Disclaimer © Masashi Kishimoto
Story © Kika
Pair © Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata
Rated © T
WARNING : OOC kuadrat, humor gagal, ide pasaran, typo tak kasat mata (?), alur cepat dan teman-temannya.
Summary © Hinata, gadis telat mikir, pendiam dan kalem. Sasuke, pemuda arogan dan songong. Ada sesuatu yang tertukar diantara mereka/Apa yang tertukar?/Kok bisa?/Bagaimana keseharian mereka?/Cekidot, DLDR!
Note © Merasa terharu dengan teman-teman yang nyari fic ini.
Kika re-publish dan remake buat kalian-kalian fans setianya Kika, wkwkw.
Tetep tungguin kelanjutannya yah.
.
.
.
Chapter 2
-Tertukar-
.
.
.
Mau tidak mau Sasuke harus meninggalkan kediaman Uchiha untuk move ke kediaman Hyuuga. Sasuke tak henti-hentinya mengucapkan kalimat yang diyakini mampu menenangkan segalanya. Yap. Kalimat ampuh –sekaligus kadang menipu- mana lagi kalau bukan 'everythings gonna be alright'. Sebelum keluar dari pintu rumah Uchiha, Sasuke memberikan wejangan kepada Hinata tentang segala sesuatu yang sifatnya 'things you should do and things you should don't, please!'.
"Gila... jadi selama ini tu cewek ke sekolah naik sepeda?" Hinata mengomel di depan sepeda warna pink dengan keranjang di bagian depannya.
Jika biasanya Hinata bersepeda dengan kecepatan di bawah normal, kini Hinata menjadi gadis yang bersepeda dengan kecepatan di atas normal.
Sasuke pernah beberapa kali lewat di depan rumah Hinata tapi belum pernah masuk ke dalamnnya.
"Kalo gak salah, kayaknya rumahnya yang ini deh. Ato gue tanya tetangga aja gimana? Tapi masa Hinata nanya rumah Hinata dimana? Gak lucu" Sasuke yang menghuni tubuh Hinata turun dari sepeda dan mendorong pagar lalu membawa sepedanya masuk.
Setelah menyimpan sepeda di garasi rumah, Sasuke berjalan pelan menyusuri jengkal demi jengkal kediaman Hyuuga. Sepertinya Sasuke tak mampu lahir batin meniru apa yang ada pada diri Hinata, terbukti dari cara berjalannya yang sangat cepat dan bersemangat sehingga mengundang perhatian seseorang.
"Ehmm... Hinata. Darimana saja? Kenapa baru pulang jam segini?" Tanya Neji yang duduk santai di teras rumah sambil membaca koran menatap adik sepupunya yang aneh kini menjadi semakin aneh.
"Ah, mau tau aja lo.." Hinata duduk membuka tali sepatunya,
"Uhuukkk..uhuuukkk...uhuuukk.." Neji tersedak teh hangatnya saat mendengar jawaban Hinata.
'God, ni anak salah gaul dimana' batin Neji mencoba memperbaiki pernafasannya yang sempat terganggu mendengar kata-kata adik sepupunya.
Sementara itu, Sasuke menyadari ia telah melakukan kesalahan. Ia berbicara dengan bawaan dirinya, bukan bawaan Hinata. Ia seharusnya menyapa Neji dengan sopan dan berbicara terbata-bata.
'Ah, mana gue lupa lagi nanya sama Hinata. Dia manggil sepupunya pake panggilan apa? Abang? Kanda? Kang Mas? Uda? Daeng?' Sasuke mulai membatin yang iya-iya tapi ia pernah mendengar Hinata bercerita tentang sepupu berambut panjangnya yang ia panggil-
"Eh, Kak Neji..." Baiklah, kau melakukannya dengan baik Sasuke.
"Kamu dari mana aja? Kenapa baru pulang jam segini?" Lagi. Neji mengulang pertanyaannya.
