:
:
Inspiration (and Backsound) : Family Potrait by PINK
Keterangan :
Yukio : Kakak, Laki-laki (Berambut Pirang sedikit panjang -seperti Minato-, muka oval seperti Naru, mata onyx, manis tanpa 3 garis kucing, dan berkulit putih)
Yuki : Adik, Perempuan (Rambut hitam panjang, bermata shapire, wajahnya cantik namun dengan rahang tegas, dan berkulit putih)
:
:
PRAAAANGGGG!
Suara nyaring tersebut berasal dari sebuah piring cantik yang sengaja dilempar oleh pemuda bersurai kuning yang kini berstatus sebagai 'istri'. Uchiha Naruto, sambil berteriak nyaring tak perduli akan disekitarnya.
"Bisakah kau berhenti Teme!" ucapnya sambil mencengkram pinggiran meja makan.
"Kau yang harus berhenti Dobe! Tak bisa kah kau lihat aku baru pulang hah?!" kini sang suami, Uchiha Sasuke dengan tak kalah marah, namun dengan nada dalam nan mengancam, yang sejujurnya telah membuat Naruto bergetar.
Naruto semakin mencengkram pinggiran meja makan tersebut ketika didengarnya suara Sasuke yang sanggup membuatnya ingin menangis, tapi jika begitu ia akan kalah bukan? Dan kini ia semakin kesal melihat suaminya langsung meninggalkannya sendiri didapur.
"Ka-kau, Sasuke kembali! Pembicaraan kita belum selesai brengsek!"
Namun sayang Sasuke tak mendengar sama sekali teriakan itu yang pada akhirnya membuatnya mengeluarkan liquid bening yang sedari tadi ia tahan. Tubuhnya merosot kebawah, menunduk sambil merangkul kedua kakinya, posisi jongkok.
"Hiks... Teme..." bisiknya lirih dengan sesekali terseguk.
Tanpa mereka sadari, didalam kamar mandi yang memang terletak dekat dengan dapur terdapat seorang anak laki-laki berwajah manis menahan diri untuk tak berteriak ketakutan.
Hei bagaimana tidak ketakutan jika orang tuanya bertengkar hebat, yang sejujurnya baru pertama kali ia ketahui karena yang biasa hanyalah pertengkaran kecil tak berarti.
"Hiks, yuki-chan, Menma-nii hiks tolong..." lirihnya sediri, tak berani beranjak dari sana karena ia terlalu syok ditambah suara sang ibu yang masih menangis.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Bunch of candies © Heiwajima Shizaya
Pair : SasuNaru
Warning : BL/YAOI/Gay/MxM dan apapun sebutan kalian, AU, OC, OOC, Gaje, absurd and all stuff.
Sequel of Mama wa Doukyuusei : SN vers
Don't Like Don't Read
RnR?
.
...
"Tadaima." Suara anak perempuan itu terdengar menggema. Tumben rumahnya sepi padahal jam masih menunjuk angka 5 sore, ia tadi ke rumah Natsume, teman perempuannya yang sekelas, untuk mengerjakan PR bersama.
"Okaa-chan? Tou-chan?"
Hening, tak ada sapaan selamat datang yang biasanya dari ibunya, seperti tak ada orang. Malas berfikir aneh-aneh ia pun langsung bergegas ke kamarnya dilantai atas. Mungkin saja sedang berbelanja bukan? Pikirnya positif.
"Yukio-nii?" suara Yuki, anak perempuan hasil persilangan antara Uchiha Sasuke dan Uchiha Naruto tersebut didepan kamar sang kakak kembar, kini ia telah memakai kaos oblong berwarna biru muda dengan bawahan boxer sedikit diatas lutut saja.
Kosong. Tak ada suara menyahut, sebenarnya kemana orang tua bahkan kakak kembarnya itu? Tak mungkin mereka pergi bersama kan kalau pintu depan saja tak terkunci? Kini berbagai pikiran muncul dikepala kecilnya.
Kesal tak ada jawaban Yuki pun pergi kedapur, mungkin mengambil sedikit kudapan, ia lapar kalian tahu.
Dapur juga terlihat sepi, benar-benar seakan ia sendiri dirumah, huh kemana saja sih orang tuanya ini? Kakaknya juga?
"Kaa-chan..." suara lirihan itu membuat Yuki tehenti sejenak.
Bukankah itu suara kakaknya? Tapi kenapa terdengar dari kamar mandi dekat dapur? Tak ingin tambah khawatir Yuki segera membuka pintu kamar mandi.
