And Love Will Never Go…
Yay… here comes the chapter 2… akhirnya chap 1 ada juga yang ngereview! meskipun gw capek krn ngerjain 2 fanfic, 2 novel, 1 cerpen, pr Kumon yang enggak abis-abis, pr sekolah yang bejibun, belom lagi tugas Geografi dll… halah… tapi tetep… Enjoy this fic please!!
Maap nih sebelumnya ada banyak ralat! List-nya:
di fic gw yg Lebaran Idul Fitri, frekwensi Trax FM Semarang itu harusnya 90.2 FM.
sihir akan tetep dipake di fic ini!
Udah, itu aja (ktnya banyak!)
Summary: idem
Disclaimer: idem
A/N: idem (bilang aja males nulis)
Chapter 2. The Busway Incident
Neville dan ke-8 (wuihh! Eike masih sempet2nya ngitung jumlah mereka!) sahabatnya menunggu busway di halte busway UHC (maklum, kampus unggulan!). setelah cukup lama menunggu di tengah udara panas (sekarang lagi musim panas di Konoha), akhirnya bus yang ditunggu datang juga.
"Ayo, naik!" ajak Lee bersemangat (jelaaas). Mereka semua pun naik. Saat naik, Neville ngeliat ke arah belakang bus. Di sana, duduklah seorang cewek yang berdandan ala orang Arab. Cewek itu sedang melamun menatap ke luar bus. Neville menganggap hal itu biasa aja (lha wong di Konoha banyak lagi yang lebih aneh). Tapi, ada perasaan khusus saat Neville menatap cewek itu.
Jarak antara UHC dan Kotos lumayan jauh. Harus melewati 5 halte, dan jarak masing-masing halte kira-kira 5 kilometer. Neville dkk yang tadinya berdiri akhirnya dapat tempat duduk juga. Di halte ke3, masuklah seorang ibu-ibu berjubah hitam dengan gambar awan merah bersama temannya yang berambut hitam dan berpakaian sama dengannya. Ibu-ibu itu memakai mawar kertas di rambutnya, dan muka temannya dipenuhi oleh tindikan. Yaah, kayak anak underground, tapi ketuaan gituh. Usia ibu-ibu itu kira-kira 40-an, dan temannya kayaknya 30-an. Saat mereka itu masuk bus, hampir semua orang memandang mereka dengan tatapan dingin sekaligus benci. Yap, ibu-ibu itu adalah Konan, anggota Akatsuki, dan orang yang bersamanya adalah Pein.
Konan dan Pein tidak mendapat tempat duduk di dalam bus, padahal ia sangat capek setelah jalan-jalan keliling Konoha (maklum, turis dari Amrik sekaligus pemandu acara 'Wisata Kertas').
"Neji, emangnya ibu-ibu dan bapak-bapak bule itu siapa? Kok orang keliatannya benci banget sama dia?" bisik Neville dalam bahasa Jepang.
"Itu Konan dan Pein, anggota organisasi kejam 'Akatsuki' dari Amerika. Akatsuki dibenci banget disini, makanya orang-orang benci sama dia," jawab Neji. Neville ngangguk-ngangguk.
Para penumpang bus terlihat ogah memberikan tempat duduknya ke Konan, padahal Konan terlihat sudah mau pingsan. Konan tidak tahan lagi. ia melorot, menggelosor di lantai bus.
"No, ma'am! Please, sit down here! Take my seat! Please!" seru gadis bercadar yang tadi duduk di belakang, yang sekarang sedang memapah Konan ke tempat duduknya di belakang.
"Thank you, young lady. You're very kind!" kata Konan.
"Young lady, thank you for helping my friend. She's really tired," kata Pein. Mereka lalu berbincang-bincang sejenak. Sementara itu, orang-orang di bus kelihatannya tidak menyukai pemandangan itu.
"Hei, kamu! Kenapa kamu ngasih tempat dudukmu ke manusia tak berkeprimanusiaan itu??" seru seorang bapak-bapak dari arah depan bus dalam bahasa Jepang. Gadis bercadar itu kelihatan shock. Mata birunya membesar.
"Saya… Saya… kasihan dengannya," jawab gadis itu takut-takut. Bahasa Jepangnya masih belum terlalu lancar, tapi sudah baik. Seluruh penumpang bus menatapnya tajam.
"Chih!! Sok baik!! Kau tau tidak, siapa mereka?" tanya bapak-bapak itu sampe mucrat-muncrat. Neville mengenali bapak-bapak itu. Ia adalah dosen Fisika di UHC, Asuma Sarutobi.
"Asuma-sensei?" bisik Shikamaru kaget, menatap dosen favoritnya itu.
"Saya tidak tahu," jawab gadis itu lemah.
"Alasan! Kamu pasi tau siapa mereka! Mereka kan anggota Akatsuki, evil organization dari Amerika! Masa kamu enggak tau sih, mereka kan hobinya membunuh, menyiksa, dan melakukan sejumlah pekerjaan kotor lainnya! Mereka itu teroris!" sembur Asuma lagi. cewek itu tertunduk.
"Tenang, Asuma-sensei! Tahanlah kemarahanmu!" Neville menenangkan Asuma.
"Kamu… anak Biologi 2006 kan? Anak muridnya Kurenai?" tanya Asuma heran.
"Ya, Asuma-sensei. Tolong tahan dulu kemarahan anda, please," jawab Neville. Asuma mengatur nafasnya.
Neville menatap gadis bercadar yang didamprat Asuma. Mata mereka bertemu sejenak, lalu mereka menunduk kembali.
