Tittle: 49 Days Mission

Summary: 49 hari waktu sehun untuk melindungi Chanyeol dari godaan Baekhyun, mampukah Sehun menjalankan misinya?

Main Cast:

Park Chanyeol

Oh Sehun

Ahn Jaehyun

Other Cast:

SM Town

Cameo:

Kim JongIn

NCT U

Warning: BoysLove, Chanhun, Uke! Sehun.

Genre: Romance, Fantasy

DILARANG KERAS MEMPLAGIAT FF INI, JIKA

INGIN COPY BISA IZIN KE PENULIS

Oleh : hanhyewon357 a.k.a Hye

Ff ini terinspirasi dari Peran Kim Saeron di

Hi School Love On dan Nam Gyuri di

49Days.

.

.

.

.

.

CAST AKAN BERTAMBAH DAN BERKURANG

DISETIAP CHAPTERNYA

CHAPTER 01

...

Teriakan riuh memenuhi salah satu stasiun televisi terkemuka di Seoul. Ruangan itu sangat ramai, penontonnya saling berdesak-desakan. Tapi tidak dengan sosok bersinar yang berada diruangan itu, dia mempunyai tempat yang sangat pas untuk menonton acara itu.

Enam orang remaja pria baru saja memasuki ruangan itu dan langsung disambut dengan teriakan fans-fans mereka. Sosok bersinar itu tidak bersuara, dia sedang memperhatikan wajah-wajah idol remaja itu. Mungkin kalau sosok bersinar itu manusia, usia mereka mungkin sama. Ah tidak-tidak, sosok itu mungkin akan menjadi maknae di grup itu.

Sosok bersinar itu berdiri di hadapan salah satu dari ke enam anggota boygrup itu. Nama boygrup itu NCT U, anak asuhan SM Entertainment.

Sosok itu memperhatian salah satu member dari dekat. "Wah matanya lucu hihihi seperti mata mama. Hidungnya kecil dan ooh dia malu-malu, padahal dia yang paling tua diantara mereka." Sosok bersinar itu berceloteh sendiri, sesekali berkedip lucu. Sangat mengemaskan.

Sling~~~

Munculnya sesosok makhluk bersinar dihadapan sosok makhluk bersinar yang pertama.

"Angel." Panggil sesosok makhluk bersinar seperti yang pertama tadi. Sosok itu lebih tinggi darinya, berpakaian formal dengan sebuah buku tebal di tangan kirinya.

"Huwaaa... Master Ahn." Kaget si sosok bersinar. Ah bagaimana kalau kita memanggilnya 'Angel' saja.

"Sedang apa kau disini? Kenapa tidak menjalani tugasmu?" Tanya sosok bersinar yang tinggi. Kita panggil saja 'Master Ahn'.

"Aah... Aku lelah Master. Kau tahu? Pagi ini aku sudah menjemput tujuh jiwa dan salah satu diantara mereka sangat nakal. Dia tidak mau mengikutiku, katanya ingin disini saja. Dia ingin melihat siapa saja yang menangis dihari pemakamannya nanti, baru setelah itu dia mau ikut denganku." Keluh Angel.

Master Ahn tenang-tenang saja mendengar keluhan si Angel itu.

Angel bergeser sedikit agar bisa melihat NCT. Perhatian Angel kembali teralih ke boygrup tadi. Mereka berenam sedang bernyanyi dan menari. Dan Angel mengikutinya.

"Coba di Istana ada seperti ini, aku pasti akan ikut mendaftar." Kata Angel bersemangat mengikuti lagu boygrup itu.

Pletak.

"Aah sakit Master." Tangan putihnya mengusap kepalanya yang dijitak oleh Master Ahn.

"Cukup senang-senangnya Angel, kerjakan tugasmu sekarang. Bukumu bersinar."

"Tidak mau. Master saja yang menjemputnya, aku masih mau disini."

Masker Ahn menatap Angel datar, yang ditatap tenang-tenang saja. Malahan sedang menari mengikuti gerakan boygrup itu.

"Kemarikan bukumu." Pinta Master Ahn. Angel langsung menyerahkannya tanpa bertanya apa-apa.

"Taeil hyung ayo aegyo lagi, aah dia sangat imut. Bagaimana kalau aku menculiknya nanti." Celoteh Angel.

