Title : Hurt

Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo (GS), Park Chayeol, Byun Baekhyun (GS), Kim Jongdae, Kim Minseok (GS), and other (akan bertambah sesuai alur).

Rate : M (?)

.

Happy Reading

.

Bagaimana cara terbaik melupakan? Bagaimana cara tercepat menyembuhkan? Mengandalkan waktu, mungkin bukanlah sebuah cara, sebab Kyungsoo menemukan dirinya seperti sedang mengelupasi sendiri bekas lukanya yang belum mengering.

Waktu akan menyembuhkan, dan Kyungsoo ingin mengutuk siapapun yang berkata seperti itu. Waktu akan menyembuhkan, mungkin, ya mungkin Kyungsoo sudah baik-baik saja, ia bisa bernapas secara baik, makannya baik, otaknya bisa berpikir jernih, namun, ketika waktu membawa Jongin kembali di hadapannya, Kyungsoo ingin sekali tenggelam ke dalam puasaran badai, Kyungsoo ingin mati saja, meskipun kenyataannya ia telah mati sejak tujuh tahun lalu, sejak lelaki bernama Kim Jongin ini menginjak hancur harga dirinya dengan cara yang Kyungsoo tidak sanggup uuntuk mengingatnya.

Kyungsoo merasakan perutnya mual, aroma Kim Jongin sialan yang rupanya masih sama persis seperti tujuh tahun lalu mengendap di penciumannya.

Kim Jongin.

Lelaki yang duduk berdampingan dengan Chanyeol, yang Kyungsoo tahu diam-diam meliriknya, yang entah mengapa Kyungsoo merasa tatapan Jongin seperti ingin menariknya dan kemudian menyesatkannya. Jongin, seperti tengah membangun sesuatu seperti pertahanan diri saat Kyungsoo tak sengaja memandang matanya, Jongin seperti memendam amarah yang entah apa, namun Kyungsoo tidak menemukan rasa penyesalan di mata Jongin dan itu membuatnya terluka. Lagi, dan lagi. Kyungsoo semakin menyadari, betapa ia sama sekali tidak pernah memiliki harga di mata Kim Jongin.

"Kau ingin ku antar ke dalam?" Kyungsoo membuka matanya saat mendegat suara Chanyeol. Rupanya, mereka telah berada di area parkir apartemen Kyungsoo.

"Aku bisa pergi sendiri." Melepas sabuk, Kyungsoo keluar mobil di sertai Chanyeol dan Jongin. Kyungsoo melirik Jongin sekilas, bertanya dalam hati megapa Jongin ikut keluar mobil.

Kyungsoo baru menggerakkan kakinya selangkah, namun langkahnya sedikit goyah hingga menyebabkan ia sedikit terjungkal ke depan, untung saja Chanyeol sigap menahan lengannya.

"Kau yakin tak apa?" Chanyeol bertanya khawatir, ia jarang melihat Kyungsoo sakit. Sedang Jongin memalingkan wajahnya ke manapun, asal bukan pada Chanyeol dan Kyungsoo.

Kyungsoo melepaskan genggaman Chanyeol dari lengannya, ia baru akan mengatakan pada Chanyeol untuk tak perlu khawatir, namun suara yang berasal dari arah punggungnya membuat Kyungsoo lega.

"Kyungsoo, apa yang terjadi?" Gadis cantik muncul dari balik punggung Kyungsoo, ia menatap Kyungsoo, Chanyeol, dan Jongin secara bergantian, namun kemudian matanya membulat begitu sadar siapa yang berdiri tidak jauh dari lelaki bertubuh tinggi yang berhadapan dengan Kyungsoo.

"Kau siapa?" Chanyeol bertanya pada perempuan cantik tadi, hatinya sedikit berdebar sesaat melihat mata sipit gadis itu.

"Dia Baekhyun, teman sekamarku, Yeol." Mengabaikan Kyungsoo dan Chanyeol, gadis cantik yang bernama Baekhyun tersebut malah beranjak menuju Jongin, ia menatap lekat mata Jongin dengan penuh kebencian. Jongin baru saja ingin bertanya ada apa, namun pipinya terasa sangat panas akibat telapak tangan Baekhyun yang mengayun keras menamparnya.

Kyungsoo terkejut bukan main, begitu pula Chanyeol. Kyungsoo lupa, bahwa Baekhyun mengenal siapa sebenarnya Kim Jongin itu.

"Yak. Mengapa kau menamparku?" Bentak Jongin. Ia bahkan tidak mengenal Baekhyun namun Baekhyun menamparnya pada pertemuan pertama mereka.

"Aku bahkan ingin membunuhmu." Balas Baekhyun dengan amarah. Kyungsoo yang melihat itupun langsung berlari ke arah di mana Bakehyun dan Jongin terlibat perang dingin dengan pandangan mereka. Sedang Chanyeol masih bingung dengan apa yang terjadi.

"Maafkan temanku. Jongin-ssi." Kyungsoo membungkuk sopan ke arah Jongin dan Baekhyun sontak menghadapkan dirinya pada Kyungsoo.