Namun sial! Pintu terkunci dari dalam, begini caranya ia tak perduli apa yang terjadi dengan pintu ini, perasaannya semakin tak enak jika berhubungan sang kakak dan entah dari mana dia merasakan sedikit sakit.
Satu
Dua
Tiga, dan
BRAKKK!
Suara tendangan Yuki memecahkan keheningan, tak sia-sia hasil latihan bela diri bersama sang kakak tertua dan terkadang bersama sang ayah itu. Huh! Jangan remehkan seorang Uchiha Yuki jika tak ingin bernasib sial.
"NII-CHAAAN!" Yuki berteriak sambil menghampiri sang kakak yang telah menyandar didinding dengan lemahnya, tangannya sedikit terluka sepertinya sang kakak meninju dinding kamar mandi, terbukti dengan adanya noda merah di dinding, meski tak ada retakan hanya tinjuan yang mungkin sedikit keras. Kakaknya tergolong malas berolahraga sih.
.
.
...
Naruto menangis, ia kini mendekap bantal rubahnya dengan kencang, mengigiti bibirnya agak isakan tak terlalu terdengar. Tadi sehabis bertengkar dengan sang suami ia hanya dapat terduduk lemas didapur namun setelah melihat (dan meneriakinya) sang suami yang hendak keluar ia pun berpindah dikamar.
"Hiks, Teme no Baka." Lirihnya pelan, ia berulang kali mengumpat sang suami dengan tangis yang semakin ia tahan, kerena ia sadar sang anak laki-lakinya, Yukio sedang tidur siang dikamarnya.
Berulang-ulang ia mengumpat sambil menangis dan memeluk bantal rubahnya, matanya yang cantik dan bulat kini telah memerah dengan kelopak yang membengkak, bibirnya pun telah terluka akibat ia gigiti. Ia benar-benar tak menyangka pertengkarannya dengan sang suami lumayan hebat kali ini, padahal tadi pagi ia masih tertawa bersama sang anak dan Sasuke sebelum...
Mata bulat biru Naruto melirik nakas meja, tangannya terulur pelan mengambil amplop coklat yang terdapat diatasnya saat telah ia ambil dengan kasar ia remas amplop itu dan ingin ia sobek, yah hanya baru ingin karena tindakannya tertahan oleh suara suara keras yang membuatnya tesentak.
BRAAKK!
"NII-CHAAAN"
Shit! Itu suara anak perempuannya, ada apa ia teriak begitu? Dan kenapa pula nadanya begitu tersirat ketakutan? Dengan kasar ia hapus air matanya dan amplop ditanganya ia taruh kembali dinakas, Naruto pun turun dari ranjang dan bergegas kesumber suara.
"ASTAGA!" Teriak Naruto spontan, kedua tangannya membekab mulutnya dan dengan segera memeriksa sang anak laki-lakinya, Yukio yang terbaring lemah dipelukan sang saudari kembar.
"Yu-Yukio kenapa Yuki? Kenapa ia pingsan dikamar mandi?" Naruto mengambil alih Yukio, ia memeluk sang anak dengan air mata yang kemabali turun dan tangannya memeriksa wajah Yuki.
Yuki menggeleng, ia hanya membuka suara dengan tercekat sambil menunjuk tangan sang kakak. "Ta-tangannya, Kaa-chan."
Naruto terkejut, melihat tangan anaknya terdapat bercak darah dan kulitnya seperti tergesek kasar. Dengan cepat ia menggendong sang anak kekamar atas.
Astaga ada apa dengan Yukio? Kenapa ia tak tahu? Batin Naruto berkecamuk, khawatir, takut, menyesal bahkan marah bercampur aduk dihatinya. Ia sungguh merasa menjadi ibu yang tak berguna.
.
.
...
"Kaa-chan, jangan pergi." Suara pelan itu Yukio keluarkan, tenggorokannya tercekat melihat sang ibu membawa koper sambil menangis.
"Yukio, berjanji dengan Kaa-chan ne jadi anak dan kakak yang baik? Jaga Yuki-chan dan Tou-chan ne?" mendengar perketaan sang ibu ia hanya dapat menangangguk pelan, matanya mulai memproduksi air mata dengan banyak.
"Gomen jika Kaa-chan sudah menjadi ibu yang buruk, Kaa-chan menyayangi kalian." Tambah sang ibu sambil memeluknya yang kini membuatnya semakin gencar mengeluarkan air bening nan asin dari matanya.
"Kaa-chan dan Tou-chanmu telah memutuskan berpisah, ku harap kau dapat menjaga keluarga kita Yuki-kun, gomen ne Kaa-chan harus meninggalkanmu..." suara Kaa-channya yang terdengar pilu itu entah mengapa sedikit kabur, pengelihatannyapun mulai mengabur.
