MY BUTLER

By: Hanazawa Arisachan

Kuroko no Basket (c) Fujimaki Tadatoshi Sensei

Akashi.S x OjouReaders!

Rate T

Warning! OOC, Gaje, Typo bertebaran, Rate bisa berubah seiring berjalannya cerita/?,

Ingat! Cerita ini saya buat murni dari otak saya sendiri. Tidak ada gunanya jika saya mengcopy cerita orang lain!

Don't Like Don't Read!

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 2

[ Akashi.S x OjouReaders! ]

.

.

.

.

.

.

.

TING TONG TING TONG

Bel telah berbunyi seentero gedung sekolah Rakuzan Kouko. Tanda jam istirahat makan siang baru dimulai. Seluruh siswa yang berada didalam ruang kelas berhamburan keluar menuju kantin untuk memesan makanan

/Ruang 2-1/

"Saa, sensei akhiri pelajaran hari ini. Konnichiwa minna-san."

"Konnichiwa sensei."

Lalu sensei mata pelajaran sejarah itu keluar kelas diikuti oleh siswa-siswa yang lainnya.

"[Name]-chan! Ayo kita kekantin! " teriak [Bestfriend].

"[Bestfriend]-chan... Aku titip saja padamu.. Seperti biasa, 2 roti sandwich dan pokari" ucap [Name] malas lalu memberikan uang kepada sahabatnya itu

"Baiklah... Tapi nanti cerita padaku ya.."

"Iya iya.. Cepat sana beli.."

.

~~ooo~~

.

"Jadi, apa yang membuatmu begitu suram hari ini?" tanya [Bestfriend] sambil memakan roti miliknya

"Hahhh... Kau tau... Dua hari yang lalu Reito berhenti menjadi butlerku.."

"Benarkah?! Kenapa bisa? Padahal dia kan baik, tampan, pintar.."

"Dia berhenti karena dia akan pindah ke Amerika bersama keluarganya.. Katanya sih, Ibunya sakit dan harus menjalani operasi disana, jadi dia pindah.. Lalu ada penggantinya. Dia orang yang menyebalkan walau tampan.. Dia datang keesokan harinya"

"Coba ceritakan lebih detail..."

"Baiklah.. Jadi.."

.

.

.

.

.

.

FLASHBACK ON

.

.

.

"[Name]... Kemarilah.."

"Nani ga, Otou-sama?"

"Sebentar lagi butler baru mu datang untuk menggantikan posisi Reito. Semoga kau suka dan cepatlah akrab dengannya." Ucap Otou-sama sambil meminum tea kesukaannya. Darjeeling tea.

"Semoga saja.." ucap [Name] sambil menyeruput tea kesukaannya. Earl Grey tea.

"Ah.. Akashi... Kau sudah sampai. Kemarilah.." panggil Otou-sama menaruh cangkirnya

"Selamat Sore, Yumeno-sama. Maaf atas keterlambatan saya" ucap pria bersurai crimson yang menjadi butler baru [Name].

"[Name]. Ini butler dirimu nak"

"Ojou-sama. Perkenalkan saya Akashi Seijuurou. Saya akan menjadi butler anda hari ini" ucap Akashi membungkuk hormat

[Name] hanya mengangguk sebagai tanggapannya yang masih menyeruput tea kesukaannya itu.

"Akashi, [Name] adalah putriku satu-satunya. Aku berharap banyak padamu. Jaga putriku baik-baik. Kalau begitu aku harus bersiap-siap karena besok pagi aku harus pergi" ucap Otou-sama-Yumeno- berdiri sambil menepuk pundak Akashi.

"Aku percayakan putriku padamu Akashi" lanjutnya lalu meninggalkan dua orang didalam ruang makan itu.

"Jadi kau butler baruku? Semoga kau bisa bekerja dengan baik seperti Reito."

"Ha'i Ojou-sama.. Akan aku usahakan sebisaku. Ada yang bisa aku bantu?"

" Tidak ada.." lalu [Name] berdiri dan pergi menuju kamarnya yang diikuti Akashi dari belakang

"Menarik.." gumam Akashi sambil menyeringai

.

.

.

-Keesokan Harinya-

.

.

.

"Ojou-sama.. Bangunlah." Ucap Akashi sambil membuka gorden dikamar [Name].

"..."

"Ojou-sama nanti anda bisa telat"

"..."

SRINGG! JLEB!

Akashi melempar gunting kesayangannya lalu menancap tepat di kepala tempat tidur.

Seketika [Name] langsung bangun lalu melihat kepala tempat tidur miliknya

"Akashi! Apa yang kau lakukan hah?! Kau merusak tempat tidurku!" bentak [Name]

"Ojou-sama harus bangun... Cepatlah mandi.."

