memejamkan matanya, tidur sebentar sepertinya bukan masalah. Dipeluknya tubuhnya erat, dan mulai masuk ke alam mimpi. Sebelum itu Eunhyuk sempat merasakan taksi yang di tumpanginya oleng dan teriakan dari sang supir.
CKIITT BRAKKK
Dan setelahnya ia tak merasakan apapun lagi.
~NH~
"Hyukie! Hyukie! Hyukie!"
"Eungh~" Eunhyuk membuka matanya, dan saat itu juga ia melihat seorang bocah yang mirip dengan Donghae. "Hyukie tertidur pulas sekali. Huh." Bocah itu mecibirkan bibirnya, kemudian ia tertawa karena melihat polosnya wajah temannya ini. "Ayo kita main Hyukie~" Bocah itu memeluknya dan mencoba membantu untuk berdiri.
Ia menatap tangannya yang terlihat mungil, ia menatap kakinya yang juga mungil, semua tubuhnya mungil. Berarti ia masih kecil, dan bocah didepannya…
"Donghae.."
Bocah itu mengalihkan pandangannya pada Eunhyuk, kemudian tersenyum manis. "Waeyo Hyukie?" Eunhyuk awalnya terkejut, kemudian ia tersenyum membentuk gummy smilenya dengan pipi yang masih chubby. "Aniyo. Kajja kita main!"
Donghae versi bocah itu menganggukkan kepalanya kemudian mulai menariknya menuju ke sebuah taman dimana disana banyak permainan khas anak-anak. Eunhyuk menatap sekelilingnya. Ini bukan rumahnya, atau rumahnya yang sekarang itu rumah baru? Dan disini adalah rumah yang dulu?
"Hyukie~ Kajja main ayunan! Nanti Hae yang akan dorong Hyukie, Hyukie yang naik ya?" Ocehan Donghae versi bocah menyadarkan Hyukie yang asik melamun. Hyukie mengalihkan pandangannya pada Donghae, kemudian mengangguk semangat.
,
,
,
"Eunhyuk-ah, Donghae-ya" Eunhyuk dan Donghae yang asik bermain rumah susun mengalihkan pandangannya pada wanita cantik yang mereka dan bocah lainnya panggil mama. Wanita yang mengurus mereka sekaligus pemilik panti asuhan ini. Taeyeon mama.
"Wae, mama?" Tanya Eunhyuk yang sudah lebih dulu berdiri dan kini sibuk membantu Donghae berdiri. Wanita cantik itu mengelus kepala kedua bocah berusia 7 tahun itu, kemudia berjongkok dihadapan keduanya.
"Apakah kalian mau punya eomma dan appa?" Tanya Taeyeon. Mata Eunhyuk dan Donghae berbinar, kemudian keduanya mengangguk semangat. "Maksud mama keluarga? Hae mau punya keluarga seperti teman sekolah Hae lainnya mama." Ucap Donghae polos. "Ne, Donghae-ya." Taeyeon tersenyum, kemudian mengecup pipi gembul Donghae.
"Mama~ Aku juga mau~" Taeyeon terkekeh, Eunhyuk memang selalu iri pada Donghae, meski begitu mereka selalu bersama-sama. Dikecupnya pipi Eunhyuk yang agak tirus dari Donghae, kemudian ia menuntun keduanya menuju ke ruang tamu. "Di ruangan mama ada sebuah keluarga yang akan mengadopsi salah satu dari kalian. Jadilah anak baik dan temui mereka ne?"
,
,
"Aigoo keduanya manis, aku tidak tahu harus memilih siapa~" Pekik eomma Lee sembari mengecupi pipi Donghae dan Eunhyuk bergantian. Kedua bocah itu terkikik geli dipangkuan Eomma Lee.
"Halo, aku Sungmin. Panggil Sungmin hyung ne?"
Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan, kemudian saling melempar senyum satu sama lain. "Sungmin hyung~~" Pekik keduanya lalu memeluk Sungmin bersamaan. "Whoaa~" Sungmin jatuh terduduk dengan keduanya yang masih memeluknya erat, lalu mereka semua tertawa dengan bahagia.
