"orang orang berbicara"

Italic – manusia, supernatural, berpikir dalam hati.

'telepatik berbicara dalam pikiran'

[spirit, dragon, berbicara dan pengaktifkan jurus atau sacred gear]

Bold - berbicara dengan bahasa asing


Chapter 1. Knight meet Crow, and Cat?!

"oi, kid sedang latihan ya."

"German san!."

Ise menurunkan tangannya yang memegang pedang, dirinya pun melihat pria dengan rambut pirang yang acak acakan berkumis sedang bersandar di sebuah dinding bangunan runtuh.

Pria itu pun berjalan mendekati Ise.

"bagaimana kabarmu?"tanyanya. "aku baik baik saja." Senyum Ise, dirinya pun bersandar di dinding. "kau masih bimbang?" tubuh Ise pun bergetar, tetapi dengan pelan kepalanya mengangguk.

"jangan terlalu dipikirkan, Ise, Rafeal mewariskan 'Armor'nya kepadamu dirinya sudah menganggap dirimu pantas menyandang julukannya." Ucap German. "aku tau. Aku tau Master sudah menganggapku pantas, tetapi kadang kadang aku takut bahwa aku tak akan bisa memenuhi ekspetasinya."

Sebuah tangan pun turun ke kepala Ise dan menngelusnya dengan keras. "eieieiei, German San!" teriak Ise. "dengar ya." Tunjuk German ke Ise. "jangan terlalu berpikir serius, lebih percaya diri lah ke dirimu sendiri, Rafael tak mungkin salah memilih penerus. Dan dari pada murung seperti ini." Dengan bibir menyeringai German membisikan sesuatu ke telinga Ise.

"mau ikut denganku untuk mencari wanita." Ucapnya dengan nyengir. Muka Ise pun langsung menjadi merah, tetapi saat dirinya mau mengangguk. "Bastard Oyajii apa yang kau bisikan kepada Ise hah."

Bogam!

Gahak

Tendangan terkena tepat di muka German membuatnya terpental dan menabrak dinding, sebuah pemuda berdiri di depan Ise. "L-leon!" teriak Ise. "ayolah son!, aku ingin mengajak Ise melihat keindahan wanita, tak kaku sepertimu!" teriak Germa yang telah bangkit berdiri. "hah! Mesum dirimu sudah cukup, tak perlu lagi ada yang kedua, lagipula..."

"I.S.E.K.U.N" tubuh Ise pun bergetar mendengar suara halus tetapi menakutkan untuk dirinya, dirinya pun bergetar dan menoleh ke belakangnya. Wanita cantik dengan rambut pirang dan mata hijau tersenyum manis yang membuat ubuh Ise merinding.

"Sy-Sylvi! a-ada apa ya?!"

Itulah keseharian pemuda, semenjak datang ke dunia dan bertemu dengan sahabatnya, mentor, juga cinta pertama. Sedikit dari peristiwa yang menyenangkan dari perjalanannya.


Ise sekarang sedang menunggu di sebuah pancuran dekat taman, dirinya mengenakan kaos merah dan kemeja biru, celana panjang hitam dan sepatu hitam, dirinya sedikit bergaya fashion sekarang, semua untuk kencannya ini.

Walaupun di goda habis habisan oleh orang tuanya, Ise pun berhasil kabur dengan perasaan malu dan menunggu di air mancur ini, sudah 25 menit berlalu semenjak dia menunggu.

"Ise kun." Dirinya pun melihat Yuuma yang sedang menuju ke arah dirinya sambil melambaikan tangan, dirinya memakai baju dress putih yang terlihat cantik dan membuatnya imut.

"Yuuma chan." Ise pun tersenyum. "kau terlihat sangat tampan Ise kun." Pujinya, Ise pun mendekatinya lalu mencium tangan Yuuma. "kecantikanmu lebih menawan, Yuuma chan." Senyum Ise, membuat pipi Yuuma menjadi merah. "Ise kun... kau benar benar ya./ / /"

Setelah itu mereka pun memulai kencannya.

Kencannya berjalan lancar, Ise mengajaknya nonton movie, lalu makan siang, dirinya juga mengajak Yuuma ke Aquarium melihat berbagai banyak ikan. Semua sangat menyenangkan, tak terasa waktu terlewat dan hari sudah menjelang malam, Ise dan Yuuma pun kembali ke tempat pertemuan mereka di depan air mancur di taman.

