AM I FAT?

Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae

Genre: Romance

WARNING!

BOYS LOVE

DON'T LIKE? DON'T READ PLEASE!

THE STORY IS MINE

Typo may applied, don't be silent reader please.

NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION :)

TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.

THANKYOU :)

.

.

--

"Apa aku terlihat gemuk?" Hyukjae berkata sambil mematut dirinya di depan cermin. Ia kemudian melirik Donghae melalui cermin yang ada di hadapannya. Laki-laki itu tidak memberi respon dan fokus membaca buku.

"Aku gemuk," Hyukjae berkata lebih keras, matanya masih melirik Donghae, masih menunggu responnya.

Dan lagi ... Donghae tidak meresponnya.

Hyukjae berdecak, ia mulai kesal. "Lee Donghae!" serunya geram.

Donghae menurunkan buku yang ia baca, lalu memperhatikan Hyukjae dari atas sampai bawah dengan mata sendunya.

"Aku gemuk, ya?" tanya Hyukjae pelan sambil memutar tubuhnya menghadap ke arah Donghae.

Donghae mengangguk tanpa rasa bersalah sedikit pun. "Hmm, kau memang terlihat agak gemuk. Kenapa?"

"Dasar idiot," Hyukjae mendesis sambil menatap sengit Donghae.

"Kenapa?" Donghae masih tidak mengerti, ia merasa tidak ada yang salah dengan Hyukjae yang memang agak gemuk. Mau bagaimanapun rupanya, dia tetaplah Hyukjae, laki-laki yang paling dicintai oleh Donghae.

"Kau tahu alasan mengapa aku selalu memakai baju kebesaran belakangan ini? Aku tidak bisa pamer otot perutku lagi dan lihat," Hyukjae menyentuh pipinya dengan kedua tangan, "Pipiku melebar!"

Masih tidak ada respon yang berarti. Donghae hanya mengembuskan napasnya, lalu menutup buku yang ia baca dan menghampiri Hyukjae. Kemudian ia kembali membawa Hyukjae menghadap cermin.

"Benar, otot perutmu hilang," Donghae berbisik ditelinga Hyukjae, lalu mengecup singkat pipi Hyukjae, "Pipimu juga agak berisi." Ia mendekap Hyukjae dari belakang sambil menatap lurus ke mata Hyukjae melalui cermin, lalu tangannya menelusup masuk ke dalam t-shirt kebesaran yang dikenakan Hyukjae. Mengelusnya dengan lembut sambil merasakan betapa halusnya kulit perut Hyukjae.

Hyukjae mendengus, lalu berdecak. "Haruskah kau mengatakannya sejelas itu?"

"Lalu, masalahnya di mana? Mau bagaimanapun bentukmu, kau tetaplah Lee Hyukjae. Kau tetap satu-satunya orang yang menawan hatiku dan satu-satunya yang akan menjadi pusat perhatianku."

Hyukjae mendecih, tapi tidak bisa menyembunyikan senyumnya. "Lihat caramu menggombal!"

"Ini rayuan, sayang. Bukan gombalan," sergah Donghae sambil mengecupi daun telinga Hyukjae, matanya tertutup menikmati cumbuannya di telinga Hyukjae dan tangannya di bawah sana masih mengelus-ngelus perut Hyukjae.

"Apa bedanya, idiot?" Hyukjae menatap sengit Donghae melalui cermin.

"Beda," sahut Donghae pelan. Ia mengalihkan pandangannya ke cermin, mengadukan pandangan mereka berdua. "Merayu artinya aku sungguh-sungguh ingin meluluhkan dan mendapatkan hatimu."

"Lalu, menggombal?" sela Hyukjae tidak sabaran.

"Menggombal artinya hanya mengucapkan omong kosong untuk membuatmu percaya pada bualanku. Tapi aku tidak membual, semua yang aku ucapkan bukan omong kosong."

Hyukjae mengulum bibirnya, menahan senyum. Ia takut jika dibiarkan sudut bibirnya akan tertarik hingga ujung telinga.

"Aku mencintaimu apa adanya, Hyukjae. Aku mencintaimu karena kau adalah dirimu."

"Jangan diteruskan!"

"Kenapa?" tanya Donghae bingung.

"Kau ... membuatku malu, idiot!"

Donghae tersenyum lebar. "Aku mencintaimu, Hyukjae."

"Aku tahu itu! I love you more, idiot ..."

--

END

--

With Love,

Milkyta Lee