Disclaimer: Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi. Diari ini milik author.

Warning: Gaje, EYD kurang tepat, typo yang tidak terlihat oleh author, dll

Pairing: KurokoXOC/OCXKuroko atau ReaderXKuroko ya? Atau malah AuthorXKuroko? XD

Jadi apakah Aku sudah bertemu dengan laki-laki idamannya di hari pertama sekolah pada semester 2 ini?


Chapter 2

.

.

.

Senin, 6 Januari 2014 21.33

Dear Diary,

UWOOOO! Eh sorry sorry kalau berisik ry. Hehe hari ini aku senang sekali uh yeah~

Tadi pagi aku lagi-lagi coretdikagetkancoret disapa olehnya. Ya walau 'cuma' disapa. Oh iya aku baru sadar wajahnya itu selaluuuuu datar. Tadinya aku pikir Ia tidak suka melihatku, kan aneh kalau menyapa terus tapi seperti itu. Ternyata memang wataknya. Ah mau datar maupun tidak juga tetap manis kok *senyumsenyummesum* *abaikan*

Oh iya, kamu ingat kan sesuatu yang penting yang mau sahabatku beritahu hari ini? Sahabatku memang penuh dengan kejutan. Aku juga terkejut dengan kejadian hari ini yang akhirnya malah mengejutkan sahabatku sampai bete seharian wkwkwk

Saat itu aku melongo tak terpercaya di hadapan sahabatku. Sahabatku bilang besok sore ingin melihat klub basket latihan. Aku juga mau sih, tapi kan malu tiba-tiba datang ke gym tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Setelah itu aku bilang padanya lebih baik tidak usah. Tapi dasarnya keras kepala, sahabatku tiba-tiba berjalan ke arah tempat duduk di pojok dekat jendela sebelah kiri kelas. Kamu mau tau sahabatku ngapain ry?!

Sahabatku menggebrak meja di depan Ia dan sahabatnya yang tadinya sedang makan dan ngobrol dengan khidmat. Seluruh kelas langsung melihat ke arah mereka. Yaampun, itu cewek cantik-cantik hobinya bikin sensasi. Masih ingat kan sahabatku ini termasuk populer? Cantik, termasuk tinggi untuk ukuran perempuan, otaknya juga tidak main-main karena termasuk jajaran 5 besar di ujian keahlian semester 1 kemarin, salah satu pengurus inti OSIS karena kemampuan berbicaranya yang luar biasa membuat lawan bicaranya fokus. Tapi sifat anehnya juga tidak main-main.

Saat itu juga sahabatku memanggil nama sahabatnya dengan senyum coretmautcoret manis. Seisi kelas langsung berbicara aneh-aneh, terutama ada yang bilang sahabatku mau menyatakan cinta. Terang saja laki-laki di kelas melihat sahabatnya dengan deathglare.

Sahabatnya akhirnya bertanya ada apa dengan tampang bingung. Berbeda dengan laki-laki lain, Ia dan sahabatnya memang terlihat tidak peka ketika berhadapan dengan perempuan. Aku sempat curiga mereka homo karena terlihat sering berdua. Aaaaa tentu saja aku menepis pikiran anehku jauh-jauh. Jangan sampai deh ry huhu

Sahabatku menjawab dengan mengatakan bahwa dia dan temannya meminta izin ingin melihat klub basket latihan sambil menunjuk ke arahku. Hiyaaah, kenapa aku dibawa-bawa, jadi malu kan teman-teman sekelas yang masih kurang kerjaan menonton adegan itu pun langsung melihat ke arahku sekilas.

