Cast:

Kim Ryeowook

Kim Joong Won a.k.a Yesung

Fishy a.k.a Lee Donghae

Cameo:

Micky Yoochun

.

.

Should Be Mine?

.

.

Second Chapter

.

.

Wajahnya basah terkena es coklat, begitu membuka mata didepanya ada wajah seorang lelaki. Matanya sipit, surai hitamnya tertutup kerpus hitam, kulitnya putih, bibirnya mungil walaupun melongo. Manis.

"Joongwon, hyung!" seorang lelaki dibelakangnya terpekik, tanganya mengambang diudara, berusaha meraih seseorang yang hampir jatuh didepannya.


Joongwon segera menyeimbangkan tubuhnya, kembali berdiri tegak. Matanya membelalak.

"Gwenchanayo?" tanya seseorang dibelakangnya. Dahinya mengkerut, terlihat dia sedang khawatir.

"Gwenchana, Fishy-ah.. Hajiman, dia basah" dahi lelaki yang dipanggil Joongwon tadi ikut berkerut.

Wookie menahan napas, antara sebal dan marah. Kemudian ia berdiri dengan mata yang siap mencakar apapun didepannya "Hei, kalo jalan lihat-lihat! Bajuku basah! Lebih baik kau jatuh saja tadi!" Wookie emosi, sambil mengusap pipinya tak sabar.

Joongwon panik. Ia mengambil beberapa lembar tisu, lalu mengusapnya pada wajah dan tangan perempuan itu, perempuan itu masih mengembungkan pipinya lucu "Jongsohamnida, jeongmal jongsohamnida..." katanya terus.

"Joongwon ssi, she didn't understand what are you talking about.." bule wanita tadi mendekat, mengambil tisu, kemudiam mengusapnya juga "Oh dear, please forgive my friend. It was an accident.."

"Sorry, sorry, please sorry" Joongwon terus menggumamkan kata itu, seakan 'sorry' adalah sebuah mantra untuk memutar waktu, kembali sebelum ia terjatuh.

"Non! Sebaiknya ke kamar mandi. Ngga apa-apa kan?" giliran Yoochun yang turun.

"Iya Kak, maaf Kak ya es coklatnya tumpah" Wookie sedikit tersenyum campur manyun, matanya masih agak sinis menatap Joongwon. "It's okay" katanya singkat pada Joongwon dan belalu ke toilet.

Yaaa, dalam satu waktu mereka berusaha berkomunikasi dengan tiga bahasa. Dengan bahasa yang pas-pas an.

Joongwon menatap punggung Wookie yang berlalu, punggung kecil dibalut jaket merah dan rambut hitam sepunggung yang ia merasa sangat bersalah. Ia melepaskan nafas yang tertahan, seperti menahan sesuatu yang tengah bergemuruh di dada kirinya. 'Cuma terkejut' batinnya.

"Joongwon hyung, ayo kita duduk disana" Fishy menarik tangan hyungnya, memintanya duduk di meja sebelah setelah menunduk berkali-kali pada Yoochun. Yoochun cuma manggut-manggut sambil mengelap meja.

Wookie menatap bayangannya di cermin. Menghela nafas dalam-dalam. Merasakan sesaat tadi jantungnya berdegup diluar kendali. Wajahnya lengket, penuh coklat, dan kotor. "Untung dia turis, kalo bukan udah aku makan" katanya pada cermin dan mendengus sebal.

Wookie membasuh wajahnya dengan air dingin. Segar. Meredakan emosinya yang sempat tesulut. Ia kembali ke mejanya, sudah bersih dan pesanannya utuh. Afogato, pancake strawberry, dan segelas es coklat. Wookie kaget, kemudian menoleh ke Yoochun.

"Itu dari Joongwon ssi" ucapnya seakan tahu apa maksud pandangan Wookie.

"You should not doing this. I'm fine, but thanks for the treat" Wookie tersenyum manis.

Joongwon bangkit dari kursinya "Oh. Im really regret for what i've done. We will going to Paralayang tommorow. Itu akan mengurangi penyesalanku. Apakah kau mau datang?"