"terima kasih, Ise kun kencananya sangat menyenangkan." Senyum Yuuma. "hehehe, apapun untukmu Yuuma chan." Matahari sudah mau terbenam, Yuuma pun berkata kepada Ise. 'kalau apapun bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu?" tanya nya.

Ise pun menganggukan kepalanya. "matilah untukku?" permintaan Yuuma membuat Ise terdiam dirinya pun melihat Yuuma dengan bingung. "apa maksudmu Yuuma chan?" Yuuma hanya tersenyum, lalu dirinya bersinar, baju dress putihnya robek memperlihatkan tubuhnya yang tak mengenakan apa apa.

Wao, payudara itu benar benar luar biasa. Ise memperhatikan dengan tajam seluruh tubuhnya. Yuuma pun terlihat lebih tinggi dan menjadi sedikit lebih tua, dirinya kini mengenakan pakaian seperti kulit kain hitam yang hanya menutupi bagian pentingnya saja, di belakangnya ialah 2 sayap hitam.

Dirinya pun melihat Ise dengan mata violet nya. "kencan tadi sangat menyenangkan, tetapi sayang kau adalah ancama bagi kami Ise kun, jika ada yang ingin disalahkan salahkan Tuhan yang menaruh [sacred gear] di dirimu" tombak cahaya muncul dan melesatdengan cepat ke arah Ise untuk mengambil nyawanya.

Tetapi disaat itu ialah sosok menghalangi di depan Ise, dirinya ialah perempuan berambut hitan dengan mengenakan kimono. Slash. Pedang katana di tangannya membelah tombak tersebut menjadi dua.

"berani sekali kau, gagak, melukai bahkan mencoba membunuh tuan muda." Perempuan itu berkata, mata violetnya menatap tajam ke arah Yuuma, satu satunya yang membedakan perempuan itu dengan lainnya ialah telinga dan ekor kucing yang berada do kepala dan di bawah pinggang.

[hoo, Nekomata? Bukan energi ini!, Nekoshou.] Gai tiba tiba bangun dan berkata di kepala Ise. 'Nekomata? Nekoshu?' pikir Ise. [akan kujelaskan nanti, yang penting waspada sekarang.] ucap Gai.

"Tck, Untuk apa Youkai melindungi manusia!, apa maksudmu melindungi manusia itu Youkai?" teriak Yuuma. "apa kau tak melihat, aku adalah pengawal tuan muda, yang berani melukainya harus mati." Perempuan itu pun melombat dan menebas pedangnya ke arah Yuuma yang ditangkis dengan tombak cahaya.

Clang.

Pertempuran mereka dimulai. Slash, slash, klang, klang. Tebasan pedang tertangkis dengan tombak cahaya, keduanya tak mau kalah bertarung dengan ketajaman dan kecepatan luar biasa, tetapi perempuan tersebut berhasil melukai Yuuma.

"kau lumayan, tetapi masih lemah." Kata perempuan tersebut. "brengsek kau!" kata itu dianggap ejekan yang membuat Yuuma marah. "tetapi sayang kau mudah terpancing." Perempuan tersebut mengangkat pedangnya yang tiba tiba bersinar dan menyerang Yuuma yang menyerbunya karena marah.

Slash. Tebasan itu berhasil mengenai dan memutuskan tangan kanan Yuuma. "AAAAAAAA." Tangan kirinya segera menuju lengan kananya yang putus, Yuuma berteriak kesakitan, danmenatap penuh dengan kebencian ke arah perempuan tersebut.

"bunuh! Kubunuh kau!, beraninya kau membuat diriku mahkluk yang tinggi ini menjadi cacat! KUBUNUH KAU!" teriak penuh kebencian Yuuma. "mahkluk tinggi?, kau hanyalah malaikat jatuh rendahan yang bahkan tak bisa bertarung, arogansimu membuatmu gampang di serang. Dan kau menyebutmu mahkluk tinggi, kau bercanda, gagak." Ejek perempuan tersebut.

Yuuma benar benar ingin membunuh yokai tersebut akan tetapi dirinya memiliki tugas yang harus di penuhi dengan membunuh Ise...! tunggu kemana Ise pergi?.

Dirinya pun melihat keadaan sekitar Ise sudah tak ada. Tch dia kabur, kalau begitu. "Dohnasek. Cepat bantu aku, selamatkan diriku." Teriak Yuuma. Mendengar musuh meminta bantuan Perempuant tersebut waspada, akan tetapi bantuannya tidak datang.