Master Ahn terlihat sedang melakukan sesuatu dengan buku Angel.

"Ini." Master Ahn mengembalikan buku Angel dan Angel menerima dengan senang hati.

"Jika bukumu bersinar lagi, kau harus menjemputnya. Jika tidak, aku akan menghukummu." Ujar Master Ahn. Angel mengangguk semangat dan dengan kekuatan eyesmilenya, Masker Ahn tersenyum tipis kemudian menghilang.

"Master, aku menyayangimu. Terima kasih." Teriak Angel.

"Menyayangiku ya?" Gumam Masker Ahn diantara kerumukan manusia-manusia itu. Dan akhirnya dia menghilang sempurna.

.

Diatas gedung sebuah sekolah terlihat sedang terjadi perkelahian antara dua orang siswa, ditemani sesosok bersinar gelap dengan setelan jubah hitam dan tudung kepala. Sosok itu sedang menggoda salah diantara remaja itu.

...

Angel mengikuti alunan musik dan menari, sesekali ia bernyanyi.

Klatak klatak klatak.

Angel menghentikan acara menarinya dan sedikit menggerutu melihat buku yang ada ditangannya.

"Siapa gerangan manusia menyebalkan yang

mati di tengah kesenanganku Hah?"

Klatak klatak klatak.

Buku di tangannya bergoyang sedemikian rupa sebelum akhirnya angel membukanya dan muncullah sinar menyilaukan dari dalam buku tersebut. Kemudian muncul gambar seorang pria berseragam SMA bernama Park Chanyeol dalam buku itu. Buku kematian namanya.

"Siapapun kau maafkan aku, karena terpaksa aku akan menjemputmu semoga kematianmu mudah ya."

Sling~~~

Dalam sekejap Angel telah sampai di atap gedung sekolah, dimana Si kulit kecokelatan dan Si mata besar bertengkar. Posisi mereka sangat menakutkan, Si kulit kecokelatan nampak mendesak si mata besar ke sudut atap sekolah yang tidak diberi pengaman.

"Pantas saja ada anak iblis disini, tentu akan

terjadi kematian yang mengerikan" Angel memandang sosok berjubah hitam yang dengan seenaknya duduk di bahu siswa berkulit kecokelatan.

Sosok berjubah hitam itu menghilang dan

muncul lagi tepat dihadapan Angel. "Aku baik kan? Aku memberimu pekerjaan."

"Ya ya ya... menyingkirlah dan biarkan aku

menjalankan tugasku." Angel nampak beringsut maju, mendekati dua siswa bodoh yang bertengkar di atas atap dan merutuki kebodohan salah satu dari mereka yang terayu oleh bisikan Iblis.

"Kau harus mati Park Chanyeol." Si kulit

kecokelatan mendorong si mata besar, membuat si mata Besar terkejut dan berpegangan pada seragam yang dikenakan si kulit kecokelatan. Membuat si kulit kecokelatan ikut terjatuh.

Angel yang melihat kejadian itu segera mengulurkan tangannya, yang mati adalah salah satu diantara mereka, bukan keduanya.

BRUAKKK!

Angel berhasil menarik salah satu dari mereka dan satu lagi sudah terbaring dengan posisi janggal di bawah sana dan darah keluar dari beberapa bagian tubuhnya.

Angel nampak terpejam dan diatasnya ada sosok babak belur yang berhasil Ia tarik tadi. Mereka sama-sama terpejam. Disamping mereka terpejam, buku kematian itu bersinar yang awal menunjukkan gambar Park Chanyeol kini beralih menunjukkan gambar Kim Jongin dan buku itu menghilang dalam sekejap.

Perlahan sinar dari tubuh Angel meredup dan muncul kalung berbandul sayap di leher putihnya. Jika kalian memperhatian kalung itu baik-baik, sayap dari bandul itu berwarna merah darah.

Orang-orang disekitar tempat kejadian itu lari berkumpul dan melihat tiga orang manusia dengan posisi berbeda.

"Kenapa kau melakukan kesalahan yang fatal Angel?" Gumam Master Ahn. Dia menatap sedih ke arah Angel yang kini telah berubah menjadi manusia. Disamping Master Ahn ada jiwa Kim Jongin yang baru saja ia jemput. Dan mereka pun menghilang.