"Yak! Untuk apa kau meminta maaf pada bajingan seperti dia, bodoh!!!!" Kyungsoo mengabaikan teriakan Baekhyun, membungkuk sopan ke arah Jongin ia menarik lengan Baekhyun untuk segera pergi dari tempat itu.

"Aku akan menelponmu, Yeol." Teriak Kyungsoo sesat sebelum ia memasuki lobi apartemennya.

"Aku? Bajingan?" Chanyeol menengok ke arah Jongin yang masih dalam ketidakpercayaanya dengan kalimat Baekhyun. Mengangkat bahu tanda tak tahu, Chanyeol dan Jongin memutuskan untuk kembali memasuki mobil dan menuju kediaman mereka.

.

"Baek, demi tuhan. Aku bahkan sangat terkejut saat mengetahui bahwa Jongin adalah sepupu Chanyeol." Kyungsoo menatap yakin Baekhyun yang saat ini tengah berdiri di hadapannya dengan kedua tangannya yang menyilang di depan dada, ya Baekhyun sangat menginterogasi Kyungsoo. Karena sejujurnya, Baekhyun tidak ingin melihat Kyungsoo terluka lagi.

Mendengus malas, Baekhyun mendudukan dirinya menghadap Kyungsoo, "Ingin memelukku?" Dan Kyungsoo langsung saja menghambur dalam pelukan Baekhyun. Baekhyun, tanpa diminta pun adalah tempat teraman untuk Kyungsoo membuka seluruh jati dirinya, rahasianya, "Menangislah, Kyung." Dan air mata Kyungsoo menyerap ke serat pakaian Baekhyun, sedang perasaan sakit yang Kyungsoo rasakan, terserap hingga dada Baekhyun. Kyungsoo terluka, dan Baekpun juga, karena dalam setiap hari Baekhyun ia berdoa untuk Kyungsoo selalu bahagia, terlepas dari semua rasa sakit yang Kyungsoo balut dengan senyum pura-pura.

.

"Kau yakin tidak mengenal wanita itu?" Tanya Chanyeol ketika mereka telah berada di rumah Chanyeol. Jongin mengangguk mantap sembari mengelus bekas tamparan Baekhyun di pipinya.

"Aku bahkan baru melihat wanita ganas sepertinya." Chanyeol terkekeh mendengar nada sinis Jongin. Mengernyitkan alis, Jongin menatao curiga ke arah Chanyeol.

"Apa?"

"Kau tertawa."

"Lalu?"

"Apa yang lucu?" Tanya Jongin.

"Tidak ada." Chanyeol berdiri dari sofa, menuju tangga untuk ke lantai dua rumahnya.

"Yak, jangan meninggalkanku."

"Aku harus menelpon Kyungsoo." Dan Chanyeol benar-benar meninggalkan Jongin yang menggeram marah menatap punggung Chanyeol.

Jongin membenci Kyungsoo, tapi tidak di sangkalnya pun jauh di dalam hatinya ada yang menyeruak ingin keluar, yaitu perasaan kasih juga rindu yang ia kubur dalam-dalam selama ini. Jongin membenci Kyungsoo namun tak bisa di tepisnya memori tentang Kyungsoo terputar seperti sebuah film di bisokop dengan durasi yang tak kenal habis. Kyungsoo adalah bagian paling indah dan menyedihkan dalam hidupnya, dan ia bahkan ingin mengulanginya jika ia bisa. Jongin membenci Kyungsoo, tapi selama tujuh tahun tanpa Kyungsoo, ia tahu cinta yang ia miliki entah bagaimana hanya terikat pada Kyungsoo seorang. Jongin menbenci Kyungsoo karena dari sekian banyak waktu dan manusia, mengapa pertemuan kembali mereka adalah waktu paling tidak tepat dalam hidupnya. Jongin membenci Kyungsoo karena meninggalkannya dengan luka. Jongin membenci Kyungsoo karena Ia mencintai Kyungsoo lebih banyak.

"Yak!!!!"

Jongin tersadar dari lamunannya saat Chanyeol berdiri menjulang di hadapannya sambil berteriak.

"Apaan sih, hyung." Jongin berkata kesal, sungguh ia sangat kesal kepada Chanyeol karena Chanyeol memiliki rahasia bersama Kyungsoo.

"Kamarmu sudah siap. Oh iya, ayahmu menelponku, katanya kau harus siap jadi bawahanku. He he he." Chanyeol berlalu sambil terkekeh melihat Jongin yang entah kenala terlihat sangat kesal padanya. Cks, adik sepupunya itu sama sekali tidak berubah, selalu saja emosional.

.

TBC.

.

Author Note:

Hai hai hai. Anna's here. He he. Maafkan aku yang lama sekali apdetnya. Enggak tau mau bilang apa lagi, karena alesan lama apdet dikarekana tidak punya alasan. hahaha.

Yaudah deh, nih dah ku lanjut. maafkan jika tak sesuai ekspektasi kalian. Silahkan reviw untuk kritik dan saran. maafkan typo dimana mana.

salam sayang,

Anna.

mwah.