Setelah itu Ia yang angkat bicara. Jawabannya sungguh di luar dugaan, sampai sahabatku dan sahabatnya blushing seketika. Setidakpekanya laki-laki kalau digituin ya wajar kalau blushing. Ia menjawab silahkan saja, kenapa sahabatku harus meminta izin kepada sahabatnya, bukankah sahabatku mengenal pelatih mereka apalagi sahabatku pengurus OSIS, tidak mungkin diusir juga oleh pelatih mereka. Lalu Ia bertanya apa jangan-jangan sahabatku menyukai sahabatnya? Wajahnya yang kalem setelah itu membuatku ikut-ikutan blushing walau tidak ada yang tahu.

Speechless. Satu kata yang dirasakan sahabatku. Saat itu juga sahabatku hanya senyum-senyum bodoh lalu berterima kasih dan langsung duduk di tempat duduknya dengan hati dongkol plus doki-doki. Sedangkan sahabatnya hanya mengumpat "Sial kau" pada Ia yang wajahnya masih datar-datar saja.

Hehe jadi yang membuatku senang adalah besok sore akan melihat Ia latihan basket.

Oyasumi ry... ^^


Selasa, 7 Januari 2014 22.34

Dear Diary,

Huaaa hari ini melelahkan sekali. Aku baru saja menyelesaikan PRku yang menumpuk itu sebabnya aku baru menulis ry. Sebenarnya hari ini aku juga senang sih karena akhirnya aku bisa melihat Ia latihan basket. Yaampun, apa-apaan perannya itu. Aku pikir semua pemain basket bisa nge-dribble, nge-pass, dan nge-shot. Awalnya aku pikir Ia sangat payah. Tapi pelatih mereka yang duduk di bench bersama kami menjelaskan karena tahu kami terlihat keheranan. Walaupun sahabatku tahu Ia memiliki peran lain, sahabatku sendiri kurang tahu apa maksudnya.

Karena pelatih mereka senpai kami dan kerennya dia perempuan, kami bisa ngobrol dengan santai. Pelatih mereka bilang Ia justru menjadi kartu AS mereka. Ia memang hanya bisa nge-pass, justru dengan kemampuannya yang terbatas itu, tim sangat terbantu. Saat itu aku melihat sendiri bagaimana pentingnya peran yang Ia miliki. Pelatih mereka pun tersenyum melihat kami paham.

Sampai saat ini pun aku tersenyum mengingatnya ry, aku menyukai laki-laki yang tidak sembarangan. Kelemahan ternyata bisa jadi kelebihan, begitu pula sebaliknya. Aku jadi bertanya-tanya apa ya kelebihanku. Kamu tau sendiri kan ry aku ini biasa-biasa saja dan payah pula di bidang olahraga. Hufff jadi makin ngantuk mikirin begituan. Yaudah deh aku tidur.

Oyasumi ry... ^^


Rabu, 8 Januari 2014 21.04

Dear Diary,

Hari ini aku shock banget! Senang juga sih hehe

Di sekolahku entah kenapa berganti semester berganti pula anggota kelompok praktikum Ilmu Pengetahuan Alam. Kamu pasti mengerti hint-ku itu ry hoho

Ia berada di kelompok yang sama denganku. Hal itu memberiku kesempatan lebih besar untuk lebih dekat walaupun aku tahu juga sih Ia tidak mungkin ngobrol hal-hal yang kurang penting denganku. Tapi setidaknya setiap hari rabu aku bisa melihatnya lebih dekat.

Yang paling membuatku senang adalah kami sekelompok bertukar nomor hp agar lebih mudah berkomunikasi. Deg-degan banget cuma melihat kontaknya di hpku, rasanya ingin sms atau bahkan telepon sayangnya aku tidak segila sahabatku.

Khukhukhu sudah dulu ya ry, aku ngantuk.

Oyasumi ry... ^^


Kamis, 9 Januari 2014 20.55

Dear Diary,

Hari ini melelahkan seperti biasa ry karena jadwalku jaga di klinik sekolah tidak berubah.

