Love Rental: Chocolate or Vanilla? (sequel) by YoonMingi

Rate : M! Warning! Zona Bahaya(?)

Category :

KyuMin. Yaoi/BoysLove. Cat!Ming. Master!Kyu. Sequel.

Summary :

Sungmin ingin yang rasa chocolate! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya, Kyuhyun harus mendapatkan yang rasa chocolate!

Pairing: KyuMin ofc!

.

Strawberry.

Rasa strawberry.

Mengapa harus strawberry?!

Tidak ada rasa lain?

Vanilla misal.

Atau chocolate?

Arghh! KENAPA-HARUS-STRAWBERRY?

Sungmin mem-pout-kan bibirnya kesal. Lalu membuang bungkusan aluminium foil itu ke sembarang tempat. Tangannya bersedekap di dada sambil menunggu Kyuhyun di atas ranjang seperti biasa sebelum malam malam panasnya bersama sang majikan.

CKLEK

Refleks Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual pembersihan diri. Dilihatnya seluruh tubuh Kyuhyun yang basah dari ujung kaki sampai kepala berbalut bathrobe dengan beberapa tetes air tampak jatuh mengenai lantai. Wangi segar langsung menyeruak penciuman Sungmin.

Err sexy sekali!

Ouh, ingin ia menghisap menggigit kulit putih pucat itu, memberi beberapa tanda merah terlebih di bagian leher dan—

Sungmin menggeleng cepat. Tidak! Ia harus menunjukkan aksi protesnya pada Kyuhyun karena tidak mau menuruti permintaannya!

Kyuhyun langsung menghampiri dan duduk disisinya. "Sayang?"

"Hng," bibir Sungmin masih mengerucut lucu.

Kening Kyuhyun mengerut. "Ada apa? Kukira kau sudah telanjang bulat ketika aku selesai mandi."

"Huh!"

"Eh?" kerutan di kening Kyuhyun makin bertambah, terlebih ketika mendapati bungkusan aluminium foil berserakan di lantai.

"Mengapa dibuang? Bukannya kau memintaku membelikan itu?" Kyuhyun beranjak untuk memungutnya lalu meletakan benda itu di meja terdekat.

"Aku tidak mau rasa yang itu!" rengek Sungmin.

"Tidak mau yang ini? Kau hanya memesan yang memiliki rasa, Sayang. Mana aku tahu jika kau tidak mau yang strawber—"

"—Tidak mau! Tidak mau! Tidak mauuuu!"

Kyuhyun terperangah. "A–apa?" rasanya seperti ditolak mentah-mentah.

"Aku bosan dengan yang strawberry! Aku mau yang lain!"

"Memangnya ada rasa apa lagi? Hanya ada rasa buah-buahan, Sungmin," terang Kyuhyun perlahan, tidak ingin membuat suasana semakin keruh. Ia meraih tubuh yang lebih pendek itu ke dalam pelukan. Dikecupnya pelan pucuk kepala Sungmin agar lelaki manis itu mengurungkan niat protesnya.

"Pokoknya aku mau rasa yang lain titik!" Sungmin memberontak di pelukan Kyuhyun dan menjauhkan diri cepat. Ia langsung membuang muka melanjutkan aksi ngambek-nya.

"Dimana aku harus mencarinya, Sayang?"

"Terseraaah! Aku tidak peduli!"

"SUNGMIN JANGAN KETERLALUAN!" Kyuhyun kalap hingga tak bisa menahan suaranya tetap tenang. Ia hampir tersulut emosi ketika Sungmin bertingkah seperti itu! Tidak tahukan Sungmin jika ia sudah terlalu dipusingnya oleh urusan kuliah? Ia menyewa Sungmin untuk melepas penat, bukan untuk menambah pikiran.

Yang dibentak tampak tercekat, dan langsung membatu. Mulutnya terkatup rapat seolah takut tak sengaja mengeluarkan sepatah kata yang dapat membuat kemarahan majikannya bertambah. Kepala Sungmin tertunduk. Ia beringsut mundur ke sudut ranjang. Bibirnya bergetar pelan, diikuti pandangannya yang mulai samar oleh cairan hangat yang menghalangi. Dan beberapa detik setelahnya, isak tangis mulai terdengar.

