Jeon Wonwoo

Mahasiswa jurusan komunikasi semester terakhir ini memang bisa dibilang agak sedikit salah jurusan sepertinya. Biasanya, anak komunikasi adalah anak-anak yang mudah bergaul, banyak berbicara, dan dapat mengekspersikan dirinya dengan baik namun Jeon Wonwoo bukan orang yang seperti itu.

Jeon Wonwoo itu pendiam, tidak suka bertemu dengan orang baru dan juga ia tidak menyukai keramaian. Alasan Wonwoo memilih jurusan komunikasi sebenarnya sangat simple, karena ia ingin menjadi seorang sutradara dikemudian hari. Walaupun memang hobi Wonwoo sendiri ialah membaca buku, tapi ia tidak tertarik untuk masuk jurusan literature. Sifat Wonwoo yang agak tertutup dan pendiam membuat ia sulit untuk bergaul. Ia pun terbiasa untuk melakukan segala sesuatu sendirian dan justru merasa risih jika ada orang disekitarnya. Namun satu hal yang perlu kamu ketahui, jika Jeon Wonwoo sudah mulai banyak bicara, itu artinya ia sudah menerimamu untuk menjadi temannya.

Wonwoo sendiri memiliki wajah yang cukup tampan dengan tinggi badan 182cm dan tubuh yang ramping serta kulit putih bersih. Namun ia selalu menutupi wajahnya yang rupawan dengan kacamata bulat dan hoodie yang kebesaran. Orang-orang yang melihat Wonwoo akan berpikir bahwa ia tidak memiliki jiwa fashion dan benar-benar pergi ke kampus untuk serius belajar.

Wonwoo tinggal di apartemen kecil atau biasa disebut officetel tak jauh dari kampusnya. Biaya sewa officetel sendiri memang bisa dikatakan jauh lebih mahal dari goshiwon, namun Wonwoo membutuhkan banyak ruangan untuk menaruh buku-bukunya yang kian hari semakin banyak.

Wonwoo juga bekerja paruh waktu di sebuah café yang berjarak agak jauh dari kampusnya. Butuh waktu 50 menit untuk sampai ke Café tersebut, namun, karena gaji yang ditawarkan cukup tinggi Wonwoo memilih untuk bekerja disana.

Lalu, bagaimana dengan kerja paruh waktunya nanti jika ia harus menjadi pacar sewaan? Untungnya, pemilik dari café ini adalah teman baik dari Soonyoung yang bernama Jihoon. Wonwoo pertama kali bertemu dengan Soonyoung juga ketika pria bermuka seperti hamster itu datang ke Café untuk bertemu Jihoon. Awalnya, Wonwoo berpikir bahwa Soonyoung itu sangat berisik dan menyebalkan, namun secara perlahan, Wonwoo mulai membuka diri dan mereka menjadi sangat dekat. Mereka juga seumuran.

"Nah, ini dokumen dari klienmu kali ini"

Soonyoung menaruh map berisikan data lengkap klien Wonwoo diatas meja Café yang bernama Shining Diamond itu. Jihoon sengaja memberikan waktu istirahat untuk Wonwoo agar mereka dapat membicarakan hal-hal yang perlu dibicarakan dan ini sangatlah aneh! Mengapa aneh? Karena Jihoon itu tidak biasanya seperti ini. Jihoon yang selalu marah dan terlihat kesal itu selalu terlihat menjadi seperti seorang peri baik hati ketika ada Soonyoung disekitarnya. Jihoon menyukai Soonyoung, Wonwoo yakin dengan hal itu.

"Ah! Aku lupa mencetak halaman pertama!" Soonyoung menepuk jidatnya sendiri setelah ia menyadari ia hanya mencetak halaman kedua.

"Justru yang penting kan berada di halaman pertama" Wonwoo berkata, "Jangan-jangan kau bohong yah soal wajahnya yang tampan dan umurnya yang masih muda?!"

Melihat lirikan mata Wonwoo yang memberikan keraguan itu membuat Soonyoung menggelengkan kepalanya. Wonwoo tahu betul kapan temannya itu sedang berkata jujur dan kapan sedang berkata bohong. Jadi ia tahu bahwa Soonyoung tidak berbohong soal wajah tampan kliennya ataupun umurnya. Wonwoo percaya pada Soonyoung.

