What Is The Feeling?
.
.
Terlihat dua orang yeoja dan seorang pria tengah bercerita sehingga sesekali terdengar tawa riuh dari meja yang mereka tempati.
"Kau tahu sehun, tadi aku hampir saja mendapatkan si tiang listrik bodoh itu." Baekhyun sangat geram. Ya, jika bukan karena kyungsoo yang datang pada saat itu mungkin chanyeol sudah habis olehnya.
"Benarkah? Aku tak paham mengapa dia senang sekali mengusilimu baek." Ucap sehun.
"Dia itu tak mempunyai teman sehun, Jadi dia sering mengusiliku." Baekhyun menjawab sembari memakan es krim nya.
"Baekki, makanlah dulu eoh. Lihat bibirmu belepotan es krim." Kyungsoo memberi penjelasan pada sahabatnya itu, bahkan kyungsoo sudah terlihat seperti seorang ibu yang memberi penjelasan untuk anaknya.
"Kau sangat menggemaskan baek, aku paham sepertinya chanyeol menyukaimu karena tingkahmu itu." Sehun tertawa karena tingkah temannya itu.
"Jangan berbicara seperti itu sehun. Kau dengar, bagaimana seseorang bisa menyukaiku disaaat dia sering mengusiliku dengan hal-hal bodoh sama seperti yang dia lakukan terakhir kali padaku. Bisa gila aku lama-lama aissshh." Baekhyun memegang kepalanya karena ia sangat frustasi oleh tingkah musuhnya itu, sebut saja park chanyeol.
"Sabar baek, orang sabar disayang tuhan." Ucap sehun menenangkan.
"Tuhan, bukankah sehun sangat tampan. Andai saja yang sering mengusiliku itu sehun. Aku sangat ikhlas untuk itu. Bahkan setiap wanita menyukainya karena sifat nya yang tenang itu. Sangat berbeda sekali dengan seseorang yang sangat ku benci. Bolehkah aku meminta jika suatu hari nanti aku jatuh cinta, tolong biarkan aku jatuh cinta pada sehun saja tuhan. Aku tak mau jika suatu hari nanti aku harus mencintai pria menyebalkan itu tuhan." Baekhyun berucap di dalam hatinya.
*Skip Time. (Di dalam kamar)
"Eonni, kau mengenal park chanyeol?" Haeun bertanya pada Baekhyun. Haeun adalah adik baekhyun, dia dan baekhyun terpaut usia satu tahun. Dan dia pun satu sekolah dengan baekhyun.
"Wae? Dia teman sekelas ku, Kenapa kau bertanya seperti itu?" Balas Baekhyun.
"Ani, teman-temanku sering berbicara tentangnya. Dan saat tadi siang, aku tak sengaja melihatmu berlari-lari dengannya ke taman belakang sekolah. Apa yang kalian lakukan eonni?" Haeun menunggu jawaban baekhyun dengan antusias. Haeun penasaran? Tentu Karena dia menyukai chanyeol. Siapa yang tak dapat berpaling dari pesona seorang park chanyeol. Walaupun di dalam kelas dia sangat pecicilan tetapi akan sangat berbeda jika di luar kelas.
"Dia yang memulai, Kau tahu dia hampir membuatku terjatuh. Sepertinya kau sangat penasaran haeun-ah wae? Kau menyukainya?" Baekhyun balik bertanya pada haeun.
"Eum .. sepertinya begitu." Haeun menggaruk tengkuknya malu.
"Jangan menyesal nanti, jika kau tahu sesungguh nya dia seperti apa." Baekhyun membelai lembut rambut adiknya tersebut.
"Baiklah eonni, oh ya kau tak menyukai nya kan?" Haeun menatap mata baekhyun. Jika baekhyun di tanya dia menyukai chanyeol atau tidak, dengan tegas baekhyun akan menjawab tidak.
"Itu tak kan mungkin terjadi, bahkan hingga kucing bertelur pun." Baekhyun emosi jika seseorang bertanya hal itu padanya, bagaimana tidak emosi. saat seseorang bertanya seperti itu seketika bayangan namja menyebalkan itu selalu muncul.
"Jangan marah eonni, aku hanya bertanya. Baiklah jika eonni sampai menyukainya awas saja ya." Goda haeun.
"Eoh tak akan pernah! Sudah sudah ayo kita tidur." Baekhyun sudah lelah karena seharian tadi dia sangat emosi.
"Aku bahkan tak percaya adikku akan jatuh cinta pada namja itu, tuhan .. tidak adakah namja lain yang lebih baik di sandingkan dengan adikku? Sungguh aku tak kan pernah ikhlas melihat nya." Batin baekhyun.
Tbc.
Kalian tahu ini cerita pengalaman penulis sendiri. Dan bagaimana perasaan kalian saat orang terdekat kalian justru menyukai seorang pria yang bahkan sangat kalian benci.Kalian pernah mengalami nya? Lalu apa reaksi kalian.Bagaimana kelanjutan kisah mereka tunggu di chap berikutnya.Terima kasih untuk kalian yang telah menikmati cerita tidak jelas ini, terimakasih banyak.
