Sebuah tepukan membuat Sasuke tersadar dari lamunannya. Dan membuatnya menengok ke belakang. "apakah anda tahu.. dimana apartemen Konoha Tower?"

Tidak.. ini hal yang paling dibenci Sasuke. Bahkan melebihi apapun. Pink.

.

.

.

Phobia

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fanfic ini.

.

.

Inspirasi dari komik Webtoon : UnTouchable

Phobia by : Helena gracia

Saya persembahkan untuk sahabat saya..

Ivone Octavianni R.

.

SasuxSaku

.

.

Phobia

Chapter 2

Sasuke membelakan matanya, dadanya terasa sangat sesak. Apa-apaan dia! Menjijikan!

"em.. maaf, anda tahu dimana Konoha Tower?" Sakura bahkan sudah mengulang pertanyaan ini sebanyak dua kali. Tapi dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari pria berpakaian serba biru dongker di hadapannya ini. Bahkan pria itu memandangnya seperti melihat hantu.

"PERGI! JANGAN DEKATI AKU!"

Perkataan Sasuke membuat Sakura tak habis pikir dengan pria yang kini seperti orang gila. Berteriak kepadanya, menunjuk-nunjuk dirinya seolah ia tersangka pembunuhan, memandangnya dengan pandangan menjijikan, yah.. itu semua cukup membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.

"Pergi! Kau menjijikan!" walaupun kali ini Sasuke sudah merendahkan suaranya. Tetap saja itu membuat Sakura mundur beberapa langkah.

"Jangan ikuti aku! Pergi sejauh-jauhnya! Pergi!" Sasuke berlari kearah Naruto yang tampaknya baru saja keluar dari minimarket meninggalkan Sakura yang masih bingung, apa yang terjadi di sini?

~OoOoO~

Sasuke menyenderkan tubuhnya yang bermandikan keringat di bangku taman. "baiklah.. kurasa kau sudah cukup tenang sekarang, dan.. bisakah kau ceritakan apa yang terjadi?" Naruto ikut duduk disebelah sahabatnya.

"aku.. bertemu seseorang.."

"jangan bilang kalau dia itu seorang..Wanita?" Naruto menyerigai senang "jangan senang dulu.. dia, dia.. seorang penggila Pink.." perkataan Sasuke membuat Naruto menyemburkan cola miliknya. "jangan bilang kalau kau, suka padanya?" Dua detik selanjutnya Naruto sudah mendapatkan lemparan dari kaleng cola yang sudah kosong.

"jangan harap.."

~OoOoO~

Sakura memandang apartemen miliknya dengan puas, Konoha Tower. Jelas tertulis di depan gedung apartemen dengan 29 lantai itu. Dengan perlahan Sakura menarik koper berwarna pink Fanta miliknya. Dia sudah terlalu capek untuk berjalan dengan kecepatan normal. Apalagi jika ia harus mengingat ia sempat dibentak-bentak oleh seorang pria dikarenakan ia menanyakan alamat padanya. Untung saja ada bapak-bapak yang menolongnya tadi.

279

Tertulis jelas di pintu apartemen miliknya. Sakura sudah sedikit membenahi apartemen miliknya. Yah.. walaupun furniture yang ada di dalamnya belum begitu lengkap. Tetapi Sakura tahu kakaknya, Sasori. Telah membayar mahal untuk 1 unit di Konoha Tower.

Sakura berjalan-jalan di lantai 17. Lantai 17 adalah lantai yang akan ditempatinya bersama seorang tetangga lagi. Yah.. hanya seorang. Sakura melihat unit sebelahnya.

Di pintunya sangat jelas tertulis..

278: Uchiha Sasuke.

Sakura tersenyum, mungkin dia dan Sasuke akan menjadi tetangga yang baik.

~OoOoO~

Ting! Tong!

"tunggu sebentar!" Sakura bangkit dari tempat duduk yang berada di apartemennya ketika bel berbunyi, dan Sakura yakin itu adalah kiriman paket miliknya.

"nona Haruno Sakura?" seorang tukang pos dengan seragam khasnya. "ya.."

