Cruel Fate

by : -MariaVivine-UchiMasu-

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Inspirated by : Hancock

This story is mine^^

Hello again, Minna-san.. First of all, gomen ia kalo chapter sebelumnya jelek banget. Saya sudah berusaha sekeras mungkin. Namun, gomen jika hasilnya tetap jelek. Oh, iya Thanks buat kedua reviewers yang sudah mau mereview fict saya yang aneh ini ^^.. Ya, gimana ya? Saya harap chappie 2 ini tidak sehancur chappie 1. Balasan review akan saya cantumkan dibawah..Harap maklum jika fict ini aneh :D.. Review iaaaaa ^w^..

Chappie 2

"Saso-chan, Saku-chan, hari ini Kaa-san harus mengunjungi kerabat Kaa-san yang sakit. Karena rumahnya jauh, mungkin Kaa-san akan pulang besok. Kalian tidak apa kan, jika Kaa-san pergi sampai besok?"kata Kiyoshi kepada kedua anaknya yang sedang sarapan.

"Yah, kan hari ini aku dan Nii-chan tidak ada jadwal kuliah, Kaa-san. Aku ingin sekali mengajak Kaa-san dan Nii-chan pergi jalan-jalan,"jawab Sakura yang nampak sangat kecewa.

"Gomen, Saku-chan. Kau bisa mengajak teman-temanmu kan? Kaa-san janji lain kali Kaa-san pasti pergi dengan kalian,"ucap Kiyoshi yang nampak merasa bersalah kepada anak-anaknya.

"Baiklah, aku pergi dengan Nii-chan saja. Hah, sebenarnya aku ingin mengajak Sasuke untuk ikut. Tapi, aku tidak tahu cara menghubunginya,"kata Sakura sedih.

"Sudahlah, Saku-chan. Kan ada Nii-chan mu yang tampan ini, tak perlu mengajak Sasuke,"kata Sasori yang terlalu pede. "Haahahahahhahhahaha, Nii-chan, ternyata kau narsis sekali ya. Hahahahahahahaha,"jawab Sakura sambil tertawa. Sasori nampak senang karena melihat Sakura yang tertawa karena wajah Sakura tampak manis.

"Haha, kalian ini ya. Sudahlah, kalian makan saja dulu, nanti baru pergi kalau sudah sarapan. Kaa-san naik kereta pagi jadi tidak bisa ikut sarapan. Gomen,"kata Kiyoshi yang sedang membawa barang-barang bawaannya untuk menemui temannya di Iwagakure.

Sasori membantu Kiyoshi membawa barangnya, begitu pula dengan Sakura. Sasori membawa tas yang berisi pakaian Kiyoshi sedangkan Sakura membawa tas berisi oleh-oleh untuk kerabat Kiyoshi yang ada di Iwa. Jadi, Kiyoshi hanya membawa tas yang berisi dompet dan barang berharga lainnya.

Mereka bertiga keluar dari rumah di Jalan Kurogi No. 5 itu dan memasukkan barang-barang Kiyoshi ke dalam bagasi Taxi yang tadi sudah dipesan oleh Kiyoshi untuk mengantarkannya ke stasiun kereta. Supir taxi tersebut juga membantu mereka memasukkan barang-barang Kiyoshi.

"Sudah ya, Saso, Saku. Saso, jaga adikmu baik-baik ya. Besok Kaa-san pulang kok,"ucap Kiyoshi sebelum masuk ke dalam taxi. "Hai, Kaa-san. Sampai jumpa,"sahut si Sulung Haruno. Kiyoshi mencium kedua anaknya lalu masuk ke dalam taxi.

"Sayonara, Kaa-san. Jaga dirimu yaaa,"kata Sakura sambil melambaikan tangannya. Kiyoshi membalas lambaian tangan Sakura dari dalam taxi. Setelah itu, Sakura berbalik menatap Nii-channya yang sedang melihat laju taxi Kiyoshi.

"Nii-chan, jadi kita pergi ke mana?"tanya Sakura pada kakak 'baby face'nya itu.

"Terserah kau, Saku-chan. Aku ikut saja,"jawab Sasori.

"Hm, dimana ya? Ah, bagaimana jika kita pergi ke Leaf Wonderland saja? Sudah lama sekali kita tidak kesana,".

"Hah? Kau ingin pergi ke taman hiburan? Saku-chan, kau itu sudah besar, kenapa masih suka bermain sih?"Sasori dan Sakura beranjak masuk ke dalam rumah sambil tetap berbincang-bincang.

"Hah, Nii-chan ini. Ayolah, aku ingin pergi ke rumah ramal. Kata Ino, ada rumah ramal yang baru dibuka di Leaf Wonderland,".

Cklek..