"DOHNASEK! KEMANA DIRIMU! CEPAT BANTU AKU DASAR TAK BERGUNA." Teriak Yuuma, sekarang dirinya ketakutan jika bantuan tak datang maka hidupnya akan berakhir disini.

"DOHNASEK! DOHNASEK!" teriak Yuuma lagi. "aduh, Yuuma chan teriakanmu kencang sekali, tak kusangka ya." Suara yang amat dikenal Yuuma terdengar dirinya melihat di balik semak daun dan pohon wujud Hyodou Ise sedang berjaran

Zrreeet.

Suara geseran terdengar, Ise pun seperti menarik sesuatu di tangan kirinya. "kalau temanmu, nih." Tangan kanannya pun melembar sebuah bayangan. Brak. Bayangan itu jatuh ke tanah di depan wujud Yuuma. "DOHNASEK?!"

Bayangan itu adalah pria dengan memakai jaket tebak dan topi fedora tetapi sekarang tubuhnya oenuh luka lebam akibat pukulan, bahkan mukanya sampai biru. "B-BAGAIMANA?!" Yuuma pun melihak ke arah Ise.

Ise hanya tersenyum. "kau pikir aku begitu bodoh sampai tertipu dengan tipuanmu? Sayang sekali, aku hanya pura pura setuju untuk melihat maumu terhadapku, dan kaupikir aku tak merasakan temanmu membututiku dari tadi." Ucapnya dengan santai.

Perempuan itu merasa terkejut melihat Ise dengan mudah menyeret malaikat jatuh dan sepertinya mengalahkannya sampai babak belur seperti itu. Yuuma pun gemetar dirinya sangat ketakutan bantuannya telah kalah, dirinya akan mati.

"nah, Yuuma atau siapa namamu? Aku tau Yuuma adalah nama samaran." Tanya Ise. "R-Raynare." Dengan gemetar dirinya menjawab. "ok, Raynare, mari bernegosiasi." Ucap Ise dengan senyum.

...

Setelah itu Raynare dan kawannya pun lari meninggalkan Ise dan perempuan tersebut. negosiasi Ise gampang sebutkan alasannya mengincar dirinya dan maksud malaikat jatuh ke kuoh ini dan Ise akan biarkan mereka lari.

Dari penjelasan Raynare, sepertinya perintah untuk mengawasi Ise berubah menjadi bunuh, alasannya karena ada sesuatu yang berbahaya di diri Ise untuk kaum malaikat jatuh, dan alasan mereka satu lagi menetap di Kuoh adalah untuk mengambil sacred gear milik sebuah Nun yang dibuang vatikan.

Setelah mendapat informasi Ise pun membiarkan mereka lari. Dan sekarang dirinya berhadapan dengan penyelamatnya. "anoo? Unutk pertama, terima kasih telah menyelamatkanku." Tunduk Ise. "m-master! Jangan mengangguk! Sudahlah tugas saya untuk melindungi anda!?" perempuan itu sangat panik saat Ise menundukan kepalanya dan memintanya untuk berdiri.

"b-baiklah, dan yang kedua apa maksudmu dengan melinduki? Dan tuan?" tanya Ise. "apakan Nona Hana tak menberitahumu?" ucap perempuan tersebut. "Kaa san? Tidak dirinya tak bilang apa apa." Perempuan tersebut pun diam memikirkan sesuatu.

"baiklah, sebaiknya kuceritakan saat tuan muda bersama dengan Nona Hana dan Tuan Kazu, dengan begitu semuanya akan mendapat penjalasan." Sekarang Ise bingung sepertinya penyelamatnya kenal dengan orang tuanya, dan dari percakapan sepertinya orang tuanya sudah tau perempuan ini datang.

"baiklah, kalau begitu. Akan tetapi bolehkah aku tau namamu, nona cantik." Senyum Ise. perempuan itu pun memerah dirinya malu mendengar dirinya disebut cantik oleh Ise. "sepertinya anda lupa, tetapi kita pernah bertemu dulu saat kau kecil, Tuan muda/." Ise pun memikirkan lebih dalam dirinya tak pernah bertemu dengan perempuan cntik ini. Melihat Ise tak mengingatnya perempuan itu pun menghelai nafas.

"sudah jangan dipikirkan, kalau tuan muda tak ingat, maka aku akan membuat tuan muda ingat. Tetapi nama hamba adalah Himari, Noihara Himari." Ucapnya dengan senyum. "N-noihara san.". jari putih menutup mulut Ise "eit panggil aku Himari, jangan Noihara, dulu kau memanggilku dengan nama Himari."

