Wish 2 : Meet All The Doll
"mungkin, kita harus memilih antara memutar atau tidak memutar....." kata Nadeshiko sambil memegang kertasnya. "tapi, kita harus memilih yang mana?" kataku sambil kebingungan. "umh..., menurutku memutar saja" kata Rima tiba-tiba. "aku juga setuju dengan Rima-chan" kata Nadeshiko sambil tersenyum. "jangan sekali-kali kamu memanggilku dengan sebutan akrab itu!" kata Rima dengan nada jengkel. "sudah, sudah..." kataku sambil melerai mereka. "aku juga setuju kalau kita memilih memutar" kata Ikuto dengan sedikit tersenyum. "kalau kita tidak pernah mencoba sesuatu yang menarik, nanti kita menyesal! Benar kan Nii-san?" kata Utau sambil memberi penjelasan kepadaku dan lainnya. "hm, berarti kita harus melingkari kata 'memutar' dan memilih satu angka dari ke enam angka ini" kata Ikuto dengan santai. "oke!!!!! Yang memilih angka urut yaaaaa!!!! Dari Nii-san, Amu-chan, Tadase, Rima, Nade, dan yang terakhir akuuuu!!!!!!!" kata Utau bersemangat.
"satu"
"lima"
"dua"
"enam"
"empat'
"okeeee!!!!! Berarti, aku tiga~" kata Utau bersemangat. "mari kita lingkari semua!!!!" kata Utau bergaya ala anak kecil.
1 menit
...
2 menit
...
3 menit
...
4 menit
...
5 menit
...
6 menit
...
"nggak ada apa-apa tuh?" kataku sambil menunjuk kertas itu. "ya sudah...... eh eh, gimana kalau kita makan cookies dulu~" kata Utau sambil menarik tangan Rima. "he, hei!!!!!" kata Rima protes gara-gara tanganya ditarik. "aku juga ikuuuuutttt!!!!!!" kata Nadeshiko sambil tertawa. "aku juga!" kata Tadase mengikuti Nadeshiko. "aku jugaaaa!!! Ayo Ikuto-kun!" kataku sambil menarik tangan Ikuto. "hn" kata ikuto ber- 'hn' riang."minna~~! Kita buat cookies apa nih?" kata Utau seperti anak kecil lagi. "yang biasanya saja" kata Ikuto santai. "yang biasanya itu yang gimana?" kataku melirik ke arah Ikuto. "owh, maksudnya cookies coklat ya?~" kata Utau sambil berlari mengambil bahan-bahannya. Aku, Nade, dan Rima juga membantu (bukan menghancurkan lho!). "okeee~, semua bahan dicampur dan setelah itu dipanggang~" kata Utau bersemangat. Setelah menunggu kurang lebih 15 mnt, cookies-nya pun jadi. "eh, hpku ketinggallan diatas.... aku mau ngambil dulu yaa!!" kata Rima sambil berlari mengelilingi lapangan (?). "okeeee~" kata Utau. "eh, eh..... ngomong-ngomong itu kertas apa menurut kalian?" kataku dengan penasaran. "mungkin kertas iseng aja' kata Utau cuek. Nggak mungkin kalau itu hanya kertas iseng. Buktinya, tiba-tiba saja muncul angka kaya' gitu? Tulisannya juga jelas-jelas bukan tulisan semua orang yang ada disini.....kataku dalam hati. " eh, eh semua! Cookiesnya sudah ja-"
GDUBRUAAAAAKKK!
PRAAAAAANG!
MIAAAAAAW!
KYAAAAA!
