Disclaimer : All Harry Potter character are the property of J. K. Rowling and all Kuroshitsuji character are the property of Yana Toboso. This is nothing more than a FANFICTION that I have Writen.
Warning : Mentions of character death, drama and angst maybe, foul language, AU, OOC, Typos, Master of Death Harry, maybe Slash?
Rating : T For now
Genre : Adventure, Frienships
"aaaaaaaaa" Percakapan
'aaaaaaaaa' Pemikiran
CHAPTER 1 : OBSERVATION
William T Spears berdiri di sebuah bangunan tinggi di Kota London, ditangan kirinya yang terulur ke depan terdapat seekor burung yang dikakinya terselip dokumen yang hendak ia kirimkan ke markas. Benar-benar merepotkan, dia harus lembur dan menyelidiki kematian ganjil dalam jumlah besar pada waktu yang bersamaan ini yang seharusnya menjadi tugas dari Grell Sutcliff, rekannya yang tidak berguna. William harus menyamar sebagai seorang pemain sirkus dengan alias Suit hanya untuk menyelesaikan tugasnya ini. Dan lebih sialnya lagi dia harus berurusan dengan Iblis dan majikannya yang kebetulannya juga menyelidiki Noah's Arc Circus. Dia tidak akan membiarkan Iblis itu mencuri jiwa-jiwa yang menjadi tugasnya malam ini, dia tidak perlu tugas tambahan lagi. Ngomong-ngomong soal majikan dan peliharaan iblisnya itu, entah kenapa William yakin bahwa mereka akan ambil andil dalam banyaknya kematian yang terjadi malam ini. Anak yang memiliki kontrak dengan Iblis itu entah kenapa selalu membawa kematian disekelilingnya, senjata yang terlalu besar untuk tangannya yang terlalu kecil bila William ingin berpendapat. Tapi sudahlah itu bukan urusannya, dia hanya perlu menyelesaikan tugasnya. Tapi—
"Ck mereka tidak memberiku staff tambahan di jam ini—" William menatap burung yang bertengger di tangannya "Bawa dokumen ini ke markas secepatnya." Perintahnya pada burung itu sebelum menyentak pelan tangan kirinya hingga burung itu terbang ke tempat yang ia maksud. 'Sudah dimulaikah?'
"Neee Will, tidakkah ini menjadi malam yang menarik?" Ucap sebuah suara lirih yang mampu membuat William membeku di tempatnya, dia sama sekali tidak menyadari hawa keberadaan orang ini. William memutar tubuhnya kearah sumber suara, dibelakangnya duduk seseorang di pinggir bangunan tempatnya berdiri, membelakanginya dengan kepala yang tertutup tudung hitam dari pakaiannya.
"Kau—"
Ciel dengan kemampuan dari Sebastian sampai ke Manor Baron Kelvin tak lebih dari satu jam. Setibanya disana dia disambut oleh Joker, hingga di ruang jamuan barulah dia melihat rupa dari Baron Kelvin. Dengan kursi roda dan wajah tertutup perban hingga hanya mata kiri dan mulutnya saja yang terlihat, serta dikelilingi anak-anak kecil yang telah mereka culik yang entah kenapa semuanya memiliki mata yang seolah tanpa jiwa. Rupa Baron Kelvin yang sama menjijikkannya dengan tutur kata dan kelakuannya dipandangan Ciel. Baron memperintah Joker untuk memberikan Ciel pertunjukkan yang dengan membiarkan anak-anak itu mati mengenaskan dihadapannya. Hingga akhirnya Ciel muak dengan semua itu dan hendak membunuh Baron yang dihentikan oleh Joker. Hingga akhirnya dia berada di ruangan ini, ruangan yang sama seperti 3 tahun yang lalu, ruangan yang menjadi mimpi buruknya sejak kejadian itu.
"Jika memang tidak bisa mengulang waktu, maka lebih baik mengulanginya sekali lagi. Lihat! Aku sudah mempersiapkan segalanya sama seperti saat itu! Tempat ritual ini... para tumbal persembahan... dan akhirnya kau... Ciel Phantomhive! Segalanya telah sempurna, mari kita ulang se—" Suara tembakan terdengar saat kesabaran Ciel habis mendengar celotehan gila makhluk rendahan dihadapannya.
