FF KyuMin / Waiting a Miracle(Sequel KyuMin Love Story )/ Yaoi / Part 2
Author : Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : KyuMin
Other cast : KangTeuk
EunHae
YeWook
Shindong
Heechul
Genre : yaoi, mpreg.
Ratting : T
Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Author milik KyuMin XD
Warning : Gaje,abal,typo, cerita yg membosankan dan amat pasaran. Jadi jika ada kesamaan karakter atau cerita mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja.
Summary : Kyuhyun dan Sungmin yg telah menikah, mengharapkan kehadiran seorang bayi dalam hidup mereka. Bisakah mereka memperoleh keturunan? *summary ngasal*
^^KyuMin Is Real^^
Sungmin poV
Sudah 1 hari Kyuhyun pergi dan belum kembali, aku masih tetap khawatir meski aku telah mempercayakan segalanya pada Kyuhyun. Aku sampai tidak bisa tidur karna memikirkan Kyuhyun, terlebih aku juga tak biasa tidur sendiri tanpa ada Kyuhyun yang memelukku.
TOK TOK TOK!
"Permisi Yang Mulia." Aku tersadar dari lamunanku saat ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.
"Silahkan masuk." Ucapku mempersilahkan seorang pelayan istana masuk.
CEKLEK
"Maaf menggangu anda yang mulia, tapi di bawah ada Yang Mulia Raja dan Ratu agung datang." Aku terkejut saat mendengae berita dari pelayan istana ini, Raja Kangin dan Ratu Leeteuk datang berkunjung ke sini? Bagaimana jika mereka menanyakan Kyuhyun?
"Ahh baiklah, aku akan segera turun. Sajikan makanan untuk menjamu mereka." Titahku pada pelayan istana itu.
"Baik Yang Mulia."
Pelayan istana itu lalu pamit keluar dari kamarku, menyisakan aku sendiri dan rasa bingung serta takutku. Bingung jika nanti Raja dan Ratu bertanya mengenai Kyuhyun, dan takut jika mereka kemari untuk menanyakan hal yg sama seperti yg selalu mereka tanyakan selama 6 bulan pernikahanku dengan Kyuhyun. Sebaiknya aku pikirkan itu nanti, sekarang aku harus turun dan menemui mereka.
"Hyukkie! Hyukkie!" Aku berteriak memangil Hyukkie, aku tak mau menghadap Raja dan Ratu sendiri. Biasanya memang selalu ada Kyuhyun yg menenami, tapi sekarang Kyuhyun sedang tidak ada.
"Aku di sini Yang Mulia." Ujar Hyukkie muncul dari koridor yang menghubungkan kamar khususku dan Kyuhyun dengan ruang utama singahsanaku dan Kyuhyun.
"Ayo temani aku menghadap Raja dan Ratu agung!." Tanpa banyak bicara aku segera menarik tangan Hyukkie untuk menemaniku menghadap Raja dan Ratu.
Aku dan Hyukkie langsung menuju ke meja makan tempat biasa anggota keluarga kerajaan menghabiskan waktu makan mereka. Kebetulan ini masih pagi, jadi sepertinya Raja dan Ratu sekalian sarapan di istana ini.
"Selamat datang Ayahanda dan Ibunda, maaf membuat anda menunggu." Aku langsung memberikan salam hormatku begitu memasuki ruang makan.
"Tidak apa Sungmin-ah, duduklah. Kita sarapan sama – sama." Ujar Ratu Leeteuk mempersilahkanku duduk.
"Penasihat Lee, kau juga bergabunglah sarapan bersama kami." Raja Kangin berbicara pada Hyukkie.
"Ah ne Yang Mulia." Hyukkie pun mengambil tempat duduk tepat di sebrangku.
"Oh ya, mana Kyuhyun?"
DEG
Pertanyaan Ratu Leeteuk langsung membuat jantungku berdebar, mati aku! Aku harus jawab apa? Mengatakan yang sesungguhnya bahwa Kyuhyun pergi menemui penyihir demi meminta bantuan agar aku bisa hamil?