"Oke..oke.. Kau ganti baju sana! 30 menit lagi kita berangkat. Ini sudah jam setengah 11, taman hiburannya buka pukul 11 kan?"kata Sasori setelah menutup pintu. Sakura mengangguk senang lalu Ia segera naik ke kamarnya. Sasori menatap adiknya geli.

^.^.^.^.^

Sakura menatap pantulan dirinya di depan cermin. Ia tampak sangat cantik dengan balutan baju terusan berwarna putih-pink berenda dan celana legging panjang se-mata kaki berwarna hitam. Rambutnya diberi jepit berbentuk pita besar yang berwarna putih polkadot. Sakura juga memakai sneakers kesayangannya yang dibelikan oleh Sasori sebulan yang lalu.

Tok..Tok..Tok..

"Saku-chan, kau sudah siap belum?"kata Sasori sembari mengetuk pintu kamar Sakura.

"Ya, Nii-chan. Aku sudah siap,"Sakura segera mengambil tas selempangnya lalu keluar kamar.

Cklek..

Sasori tersenyum melihat adiknya yang sangat cantik itu. Tatapan yang diberikan oleh Sasori sedikit berbeda dari tatapan yang biasa diberikan seorang kakak kepada adiknya. Sepetinya, ada yang salah dengan Sasori. Sakura membalas senyuman kakaknya. Sakura merasa malu jika dilihati seperti itu oleh Sasori.

"Nii-chan, hei! Ayo kita pergi, kok malah melamun?"tanya Sakura melihat kakaknya yang diam di tempat. Tiba-tiba, terdengar suara-suara asing di jendela kamar Sakura yang membuat sang empunya kebingungan. Sakura hendak membuka pintu kamarnya untuk memeriksa jendela itu. Namun suara Sasori membuatnya berhenti melangkah.

"Ah, iya. Ayo turun, kau naik mobil saja dulu. Nii-chan saja yang periksa jendelanya, sekalian kututup jendela kamarmu, pasti kau lupa menutup jendela kamarmu kan?"pertanyaan Sasori dibalas anggukan oleh Sakura.

"Kunci mobil Nii-san dimana?"tanya Sakura sebelum turun. "Di meja dekat pintu keluar, Saku-chan. Ambil saja,"jawab Sasori. Setelah itu, Sakura segera turun sesuai perintah kakaknya tercinta. Setelah kepergian Sakura, Sasori segera masuk ke dalam kamar Sakura.

"Tampaknya kau sedang jatuh cinta, Sasori"kata seseorang yang sedang duduk di jendela kamar Sakura-yang memang cukup untuk diduduki.

"Apa urusanmu? Lebih baik tidak usah ikut campur!"jawab Sasori malas bercampur kesal kepada pemilik suara itu.

"Hah, benar sih, aku tidak peduli dengan hubunganmu dan Sakura,"tampak si pemilik suara itu masuk ke dalam kamra Sakura melalui jendela. "-tapi aku hanya kesal pada orang bodoh sepertimu. Gara-gara kau, Sakura sudah bertemu dengan Sasuke. Apa kau sudah gila? Apa kata Tuan nanti?"lanjut perempuan berambut merah dan berkacamata itu.

"Aku juga tidak tahu jika Sasuke akan bertemu Sakura. Jika aku tahu, aku pasti tidak akan membiarkan itu terjadi, Karin,"jawab Sasori yang nampak kesal.

"Hah, alasan saja kau, Sasori. Kau tahu kan, mereka memang harus bertemu, tapi bukan sekarang. Kalau sudah begini, kita harus bergerak cepat. Dan, kalau mereka sudah bertemu selama 2 hari ditambah dengan hari ini berarti 3 hari, maka waktu kita tinggal 4 hari dari 7 hari yang harusnya kita punya," perempuan itu berhenti sejenak untuk berpikir.

"Nanti malam kita susun rencana di tempat biasa jam 10, sekarang aku mau pergi dulu, Jaaa,"perempuan bernama Karin itu keluar lagi melalui jendela yang sama setelah memberikan senyuman mengejeknya pada Sasori. Sasori hanya mendengus pelan lalu menutup jendela kamar Sakura.

Sasori segera turun menemui Sakura. Ia keluar dari pintu rumahnya dan segera mengunci pintunya. Sasori melangkah ke arah dimana mobilnya diparkirkan. Di mobil itu ada Sakura yang nampak kesal. Sasori segera masuk ke dalam mobilnya.

"Nii-chan lama sekali sih? Masa menutup jendela saja selama ini sih? Aku bosan sekali di sini,"kata Sakura kesal.

"Haha.. Gomen, Saku-chan,"kata Sasori sembari tertawa hambar. Sakura hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah.

Brrm..Brmm..