Joker yang melihat 'Sang Ayah' tertembak secara paksa melepaskan diri dari kekangan si pelayan dan menyerang Ciel, mencabut pedang yang tertanam pada lengan kiri prostetiknya. Menyerang Ciel dari belakang sebelum tangan kanannya dipotong paksa oleh pelayan tersebut. Teriakan menggema saat Joker jatuh ke lantai dengan darah menyembur deras dari potongan yang tersisa.
"Tolong jangan ikut campur urusan dari tuan saya." Kata Sebastian dengan nada datar.
"Sakit.. ini benar-benar sakit Earl! Kumohon padamu! Jika kau.. ingin membunuhku... bu.. bunuh aku dengan kematian yang sama seperti mereka!" Suara tercekat dari Baron yang kini bersimbah darah di bawah kaki Ciel, hanya dengan mendengar ucapannya yang menjijikkan mampu membuat Ciel ingin segera menghancurkan kepala orang ini.
"Kematian yang sama seperti mereka?" Respon Ciel mencemooh dengan menghenatakkan kakinya untuk melepas pegangan dari tangan kotor Baron di kakinya. Menginjak dengan kasar kepala Baron. "Kalau begitu, lebih baik kau jual dirimu seperti cacing dan memohon pada iblis." Ujar Ciel dengan wajah dingin tanpa emosi dan mengarahkan pistolnya ke jantung Baron.
"Tolong! Jangan bunuh dia! Bagaimana pun dia adalah penyelamat kami dan kami memiliki banyak saudara di rumah pekerja yang masih muda! Tanpanya mereka tidak bisa bertahan! Kumohon jangan bunuh dia! Karena itu—" Teriakan putus asa Joker yang dengan susah payah merangkak kearahnya.
"Karena itu kau menculik anak-anak itu?" Potong Ciel yang menghentikan usaha Joker dan membuatnya mengeluarkan ekspresi bersalah. "Untuk menyelamatkan diri, kau mematuhi perintahnya dan mengorbankan orang lain."
"... Inggris adalah neraka untuk orang seperti kami..." Joker yang terduduk hanya mampu menundukkan kepalanya, suara yang keluar dari mulutnya pun terdengar lirih dan sarat akan penyesalan. "Kami tak memiliki apapun, tapi Ayah menyelamatkan kami dari jalanan, memberikan tangan dan kaki untuk mampu melindungi teman kami. Itulah kenapa kami memutuskan untuk hidup, meski pun neraka di hadapan kami. Aku tau yang kami lakukan ini salah. Tapi aku..."
"Kau tidak salah, kau bertarung untuk melindungi duniamu sendiri, apa salahnya? Pada akhirnya 'keadilan' adalah kata yang digunakan orang yang memiliki kekuatan untuk dirinya sendiri. Tidak ada yang membantu orang lain. Jika kau ceroboh, kau yang akan dicuri. Hanya ada dua jenis orang di dunia ini. Yang mencuri dan yang dicuri. Dan hari ini, akulah yang akan mencuri masa depanmu."
Tanpa ada yang menyadari keberadaannya sebagai penonton, sosok misterius yang tertutup bayang-bayang ruangan. Hanya mengamati, bahkan mungkin sang pelayan pun masih belum menyadari keberadaanya. Sosok misterius itu hanya menanggapi dengan seringai kecil mendengar ucapan bocah bermata cerulean. Jiwa yang begitu indah untuk anak serapuh itu.
"Menangis tidak akan mengubah apapun. Dunia tidak akan pernah baik pada siapa pun." Suara yang berasal dari bocah itu, menyeretnya kembali ke adegan yang ada di hadapannya. Benar-benar tontonan yang menarik bukan?
"Black dan Smile apa yang kalian lakukan di sini?" Ah, pemain baru lagi rupanya, yang besar mulutnya pula. Dan bicaranya pun tak lebih baik dari yang pertama. Apakah manusia memang serendah ini? Lama-lama hal ini mulai membuatnya kesal.
