Disclaimer : Ichiei Ishibumi

Saya hanya memiliki OC di sini


Aku Mempunyai Teman Wanita

Ari merasa kalau beberapa murid sedang memperhatikan nya, dia terlihat gugup saat semua murid disitu melihatnya

''Kenapa mereka semua melihatku?'' tanya Ari

Ari lalu mempercepat langkah nya untuk segera masuk ke dalam bangunan sekolah. Terlihat wajah Ari yang pucat fasih

''Siapa dia?''

''Apakah dia murid baru disini?''

''Sepertinya dia bukan orang jepang''

''Benar, wajah sangat berbeda''

''Apakah dia dari Eropa?''

''Aku rasa tidak, dia memiliki kulit cukup kecoklatan kalau tidak salah dia pasti dari Asia Tenggara''

Para murid lalu berbisik-bisik mengenai Ari, Ari kelihatan masih merasa tidak nyaman. Ari terlihat senyum-senyum dengan para murid di sekitarnya

''Sepertinya dia ramah'' kata seorang siswi

Air lalu dengan cepat lalu masuk ke dalam bangunan, dia benar-benar merasa tidak nyaman menjadi bahan perhatian orang lain

''Baiklah saat nya menuju ke kantor kepala sekolah!'' Ari lalu melanjutkan lagi perjalanan nya

Ari lalu masih menjadi perhatian di dalam bangunan sekolah, Ari sebenarnya berniat untuk menanyai dimana kantor kepala sekolah namun dia tidak bisa karena bahasa jepang nya masih kacau. Ari lalu menaiki sebuah tangga untuk menuju ke lantai dua akan tetapi...

''Kyaaaa Rias sama!'' terdengar sebuah suara para siswi yang tiba-tiba berteriak

Ari lalu melihat asal suara itu berasal dari atas, karena penasaran Ari lalu menuju ke atas untuk melihat apa yang terjadi. Ari lalu melihat ada kerumunan seseorang yang sepertinya sedang mengerumuni seseorang

Terlihat seorang Gadis yang sangat cantik berambut merah, dia memakai pakaian sekolah Kouh dan memiliki tinggi rata-rata

''Tunggu sebentar! Aku baru sadar kalau siswi di sini memiliki rok yang pendek'' kata Ari baru sadar. Mereka benar-benar berbeda dengan para siswi di sekolah di sekolah nya di Indonesia

''Mungkin saja dia bisa membantu ku, kelihatan nya dia orang pintar, jadi pasti mengerti'' kata Ari

Ari lalu mendekati kerumunan itu dan mencoba untuk masuk, akan tetapi terlihat Ari sangat kesusahan saat memasuki

''Permisi saya mau lewat, hey jangan injak kaki gue!'' Ari terus memasuki kerumunan itu

Rias lalu melihat ada seseorang yang sedang menuju ke arahnya dengan susah payah, Rias bisa merasakan kalau orang itu sepertinya tersiksa dengan kerumunan orang-orang yang menganggumi nya

''Maaf, saya mau lewat, hmm pak jangan injak kaki saya'' Ari terus masuk kedalam kerumunan itu dengan susah payah. Sudah banya bekas pijakan di sepatunya, dia benar-benar kesal karena dari tadi sepatunya di injak

''Awas saja ya kalau ada yang menginjak sepatuku lagi, gue patahin lehernya'' geram Ari

Akhirnya Ari pun akhirnya berhasil melewati kerumunan itu dan berhasil di depan Rias yang sepertinya kebingungan melihat dirinya

''Ano permisi, apakah kau bisa berbahasa Indonesia?'' tanya Ari

Rias lalu mengerti dengan perkataan dari Ari karena dia adalah Iblis sehingga bisa mengerti dengan semua bahasa Manusia. Rias melihat orang itu memiliki ciri-ciri berkulit cukup kecoklatan, memiliki mata cukup lebar dan memiliki pupil hitam dan dia memakai jaket berwarna hitam serta ada cipratan berwarna merah

''Ya, bisa ku bantu?'' tanya Rias

''Akhirnya'' ucap Ari bersyukur ''Bisakah kau menujukan ku dimana kantor kepala sekolah?'' tanya Ari

''Oh tentu saja'' kata Rias

Ari dan Rias lalu mencoba untuk keluar dari kerumunan itu, Rias dan Ari lalu berhasil melewati kerumunan itu dan kemudian Rias lalu memimpin Ari menuju ke kantor kepala sekolah

''Siapa orang itu?''