Kamu tidak lupa kan aku mengikuti klub kesehatan yang salah satu tugasnya membantu dokter ketika pulang sekolah karena susternya hanya berjaga sampai waktu sekolah berakhir. Aku bersyukur sekali teman seklubku yang sejadwal denganku juga tidak berubah. Temanku ini yang paling akrab denganku jika di klub. Jadi tidak akan terlalu membosankan.

Aku pikir hari ini akan menyebalkan seperti dulu karena pastinya aku pulang malam. Rumah temanku berbeda arah dengan rumahku jadi mau tidak mau aku harus pulang sendiri. Sebelum aku berjalan menuju keluar gerbang, aku melihat sekilas ke gym yang lampunya masih menyala. Sempat berpikir ingin mengintip ke sana tapi tidak jadi karena sudah terlalu malam.

Setelah itu tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang. Sudah jelas kan aku akan berteriak dan malah takut menoleh ke belakang. Yang aku dengar malah suara gonggongan anjing, baru setelah itu aku langsung menoleh ke belakang karena Ia yang menyapaku. Aaaaa aku tidak bisa tidak blink-blink melihat anjing lucu yang digendong olehnya. Ia bilang namanya Nigou. Lucu sekali.

Aku pun memberanikan diri untuk basa-basi, bertanya apakah Ia baru selesai latihan. Ia menjawabnya dengan anggukan dan balik bertanya kepadaku. Setelah aku jawab Ia mengajakku pulang bersama dan menawarkan mengantarku pulang ke rumah. Walaupun mau aku juga tidak mau merepotkan, jadi aku hanya berjalan dengannya sampai persimpangan karena sudah berbeda jalur pulang. Untungnya dari situ ke rumahku tidak terlalu jauh.

Mimpi apa aku kemarin ya jadi pulang bareng gitu hihi yasudah aku tidur ya.

Oyasumi ry... ^^


Jum'at, 10 Januari 2014 22.02

Dear Diary,

Hari ini hari pertamaku kerja part time di toko keranjinan di dekat sekolah. Kamu masih ingat kan aku pernah melamar ke sana? Akhirnya aku diterima, lumayan kan memiliki kegiatan yang bermanfaat sekaligus dapat gaji hehe

Pulang dari sana aku mampir dulu ke Maji Burger karena belum sempat makan malam. Setelah memesan dan membawa nampan aku pun segera duduk di kursi dekat jendela. Belum satu gigitan burger tertelan, aku langsung tersedak karena baru sadar ada orang di depanku. Tahu ga ry siapa? Tentu saja laki-laki yang membuat wajahku langsung memerah menahan malu saat itu juga. Siapa yang tidak malu tersedak burger di depan orang yang disukai.

Setelah minum dan menenangkan diri, aku pun bertanya kenapa Ia tiba-tiba duduk di depanku. Ia malah menjawab sudah berada di sana sebelum aku datang. Gila! Kok aku tidak tahu. Setelah itu kami ngobrol sekedar dan aku baru tahu Ia sangat menyukai vanilla milkshake di tempat ini. Yang membuatku heran tumben Ia sendirian. Ternyata sahabatnya pulang duluan karena tiba-tiba sakit perut dan tidak tahan berada di dekat Nigou. Sangat tidak gentle, badan tinggi besar begitu takut sama anjing kecil yang lucu. Btw, sahabatku tahu tidak ya? Hihi

Hoam sudah jam segini, yaudah deh aku tidur.

Oyasumi ry... ^^

.

.

.

TBC


Ternyata menulis itu tidak mudah ya, satu chapter itu mati-matian banget memeras otaknya. Jadi makin kagum sm author senior, gini ya perjuangannya :')

Untuk Rey Ai, terima kasih banyak reviewnya, author juga menyadari chapter 1 sangat 'boring'. Jadi di chapter ini sebisa mungkin ditulis agar tidak boring walau malah jadi garing. Huhu maaf banget ya:(

Silahkan tinggalkan review untuk yang berkenan, satu review kalian sangat membantu kehidupan author.