"Ikut aja Non, besok saya juga ikutan kok" Yoochun berteriak dari arah bar. Seakan tahu keraguan di mata Wookie.

Wookie memutar manik matanya, ia berpikir sejenak. 'Mungkin bisa sekalian pamer Indo ke orang-orang ini' Wookie sedikit tersenyum kemudian mengangguk setuju. "Asal kau pakai batik dan mentraktirku makan" kata Wookie bersemangat.

"Makan? Boleh. Batik? Apa itu batik" Fishy menunjukkan wajah bingungnya.

"Traditional clothes. Tommorow, is batik's day! Besok kita akan lihat festival batik!" Wookie menjelaskan bersemangat pada tamu-tamunya.

Joongwon tersenyum penuh arti. Fishy tersenyum janggal. Ketiga bule cuma manggut-manggut aja. Kemudian Wookie menarik tangan Fishy "We have to buy some. Kau tidak punya kan? C'mon" Fishy berdiri kemudian ikut keluar ruangan. "Kak, kesebelah dulu ya! Titip minumnya"

Asem Manis ini memang bersebelahan dengan toko handycraft, didalamnya banyak kerajinan tangan handmade. Karena tempatnya yang strategis, sering digunakan turis mancanegara sebagai tempat membeli oleh-oleh.

Ada berbagai hiasan dinding dari bahan daur ulang, seperti pigura, tirai kerang, tempat tisu dari daun lamtoro, pensil, notes, cermin, dompet, tas, accessories, baju batik, sarung batik, gaun, dan banyak deh.

Klinting-klinting, gantungan ruangan yang terbuat dari bambu berbentuk ikan-ikan kecil berbunyi, nampaknya kesundul kepala bule yang tingginya mirip pohon bambu.

Joongwon, melirik sekilas cermin yang tergantung, mengoreksi diri. Kebiasaan didepan kamera. Kemudian mengambil gelang kayu yang di tata diatas meja. Gelang sederhana, warna kayu, cokelat, dengan sedikit ukiran abstrak cokelat muda, mencobanya, melihat sebentar, kemudian melepasnya lagi.

Wookie menarik tangan Fishy lagi, menyeretnya kebagian baju-baju. "Hyung, sebelah sini!" panggilnya.

"Batik adalah corak dari kain. Corak ini disetiap daerah Indonesia mempunyai ciri khas yang berbeda. Kami bangga mempunyai batik, oleh karenanya, agar tetap lestari, besok akan diadakan festival batik. Pawai batik. Besok kita akan menghadirinya. Oke? Itung-itung belajar budaya Indonesia juga" Wookie mulai berpidato. "Batik adalah bagian dari budaya khas Indonesia. Jadi, jika nanti Anda-anda melihat corak batik pada kain dimanapun anda berada, ingatlah saya, saya berasal dari Indonesia. Ups, maksudnya itu pasti berasal dari Indonesia. Negara lain tidak memiliki corak khas seperti ini." lanjutnya disertai senyum pamer bangga. "Mari memilih..."

Tidak butuh waktu yang lama, setelah 30 menit Joongwon sudah dapat kaos tanpa lengan bercorak sederhana, dengan warna dasar hitam, sedangkan Fishy memilih dua kaos berlengan pendek, satu berwarna dasar putih satu lagi berwarna hijau muda. Keduanya mempunyai gambar serupa ditengahnya, seperti maskot. Mereka mungkin tidak tahu, tapi itu gambar nakula dan sadewa yang dibuat kartun. Seperti baju couple saja.

Joongwon menyenggol pinggang Fishy "Buat siapa? Monkey?"

Fishy tersenyum memandang dua kaos yang ada di tangan kanannya, "Ish, Hyukiee"

Kemudian mereka membayarnya di kasir.

Sekembalinya mereka dari toko sebelah, ternyata pesanan Wookie sudah pindah ke meja sebelah, meja yang memuat 5 orang asing. "Maap Non, lagi rame, jadi saya pindah pesenannya, gapapa kan Non?"

