Kisah cinta takari yg saling memiliki perasaan satu sama lain namun sulit untuk disampaikan, sampai suatu saat ketika hampir mereka tau perasaan mereka satu sama lain seekor digimon virus muncul dan menyebabkan hikari hilang ingatannya, aahh bagaimana ini? Dan tiba tiba saja ada orang baru yg mendekati hikari dan ternyata dia mengincar hikari .. ahh bagaimana dengan nasib takeru dan hikari selanjutnya? Apakah mereka bisa bersatu? Siapa orang baru itu? RnR yapss maaf kalo banyak typonya-_-)v

Yagami hikari (16thn)

Takaishi takeru (16thn)

Ku rubah umurnya agar yang mereka lakukan disini sesuai dengan umur mereka.

Dengan tidak lupa akan muncul digimon merekaa:3

Lama banget updatenya ini, udah bersarang laba – laba kali ya. Semoga kalian bersabar dan senang dengan Update tan barunya.

Keesokan Hari-

"Kringgggggg"

.

"Kringgggggg"

.

"Kringgggggg"

Bunyi keras dari alarm yang mewajibkan membangukan sang pemilik.

"Kringgggggg"

.

"berisik.." ucap pemuda pemilik alarm tersebut sambil mematikan asal suara dan memastikan pukul berapa sekarang.

Sambil menatap jam yang menunjukan pukul 8 pagi dan beralih menuju jendela yang menampilkan keindahan pagi, sang pemuda tersenyum ringan mengingat ini akan menjadi hari yang special untuk dirinya dan mungkin juga untuk sang wanita yang akan dijemputnya nanti.

"yosh waktunya bersiap"

Dilain tempat mansion yagami sudah ramai karena sang kakak sulung akan melakukan pertandingan dengan sekolah lain.

"Hikari ayo sarapan, kau ini sedang kenapa si daritadi tersenyum – senyum sendiri terus? Jangan bilang kau ingin berken-" tanya sang kakak sambil mengejek sang adik

"Oni-chan! Tidak aku hanya.. Hanya.. Hmmm"balas hikari dengan malu malu

"hahaha.. Sudah aku mengerti, semoga harimu menyenangkan ya. Dan semoga hubungan kalian menjadi pas-"Goda taichi lagi yang dipotong oleh Hikari

"Oni-chan sudah sana berangkat nanti kau akan telat"teriak Hikari sambil mengusir kakaknya yang terus menerus menjailinya

"hahaha adikku ini lucu ! Ini sudah jam 9 rupanya, aku harus cepat cepat berangkat.."

"aku berangkat" ucap taichi

"Iya hati hati" balas sang adik.

.

Hikaripun kembali ke kamarnya dan kembali bersiap, sesekali dia menatap cermin sambil melihat penampilannya. Hari ini dia tampil menggunakan kemeja lengan pendek berwana putih dipadukan dengan rok kuning mudanya yg menutupi sampai dengkulnya.

"Manis..." ucapnya dalan hati

Ting tong

Ting tong

"iyaa sebentar.." ucap hikari

.

Di depan pintu takeru menunggu dengan perasaan gugup, banyak yg dia fikirkan pada saat itu. Seperti bagaimana penampilannya sekarang? Apakah dia terlihat rapih? Semoga saja dia tidak bau badan. Bagaimana penampilan hikari saat ini? Ahh semua itu dilamunkan takeru tanpa sadar padahal hikari sudah ada dihadapannya.

"takeru-kun? Kau kenapa?" tanya hikari sambil melambaikan tangannya di hadapan takeru

"ah tidak, ah ayo hikari cuaca hari ini bagus untuk kita keluar.." basa basi takeru menghilangkan kegugupan dan lamunanya

"ehhh? Kan memang hari ini kita berjanji untuk ke taman, kalau begitu aku ambil tas ku dulu ya" jawab hikari

"hahaha iya benar juga, baiklah aku akan menunggu mu disinu saja"

"baiklah, ayo kita berangkat" ajak hikari

.

.

