Chapter 1
Chapter 1
Musim semi di Jepang memang sangat indah, tidak heran dengan banyaknya bunga sakura yang bermekaran sepanjang mata memandang. Itulah kesan pertama yang dirasakan oleh Anezaki Mamori ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya setelah sekian lama. Ia tidak sempat menikmati semua ini ketika ia dan keluarganya terburu-buru pindah dari Jepang ke Amerika lima tahun yang lalu. Mamori bersyukur, ibunya memaksa agar ia mengunjungi Jepang sebelum pernikahannya, walaupun ia sendiri masih bingung dengan tujuan sang ibu menyuruhnya untuk berkunjung ke kota tempat tinggalnya yang dulu … Deimon.
*Flashback*
"Mamori?"
Begitu mendengar suara ibunya yang terdengar sangat serius, Mamori segera mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang dibacanya dan langsung duduk manis dihadapan dengan ibunya. Ia tahu saat ibunya menunjukkan wajah yang sangat serius seperti ini, berarti ada hal penting yang akan dibicarakan. Dan benar saja, Anezaki Mami memang sedang serius, terutama setelah ia berbicara dengan Kobayakawa Sena.
"Ibu ingin meminta tolong sesuatu padamu, anggap ini sebagai permintaan terakhir ibu sebelum menyerahkanmu pada pria pilihan hatimu sekaligus sebelum ibu meninggalkan dunia ini."
Deg! Sebelum meninggalkan dunia ini? Ibu sedang bercandakan?
Itulah yang dipikirkan oleh Mamori. Karena ia tahu dengan sangat kalau ibunya sedang tidak menderita penyakit mematikan apapun saat ini. Tapi kenapa ibunya mengatakan hal seperti itu? Tak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab perkataan ibunya yang mengejutkan itu, akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya. Tetapi Mami mampu melihat apa yang ada dipikiran putrinya. Ini akan menjadi perdebatan yang panjang, pikirnya.
"Ibu ingin, kamu kembali ke Jepang, tepatnya ke kota Deimon."
Tanpa basa-basi Mami langsung mengutarakan keinginannya.
"Apa? Tapi bu, bagaimana dengan persiapan pernikahanku?"
Ini adalah salah satu kendala yang Mami sudah perkirakan akan diutarakan oleh anaknya. Tapi ia tetap tidak boleh goyah.
"Ini hanya selama beberapa minggu, lagipula perikahanmu masih dua bulan lagi." Mami berusaha berargumen pada Mamori yang sekarang sedang berdebat dalam pikirannya sendiri, apakah akan mengikuti keinginan ibunya atau tidak
"Kenapa ibu ingin aku pergi kesana, bukankah itu tempat yang kalian katakan terlarang untukku karena aku banyak mengalami kejadian mengerikan disana?"
Ibu dan anak itu sama-sama saling mengetahui bahwa ini adalah pertanyaan wajar bagi seseorang dengan keadaan seperti Mamori.
"Ada sesuatu yang ibu ingin kau lakukan disana, ibu akan mengatakannya saat kau tiba disana."
"Tapi bu…"
Tanpa memberikan Mamori kesempatan, akhirnya sang ibu menyela.
"Ibu Juga tahu kalau kau ingin ingatanmu kembali. Bukankah ini kesempatan bagus? Kau akan terlepas dari semua beban yang ada dihatimu sebelum kau menikah nanti. Ingat Mamori, ini permintaan ibu sebelum meninggalkan dunia ini."
Mami sebenarnya tidak menyukai cara yang memaksa dan sedikit terkesan mengancam seperti ini, tetapi ia tidak mempunyai pilihan lain. Tidak ada kata mundur saat semuanya sudah ia rencanakan dengan seksama bersama Sena.
Dilain pihak, setelah memertimbangkan berulang-ulang, akhirnya Mamori mengalah dan menuruti kemauan ibunya. Semua anak didunia pasti ingin mengabulkan permintaan terakhir ibunya kan?
"Terima kasih nak, biar ibu nanti yang akan memberitahu calon suamimu mengenai kepergianmu ke Jepang. Sekarang, bersiaplah, ibu sudah memesan tiket pesawat untukmu besok pagi."
Mamori hanya menangguk pasrah dan bergegas untuk berbenah.
