"Tidak, jangan beritahu Naruto. Naruto orang baik aku gak mau menyakiti perasaan dia" ucap Sakura menentang saran yang diberikan Ino.
"Tapi biar bagaimanapun, Naruto harus tau kenyataan ini Sakura"
"Biar bagaimana pun ini urusan mereka Ino. Lebih baik Naruto tau sendiri"
"Ya terserahmulah Sakura. Dan sekarang apa kamu ingin menangis?"
"Tidak. Aku tidak perlu menangisi si brengsek itu. Bahkan ia tidak pantas aku tangisi."
"Baguslah kalau kamu bangkit secepat ini Sakura. Aku bangga dengan kedewasaanmu yang sekarang." Ino pun memeluk sahabatnya itu dengan wajah yang lega.
"Ino, Sasuke harus mendapatkan balasannya" bisik Sakura ditelinga Ino yang membuat Ino tersenyum lembut dan menganggukan kepalanya.
Ino pun pamit untuk pulang, karna waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Sakura pun menidurkan dirinya lagi. Untuk menyambut hari esok yang mungkin akan terasa berat. Disatu sisi Uchiha Sasuke sang kekasih sedang mencoba menghubungi kekasihnya Haruno Sakura. Yang tak kunjung mengangkat telpon darinya. Sudah 10x ia menelpon kekasihnya itu, dan hanya menghasilkan umpatan dari sang Uchiha tersebut. Ia pun mematikan ponselnya dan memutuskan untuk menemui Sakura secepat mungkin keesokan harinya.
.
.
.
.
.
.
"Sakura tunggu, dengarkan penjelasanku dulu" Dengan kasar Sasuke mencengkram lengan Sakura
"Apa yang harus aku dengarkan dari mulut busuk mu Sasuke" ucap Sakura dengan kilatan kebencian dimatanya. Jujur, walaupun Sakura membenci orang yang ada dihadapannya ini. Tapi ia juga mencintai Laki-laki ini.
"Kamu salah paham, aku dengan Hinata tidak ada hubungan apa-apa"
"Kamu bohong Sasuke. Aku melihat semuanya. Kamu mencium Hinata ditengah orang banyak. Apa kamu gak malu ha? Orang-orang pada ngeliatin kamu. Seharusnya kalau kamu mau selingkuh tau diri juga. Jangan bikin malu aku!" Teriak Sakura yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Kemarin itu aku dalam keadaan tidak sadar Sakura. Aku mabuk, ada yang memberi obat kedalam minumanku. Dan membuatku berpikir kalau Hinata itu kamu"
"Bullshit. Kita putus Sasuke" Sakura pun pergi meninggalkan Sasuke yang masih membeku setelah mendengar keputusan Sakura
"Argh! ANJING. BANGSATTT" Sasuke pun memukul tembok dihadapannya yang membuat tangannya berdarah.
KILAS ON
"Sasuke bagaimana kalau kamu ikut kita ke clubbing?" ajak Shikamaru yang sebagai teman segenk Sasuke
"Ada siapa aja?"
"Ada Neji, Aku, Gaara, dan Sai"
"Naruto gak ikut?"
"Naruto sibuk, biasa dia mau ikut bimbel buat bisa masuk ke universitas yang dia impi-impikan."
"Iya, aku ikut. "
Mereka pun pergi clubbing dan berdugem sampai tengah malam. Sasuke mulai lelah dan ia pun pergi ke bar untuk meminta segelas Champagne kepada seorang bartender. Sasuke tidak mengenali bartender tersebut dan ia meminumnya begitu saja. Tak lama kepalanya mulai pusing dan datanglah Hinata yang entah mengapa bisa berada disana. Sasuke pun menoleh kearah Hinata yang ia pikir itu adalah Sakura.
"Sasuke, kamu gak apa-apa?" ujar Hinata menyentuh pundak Sasuke
"Sakuraku" Sasuke pun langsung mencium bibir Hinata dengan lembut tanpa luapan emosi. Hinata yang cukup syok itupun tidak bisa berkutik lagi. Dan disanalah dari kejauhkan Sakura menyaksikan pemandangan tersebut.
KILAS OFF
Sasuke pun mengingat semua kejadian tersebut karna ia cepat sadar kalau yang ia cium itu adalah Hinata. Dan Sasuke pun bersepekatan dengan Hinata agar kejadian ini tidak diketahui oleh Naruto dan Sakura. Ia pun menelpon Hinata untuk memberi tau kalau Sakura sudah mengetahuinya.
"Apa? Sakura melihat semuanya? Bagaimana ini Sasuke, Aku takut Sakura melapor kepada Naruto"
"Sakura bukan orang yang seperti itu Hinata"
"Pantas saja Naruto hari ini marah kepadaku. Ia memutuskanku Sasuke"
"Dia marah kenapa?"
"Entahlah ku tanya alasannya dia tidak menjawab sama sekali. Dan langsung meninggalkan aku Sasuke"
"Nanti kita bicarakan lagi Hinata" Sasuke pun menutup telpon tersebut dan bergegas menemui Naruto
.
.
.
.
.
Sasuke pun memencet bel rumah Naruto dengan tergesa-gesa ia ingin menjelaskan semuanya agar semua kejadian ini berakhir dan ia dapat kembali bersama Sakura. Setelah 3 menit berdiri didepan pintu rumah Naruto, pembantu rumah Naruto membuka pintu rumah tersebut.
"Oh tuan Sasuke, tuan Muda sedang tidak ada dirumah"
"Dimana Naruto"
"Tuan Muda sedang latihan menembak bersama Ayahnya, dirumah Orang Tua tuan Muda Uzumaki."
"terimakasih" Sasuke pun pergi meninggalkan rumah tersebut dan langsung menancapkan gas mobil lamborgininya. Ia harus benar-benar bertemu dengan Naruto secepat mungkin.