"A-a..aaa...aaaa...aaaa...aaa...aku.. abis dari ruu ruuu ruuu ruuuuumah temen" sebenarnya Sasuke berusaha untuk meniru Hinata dalam berbicara. Maksud hati ingin berbicara gagap tapi apa daya yang kedengeran gak beda jauh dengan suara orang yang lagi nge-rapp. Uuhh yeaahh!
"Gagapmu makin parah aja, yaudah masuk gih mandi dan ganti baju" Neji melanjutkan kegiatannya membaca koran.
Sasuke melangkah perlahan-lahan memasuki rumah yang sangat asing baginya. Satu hal yang Sasuke cari 'kamar Hinata dimana? Diiimannaaa?' butuh bijih selasih tuh *eh?. Sasuke mulai mengerahkan sel-sel otaknya untuk membentuk beberapa jaringan agar membantunya berpikir cepat.
Biasanya kamar anak cewek tuh di lantai dua, atas dasar pemikiran itu Sasuke memutuskan untuk mencari tangga menuju lantai dua. Sasuke tampak melirik kesana kemari sampai akhirnya menemukan sebuah pintu, ia memutar knopnya dan mendapati-
"Kak Hinata?"
Hanabi sedang bermain game heran melihat kakaknya berdiri dengan kaki mengangkang dan dengan senyum lebar. Sasuke salah kamar, ia kembali melanjutkan pencariannya tapi tak kunjung menemukan tanda-tanda keberadaan kamar Hinata.
"Hinata? kok belum mandi jam segini?" Hotaru, keluar dari kamar bersiap untuk memasak makan malam.
'Ayo Sasuke. Berpikir. Gak lucu kalo lo nanya kamar lo dimana..' Sasuke berpikir keras.
"Oh iya, Ma. Dulu pas rumah kita dibangun, apa pertimbangan Mama untuk naruh kamar aku, kamar kak Neji dan kamar adek?" Sasuke bertanya takut-takut.
"Dulu kamu takut naik tangga, jadi kamar kamu Mama simpen di lantai dasar aja" Shit!
Ternyata Hinata memang ajaib. Tanpa berpikir panjang Sasuke segera menuruni tangga dengan langkah cepat mencari kamar Hinata. Sasuke merasa sedikit tenang saat menemukan kamar yang diyakini sebagai kamar Hinata. Sasuke masih berdiri mematung di belakang pintu kamar Hinata memandang sekeliling. Cat kamar yang sepenuhnya berwarna ungu sedikit menyakiti mata Sasuke, ditambah kasur dengan bed cover berwarna pink bermotif Hello Kitty menambah rasa sakit pada mata Sasuke, tak hanya itu di atas kasur telah bertengger boneka Teddy Bear warna coklat yang sangat besar dan beberapa boneka lain yang tidak Sasuke ketahui jenisnya. Sangat beda jauh dengan kamarnya yang hanya diisi oleh meja belajar, sound system, TV LCD ukuran besar dan PS4 untuk main game.
Meeoonnngg...~
"Mampus, kenapa harus ada kucing segala?"
Oke, ada satu hal yang ketinggalan. Sasuke sangat membenci kucing dan ternyata dikamar Hinata ada kucing putih yang sangat besar dan berbulu lebat.
.
.
.
Sementara itu, keadaan Hinata di kediaman Uchiha...
"Sasuke... Ayo buruan turun makan" Itachi membuka pintu kamar Sasuke dan mendapati-
"AAAAAA...!" saat ini Hinata mengganti seragam sekolah dengan salah satu kaos Sasuke.
Hinata belum sempat mengenakan kaos di tubuh Sasuke tapi Itachi langsung membuka pintu. Sontak Hinata mengambil selimut dan menutupi tubuh Sasuke. Hal yang wajar jika Hinata memang berada di tubuh aslinya tapi lain lagi saat ia berada di dalam tubuh Sasuke dan melakukan hal tersebut. Bagi Itachi hal ini terlihat semacam...