"Oh, damn," rutuk Kyuhyun samar. Tahu jika ia sudah kelepasan hingga membuat peliharaannya ini ketakutan.

"Baik baik, maafkan aku, Sayang. Kemarilah," suara Kyuhyun melembut, ia menghampiri tubuh Sungmin dan merengkuhnya erat. Dikecupi pucuk kepala Sungmin sambil mengusap punggungnya sayang.

"Sst, sayang. Sudah jangan menangis lagi, ini memang salahku," dibiarkan Sungmin menangis di bahu. Ia masih berusaha meredakan isak tangis Sungmin dengan memberi sentuhan-sentuhan lembut namun menenangkan.

"Hiks.. m–maaf hiks.."

"Oke-oke, tadi kau ingin rasa apa hm? Vanilla? Chocolate?" ditariknya dagu Sungmin agar bisa bertatapan langsung dengannya. Jemari Kyuhyun mengusap cairan yang membasahi wajah manis itu lamat-lamat.

Mendengarnya membuat Sungmin mengerjap singkat. "Ung…?"

"Chocolate? Akhir-akhir ini kau suka sesuatu yang berbau chocolate, kan?" terka Kyuhyun. Ia boleh bernafas lega ketika Sungmin mulai menunjukkan ketertarikan dengan berhenti menangis.

"Baiklah, chocolate, oke? Tunggu disini sebentar, aku akan mencari alternatif lain," ia tersenyum dan mengecup bibir Sungmin sekilas sebelum membawa kakinya ke dapur buru-buru.

Astaga. Hanya karena masalah sesepele ini hingga membuat Sungmin merengut, merengek, dan berakhir menangis. Err.. karena kesalahannya juga sih yang tak bisa mengontrol suaranya. Tapi ia juga tidak mungkin membentak jika saja Sungmin tak menolaknya seperti tadi!

Kyuhyun menghela nafas. Ia membuka lemari penyimpanan makanan untuk menemukan setumpuk persediaan chocolate kesukaan Sungmin. Anak itu memang banyak menyimpan makanan yang manis-manis. Belum lagi setumpuk ice cream aneka rasa yang terdapat di lemari pendingin.

Mungkin jika orang tuanya pulang, mereka akan terkejut mendapati mansion putra mereka dipenuhi berbagai makanan manis dan… seorang sex slave yang telah ia sewa.

Sex slave?

Apa itu tidak terlalu kasar?

Mari kita sebut Sungmin dengan panggilan yang lebih sopan.

'Peliharaan yang Kyuhyun sewa'.

Iya kira-kira begitulah setelah dua bulan Kyuhyun melewati hari-harinya dengan Sungmin. Laki-laki manis itu benar-benar manja ternyata. Berbeda dengan image awalnya yang sangat pemalu dan menggemaskan.

Sekarang juga makin menggemaskan sih. Bahkan kadar keimutan Sungmin semakin meningkat setiap harinya hingga Kyuhyun kadang tidak tahan untuk tidak menyetubuhinya walau sehari. Karena itu lah ia memperpanjang kontraknya sampai satu bulan ke depan. Meski mahal, namun Kyuhyun puas.

"Nah, selesai," gumam Kyuhyun sambil menatap hasil karyanya yang tidak terlalu buruk mungkin. Kejantanannya telah berlumur chocolate, sesuatu yang mungkin bisa mengalihkan perhatian Sungmin dari pengaman rasa strawberry tadi. Ckck, Sungmin memang agak sensitif akhir-akhir ini seperti kucing hamil.

Segera Kyuhyun kembali ke kamar dengan bathrobe yang masih menggantung di tubuh.

"Sayang?"

Yang dipanggil tampak terkejut. "N–ne?"

Kyuhyun merebahkan diri di sisi Sungmin dan melepas bathrobe-nya. "Ini, memang aku tidak bisa menemukan penggantinya. Err… tapi kau mungkin lebih suka yang ini."