Sekarang gantian muka Ise yang me merah, dirinya pun mengambil nafas dan menangkan diri. "h-halo Himari/ / /, namaku adalah Hyodou Ise. kalau kita sudah bertemu berarti, senang bertemu denganmu lagi." Ise pun mengajak Himari bersalaman dengan senyum. Tetapi bukannya Himari membalas salamnya dirinya malah memeluk Ise.

Boing boing. Perasaan lembut nan elastis terasa di dada Ise. wuoooo, dadanya sangat luar biasa!. Perempuan itu pun tersenyum sambil memeluk erat Ise.


Pada akhirnya Ise dan Himari pun kembali ke rumah Ise, dirinya pun membuka pintu rumahnya. "Aku pulang." Tap,tap. Suara langkah kaki terdengar. "Ise sudah pulang bagaimana ken...can–." suara Kaa san menjadi diam saat melihat Himari yang berada di belakang Ise. Himari pun menunduk dan memberi salam. "selamat sore, nona Hana, lama tak bertemu." Miss Hyodou pun bergetar. "H-HIMARI!" unjuk nya, suara keras membuat mister Hyodou keluar dari ruang tamu. "Honey ada ap—." Dia juga terdiam melihat Himari, tetapi karena mungkin mengerti dirinya hanya menghelai nafas. "Himari ya, masuklah dulu pasti ada yang ingin kau jelaskan kenapa kau kemari."

"terima kasih atas pengertiannya, Tuan Kazu." Himari dan Ise pun masuk. "Tou san kau kenal Himari?" tanya Ise. "kau juga mengenalnya Ise, tetapi kau lupa, masuklah dulu semua akan dijelaskan nanti." Sementara Kazu menuju ke istrinya untuk menyadarkannya.

Ruang tamu.

Keluarga Ise plus Himari duduk di meja makan, Kazu bersama Istrinya di sampingnya dan Ise duduk di samping Himari, suasana pun menjadi sunyi karena tak ada yang ingin bertanya.

Sampai Himari meminum teh yang disediakan nya. Slrup. Dirinya un berdiam diri sebentar. "kenapa kau kemari Himari. Apa yang ayah mau?" tanya Ms Hana. Himari pun mengeluarkan surat yang bertuliskan untuk Hana. "ini dari tuan besar, saya hanya disuruh datang melindungi tuan muda dan menyerahkan surat itu kepada nona." Ms Hana pun menerima surat itu dan membacanya bersama Kazu.

Tak lama tangan Hana pun menjadi gemetar dan mukanya penuh dengan air mata, Msr. Kazu memeluk erat istrinya. Hana pun berdiri dan langsung pergi meninggalkan ruang tamu dengan menangis. sementara ayahnya hanya menyuruh Ise untuk tetap disini dan membiarkan dirinya untuk menangkan istrinya.

Melihat suasana menjadi murung Ise pun diam dan mencoba untuk meringankan suasana. "hima-." "tuan muda." Ucap Himari. "hai?" balas Ise. "aku tak ingin menanyakan ini karena takut Ms Hana akan leih takut, tetapi karena mereka pergi, aku ingin bertanya bagaimana ka dapat mengalahkan malaikat jatuh tadi." Tanya nya. "aku sudah menyelidiki tuan muda, diri anda tak pernah mengiktui pelajaran belah diri, selalu berbicara tentang dada perempuan sampai di publik dan mendapat julukan pervet trio. Hiku, tuan muda yang lucu berubah menjadi mesum. Tetapi kenapa anda bisa mengalahkan malaikat jatuh?" tanya Himari.

Mendengar penjelesan nya membuat mata Ise berkedut, mendengar betapa jelek nama nya di publik membuat Ise menjadi malu kepada dirinya sendiri. "aku beruntung." Jawab Ise. "beruntung?" lalu Ise pun bercerita betapai dirinya menemukan malaikat jatuh dengan kebetulan, dirinya pun diam diam ke belakangnya dan melempar batu untuk menganggunya saat mau menyerang Himari diam diam, lalu Ise pun menyerang kepalanya dengan batu, untuk mencegah malaikat jatuh itu sadar Ise memastikan dirinya pingsan dengan menyerang beberapa kali.

"begitu, sudah terduga dari tuan muda, kupikir dirimu hanya lah seorang mesum yang memikirkan dada setiap hari. Ternyata aku salah." Twich,twich. Mata kiri Ise pun berkedut. "H-Himari memang image ku seperti apa?" tanya Ise.