"Ha?" Itachi cengo.
"Makanya buruan cari cewek, gue curiga lo mulai belok. Buruan turun makan, Mama sama Papa udah nunggu di bawah"
Sayang sekali, Hinata tak mampu menirukan bahkan 30% kepribadian Sasuke. Hinata hanya mengganti kemeja Sasuke, ia terlalu takut mengganti celana. Yah, kalian tahu lah sebabnya mengapa Hinata tidak berani mengganti celana. Semua keluarga Uchiha duduk di depan meja makan menatap salah satu anggota keluarga mereka dengan tatapan aneh.
"Sayang, kenapa masih pake celana sekolah? Kok gak diganti?" Hinata duduk di samping Mikoto, Mamanya Sasuke.
"Na-nanti sa-saja Ma" Hinata jelas sangat membunuh karakter Sasuke. Ia berjalan menunduk dengan langkah pelan, tak lupa kedua tangannya selalu bertautan di bagian depan tubuhnya.
"Pa, kayaknya Sasuke lagi gak enak badan" Itachi berbisik ke telinga Fugaku.
Hinata menarik nafas lega setelah makan malam bersama anggota keluarga yang tak ia kenal. Jujur, Hinata sangat merindukan suasana rumahnya tapi mau bagaimana lagi?. Hinata membaringkan tubuhnya di atas kasur. Iphone Sasuke yang ia pegang tak kenal lelah bergetar dan berdering, ada begitu banyak pesan masuk. Hinata sedikit kepo, ia membuka pesan tersebut dan membacanya satu per satu. Sasuke adalah tim basket sekolah, fangirl dimana-mana membuat Iphone Sasuke tak henti-hentinya bergetar menerima pesan yang tak dibalas oleh Hinata. Dari sini Hinata tahu bahwa ternyata ada begitu banyak gadis di sekolahnya maupun sekolah tetangga (?) yang naksir berat sama Sasuke.
Sementara itu di kediaman Hyuuga...
Tak beda jauh dengan Hinata yang tidak mampu mengganti celana Sasuke, Sasuke pun tidak berniat sama sekali mengganti seragam di tubuh Hinata. Alasannya sama. Gak berani karena beberapa hal. Yeah, you know what i mean :v
Sangat berbeda dengan Sasuke, Iphone Hinata lebih mirip dengan lampu bohlam di kamar mandi. Nyala tapi gak bunyi. Ciri-ciri hapenya jomblo, hiks... hiks... Sasuke penggemar musik-musik western dengan genre pop-rock, alternative-rock dan musik-musik yang asik lainnya. Sedangkan Hinata, penggemar musik metal alias Mel*yu total yang lagu-lagunya hanya dipopulerkan oleh band-band tanah air yang... yah, gitulah pokoknya membuat Sasuke tak berniat mendengarkan lagu di Iphone Hinata.
Sasuke berbaring santai di atas kasur pink Hello Kitty Hinata sambil menonton salah satu acara televisi. Sesekali ia mengecek Iphone-nya,
"Yaoloh, ini Iphone apa lampu. Nyala tapi gak bunyi" Sasuke memandang nanar Iphone putih yang ada di genggamannya, ya Iphone Hinata adalah Iphone dengan kondisi yang sama dengan kondisi Iphone para jomblowers di luar sana.
Drrtt... ddrrttt...
Sasuke terlonjak kaget dan segera membuka Iphone Hinata, akhirnya bunyi juga. Ada BBM dari seseorang.
"Sasorichayankkamyucelalucelamanya..."Sasuke membaca nama pengirim pesan BBM kepada Hinata.
"Hah? Ini kan Sasori. Anak kelas sebelah yang sok kecakepan itu, ternyata dia Al4y" Sasuke sedikit jijik membaca nama tampilan BBM Sasori, salah satu siswa yang lumayan menyainginya di kalangan gadis-gadis KHS.