"Tulang sapi boleh digunakan. Lalu kenapa tulang manusia tidak boleh?" Ciel tanpa sadar melangkah mundur, melihat didepannya anak perempuan yang tidak berdaya terlentang dimeja sama seperti dia dulu, pisau yang diangkat tinggi-tinggi bersiap menikam sama seperti dulu, sesuatu hal yang dia kubur jauh-jauh kembali kepermukaan, perasaan itu sama seperti dulu, takut dan ketidak berdayaaan ini—
"AAAAAHHHHHHGGGGGGGG!"
"My Lord, apa yang kau takutkan? Kau memilikiku sekarang." Ucap sang Iblis, sreeeet, menarik penutup mata yang menutupi mata kanan Tuannya. "Panggil namaku, sekarang." Hasutan lembut dari sang Iblis membuatnya menyipitkan mata melihat apa yang akan terjadi. Mata itu—
"Se.. Sebast.. Sebastian! Sebastian! Bunuh Mereka!" Perintah itu diucapkan Ciel dengan membuka mata kanannya.
'Ah Faustian Contract itu— sudah lama tak melihatnya, hmm' pikir sosok misterius itu mengamati lambang yang ada di mata Ciel 'menarik.' Hingga sosoknya menghilang seolah tertelan kegelapan dari ruangan itu.
"Anak palacur bernama Karen Taylor. Nama tidak diketahui. Lahir 2 April 1863, mati karena pendarahan pada 9 Februari 1889. Satu pemeriksaan selesai." Nada monoton yang digunakan William untuk menyelesaikan pekerjaannnya. "Sungguh, aku tidak mengerti yang Personnel pikirkan, menunggu sampai sekarang untuk dikirimkan bantuan dalam pekerjaan yang seharusnya tidak untuk dikerjakan satu orang— Ronald Knox." William menoleh kearah Ronald dengan pandangan tidak terkesan sama sekali.
"Maaf Spears-senpai, aku sudah buru-buru ke sini, tapi sepertinya kau tetap marah. oh— apa kau kecewa karena aku yang datang kesini?"
"Tidak. Aku hanya merasa dia yang akan datang, semenjak dia sudah dibebaskan hari ini. Tapi, salah menduga orang itu tidak terduga sekali." Jawab Will tanpa emosi dengan menaikkan kacamata ke pangkal hidungnya.
"Kudengar Sutcliff-senpai mendapatkan tugas lain dan dia terlihat bersemangat sekali. Err dimana ya tempatnya?" Ronald mencoba mengingat.
"Kediaman Phantomhive."
"Ah! Ya yang itu."
"Dasar, membuat masalah pekerjaan saja, ketika perasaan ikut terlibat. Pekerjaan sebagai Shinigami adalah memeriksa dan mengambil nyawa berdasarkan daftar yang diberikan petinggi. Hanya itu saja, tanpa perasaan, tanpa kesalahan."
"khu khu khu, padahal sudah kuberi tahu untuk menjaga jiwamu baik-baik karena kau hanya punya satu. Dengan kekuatan hebatmu berarti kau berhenti merasakan beratnya hal yang tidak bisa kau ulang. Kau hanya akan menyadari setelah kau tertimpa olehnya. Sudah berapa kali aku memperingatimu hal yang sama sampai sekarang? Bagaimana, Earl Phantomhive?" Gumam Undertaker kepada sebuah rumah besar yang terbakar di kejauhan sebelum melirik dari ekor matanya seseorang yang duduk di belakangnya, penumpang kereta kudanya yang tak diundang.
"Entah kenapa aku juga merasa tersindir dengan kata-katamu itu, Undertaker." Ujar seseorang itu yang merasa dirinya diperhatikan.
"Ah, lama tidak berjumpa." Sapa Undertaker dengan seringai yang semakin lebar, melihat sosok dibelakangnya menoleh dan menatapnya dengan mata hijau indah yang berbeda darinya. Menatapnya tanpa emosi.
A N : dan yey yey akhirnya chap 1 terselesaikan sudah. Dan mirip (bukan mirip sih, emang disengajain biar sama) anime Kuroshitsuji Book of Circus ep 7-10. Karena jujur aja saya masih belum ada bayangan ini ff mau dibawa kemana. Dan saya juga sebenarnya juga gak tau gimana cara buat pembukaan buat nyelipin orang, jadi ya beinilah hasilnya. dan lagi alasan buat nyamain di canon biar masih kerasa 'dunia kuroshitsujinya'
Review please?