Sasori mulai menyalakan mesin mobilnya menuju Leaf Wonderland.

^.^.^.^.^

Sementara itu di bagian Sasuke..

"Hn. Sudah pagi, hari ini aku kemana ya? Bosan sekali aku,"kata Superhero pantat ayam satu ini. Sasuke tampak sedang mengucek matanya perlahan dan segera bangun dari tidurnya. Ia merenggangkan badannya lalu melangkan keluar dari tendanya.

Sasuke menyipitkan mata onyx-nya yang belum terbiasa dengan sinar matahari-singkatnya silau. "Hn. Nampaknya pergi ke kota tidak buruk. Mungkin ada tempat menarik yang belum sempat kukunjungi,"katanya pelan. Sasuke melangkahkan kakinya menuju sumber air terdekat.

Sasuke segera membersihkan dirinya di sumber air dekat tendanya itu. Setelah badannya bersih, Sasuke memakai pakaian yang didapatnya di kota kemarin. Yah, lebih tepatnya hadiah dari seorang anak kecil di kota yang kata anak itu, sebagai hadiah karena Sasuke pernah menyelamatkannya. Sasuke tersenyum tipis mengingat ketulusan dan kepolosan anak lelaki itu. Sasuke berpikir,'Ternyata otak anak kecil lebih berfungsi dibanding orang dewasa yang tidak tahu berterimakasih sama sekali,'.

"Hn. Sepertinya taman hiburan tidak buruk,".

^.^.^.^.^

"Konichiwa, butuh berapa tiket, Nona muda?"tanya si penjual tiket yang name-tagnya bertuliskan Kakuzu itu.

"Konichiwa, aku beli 2 tiket,"jawab Sakura riang. Setelah itu, penjual tiket tersebut segera memberikan 2 tiket kepada Sakura. Sakura pun memberikan uang kepada penjual tiket itu. Lalu, Sakura segera menghampiri Sasori yang menunggunya di dekat pintu masuk.

"Nii-chan, aku sudah beli tiketnya. Ayo masuk,"kata Sakura sambil menggandeng tangan Sasori. Sasori nampak kaget dengan perlakuan Sakura itu. Namun, Sasori juga nampak senang karena tangannya di gandeng oleh Sakura.

Mereka berdua lalu masuk ke dalam taman hiburan itu setelah menyerahkan tiket yang telah dibeli oleh Sakura tadi. "Nii-chan, itu dia rumah ramalnya. Ayo-ayo masuk,"Sakura menarik tangan Sasori untuk masuk ke dalam rumah ramal yang katanya baru saja dibuka itu.

Sasori hanya bisa pasrah mengikuti keinginan adiknya tersayang itu. Sampai akhirnya, mereka berdua telah masuk ke dalam rumah ramal itu. Rumah ramal itu terbentuk dari sebuah tenda yang cukup besar berwarna merah-hitam. Ketika sudah di dalam, Sakura terkejut melihat peramal yang ada di dalam rumah ramal itu. Peramal itu nampak sangat menakutkan. Tapi, hal itu tidak membuat Sakura berhenti melangkahkan kakinya untuk mendekati peramal itu.

"Ko-konichiwa,"ujar Sakura terbata-bata.

"Duduk,"peramal itu berbicara dengan suara beratnya yang makin membuat Sakura takut. Sasori hanya memandang peramal itu aneh.

"Baik, anak muda. Apa yang ingin kau lakukan?".

Sakura sweatdrop mendengar perkataan peramal itu. Ia mulai berpikir bahwa peramal itu bodoh. Sudah pasti jika masuk ke rumah ramal pasti orang itu ingin diramal. Apa peramal itu adalah peramal gadungan? Sakura memandang peramal itu dengan bingung. Dan, nampaknya peramal itu menyadarinya.

"Hah, anak muda zaman sekarang memang tidak bisa diajak bercanda. Ayolah, santai saja,"ujar si peramal yang langsung membuat ketakutan Sakura berkurang karena ternyata suara peramal yang tadi itu hanya dibuat-buat saja.

"Haha, gomen,"kata Sakura malu.

"Tak apa. Baiklah, langsung saja aku akan meramalmu. Dari yang kulihat, kau ini orang yang menarik. Kehidupanmulah yang membuatmu menarik. Rupanya kau telah melupakan sesuatu yang amat berharga di masa lalumu tanpa kau sadari,"ucapan peramal itu membuat Sasori yang tadi cuek menjadi khawatir.

Sasori berbisik kepada Sakura,"Ayo, kita pergi saja. Jangan buang-buang waktu di sini,".

"Ah, tidak-tidak. Dia belum selesai berbicara,"balas Sakura.