Sungmin mengerjap lucu ketika melihat tubuh Kyuhyun yang naked dengan batang yang sudah berbalur cairan kental berwarna coklat dan… aroma manis yang sangat familiar.

Melupakan kejadian tadi, Sungmin mulai mendekat. Ia menatap wajah Kyuhyun dan kejantanan majikannya berkali-kali sebelum tangannya terulur ragu-ragu untuk menyentuh benda besar itu.

"Tunggu apa lagi, Sayang? Kau pasti menyukainya," salah satu sudut bibir Kyuhyun tertarik membentuk seringai.

'Bagus! Lanjutkan, Sayang!' batin Kyuhyun.

Sungmin mendekatkan hidung lalu mengendus batang majikannya pelan-pelan, sesekali lidahnya terjulur hingga ujungnya menyentuh cairan kental itu. Layaknya kucing yang memeriksa makanannya sebelum dimakan.

"C–chocolate?" tanyanya ragu, namun tidak dapat menyembunyikan binar senang karena permintaannya dituruti.

"Tentu, Sayang. Seperti permintaanmu," Kyuhyun menahan nafas. Oh God! Bahkan Sungmin belum menyentuh tapi batang kemaluannya sudah mulai ereksi dengan sendirinya.

Sungmin tersenyum seperti bocah polos. Lalu menjulurkan lidah lagi untuk menjilati batang kemaluan sang majikan dari ujung sampai pangkal. Dikecup-kecup batang itu berkali-kali sambil membayangkan makanan manis kesukaannya.

"Manis sekali~"

"Hmh…"

Sungmin mengemut-emut kepala kejantanan itu, tempat dimana cairan kental berwarna coklat berkumpul lebih banyak. Sebelah tangannya mengusap bola kembar milik sang majikan.

"Masukan, Sayang. Hisap seperti biasa shh," Kyuhyun mendorong kejantanannya masuk ke mulut Sungmin. Gemas karena gerakan Sungmin yang lamban.

"Hmmp therlalu besarh~!" rengeknya manja namun tetap melanjutkan mengemut-emut benda keras berbalut chocolate itu.

Tangannya menyentil pelan bola kembar Kyuhyun yang juga keras, ia menggunakan ujung telunjuk untuk menelusuri urat-urat kasar yang muncul di pangkal kejantanan Kyuhyun, bagian yang tak bisa dijangkau oleh mulutnya.

"Ohh Sungmin, kau hebat sekali dalam menghisap hmh,"

Sungmin terkikik dalam hisapannya. Lidahnya membelit batang besar di mulutnya itu sambil menghabiskan sisa-sisa chocolate yang menempel di sana. Sesekali digelitiknya lubang kecil di ujung untuk mencari cairan kental lain yang lebih banyak.

"Hmm urmm~ urmm~" Sungmin bersenandung senang melihat majikannya menikmati ini semua. Ia menggesekkan kejantanan Kyuhyun ke giginya disertai gigitan-gigitan kecil.

"Fuck! Sungminh!"

Kyuhyun menekan kepala Sungmin kuat, mengabaikan fakta bahwa mulut Sungmin tak cukup besar untuk menampung batangnya. Ia menggerakkan pinggul tak sabaran, membuat kejantanannya bergerak keluar masuk di rongga panas milik Sungmin. Persetan! Ini terlalu nikmat!

"Ungh! Hughh!" mata Sungmin melebar saat benda keras itu memaksa masuk hingga pangkal tenggorokan. Sebal, ia melepas kulumannya tiba-tiba.

"A–apa? Kenapa berhenti, Sayangh?" wajah Kyuhyun menyiratkan kehampaan dan kecewa.

"Ish, dia main kasar. Aku tidak suka~!" Sungmin menampar pelan benda besar yang sudah mencapai ukuran maksimalnya itu dengan ujung yang sudah memerah disertai cairan precum yang mulai keluar. Sudah tidak ada lagi chocolate yang tersisa.

"Shh, baiklah. Sekarang terserah Sungmin ingin menghisapnya bagaima—"

SLURP SLURP

"—Ouh!"