"Yang Mulia Raja Kyuhyun sedang berburu, ia peri pagi - pagi sekali." Huft~Syukurlah Hyukkie bisa menjawab pertanyaan Ratu Leeteuk dengan baik.
"Anak itu sejak kapan senang berburu? Tiap kali ku ajak dia selalu menolak." Jantungku kembali berdebar saat mendengar ucapan Raja Kangin. Aku melirik Hyukkie memberi isyarat agar menjawab kembali pertanyaan Raja Kangin.
"Yang Mulia Raja Kyuhyun mendapat undangan berburu dari kerajaan tetangga." Jawab Hyukkie lagi.
"Benarkah? Kerajaan mana? Kenapa aku tak di undang?" Semakin berdebarlah jantungku mendengar pertanyaan Raja Kangin yg seolah memojokanku. Aishh bagaimana ini?
"I-itu, kerajaan eumm Raja Choi Siwon dan Puteri Snow White." Jawab Hyukkie lagi.
"Ahh begitu, ya sudah. Kapan ia kembali?" Syukurlah Raja Kangin percaya.
"Eum mungkin esok hari Ayahanda, karna Kyunnie bilang ingin berburu serigala." Jawabku bohong.
"Ya sudah, sebaiknya kita mulai saja sarapannya." Ujar Ratu Leeteuk.
Aku melirik Hyukkie lagi, saling memberi isyarat melalui tatapan mata. Yahh semoga Raja dan Ratu tidak menanyakan lagi hal – hal mengenai Kyuhyun..
"Oh ya Minnie, bagaimana? Apa kalian sudah menemukan cara?" Oh sial, beres dengan pertanyaan septar Kyuhyun kini Ratu malah menanyakan hal yg paling ku hindari.
"S-sudah Ibunda, aku dan Kyunnie sedang berusha." Jawabku ragu.
"Baguslah, karna jika tidak kau harus membiarkan Kyuhyun untuk memiliki selir."
DEG
Kenapa selalu kata – kata itu yang Ratu Leeteuk ucapkan? Bukankah mereka sudah merestuiku dan Kyuhyun? Lalu kenapa mereka masih mengharapkan Kyuhyun memiliki selir.
"Mianhae Ibunda, selama masih ada cara untuk aku dan Kyunnie memiliki keturunan. Aku takkan membiarkan Kyunnie memiliki selir." Entah memiliki keberanian dari mana aku mengatakan isi hatiku pada Ratu Leeteuk.
"Yahh aku mengerti kau tak ingin berbagi suami dengan yeoja, tapi jika hanya dengan dari selir-lah Kyuhyun memiliki keturunan maka kau harus rela. Kau ingin Kerajaan Sapphire Blue ini tidak memiliki penerus?" Ujar Ratu Leeteuk.
"Ne mianhae atas keegoisanku Ibunda, aku dan Kyunnie akan berusaha. Tapi jika tetap tidak membuahkan hasil maka… aku akan membiarkan Kyunnie memiliki selir, kalau perlu aku sendiri yg mencarikannya." Ucapku dengan hati yang sangat terluka.
"Tidak perlu repot – repot Minnie-ah, aku memiliki banyak kandidat puteri. Walau hanya selir, tapi Kyuhyun tidak boleh sembarangan memilih. Aku tidak ingin ada kesalahan yg terulang lagi." Aku semakin terluka mendengar ucapan Ratu Leeteuk. Sebegitu inginkah Ratu melihat Kyuhyun bersanding dengan yeoja sampai – sampai sudah memiliki kandidat puteri untuk di jadikan selir Kyuhyun?
"Sudahlah Yeobo, biarkan Kyuhyun dan Sungmin berusaha. Kau ini kejam sekali berbicara begitu pada Minnie, ingat ia sudah berjasa menolong kita dan menyelamatkan kerajaan ini." Aku sedikit tersenyum saat Raja Kangin membelaku.
"Tidak apa Ayahanda, Ibunda memang ada benarnya." Ucapku sambil tersenyum sedikit di paksakan.
