Yow Minna ~ Akhirnya FIC GaaraNeji yang kedua. Hohohoho.
Terima kasih pada para reader karna sudah membaca fic ini. Dan juga untuk Mi-Kharin, sierrafujoshiakut, amakuchame2, Kurayami Akuma , dan Moncell yang telah mereview.
Biar tidak membuang – buang waktu, silahkan dibaca minna~
Cekidot!
NARUTO
Love Come Secretly
Pairing: Boy x Boy
Gaara x Hyuuga Neji
Rate: T
Disclamer Masashi Kishimoto
Teng Teng Teng
Bel istirahatpun berbunyi, beberapa murid nampak pergi kekanti ataupun memakan bekal yang mereka bawa. Sasuke lalu mengambil tas jinjingnya dan bangkit dari kursinya. Neji yang melihat Sasuke berjalan melewatinya ikut berdiri dan berjalan mengekori Sasuke keluar kelas. Saat mereka berjalan keluar kelas tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka tajam.
Sasuke menaiki tangga menuju atap bersama dengan Neji yang kini berada disampingnya. Sasuke membuka pintu atap dan duduk didekat pagar pembatas. Neji duduk disamping Sasuke lalu mengeluarkan bekal Sasuke dan meletakkan minumnya. Sasuke mengambil kotak bekalnya dan mulai melahap isinya.
"Neji, bagaimana menurutmu?" Tanya Sasuke sambil menyuapkan telur gulung kedalam mulutnya.
"Untuk seorang pemimpin klan Namikaze dia agak berbeda Sasuke – sama." Neji tampak berfikir sejenak. "Tatapan matanya dingin. Tapi saat melihatku, matanya nampak terkejut."
"Aku juga berfikit demikian. Pertama kali bertemu dengannyapun aku sama sekali tidak bisa membaca apa yang dipikirkannya." Sasuke menaruh bekal yang sudah kosong kemudian meminum jusnya.
"Kalau begitu saya akan kembali kekelas dan mencoba untuk berteman dengannya." Neji memasukkan kotak bekal yang sudah kosong, serta minuman yang masih tersisa sedikit. Neji kemudian berdiri, tapi gengaman ditangannya membuat pemuda Hyuuga itu menoleh dan mendapati onix Sasuke menatapnya tatapan yang tak bisa diartikan.
"Berhati – hatilah Neji." Pinta Sasuke pada Neji.
"Baik Sasuke – sama."
Sasuke merebahkan tubuhnya. Pertama kali Neji dating kekediaman Uchiha adalah 6 tahun yang lalu. Sang kakak yang membawanya tinggal bersama.
-Flashback 6 tahun lalu kediaman Uchiha –
Sasuke sedang bermain ditaman rumah saat dilihat sebuah mobil berwarna hitam dengan perlahan memasuki areal rumah dan berhenti didepan terasnya.
"Itachi – nii!" teriak Sasuke sambil menghampiri mobil hitam tersebut. Pintu kemudi terbuka, menampilkan sosok pemudan berambut hitam berkuncir.
"Sasuke."pemuda bernama itachi itu membelai rambut sang adik.
"Aniki tumben pulang cepat. Ada apa?" pertanyaan Sasuke membuat Itachi menghentikan kegiatannya dan menolehkan pandangan kekursi penumpang. Dibukanya pintu itu menampilkan sosok yang sedang tertidur dengan nyamannya.
"Siapa dia?" Tanya Sasuke saat melihat pemuda seusia sedang tertidur dimobil sang kakak.
"Ah, dia Neji. Mulai sekarang akan tinggal bersama kita disini." Ucap Itachi lalu menggoyangkan bahu Neji agar pemuda itu bangun. Akhirnya dengan perlahan pemuda itu membuka matanya, menampilkan iris violetnya yang membuat Sasuke untuk sesaat terpana.
"Kenapa dia tinggal disini?, memang keluarganya dimana?"
"Sasuke…" sang kakak berusaha agar sang adik tidak bertanya lagi sebelum sebuah suara isakan terdengar dari arah pemuda bernama Neji itu.
"Hiks. Mereka telah meninggal. Mereka ditembak. Hiks." Wajah putihnya dibanjiri air mata yang
Itachi mencoba menenangkan Neji yang menangis seperti
Itachi dan Neji berjalan memasuki rumah diikuti oleh Sasuke yang mengekor dari belakang.
"Neji, aku akan menurunkan barang – barangmu. Sementara itu Sasuke akan mengantarmu kekamar."
"Kenapa aku?" Sasuke tidak terima disuruh – suruh begitu oleh sang kakak.