"Angel bodoh!" Umpat sosok bersinar gelap. Ia iblis yang menggoda Kim Jongin tadi.

Apa yang Angel lakukan, itu semua telah menjadi awal mula takdirnya di bumi dan secara tidak sengaja ia telah merubah takdir Park Chanyeol. Namja yang ia selamatkan dari takdir kematiannya.

.

"Enghh..." Lenguh Angel. Perlahan kedua matanya terbuka dan objek pertama yang ditangkap oleh matanya adalah seorang remaja pria yang tampan, bermata besar, hidung yang mancung, bibir bawahnya sedikit tebal namun sexy dan sepasang telinga yang lucu. Seperti telinga elf, teman Angel di Istana. Di wajah remaja itu terlihat beberapa luka yang sudah diobati, bagian dahinya di perban.

Angel menggedipkan matanya beberapa kali untuk memperjelas penglihatannya. Remaja itu menatapnya. 'Bagaimana bisa? Aku kan tidak bisa terlihat oleh manusia?'

"Kau tidak apa-apa?" Tanya remaja pria itu.

Kening Angel berkerut lucu. "K-kau bisa melihatku?" Bukannya menjawab, Angel malah balik bertanya.

Remaja itu terkekeh pelan. "Pertanyaan yang aneh. Tentu saja aku bisa melihatmu. Kau tidak apa-apa?" Remaja itu memperhatikan gerak-gerik Angel.

Remaja berkulit putih yang berada dihadapannya ini sedikit aneh, seperti orang linglung dengan pertanyaan yang aneh. 'Apa karena menolongku dia jadi lupa ingatan?'

Angel menutup kedua matanya. 'Mama, Master Ahn tolong aku. Huweee... Kenapa dia bisa melihatku? Ah, apa dia sudah mati? Ah iya, yang bisa melihatku kan hanya jiwa-jiwa yang sudah mati saja.'

Remaja yang menunggui Angel itu menyerngit. "Hei, kau tidak apa-apa? Apa kepalamu sakit? Tunggu disini, akan ku panggilkan dokter." Ujar remaja bertelinga elf itu. Ia langsung berlari memanggil dokter.

'Dokter itu apa? Aku mau mama dan Master Ahn saja. Huweee...' Angel menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Disudut ruangan itu ada sesosok makhluk bersinar yang memandangnya sedih. Perlahan sosok itu menghilang entah kemana/?.

.

Setelah dokter datang memeriksa keadaan Angel, dokter menyimpulkan jika Angel terkena amnesia karena ia tidak ingat apapun. 'Tentu saja, aku kan malaikat bukan manusia. Jadi mana aku tahu tentang manusia.'

Dokter sudah mengijinkannya pulang maka remaja yang menunggui dirumah sakit mengajaknya pulang. Oh ya, nama remaja itu Park Chanyeol. Dia adalah orang yang Angel selamatkan dan karena kejadian itu Angel mengorbankan sayap dan tahtanya.

"Jadi siapa namamu?" Tanya Chanyeol. Mereka sudah berada di dalam apartement Chanyeol.

"Aku tidak tahu. A-aku lupa." Jawab Angel. Ia memainkan jari jemarinya dengan perasaan gelisah. 'Bagaimana ini? Aku telah berbohong, artinya aku telah melakukan dosa. Ya Tuhan, maafkan aku. Master Ahn tolong aku, ku mohon.'

Chanyeol sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Angel. "Ah, kau pasti lelah. Ayo istirahat, maaf jika aku membuatmu tidak nyaman."

Angel mengangguk patuh dan Chanyeol mengantarnya ke kamar tamu tepat disebelah kamarnya.

"Mulai sekarang ini adalah kamarmu, masuklah dan anggap saja kamar sendiri. Semoga kau suka, aku permisi dulu. Besok aku harus sekolah, jadi aku harus tidur sekarang. Selamat malam." Kata Chanyeol tergesa-gesa. Entahlah, ia gugup atau bagaimana/?.

Angel memasuki kamar barunya dan duduk ditepian ranjang sambil memandang keluar jendela. Kamar ini cukup nyaman untuk ditempati, Angel tersenyum tipis. Manusia yang ia tolong ternyata baik, tidak sia-sia ia menolongnya kemarin.