"Iya! Gapapa. Sante aja kaak" jawab Wookie sedikit berteriak karena suasanya cukup riuh.

"Kim Joongwon imnida"

"My name is Fishy" Fishy tersenyum tak kalah memukau.

Yesung dan Donghae memilih menjadi orang biasa kali ini. Tanpa embel-embel selebritis, tanpa eyeliner, make up, mereka tidak dikenali. Mereka cuma turis manca seperti kebanyakan.

"Apa? Fishy? Ikan? Nemo?" Wookie masih tidak percaya sambil terus menatap Fishy. Dan Fishy mengembungkan pipinya lucu. Mencoba menirukan gaya ikan badut gendut itu. Semeja tertawa dibuatnya.

"Kamu bisa lihat, dia punya mata seperti ikan. Hahaha" Joongwon usil, yang di sambut dengan Fishy memanyunkan bibirnya pura-pura ngambek. Mata Wookie sampai berair dibuatnya.

Nampaknya mereka cukup akrab. Dengan tiga bahasa dalam satu meja. Terlihat tidak sedikit kendala saat mereka berusaha berkomunikasi. Namun asyik.

"Joongwon hyung, aku senang melihatmu tersenyum. Di Seoul belum tentu begini" Fishy menatap hyungnya dengan sayang.

"Fishy-ah kita tinggalkan sejenak Seoul, ne? Hyung ingin menikmati liburan singkat ini" Joongwon tersenyum sambil mengusap kepala namdongsaenya. Sementara empat orang didepannya terlihat bingung, karena mereka berbicara dalam bahasa Korea.

"Asem Manis, this is Indonesian language right? Wookie, in english mean?" lagi lagi si bule penasaran.

Wookie memutar bola matanya. "Bittersweet. In english means bittersweet" Joongwon dan Fishy sesaat terkejut, garpu, mereka jatuh. "Ini karena disini menyediakan yang manis sekaligus pahit. Suasanya ramah, berusaha menggabungkan yang mulanya terasa pahit berubah dan akan merasa manis. Like as love, sometime bitter, sometime sweet"

"Bittersweet? Hmmm, seperti lagu kita hyung. Suaramu disana merdu sekali"

"Ya,, Fishy-ah, jangan bilang begitu, kalau disini ada yang mengerti bahasa Korea, matilah kita" Joongwon melirik Fishy kilat dengan mata sipitnya.

"Mian, hyung" Fishy menggaruk tengkuk kepalanya. Sedang yang lain bingung.

Sepertinya Joongwon menyadari kebingungan mereka "Bittersweet sounds like tittle of popular Korean song" Joongwon tersenyum lagi dan tak lupa narsis.

Kau datang dan jantungku berdegup kencang

Kau buatku melayang

Tiadakusangka getaran ini ada

Saat jumpa yang pertama

Mataku tak dapat terlepas darimu

Perhatikan setiap tingkahmu

Tertawa pada seiap candamu

Saat jumpa yang pertama

(Raisa-Could It Be)

Ini hari rabu, tiap hari rabu selalu ada live accoustic. Tidak ada panggung, hanya duduk di dekat pintu masuk di antara teras dan ruangan, karena banyak meja juga di terasnya, dengan gitar, harmonika, dan soundsystem seadanya.

Wookie ikut bersenandung "Could it be love, could i be love. Could i be could it be could it be could it be love...".

"What the meaning of this song in english, Wookie? You look very happy when singing this song..." Kali ini Fishy yang penasaran.

Wookie tersenyum, menundukkan kepalanya hingga poninya jatuh menutupi mata, kemudian menyibaknya dengan jari mungilnya. Dia tidak tahu, di seberangnya ada yang sedang takjub dengan pemandangan yang tersaji.