''Dia bisa jalan dengan Rias sama! Beruntung sekali''

''Aku juga mau di dekat Rias sama!''

Para murid lelaki lalu mencoba membayangkan kalau mereka sedang jalan dan bergantengan tangan dengan Rias. Para murid wanita lalu merasa jijik dengan para lelaki melihat mereka membayangkan Rias

Rias dan Ari lalu berjalan menuju ke kantor kepala sekolah tujuan Ari, Ari tidak tahu kalau ada wanita yang sangat cantik di sekolah ini. Ari adalah orang yang seumur hidupnya tidak pernah pacaran karena terlalu sibuk bermain game saat di Indonesia

''Apakah masih lama lagi?'' tanya Ari

''Tidak, sebentar lagi kita akan sampai'' kata Rias

Ari lalu menangguk mengerti, beberapa menit kemudian Rias dan Ari lalu sampai di sebuah ruangan yang ditunjukan oleh Rias

''Jadi ini ruangan kepala sekolah?'' kata Ari memastikan

''Benar, apakah ada yang lain?'' tanya Rias balik

''Tidak, terima kasih sudah mengantarku'' kata Ari

Rias tersenyum ''Kalau begitu aku permisi'' Rias lalu pamit pergi untuk melakukan tugas nya. Ari melihat Rias pergi lalu merasa senang karena ada orang yang bisa berbahasa Indonesia

''Baiklah saat nya masuk'' ucap Ari dengan tegas karena dia akan segera bersekolah disini

7 JAM KEMUDIAN

''Kampret! Aku tidak tahu kalau mengurus perpindahan sekolah sangatlah lama'' kata Ari

Ari kelihatan sangat lelah, Ari lalu berjalan menuju ke tempat dimana kepala sekolah itu katakan. Tempat itu akan menjadi tempat tinggal nya mulai sekarang

''Baiklah saat nya menuju ke tempat itu'' kata Ari

Ari lalu berjalan menyusuri jalan raya yang mulai sepi karena hari sudah sore, dia melihat alamat yang diberikan oleh kepala sekolah Kouh. Ari ingat saat dia menjelaskan kepada kepala sekolah itu tentang surat yang di dapatkan, namun Ari merasa kesusahan karena harus mengguanakan sedikit bahasa Jepang agar kepala sekolah itu mengerti sehingga akan sangat lama. kepala sekolah lalu mengizinkan Ari untuk bersekolah dan memberikan sebuah alamat dimana dia akan tinggal

''Jadi ini tempat nya'' Ari lalu melihat sebuah rumah yang cukup kecil ''Baiklah saat nya menaruh barang-barangku'' kata Ari kesal membawa tas nya terus

Ari lalu membuka pintu masuk untuk masuk kedalam rumah, di dalam rumah itu terlihat sangat luas. Ari berpikir apakah dia benar-benar akan tinggal di rumah yang luas ini. Ari lalu masuk ke dalam untuk menaruh barang-barang nya namun saat ingin melepas sepatunya terlihat ada sebuah sandal

''Sandal siapa ini?'' ucap Ari

Ari lalu memutuskan untuk masuk kedalam untuk menanyai apakah dia benar-benar datang kerumah yang tepat. Di kertas tadi terlihat memang disinilah tempat nya

''Halo apakah ada orang?'' tanya Ari dalam bahasa Jepang

Setelah mengucapkan teriakan itu, terdengar ada seseorang yang datang ke arah Ari, Ari lalu melihat orang itu turun dari tangga. Terlihat seorang wanita berambut kuning, berkulit putih dan bermata biru

Ari lalu menduga kalau wanita itu berasal dari Eropa karena ciri-ciri nya terlihat seperti orang Eropa

''Kau siapa?'' tanya wanita itu

''Oh perkenalkan namaku Ari Anja Sembiring'' kata Ari memperkenalkan diri

Wanita itu lalu mengangguk mengerti dengan bahasa Jepang Ari yang amburadul.