"Dan, kurasa ada yang ingin memisahkanmu dengan orang dari masa lalumu itu. Orang itupun sepertinya lupa dengan masa lalunya denganmu. Tapi, dia sadar jika dia melupakan sesuatu dari hidupnya. Kalian berdua memiliki semacam penghubung yang kuat tapi dari yang kulihat, jika kalian berdua bersama-sama, akan ada sesuatu yang hilang. Kau tahu? Kau sudah pernah berte-".

"Cukup, kita pergi,"kata Sasori sambil menarik tangan Sakura untuk keluar dari rumah ramal itu. Mereka berdua pun keluar dari rumah ramal itu.

"Nii-chan, apa sih maumu? Aku kan belum selesai mendengarkan peramal itu! Aku masih sangat penasaran sekali,"Sakura terlihat sangat kesal dengan tindakan kakaknya itu. Melihat wajah Sakura yang kelihatan sangat kecewa itu, Sasori merasa sangat bersalah.

"Sudahlah, gomen ne, Saku-chan. Nii-chan hanya bosan saja, dan kau tidak seharusnya percaya dengan ramalan atau semacamnya itu, Saku,"kata Sasori yang membelai rambut pink Sakura dengan lembut.

"Baiklah. Nii-chan akan ku maafkan jika Nii-chan membelikanku lolipop yang ada di sana. Rasa cherry mint ya,"kata Sakura sembari menunjuk stand penjual permen dan makanan manis lainnya.

"Oke. Kau duduk saja dahulu, jangan pergi ke mana-mana,"kata Sasori sambil berlari menuju stand yang ditunjukkan oleh Sakura untuk membeli lolipop.

^.^.^.^.^

"Hn. Tempat yang ramai dan bising. Apa aku kembali saja ya? Ramai sekali,"ujar Sasuke. Dia tampak jenuh melihat keramaian. Untung saja orang-orang di taman hiburan itu tidak melihat wajahnya yang sengaja ditutupi topi. Jika tidak, keadaan pasti lebih ramai lagi. Ya, walaupun sebenarnya ada keributan sedikit ketika Sasuke mendarat – sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Yah, jalan dekat taman hiburan itu lecet(?) sedikit lah.

Sasuke terus berjalan melihat-lihat tempat yang rencananya akan segera ditinggalkannya itu. Sampai mata onyx Sasuke menangkap 2 sosok orang yang di kenalnya. Ia terkesima dengan penampilan si gadis yang terlihat manis. Hal itu membuat di pemilik mata hitam kelam ini mengurungkan niatnya untuk pergi. Dia mulai mendekati kedua orang yang kira-kira berjarak 15 meter darinya.

Di sisi lain, ada seorang wanita berambut merah yang sedang melihat ke arah Sasuke. Wanita itu menyunggingkan senyum licik. Tampaknya wanita itu mempunyai sebuah rencana jahat terhadap Sakura. Wanita itu masih merasa aman karena jarak Sasuke masih cukup jauh dari Sakura.

"Haha, sudah lama aku tidak bermain-main. Sakura saja lah yang kukerjai. Lagipula, aku ingin mengetahui apa kekuatan perempuan itu sama dengan yang selama ini kudengar,"wanita itu bersembunyi di pohon rapuh yang akan dijatuhkan tepat di arah Sakura.

Wanita bernama Karin itu perlahan menumbangkan pohon itu. Sakura yang sedang menunggu kakaknya tidak menyadarinya. Tapi, ia menoleh ke belakang untuk melihat wahana apa yang akan dinaikinya nanti. Mata Sakura membulat ketika melihat pohon di belakangnya mulai tumbang. "AHHHHHHHHHHHHHHH,".

Sasori dan Sasuke yang berjalan dari arah yang berlawanan menuju Sakura langsung saja terlonjak kaget mendengar teriakan Sakura. Mereka segera berlari. Namun, ...

To Be Continue

Balesan Reviews :

41 : Waduuh, thx sekaliii .. Ia memang alurnya cepet karena saya ga bakat buat cerita yang panjang.. Ia Hancocknya emang agak urakan di filmnya, tapi saya tetap suka Will Smithnya.. hhe XD..

Michiko Haruno : Wokeeh ..

Vvvv : Bukan kok, mungkin emang kelihatan begitu, hehehe .. Tapi beda kok..

Buat all reviewers : Arigato atas reviewnya.. Review lagii ya :3

Well, chappie 2 finish. Tunggu chappie berikutnya iaa .. Hope u like it. Like it or Hate it? Apapunlah, yang penting review iaa –kritik diterima-.. Untuk chappie 3, saia belum tahu kapan akan di update. Karena, saia masih menunggu inspirasi yang kadang datang-kadang pergi begitu saja dari otak.. Well, Rippiuww iaaa :D.. Arigatogozaimasu, Minna-san..

With Love,

-MarMar-