Sasorichayankkamyucelalucelamanya
.Kamu tau gak bahasa Inggrisnya orang yang akan selalu setia menjagamu sampai mati dan akan selalu ada disampingmu apapun yang terjadi.
Hyuuga Hinata
.Gak tau, apa emang?
Baiklah, Sasuke mencoba mencari hiburan tersendiri jadi ia balas saja pesan dari Sasori.
Sasorichayankkamyucelalucelamanya
.I am.
Sasuke mengabaikan gombalan Sasori. Ia mulai memikirkan sesuatu…
"Besok kalo mau ke sekolah kan kita kudu wangi yah. Kudu wangi berarti kudu mandi. Terus kalo mau mandi berarti harus buka baju. Setelah buka baju harus mandi, terus kalo lagi mandi berarti..."
.
.
.
Pagi adalah sebuah keadaan dimana gaya gravitasi bumi berpusat di kasur. Pokoknya setiap pagi kita ngerasa kalo kasur kita memiliki semacam kekuatan mistis yang membuat kita harus membaca doa dari segala doa agar bisa move on darinya (?), entah ada hantunya atau emang dasar kitanya aja yang lagi mager? Kalian udah pada tau 'kan mager itu apaan? Bikin pagar? Bukan, remaja kekinian tuh ngartiin kata 'mager' sebagai tanda-tanda kalo kita lagi males gerak, bingung juga sih dari mana asal usulnya, ah bodo amatlah ya, kita harus tetap ngehargain kreativitas anak bangsa dalam bentuk apapun kok. Selain malas ninggalin kasur karena pengaruh gaya gravitasi dan kemageran kita, kita juga kadang malas ninggalin kasur gara-gara mimpi. Ya, kalo mimpinya lagi bagus kita pasti bakalan memasuki zona "malas sekolah/ngampus dan ingin tidur saja", malahan ada beberapa diantara kita yang pengen balik tidur lagi berharap mimpi indah tersebut bisa bersambung. Mimpi indahnya bisa sederhana aja sih, mimpi jadian sama gebetan misalnya.
Tapi ngomong-ngomong soal kasur dan kekuatan mistisnya yang belum mampu terpecahkan sampai saat ini, gaya gravitasi kasur di kamar Sasuke nggak mempan sama Hinata. Selain berhasil lolos dari jeratan kenangan mantan, eh maksudnya berhasil lolos dari jeratan gaya tarik kasur, Hinata juga berhasil melalui salah satu hal terekstrim dalam hidupnya, memandikan tubuh Sasuke (?).
"Eh? Apa jangan-jangan ada maling?"
Mikoto mengucek matanya yang masih belekan saat ia mendengar suara reruntuhan, -tidak- maksudnya saat ia mendengar suara berisik dari arah dapurnya. Mikoto berjalan dengan berhati-hati, ia berniat mengagetkan maling kesiangan yang akan merampok makanan di dapur dan alangkah terkejutnya Mikoto saat ia mendapati-
"Sasu-chan?" Mikoto melongo mendapati anak bungsunya sedang berkutat dengan spatula dan wajan. Di meja makan sudah tersedia menu sarapan dan yang paling mengeherankan adalah sejak kapan si Sasuke sok keren itu bisa masak? Sasuke bahkan nggak bisa bedain yang mana ember dan yang mana panci, atau jangan-jangan Sasuke telah mendapatkan hidayah dari Yang Maha Kuasa?
"Pa-pagi Maa..."
Seluruh keluarga Uchiha udah duduk mengelilingi meja makan untuk melaksanakan salah satu ritual yang nggak boleh ketinggalan karena kalau ketinggalan bisa bikin perut keroncongan sebelum jam istirahat menjelang. Sederhananya, ritual itu kita sebut saja 'sarapan'.
Fugaku dan Mikoto saling bertatapan, iya kali saling bertatapan kalo saling curi-curi pandang kan nggak lucu juga, sesekali mereka juga memandang sarapan yang telah disiapkan oleh anak bungsu mereka, sedangkan Itachi lebih fokus kepada Sasuke yang penampilannya nggak Sasuke banget (?)