Akashi berjalan mendekat lalu mengambil gunting miliknya dan menyimpannya di dalam saku celananya.

"Ini handuk anda Ojou-sama."

"Nanti saja.. Aku masih ingin tidur."

"Sou? Apakah anda ingin saya membantu anda untuk memandikan anda?" tanya Akashi sambil menyeringai

"Tidak! Terimakasih! Aku bisa mandi sendiri!"

Lalu [Name] bangun dan menyambar handuk miliknya yang berada ditangan Akashi lalu berjalan ke kamar mandi

"Dasar BakAshi Hentai!" teriak [Name].. dan membanting pintu kamar mandi

"Aku anggap itu pujian.. Ojou-sama" gumam Akashi lalu menyeringai

.

.

.

"Beritahu aku.. Jadwalku apa saja hari ini.." ucap [Name] sambil menyesap tea kesukaanya

" Jam 9 pagi sampai jam 1 siang nanti anda akan ada les musik. Dari jam 2 siang sampai jam 5 sore ada acara pesta dirumah teman anda. Dan jam 7 malam sampai jam 9 malam ada pertemuan dengan keluarga Yamata-san"

"Sou ka... Baiklah, ayo kita jalankan.. Aku ingin cepat-cepat selesai.."

.

.

.

SKIIPPUU~

.

.

.

"Astaga... Lelah sekali hari ini..." teriak [Name] saat memasuki kamar dan membanting tubuhnya ke tempat tidur.

TOK TOK TOK

"Ojou-sama... Ini teh pesanan anda".

"Masuklah.."

Akashi masuk kekamar masternya itu dan menaruh teh dimeja samping tempat tidurnya

"Arigatou Akashi"

"Doitashimaste, Ojou-sama"

"Ada yang bisa saya bantu lagi, Ojou-sama?"

"Tidak ada.. Kau boleh istirahat".

"Ojou-sama.."

"Ya? Ada apa Akashi?"

PATSSS

Deg Deg

Akashi menepuk kepala [Name] dan mengusapnya pelan.

"Kerja yang bagus Ojou-sama.. Oyasumi... Matta ashita"

Lalu Akashi menarik tangannya dan keluar dari kamar masternya menuju kekamarnya.

'Ada apa ini... Kenapa jantungku berdebar.. Yah aku tau dia memang tampan walaupun menyebalkan.. Tapi, bukankah aku sudah bertekad untuk tidak menyukai siapapun' batin [Name].

'Lebih baik aku tidur saja daripada memikirkan hal itu'

Dan tidak lama kemudian [Name] terbuai ke alam mimpin Tapi, bukankah aku sudah bertekad untuk tidak menyukai siapapun' batin [Name].

'Lebih baik aku tidur saja daripada memikirkan hal itu'

Dan tidak lama kemudian [Name] terbuai ke alam mimpinya.

.

.

.

-13 Agustus-

.

.

SRINGG! JLEB!

"AKASHI! BISAKAH KAU MEMBANGUNKAN AKU INI DENGAN CARA YANG NORMAL, HAAHHH!

Teriak [Name] yang langsung bangun dari tidurnya saat mendengar gunting merah milik Akashi menancap di kepala tempat tidurnya.

"Ohayou Gozaimasu, Ojou-sama.. Hari ini anda harus sekolah. Semua perlengkapa sudah aku siapkan, jadi Ojou bisa langsung memakainya".

"Tch... Keluar sana! Aku ingin mandi."

Lalu [Name] pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Ojou-sama, sarapannya saya taruh di buffet. Sarapan pagi ini adalah sandwich dengan tea kesukaan Ojou-sama.."

"Iya.. Pokoknya kau harus siap-siap jika aku sudah keluar dari kamar".

"Ha'i.. Wakarimashita, Ojou-sama. Jangan terlalu lama, karena kelas akan dimulai 35 menit lagi" ucap Akashi lalu keluar dari kamar [Name].

.

.

.

.

15 menit kemudian

.

.

"Kemana anak itu.. Kelas akan dimulai 20 menit lagi" gerutu Akashi sambil melirik jam tangannya

DRAP DRAP DRAP

[Name] berlari menuruni tangga yang menghubungkan lantai dua dengan lantai satu.

"Akashi.. Maaf menunggu lama-"

SRINGG!

Benda tajam tersebut berhasil membuat [Name] terdiam kaku. Dia sangat syok.

Bagaimana tidak? Dia baru saja ingin mendekati Akashi, bukannya disambut dengan baik. Ini malah disambut dengan gunting kesayangannya yang berhasil melewati pipi sebelah kanan [Name].

Butler macam apa dia!? Seenaknya saja melempar benda tajam ke majikannya.

