LuixRing

Warning: bahasanya jahat, alur (sangat) kecepetan, gaje, typo

Gadis berambut biru bening ini sekali lagi menghela napas panjang. "Nii-chan, sudah aku bilang berkali-kali, jangan ikut campur urusanku!"

"Tapi tidak aku ijinkan satupun pria menyentuhmu!" bantah pria yang berwajah mirip sekali dengan gadis itu.

"Tapi kau pria, Onii-chan!" kata gadis itu. Nama gadis itu adalah Suzune Ring. Ia memiliki seorang kakak yang sister complex bernama Suzune Ringo.

"Ta-"

"Ring-chaaaan~!" baru saja Ringo, kakak dari Ring ingin bicara, dipotong oleh seorang pria bertampang shota ini. Pria itu memeluk Ring dari belakang dan bergelayutan di leher Ring.

"Lui?"

"Hibiki Lui…" aura hitam muncul di belakang Ringo. "Jangan menyentuh adikku!"

"Ampun, Onii-san!" kata Lui berlari sambil menggandeng Ring, lebih tepat memaksa gadis itu berlari kabur bersamanya.

"Yang boleh memanggilku Nii hanya Ring! Dan pergi dari Ring!" teriak Ringo sambil mengejar Lui. Lui merasa santai saja berlari.

"Lu-lui…" panggil Ring. Lui berhenti di depan gudang sekolah. "Dari tadi sepertinya ada yang ingin kau bicarakan denganku. Ada apa?" tanya Ring.

"Ring-chan."

"Sebelum itu, bisa lepaskan tanganku?" kata Ring resah. Karena ia tidak pernah disentuh pria sekalipun yang disebabkan kakaknya yang over protektif, dan bisa dibilang sister complex.

"Ring-chan, aku suka padamu. Maukah kau menjadi pacarku?"


SKIP TIME

"Kenapa kau terus uring-uringan dari tadi, Lui?" kata seorang gadis berwatak ceria ini. Namanya Rainna Kudo, seorang sahabat Lui.

"Rainna-chaaan~!"

"Jangan bicara dengan nada seperti itu. Jijik, tahu!"

"Huweeee! Rainna-chan judes!"

"Ada apa sih?" tanya Rainna.

"Aku…

"Ring-chan, aku suka padamu. Maukah jadi pacarku?" tanya Lui sambil menatap mata Ring. Tentu saja Ring terkejut. Lalu ia tersenyum.

"Terima kasih. Tapi maaf, aku tidak begitu mengenal Lui. Jadi maafkan aku!"

"Pffft…. Hahaha!" Rainna tertawa lepas. Lui cemberut saja. "Baka Shota, Baka Shota! Makanya, kalau nembak, jangan main ceplos aja!"

"Rainna-chan jahat!" kata Lui kesal.

"Maaf deh, Baka Shota. Begini saja, aku akan bantu percintaanmu, tapi dengan syarat…"

"Benar?"

"Iya," jawab Rainna dengan tersenyum.

SKIP TIME

"Ri-"

"Ringo-kun! Ada yang perlu aku bicarakan denganmu!" Rainna dengan melesat menarik (bisa dibilang menyeret) Ringo ke ruang musik.

"Ada apa ya?" tanya Ring.

"Rainna-chan ada perlu dengan Ringo-senpai," kata Lui.

"Oh," kata Ring. Suasana menjadi canggung. Akhirnya Lui buka mulut.

"E-err… Ring-chan? Kau mau pulang denganku?" tanya Lui.

"Baiklah. Tapi aku harus bilang pada Nii-chan," kata Ring. Lui membuka ponselnya, dan menekan nomor.

"Halo, Rainna-chan? Bilang pada Ringo-senpai, kalau adiknya pulang denganku. apa, iya? Baiklah. Sampai jumpa," ucap Lui. Lui mengangguk, dan Ring mengiyakan.


IN ANOTHER PLACE

"APA!? KAU MENAHANKU AGAR ADIKKU YANG MANIS IT- PFFTT!" Ringo dibunkam oleh Rainna.

"Maaf senpai, tapi seharian ini kau harus menuruti perintahku," ucap Rainna dengan tersenyum.

"Kalau tidak?"

"Kalau tidak, aku akan menelepon Lui dan bilang agar adikmu diapa-apakan saja," kata Rainna dengan senyum evilnya.