Matanya… biru… seperti mata Luna… batin Neville. Jantungnya berdegup kencang.
"Kamu orang asli Konoha?" bentak Asuma kasar.
"Bukan… saya dari Inggris…," jawab gadis itu.
"Ooh, pantes…,"gumam Kiba.
"Sudah berapa lama kamu di Konoha?" tanya Naruto dengan nada yang bersahabat.
"Err… baru satu tahun. Saya kuliah di KIT," jawab gadis itu.
"Nona ini tidak salah. Ia baru satu tahun tinggal disini. Wajar saja kalo ia belum tau kalo kita bermusuhan dengan Akatsuki," Neville membela gadis bercadar itu.
"Ya… apa yang dikatakan pemuda ini benar. Asuma-san, saya memang masih baru disini dan belum terlalu mengerti adat istiadat disini," kata gadis bercadar itu.
"Well, aku memaafkanmu kali ini. kamu memang belum mengerti. Yah, sepertinya seseorang harus mengajarimu adat istiadat di sini," kata Asuma. Ia lalu merogoh kantung celananya, dan mengambil sebuah kartu nama.
"Ini kartu nama temanku, Kurenai Yuuhi. Ia adalah dosen pemuda ini, dan aku yakin ia bisa mengajarkanmu adat istiadat, sejarah, dan kebiasaan Jepang, khususnya Konoha. Aku akan mengontaknya terlebih dahulu nanti," kata Asuma sambil memberikan kartu nama ke gadis bercadar.
"Arigato, Asuma-san," kata gadis itu sambil membungkuk. Asuma balas membungkuk.
Bus berhenti di halte keempat. Asuma turun.
"Arigato gozaimatsu. Kamu udah nolongin aku," kata gadis bercadar itu ke Neville dalam bahasa Jepang.
"Sama-sama. Udah jadi kewajiban kok, untuk bantuin sesama muslim," jawab Neville.
"Oh, kamu muslim?!" tanya gadis itu dengan suara senang. Matanya tampak berbinar. Neville nyengir.
"Aku lumayan aktif di Masjid Ash-Shinobi. Kamu?" tanya gadis bercadar.
"Di Masjid Konoha Islamic Center. Soalnya kos-kosan aku deketnya kesana, ke Ash-Shinobi agak jauh," jawab Neville. Gadis bercadar ber-oh.
Hening lama.
Bus berhenti di halte kelima, tempat perhentian Neville dkk.
"Aku turun disini. Kamu?" tanya Neville.
"Disini juga. Tapi aku mau ke Computer Center dulu. Kamu mau ke mall ya?"
"Oh… iya, aku mau ke mall, mau cari buku. Kamu kok bisa tau?"
"Tadi aku denger temen-temen kamu ngomongin soal itu."
Mereka bersepuluh (kan sama bocah-bocah tengik bin tengil Konoha-Suna itu…) turun di halte Kotos.
"Bye," kata gadis bercadar itu, lalu berjalan meninggalkan Neville.
Nada bicaranya… suaranya…
Neville terhenyak. Nada bicara dan suara gadis itu mirip sekali dengan Luna. Bedanya, suara itu terdengar lebih berekspresi daripada suara Luna yang dulu (tau dong… suara Luna kan kayak orang ngalamun).
"Neville-kun, udah nanya nama cewek tadi siapa?" tanya Sasuke.
DEGG!! Neville baru inget. Dia belom nanya nama cewek tadi siapa! Sementara itu, cewek itu sudah menghilang di tengah-tengah crowd. Neville langsung lemes.
Mampus gua… padahal ntu cewek mirip Luna…
XxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXxXx
Yapph… segini saja buat chap 2… dikit ya? Tenang… ntar disambung lagi. hwah… setelah berhari-hari nunggu, ada juga yang ngereview. Dan entah gimana dg yang baca tapi gak review (kalian2 yg termasuk golongan ini wajib bayar goban!! Hayo!!). ahh, sutralahay, gw balas dulu review2 yang udah masuk.
Konoha High School Musical: iya Tar… udah gw review kok!! Gw jadiin fave author lagi!! puas… puas…tak sobwek2 lembar kerja kumonmu entar (lho?)! tenten… mungkin di chap 3 ato 4 bakalan ada. Tunggu aja lahh…
funsasaji1: sebenernya pen-name elo yang mana sih? Yang ini, apa yang Hideco-LBL? saya jadi bingung… ini, gw udah lanjutin. Tengkiu ya! oia, kalo enggak salah ada layout multiply yang gambar Neji en Gaara loh… punya gw layoutnya Kakashi… untuk keterangan lebih lanjut, telpon gw!
Miyavi.rai: makasih… makasih… iya nih, banyak yang salah ketik, maklum, ngetiknya malem2. gak konsen gara-gara ngetiknya sambil nonton tv, gitu… Iya, ini authoress yang ngarang Lebaran Idul Fitri. Voldemort Host Club udah kubaca, tapi belom kureview (licik abis dah)… maap… ntar kureview… lupa melulu sih… emangnya Voldie, Yaxley, Dolohov, ma Nagini bisa joget kayak mulan jambreetlah? Wah, gw aja enggak bisa… Voldie Raja dangdut? Roma irama kalah dong. Voldie kawin sama Meichan? Maia setuju gak X)?
Udah ya… keep review!! Gw lanjutin kalo udah ada yg review minimum 10 orang (LICIK!!)!! Makanya, promosiin fic ini, ok!!
Salam pahit,
Authoress terlicik di dunia,
PuTiLiciOUs.