Jikalau pipi [Name] terluka, mungkin dia tidak akan segan-segan untuk memarahinya dan langsung melapor ke Otou-sama-nya bahwa butler barunya itu telah melakukan kekerasan terhadap anak semata wayangnya itu.

"Aku bilang jangan terlalu lama. Tapi kau melanggarnya, dan sekarang tersisa 20 menit untuk mencapai sekolahmu"

Tidak ada jawaban dari gadis didepannya itu. Akashi hanya menghela nafas karena ucapannya tida ditanggapi Ojou-samanya itu.

"Baiklah, kalau begitu bersiaplah. Kita akan pergi kesekolah dalam waktu 10 menit.."

Akashi menggendong [Name] ala bridal style dan memasukannya kedalam mobil.

"Saa... Ojou-sama, kuatkan sabuk pengamanmu, karena kita akan sampai dalam 10 menit".

"Kau gila? Jarak dari rumahku menuju sekolah saja harus memakan waktu 25 menit. Dan kau bilang 10 menit? Mustahil." ucap [Name] meremehkan kata-kata butlernya itu.

"Tidak ada yang tidak mustahil, karena aku mutlak. Bersiaplah. Pegangan yang erat Ojou" ucap Akashi sambil menyeringai.

"What?!-"

Tanpa perintah, Akashi langsung menancapkan gas dengan cepat. Dia mengendarai dengan tenang tanpa ekspresi. Sedangkan di bangku penumpang tepatnya disebalah bangku supir, gadis bernama [Name] hanya menggerutu tidak jelas, mengucapkan sumpah serapah serta marah-marah.

"BAKASHI! PELANKAN LAJU MOBILNYA! INI TERLALU CEPAT!" teriaknya, dia benar-benar tidak tahan karena Akashi menyetir dengan cepat sehingga [Name] sampai pusing dan mual sendiri saking cepatnya .

.

Dan akhirnya mereka sampai dengan selamat

Akashi melihat jam tangannya lagi. Tepat 10 menit.

"Saa, Ojou-sama, kita sudah sampai. Sebaiknya kau cepat masuk kedalam.."

"B-b-b-baiklah.. A-aku akan pergi.. I-ittekimasu.."

"Ojou-sama.."

"Ya?" [Name] berbalik melihat Akashi dan...

CHUU~

Akashi bibir [Name] sekilas. Dan itu sukses membuat wajahnya memerah semerah rambut Akashi.

Lalu [Name] keluar dari mobil dan melihat mobilnya yang disetir oleh Akashi menjauh dari arena sekolahnya. Masih dengan memegang bibirnya.

'First Kiss.. Bibirku.. Dia mencium bibirku"

1 detik

5 detik

25detik

"BAKASHI!" teriak [Name] menggema diudara

.

.

.

.

.

FLASHBACK OFF

.

.

"Sou ka.. Jadi itulah kenapa kau hari ini begitu suram sekali.." tanggap [Bestfriend].

"Mhhm.. Oiya.. Aku akan cuti satu bulan kedepan.. Karena Otou-sama memintaku untuk menggantikannya sementara di perusahaan."

"Heee?! Cuti sekolah?!" teriak [Bestfriend] memenuhi ruangan kelas dan cukup menarik perhatian orang-orang disekitarnya.

"Hm.. Gomenne.. Tapi akan kuusahakan kita pasti bisa bertemu lagi kalau aku punya waktu luang. Besok akan dimulai. Lagipula aku juga sudah mendapatkan izin dari sensei dan kepala sekolah" sambil berbicara, [Name] berdiri dan membuang sampah miliknya.

"Hm... Wakatteru! Ganbarrimasu [Name]-chan!"

"Arigatou gozaimasu [Bedtfriend]-chan." Lalu mereka berpelukan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SKIPUUU~

.

.

.

.

Satu bulan sudah terlewati. Tugas [Name] dalam menjalani perusahaan milik ayahnya sudah selesai dan berjalan dengan lancar. [Name] dan Akashi juga semakin dekat. Sampai suatu ketika..

"Akashi-kun! Daisuki! Maukah kau menjadi pacarku?" ucap seorang gadis kepada Akashi.

[Name] sangat syok. Ada seorang wanita yang menyatakan perasaannya kepada Akashi. Buliran air hangat sudah menggenangi pelupuk matanya. Sakit. Hatinya hancur saat ini.. Lalu dia memutuskan untuk berlari pulang meninggalkan taman.

Akashi menyadari keberadaan Ojou-sama-nya.

"Aku berterimakasih karena kau sudah menyukaiku. Tapi maaf, aku harus menolak karena aku sudah memiliki wanita yang aku cintai" ucap Akashi sambil berlalu meninggalkan gadis itu dan mengejar Ojou-sama miliknya.

.

.

.

.

.

