Update buat hari ini. Maaf kalo telat update, biasanya saya tiap hari update kan ?

Enjoy It

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Memangnya smartphone ginian disana berapa harganya ?" Tanya Sasuke yang saat ini sukses duduk di teras rumahnya dengan tampang heran pada Hinata. Masa smartphone yang hanya dimiliki kalangan pebisnis harus masuk museum. Yang benar aja.

"Penjualan Nokia Lumia telah dihentikan sejak tahun 2027 karena bangkrutnya Microsoft. Tapi segera di ambil alih oleh distro linux berbasis Mandriva yang di namakan GoMobile. Saat ini Nokia menguasai pangsa pasar dengan presentase mendekati 50%" Jelas Hinata kepada Sasuke yang saat ini sedang berusaha menelepon ibunya.

"Microsoft bangkrut ?" Tanya Sasuke tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Memang sulit untuk dipercaya kalo umur Microsoft hanya kurang dari 14 tahun lagi mengingat perusahaan tersebut sangat berpengaruh besar bagi kemajuan IT.

Tak lama kemudian terbukalah pintu rumah Sasuke bersamaan dengan munculnya sosok wanita berambut raven yang tergerai lurus. Wajah cantiknya menyiratkan kelelahan dan mengantuk yang amat sangat.

"Ku kira kau menginap dirumah temanmu ?" Tanya wanita bernama Mikoto tersebut sambil menguap dan mengalihkan perhatiannya pada Hinata yang saat ini memang tampak aneh.

Bayangkan saja, Hinata memakai baju putih tebal yang biasa digunakan arkeolog untuk meneliti area radioaktif. Hinata jadi kayak astronot tanpa helm.

"Siapa itu ?" Tanya Mikoto pada Sasuke melihat penampakan yang sangat tidak mengenakkan itu.

"Dia gelandangan yang kutemukan di kolong jembatan. Namanya Hinata" Kata Sasuke yang sukses digeplak sama Hinata. Mikoto hanya bengong melihat tingkah putra bungsunya tersebut.

"Namaku Hinata. Aku adalah arkeolog. Salam Kenal" Kata Hinata sambil menjabat tangan Mikoto.

"Ya sudahlah. Silahkan masuk" Kata Mikoto yang sepertinya tidak mau berdebat banyak dengan tamu anehnya ini.

-0-

"Ini adalah kamarmu" Kata Sasuke sambil mengajak Hinata menuju kamar dengan ukuran cukup luas. Hanya saja kamar tersebut terkesan kosong karena hanya ada ranjang di pojok kanan dan sebuah almari yang cukup besar disebelahnya.

"Untuk saat ini kau tidur dengan piyama milik Hana-neechan" Kata Sasuke sambil mengacak-acak almari besar tersebut dengan cukup barbar. Hinata sampe bengong ngeliat Sasuke mengacak-acak almari yang ternyata isinya adalah pakaian wanita semua ck ck ck.

"Nih, cepat pake dan rapikan sisanya" Kata Sasuke sambil langsung ngibrit sebelum Hinata sadar apa yang dia ucapkan.

"Sial" Desis Hinata sambil memandangi pakaian wanita yang tadi sempat dilemparkan oleh Sasuke diatas ranjang yang saat ini tampak berantakan tersebut.

-0-

"Ternyata udah hampir tengah malam ya" Rutuk Sasuke begitu melihat jam dinding dikamarnya sudah menunjukkan pukul setengah dua belas. Sasuke pun mengganti pakaiannya dengan piyama motif bintang dan segera merebahkan dirinya diatas ranjang sambil memandangi langit-langit.

'Sepi ya kalo gak ada si baka aniki itu' Batin Sasuke yang sepertinya mulai rindu dengan kakaknya yang saat ini pindah kerumah istrinya, Hana Inuzuka.

'Biasanya kalo malem minggu gini kita kan suka main catur bareng meski dia sering curang' Batin Sasuke sambil mengingat beberapa kecurangan Itachi. Mulai dari menukarkan pion saat dia sedang membuat kopi, atau dengan sengaja memindah rajanya saat dia sedang mati langkah. Benar-benar menyusahkan.

'Kira-kira cewek masa depan itu bisa main catur gak ya' Batin Sasuke begitu melihat mesin waktu tersebtu tergeletak lemas tak berdaya dipojokan kamarnya yang memang sangat rapi itu.

Sasuke pun berdiri dan keluar dari kamarnya menuju kamar Hinata.

-0-

"Siapa ?" Teriak Hinata begitu mendengar suara pintu berderit dibelakangnya. Hinata pun menoleh untuk memastikan siapa yang telah memasuki kamarnya.

"Ini aku. Sasuke" Kata sosok tersebut yang ternyata adalah Sasuke. Hinata mundur dan menyandarkan dirinya ke tembok, secara dia itu masih suci dan dia tidak mau ternodai oleh Sasuke yang memang berwajah cukup mesum.