''Nama ku Alice Amalia, senang berkenalan dengan mu'' kata Alice

Mereka berdua lalu menatap satu sama lain dengan kebingungan, Terutama Ari yang sepertinya memiliki tiga hal kenapa dia bisa terdiam. pertama Ari tidak terlalu hebat dalam bahasa Jepang, kedua di depan adalah seorang wanita cantik dari Eropa dan ketiga dia terlalu gugup untuk berbicara dengan seorang wanita

Wanita itu sepertinya juga kebingungan untuk memulai pembicaraan. Ari lalu mengeluarkan kamus bahasa Jepang nya

''Hm ano, apakah kau tinggal disini?'' tanya Ari

''Hmm aku tinggal disini, ini sebagai seorang siswa yang di undang kesini'' kata Alice

Ari lalu kaget mendengar kalau dia adalah seorang anak yang di undang juga kesini

''Apakah kau mendaptakan surat undangan?'' tanya Ari

''Benar, aku memiliki surat undangan'' Alice lalu mengeluarkan surat undangan nya

Ari lalu kaget melihat nya, Ari lalu mengeluarkan juga surat undang nya kepada Alice. Alice kaget melihat surat undang itu, Alice lalu sadar kalau Ari adalah orang yang akan tinggal bersama nya saat ini seperti yang di katakana oleh kepala sekolah Kouh

''Kalau begitu kaulah orang yang dikatakan oleh kepala sekolah'' kata Alice

''apa?'' Ari kaget

''Kau akan tinggal bersama ku'' kata Alice dengan wajah memerah menyadari apa yang sedang dia katakan

''Apa?!'' Ari tambah kaget karena dia akan tinggal bersama seorang wanita ''Demi Jomblo di dunia, serius nih aku akan tinggal bersama seorang wanita '' pikir Ari tidak menyangka

''Kalau begitu aku akan membawa barang-barangmu'' kata Alice

''Itu tidak perlu, biar aku sendiri yang mengurus barang-barangku'' kata Ari

''Kalau begitu aku akan menunjukan kamarmu'' kata Alice

Alice lalu menunjukan kamar tidur Ari, Ari mengikuti Alice dari belakang. Dia berharap kalau tempat tidur nya memiliki jendela yang lebar untuk melihat pemandangan

''Ini kamarmu'' kata Alice memperkenalkan kamar Ari

Ari lalu kagum melihat kamar tidurnya cukup luas dan memiliki jendela yang cukup besar.

''Wah kamar ini kamar impian ku'' kata Ari

Alice lalu tersenyum melihat Ari kelihatan nya bahagia.

''Kalau begitu aku mau tidur dulu karena sudah malam'' kata Alice pamit

''Ya, terima kasih Alice'' ucap Ari

Alice lalu pergi ke kamar untuk tidur, Ari lalu menaruh semua barang nya dan mulai mendekorasi kamar itu dengan seleranya sendiri. Ari membawa P*4, xB*X ONE, dan PC Gaming nya yang dia sayangi. Ari berkerja keras untuk mendapatkan uang untuk membeli semua barang gaming nya. Ari lalu menaruh pakain nya di lemari dan peralatan lain nya hingga akhirnya selesai

''Fiuh akhirnya selesai juga'' kata Ari ''Baiklah saat nya tidur'' kata Ari

Ari lalu merebahkan tubuh nya di kasur dan bersiap-siap untuk tidur dengan nyenyak. Ari lalu tertidur karena kelelahan dengan apa yang terjadi hari ini, besok dia akan memulai sekolah nya

DI SEKOLAH

Di sekolah terlihat sudah tidak ada lagi murid yang tersisah di sekolah, namun saat kalian melihat di sebuah gedung masih ada cahaya di dalam gedung itu