"dari penyelidikan ku terhadap masyarakat sekitar, Tuan muda dikenal akan mesum, simesum, beast of lust, pervet trio, fanatical Breasd, bla, bla." Makin mendengar makin malu Ise mendengarnya, dirinya tak menyangka imagenya begitu buruk di masyarakan kuoh.

Hahahaha, haaa, sedihnya. Ise pun melihat Kaa san dan Tou san nya kembali. Sekarang orang tuanya melihat Himari dengan serius seperti telah memutuskan sesuatu. "Himari, kumohon jagalah Ise." tunduk Hana. Kazu juga menundukan kepalanya. Himari un menjadi panik. "k-kumohon berdirilah tuan Kazu, nona Hana, sudah tugas hamba sebagai pelayan keluarga Amakawa untuk melindungi tuan muda."

Amakawa? Bukannya keluargaku namanya Hyodou?. Melihat anaknya bingung Hana pun menjelaskan semuanya kepada Ise, tentang keluarga dirinya, tentang kakek dan nenek nya yang telah lama tak dirinya kunjungi.

...

Ise pun sedang bersandar di ranjangnya, dirinya melihat atap langit kamarnya, memikirkan tentang apa yang dikatak Kaa san nya. Dari cerita ternyata Kakek dan Nenenk dari ibunya adalah dari keluarga Exorcis jepang yang sudah lama ada, mereka membuat markas di Kyoto dan bekerja sama dengan pemerintah jepang juga ketua Yokai di Kyoto.

Keluarga Exorcis atau yang lebih dikenal sebagai Onigoroshi ada 12 keluarga, semua dengan kemampuanya masing masing. Dan keluarga Amawaka yang merupakan keluarga ibunya memiliki kemampuan Light Ferry dimana bisa mengkarunai objek biasa dengan kekuatan seperti cahaya sehingga objek itu menjadi senjata yang tak kalah dengan senjata legendaris seperti Excalibur atau Durandal.

Pantas saja kemampuanku waktu melawan 'dia' menjadi bersinar sinar dan bertambah kuat, ternyata kemamuan dari ibuku bangkit. Pikir Ise. wel beberapa pertanyaan tentang kekuatan ku terjawab, tetapi.

Ise memikirkan kata Ibunya, di surat dikatakan kakek dan nenek telah meninggal, surat itu adalah surat terakhir yang ditulis kakek jika terjadi sesuatu kepada mereka. Mereka mengirim Himari, Yokai yang mengabdi kepada keluarga Amakawa untuk melindungi diriku karena banyak yang mengincar kekuatan keluarga Amakawa, mau itu Yokai atau 3 fraksi.

[masih memikirkannya Ise] suara Gai terdengar di pikiran Ise. 'Gai san!.. iya kupikir hidupku akan kembali damai siapa tau ternyata hidupku rumit.' Ise tidak menyangka keluarganya memiliki hubungan yang rumit. Dari surat juga diberitahu bahwa yang menjadi ketua klannya ialah saudara laki laki ibuku.

[jangan dipikirkan, kau itu tak cocok memikirkan hal terlalu dalam.]

'hei! Tapi benar juga sih" suasana pun kembali diam. 'Gai, apa maksudmu dengan Nekoshu?. Kalau Nekomata sih aku sudah tau, cat girl kan." Tanya Ise. [benar Nekomata adalah ras manusia kucing, tetapi Nekoshu adalah variansi ras Nekomata. Mereka adalah nekomata terkuat yang mampu mengusai teknik Yojutsu dan Senjutsu.]

'apa itu Yojutsu dan Senjutsu?' tanya Ise. [Yojutsu ialah bentuk sihir yang ekslusif untuk Yokai, biasanya untuk menciptakan ilusi, Senjutsu merupakan kekuatan untuk mengendalikan aliran energi kehidupan. Bersumber dengan energi bernama cakra atau Ki atau energi kehidupan, senjutsu dapat mengendalikan seluruh aliran energi di sekitar kita maupun dalam diri kita, memperkuat tubuh atau memengaruhi keadaan senjutsu memiliki kelemahan yang fatal.] jelaskan Gai.

'kelamahan fatal?.' Sekarang Ise bingung, apa kelemahan senjutsu?. [senjutsu mampu membuat penggunanya membaca dan menangani energi roh, ini juga mengambil kebencian dan keinginan buruk dunia yang melayang, berakibat pengguna akan menjadi monster yang hanya tau kehancuran akibat tenggelam dalam kebencian dunia.]

