"Hyukjae-sshi...tidak bisakah kau memberiku kesempatan?" Taecyeon kembali mendesak Hyukjae kepembatas kawat. "Taecyeon-ah maaf aku—Ya! jauhkan wajahmu!" Hyukjae mendorong dada Taecyeon sekuat yang ia bisa tapi Taecyeon terus memajukan wajahnya. "Hyukjae-sshi..kau harus tahu betapa aku begitu ingin menciummu.." ujar Taecyeon dengan suara rendah, membuat Hyukjae terbelalak takut. "Ti-tidak..Taecyeon-ah lepaskan aku!"
"Taecyeon-sshi! Menjauh dari Hyukjae-sshi!"
.
.
.
.
.
A HaeHyuk abalfic.
ChiMyeol alabesabesi. #apaini
Boringness. Weirdness. Full of gheiness.
Bishie!Hyuk. Nerd!Hae atau mungkin..geek. entahlah.
Semi Hyukjae!Hareem . Gary Sue.
Maybe typo(s). EYD blur. plot blur
.
.
.
.
.
Hyukjae dan Taecyeon sama-sama menatap sosok yang berteriak tadi. Hyukjae mengernyit menatap pemuda berseragam lengkap dengan rambut raven berponi yang menjuntai panjang hingga menutupi kedua matanya secara misterius.
'Lee Donghae?' pikir Hyukjae.
Taecyeon melepaskan Hyukjae untuk menghampiri sosok yang mengganggu waktunya dengan Hyukjae itu.
"Tch..mau apa kau?" tanya Taecyeon kesal.
Donghae menatap Taecyeon dari balik poni yang menutupi matanya. "Taecyeon-sshi jangan memaksa Hyukjae-sshi seperti itu.." ujar Donghae dengan nada gugup.
Taecyeon berdecih memasang wajah muak.
"Bocah kuno sepertimu berani menyuruhku?" Taecyeon mencengkeram kerah seragam Donghae membuat Donghae menelan ludahnya. Hyukjae berdecak pelan. "Taecyeon-ah..lepaskan dia.." perintah Hyukjae merasa gerah dengan sikap Taecyeon.
Taecyeon menoleh kebelakang menatap Hyukjae . "Tapi dia—"
"AKU BILANG LEPASKAN!" teriak Hyukjae menggelegar.
Jangan remehkan dia , meskipun cantik begitu dia itu menguasai taekwondo.
Yah , walau sebenarnya tenaganya tidak seberapa juga sih. Ngek.
Taecyeon menggeram kesal menatap tajam Donghae sebelum melepaskan cengkramannya.
"Hyukjae-sshi ..aku harap kau memikirkannya kembali.." ujar Taecyeon kemudian pergi meninggalkan atap.
Hyukjae memutar bola matanya melihat Donghae yang terus saja menunduk menatap lantai sambil gemetar.
"Hei.." panggil Hyukjae sambil menyentuh pundak Donghae pelan. "Waaaa.." BRUK.
Hyukjae berkedip bingung melihat sosok Donghae yang baru saja terjatuh setelah berteriak tiba-tiba tadi.
'Dia ini kenapa sih? cacingan?' pikir Hyukjae bingung.
Hyukjae mengulurkan sebelah tangannya pada Donghae.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Hyukjae sambil tersenyum manis.
Donghae menatap Hyukjae melalui celah poninya.
"A-aku ti-dak uurrghh.." Donghae menunduk sambil menutupi hidungnya dengan tangan kirinya . Hyukjae berjengit lalu berjongkok.
"Kau Lee Donghae kan? bukankah kita sekelas?" tanya Hyukjae.
Donghae mengangguk masih menunduk dan menutupi hidungnya. "Hyukjae-sshi tolong ja-ngan terlalu de-dekat.." cicit Donghae menatap Hyukjae takut-takut.
Hyukjae berjengit. "Kau tidak menyukaiku?" tanya Hyukjae cemberut imut. CRAT.
Donghae kelabakan menutup hidungnya yang mengeluarkan darah semakin deras dengan kedua tangannya.
"Bu-bukan begitu..urgh.."
"Kalau begitu tatap aku Lee Donghae~" rengek Hyukjae sambil meraih sisi kiri wajah Donghae. Memaksa siswa nerd itu untuk menatapnya.