''Apakah kalian sudah dengar kalau ada dua murid baru di bulan ini'' kata seorang berambut merah

''Ya, seorang wanita dan pria'' kata laki-laki berambut hitam

''Apakah ada sesuatu tentang mereka Bucho?'' tanya gadis berambut hitam dengan sebuah pita

''Aku merasakan ada sesuatu tentang wanita anak baru itu'' kata Rias

''Apakah Bucho merasakan kalau dia memiliki Sacred Gear yang kuat?'' tanya gadis berambut putih

''Ya'' jawab serambut merah

Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu tentang kedua anak baru bulan ini, seorang murid baru pertama adalah seorang wanita yang dari Eropa yang di undang ke sekolah ini dan yang satu nya lagi adalah seorang pria yang tadi siang sedang mendaftar ke sini duga si rambut merah

''Bagaimana dengan anak baru yang tadi siang?'' tanya gadis berambut hitam

''Aku sudah berjumpa dengan nya dan aku tidak merasakan sesuatu dengan orang itu, mungkin saja dia hanyalah orang biasa'' kata gadis berambut merah

''Kalau begitu apakah kau akan membuat gadis Eropa itu menjadi Peerage mu?'' tanya gadis berambut hitam

''Bagus, akan ada gadis lagi yang akan bergabung'' kata seorang laki-laku berambut hitam yang sepertinya kesenangan.

Gadis berambut putih melihat laki-laki itu hanya kelihatan kesal sedangkan yang lain nya hanya tersenyum

''Ya aku juga bermaksud begitu, semoga saja dia memiliki kekuatan yang sangat kuat'' kata gadis berambut hitam

Semua orang di ruangan itu lalu tersenyum setuju dengan gadis berambut merah itu

BERSAMBUNG

Maaf kalau pendek, karena ini masih pembukaan

Saat mencoba untuk membuat karakter OC saya tetap seperti orang Indonesia : )

Terima kasih yang baca dan komentar dan jangan lupa untuk tinggalkan komentar dan kalau suka kalian bisa dukung saya ya :)

Salam Auhor

Ari merasa kalau beberapa murid sedang memperhatikan nya, dia terlihat gugup saat semua murid disitu melihatnya

''Kenapa mereka semua melihatku?'' tanya Ari

Ari lalu mempercepat langkah nya untuk segera masuk ke dalam bangunan sekolah. Terlihat wajah Ari yang pucat fasih

''Siapa dia?''

''Apakah dia murid baru disini?''

''Sepertinya dia bukan orang jepang''

''Benar, wajah sangat berbeda''

''Apakah dia dari Eropa?''

''Aku rasa tidak, dia memiliki kulit cukup kecoklatan kalau tidak salah dia pasti dari Asia Tenggara''

Para murid lalu berbisik-bisik mengenai Ari, Ari kelihatan masih merasa tidak nyaman. Ari terlihat senyum-senyum dengan para murid di sekitarnya

''Sepertinya dia ramah'' kata seorang siswi

Air lalu dengan cepat lalu masuk ke dalam bangunan, dia benar-benar merasa tidak nyaman menjadi bahan perhatian orang lain

''Baiklah saat nya menuju ke kantor kepala sekolah!'' Ari lalu melanjutkan lagi perjalanan nya

Ari lalu masih menjadi perhatian di dalam bangunan sekolah, Ari sebenarnya berniat untuk menanyai dimana kantor kepala sekolah namun dia tidak bisa karena bahasa jepang nya masih kacau. Ari lalu menaiki sebuah tangga untuk menuju ke lantai dua akan tetapi...