Sling~~~

Muncullah sosok makhluk bersinar disamping Angel dan itu sukses membuatnya terlonjak kaget.

"Master Ahn." Bisik Angel.

"Kau bisa melihatku?" Tanya Master Ahn dan Angel mengangguk sebagai jawabannya.

"Baguslah! Aku akan menjelaskan peraturan selama kau menjadi manusia."

"Master, aku ingin pulang."

"Kau tidak bisa pulang."

"Kenapa?"

"Karena sayapmu hilang sewaktu menyelamat manusia itu dan jika kau ingin kembali maka kau harus menjalankan misi."

"Misi? Misi apa Master?"

"Lindungi manusia yang kau selamatkan itu. Jika dia melakukan kesalahan maka dua bulu sayapmu akan hilang dan jika dia melakukan kebaikan maka bulu sayapmu yang hilang akan tumbuh kembali. Perhatikan kalung yang kau pakai." Angel memperhatikan kalung berbandul sayap yang berwarna merah darah.

"Kalung itu adalah pengganti sayapmu yang hilang, kau harus menjaganya dan tidak boleh kau lepas. Warna merah darahnya akan pudar jika bulu sayapmu hilang dan akan kembali berwarna jika bulu sayapmu tumbuh. Dan yang paling penting, jangan beritahu siapa dirimu sebenarnya. Jika manusia mengetahui tentang jati dirimu maka kalung itu akan bersinar dan kau akan merasa kesakitan. Mengerti?" Jelas Master Ahn.

"Aku mengerti Master. Tapi bagaimana caranya aku melindungi dia? Aku tidak tahu kapan ia akan melakukan kesalahan dan kebaikan. Aku harus bagaimana?"

Master Ahn mengelus rambut halus Angel, namun tidak bisa. Ia tersenyum tipis. "Kesalahannya adalah mendekati dan tergoda oleh iblis dan kebaikannya adalah menjauh darinya."

"Bagaimana aku bisa bisa melindunginya jika aku tidak punya kekuatanku yang dulu. Aku tidak tahu yang mana iblis dan yang mana manusia. Tolong aku Master."

"Kau bisa Angel. Ah dan satu lagi, waktumu disini hanya empat puluh sembilan hari, selesaikan misimu dengan baik dan kembalilah. Aku menunggumu."

'Hanya empat puluh sembilan hari?' Angel menggenggam bandul kalungnya.

"K-kenapa hanya empat puluh sembilan hari? Itu sangat singkat. Bagaimana jika selama itu aku tidak bisa menyelesaikan misiku? Bagaimana jika bulu sayapku semuanya hilang? Bagaimana jika aku- j-jika aku-" Angel menunduk dan menangis. Master Ahn ingin memeluknya namun tidak bisa, status mereka berbeda sekarang.

"Hei tidak usah menangis. Aku yakin kau pasti bisa, aku akan membantumu jika aku bisa. Dan misimu dimulai seminggu dari sekarang." Angel mengangguk lalu menghapus airmatanya.

"Terima kasih Master, aku menyayangimu." Angel tersenyum manis.

Kalimat yang selalu Angel ucapkan pada Master Ahn, namun ia tidak pernah membalasnya.

"Sama-sama Angel dan aku tahu kau menyayangiku. Aku pergi dulu, jaga dirimu."

Angel mengangguk paham. "Jaga dirimu juga dan sampaikan pada Mama, aku merindukannya."

"Akan ku sampaikan." Dan Master Ahn pun hilang.

Angel membaringkan tubuhnya dan mengelus bandul kalungnya. "Aku akan menjagamu."

...

Setelah memasuki kamarnya Chanyeol merenung. Dia amat penasaran dengan remaja berkulit putih susu itu. Remaja itu menyelamatkannya dan dia amnesia karena insiden itu.

"Aku harus memanggilnya apa? Dia amnesia, tidak ada satupun yang ia ingat dan pakaiannya terlihat mahal. Apa dia anak satu salah pengusaha sukses disini? Jika iya, pasti media sudah heboh mencarinya tapi ini baik-baik saja, malahan berita ku dan Jongin yang muncul." Chanyeol membuang nafas kasar. Kepala sakit memikirkan remaja itu.