Wonwoo mengambil kertas yang sudah Soonyoung siapkan dan membacanya. Ia sangat penasaran dengan deskripsi dari klien tersebut, Soonyoung bilang hanya Wonwoo yang sesuai dengan apa yang klien itu inginkan.

"Tinggi, tapi tidak lebih dari 185cm. Tidak banyak bicara…" Wonwoo melanjutkan membaca dalam hati dan ia pun merasa bahwa apa yang orang itu tulis memang seperti dirinya sendiri. Wonwoo terus membaca dan membaca sampai kata terakhir yang ada pada bagian tersebut membuatnya marah besar.

"BOTTOM?!" Wonwoo menaikkan suaranya dengan mata yang masih berfokus pada kata tersebut.

"YAH! JEON WONWOO! KECILKAN SUARAMU!" Jihoon berteriak dari belakang kasir dan itu membuat Wonwoo sadar bahwa Café pada saat itu agak ramai. Ia sangat malu. Ia juga berharap tidak ada yang mengerti soal 'bottom'.

"Apa-apaan ini, Kwon Soonyoung?!" Wonwoo benar-benar tidak bisa menutupi kemarahannya. Ia merasa sangat kecewa dan merasa tertipu.

"Aku benar-benar yakin bahwa orang ini cabul! Kenapa dia harus menaruh ini jika ia tidak mengaharapkan 'hal itu' juga?!" Wonwoo berkata dengan nada yang marah namun dengan suara yang pelan.

"Tidak, Wonwoo.. tidak. Percayalah padaku"

"Aku tidak yakin" Wonwoo menghela nafasnya, "Aku tidak mau melakukan ini"

"Tidak bisa!"

"Kenapa?!"

"Karena…" Soonyoung menghindari mata Wonwoo yang masih seperti memancarkan sinar laser, "Kau harus bertemu dengan klienmu besok"

"Just kill me"

.

.

.

Wonwoo terbangun dengan suara handphonenya yang berbunyi. Bukan, bukan alarm tapi telepon dari Soonyoung.

"Won, Jangan lupa yah hari ini jam 3 siang di Hongdae. Aku mengirimkan nomor handphone klienmu barusan" Kata Soonyoung, "Lalu jangan lupa untuk mengabariku segera setelah kencanmu selesai. Kalau ia terlihat seperti orang aneh, langsung segera hubungi aku! Aku akan mengikutimu diam-diam. Oh ya lalu-"

"Apa?" Tanya Wonwoo. Ia masih ingin tidur lagi, jadi Wonwoo ingin agar Soonyoung segera mengatakan hal-hal yang ingin ia sampaikan.

"Kamu tidak boleh memberi tahu klienmu kalau kau itu bukan staff di perusahaan kami"

"Ya.. baiklah. Ada lagi?"

"Tidak"

"Ok" Dan Wonwoopun mengakhiri teleponnya.

Setelah teleponan dengan Soonyoung, Wonwoo tidur lagi selama sekita 2 jam. Ketika ia bangun, waktu sudah menunjukan pukul 11 siang. Mungkin gara-gara Wonwoo tidak bisa tidur semalam maka ia bangun sesiang ini. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Wonwoo pergi ke supermarket kecil yang berada di ujung jalan. Dengan sweater kebesaran dan celana training, ia membeli satu cup ramyeon, satu lunchbox dan susu rasa pisang. Jeon Wonwoo itu walaupun kurus tapi makannya banyak, dan walaupun ia banyak makan makanan yang bikin gendut seperti itu, dia tetap saja ramping.

Setelah selesai makan, Wonwoo mengambil buku yang baru saja ia beli kemarin dan membacanya. Ia masih mempunyai waktu selama 3 jam setengah sebelum janjinya dengan klien itu. Wonwoopun memasang alarm di handphonenya karena terkadang Wonwoo suka lupa waktu kalau sedang membaca.

Tanpa terasa, alarm Wonwoo sudah berbunyi. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Ia pun segera menutup bukunya dan berjalan kearah lemari bajunya. Ia membuka lemarinya dan mengambil satu buah kaos putih dan celana jeans hitam. Saat itu udara sudah mulai dingin, sebentar lagi musim akan berganti menjadi musim dingin. Wonwoopun mengenakan jaket bomber berwarna hijau army untuk melengkapi fashionnya pada hari itu.

Jeon Wonwoo sebenarnya memiliki banyak sekali pakaian yang sedang trendy dan kekinian, pakaian-pakaian tersebut dibelikan oleh ibunya namun jarang ia pakai. Wonwoo hanya mengenakan pakaian seperti itu jika ia ingin bertemu keluarganya atau ya hanya ketika ia ingin.