"Tidak boleh!"

"Kalau begitu, temani aku berlatih musik, senpai."

"Tidak ma-"

"Halo, Lui? Kau bebas mengapa-apakan Ring. Kakaknya sudah meres-" Rainna didorong oleh Ringo sehingga membentur tembok pelan.

"Jangan macam-macam. Baiklah, aku akan menurutiku. Tapi kalau adikku kenapa-kenapa, kau yang menanggungnya," ucap Ringo.

"Baiklah, sepakat," ucap Rainna dengan evil smilenya.


BACK TO RING AND RUI

"Test, test, Rainna-chan?" ucap Lui. Rainna membalas.

"Sip."

"Tapi apa kau yakin ini akan berguna?"

"Tentu saja, Baka Shota." Rainna memberi Lui sebuah walkey tokkey mini yang ukurannya hanya pas untuk telinga. "Aku akan mengarahkan perintah agar kau dekat dengannya. Mengerti!?"

"I-iya, Rainna-chan."

Lui keluar dari toilet. Mereka sekarang ada di sebuah taman kota. "Aku benar-benar lama. Ma-"

"Kakak, terima kasih ya, tolong dirawat baik-baik." ucap seorang anak perempuan. Ring melambaikan tangannya. Lui memperhatikannya.

"Ada apa, Ring-chan?"

"Ah, Lui. Anak itu," kata Ring. Ia tersenyum lembut sekali kepada anak itu. "Aku memungut seekor anak anjing. Apa Nii-chan memperbolehkan?"

"Boleh, pasti boleh," ucap Lui reflek.

"Eh? Kenapa?"

"Dia sangat menyayangimu," ucap Lui. Ring tersenyum.

"Siapa namanya ya?" ucap Ring sambil membelai anak anjing yang ada di pelukannya.

"Ai."

"Eh?"

"Ai, artinya cinta," ucap Lui.

"Ma-maksudmu…"

"Aku sangat mencintaimu, Ring-chan," ucap Lui sambil menatap anak anjing itu. Tanpa Lui sadari, di wajah Ring terbesit semu merah kecil.

"Sa-salam kenal, Ai-chan," ucap Ring. Sambil berjalan, mereka terdiam.

"Lui? Aku bisa melihat kalian dari laptop milik sang Hacker Piko-senpai. Sekarang, moment kalian sudah bagus. Akan aku arahkan."

"Dari tadi kau di mana aja sih!?" bisik Lui.

"Maaf, maaf, keterusan," ucap Rainna. Kalau ia ada di sini sekarang, pasti ia sudah menjulurkan lidahnya, lalu Lui berkata. 'Kayak guguk.' Dan digebuki habis-habisan. "Nee, ikuti aku ya. Sekarang, pegang tangannya."

"Apa!?" bisik Lui kaget. "Kalau ia salah sangka!?"

"Ikuti saja arahanku," ucap Rainna ngotot.

"Baiklah," kata Lui pasrah. Di dekatinya Ring, dan disentuh tangannya. "Ring-chan?"

"A-ah, iya?"

"Boleh kegandeng tanganmu?" tanya Lui. Ring kaget.

"Buat apa?"

"Ah… itu…"

"Karena di sini dingin sekali. Ijinkan aku menggandengmu." Suara Rainna terdengar dari mikrofon kecil di telinga Lui. Tentu hanya Lui yang dapat mendengarnya.

"Ka-karena sa-sangat dingin. I-ijinkan aa-aku menggandengmu, a-agar hangat," ucap Lui terbata-bata. Ring langsung bersemu merah, tapi dipalingkan wajahnya. Lui yang menunggu jawaban Ring melihat anggukan kecil. "Te-terima kasih."

Disentuhnya tangan Ring yang mungil itu, dan digengamnya. "Hangat," gumam Ring.

Mereka berjalan dengan kesunyian lagi.

"Lui, cium Ring-chan."

"Cium? Cium apanya? Wanginya?"

"Bisakah kau membedakan cium dan endus!? Tentu bibirnya, Baka Shotaaa!"

"T-tapi b-bukannya itu lancang, Rai-"

"Berisiiiiik! Ikuti saja arahanku, anak kecil!" teriak Rainna dari mikrofon.

"Kudo-san? Kenapa kau berteriak?" terdengar samar-samar suara Ringo.