Holy Shit! Ise tak menyangka hasilnya akan seburuk itu. [Nekoshu adalah ras yang mempu menggunakan senjutsu secara lebih, karena ras mereka memiliki daya tahan dalam menangkal kebencian dunia, makanya mereka dibilang ras nekomata terkuat. Dan pelindungmu Himari, dirinya adalah seorang Nekoshu.]

'begitu, tetapi kenapa kau kaget saat melihat Himari adalah Nekoshu.' Gaia pun menjawab. [karena dari informasi yang kudapat, ras Nekoshu sudah punah, dan tersisa 2 saja, aku tak menyangka akan ada 1 lagi yang masih hidup.]. Ini membuat Ise kaget juga, ras Himari telah punah dan tersisa 3!.

Bagaimana, jika mereka ras nekomata terkuat kenapa mereka bisa punah, Ise mau bertanya kepada Gai, akan tetapi. [sudah dulu, pelindungmu datang tuh] hubungan nya pun terputus. Tok tok. Suara pintu terdengar.

"masuk."

Klik. Bam.

Himari dengan menggunakan kimono tidur pun datang ke hadapan Ise. damn, tubuhnya sangat hot dan seksy apa lagi dada nya. Huh! Sadar Ise mesumnya nanti dulu. Ise pun tersenyum ke arah Himari.

"halo Himari ada apa datang malam malam." Tiba tiba Himari menerkam ke arah Ise membuat mereka terjatuh dengan Himari berada di atas Ise. wawawa / / /, kenapa ini. Apa ini yobai! Ah hatiku belum siap/ / /. Pikiran Ise sedang bekerja lebih dari 200% untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi. "Tuan muda." Katanya dengan halus. Mata violetnya melihat Ise dengan lembut, tubuhnya melekat ke arah tubuh Ise, membuat Ise merinding dengan sensasi yang dirasakannya, Himari pun membisikan sesuatu ke kuping Ise. "Ingatlah diri kita pernah tidur bersama saat masih kecil, di rumah tuan besar."

PERNAH TIDUR BERSAMA! KENAPA AKU TAK BISA MENGINGAT INGATAN INDAH ITU!. Teriak ise dalam pikirannya. Kimono Himari kini sedikit kendor memperlihatkan bahunya yang putih dam lebut, telinga kucing dan ekornya putihnya pun keluar membuat nya lebih lucu dan imut.

"apakah kau sudah ingat, Tuan muda. Dirimu memelukku dan tak melepaskanku saati kita tidur bersama." Ini makin membuat pikiran Ise menuju Overdrive, dirinya makin berusaha mengingat tetapi dirinya tak pernah tidur bersama Himari, ini membuatnya frustasi.

Dirinya pun melihat telinga putih Himari. TUNGGU! NEKOSHU = NEKO = SHIRO NEKO! HAH! AKU INGAT. Melihat teinga putih Himari akhirnya membuat Ise mengingat sesuatu, dirinya memang pernah tidur bareng saat di rumah kakeknya tetapi dirinya bukan tidur bersama manusia.

"H-Himari! J-jangan bilang k-kau adalah kucing putih di rumah kakek ya!" tunjuk Ise. wajah Himari pun langsung tersenyum ria dirinya langsung menerkam Ise, menempelkan tubuh halus dan seksinya ke tubuh Ise. "akhirnya kau ingat tuan muda!" ucap dirinya dengan senang.

Sementara Himari senang, Ise sedang berusaha menahan hormon nya agar terkendali, walaupun ini sudah di ujung tombak, sedikit lagi saja Ise pasti akan menerkam Himari. Sabar! Sabar! Hormon sial, tenang dong. Jangan lupa gentleman hanya menyerang saat wanita tubihnyahalusdankenyaldadanya luarbiasaelastisnanlembutinginkurem hah! Sabar ingat ajaran German.

'Dengar Ise jika wanita sudah ok, serang! Jangan tinggalkan kesempatan emas di depan mata.' Ucap pria pirang dengan menaikan jempolnya di pikiran Ise.

Aaaaaaaaaa! Kenapa malah itu yang keluar. Tiba tiba Himari pun terbangun dan melhat ke arah Ise. "tuan muda, tujuanku kesini bukan hanya untuk membuatmu ingat kepadaku tetapi ada satu lagi." Keseriusan berhasil membuat Ise mengalihkan hormonnya.

"apa itu?." Tanya Ise. "besok kemungkinan besar pihak iblis akan datang menemui anda." Pernyataan yang membuat Ise sangat kaget. "HAH?!"

To Be Continue.