"Ayolah Sasuke. Atau kau ingin menurunkan barang – barang Neji dan membawanya kekamar."
Sasuke memikirkan harus membawa beberapa koper menaiki tangga menuju lantai 2. Itu sangat melelahkan. Lebih baik sang kakak yang mengerjakannya.
"Hn."
"Bagus." Itachi berjalan kembali menuju mobil, sedangkan Sasuke kemudian berjalan menaiki tangga. Merasa tidak ada yang mengikutinya Sasuke lalu berbalik dan melihat Neji yang masih berdiri dan melihat kepintu masuk.
Sasuke kembali turun menghampiri Neji "Ayo. Akan aku tunjukan kamarmu."
"Tapi.."
Sasuke menarik tangan Neji lembut. Kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar kosong disebelah kamar Sasuke. Sasuke memutar pintu dan sebuah kamar dengan nuansa violet mendominasi kamar tersebut. Itachipun dating sambil membawa sebuah koper berwarna coklat dan meletakkan koper tersebut dikaki ranjang.
"Nah ini kamarmu Neji." Ucap Itachi sambil membelai rambut panjang Neji.
"Trima Kasih. Itachi – san."
"Tak perlu sungkan." Itachi kemudian berjalan menuju jendela dan membukanya. Membiarkan angin sepoi – sepoi memasuki kamar itu. "Kau mau istirahat lagi?, perjalanan ke Konohan pasti melelahkan."
Tanpa bicara lagi Neji kemudian naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya kembali.
Itachi kemudian menyelimuti tubuh itu lalu menghampiri Sasuke. Itachi belutut didepan Sasuke dan menggengam tangan mungilnya.
"Sasuke apa kau bisa berjanji satu hal pada aniki?" Pinta sang kakak
"Apa itu?"
"Neji akan tinggal disini. Dan saat dia berumur 16 tahun, dia akan bersekolah bersamamu."
"Kenapa harus menunggu sampai umur 16 tahun?, kenapa tidak sekarang saja?" Tanya Sasuke dan dibalas gelengan oleh Itachi.
"Tidak bisa. Sekarang akan sangat bahaya jika dia kembali kemasyarakat. Untuk saat ini, dia akan aman jika berada dirumah." Itachi menjelaskan dengan sangat seksama pada Sasuke agar sang adik paham.
"Karna saat Neji berumur 16 tahun dia akan melaksanakan tugas yang berbahaya dan aku ingin kau membantunya." Ucap Itachi pada akhirnya sebelum melepaskan tangannya dan mengajak Sasuke untuk keluar dari kamar. Meninggalkan Neji yang tertidur dengan nyenyak.
- Flashback End -
- XXXXX -
Naji lebih dulu kembali kedalam kelas, sedangkan Sasuke memilih untuk beristirahat diatap. Pimpinan Namikaze itu sama sekali tidak suka berbaur. Berbeda dengan Sasuke yang sangat akrab dengan teman – temannya walau beliau hanya menjawab pertanyaan mereka dengan "HN" andalannya. Neji melihat Gaara sedang duduk dimejanya dan berbincang – bincang dengan pemuda berambut kuning yang tadi ditemuinya saat diruang loker.
Neji duduk dibangkunya dan memandang keluar jendela. Langit yang berwarna biru sangat tenang jika berbaring dibawahnya.
"Hoi Neji!" panggilan dari arah sampingnya membuat Neji mengalihkan pandangannya dan melihat seorang pemuda dengan model rambut seperti mangkok tengah tersenyum lima jari padanya.
"I-iya." Neji agak kanget dengan apa yang dilihatnya. Seorang pemuda dengan potongan rambut bob dan senyum lima jari. Mengalahkan pemuda bernama Naruto itu.
"Jangan canggung begitu. Aku hanya ingin menyapamu." Ucap pemuda itu sambil duduk dikursi yang ada didepan meja Neji.
"Namaku Rock Lee. Dan kau bisa memanggilku Lee." Ucap pemuda bernama Lee tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Senang berkenalan denganmu Lee."
"Nah aku ingin mengenalkan teman – temanku padamu." Lee melambaikan tangannya pada dua orang pemuda diluar kelas. Seorang pemuda berambut seperti nanas dan seorang pemuda berambut coklat dengan tato segitiga terbalik dimasing – masing pipinya. Mereka langsung masuk kedalam kelas dan berdiri disamping meja Neji.
"Dia Shikamaru orang terpintar dikelas ini selain Sasuke." Tunjuk Lee pemuda bermbut nanas. "Dan dia Kiba. Pemuda pecinta anjing."
"Apa maksudmu pencinta anjing, Hah!." Kiba mendelik pada Lee.