Selanjutnya sarapan pagi itu berlangsung dengan lancar di sertai keheningan, Hyukkie memandangiku dengan tatapan bertanya. Aku hanya membalas tatapannya dengan senyuman kecil, meyakinkannya bahwa aku baik – baik saja.
Sungmin poV end
Author poV
Kyuhyun dan para pengawalnya masih menyusuri hutan untuk menemukan rumah penyihir yang di maksudkan oleh Yesung. Beberapa keanehan kerap terjadi, tapi Kyuhyun tetap bersi kukuh ingin menemui penyihir itu.
"Berhenti!" Kyuhyun terkejut saat Yesung berteriak memerintahkan agar seluruh pengawal berhenti.
"Ada apa hyung? Apa kita sudah sampai?" Tanya Kyuhyun.
"Belum Kyu, masih setengah perjalanan." Jawab Yesung.
"Mwo? Aishh jauh sekali sihh tempatnya." Keluh Donghae.
"Lalu kenapa kita berhenti?" Tanya Kyuhyun lagi.
"Di depan itu ada kubangan lumpur hisap, kita tidak bisa melalui jalan ini. Kita harus memutar arah." Jawab Yesung sambil meneliti medan di hadapannya.
"Berapa lama waktu yg di butuhkan jika kita memutar arah?" Tanya Kyuhyun.
"Sekitar 4 jam." Jawab Yesung.
"Aishh itu terlalu lama hyung!" Ujar Donghae yg entah kenapa jadi sering protes.
"Donghae hyung benar, itu terlalu lama dan membuang waktu. Apa tidak ada jalan lain?" Tanya Kyuhyun lagi.
"Satu – satunya jalan jika ingin cepat sampai ya melewati kubangan lumpur hisap ini." Jawab Yesung.
Kyuhyun terdiam sejenak, terlihat berfikir. Jalan mana kiranya yang harus di lewatinya? Melewati bahaya kubangan lumpur hisap demi menghemat waktu, atau selamat dengan memutar jalan tetapi memakan waktu?
"Bagaimana Kyu?" Tanya Donghae.
"Kita tidak memiliki banyak waktu, jadi aku putuskan untuk melewati kubangan lumpur hisap ini." Jawab Kyuhyun tegas.
"Kau gila Kyu! Bagaimana caranya kita lewat tanpa terhisap?" Tanya Donghae.
"Tumbangkan pohon besar ini, kita akan buat jembatan." Ujar Kyuhyun sambil menunjuk sebuah pohon besar.
"Ishh baiklah, pengawal! Tumbangkan pohon ini, kita akan buat jembatan untuk menyebrangi kubangan lumpur hisap ini." Titah Donghae pada para pengawal yg mendampingi mereka.
Para pengawal itu segera melakukan perintah Donghae, mereka bergotong royong untuk dapat menumbangkan pohon besar itu. Sementara Kyuhyun,Donghae dan Yesung istirahat sambil mengawasi mereka.
"Kyu, kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Donghae.
"Ya kita coba saja dulu." Jawab Kyuhyun singkat.
"Yesung hyung, kau tdak bilang jika medan yg di lalui akan berbahaya seperti ini. Jika aku tahu mungkin aku akan menyuruh Shindong hyung untuk menyiapkan lebih banyak pengawal." Ujar Donghae pda Yesung.
"Kita ini hanya akan menemui penyihir, bukan untuk berperang. Untuk apa membawa pengawal banyak – banyak? Itu hanya akan menghambat perjalanan." Jawab Yesung.
Selama hampir 2 jam menunggu pohon besar itu belum juga tumbang, jika begini terus sama saja dengan mereka membuang waktu. Lebih baik memutar jalan saja jika pada akhirnya sama saja mereka membuang – buang waktu.
"Kenapa pohon itu tidak juga tumbang? Kita sudah menunggu hampir 2 jam lamanya di sini!" Pekik Kyuhyun frustasi.
"Maafkan kami Yang Mulia, pohon ini sangat besar dan kuat. Jadi sangat sulit untuk di tumbangkan." Jawab salah seorang pengawal.