Dalam perjalanan kedua bercengkrama sambil tertawa satu sama lain. Tak jarang hikari menggoda takeru dengan bercanda apakah nanti tidak ada gadis yg marah jika hikari pergi berdua dengannya. Dan takerupun hanya membalas dengan tertawa garing sambil berkata dalam hati kalau gadis yg dia suka dan inginkan hanyalah Hikari seorang. Hikaripun sebenarnya hanya memastikan tidak ada perempuan yang sedang takeru sukai agar dia bisa mengungkapkan namun melihat reaksi takeru yang tidak menjawab apapun membuat hikari ragu.

.

Ah memang jatuh cinta pada teman baik sendiri itu membingungkan ya.. Pikir keduanya

.

Tak terasa mereka berdua sampai juga di Taman yang mereka tuju. Pas sekali mereka datang saat musim semi jadi bunga sakura disana bermekaran dan bertaburan beberapa kelopaknya menghiasi taman, membuat kesan romantis yg kuat. Mereka berduapun duduk di pinggiran bangku yg tersedia disana. Takeru melihat ada penjual ice cream berinisiatif untuk membeli ice cream tersebut.

"Hikari-chan.."

"ya?"

"apa kau mau ice cream? Rasa apa yg kau inginkan?"

"ah aku mau! Aku mau rasa strawberry ya"

"oke, tunggu sebentar ya"

"baik"

Sambil menunggu Takeru membeli ice cream, Hikari melihat sekelilingnya tampak indah karena bunga sakura bertebaran. Namun, perhatian dia teralih saat melihat kumpulan asap hitam kecil dekat pohon sebrang mereka duduk. Hikari terus melihat kearah sana tanpa menyadari kehadiran takeru di sampingnya. Takeru yang melihat hikari melamun pun berusaha menyadarkan hikari dengan mengoyangkan bahu hikari dan memanggil namanya.

"hikari-chan? Kau kenapa?"tanya takeru khawatir

"ah, takeru-kun kau membuatku kaget saja" jawabnya

"kau kenapa? Apa ada sesuatu?"

"ah, apa kah melihat asap hitam disana?" tanya hikari sambil menunjuk kearah yg dituju

"asap? Aku tidak melihat apapun disana?"

"oh begitu, sepertinya aku salah lihat hahaha" jawab hikari berusaha agar takeru tidak khawatir

"wah ini ice cream ku? Terimakasih takeru-kun"

"hm, iya ini untukmu"

"Hikari-chan jika ada apa apa jangan ragu untuk bilang padaku ya?" jawab takeru yang mengkhawatirkan keadaan hikari

"baiklah aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu"

"ngomong ngomong ini enak sekali" jawab hikari mengalihkan pembicaraan

Takeru pun tersenyum melihat hikari sudah kembali tersenyum seperti awal, dia melihat ada setitik ice cream di dekat bibir hikari. Dengan tanpa sadar tangan takeru meraih noda tersebut untuk membersihkannya. Hikari yang kaget dengan perlakuan takeru hanya dapat terdiam dan melihat wajah takeru yang semakin dekat denganya. Tanpa mereka sadari mereka berdua sudah saling bertatapan satu sama lain. Tangan takerupun turun perlahan meraih tangan hikari dan mengemgamnya. Detak jantung mereka satu sama lain saling beradu kecepatan.

"Hikari aku sebenarnya.. Selama ini sebenernya aku" ucap takeru dengan tertahan

"aku selama ini..."

Hikari yang dihadapanya sudah mulai memerah tak karuan

"aku su-"

DUARRR

Perkataan takeru terputus saat mendengar suara ledakan. Mereka pun menjauh satu sama lain karena kaget mendengar suara tersebut. Dihadapan mereka ternyata ada kumpulan asap hitam yang sudah membesar dan menjadi asal suara ledakan tadi.

.

.

Sekian chapter kali ini, ku usahakan chapter selanjutnya akan cepat bisa dikerjakan dan tidak lama lagi seperti yang ini hehe. Dimohon bantuannya untuk review dan sarannya yaa thank you 3