"Huwaaaaaa.." Donghae menyentak tangan Hyukjae lalu bergegas berdiri panik. "Ma-af Hyukjae-sshi ..bu..bukan maksudku.."
"Hi-hidungmu.." Hyukjae menunjuk hidung mancung Donghae terbata. "Ya?" sahut Donghae.
"HIDUNGMU BERDARAH!" Teriak Hyukjae heboh.
Donghae berkedip bingung.
"Da-darah?" tanya Donghae linglung. Hyukjae mengangguk polos.
"HUWAAAA AKU BERDARAH!" teriak Donghae jatuh terduduk—seakan baru menyadari bahwa hidungnya berdarah— membuat Hyukjae menepuk keningnya sendiri.
.
.
.
.
.
Hyukjae menyodorkan lembaran tisu pada Donghae yang kemudian mengambilnya dengan tangan yang bergetar.
"Kau yakin tidak perlu ke dokter? berhubung UKS sudah tutup..aku bisa mengantarmu ke klinik.." tawar Hyukjae sambil berjongkok didepan Donghae yang masih tidak bergerak dari posisinya dilantai atap(?).
Donghae menggeleng gugup sambil menunduk. Membuat poni rambutnya yang memang panjang semakin menutupi wajahnya.
Hyukjae menghembuskan nafas kesal. Didongakkannya kepala Donghae dengan paksa membuat sang empunya kepala terkesiap. "E-eeh.."
"Kau ini sedang mimisan. Dan yang aku tahu kau harus mendongak jika ingin darah yang keluar dari hidungmu berhenti.." ujar Hyukjae serius.
Setetes keringat menetes dipelipis Donghae. Hyukjae tersenyum geli melihatnya. "Hei..kau ini sepertinya takut sekali padaku ya?"
Donghae menggeleng dengan cepat. "TIDAK! Ma-maksudku bukan begitu..aku hanya..hanya.."
"Kau sering menguntitku kan? aku sering memergokimu mengendap-ngendap mengikutiku.." ujar Hyukjae membuat Donghae memerah.
"Kau datang keatap ini saat Taecyeon menyatakan perasaannya yang memuakkan padaku pun pasti karena kau mengikutiku kan?"
Donghae terdiam. Suaranya seolah hilang. "Hei?" Hyukjae menusuk-nusuk pipi Donghae pelan.
"Kau tidak boleh seperti itu..." lirih Donghae pelan.
"Huh?" Hyukjae memiringkan kepalanya sedikit , membuat ekspresi bingung yang imut.
"Hyukjae-sshi.. Kau tidak tahu kan .. jika menyatakan perasaan pada seseorang yang kita sukai itu ..rasanya sangat menakutkan..."
Donghae menatap Hyukjae tepat dimatanya. Angin yang bertiup cukup kencang membuat helaian poni Donghae menari perlahan.
membuat Hyukjae seketika merasa berdebar melihat mata onyx Donghae yang sekilas tak tertutup poni.
'Kenapa aku harus berdebar hanya karena orang ini? dia kan hanya Donghae..' batin Hyukjae kalut.
Hyukjae membuang wajahnya kesamping lalu meniup poninya berusaha menenangkan detak jantungnya.
Tidak sadar jika tingkah imutnya itu membuat Donghae nyaris mimisan kembali.
"Kau tidak perlu mengguruiku.." gerutu Hyukjae.
Donghae tersentak. Kemudian menunduk lagi.
"Aku tidak bermaksud..MAAF!" ujar Donghae panik.
Hyukjae mendengus. "Rambutmu ini..jelek sekali..ponimu menutup matamu.." ejek Hyukjae.
Donghae memegang rambutnya sambil meringis malu.
"Ha-habisnya..jika aku memotong poniku ..dan penglihatanku semakin jelas .. Hyukjae-sshi akan semakin terlihat cantik dimataku...bisa-bisa aku gila.." cicit Donghae sambil menggaruk pipinya yang memerah malu. Hyukjae terperangah. Wajahnya perlahan ikut memerah diiringi detak jantungnya yang berdegup kencang. SRAK.
Hyukjae tiba-tiba berdiri dengan cepat. "U-urus dirimu sendiri..A-aku mau pulang!" ujar Hyukjae mendadak ketus.