"This song tells the story of love at the first sight. The lyrics said 'you come and my heart beat faster, you flew me, i thought there is no vibration there'" Wookie mengatakan dengan mata berbinar. Meletakkan tangan kanannya di dada kirinya "Could it be love?" matanya menatap Fishy sekilas. Wookie diam sejenak, ia memilih kata yang tepat menerjemahkan lirik lagunya "My eyes can't off of you, note each your act, laugh at every your joke, see you at the first. Could it be love?" kali ini ia benar-benar tersenyum dan menatap Joongwon lama tepat di manik mata. Nampaknya mereka sama-sama terkunci pada pandangan satu sama lainnya. Kemudian mereka tersadar dan memalingkan pandangan disaat yang bersamaan.

"Ah, you are certainly in love, huh?" Fishy menimpali cepat.

"Nope, Wookie just break up her relationship. Pacar pertama dan keduanya musisi. Dan mereka sama berengseknya. Poor Wookie..." Yoochun datang membawa pesanan.

"Yeah. I hate musician. Mereka semua sama. Egois, terobesesi, dan playboy"
Joongwon tersentak. Ia mengaduk-aduk cinamon tea nya perlahan. Kemudian meneguknya. Berharap aroma cinamon bisa membuatnya rileks, dan teh hangat mampu meredakan keterkejutanya. Iya, ia hanya terkejut.


Paralayang, 07.00 WIB

Paralayang, bukit yang tidak terlalu tinggi, namun pamandangan yang disajikan dibawahnya cukup membuat mulut tak berhenti mengucap syukur. Menakjubkan. Deretan pepohonan, harum tanah bercampur dengan wangi ilalang, rumah-rumah dan resort dibawah bukit, seakan ini adalah waduk, tapi bukan air, melainkan pemandangan kota, dengan dikelilingi bukit-bukit hijau diujung sana, dan langit biru cerah yang membingkainya.

Wookie sudah siap dengan peralatannya ketika Joongwon tiba. "Hei Pretty boy!" seru Wookie asal ketika melihat kehadiran Joongwon dan Fishy. "Ikut turun?"

Joongwon menggeleng, menunjukkan kamera di tangannya. Iya, Joongwon atau Yesung sangat takut pada olahraga ekstrim. Seperti dulu, saat buggee jumping, ekspresi wajahnya takut setengah mati. Apalagi ini? Parasut. Meskipun tetep ada drivernya sih, bukan turun sendirian. Daripada dia mati disini dan tidak bisa pulang ke Korea, mendingan dianggap penakut.

"Penakut! You are scared right? Apa guna kesini kalo ga buka parasut?!" sungutnya.

Joongwon tersenyum, diusapnya pucuk kepala Wookie. "Can i take a photo? For a keepsake?"

Ckrek, ckreek, cekreek.

"Perfecto" Joongwon tersenyum melihat hasil bidikanya. Kemudian mengeluarkan hp nya dan memulai selca. Hobynya yang tak pernah ketinggalan.

Fishy mendekati Joongwon, ia tidak rela dirinya ditinggal berselca. "Hyung, chakam!" Fishy, dongsaeng tersayang Joongwon, sangat manja sedangkan Joongwon yang dewasa membuat mereka seperti saudara kandung. Kemudian mereka mengambil beberapa photo, lalu di upload di twitter 'Bersama Fishy. Bahagia itu sederhana. Hijau dan biru. Cheers...'

Sudah dipastikan followers mereka di twitter ribut. Dimana mereka?

Joongwon membidikkan kamera berkali-kali. Seakan rakus akan pemandangan yang ingin dia bawa pulang. Fishy rupanya pemberani, ia ikut turun, dan Joongwon masih takut terbang.

Mereka menuruni bukit dengan berjalan kaki, hanya butuh 45menit agar sampai di jalan raya. Joongwon tidak berhenti membidikkan kameranya. Ke kanan kiri, sawah, pohon, penduduk, bunga, semuanya. Bahkan ia juga sering membidik punggung-punggung yang berjalan didepannya. Punggung yang mampu membuatnya lupa sejenak hingar bingar Seoul, riuhnya kehidupan leader hallyu, dan melupakan sejenak hati yang sedang menunggunya disana. Punggung Wookie dan yang lainnya.

Mereka sampai dimulut gang, tapi didepan gang sudah banyak manusia bergerumbul, berdiri berjajar sepanjang jalan, entah sampai mana ujungnya yang jelas banyak sekali. Mereka menunggu pawai batik yang akan lewat.