"Mereka kembar?" Tanya eomma Lee pada Taeyeon. Taeyeon menggeleng, " Tidak. Eunhyuk lahir beberapa bulan terlebih dahulu, namun mereka lahir di tahun yang sama. Donghae lebih dulu berada di panti asuhan ini karena yang kudengar appanya sudah meninggal sebelum ia lahir, dan eommanya meninggal setelah melahirkannya dan mememberinya nama. Sedangkan orang tua Eunhyuk meninggal di kecelakaan saat Eunhyuk masih bayi." Taeyeon tersenyum sambil menatap sendu pada Eunhyuk dan Donghae yang sedang bercanda dengan Sungmin.
"Mereka seperti kembar.." Gumam eomma Lee. "Mereka dibesarkan bersama-sama dan selalu bermain bersama. Mereka selalu ingin bersama. Ketika ku tanya kenapa, mereka dengan polosnya berkata karena mereka saling menyayangi. Kupikir perasaan anak kecil yang senasib memang begitu." Jawab Taeyeon.
"Ya, kupikir juga begitu. Emm, aku boleh ambil keduanya?" Tanya eomma Lee ragu. Taeyeon sempat tertegun, lalu menatap kedua anak angkatnya. Wanita itu memejamkan matanya, kemudian tersenyum tulus. "Silahkan, mereka memang di takdirkan bersama."
,
,
,
"Hyukie, saranghae~" Seorang pemuda tampan yang tadinya bocah kini berubah menjadi remaja SMP yang tampan, dengan wajah memerah menyatakan cintanya pada teman kecilnya yang kini sudah menjadi saudaranya. Eunhyuk membelalakan matanya, wajahnya memerah dengan perlahan. Cintanya yang awalnya ia kira bertepuk sebelah tangan akhirnya terbalaskan. Dipeluknya Donghae dengan erat, air mata bahagianya menetes. "Gomawo Hae-ya~ Nado saranghae~ Jeongmal saranghae."
Ditangkupnya wajah Donghae, ia tersenyum memamerkan gummy smilenya dengan air mata yang masih mengalir. Donghae balik menangkup wajah Eunhyuk, menghapus air mata yang mengalir dari remaja pria yang kini telah resmi menjadi kekasihnya.
"Saranghae, Hyukie~" Gumam Donghae sebelum akhirnya ia mereka terlarut dalam ciuman pertama mereka.
,
,
,
"KALIAN KEMBAR DAN TAK BERHAK UNTUK SALING MENCINTAI! DENGAR ITU!" Donghae mengeratkan pegangan tangannya pada Eunhyuk yang sudah menangis tersedu-sedu. Donghae merangkul Eunhyuk yang sudah lemas karena dimarahi habis-habisan oleh Eomma Lee karena mengakui hubungan mereka.
"Kami bukan kembar eomma, aku dan Hyukie lahir di bulan yang berbeda." Donghae mencoba mempertahankan hubungan mereka. "TIDAK! KALIAN TIDAK AKAN MENJADI PASANGAN! EUNHYUK AKAN KU KIRIM KE KANADA USAI LULUS SEKOLAH NANTI DAN TINGGAL DISANA!" Tangisan Eunhyuk semakin deras, Donghae menggertakan giginya. Lalu ia menggendong Eunhyuk untuk dibawa ke motornya dan kabur ke salah satu apartemen milik temannya, Siwon hyung.
"TIDAK! EUNHYUK! LEE EUNHYUKK! DONGHAE KEMBALII!"
BRUKK
Eomma Lee pingsan dan tak sadarkan diri hingga dua hari, ia pun dirawat di rumah sakit selama seminggu karena stress.
,
,
,
"Mmmnhh~ H-hae hentikan! Hiks! Dong-nhHae!" Donghae seolah menulikan telinganya dari suara tangisan Eunhyuk. Yang ada dipikirannya hanyalah bayangan Eunhyuk yang akan pergi selamanya dari dirinya, membuatnya semakin kasar mencumbu Eunhyuk.