"Kaa-chaaan!" ia berteriak dan tangannya ia ulurkan kedepan, berharap sang ibu kembali dan menggapai tangannya meski ia sadar itu mustahil.
.
.
...
"Yukio sayang."
"Yukio."
"YUKIO!"
Suara dan guncangan ditubuhnya membuatnya membuka matanya perlahan, pandangannya mengabur.
Tangan mungilnya memegang kepalanya yang terasa berat, dan entah mengapa ia merasa sakit ditangan kanannya, namun untungnya pandangannya sudah membaik.
Ia lihat Yuki yang menangis disebalahnya dan Tou-chan disebelah Yuki. Kenapa mereka menangis? Pikirnya masih belum mengerti.
Ia alihkan pandangannya kesebalahnya yang bersebrangan dengan Yuki dan Tou-channya. Matanya membelalak, tenggorokkannya tercekat.
Itu Kaa-channya! Kaa-channya masih disampingnya! Jadi tadi hanya mimpi? Yuki bersorak dalam hati.
"Kaa-chan!" ia langsung menubruk sang ibu, memeluk menyamping dengan eratnya membuat sang ibu mengerenyit bingung.
"He-hei, ada apa sayang?" sang ibu bertanya dengan begitu lembut sambil mengelus surai pirang sang anak.
"Jangan pergi."
Mengerenyit mendengar perkataan sang anak, ia pun hanya tersenyum pelan.
"Kaa-chan tak kemana-mana sayang, kaa-chan disini." Yukio yang mendengar segera mendongak, melihat sang ibu langsung.
"Yakusoku?"
"Yakusoku."
Mendengar janji sang ibu yang dengan mantap ia pun memeluk kembali ibunya.
"Onii-chan kenapa?" sang adik kini bertanya, matanya masih lembab tapi bibirnya telah tersenyum lega meski matanya masih memandang khawatir.
"Tadi..dimimpi Okaa-chan dan Tou-chan berpisah dan- dan tadi... Kaa-chan Tou-chan–"
"Sstt, sudah itu hanya mimpi, Kaa-chan dan Tou-chan disini dan tak akan berpisah." Sang ibu memotong langsung racauan sang anak dengan mendekapnya kembali.
"Tou-chan dan Kaa-chan tadi hanya sedikit ada salah paham, kau tak usah takut, Tou-chan masih terlalu mencintai ibumu dan juga kalian." Kini sang ayah yang menjelaskan dengan tenang meski matanya tak lepas memandang sang anak apalagi tangan kanannya yang berbalut perban. Entah hatinya merasa sakit melihatnya, ini salahnya bukan?
Sungguh ia tak menyangka pertengakaran mereka tadi didengar Yukio yang mereka sangka telah tertidur siang dan ia sangat menyesal, ternyata pertengakarannya benar-benar menguncang batin sang anak.
Sasuke pun memeluk Yuki yang berada sampingnya, ia berjanji tak akan pernah melepas keluarga kecilnya, sungguh ia terlalu mencintai keluarga ini berserta sang anak tertuanya yang kini masih menempuh kuliah dikota sebelah.
"Kami mencintai kalian semua." Sang ayah dan ibu berkata pelan bersama, menimbulkan suara tawa mereka semua.
.
.
...
"Heee? Jadi ada yang mengirim gambar seperti itu?" tanya seseorang disebrang sana dari telepon, Menma.
"Ya, dan akhirnya Kaa-sanmu mengamuk dan entah bagaimana Yukio mendengar dari balik kamar mandi." jelas sang ayah kepada anaknya, maklum keluarga mereka memang terbuka, jika ada masalah sedikit pasti semua anggota mengetahuinya.
"Lalu orang yang mengirim itu bagaimana? Dan juga apa Tou-san dan Kaa-san sudah baikkan?" tanya Menma penasaran meski masih tersirat nada kebencian disana, sungguh ia tak terima ada yang berniat menghancurkan keluarganya apa lagi Kaa-san tercintanya.
Ia mendapat berita ketika ingin menanyakan kabar keluarganya disana, karena tak lama lagi libur semester maka ia ingin mengabarkan ia bisa pulang tahun ini, tahun lalu tak bisa karena ia mengambil SP.