"Waaah, pawainya sebentar lagi lewat. Kita tunggu disini ya!"

Mereka kemudian menyempil, membaur diantara penduduk setempat. Sepertinya mereka heran, bagaimana manusia sebanyak ini, bisa janjian mengenakan baju bernuansa sama? Termasuk mereka sendiri.

Joongwon bersemangat membidikkan kamera. Sekali ia berselca bersama Fishy, ditengah Wookie, kemudian Joongwon. Mereka tersenyum manis, ketiganya.

Tak lama pawai pun lewat. Pawai ada yang menggunakan mobil atau berjalan kaki. Semuanya mengenakan baju yang bercorak khas, batik. Mereka tidak mengerti baju apa yang orang-orang kenakan, yang pasti bagus.

Seorang peraga busana meliuk-liuk di tengah jalan. Sepertinya menari, memamerkan lekukan tubuh dan gemulai jemari. Kemudian ia mendekat, mengusap wajah Fishy mengalungkan selendangnya di lehernya, menariknya ketengah jalan. Rupanya penari ini sengaja mengajak Fishy untuk duet. Fishy menurut, tertawa-tawa sambil memamerkan tubuhnya yang lentur, secara dia lead dancer juga. Riuh tepuk tangan penduduk, sepertinya mereka terhibur oleh tontonan ini.

Cuma beberapa menit, Mereka saling membungkuk memberi hormat kemudian Fishy kembali ke sebelah Wookie, kali ini ada accessories tambahan, topeng penari tadi sudah berpindah ke muka Fishy.

"Wookie-ah, look at me!" Fishy bertingkah lucu, menirukan gerakan monyet, dengan topeng kayu di wajahnya. Wookie dan yang lain tertawa dibuatnya. Cekreek, lagi-lagi kamera Joongwon beraksi.

"Waaah, ini acara peragaan busana? Hebat! Sebanyak ini?"

"Awesome"

"Amazing"

"Nomu nomu kyopta"

Sore terasa cepat datang jika dilalui dengan perasaan gembira. Rombongan kecil itupun melanjutkan perjalanan menikmati pemandangan. Jangan tanya kemana bule tadi. Mereka menghilang diantara pawai batik.

Mereka akhirnya memilih alun-alun. Mereka ingin menaiki bianglala. Bukan karena di Seoul tidak ada bianglala, namun mereka ingin menikmati pemandangan kota dari ketinggian.

Setelah membeli karcis yang berharga 3000 perak per-orang dan antri 15 menit, mereka akhirnya mendapat giliran naik bianglala.

"Kak Yoochun, Yunho masih suka stalking-stalking. Bikin sebal. Kapan itu dia sms, langsung aku balesin 'ini siapa yha? Maaf, nomernya ga ke save' biar tau rasa dia. Aku benci pemusik, benci sekali. Mudah-mudahan yang berikutnya bukan pemusik! Hiiiihhhh" kata Wookie menggebu-gebu begitu masuk tube.

Joongwon dan Fishy memandang mereka bingung. Lagi-lagi kendala bahasa.

"Wookie-ah, you always talking with Indonesian language, teach me Indonesian ne? And i will teach you Korean. How?" 2) Fishy menunjukkan puppy eyesnya, sontak membuat Wookie meleleh.

"Astaga, kau manis sekali Fishy..." tentu saja dalam bahasa Indonesia. Senangnya ketika kita membicarakan sesuatu, namun objek yang dituju tidak mengerti. Hihihi. "Oke, what do you want to know?" lanjutnya.

"My name is Fishy"

"Na-ma sa-ya i-kan" agak asal. Tapi bener kan?!

"Na-ma sa-ya i-kan" Fishy mengulang dengan terbata "In korean is 'Je ireumeun Fishy imnida'"

"Je ireumeun Wookie imnida" Wookie kembali tersenyum manis.

"Je ireumeun Yoochun imnida" Yoochun ga mau ketinggalan.