"ada apa?!" kataku sambil melihat keatas. "jangan-jangan... RIMA!" kata Utau sambil berteriak. Setelah Utau teriak, semua langsung keatas. "Rima! Kamu baik-baik saja?" kata Nadeshiko menghawatirkan Rima. "ukh, iya..." kata Rima sambil memegang kepalanya. "ada apa?" kataku yang baru saja masuk ke kamar Ikuto. "nggak tahu.. tiba-tiba saja Rima jatuh disini" kata Nadeshiko memberitahuku. "tadi ada yang menabrakku" kata Rima masih memegang kepalanya. "ha? Kok bisa?" kataku sambil curiga. Aku mencoba melihat-lihat kamar Ikuto. Setelah kulihat beberapa lama, aku pun melihat 6 buah koper. "Ikuto, ini koper siapa?" kataku sambil melihat kearah Ikuto. "ha? Koper? Utau, kamu belum mengembalikan kopernya?" kata Ikuto melihat kearah Utau. "eeehh? Sudah kukembalikan kok Nii-san!" kata Utau membela dirinya. "terus, ini koper siapa Utau, Ikuto?" kataku sambil menunjuk koper itu. "ma- koper siapa ini?!" kata Utau kaget. "ak, aku nggak punya koper yang ada lambangnya mawar!" kata Utau bingung. "itu! Itu yang membuat aku terjatuh!" kata Rima menunjuk koper itu. Kalau begitu, ini koper siapa kalau tidak ada yang mau mengaku? Kataku bingung. "eh, eh.... gimana kalau kita buka dulu koper ini. mungkin ada 'sesuatu' didalamnya..." kataku sambil menunjuk koper itu. "boleh.." kata Nadeshiko ikut penasaran dengan isi koper itu. "begini saja, kita ambil koper yang ada dibawah tempat duduk kita lagi. Mungkin, koper itu adalah koper dari hasil yang kita lingkarin..." kata Utau serius. Aku, Tadase, Ikuto-kun, Nadeshiko, dan Rima pun langsung mengambil koper yang ada di bawah persis tempat duduk. "oke, mari kita buka bersama-sama koper ini!".
" satu, dua, tiga!" kata utau memberi aba-aba. Setelah semua melihat atau lebih tepatnya membuka koper itu, aku dan semua hanya bisa melihat dengan bingung. "boneka apa ini?" kataku dengan bingung. Ya! Ternyata isi koper itu adalah sebuah boneka yang bisa disebut kalau boneka itu kaya' manusia. "semua.., coba kalian pegang muka atau tangan boneka itu" kata Nadeshiko sambil memegang bonekanya. Aku mencoba untuk memegang mukanya. Boneka ini bisa dibilang aneh, pertama, dia lebih lembut dari boneka biasanya. Kedua, boneka ini seperti manusia yang berumur 7 tahun. Dan, boneka ini PERSIS SEKALI DENGAN MANUSIA! "hm, apa boneka ini nggak bisa bergerak?" kata Rima mengoyang-goyangkan bonekanya. "Rima! Jangan digoyang-goyang dong! Kasihan!" kataku melihat Rima yang asyik mengoyang-goyangkan bonekanya. Tapi, kalau dilihat-lihat.... boneka ini manis juga... kataku sambil tersenyum melihat bonekaku. "hei, coba kalian cari dimana alat untuk mengerakkan boneka itu" kata Ikuto yang cuek banget dengan bonekanya. "hei! Kamu sendiri nggak mau ngurusin bonekamu! Urusin dong!" kataku jengkel melihat kebiasaan Ikuto itu. "kalau ngurusin kamu boleh aja" kata Ikuto mulai jahil ke aku. "ih! Najis! Males!" kataku menolak banget. "udah ah! Stres aku denger kaya' gitu lagi!" kata Utau yang langsung marah-marah. "minna~ lihat deh! Disebelah boneka ini ada gantungan berbentuk pemutar boneka!" kata Nadeshiko seperti anak TK. "eh, iya! Mungkin, ini pemutar untuk menghidupkan boneka ini" kata Rima sambil memegang kuncinya. "eh, gimana kalau kita coba untuk memutar kunci ini? Pas lho, dengan tempatnya.." kata Utau sambil membawa bonekanya dan kuncinya. "boleh... coba yuk" kataku tertarik untuk mencoba. "oke, satu. Dua. Tiga!"
Semua sudah memasangkan kunci itu ke boneka itu dan...
PYAASH!
Tiba-tiba saja dari boneka itu muncul cahaya. Beda-beda sih, warnanya. Punyaku warna merah.
"kyaaaa!" kataku kaget. Tentu saja aku kaget. Dari boneka itu, cahaya itu amatlah terang! Itu membuat mataku sakit.
"eh! Lihat! Boneka itu bergerak!" kata Nadeshiko sambil menunjuk dan semuanya pun kaget. Gimana nggak kaget kalau itu boneka tiba-tiba saja bergerak?
"woi! Sampai kapan mau melamun?" kata boneka itu menampar pipiku. "auch! Apaan sih?" kataku sambil memegang pipiku. "desu, kepalaku sakit desu.." kata sebuah (?) boneka sambil memegang kepalanya.