''Kyaaaa Rias sama!'' terdengar sebuah suara para siswi yang tiba-tiba berteriak

Ari lalu melihat asal suara itu berasal dari atas, karena penasaran Ari lalu menuju ke atas untuk melihat apa yang terjadi. Ari lalu melihat ada kerumunan seseorang yang sepertinya sedang mengerumuni seseorang

Terlihat seorang Gadis yang sangat cantik berambut merah, dia memakai pakaian sekolah Kouh dan memiliki tinggi rata-rata

''Tunggu sebentar! Aku baru sadar kalau siswi di sini memiliki rok yang pendek'' kata Ari baru sadar. Mereka benar-benar berbeda dengan para siswi di sekolah di sekolah nya di Indonesia

''Mungkin saja dia bisa membantu ku, kelihatan nya dia orang pintar, jadi pasti mengerti'' kata Ari

Ari lalu mendekati kerumunan itu dan mencoba untuk masuk, akan tetapi terlihat Ari sangat kesusahan saat memasuki

''Permisi saya mau lewat, hey jangan injak kaki gue!'' Ari terus memasuki kerumunan itu

Rias lalu melihat ada seseorang yang sedang menuju ke arahnya dengan susah payah, Rias bisa merasakan kalau orang itu sepertinya tersiksa dengan kerumunan orang-orang yang menganggumi nya

''Maaf, saya mau lewat, hmm pak jangan injak kaki saya'' Ari terus masuk kedalam kerumunan itu dengan susah payah. Sudah banya bekas pijakan di sepatunya, dia benar-benar kesal karena dari tadi sepatunya di injak

''Awas saja ya kalau ada yang menginjak sepatuku lagi, gue patahin lehernya'' geram Ari

Akhirnya Ari pun akhirnya berhasil melewati kerumunan itu dan berhasil di depan Rias yang sepertinya kebingungan melihat dirinya

''Ano permisi, apakah kau bisa berbahasa Indonesia?'' tanya Ari

Rias lalu mengerti dengan perkataan dari Ari karena dia adalah Iblis sehingga bisa mengerti dengan semua bahasa Manusia. Rias melihat orang itu memiliki ciri-ciri berkulit cukup kecoklatan, memiliki mata cukup lebar dan memiliki pupil hitam dan dia memakai jaket berwarna hitam serta ada cipratan berwarna merah

''Ya, bisa ku bantu?'' tanya Rias

''Akhirnya'' ucap Ari bersyukur ''Bisakah kau menujukan ku dimana kantor kepala sekolah?'' tanya Ari

''Oh tentu saja'' kata Rias

Ari dan Rias lalu mencoba untuk keluar dari kerumunan itu, Rias dan Ari lalu berhasil melewati kerumunan itu dan kemudian Rias lalu memimpin Ari menuju ke kantor kepala sekolah

''Siapa orang itu?''

''Dia bisa jalan dengan Rias sama! Beruntung sekali''

''Aku juga mau di dekat Rias sama!''

Para murid lelaki lalu mencoba membayangkan kalau mereka sedang jalan dan bergantengan tangan dengan Rias. Para murid wanita lalu merasa jijik dengan para lelaki melihat mereka membayangkan Rias

Rias dan Ari lalu berjalan menuju ke kantor kepala sekolah tujuan Ari, Ari tidak tahu kalau ada wanita yang sangat cantik di sekolah ini. Ari adalah orang yang seumur hidupnya tidak pernah pacaran karena terlalu sibuk bermain game saat di Indonesia

''Apakah masih lama lagi?'' tanya Ari

''Tidak, sebentar lagi kita akan sampai'' kata Rias

Ari lalu menangguk mengerti, beberapa menit kemudian Rias dan Ari lalu sampai di sebuah ruangan yang ditunjukan oleh Rias

''Jadi ini ruangan kepala sekolah?'' kata Ari memastikan

''Benar, apakah ada yang lain?'' tanya Rias balik

''Tidak, terima kasih sudah mengantarku'' kata Ari

Rias tersenyum ''Kalau begitu aku permisi'' Rias lalu pamit pergi untuk melakukan tugas nya. Ari melihat Rias pergi lalu merasa senang karena ada orang yang bisa berbahasa Indonesia

''Baiklah saat nya masuk'' ucap Ari dengan tegas karena dia akan segera bersekolah disini

7 JAM KEMUDIAN

''Kampret! Aku tidak tahu kalau mengurus perpindahan sekolah sangatlah lama'' kata Ari