"ada sebuah paket, tolong tanda tangani disini.." Sakura tersenyum dan mengambil pena yang disodorkan tukang pos. "em.. maaf, bisakah saya minta tolong?" pertanyaan tukang pos itu membuat Sakura heran "minta tolong apa ya?"

"Kebetulan ada sebuah paket untuk tuan Uchiha Sasuke, paketnya lumayan besar. Dan ketika saya ingin mengantarkannya, tuan Uchiha Sasuke sedang tidak ada di rumah.. bisakah saya menitipkannya pada anda Nona Haruno?"

Cukup lama untuk menjawab pertanyaan tukang pos tersebut. Setelah menimang-nimang jawaban akhirnya Sakura memutuskan.

"milik Uchiha-san ya? Baiklah.. letakan saja di meja kecil itu" Sakura menunjuk sebuah meja kecil di dekat pintu.

~OoOoO~

"teme.. kita bisa makan Ramen lagi kan?" Naruto melepas seat-belt yang ada di mobil Sasuke. "cepat-cepatlah menikah Teme.." ujar Naruto sedetik sebelum dia menutup pintu mobil. Untung saja Naruto sudah menutup pintu mobilnya. Kalau tidak ia pasti sudah tidak berbentuk lagi.

Setelah Sasuke mengantarkan Naruto ke mansion Hyuuga, Sasuke ingin cepat-cepat pulang ke apartemennya. Dan mengistirahatkan tubuhnya. Tentu saja ada banyak alasan kenapa ia sangat lelah hari ini. Tentu saja.. salah satunya adalah. Gadis Pinky.

Sorotan matanya yang teduh, Rambut PINKNYA yang menjuntai sampai sebahu. Membuat Sasuke tidak bisa berhenti memikirkannya.

Akhirnya Sasuke sampai di depan unit miliknya, dan sekilas sasuke melirik ke unit yang persis berada di sebelahnya. Pintunya terbuka sedikit. Dan sebuah nama kini tergantung di depan pintu.

279 : Haruno Sakura

"nama yang indah.." gumam Sasuke.

~OoOoO~

Sakura dengan hati-hati menggeser meja berwarna putih ke depan sebuah sofa yang sangat menggoda untuk diduduki. "ini yang terakhir.." Sakura tersenyum puas melihat hasil kerja kerasnya untuk membenahi apartemen barunya. Yah.. walaupun hanya menggeser, mengangkat, dan menaruh barang saja.

Tiba-tiba Sakura teringat dengan paket milik tetangga barunya. "apa dia sudah pulang? Sebaiknya kucek saja deh.." Sakura mengangkat sebuah kardus yang lumyan berat menuju keluar. "sebenarnya apa sih isinya? Kok berat banget.." gerutu Sakura.

Dengan perlahan Sakura memijit tombol bel milik Uchiha. Dan disusul bunyi bel yang menggema di dalam unit milik Uchiha tersebut.

"hie.. lama banget bukanya.. apa belum datang ya?"

Kriek!

"siapa? KAU!"

"HEEE! KAU!"

.

.

.

.

.

~TBC~

A/N : ini janji saya ya update setiap hari.. akan tetapi saya nggak tahu besok bisa update nggak.. soalnya mulai malam ini saya udah mulai siap-siap untuk mudik!

Em.. Terima kasih yang sudah Review! Fav! Follow!

Saya sangat terharu.. melihat respon reader fandom Naruto terhadap my first fanfic di fandom Naruto ini.. Rasanya nggak percaya! Pokonya terima kasih! Em.. mungkin di chapter yang akan mendatang akan saya bales reviewnya! Eum.. kalau soal alasan Sasuke phobia itu akan dijelaskan di chapter yang akan mendatang!

Dan.. satu lagi, kenapa saya nulis satu chapter tuh pendek banget? Karena saya diperbolehkan memakai computer hanya 1 jam/hari oleh mama saya! Dan oh iya.. seperti yang dikatakan di atas.. saya akan mau MUDIK! Jadi saya mungkin nggak akan setiap hari lagi update-nya! Sekian terima kasih!

Minat Review? Fav? Follow?