"Sasu-chan, Mama gak nyangka kamu ternyata bisa masak" Mikoto mencicipi nasi goreng ikan tuna yang menurutnya delicious banget.
"Sasuke, lo baek-baek aja 'kan?" Itachi tidak berniat menyentuh makanan di hadapannya sedikit pun, ia terlalu tidak nafsu makan melihat penampilan adiknya yang bisa jadi akan mencoreng nama baik Uchiha's boys. Belum lagi, di depan adiknya ada segelas susu coklat.
'Ini anak kan biasanya minum jus tomat...' batin Itachi sambil memicingkan mata melihat Sasuke yang makan dengan sangat anggun, biasanya kan Sasuke makannya brutal dan rada anarkis. Tapi sekarang? Pokoknya, bikin Itachi gak nafsu makan banget.
.
.
.
KRRIIINNNGGGG...!
Ternyata, Sasuke adalah tipe cowok dengan telinga swastaakreditasi C, tipe telinga yang nggak responsive terhadap suara alam. Doi masih asik aja pelukan sama guling sementara jam weakernya Hinata bentar lagi meledak gara-gara over-louding.
"Hinata, ayo bangun... udah pagi nih!" Neji menerobos masuk kamar Hinata karena udah nggak tahan mendengar suara nyaring alarm yang mampu membangunkan orang sekelurahan tapi nggak mampu membangunkan adik sepupu ajaibnya.
"Ah, Apaan sihh... lo ganggu aja. Masih ngantuk nih gue" sepertinya mulai sekarang Sasuke harus mengenakan kaos dengan tulisan 'Maaf atas segala ucapan gue saat kalian mencoba bangunin gue' karena Sasuke adalah tipe cowok kece yang suka ngomel kalo dibangunin.
"Teme... ayo bangun...!"
"Ha...? Teme? Teme? Teme 'kan panggilan sayang temen-temen ke gue, jangan-jangan..." Sasuke yang nyawanya masih setengah di alam tidur dan setengahnya lagi di alam nyata berusaha menarik seluruh nyawanya ke alam nyata saat mendengar Neji memanggil nama Teme.
"Guee..." Sasuke bangun dan langsung duduk, kayak di film-film gitu deh kalo lagi mimpi buruk, bangunnya bisa langsung duduk. Ajaib!
Sasuke membuka mata, doi baru sadar kalo doi lagi gak tidur di markas pribadinya alias kamarnya. Buru-buru Sasuke bangun dan ngucapin permohonan maaf sedalam palung lautan kepada Neji. Semoga Neji nggak kelelep aja saking dalamnya. Sasuke mengelus dada, lega, ternyata yang Neji panggil dengan nama Teme adalah kucing peliharaan Hinata.
"Hinataaa... di bawah udah ada abang langganan kita yang jual ikan, kamu tolong beliin Mama ikan yaa..."
Sasuke dengan malas dan risih mau nggak mau harus nurutin maunya Mama Hinata, kalo nggak kan bisa gawat. Bisa-bisa keluarga Hinata curiga kalau jiwa mereka tertukar, kalo udah ketahuan kan nyawa yang jadi taruhannya vroh.
"Kok ikan yang jualan ikan sih.." Sasuke memandang aneh kepada abang penjual ikan keliling yang memang sangat mirip dengan ikan. Gak heran dong kalo Sasuke ngomongnya 'ikan jual ikan'
Dengan perasaan geli dan agak jijay, Sasuke memilah ikan yang akan dibelinya.
"Bang, mata ikannya kok udah merah sih Bang, udah gak seger ya ikannya?" Dengan modal-modal pengetahuan ala kadarnya karena sering nonton tayangan yang selalu mengungkap bahan makanan tak sehat, Sasuke mengomentari ikan jualan Kisame.