Ari kelihatan sangat lelah, Ari lalu berjalan menuju ke tempat dimana kepala sekolah itu katakan. Tempat itu akan menjadi tempat tinggal nya mulai sekarang

''Baiklah saat nya menuju ke tempat itu'' kata Ari

Ari lalu berjalan menyusuri jalan raya yang mulai sepi karena hari sudah sore, dia melihat alamat yang diberikan oleh kepala sekolah Kouh. Ari ingat saat dia menjelaskan kepada kepala sekolah itu tentang surat yang di dapatkan, namun Ari merasa kesusahan karena harus mengguanakan sedikit bahasa Jepang agar kepala sekolah itu mengerti sehingga akan sangat lama. kepala sekolah lalu mengizinkan Ari untuk bersekolah dan memberikan sebuah alamat dimana dia akan tinggal

''Jadi ini tempat nya'' Ari lalu melihat sebuah rumah yang cukup kecil ''Baiklah saat nya menaruh barang-barangku'' kata Ari kesal membawa tas nya terus

Ari lalu membuka pintu masuk untuk masuk kedalam rumah, di dalam rumah itu terlihat sangat luas. Ari berpikir apakah dia benar-benar akan tinggal di rumah yang luas ini. Ari lalu masuk ke dalam untuk menaruh barang-barang nya namun saat ingin melepas sepatunya terlihat ada sebuah sandal

''Sandal siapa ini?'' ucap Ari

Ari lalu memutuskan untuk masuk kedalam untuk menanyai apakah dia benar-benar datang kerumah yang tepat. Di kertas tadi terlihat memang disinilah tempat nya

''Halo apakah ada orang?'' tanya Ari dalam bahasa Jepang

Setelah mengucapkan teriakan itu, terdengar ada seseorang yang datang ke arah Ari, Ari lalu melihat orang itu turun dari tangga. Terlihat seorang wanita berambut kuning, berkulit putih dan bermata biru

Ari lalu menduga kalau wanita itu berasal dari Eropa karena ciri-ciri nya terlihat seperti orang Eropa

''Kau siapa?'' tanya wanita itu

''Oh perkenalkan namaku Ari Anja Sembiring'' kata Ari memperkenalkan diri

Wanita itu lalu mengangguk mengerti dengan bahasa Jepang Ari yang amburadul.

''Nama ku Alice Amalia, senang berkenalan dengan mu'' kata Alice

Mereka berdua lalu menatap satu sama lain dengan kebingungan, Terutama Ari yang sepertinya memiliki tiga hal kenapa dia bisa terdiam. pertama Ari tidak terlalu hebat dalam bahasa Jepang, kedua di depan adalah seorang wanita cantik dari Eropa dan ketiga dia terlalu gugup untuk berbicara dengan seorang wanita

Wanita itu sepertinya juga kebingungan untuk memulai pembicaraan. Ari lalu mengeluarkan kamus bahasa Jepang nya

''Hm ano, apakah kau tinggal disini?'' tanya Ari

''Hmm aku tinggal disini, ini sebagai seorang siswa yang di undang kesini'' kata Alice

Ari lalu kaget mendengar kalau dia adalah seorang anak yang di undang juga kesini

''Apakah kau mendaptakan surat undangan?'' tanya Ari

''Benar, aku memiliki surat undangan'' Alice lalu mengeluarkan surat undangan nya

Ari lalu kaget melihat nya, Ari lalu mengeluarkan juga surat undang nya kepada Alice. Alice kaget melihat surat undang itu, Alice lalu sadar kalau Ari adalah orang yang akan tinggal bersama nya saat ini seperti yang di katakana oleh kepala sekolah Kouh

''Kalau begitu kaulah orang yang dikatakan oleh kepala sekolah'' kata Alice

''apa?'' Ari kaget

''Kau akan tinggal bersama ku'' kata Alice dengan wajah memerah menyadari apa yang sedang dia katakan