Tou-sannya berkata ada salah satu rekan kerja ayahnya yang tak suka akan kemahiran Sasuke sebagai dokter senior yang memang terkenal angkuh dan dingin disemua pegawai rumah sakit, rekan kerja ayahnya baru bekerja sama selama dua tahun dan ternyata memiliki niat licik untuk merebut jabatan Sasuke dengan menghancurkan keluarga mereka dahulu baru menekan Sasuke sendiri.
Ia mengirim gambar editan Sasuke bersama wanita entah siapa dan beberapa foto yang terlihat romantis yang nyatanya ia hanya membantu pasiennya saja, dan Naruto yang biasanya tak terpancing namun karena editan yang diterima terlampau berlebihan –kau tahu sesuatu yang berbau panas– ingat ia tak melanjut kuliah? Ia memang jenius namun masalah IT ia kurang pandai makanya jika melihat editan yang lumayan pro ia tak tahu bahwa itu palsu.
Sasuke yang pada saat itu sedang lelah ditambah ia kemarin tak pulang dan baru siang tadi pulang lalu disambut amarah Naruto menjadi mudah tersulut emosi, dan ia menyesal tak dapat mengontrol emosinya saat itu.
"Dia sudah Tou-san lapor kepada kepala rumah sakit dan juga kepolisian, dan tenang saja kami sudah tak masalah, tadi Tou-san langsung menjelaskna dan membuktikan bahwa itu hanya editan saja."
Mendengar penejelasan sang ayah membuat Menma menghela nafas lega, "Syukurlah, makanya Tou-san itu hati-hati, sudah tua masih saja tebar pesona, tak ingat anak sudah tiga, 'istri' masih cantik dan muda lagi." –bikin iri saja. Kata Menma dengan nada menasehati ala orang tua, ckck.
Sasuke mendecak kasar mendengar perkataan sok tua Menma, tak sadar kah ia bahwa yang tebar pesona itu dia? Yang masih suka menggoda ibunya sendiri itu dia. Ck! Jika tak ingat itu anak kandungan, mungkin sudah ia piting dan cincang. Batin Sasuke geram.
"Hn." Sasuke menjawab dengan gumamannya yang terdengar sedikit menggeram.
"Haha aku bercanda Tou-san." Ucap Menma yang sadar sang ayah kesal. "Oh ya Tou-san sebaiknya sampai sini saja hari ini, aku masih harus mengerjakan beberapa laporan." Lanjutnya lagi
Dan Sasuke pun hanya menggumamkan dua kata favoritnya –kembali tapi dengan nada biasa– sebelum menutup sambungan.
"Suke, gomen ne." Suara Naruto terdengar begitu pelan, menyesal sungguh ia rasakan.
Grep!
Sebuah pelukan ia rasakan dan dengan begitu bergetarlah tubuhnya dengan membenamkan wajahnya dalam kedada Sasuke dengan isakan kecil yang terdengar.
"Gomen." Lirihnya berulang-ulang. Sasuke mengelus surai lembut sang 'istri' dan mengecupnya beberapa kali.
"Sstt, sudahlah kita lupakan saja hari ini, semua sudah berakhir bukan, lain kali kita harus lebih bersikap tenang." Bisiknya ditelingan Naruto dengan lembut, jujur kejadian ini pun mengguncang dia, ia merasa tak berguna.
"Aku mencintaimu, Sasuke." Mendengar lirihan sang istri sebelum ia terjatuh tidur dipelukannya ia pun tersenyum lembut, ia kecup kembali pucuk surai pirang itu dengan berkata sama lirih dan tulusnya.
"Aku juga, selamanya."
.
Tetap TBC atau FIN?
...
Ini apa? Hua~ ya sudahlah, hanya ini ide Shi *nyengir* oh jika ingin salahkan, salahkan lagu family potrait beserta CMV APH France America Canada England yang membuat Shi ugh! T.T tambahan Shi lagi galau antara mau ke Surabaya atau enggak, sumpah Shi pingin ketemu Reika-san T.T tp tp tp #plak, ugh :'
Ok See ya next chap, um maybe the next is the last one or not? ahaha entahlah, Shi lagi diserang oleh tumpukan Mid test, kegalauan akibat Reika, serta rencana membuat club baru T.T sumpah jadi pingin cepet libur~
oh ya Big thanks yang udah ngereview :
Konno Asuka, Vianycka Hime, Gothiclolita89, RisaSano, Mizshanty05, hanazawa kay, fatayahn, yhanie . tea . 5, uzumakinamikazehaki, nurin . vip4ever, LemonTea07, Hikari No OniHime,kazekageashainuzukaasharoyani
Big thanks juga yang sudah memfavo, follow, dan membaca ^^
So, mind to review again Minna?
Jaa mata ne~
