OUR SWEET MOCHI
Chapter 2. Mimpi.
Decklaimer :
Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.
Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.
Rating : T
Genre : Romance. Fluff.
Pair : HanYu
…
Hansol menatap pemuda didepannya dengan pandangan memuja. Bukan, bukan karena ada tahi lalat raksasa dileher pemuda itu, serius bukan. Bukan juga karena otaknya yang kotor. Hansol sedang tidak dalam mode bejadnya. Ya, kalaupun iya setidaknya Hansol tidak sebejad Jaehyun apalagi Johnny. Hansol hanya ingin menatap leher jenjang itu serius. Tidak ada maksud lain.
Doyoung mengamati Hansol dengan pandangan aneh. Tentu saja ia tahu apa yang Hansol lakukan. Secara gitu ia satu bangku dengan Hansol. Dan juga sudah 3 tahun ia bersahabat dengan Hansol. Tentu saja Doyoung peka. Well, Doyoung itu bukan Taeil yang tingkat kepekaannya hanya mencapai 0,1 persen. Miris sekali.
" Hyung, apa yang kau lihat?" Tanya Doyoung.
Hansol menatap Doyoung, mengerjabkan matanya sesaat. Sepertinya ia belum sadar dengan apa yang Doyoung katakan. Hansol kembali mengalihkan pandangannya kedepan, tanpa memperdulikan Doyoung yang saat ini mengerucutkan bibirnya sebal.
Hansol kembali menatap leher itu. Ah tidak, kini ia menatap anting berbentuk cerry yang dipakai pemuda didepannya. Dilihat dari belakang saja sudah cantik begitu. Bagaimana jika dilihat dari depan? Pikir Hansol. Hansol sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan. Mencoba menghirup leher pemuda didepannya yang entah kenapa bisa beraroma jeruk. Hah, Hansol jadi ingin makan jeruk.
" Hyung. Hansol hyung. Sudah waktunya istirahat, hyung tidak mau makan?" Hansol tersadar begitu merasakan guncangan keras dibahunya. Ia menatap kedepan. Menatap mata coklat besar Yuta yang kini menatapnya khawatir. Lagi-lagi Hansol menatap Yuta dengan pandangan memuja. Ia bahkan tak menjawab pertanyaan Yuta dan lebih memilih untuk tenggelam dalam lamunannya kembali. Tangan besarnya kini bahkan dengan kurang ajar mengelus pipi pemuda jepang didepannya. Hansol jadi heran sendiri. Kenapa bisa wajah Yuta bisa sehalus itu? Dan matanya, kenapa bisa sangat jernih seperti itu. Seingat Hansol, wajahnya tidak sehalus Yuta. Mata Hansol juga besar sih, tapi tetap saja sensasinya berbeda.
" Hyung kenapa sih kok aneh sekali?" tanya Yuta seraya melepaskan tangan Hansol dari wajahnya. Dan menatap Hansol dengan lugu. Sialan, tolong jangan tatap Hansol seperti itu Yuta. Tidak sadarkah kau kalau Hansol kini mendekatkan wajahnya kearahmu? Oh, jangan lupakan tatapan itu lagi. Entahlah, Hansol merasa sangat terpesona dengan Yuta saat ini. Tidak hanya saat ini sebenarnya tapi setiap saat. Dalam mimpi pun Hansol tetap terpesona.
" Hyung jangan membuatku takut. Kenapa hyung tidak menjawabku? Hyung marah?" Yuta menundukkan kepalanya. Wajahnya memerah dan matanya berkaca-kaca. Ia sangat takut, ia sangat takut kalau Hansol marah padanya walaupun Yuta tidak tahu apa salahnya.
" Tidak kok. Hyung tidak marah."
" Terus kenapa hyung mendiamkanku?"
" Aku hanya sedang berpikir sayang."
" Memikirkan apa?"
" Serius mau tahu?" Yuta menganggukkan kepalanya dengan sangat semangat. Matanya tidak lagi berkaca-kaca. Justru ia menatap Hansol dengan keingintahuan yang sangat besar. Semua itu terpancar dari pandangan matanya. Hansol sangat tahu itu. Hansol tersenyum, lebih tepatnya menyeringai. Tapi Yuta saja yang tidak peka dengan seringaian itu.
" Aku sedang memikirkan berapa anak kita nanti jika kita sudah menikah. Kau mau punya anak berapa sayang? Sebenarnya aku ingin membuat anak sekarang, tapi aku tahu kalau kau tidak mungkin mau. Jadi bagaimana?"
Wajah Yuta memerah sempurna. Apa-apaan Hansol ini kenapa garing sekali sih melawaknya? Hansol terkekeh kecil begitu melihat reaksi Yuta yang menurutnya sangat menggemaskan. Dielusnya pipi Yuta yang memerah dengan sayang. Ditatapnya Yuta dengan penuh cinta. Entah kenapa Hansol jadi lapar sekarang.
" Sayang."
" Hm?"
" Boleh aku menci…"
BYURRRRRRR.
" BANGUN DASAR BODOH."
" HAH?" Hansol terbangun dengan tidak elitnya. Ditatapnya Jonghyun dengan pandangan mematikan. Mungkin saja jika pandangan bisa membunuh orang, Jonghyun sudah tewas sekarang. Hansol kesal, padahal sedikit lagi ia bisa mencium Yuta.
" Jangan mimpi deh."
" Hah?"
" Kau pikir aku tidak tahu? Kau terus memanggil nama Yuta dan menciumi gulingmu dengan nafsu. Mimpi jorok ya?" Hansol sudah bersiap-siap dengan jam weker yang ada ditangannya. Ia sudah sangat siap melempar Jonghyun dengan jam itu. Ia tidak perduli jika jam wekernya rusak nanti, yang penting kena kepala Jonghyun dulu.
" Oh iya Sol." Jonghyun melangkahkan kakinya keluar kamar Hansol. Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponsel hitamnya.
" Aku punya rekaman videomu loh. Hahahaha Yuta I'm coming."
" HYUNGGGGG."
TBC
Wkwkwkkwk gak ngerti nulis apaan. Tiba-tiba ide ini muncul begitu saja dikepala setelah mv debutnya pentagon muncul. /KAGAK ADA HUBUNGANNYA WOI/ Disitu ada member Jepang juga loh. Tapi beda gak kayak Yuta. Yuta mah cantik banget ya yut/kagak deng/.
Maafkan saya yang gaje ini readers-sama saya khilaf dah.
Salam sokyu