Melupakan blazernya yang masih tergeletak , Hyukjae memilih meninggalkan atap dengan Donghae yang menatapnya penuh tanya.
'Si-sial..anak ini .. benar-benar berbahaya..' pikir Hyukjae menggigit bibirnya.
.
.
.
.
.
"Terlambat datang. Tidak mengenakan Blazer sekolah. ckck.."
Hyukjae merengut sambil sesekali mengumpat tanpa suara ketika sosok didepannya menatapnya sambil tersenyum meremehkan.
"Kau tumben sekali terlambat..tidak biasanya kau telat.." ujar Siwon menatap sosok pemuda cantik bersurai cokelat kemerahan yang duduk disebrang mejanya ini.
Hyukjae memutar bola matanya mendengar kata-kata dari Ketua Osis tampan disekolahnya itu.
"Justru karena ini pertama kalinya aku terlambat masuk..tidak bisakah kau melepaskanku dan membiarkanku pergi?" kesal Hyukjae memajukan bibir bawahnya. Siwon tersenyum kecil melihatnya.
"Peraturan tetap saja peraturan Hyukjae-sshi..meskipun kau seniorku. tapi aku Ketua Osis disini.." ujar Siwon tersenyum angkuh. Hyukjae mencibir.
"Lalu? kau ingin menghukumku? Tch.."
Siwon berdiri dari tempat duduknya , mengitari mejanya hanya untuk mendekati Hyukjae yang memasang ekspresi muak.
Pemuda tinggi tegap itu mencondongkan wajahnya kearah Hyukjae.
"Aku tidak akan mencatat namamu dalam buku pelanggaran jika kau melakukan satu hal.." ujar Siwon tepat ditelinga kiri Hyukjae.
Hyukjae mendengus lalu berdiri. Hyukjae sangat tidak menyukai Choi Siwon karena Hyukjae pikir Siwon adalah rival yang mengganggu kepopulerannya.
"Bicara denganmu sama sekali tidak berguna.." ketus Hyukjae lalu melangkah menuju pintu. Siwon menarik tangan Hyukjae , menahan kepergian pemuda manis dengan feromonnya yang menguar menggoda.
"Hyukjae-sshi...satu kali kencan denganku tidak begitu buruk kan?" tanya Siwon. Hyukjae menyentakkan tangannya dengan keras. "Dalam mimpimu.." Tersenyum meremehkan pada Siwon, Hyukjae melanjutkan langkahnya keluar dari ruang osis lalu membanting pintunya cukup keras.
"Tuhan ... D-dia tersenyum padaku.." gumam Siwon dengan wajah seperti orang mabuk. Uh..uh come on Siwon..sepertinya kau memang sudah mabuk.
.
.
.
.
.
Hyukjae mencuci mukanya diwastafel lalu menatap pantulan wajahnya di cermin. Emosinya masih belum stabil sejak ia berbicara dengan Siwon tadi. Terlebih hari ini , dijam pertama adalah pelajaran guru terkiller disekolahnya dan ia bahkan belum mengerjakan tugasnya. Hyukjae memukul cermin frustasi. Kemarin malam ia sama sekali tidak bisa tidur. Wajah polos Donghae dan kata-katanya menghantui Hyukjae , membuat Hyukjae merasa kesal pada dirinya sendiri. Hyukjae menggeram lalu mencuci wajahnya yang mulai memerah lagi mengingat perkataan Donghae. "Ini benar-benar sangat mengganggu..Argh! ada apa denganku?"
"Hyukjae-sshi?"
Hyukjae menoleh cepat ketika mendengar seseorang menyebut namanya.
"Kau..umm tidak terlihat dikelas , lalu ta-tadi aku kebetulan melihatmu diruang osis. Ja-jadi aku umm.." cicit Donghae—masih dengan poni menjijikannya— tengah memeluk sebuah Blazer abu-abu sambil menggaruk pipinya pelan.
'Aish...Tuhan..kenapa harus orang ini?' Hyukjae menampar wajahnya sendiri, frustasi.
"Y-ya? ada apa?" tanya Hyukjae berusaha tersenyum.
Bagaimanapun Hyukjae harus tetap profesional dalam menjalankan perannya sebagai pemuda tercharming seantero sekolahnya.