"Sudah sana kalian minggir! Biar aku yg tumbangkan pohon ini!" Teriak Kyuhyun kesal.
Kyuhyun mencabut pedangnya dan mulai mengarahkan pedang itu pada batang pohon besar yg sudah setengahnya hancur. Kyuhyun bersiap menebas batang pohon itu, genggaman tangannya mengerat dan..
SRETTT!
BRUUK!
Sekali tebasan kuat dari Kyuhyun, pohon itu telah tumbang dan membentuk sebuah jembatan di atas kubangan lumpur hisap. Semua menatap Kyuhyun tanpa berkedip, mereka tak mengira kekuatan Kyuhyun akan sebesar itu jika sedang marah atau kesal.
"Cepatlah, waktu yg kita miliki sedikit! Menyebranglah satu – persatu tanpa menaiki kuda kalian." Ujar Kyuhyun dingin.
Kyuhyun menjadi orang pertama yang menyebrang, di susul Donghae dan Yesung di belakangnya lalu para pengawal mereka yg berjumlah 18 orang. Awalnya semua berjalan lancar, sebelum sedikit demi sedikit batang pohon itu terhisap dalam kubangan lumpur. Dan masih ada sekitar 5 orang lagi yg belum menyebrang.
"Hei cepatlah!" teriak Donghae pada 5 pengawal yg tampak ketakutan menyebrangi batang pohon itu.
"Tidak mungkin bisa, hae.. mereka harus mundur jika tidak mereka akan ikut terhisap." Ujar Yesung.
"T-t-tunggu Yang Mulia! T-tolong t-tunggu kami!" ujar salah seorang pengawal yg tengah mencoba menyebrang.
"Donghae hyung, bantu dia." Ujar Kyuhyun.
"Ulurkan tanganmu!" titah Donghae, sang pengawal itu menurut dengan mengulurkan tangannya. Tapi kini masalah lain terjadi.
Kuda yg di bawa oleh pengawal itu tampak mulai ketakutan dan berontak. Membuat pengawal itu kesulitan berjalan dan menahan keseimbangannya.
"Lepaskan kuda itu!" Seru Yesung.
"T-tuann t-tolong jangan lepaskan!" Pengawal itu makin ketakutan saat kudanya semakin berontak menyebabkan batang pohon itu semakin terhisap.
"Cepat lepaskan!" teriak Yesung lagi.
Pengawal itu makin panic dan ia menjadi bingung, satu tangannya berpegangan pada Donghae dan satu tangannya lagi menggengam erat tali yg terhubung dengan kudanya *kagak tau dah apaan tuh namanya? Padahal slma 3 thn sya naik andong klo plng sklh*
SRETT!
"Argghhh!"
Donghae yg kesal akhirnya menarik paksa tangan pengawal itu, hingga pengawal itu tertarik dan tali yang ada di genggamannya terlepas. Pengawal itu berhasil selemat, namun kudanya tidak. *RIP kuda*
"Haahh..hahh.." Donghae tampak sedang mengatur nafasnya.
"Kalian, pulanglah ke istana. Kabarkan pada permaisuriku Sungmin bahwa aku baik – baik saja dan akan segera kembali ke istana." Ujar Kyuhyun pada pengawal yg tak kebagian untuk menyebrang.
"Baik Yang Mulia." Ucap ke-4 pengawal itu serempak. Mereka pun memutar arah kembali ke istana.
"Sekarang ayo lanjutkan perjalanan." Seru Kyuhyun dan kembali memacu kudanya memasuki hutan terlarang.
Sungmin akhirnya bisa bernafas lega saat Raja dan Ratu agung kembali ke istana mereka, ia benar – benar lelah mengahadapi pertanyaan – pertanyaan yg terlontar dari mulut kedua orang tua Kyuhyun itu. Terlebih, tak jarang hatinya terluka jika mendengar pertanyaan dan jawaban dari Ratu Leeteuk.