"Jangankan ikan, Neng. Eneng aja kalo kelamaan dalam air pasti matanya merah juga, apalagi mereka cuma ikan, Neng, mereka juga makhluk ciptaan Tuhan yang bisa menderita mata merah karena iritasi ringan kelamaan dalam air, Neng..." Kisame mencoba memberikan pembelaan, maklum namanya lagi jualan. Kalo udah bawa-bawa nama Tuhan mah, no comment deh.
"Bener juga sih" Sasuke mengangguk mulai mikir siapa yang bego diantara mereka berdua.
"Ikannya nggak gatal kan, Bang?" Sasuke nggak suka banget kalo makan ikan yang bikin lidah gatal, gak salah dong tanya-tanya. Biar gak salah pilih gitu.
"Gak tau juga tuh, Neng. Perasaan dari tadi abang boncengin ikannya nggak garuk-garuk dan nggak minta digarukin kok" Meskipun kedengerannya Kisame sedang mempermainkan perasaan Sasuke, tapi Kisame berkata jujur dan apa adanya. Toh, emang ikannya gak garuk-garuk, berarti gak gatel emang. Tapi Sasuke udah salah paham duluan, doi bener-bener udah kesel.
"Yaudah deh, Bang. Gue beli ikan yang matanya banyak..." Sasuke menyerahkan beberapa lembar uang kertas ke abang Kisame.
"Hah, ikan jualan abang cuma pada punya dua mata Neng..." Kisame memperhatikan ikan jualannya.
"Maksudnya, Ikan teri sekilo, Bang..." bener juga sih, ikan teri sekilo matanya emang banyak.
.
.
.
Setelah memutar otak dengan ikan penjual ikan (?), Sasuke harus memaksa otaknya berpikir jernih dan mengamalkan semua ajaran agama yang ia dapatkan saat berhadapan dengan kamar mandi. Nggak lama lagi waktunya go to school artinya Sasuke harus mandi and today is his first day to take a bath with another body. Kalo nggak mandi sendiri masa minta dimandiin Neji? Nggak ada cara lain, Sasuke nutup mata dan mengucapkan-
"Kami-sama, maafkan hambamu yang rada mesum ini kalo terjadi apa-apa di dalam sana" entahlah, permohonan Sasuke ini termasuk doa atau bagaimana.
Sasuke menguncir rambut panjang yang rada bikin doi gerah, abis itu Sasuke menutup matanya menggunakan dasi sekolah, kalo nggak ditutup Sasuke ragu bisa nahan mata jelalatannya dari tubuh Hinata. Sasuke cuma cowok biasa yang diberi banyak anugerah ketamvanan, sinyal doi bisa ijo juga kalo udah gimana-gimana (?). kemeja, rok, CD, CD yang ini tipe under wear, guys! Bukan CD bajakan loh ya... Semuanya udah pada lepas tapi masih ada satu lagi yang bikin Sasuke kesusahan.
"Mampus gue, yang ini gimana cara bukanya..." Sasuke dengan mata yang masih tertutup dasi sekolah meraba kesana kemari di bagian bra Hinata. Doi bener-bener bingung gimana cara bukanya.
"Ah, gue punya ide" Sasuke emang kreatif banget anaknya, saking kreatifnya ia melepas bra di tubuh Hinata dengan cara yang tak biasa. Sasuke melepas bra Hinata menggunakan gunting, doi udah pasrah, daripada gerakan yang tadinya berniat ngelepasin bra berujung menjadi gerakan grepe-grepe, mending digunting aja kan?
"Wah, gue harus cepet-cepet kembali ke tubuh asli gue. Masa tiap mandi gue harus rusakin bra anak orang, bisa habis pakean dalamnya Hinata.." Sasuke menyalakan shower dan menikmati guyuran air yang menyegarkan, tangannya bergerak kesana kemari mencari spons dan sabun cair.