Sungmin menghisapnya lagi, kali ini lebih kuat, lebih cepat, dan lebih bernafsu. Kepalanya bergerak maju mundur membuat batang keras itu keluar masuk dari mulutnya yang kecil. Ia mencekungkan kedua pipi agar benda itu terhimpit lebih kuat di mulutnya. Sebelah tangan memilin-milin bola kembar Kyuhyun dan menarik kulitnya yang terasa kasar.

"Humm umm," kening Sungmin mengerut. Cairan kental mulai terasa di lidah. Ia sebal juga mengapa Kyuhyun datangnya lama sekali padahal ia sudah mengisap dan mengemut batang itu cukup lama. Sengaja ia menggesek giginya lagi sambil menyedot cairan kental itu agar keluar lebih banyak.

Kyuhyun meremas surai Sungmin, melampiaskan nikmatnya yang luar biasa. Batangnya makin keras seiring hisapan Sungmin yang menggila.

"Ohh shit! Sedikit lagi sayanghh."

Sungmin dapat merasakannya. Kedutan-kedutan samar dari kejantanan sang majikan makin mengundangnya untuk mengemut benda keras itu lahap. Diremas pangkal batang Kyuhyun agar cairan kental putih kesukaannya cepat keluar dan—

"Lee Sungminhh!"

GULP

Sungmin langsung menelan semua. Ia melepas batang Kyuhyun pelan dari mulutnya, sesekali menjilatinya ketika dilihat masih ada sisa sperma di sana.

"Nnn… enak hihi~" ia terkikik kecil, lalu menjilati bibirnya memutar untuk membersihkannya dari semua sisa chocolate dan sperma Kyuhyun.

"Oh ya Tuhan. Kau memang luar biasa, Sayang." Kyuhyun menoleh ke bawah, kejantanannya sudah benar-benar bersih dari semua cairan kental berwarna coklat dan putih itu.

"Aku mau lagii~"

Kedua mata Kyuhyun refleks melebar, namun seringainya tercetak kembali. "Lagi? Di lubang bawahmu, kan?"

"Aniii! Aku ingin menghisap dan mengemutnya lagi, tapi ingin rasa vanilla!"

"V–vanilla?" belum sempat ia mencerna, Sungmin sudah lari keluar kamar. Kyuhyun sudah tahu jika lelaki manis itu akan ke dapur dan mencari bahan makanan lain yang berbau vanilla. Tapi baguslah, hitung-hitung ia memuaskan hasrat tanpa perlu bergerak.

Tak butuh waktu lama, Sungmin sudah kembali dengan membawa sebuah kotak kecil.

Sebuah kotak yang hampir membuat bola mata Kyuhyun meloncat keluar dari tempatnya!

Kyuhyun tidak masalah jika benda yang Sungmin bawa adalah susu rasa vanilla.

Namun itu— oh astaga! Sungmin seolah menantangnya untuk melakukan sex yang ekstrim!

"Kyuhyunnie~ aku mendapatkan vanilla ice cream! Hihi!"

VANILLA ICE CREAM!

Damn it! Sungmin sukses membuatnya batang kesayangannya tegak kembali hanya dengan perkataan polosnya! Ouh, mungkin ia akan menyetubuhi Sungmin sampai pagi setelah sesi vanilla ice cream ini!

.

.

.

END

Udah lama ga bikin ence… /apa. Entah kenapa emang love rental paling enak dibikin enceh :/ konfliknya jg emang nyante. Ga berat-berat amat gt. Tp emang tantangan jg sih bikin yang sweet-sweet. Susah menurut saya bikin ff sweet /? Maap kalo ga nyampe adegan inti. Hehe ini aja ya?

Dapet inspirasi beginian gegara temen dengan polosnya nanya kenapa pengaman ada rasanya, dan gara-gara kebayang Sungmin polos minta yang ada rasa-rasa jadi ya… begini lah -v

Makasihhh yang mau baca fic absurd beginian. Ga ngarep review jg sih, tp kalo mau review monggo /? Habis ini bakal ada sequel lagi 'mungkin' hohoo. Kritik saran dll diterima selapang-lapangnya dada montok Sungmin. Byeee!

=YoonMingi=