"Maaf. Emosi saja. Ayo kita lanjutkan."

"Hei, apa yang sedang kalian lakukan!?" bisik Lui.

"Ngg? Nyanyi. Memangnya kau pikir apa?"

"Bukan apa-apa."

"Dasar porno."

Lui ingin membalas, tapi terdengar suara Rainna menyanyi, diiringi suara piano lembut yang sepertinya dimainkan oleh Ringo. Lui segera memasukkan tangan Ring ke dalam sakunya.

"Lu-lui…"

"Ma-maaf! Kurasa di-dingin disini, ja-jadi tanpa kusadari aku…"

"Tidak apa-apa," senyum Ring. Lui sangat merasa istimewa bisa melihat senyuman Ring.

"Itulah sifatmu yang aku sukai," gumam Lui. Tapi Ring dapat mendengar gumaman Lui. Wajahnya kembali memerah. "Eh? Ring-chan wajahnya memerah? Ring-chan sakit?" kata Lui menempelkan dahinya kepada dahi Ring.

"Ti-tidak. Aku tidak sakit," kata Ring. Lui hanya ber-oh-ria dan kembali berjalan sambil menggandeng Ring.

"Baka Shota! Nice job!"

"Apanya?"

"Sifatmu itu! Ring-chan berhasil bersemu merah!"

"Lalu?"

"Itu tandanya ia berdebar kepadamu, bocah!"

"Memangnya kenapa dia berdebar?"

"Kau itu aho atau idiot?"

"Enggak tahuuu~"

"Ia berdebar karena tandanya muncul rasa cinta padamu, Baka Shota!"

"Be-benarkah?"

"Iya, aho!"

"Ada apa, Lui?"

"Ti-tidak ada apa-apa, Ring-chan," kata Lui terbata-bata.

"Sudah ya, aku mau diajari sebuah lagu oleh Ringo-senpai. Ganbatte!"

"Rainna!?"

"Rainna? Rainna Kudo?" tanya Ring.

"Lupakan tadi," ucap Lui. Tiba-tiba hujan turun. Mereka bertiga segera berteduh.

"Hujannya besar sekali," gumam Ring. Lui tiba-tiba menarik Ring masuk.

"Main di game center, yuk!" ucap Lui.

SKIP TIME

"E-eh… ini tidak apa-apa?" ucap Ring memeluk bermacam boneka.

"Iya, untuk Ring-chan aja."

"Tapi, aku harus menggantinya," ucap Ring.

"Tidak usah. Tapi kalau Ring-chan mau menggantinya, ya sudah. Turuti satu permintaanku," ucap Lui.

"Apa?"

"Maukah Ring-chan belajar mencintaiku? Kau tidak usah menjawab perasaanku, cukup menerimanya saja." ucap Lui.

"A-a-apa…?"

"…ta… ota… Baka Shotaaaa!" NGINGGG….. Mikrofon milik Lui berdengung.

"Test, test. Ada apa, Rainna!?" balas Lui dengan berteriak. Sepertinya ia lupa kalau Ring ada disebelahnya.

"Bagaimana kemajuannya?!"

"Rainna-chan?" ucap Ring.

"A-ah, maaf, aku ada telepon. Ring-chan tunggu di sini, ya," ucap Lui. Lalu ia kabur ke toilet. "Ada apa, Rainna!?" kata Lui.

"Kau tinggalkan Ring-chan sendirian!?" malah itu yang ditanya oleh Rainna.

"Habisnya kau mau aku berteriak di depan Ring-chan?!" balas Lui tak kalah keras.

"So… bagaimana kemajuannya?"

"Biasa saja. Ring-chan tetap tidak mau menerima perasaanku."

"Payah."

"Apa?"

"Aho."

"Apa kau bilang?"

"IDIOT! GAK GENTLE! GAMPANGAN! BOCAH!" teriak Rainna dari mikrofon. "MASIH KAGAK KEDENGERAN, ANAK KECIL!?"

"Urusai, Rainna!"

"Lu-lui…" tiba-tiba Rainna panik. "Cepat kembali ke tempat Ring-chan! Ia dalam bahaya!"

"Bahaya!? Bahaya apa?!" tanya Lui tidak kalah panik.

"POKOKNYA, IA DALAM BAHAYA!"