"Maaf ya, Hinata. Gue nggak maksud pegang-pegang kok, tubuh lo kan harus bersih dan wangi, caranya ya harus gue disabunin, kalo nggak disabunin bisa jadi tubuh lo yang biasanya wangi jadi bau lucu-lucu..." Dari mulut Sasuke memang terdengar sangat polos dan tak berdosa tapi jauh di dalam kegelapan hati mesum Sasuke, kalian bayangkan saja sendiri.
"Lembut bangeeet gilaaa...!" Tuh kan, belum juga apa-apa tapi Sasuke udah kagum sekaligus mulai gimana-gimana (?) saat menyentuh bagian tubuh Hinata yang paling lembut. You know what i mean lah ya :v
Sasuke keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk, ia benar-benar kelelahan. Kelelahan berpikir dan kelelahan untuk nahan diri agar nggak ngapa-ngapain. Sasuke mendekati lemari Hinata, mencoba mencari sesuatu untuk dikenakan. Sesuatu yang sejenis dengan sesuatu yang ia gunting di kamar mandi tadi. Matanya lihai memandang deretan bra berbagai motif yang tersusun rapih di laci lemari Hinata.
"Hmmm... ternyata Hinata frutarian yaa, motifnya buah-buahan semua..." Sasuke mengusap-usap dagunya bingung akan memilih yang mana.
"Yaudahlah, bra-nya motif jeruk dan cd-nya motif jambu. Tema hari ini adalah... vitamin C"
.
.
.
Gerbang Konoha High School ramai dilalui oleh siswa-siswi yang berlarian menuju kelas mereka masing-masing, nggak lama lagi bel akan berbunyi. Suara bel termasuk salah satu suara yang lumayan ajaib, bunyi tak nyaringnya mampu mendatangkan guru-guru tak diundang menghampiri kelas . Mempermalaskan banget, coy.
"Semoga gurunya gak masuk" adalah kalimat yang paling banyak diucapkan oleh mereka yang ingin menikmati hari-hari di kelas tanpa ada guru. Hanya aku, kamu dan teman-teman kita *eeaaahhh,
Meski waktunya udah mepet banget tapi beberapa siswa nyempetin diri untuk melihat mobil Merchedez Benz mewah yang melintas di hadapan mereka.
"Wih, siapa tuh. Mobilnya kece banget.."
Tet..tet..tet..tet..tet..tettereret...
Kalo kalian nanya ini bunyi apaan, ini adalah musik intro lagunya Ariana Grande. Judul lagunya, Problem. Jadi ceritanya, lagu ini jadi backsound saat seorang gadis berambut panjang berwarna indigo turun dari mobilnya. Rambut yang biasanya terkepang dua kini tergerai melambai-lambai tertiup angin, tatapan mata ungu yang biasanya menunduk kini menatap mantap ke depan. Kayaknya Hinata harus berterima kasih sama Sasuke karena telah memberikan revolusi pada penampilannya. Good Job, Sasu chayanks.
"Itu 'kan Hinata?" Sakura kebetulan lewat ikut menikmati pemandangan yang lumayan menarik perhatian siswa-siswi KHS.
Jadi tadi pagi tuh, meski Sasuke berada dalam tubuh Hinata doi tetep ogah naik sepeda. Sasuke pernah denger kalo Hinata dapat hadiah mobil dari Papa Hiashi tapi belum berani bawa ke sekolah, jadi daripada ke sekolah naik sepeda yang bisa bikin kaki beresiko lepas, mendingan bawa mobil kece, bener gak?
"Aaa... Hinata...!" Kiba yang lagi nongkrong di depan kelas sedikit terkejut melihat Hinata yang nggak kayak biasanya, meski Hinata yang kemarin-kemarin berpenampilan menyedihkan tapi tetep aja Kiba rada nge-notice Hinata, soalnya mereka berdua udah sekelas sejak SMP sampai sekarang. Gak heran dong, kalo benih-benih rasa suka udah tumbuh di kokoro-nya Kiba.