"Sungmin hyung, istirahatlah. Kau terlihat pucat." Ujar Ryeowook yg datang menghampiri Sungmin di halaman depan istana sehabis mengantar kepulangan mertuanya.
"Ne Wookie, hari ini benar – benar melelahkan." Sungmin menurut saat Ryeowook memapahnya masuk ke dalam istana lalu mendudukannya di singahsana Permaisuiri tepat di samping singahsana Raja milik Kyuhyun.
"Sudah hyung, jangan kau pikirkan perkataan Ratu Leeteuk. Ia tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu, ia hanya menginginkan yg terbaik untuk masa depan putranya." Ujar Ryeowook sedikit menghibur Sungmin.
"Ne aku mengerti, tapi rasanya tetap saja sakit saat aku membayangkan harus berbagi Kyunnie dengan selirnya nanti. Aku hanya takut Kyunnie akan lebih mencintai selirnya." Sungmin menceritakan kegelisahan hatinya pada Ryeowook.
"Kau terlalu paranoid hyung, apa kau tak melihat seberapa keras usaha Kyuhyun agar kalian bisa memiliki anak? Pergi mengembara ke Negara lain hanya untuk mencari obat dan menemui orang pintar agar kau bisa hamil. Bukankah itu bukti bahwa ia sangat mencintaimu?" Tanya Ryeowook mencoba meyakinkan Sungmin pada cnta Kyuhyun.
"Kau benar Wookie, Kyuhyun jga sudah pernah berjanji padaku bahwa hanya akan ada aku si hidupnya sebagai orang yg di cintainya." Sungmin trsenyum mengingat kembali janji yg Kyuhyun ucapkan di taman belakang yg menjadi tempat favorite mereka berdua.
Author poV end
Kyuhyun poV
Huft ini sudah hari ke-2 aku berjauhan dengan Sungmin, dan aku sangat merindukannya. Siang dan malam hanya wajahnya yang selalu terbayang, sabarlah sayangku. Aku akan segera kembali dengan membawa harapan untuk kita.
"Kyu, kau belum tidur?" Tanya Yesung hyung.
"Belum hyung, kau juga?" Jawab serta tanyaku balik.
"Ne, ahh kau pasti merindukan Sungmin?" Tanya Yesung hyung yg tentu saja jawabannya 100% benar.
"Ne, sudah 2 hari ini aku tak melihat wajahnya dan aku tidak tahu bagaimana keadaanya. Aku sangat khawatir dan sangat merindukannya." Jawabku sedikit mencurahkan isi hatiku.
"Aku juga sama, tengah merindukan seseorang." Ujar Yesung hyung.
"Biar ku tebak, pasti Kepala Pelayan istana Kim Ryeowook?"Jawabku mencoba menebak.
"Nee.. kau benar, aku sedang memiliki hubungan dengannya." Ujar Yesung hyung sambil menatap ke langit gelap tanpa adanya bintang yang menghiasi.
"Aku tahu, kalian sering tertangkap basah sedang berduaan di taman belakang istana." Ucapku sambil tersenyum jahil pada Yesung hyung.
"Apa menurutmu aku bisa seperti kau dan Sungmin? Menikah lalu hidup bahagia?" Tanya Yesung hyung padaku.
"Tentu, kau berhak bahagia hyung. Dan jika kepala pelayan Kim adalah pilihanmu, kau harus bisa meyakinkannya untuk mau hidup bersamamu." Jawabku memberi sedikit nasihat.
"Gomawo Kyu, aku akan membicarakannya dengan Wookie. Sekarang lebih baik kau tidur, bukankah perjalanan kita masih panjang?" Aku mengangguk lalu mulai menyamankan posisi tidurku. Yesung hyung jga telah memejamkan matanya bersiap menuju alam mimpi.
"Semoga aku bertemu Sungmin dalam mimpi, permaisuriku aku sangat merindukanmu. Saranghae~"
TBC
Part 2 beres^^
gomawo buat yg udah review, mianhae klo FF ini gaje atau gak masuk akal..
dan buat NC'y, tar aja klo udah beres bulan puasa XD