"Mau ngapain ?" Semprot Hinata begitu melihat Sasuke sedang duduk diranjangnya.

"Gak usah lebay kali. Kamu pikir aku semesum itu ? Aku hanya mau ngajakin main catur bisa kan ?" Tanya Sasuke dengan menyeringai kecil. Hinata menggelengkan kepalanya pelan sambil menyembunyikan tubuhnya dalam selimut. Sasuke tampak kecewa dengan jawaban Hinata yang sangat tidak mengenakkan tersebut.

"Ya udah dech. Oyasuminasai" Kata Sasuke sambil meninggalkan Hinata yang masih menyembunyikan tubuhnya dalam selimut.

-0-

"Bangun...! Udah pagi" Kata Sasuke sambil nyolek tubuh Hinata yang masih terbalut selimut. Hinata menggeliat pelan dan kemudian duduk dengan wajah kusut dan rambut berantakan. Sasuke hampir tertawa melihat arkeolog tersebut benar-benar berantakan.

Tapi, Sasuke terkejut ketika melihat Hinata yang saat itu tengah memakai piyama. Lekuk tubuhnya yang terkesan molek itu pun terlihat seiring dia bergerak untuk merapikan rambutnya.

"Makanan sudah siap" Teriak Mikoto dari arah ruang makan. Sasuke langsung ngibirt kearah ruang makan karena takut terkena serangan nosebleed mendadak melihat tubuh Hinata yang begitu molek. Hinata sampe ternegong melihat Sasuke ngibrit secepat cheetah itu.

-0-

"Ohayou Gozaimasu" Sapa Hinata ketika keluar dengan memakai pakaian arkeolog resminya. Sasuke langsung berhenti makan melihat Hinata yang saat itu masih memakai pakaian 'aneh' nya.

Hinata pun duduk tanpa memedulikan tatapan heran dari ketiga orang yang saat ini tengah berhenti makan saking herannya.

"Ehem. Hinata, kau sebenarnya berasal dari mana ?" Tanya Mikoto membuka percakapan dengan anggota keluarga yang baru tersebut.

"Saya adalah arkeolog dari tahun 2050 yang dengan sukarela mencoba prototype mesin waktu dan membuat saya terdampar disini" Jelas Hinata. Sontak laki-laki disebelah Mikoto yang saat itu tengah minum langsung menyemburkan minumannya.

"Kau bercanda ?" Kata Fugaku dengan tampang heran. Hinata menggeleng pelan.

"Akan kuurus kasusmu. Ada sekitar 30 orang yang mengaku time traveler bulan ini" Kata Fugaku sambil membuka catatannya. Fugaku berprofesi sebagai polisi Konoha.

"Ayah, berikan kami waktu untuk membuktikannya. Bulan depan aku akan buktikan kalo dia time terveler sejati" Kata Sasuke dengan semangat. Fugaku tampak menimbang-nimbang dan akhirnya menyetujui kesepakatan tersebut.

"Kenapa kau tidak makan ?" Tanya Sasuke ketika melihat piring Hinata masih penuh sedangkan dia sudah tambah tiga kali ck ck ck.

"Aku seorang vegetarian. Bolehkah aku memasak makananku sendiri ?" Tanya Hinata pada Mikoto. Mikoto mengangguk, Hinata pun dengan senang berlari menuju dapur dan mencoba memasak sendiri.

"Sasuke, belikan baju biar dia tidak terlihat kayak astronot nyasar gitu" Kata Fugaku sambil melemparkan kunci mobil yang langsung ditangkap dengan sigap oleh Sasuke sambil menyeringai.

-0-

Sasuke menghampiri Hinata yang sepertinya sedang memakan makanan buatannya sendiri. Hinata tampak menikmati makanan yang lebih mirip dengan nasi goreng tersebut.

"Kau makan apa ?" Tanya Sasuke. Hinata tampak terkejut dengan kehadiran Sasuke sehingga dia tersedak dengan sukses. Sasuke yang panik langsung mengambil air dan menyodorkannya pada Hinata. Hinata yang panik dan ingin mengambil air malah menabrak Sasuke sehingga air yang dibawa Sasuke tumpah ketubuh Hinata.

"Kyaaa...! Baju ini gak tahan air" Jerit Hinata dengan baju tebal tersebut melelh. Sasuke terbelalak melihat pemandangan tersebut.

'Bajunya tahan nuklir tapi sama air aja leleh' Batin Sasuke sambil melihat dada bagian atas Hinata yang sekarang terekspos sangat jelas.

"Kyaa...! Kau lihat apa. Cepat katakan pada bibi Mikoto untuk membawakanku baju ganti" Teriak Hinata sambil mendorong Sasuke yang sudah nosebleed mendadak.

TBC


Bila ada yang ditanyakan PM aja ya

Revieww...!