"Oehh, broh. Flashdisk gue kapan dibalikin?" Sasuke yang lagi-lagi lupa dimana ia berada menyapa Kiba. Soalnya Kiba udah minjem flashdisk Sasuke lama banget, kalo dihitung-hitung sih, kayaknya udah dua kali puasa dua kali lebaran tapi Kiba nggak ngasih kode bakalan balikin flashdisknya Sasuke.
"Ha?" Kiba yang disapa 'broh' sama Hinata jelas aja mengalami keterkagetan (?)
"Em.. ma-maksud a-aku, fd-nya Sa-Sasuke ka-kapan dibalikin?" Sasuke mencoba berbicara layaknya Hinata dan Sasuke bener-bener capek sama yang satu ini.
Kiba nggak begitu denger kata-kata Hinata yang nanyain fd-nya Sasuke, perhatian Kiba ikut teralihkan gara-gara suara berisik dari kejauhan. Ada apa emang?
"Haa... kok, Sasuke gitu?"
"Mungkin Sasuke lagi cosplay kali"
"Ta-tapi Sasuke yang gitu nggak bangeettt..."
Mendengar namanya disebut-sebut, Sasuke tiba-tiba dihampiri perasaan nggak enak. Kalo tadi dia datang pake mobil diiringi musik kece dari Ariana Grande, beda lagi sama tubuh aslinya yang memasuki gerbang sekolah terseok-seok mengayuh pedal sepeda sambil diiringi oleh salah satu lagu soundtrack anime kesukaan kita semua.
Jitensha...jitensha...jintensha... jitenshaa.. koi de.. koi de...koi de...koi dee... koi de iku yo...
"Mampus gue..!" Sasuke memegang kepalanya frustasi.
Gimana nggak frustasi? Dirinya yang terkenal sebagai Mr. Fantastis berubah menjadi Mr. Miris karena ulah Hinata. Bayangin, Uchiha Sasuke yang biasanya ke sekolah mengemudikan mobil sport kini berubah menjadi Sasuke yang mengendarai sepeda sport. Sasuke yang terkenal dengan rambut anti gravitasi super kecenya kini menjadi Sasuke berambut lepek, kayaknya Hinata kebanyakan pake minyak rambut deh, ampe bikin rambut Sasuke lepek. Belum lagi, kemejanya rapi banget dimasukin dalem celana.
"He.. lo ini kenapa? Kerasukan atau gimana?" Naruto yang penasaran dengan keributan berusaha mencari tahu dan akhirnya ia mendapati sohibnya dengan kondisi yang menyedihkan.
"Na-Na...Naruto-kun..." Berada dimana pun kalo kita udah ketemu sama crush-nya kita pasti kita nggak bisa bertingkah biasa-biasa aja. Hinata juga gitu, meski berada di dalam tubuh Sasuke, tapi kalo dia udah ketemu sama Naruto tanpa diberi aba-aba pun mukanya bisa tiba-tiba merah dan mainin jarinya.
"A-apa...? Lo...lo..ma-manggil guee... apa?"
Naruto mulai ngerasa seluruh rambut di sekujur tubuhnya tiba-tiba berdiri melawan gravitasi saat mendengar namanya dipanggil pake embel-embel 'kun' sama orang yang memiliki jenis kelamin yang sama dengannya, belum lagi orang itu sahabatnya sendiri. Selama ini, selain terkenal dengan gelar Mr. Fantastis, Sasuke juga terkenal sebagai pemuda tamvan yang menderita kutukan jomblo. Naruto mulai parno, jangan-jangan temennya udah 'belok', parahnya lagi kalo 'beloknya' malah ke dia.
Sasuke pengen gitu cepet-cepet menyeret Hinata menjauh dari kerumunan, cukup sudah Hinata bikin karakternya mati suri.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Thanks yang udah baca republish ini,
Sampe sini belum ada remake sih.
Tetep RnR ya, sankyuu gaes