"Umm..Aku ingin mengembalikan Blazermu yang tertinggal diatap ke-kemarin .." ujar Donghae sambil menyodorkan Blazer Hyukjae dengan wajah yang ditundukkan. Hyukjae meringis dalam hati. 'Jadi benar Blazerku tertinggal disana..'
"Terima Kasih banyak Donghae-sshi.." ujar Hyukjae tersenyum lebar , bertolak belakang dengan batinnya yang kacau.
"Bu-bukan apa-apa Hyukjae-sshi.." sahut Donghae malu-malu.
'Tidak bisakah bocah ini menyingkir dari hadapanku? tidak tahukan ia jika aku sangat ingin pundung sendirian sekarang? argh!' kesal Hyukjae dalam hati. -_-
"Kau ingin menggunakan toilet? apa pelajaran Mr. Jung sudah berakhir?" tanya Hyukjae basa-basi. Donghae menggosok hidungnya pelan.
"Umm..Mr. Jung tidak masuk hari ini..sepertinya ia ada rapat.." ujar Donghae membuat Hyukjae ingin menari seketika ditempat.
"Benarkah? Yeaaaaay! baiklah...aku duluan Hae-ah! Terima kasih sudah menjaga Blazerku!" Hyukjae tersenyum manis sambil menepuk kepala Donghae—yang masih menundung—sekilas lalu melesat keluar dari toilet , meninggalkan Donghae yang membeku.
"H-Hae? Hyukjae-sshi memanggilku...Hae? la-lu kepalaku.."
BRUK. dan Donghae seketika pingsan dengan wajah sangat merah.
Berdoa saja semoga ada yang menemukan bocah malang ini..
.
.
.
.
.
Hyukjae menoleh dengan anggun saat segerombol siswi-siswi menjeritkan namanya dengan sangat kencang ketika ia dan Leeteuk dalam perjalanan(?) menuju kantin saat jam istirahat. Sesekali Hyukjae merapikan rambutnya, membiarkan jemari lentiknya menari diantara helaian rambut cokelat kemerahannya yang seksi. Hyukjae tertawa bahagia dalam hati mendengar pekikan itu semakin keras. 'Uh..girls~ aku memang mengagumkan. ya.. terus teriakan namaku..khukhukhu..' batin Hyukjae sambil melambaikan tangannya.
Leeteuk menusuk pinggang Hyukjae dengan jarinya perlahan. Berusaha menyadarkan Hyukjae yang terlarut dalam euphoria kenarsisan dirinya. "Aish..Waeee~? kau menggangguku Teukkie~" kesal Hyukjae.
Leeteuk terkekeh geli. "Aku sudah lapar Hyuk. . kau buang-buang waktu meladeni fans-fansmu itu. berhentilah tebar pesona.." ujar Leeteuk sambil menyeret Hyukjae.
Hyukjae meniup poninya perlahan dengan wajah merengut. "Pesonaku yang menguar kemana-mana. Aku tidak perlu susah payah menebarnya..tch.."
'Lagipula..aku membutuhkan gadis-gadis bodoh ini untuk mengalihkan pikiranku dari cecunguk nerd itu..ck..dia bahkan tidak kembali ke kelas!' batin Hyukjae.
"Baiklah-baiklah~ aku percaya.. ya sudah. Ayo kita ke kantin~" Leeteuk merangkul Hyukjae yang lebih pendek darinya.
"Tch.. kau memang harus percaya pipi bolong.." sungut Hyukjae yang ditanggapi Leeteuk dengan cengirannya.
"Sudah kubilang ini lesung pipi..kau pasti iri karena tidak memilikinya kan?" goda Leeteuk. Hyukjae mencibir.
"Aku tidak iri!"
"Mengaku saja Hyuk~ senyumku dengan lesung pipi ini lebih menawan dari gummy smilemu.."
"Aku bilang tidak ya tidak!"
"Ayolah..mengaku.."
"Leeteuk kau menyebalkan!"
.
.
.
.
.
TBC or Lanjut.
Oke. aku sebenernya lg males. Tapi kupaksa ngetik.
Sorry klo datar. .dan ga menarik.
Makasih buat reviewnya. Karena aku ngetik dri ponsel. Koneksi lola dan segala keterbatasannya aku ga bsa bales. Maaf. Semuanya kubaca kok.
Dan aku bersyukur. Makasih banyak ya~! jangan kapok baca ff ini yaaa..