''Apa?!'' Ari tambah kaget karena dia akan tinggal bersama seorang wanita ''Demi Jomblo di dunia, serius nih aku akan tinggal bersama seorang wanita '' pikir Ari tidak menyangka

''Kalau begitu aku akan membawa barang-barangmu'' kata Alice

''Itu tidak perlu, biar aku sendiri yang mengurus barang-barangku'' kata Ari

''Kalau begitu aku akan menunjukan kamarmu'' kata Alice

Alice lalu menunjukan kamar tidur Ari, Ari mengikuti Alice dari belakang. Dia berharap kalau tempat tidur nya memiliki jendela yang lebar untuk melihat pemandangan

''Ini kamarmu'' kata Alice memperkenalkan kamar Ari

Ari lalu kagum melihat kamar tidurnya cukup luas dan memiliki jendela yang cukup besar.

''Wah kamar ini kamar impian ku'' kata Ari

Alice lalu tersenyum melihat Ari kelihatan nya bahagia.

''Kalau begitu aku mau tidur dulu karena sudah malam'' kata Alice pamit

''Ya, terima kasih Alice'' ucap Ari

Alice lalu pergi ke kamar untuk tidur, Ari lalu menaruh semua barang nya dan mulai mendekorasi kamar itu dengan seleranya sendiri. Ari membawa P*4, xB*X ONE, dan PC Gaming nya yang dia sayangi. Ari berkerja keras untuk mendapatkan uang untuk membeli semua barang gaming nya. Ari lalu menaruh pakain nya di lemari dan peralatan lain nya hingga akhirnya selesai

''Fiuh akhirnya selesai juga'' kata Ari ''Baiklah saat nya tidur'' kata Ari

Ari lalu merebahkan tubuh nya di kasur dan bersiap-siap untuk tidur dengan nyenyak. Ari lalu tertidur karena kelelahan dengan apa yang terjadi hari ini, besok dia akan memulai sekolah nya

DI SEKOLAH

Di sekolah terlihat sudah tidak ada lagi murid yang tersisah di sekolah, namun saat kalian melihat di sebuah gedung masih ada cahaya di dalam gedung itu

''Apakah kalian sudah dengar kalau ada dua murid baru di bulan ini'' kata seorang berambut merah

''Ya, seorang wanita dan pria'' kata laki-laki berambut hitam

''Apakah ada sesuatu tentang mereka Bucho?'' tanya gadis berambut hitam dengan sebuah pita

''Aku merasakan ada sesuatu tentang wanita anak baru itu'' kata Rias

''Apakah Bucho merasakan kalau dia memiliki Sacred Gear yang kuat?'' tanya gadis berambut putih

''Ya'' jawab serambut merah

Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu tentang kedua anak baru bulan ini, seorang murid baru pertama adalah seorang wanita yang dari Eropa yang di undang ke sekolah ini dan yang satu nya lagi adalah seorang pria yang tadi siang sedang mendaftar ke sini duga si rambut merah

''Bagaimana dengan anak baru yang tadi siang?'' tanya gadis berambut hitam

''Aku sudah berjumpa dengan nya dan aku tidak merasakan sesuatu dengan orang itu, mungkin saja dia hanyalah orang biasa'' kata gadis berambut merah

''Kalau begitu apakah kau akan membuat gadis Eropa itu menjadi Peerage mu?'' tanya gadis berambut hitam

''Bagus, akan ada gadis lagi yang akan bergabung'' kata seorang laki-laku berambut hitam yang sepertinya kesenangan.

Gadis berambut putih melihat laki-laki itu hanya kelihatan kesal sedangkan yang lain nya hanya tersenyum

''Ya aku juga bermaksud begitu, semoga saja dia memiliki kekuatan yang sangat kuat'' kata gadis berambut hitam

Semua orang di ruangan itu lalu tersenyum setuju dengan gadis berambut merah itu

BERSAMBUNG


Maaf kalau pendek, karena ini masih pembukaan

Saat mencoba untuk membuat karakter OC saya tetap seperti orang Indonesia : )

Terima kasih yang baca dan Review

Salam Auhor