Lui segera berlari menuju tempat Ring. Ia sedang diganggu oleh beberapa pria.

"Nona, anda sendirian ke game centre? Bagaimana kalau ikut kami?"

"Maaf, kakak. Lolita ini bersamaku," ucap Lui sambil tersenyum.

"Mau apa, bocah!?"

"Boss, sepertinya bocah satu ini harus diajar," kata yang lain. Lalu mereka mengepung Lui. Lui tidak bisa bela diri, maka ia langsung dihajar, walaupun ia memberontak.

"Suzune-san? Bisa minggir sebentar?" ucap seseorang. Tring! Dalam beberapa kali sabet, orang itu sudah bisa menumbangkan semuanya. "Kau tidak apa-apa, Hibiki-san?"

"Sakine-senpai!?" kata keduanya kaget. Orang itu adalah Meiko Sakine, kakak kelas mereka. Lui malu sekali ditolong oleh kakak kelasnya, apalagi ia wanita.

"Makanya, kalau besok-besok kemari, bawa senjata, ya!" kata Meiko tersenyum.

"A-ah, Senpai, arigatou!" kata Lui dan Ring bersamaan.

"Aku pergi dulu, ya," ucap Meiko. Lalu ia keluar dari game centre. Lui dan Ring sama sekali tidak bicara, lalu mereka keluar dari game centre.

"L-lui, kau tidak apa-apa?" tanya Ring khawatir. Lui menghempaskan tangan Ring yang menyentuh tangan pria itu.

"Jangan sentuh," ucap Lui.

"Lui, kau tidak apa-apa?! Bakaa, apa yang kau ucapkan kepada Ring!? Dia sakit hati, tahu!" teriak Rianna dari mikrofon.

"L-lui…"

"Aku malu, tidak bisa melindungimu, dan malah dilindungi oleh Sakine-senpai, yang seorang wanita. Maafkan aku!" kata Lui berlutut. Ring tersenyum manis sekali, dan menyentuh wajah Lui.

"Tidak apa-apa, Lui. Terima kasih, Lui. Kau sudah berusaha melindungiku. Ayo kemari, akan aku obati," kata Ring mengangkat wajah Lui.

"Ring-chan," ucap Lui. "Maukah kau menjawab perasaanku?"

"Maksudm-"

"Aku mencintaimu, Ring. Maukah kau menerima perasaanku?" Lui menatap wajah Ring.

"Eh? Ak- euhm…" Ring sudah tidak bisa bicara lagi karena mulutnya dibungkam oleh ciuman lembut oleh Lui.

"Test… test… Lui? Kau sekarang di mana? Aku kehilangan jejakmu. Hoi…."

Perlahan, tangan Lui mendekati telinganya dan mematikan mikrofon yang menghubungkan antara dirinya dengan Rainna.

"Maafkan aku, Ring-chan," ucap Lui menunduk. "Aku sudah lancang. Tapi kau harus tahu, perasaan ini tidak bisa di tahan lagi."

"Tidak di tahan tidak apa-apa."

"Eh?" tiba-tiba terbesit warna pink di pipi Ring. Sepertinya ia sendiri malu dengan gumamannya sendiri.

"Ah… maksudku bu-"

"Benar Ring mengijinkan?" tanya Lui. Makin parah lukisan merah yang terlukis di pipi Ring. Disentuhnya pipinya. "Ring-chan, apa aku menyukaiku, walaupun sedikit saja, walaupun rasa suka terhadap teman?"

Ring tidak menjawab dan memalingkan muka. Lui tersenyum nakal. "Lupakan saja. Sekarang, obati aku ya, Ring-chan~"

"Eh…?" kata Ring. Lui mendekati Ring. Ring mundur, sampai ia terpojok.

"Terima kasih, Ring-chan~"

"HIBIKI LUIIIII!" NGING… telinga Lui berdengung lagi. "Jangan sentuh adikku!"

"Maaf, Nii-chan. Adikmu sudah jadi milikku~" ucap Lui. Dikecupnya pipi Ring yang semakin memerah.

"Lui…"

"Hibiki Lui! Awas ya kau!" teriak Ringo dari mikrofon Rainna.

"Aih… aih…" kata Rainna samar dari mikrofon.


SKIP TIME

"Ring-chaaan~!"