Wonwoo membiarkan rambutnya begitu saja, ia tidak berniat untuk menggunakan jel atau membentuk rambutnya. Lagipula klien itu bilang ia ingin uke kan? Kalau ia pergi dengan poni yang diangkat keatas ia akan terlihat sangat jantan. Mungkin ia akan langsung dipecat ditempat, dan Soonyoung akan kecewa pastinya.

Setelah mengecek penampilannya sekali lagi di depan kaca, Wonwoo pergi meninggalkan apartemennya. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit dengan berjalan kaki ke Hongdae, jadi Wonwoo tidak perlu buru-buru.

Wonwoo merasakan getaran yang berasal dari handphone di kantong celananya. Ia pun segera mengambil handphone tersebut dan melihat ada satu pesan baru dari nomor tidak dikenal.

"Halo. Aku akan sampai di Hongdae sekitar 5 menit lagi. Kita dapat bertemu di taman xx. Sampai jumpa =D"

Melihat emoticon di belakang sms yang baru saja ia terima sudah dapat membuat Wonwoo tahu orang macam apa kliennya itu. Wonwoo lalu menaruh handphone nya kembali ke dalam kantung celananya dan berjalan menuju taman xx tersebut.

Wonwoo duduk di salah satu bangku di taman kecil yang berada di tengah-tengah Hongdae. Biasanya taman itu digunakan untuk pertunjukan musik oleh para musisi kecil, namun hari itu tidak ada pertunjukan. Klien tersebut akan menemukan Wonwoo dengan mudah pastinya. Ada beberapa orang lain di taman itu, tapi setidaknya Klien itu tidak perlu mencarinya di lautan orang-orang yang sedang menonton pertunjukan.

Tak lama setelah itu, mata Wonwoo menangkap seorang pria yang tak asing baginya sedang berjalan menuju taman xx. Wonwoo membatu.

'Tidak mungkin kan dia itu klienku?' Wonwoo bertanya dalam hati. Ia pun segera menundukkan kepalanya. Orang itu adalah salah satu mahasiswa populer di kampusnya. Tentu saja mahasiswa populer tidak akan tahu tentang Jeon Wonwoo, tapi kan tetap saja!

Wonwoo merasakan getaran dari kantung celananya. Ada panggilan masuk.

Wonwoo mengeluarkan handphonenya dan melihat bahwa itu adalah panggilan dari kliennya. Namun setelah Wonwoo mengeluarkan handphonenya, panggilannya berhenti. Wonwoo pun menaikkan pandangannya ke adik kelas yang populer itu.

Mata Wonwoo membesar ketika ia melihat adik kelas itu melambaikan tangannya sambil berjalan kearah Wonwoo. Senyuman terukir di wajah tampan adik kelas Wonwoo itu, namun tentu saja, Wonwoo tidak dapat membalas senyumannya.

"Halo! Kau dari rent partner kan? Namaku Kim Mingyu"

'Ternyata benar memang Kim Mingyu. Sial!' Wonwoo mengumpat dalam hati.

Kalau orang sepopuler Mingyu mengenal Wonwoo, itu bisa menjadi suatu hal yang membahayakan! Wonwoo benar-benar ingin lari saja dari tempat itu, ia tidak peduli dengan Soonyoung, yang ia pedulikan saat itu adalah nasibnya sebagai seorang mahasiswa culun. Wonwoo menjadi pacar bohongan Mingyu karena Mingyu akan bertemu mantannya dan itu berarti Wonwoo akan bertemu dengan beberapa teman Mingyu. Jadi, orang-orang akan tahu bahwa Wonwoo adalah pacar dari Kim Mingyu, kan?! Bagaimana mungkin kehidupan kampusnya akan tenang jika orang-orang tahu Wonwoo adalah pacar dari Kim Mingyu?!

Seseorang, tolong selamatkan Wonwoo dari hal yang memusingkan ini!

.

.

.

Chapter ini agak bosen yah? Chapter berikutnya pas Meanie udah mulai ngobrol janji deh lebih seru! Haha

Aku lagi mikirin ada 2 alternatif ini cerita mau dibawa kemana… Bingung _

Minta reviewnya lagi donggg3 hehehe nanti updatenya cepet deh kalo kalian share pendapat kalian tentang cerita ini~ hihihi