"Apa aku bawah ke kantor polisi saja? Ah tidak-tidak, nanti aku bertemu paman Wu disana."

Chanyeol membaringkan tubuh kemudian mengambil earphonenya dan mulai mendengar lagu. Memikirkan remaja putih susu itu nanti saja, sekarang kepalanya sakit karena terlalu banyak pertanyaan yang hinggap di otaknya.

.

Angel bangun dari tidurnya ketika mendengar suara derasnya hujan diluar sana. Jam di meja nakasnya menunjukan pukul 05.45 AM.

Setengah menunggu selama lima menit, Angel bangun dan mengambil handuk lalu bersiap untuk mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian Angel berjalan keluar kamar menuju pantry.

Ia memakai pakaian yang ada di dalam lemari pakaian yang ada di kamar, di dalam sana terdapat pakaian dan dalaman, mungkin sengaja disiapkan oleh Chanyeol untuk dirinya atau itu pakaian-pakaian milik Chanyeol yang sudah tidak pas untuknya dan ia menaruhnya disana.

"Aku lapar." Keluhnya.

Kalau di Istana semua telah terhidang dengan sempurna tapi sekarang tidak. Ini bukan di Istana, ini Bumi. Ia harus mandiri disini, tidak boleh manja seperti di Istana dulu. Dan soal namanya apa dia harus memakai nama aslinya seperti di Istana atau nama baru?

Cklek

Chanyeol keluar dari kamarnya dan langsung disambut dengan wajah melamun Angel.

Chanyeol berdehem untuk mengembalikan Angel dari lamunannya. Angel pun tersadar dan langsung tersenyum malu.

"Tidak baik melamun di pagi hari." Kata Chanyeol.

"Maaf. Ah, selamat pagi Chanyeol."

"Selamat pagi Milky."

Karena kulit Angel yang putih bagaikan susu dan salju, Chanyeol memutuskan untuk memanggilnya 'Milky'.

Angel memiringkan kepalanya dan menatap Chanyeol bingung. "Siapa Milky?" Tanyanya.

"Tentu saja kau. Itu panggilanku untukmu, karena kau tidak mempunyai nama. Emh, kau pasti lapar. Tunggu ya aku akan masakan sesuatu untuk kita sarapan."

Angel menangguk senang. "Terima kasih Chanyeol."

"Sama-sama."

Chanyeol pun memasak nasi goreng dengan potongan bakso ikan, di temani Angel tentunya.

Setelah sarapan mereka memutuskan untuk bermain game. Keputusan Chanyeol lebih tepatnya. Chanyeol tidak sekolah hari ini, ia mendapat hukuman dari sekolahnya atas kasusnya kemarin.

"Chanyeol."

"Iya Milky."

"Bolehkah aku bertanya?"

"Apa?"

"Ehm kenapa kau menerimaku tinggal disini?"

Chanyeol mempausekan gamenya, lalu menatap Sehun. "Sebelumnya aku minta maaf, karena aku kau amnesia. Jika aku tidak menerimamu tinggal disini, kau akan tinggal dimana nanti? Aku tidak mungkin membiarkanmu diluar sana, sangat berbahaya untukmu. Dan karena aku tinggal sendiri makanya aku mengajakmu tinggal disini, sudah setahun aku tinggal sendiri dan aku butuh teman sekarang."

Angel tersenyum. 'Ternyata Chanyeol memang baik.'

"Terima kasih, kau sudah mau menerimaku disini."

Chanyeol menangguk dan tersenyum lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi, putih dan bersih.

"Gigimu bagus." Puji Angel.

"Aku rajin merawatnya dari kecil sampai sekarang." Chanyeol terkekeh. Jarang-jarang ada yang memuji giginya, biasanya jika ia tersenyum lebar seperti tadi orang yang melihatnya pasti akan mengatainya dengan katanya yang sudah familiar di telinganya.

"Chanyeol, terima kasih juga untuk pakaiannya."

Chanyeol memperhatikan pakaian yang dipakai Angel dan tersenyum kecil. "Sama-sama, tidak usah sungkan. Pakaian-pakaian itu kiriman ibuku tapi ukurannya kecil jadi tidak pas untukku dan aku menaruhnya di lemari yang ada dalam kamarmu. Semuanya milikmu sekarang."