"Iya, Lui?" kata Ring. Lui menyentuh pipi Ring. "Lu-lui… disini banyak orang."

"Jadi Ring-chan maunya di tempat sepi?" kata Lui tersenyum nakal.

"Bukan begitu maksudku…" ucap Ring memerah.

"Ring-chan nakal ya," ucap Lui mendekatkan wajahnya kepada Ring.

10 senti

5 senti

3 senti

1 senti~

"Eiiit! Jangan dekat-dekat!"

"Huh, Ringo-niichan menganggu!" ucap Lui menjauhkan wajahnya daripada wajah Ring.

"Yang boleh memanggilku nii-chan hanya Ring!" kata Ringo.

"Sebentar lagi aku akan menjadi adikmu, kok, Ringo-niichan~" ucap Lui.

"Kalian berisik," ucap Rainna.

"Rainna-chan," ucap Ring.

"Aku kemari menagih janji, Lui," ucap Rainna mengulurkan tangannya.

"Baiklah," ucap Lui cemberut.

"'Baiklah' apa, Lui-chan?" tanya Rainna bersama evil smirknya.

"Baiklah,Rainna-sama," ucap Lui malas. Rainna tersenyum puas.

"Sip, Lui-chan," ucap Rainna. Ring yang bingung melihat mereka, berusaha mengartikan percakapan mereka.

"A-ano…"

"Oh, soal ini, Lui berhutang padaku, karena aku sudah melancarkan cinta kalian," ucap Rainna santai.

"Eh?"

"Oh iya, kami bikin band, lho," ucap Rainna.

"Band apa?"

"Musik," ucap Ringo.

"Tumben," balas Lui.

"Hei, kami latihan sekali langsung cocok, tahu! Tiba-tiba saja si Ringo-senpai ini bisa terbesit ide gila membuat band," bantah Rainna.

"Eh? Eh? Eh?"Ring makin bingung.

"Sudah, Ring-chan tidak usah banyak pikir. Pikirkan aku saja," ucap Lui sambil memeluk Ring. Ring langsung blushing. "Ayo kita lanjutkan yang tadi, Ring-chan~"

"Kalian mau apa?!" kata Ringo mencegah.

"Kakak…" kata Ring menenangkan kakaknya. Lui tersenyum kecil, dan mengecup pipi Ring.

"Walaupun begitu, aku cukup puas dengan yang seperti ini saja," ucap Lui. Ring blushing berat.

"Hibiki Lui!"

"Kau sudah tidak boleh memarahiku kalau nama adikmu berubah menjadi Hibiki Ring, lho ya, Nii-chan," kata Lui mengeluarkan evil smirk nya.

"Eh, maksud Lui…" Ring blushing.

"Kaburrr!"


End of RingxLui


Sae: selesai! Maaf kalo lama updatenya! Pertama, Sae minta maaf dulu sama Rainna Kudo, kalau perannya terlalu kasar bicaranya, sembarangan, tidak sesuai dengan watak Rainna-san

Miya: lalu minta maaf sama Minna-sama, soalnya lama updatenya. Maklum, kami sedang buat beberapa chapter di cerita lain

Mitsu: sebentar lagi akan di update chapter berikut dari My Tsundere Maid-sama, Love Story Travel. (sebentar lagi tidak tahu kapan, yang pasti tidak hiatus :3 )

Ann: Ano… buat pairing MeikoxAkaito belum ada yang mau berpartisipasi, ya?

Nao: sekarang Hotaru dan Hikaru akan membacakan para author dalam beberapa peran

Hotaru: baiklah, mulai dari… ehm… siapa aja deh!

Shiro no Hikari (cewek) = Rin Len

Rainna Kudo (cewek)= Ring Lui

Reynyah (cewek) = Miki Piko

Sae Hinata (cewek) = Rinto Lenka

ScorpioNoKuga (cewek) = Kaito Miku

YamiRei28 (cewek) = Luka Gakupo

Himeko Hikari (cewek) = Gumi Gumiya

Hikari Kengo (cowok) = Luki Gakuko

Kagane Mikasa-san05 (cewek) = MikiyaxIroha

Hikaru: kalau ada yang salah, tolong dikasih tahu lewat review, ya.

Shou: tinggal… MeikoxAkaito

Yuu: ditunggu ya!

All: RnR Minna-sama!

Sae: read and review please…. Don't like, don't read J