Dan itulah bagaimana Mamori bisa berada di Jepang sekarang. Meski tanpa diketahui Mamori, Anezaki Mami tak pernah memberitah tentang kepergian putrinya pada sang calon suami. Tetapi tu tidaklah menjadi sebuah masalah, karena sudah ada orang lain yang tepat untu mengurusnya. Mami tahu betul bahwa semua rencananya akan hancur segera setelah calon suami putrinya mengetahui kepergian pengantinnya.
*End of Flashback*
"Nona, kita sudah sampai ditempat tujuan anda."
Perkataan sang supir taksi menyadarkan Mamori dari lamunannya. Segera setelah ia membayar dan turun dari taksi tersebut, Mamori berjalan menuju gerbang rumahnya. Rumah yang ia dan keluarganya tinggalkan selama bertahun-tahun. Penampilan rumah itu masih tetap sama seperti saat mereka tinggalkan dulu, tetapi sekarang sudah terlihat seperti rumah tua dan kusam karena sudah lama tak berpenghuni.
Saat Mamori hendak membuka pintu rumah tersebut, kakinya menyentuh sebuah bungkusan paket yang terletak di depan pintu rumahnya. Ia mengambil bungkusan tersebut dan masuk kedalam, sambil menerka-nerka isi bungkusan tersebut.
Semua orang tahu bahwa keluarga Anezaki sudah pindah dari rumah tersebut sejak bertahun-tahun lalu. Tapi kenapa ada yang menaruh bungkusan tersebut di depan pintu rumahnya? Mungkinkah yang menaruh bungkusan ini tahu bahwa ia ada disini? Tapi hanya ibunya saja yang tahu soal kedatangannya ke kota ini. Mamori tak habis pikir.
Selesai berbenah dalam kamarnya yang dulu, Mamori yang sudah sangat penasaran akhirnya membuka bungkusan tersebut.
Itu adalah sebuah album dan sampul depannya bertuliskan…
"Deimon Devilbats…"
"Ya Bibi, Mamo-nee sudah tiba dirumahnya. Dan rencana pertama sudah dijalankan."
"….."
"Tentu saja, kami pasti akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Mamo-nee. Sampai nanti bibi."
Kobayakawa Sena memutus sambungan teleponnya dengan Anezaki Mami. Masih ia ingat, betapa terkejut dirinya setelah lima tahun lamanya dan tiba-tiba ditelepon oleh orang yang sama sekali tak terduga, yang seharusnya sudah putus hubungan dengannya kerena keadaan Mamo-nee. Tetapi begitu mendengar kondisi Mamo-nee, ia dengan cepat menyetujui keinginan Anezaki Mami. Anggaplah ini sebagai balasan karena 'kakak' kesayangannya itu sudah menjaga dan melindungiya sejak kecil.
Ia tiba di Jepang sehari sebelum Mamori dan langsung menghubungi beberapa teman-temannya yang ia yakini mau membantunya dan yang pasti sama seperti dirinya, menentang keras keputusan lima tahun lalu untuk memisahkan Maori dan setan itu, Hiruma Youichi.
"Sena, Mamo-nee sudah mengambil bungkusan itu."
Seorang pria berambut putih, Kaitani Riku melaporkan keadaan terkini 'Kakak' kesayangan mereka. Sama seperti Sena, ia juga sangat terkejut mengenai rencana dadakan ini, tetapi segera menyetujuinya dengan alasan untuk kebahagiaan Mamori yang sesungguhnya.
"Yaaiii, berarti hanya tinggal menunggu waktu sampai rencana berikutnya kita jalankan. Musashi dan Kuritan sekarang sedang mengalihkan perhatian You-nii agar ia tak menyadari kedatangan Mamo-nee."
Sekarang adalah laporan dari mantan cheerleader Deimon Devilbats, Taki Suzuna dengan cengiran khasnya. Ia juga agak kaget dengan berita kedatangan Mamori, tetapi langsung antusias begitu mendengar perkataan Sena tentang 'Proyek Menyatukan kembali sang Setan dan Malaikatnya Deimon'.
Meski ini bukan tugas yag mudah karena mereka bertiga ditambah kurita, Musashi dan beberapa orang lagi harus memantau kondisi mental Mamori, di lain pihak mereka harus menipu sang setan agar rencana mereka berjalan lancar. Tapi pertanyaannya, Sampai kapan mereka bisa menipu sang setan?
Mohon reviewnya, ini pertama kalinya aku nulis fanfic dalam bahasa Indonesia. Jadi sangat dibutuhkan review dari semuanya.