"Kau baik sekali, terima kasih ya." Angel langsung memeluk Chanyeol dan yang dipeluk terdiam sesaat sebelum membalas pelukan teman barunya itu.

"Kau jauh lebih baik dariku, karena sudah menyelamatkan nyawaku. Terima kasih Milky, terima kasih banyak." Chanyeol memeluknya gemas.

"Oh ya karena kau belum memiliki nama jadi aku mencarikanmu nama-nama yang bagus yg bisa kau pilih untuk menjadi namamu." Chanyeol melepaskan pelukan tersebut dan mengutak-atik ponselnya. Angel menatapnya penuh minat. Ia akan mempunyai nama sebentar lagi.

"Nah! Ini dia, ayo silahkan kau pilih dan aku akan menilainya nanti." Chanyeol memberikan ponselnya kepada Angel.

Sementara Angel memilih nama, Chanyeol melanjutkan gamenya.

"Oh Se Hoon." Ejah Angel. Chanyeol menoleh. "Nama yang bagus, kau suka?"

"Sangat suka!"

Chanyeol menatap Angel lalu tersenyum. "Mulai sekarang namamu adalah Oh Se Hun. Sehun." Kedua tangan Chanyeol berada di bahu Angel.

Angel menyerngit. "Namaku Oh Se Hoon, Sehoon. Bukan Sehun." Kata Angel kemudian berkedip. 'Itu kan? Astaga! Itu kan... B-bagaimana ini?' Diam-diam Angel melirik kalungnya.

Chanyeol menggeleng. "Aku lebih suka dengan Oh Se Hun daripada Oh Se Hoon. Jadi Oh SeHun saja ya?" Tanpa sadar Chanyeol mencondongkan badannya ke arah Angel dan itu sukses membuat wajah Angel memerah malu. Jarak mereka begitu dekat, jantungnya mendadak berdebar aneh.

"B-baiklah." Angel mengangguk pelan menyetujui permintaan Chanyeol.

"Nah, mulai sekarang namamu adalah Oh Sehun. Hi Sehun." Ucap Chanyeol bersemangat.

"H-hi Chanyeol. B-bisakah kau menjauh sedikit?"

Setelah sadar dengan posisinya dan Sehun, Chanyeol langsung menarik diri dan tersenyum malu. Pipinya dan Sehun bersemburat merah muda, dan jantung keduanya berdebar aneh, tidak seperti biasanya.

Setelah hening beberapa detik, Chanyeol berdehem membuat Sehun menoleh.

"Ayo berkenalan." Ajak Chanyeol dan langsung disetujui oleh Sehun.

Sehun mengulurkan tangannya, tak lupa senyum yang selalu menghias bibirnya. "Aku Oh Se Hun, kau bisa memanggilku Sehun. Ayo berteman."

Chanyeol menyambut uluran tangan Sehun, menjabatnya erat. "Aku Park Chan Yeol, kau bisa memanggilku Chanyeol. Kita teman sekarang." Chanyeol tersenyum senang. Dan merekapun tertawa bersama.

.

.

.

.

.

To be continue

hanhyewon357 | ohsanie (sengaja dibuat gitu, soalnya Jongin cuma cameo) | Arseh | | siensien | MinnieWW | sehunaprilia | HilmaExotics | exolweareone9400 | raikloss | BubbleLavender (Jongin mati karna takdir. Beda dong) | (iya bener kok) | chanhun's daughter | chuapExo31 | | sinABAikhazuna11794 x 94kwon Rin | Halona Jill |

Hi, Hye in here.

Ini adalah Fanfiction kolaborasi antara hanhyewon357 a.k.a Hye dan mikinionjy6113 a.k.a JY

Aku mengganti kata 'Surga' dengan 'Istana'. Jadi jika kalian menemukan kata 'Istana' itu artinya 'Surga'. Dan sosok Angel itu adalah Sehun.

Gimana chap 1nya? Bagus? Jelek? Standart?

Ok silahkan tuangkan keluh kesah kalian di kolom review. Jangan sampe lupa ye?

Bye... Sampe ketemu di chap 3.

Selasa, 19 April 2016.

12.23 AM