EEHH?!
"a, apa-apaan nih? Kok boneka bisa bicara?!" kataku sambil menujuk boneka yang memakai baju berwarna merah. "kurang ajar lu!" kata boneka itu menebaskan rambutnya ke pipiku lagi. "auch! Buset dah! Rambut elu keramasin pakai apa hah?!" kataku sambil memegang (lagi) pipiku. "mana kutahu? Emang aku pikirin?" kata boneka itu KURANG AJAR! "sudahlah, hei boneka! Perkenalkan dirimu!" kata Ikuto melerai aku. "oke.. namaku-"
PRAAANGG!!
"awas!" kata boneka itu mendorongku kebelakang.
"kyaa~ ini adalah jam ke 5.296 (buset dah, gitu aja dihitung) kita bertemu lho nee-san~" kata boneka yang barusan memecahkan jendala kamar Ikuto. "cukup basa-basinya, Kirakishou" kata boneka yang ada dibelakangnya. "ah! Maaf Bara-nee san~" kata boneka itu, yang diketahui namanya adalah Kirakishou, sambil tersenyum ke arah boneka yang memakai baju berwarna merah. "huh?! Kalian lagi?" kata boneka merah itu. "kya~ jangan marah dulu dong~" kata Kirakishou berlagak seperti anak kecil. "Kirakishou, berhentilah seperti itu! Aku muak melihatnya" kata boneka yang berwarna ungu itu. "ah~ Gomen Barasuishou-nee san~ apa kita mulai saja?" kata boneka itu melihat ke arah Barasuishou (boneka yang memakai baju berwarna ungu). "huh, kapanpun aku akan siap menghadapin boneka picisan seperti kalian!" kata Barasuishou sambil mengeluarkan pedang kristalnya. "fufu~ oke nee-san..... Rosary~" kata boneka pink muda itu memanggil cahayanya. "apa itu?!" kataku setengah berteriak. "ah! Disini ada manusia ya? Fufu.... kalau begitu, apa kita tetap pada rencana atau berubah Nee-san?" kata Kirakishou menatap Barasuishou. "huh, begitu... terserah" kata Barasuishou santai. "oke, aku duluan.. Rosary!" kata boneka pink muda itu berteriak keras dan membuat cahaya itu makin terang. "huh, aku juga akan menghadapin kalian! Hollie!" kata boneka merah itu berteriak. "hei! Namamu siapa? Dan kamu itu boneka apa?" kataku berteriak kencang. "namaku? Namaku.........."
To Be Continued
Runa : fyuh~ akhirnya selesai juga.....
Amu : emang kamu ngapain aja?
Runa : belajar dong~
Nadeshiko : hei! Katanya kita dikumpulin gini untuk jawab Review?
Runa : oh iya, maap~ baru inget..
Amu : aku dulu ya? Untuk Onpu Hinamorinike, okee segara ni author akan menulis di fbnya
Rima : untuk Ichikawa Ami makasih ya, ni Author sampai meluk-meluk tiang listrik didepan rumah...
?? : woi! Namaku kok tanda tanya?
Runa : kan, kamu belum beritahu namamu ciapa....
?? : terserahlah..
?? : untuk Hinamori-leyka, APA?! Elu pilih mana, ni Author gua suruh nyemplungin diri ke sungai depan rumah atau elu minta maaf (nyeret-nyeret Author)
Runa : HELP ME!!
Amu : tahulah, nggak peduli.... oke! Selanjutnya aku... untuk Watashi wa Minna daisuki, eh? Conan? Siapa tuh?
Nadeshiko : Amu sih... mikirnya cuma Ikuto terus..
Amu : ng, nggak kok! (blushing)
Rima : okee.... sekarang aku ya! Untuk Yui Hoshina, wah..... penasaran ya? Baca ya, chap. Ini!
Amu : sekarang aku lagi yaa! Lho? Kok sudah habis?
Rima : emang dikit yang review
Nadeshiko : dimana Author?
Amu : katanya sih, diseret ?? ke sungai depan rumah.... yang ada tulisannya, "Peringatan! Disini ada paus, gurita, hiu, macan, sapi (ini sungai atau kebun binatang?)"
Nadeshiko : yasudah! Biarin aja tuh author!
Runa : HELP ME ALL!!!!
BYUUUURRR!!!
?? : rasain tuh!
Amu : mohon reviewnya yah!