"Ojou-sama? Sedang melihat pemandangan yang indah?" Akashi memasuki kamar [Name] dan berjalan mendekat.

"Ya... Tidak sopan masuk tanpa mengetuk" ucap [Name] datar.

"Maaf Ojou.." Akashi terkekeh lalu memeluk [Name] dari belakang.

"Akashi..."

"Aku tahu kau tadi melihatku di taman kan?" bisik Akashi

"..."

"Aku menerima cintanya lho"

Cukup... [Name] benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia benar-benar sangat kecewa. Namun apa daya. Dia tidak berhak untuk menyuruh Akashi putus dengan wanita itu.

"S-sou ka? O-omedetou..." ucap [Name] agak terbata karena menahan suaranya agar tidak terdengar kalau dia sedang menangis.

Akashi terkekeh lalu membalikan tubuh [Name] untuk berhadapan. Akashi menatap wajah [Name] lalu mengangkat dagunya.

CHUU~

Lagi-lagi Akashi mencium bibir mungil [Name]. Awalnya [Name] kaget dan ingin menolaknya. Tetapi Akashi jauh lebih kuat, akhirnya dia pasrah dan ikut menikmati ciuman itu. Tidak lama kemudian mereka menyudahi ciuman itu.

"Akashi... Kenapa kau menciumku..? Bukankah kau sudah punya pacar?" ucap [Name] sambil menunduk.

Dia merasa tidak berani lagi untuk menatap matanya. Jika dia menatap matanya, yang ada dia malah semakin suka kepada Akashi.

"Kalau mau bicara, tataplah mata lawan bicaramu itu. Ojou-sama" Akashi memegang dagu gadis didepannya lalu mengangkatnya agar mata mereka bisa saling menatap satu sama lain.

"Aku berbohong. Aku menolak pernyataan cinta gadis itu"

"Eh? Lalu kenapa kau tadi bilang menerimanya?" [Name] masih tidak mengerti apa yang dikatakan Akashi.

"Aku kan sudah bilang. Aku berbohong. Aku menolaknya karena aku sudah memiliki gadis pilihanku sendiri. Dan aku sangat mencintainya"

"Benarkah? Gadis itu pasti beruntung sekali. Siapa dia?"

"Dia itu cerewet. Kadang manja kadang bisa mandiri. Gadis itu sekarang ada didepanku yang statusnya adalah sebagai majikanku" ucap Akashi sambil tersenyum

"A-akashi..." seketika [Name] langsung memeluk Akashi. Dia benar-benar senang saat Akashi bilang bahwa gadis itu adalah dirinya. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan

"Jadi.. Jangan menangis lagi ya" tangan Akashi membelai rambut [Name]

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan Harinya

"Ojou-sama.. Bangunlah.. Sudah pagi. Anda harus sekolah.." bisik Akashi

"Nanti dulu. 5 menit lagi.."

"He? Tidak menurut? Baiklah." Akashi menyeringai.

"Iya! Aku bangun puas?!" [Name] langsung duduk dan mengucek matanya"

"Anak pintar.. Ini hadiahnya"

CHUUU~

Ciuman maut Akashi Seijuurou dipagi hari mampu membuat wajah [Name] merah padam. Ciuman tepat dibibir, walau sekilas. Akashi mengacak-ngacak rambut gadis didepannya itu.

"Lekas mandi. Aku akan menunggumu. Kalau lama. Siap-siap nanti malam akan aku rape dirimu" Akashi menyeringai saat mendapati wajah majikannya semakin memerah.

"Aku tidak sabar ingin merape-mu malam ini" ucap Akashi sambil keluar dari kamar [Name].

"BAKASHI HENTAIIIII!" teriakan [Name] menggema dipagi hari yang indah nan cerah itu.

.

.

.

.

.

.

.

OWARI

Yo~ Minna-san~

Bertemu lagi dengan saya~ Ini chap 2 sudah keluar desu~

Yak~ Bagaimana ceritanya? Apakah alurnya kecepetan?

Maaf kalo typonya banyak. Maklumi lah :3

Untuk Chapter ini ada ide.. Tapi idenya terhapus karena adik spupu mainin laptopku terus :"

Jadi inspirasinya separo ada yang ilang. Gomenne kalau rada gak nyambung ya (T_T)

Hontou ni Gomennasai *bows*

Oh iya.. Kemungkinan besar untuk chapter selanjutnya aku akan lama updatenya –gatausampekapan-

Tapi untuk para readers yang masih setia baca ataupun menunggu update ffku ini, aku sangat-sangat berterimakasih banyak kepada kalian *terharu*

Sepertinya sampai sini dulu ngebacotnya..

Sampai jumpa di chapter depan

Selanjutnya

Midorima.S x OjouReaders!

Pertanda

Hanazawa Arisachan