"Tentu saja pencinta anjing. Kau kira apa namanya jika kau memelihara hampir 10 ekor anjing dirumahmu." Kali ini Lee balas mendelik pada Kiba. Tampak kilat terpercik diantara mata mereka.
"Kalian menyusahkan." Shikamaru hanya menguap dan duduk dimenja yang ada disamping meja Neji.
Tanpa mereka sadari Sasuke telah berjalan memasuki kelas dan berdiri dibelakang Lee.
"Apa yang kalian lakukan terhadap Neji?" Ucap Sasuke dengan nada rendah yang membuat Lee menoleh patah – patah pada Sasuke yang ada dibelakangnya.
"Ka – kami hanya ingin mengajak Neji kekaraoke. Kau ikut?" Lee hanya nyengir kuda saat melihat Sasuke menatapnya tajam.
"Aku tidak tertarik Lee." Sasuke berjalan menuju kekursinya dan duduk sambil menatap keluar jendela.
"Padahal akan menarik jika kau ikut." Kiba nampak kecewa dengan jawaban Sasuke. "Hei bagaimana dengamu Neji?." Kiba langsung beralih kembali kepada pemuda bermbut panjang itu.
"Kalau Sasuke – sama mengizinkan."
"Eh?, kenapa kau memanggil Sasuke dengan embel – embel "Sama"?" Ucap Lee membuat Neji menutup mulutnya rapat.
DEG
Neji menatap Sasuke dengan pandangan patah – patah.
"Hukuman karna kalah main game." Kali ini Sasuke berucap sambil sambil menyamankan duduknya.
"Kalian aneh." Ucap Kiba lalu beralih memandang Gaara.
"Hei Gaara, ayo kita karaoke." Kiba berjalan menuju Gaara dan mengajak pemuda berambut merah itu. Gaara memandang Kiba sebelum memandang Neji dan kembali memandang Kiba.
"Maaf. Aku tidak bisa Kiba."
"Baiklah. Mungkin lain kali." Kiba pasrah karna tak berhasil mengajak Gaara kekaraoke. Sudah lima kali Kiba mengajak Gaara kekaraoke dan ini kelima kalinya dia gagal.
Neji yang melihat Gaara sembat memandangnya kemudian berbisik pada Sasuke. Sasuke hanya mengangguk sebelum memanggil Kiba dan berbisik pada pemuda itu.
- XXXXX -
Teng Teng Teng
Jam pelajaran terakhir berbunyi membuat semua murid duduk dikursinya masing – masing.
Neji berjalan menuju tempat parker. Dan disaat yang sama Gaara dengan jaket hitamnya berjalan menuju tempat parker dimana sebuah motor ninja merah terparkir dengan sempurna.
Neji berjalan menghampiri Gaara saat pemuda itu hendak memakai helem yang ada diatas motornya, menarik lengan jaket pemuda Namikaze itu hingga membuatnya berbalik menatap Neji.
"Hei, bisa bicara sebentar?." Pinta Neji membuat Gaara sedikit melebarkan bola matanya. Neji yang menyadari perubahan wajah pemuda didepannya hanya bisa menaikan sebelah alisnya.
"Kenapa dengannya." Batin Neji.
Gaara menaruh helmnya lalu menatap Neji. "Apa yang kau inginkan?" ucap pemuda itu akhirnya.
"Aku baru dikota ini, jadi aku ingin minta bantuanmu untuk mengantarku berkeliling." Pinta Neji pada pemuda didepannya.
"Kenapa tidak dengan Sasuke?"
"Dia ada urusan dengan Shikamaru. Jadi aku tidak bisa merepotkannya." Kali ini Neji berharap ucapannya dapat meluluhkan pemuda itu.
Gaara menghela nafas kemudian memakai helm dan naik kemotornya. "Naiklah."
Neji yang mendengar hal itu langsung naik. Neji bingung harus berpegangan dimana. Pasalnya dia tak pernah berboncengan dengan seorangpun selama 6 tahun terakhir ini. Gaara yang melihat Neji belum berpegangan sama sekali meraih kedua tangannya dan memposisikan memeluk pinggang Gaara.
"Pegangan yang kuat." Ucap Gaara lalu menghidupkan mesin motornya dan melaju mengiggalkan lapangan sekolah.
- TBC -
Maaf minna, saya belum bias memberitahu maksud perkataan Neji dichapter 1 tersebut. Ahhh~ sekali lagi saya minta maaf. Akan saya usahakan untuk terjawab dichapter 3 selanjutnya.
Ditunggu ya minna~ dan Tolong Reviewnya Minna XD