Donghae terus menciumi semua tubuh Eunhyuk, lalu mulai menyelundupkan tangannya ke dalam celana Eunhyuk. Sedangkan Eunhyuk sudah menangis tersedu, kecewa pada Donghae dan berharap Donghae akan menghentikan semuanya sebelum terlambat. Donghae beralih mencium ganas bibir Eunhyuk setelah tangannya berhasil menemukan bagian privat milik Eunhyuk, ia memainkan tangannya disana dan menurunkan celananya perlahan.
Donghae terus menciumi Eunhyuk yang kini sudah tak berlapis kain sedikitpun, meski ciumannya menjadi asin karena air mata Eunhyuk tapi ia tak perduli. Ia harus memiliki Eunhyuk seutuhnya, dengan begitu Eomma tak akan memisahkan mereka lagi.
Eunhyuk hanya menatap datar Donghae yang kini sibuk mengerjainya, tak ada yang ia rasakan sama sekali, semuanya hambar meski Donghae terus mendesah di atasnya. Matanya sudah sangat membengkak, kepalanya pening, hanya rasa sakit yang ia rasakan. Eunhyuk sudah pasrah sekarang.
Eunhyuk menutup matanya saat Donghae mendesah panjang bersamaan dengan sesuatu seperti cairan yang memenuhi tubuhnya. Semuanya gelap setelah ia dapat merasakan dekapan Donghae beserta cairan bening dari mata Donghae yang jatuh tepat di bahunya. "Mianhae~" Perkataan itulah yang terakhir di dengarnya sebelum semuanya benar-benar gelap dan mati rasa.
,
,
,
"Eomma hentikan! Jangan pukuli Donghae! Eomma!" Pekikan Sungmin yang menggelegar menyadarkan Eunhyuk dari tidurnya dari kegiatan malam Donghae. Ia membelalakan matanya melihat Donghae yang diam menerima berbagai pukulan serta lemparan barang dari eommanya, sedangkan Sungmin mencoba menghentikan tindakan kriminal eommanya.
"Brengs*k! Kau menyetubuhinya! Kakak kembarmu sendiri!" Pekik eomma Lee sambil terus memukuli Donghae dengan gagang sapu yang entah ia dapat dari mana. Air mata Eunhyuk langsung turun begitu derasnya, saat melihat darah yang mengalir dari kepala dan bibir Donghae, apalagi memar memar di seluruh tubuhnya.
Donghae memang sudah melukai harga diri dan perasaannya, tapi ia tetap mencintai Donghae bagaimanapun kebenciannya.
"Dia bukan kembaranku eomma." Gumam Donghae lemah. Amarah eomma Lee kembali tersulut mendengarnya, diraihnya vas bunga dari nakas. Eunhyuk membelalakan matanya, tidak… Donghae bisa terluka!
"KAU BRENGS*KKK!"
PRANGGG
"Ugh~"
Donghae membelalakan matanya, air mata langsung mengalir dengan deras dari sana. Rasa sakit langsung menjalar tubuhnya. Ini sudah keterlaluan.
"HYUKIIEE!" Donghae memeluk tubuh Eunhyuk yang sudah lemas. Tubuhnya terasa sakit karena orang yang dicintainya menjadi terluka karena salahnya. Darah sudah mengalir deras dari kepala Eunhyuk.
"H-hyukie? Hyukie! Hiks Sungmin telpon ambulans sekarang!"
"LEE DONGHAE! MULAI SEKARANG KAU BUKAN ANAKKU!"
,
,
,
"Engg~"
"-IE?"
"-KIE?"
"-YUKIE?"
"HYUKIE?"
Mata bulat itu terbuka, yang pertama dilihatnya adalah atap putih. Ia menoleh ke arah tangannya yang digenggam erat oleh seorang wanita paruh baya, lalu ia beralih lagi pada namja manis yang menangis bahagia yang kini mengelus pundak wanita paruh baya tersebut.
"K-kalian… Siapa?" Kalimat pertama yang diucapkan Eunhyuk membuat kedua orang disana tertegun kemudian kembali menangis kencang."A-aku pusing." Ucap Eunhyuk saat kepalanya yang terasa terus berputar-putar.
"Hyukie~" Salah seorang remaja yang berada di luar ruangan menggigit bibirnya, tangannya menggepal erat mencoba menahan luapan perasaannya. Baginya, Eunhyuk sudah sadar saja itu sudah cukup.
Remaja tampan itu menghapus kasar air matanya, kemudian dengan hati yang hancur berkeping ia pergi meninggalkan ruangan itu.
~NH~
"HYUKIE!"
"Eung~" Eunhyuk membuka matanya. Ia dapat melihat Sungmin dan eommanya yang menggunakan kursi roda sedang menangis haru padanya.
"Eomma?" Eunhyuk mencoba duduk dibantu Sungmin. "Eomma sudah bangun? Syukurlah~" Ucap Eunhyuk lega. "Chagi~ Kenapa kau harus seperti ini? Apa kau ingat siapa kami?" Eunhyuk menatap eommanya tak mengerti. "Tentu eomma, apa ada yang salah?" Eomma Lee menggeleng, ia kembali memeluk anaknya. "Tidak. Syukurlah kau tidak melupakan kami lagi. Syukurlah."
Melupakan? Eunhyuk melebarkan matanya, jadi yang barusan itu bukan mimpi? Itu adalah ingatannya? Sebuah perasaan aneh langsung menyeruak dalam rongga dadanya, kepalanya yang dibalut perban terasa pening, namun sesak di dadanya sudah tak bisa di tolerir.
Eunhyuk melepas pelan pelukan eommanya, kemudian ia mencabut selang infus ditubuhnya dengan kasar. Donghae pasti ada disini, Donghae tak akan diam saja mengetahui bahwa dirinya kecelakaan. Dengan cepat Eunhyuk berlari keluar dari kamarnya, mengabaikan teriakan khawatir dari Eomma dan hyungnya.
Sungmin terhentak begitu melihat gerak bibir Eunhyuk yang dapat dibacanya. "Donghae~" Sungmin menggepalkan tangannya, jadi Eunhyuk sudah ingat semuanya?
,
,
,
"DONGHAE!"
Donghae tersadar dari lamunannya, ia menatap ke arah pintu café rumah sakit karena Eunhyuk berdiri disana dengan perban di kepalanya dan darah yang menetes dari bekas infus yang dicabut paksa.
"Hyu-"
GREEPP
Ucapan Donghae terpotong oleh pelukan mendadak Eunhyuk. "Hyukie.." Eunhyuk semakin mengeratkan pelukannya, sekarang ia ingat. Ia ingat bahwa ia mencintai Donghae, dan rasa itu masih ada, hanya saja kemarin-kemarin terlupakan karena ia tak mengingat Donghae.
Donghae balas memeluk Eunhyuk dengan ragu, kenapa dengan Hyukie-nya?
"Aku ingat Hae-ya. Saranghae~" Pengakuan Eunhyuk membuat Donghae membelalakan matanya. Dengan cepat otaknya memproses bahwa kini Eunhyuk sudah ingat semuanya, juga perasaan dan hubungan mereka.
"Hyukie~ Hyukie~ Hiks." Eunhyuk melepaskan pelukan Donghae. Ditangkupnya wajah Donghae, kemudian tangan pucatnya menghapus aliran air dari mata bening Donghae.
CUPP
Baik Donghae maupun Eunhyuk menutup matanya, menikmati ciuman pertama mereka setelah sekian lamanya. Ah, tidak, ciuman keduanya karena ciuman pertama sudah dilakukan saat insiden awal pertama mereka bertemu. (Lihat di presequel "I Found You!" )
"Hmmnn~" Perasaan Eunhyuk terhadap Donghae terus meluap seiring keyakinannya bahwa ia mencintai Donghae.
'Saranghae, Lee Donghae.'
'Saranghae, Lee Eunhyuk.'
.
.
.
.
End
,
,
,
Hiyahh akhirnya end. Sesuai judul, jadi cerita ini end ketika Eunhyuk sudah ingat semuanya. Author bingung mau bikin lanjutan kisah ini di ff baru atau extra chapternya?
Author publish di hari ulang tahun author loh! Hari ini author ulang tahun! Yeay! *ciumUmin* /plak/ Ada yang mau ucapin? /plakplak/
No bacot lagi karena suasana hati author sedang bahagia. And, last. Byebye and Don't forget for Review! ^^