"I love you? How said i love you in Korean?" Wookie antusias.

"I love you?" Fishy masih terdiam "Noneun noreul saranghae" kali ini Jongwoon memotong perkataan Fishy, memandang cahaya di kejauhan dari ketinggian.

"I love you too" balas Wookie bercanda dan menatap Joongwon. Yang ditatap sepertinya lebih tertarik menatap cahaya-cahaya itu, lampu-lampu kota.

"Hei, you should said 'Nado saranghae' it mean 'i love you too'" Fishy memberikan ilmunya lagi.

Yaa, begitulah mereka, diatas ketinggian membahas bahasa masing-masing.

"Joongwon ssi, what are you doing in Seoul? Lecturer? You look clever wearing glasses. 3) Hahaha"

"Ha? Gamsa. Im working selling glasses 4)" jawabnya kaku. 'Aku tidak berbohong'

"Fishy ssi?"

"Me? Aku seorang pembuat kue. Managing cake shop. Hehehee" 'aku juga tidak berbohong, meskipun cuma di drama, hehehe'

Yoochun dan Wookie manggut-manggut.

"Ah, Joongwon ssi, Fishy ssi, Wookie said that Bittersweet sounds like tittle of popular Korean song. Bisakah bernyanyi untuk kami? Sedikit saja. Kami hanya ingin tahu" Yoochun penasaran, menunjukkan puppy eyes yang malah lebih terlihat seperti mengantuk.

Joongwon dan Fishy berpandangan. "Hyung, you sing. I just lost my voice. Uhuk.. Uhhuk" Fishy bercanda.

Joongwon memberikan deathglare nya pada Fishy.

Dalkomhan ne geu mal nal jugineun ne geul mal gamanhi kkaemulmyeon sseudissium ge mal geumanhae

Miwohaji motae saranghajido motae gyoulguk domangchyeobiorindan geu mal jebal geuman geumanhae 5).

"Waaah, your voice is beautiful. You can be superstar!" Wookie mengerjapkan matanya takjub.

Jongwoon dan Fishy saling melempar pandangan dan tersenyum 'Yah, we are' batin mereka.

Bianglala mencapai puncaknya dalam 10 menit ketika Wookie sadar Joongwon memerhatikannya lekat. "Why are you staring at me like that, 6) Joongwon ssi? Apakah ada sesuatu di wajahku?"

Joongwon tersenyum tipis. Meremas tangan mungilnya sedikit "I, i don't know."Joongwon mengangkat kedua bahunya, memejamkan matanya sejenak, menghela nafas, meraup banyak-banyak oksigen sebelum melanjutkan. "I michin soli su issseubnida. Dangsin-eun jeongmal meosjin yeoseong Wookiehago issseubnida. naega dangsin-eulbad-eul jagyeog-i eobs-eo chinguga doel ganeungseongdo issseubnida. Geojismal, naega boybandui eum-agga, gasu, geuligo il-won-ieossda. Dangsin-i seoullo idong johgess-eo. Naega boyeo julge, dangsin-eul silmangsikiji anh-eul 7)" Joongwon mengatakannya sambil menatap Wookie intens. Ia mengerti kesalahannya, menggunakan bahasa Korea yang tak dimengerti Wookie. Masih ada perasaan takut dan ragu didalam benaknya. Tatapan matanya sendu, ditambah suasana menjelang sunset yang cukup dingin, apalagi mereka sedang menggantung di atas langit.

Ketiga pasang mata disana melebar. Ketiga pasangnya tekejut.
"And the meaning, is?" Wookie bertanya ragu.

.

.

.

...To be continued ...

.

.

.

Note:

2) Kau selalu bicara bahasa Indonesia. Kau ajari kami ya? Nanti aku ajari bahasa Korea.

3) Joongwon ssi, apa yang kau lakukan di Seoul? Pengajar? kau terlihat pandai mengenakan kacamata.

4) Terimakasih. Aku bekerja menjual kacamata

5) Kata-kata manismu, adalah kata-kata yang dapat membunuhku. Kata-kata itu pahit apabila dicoba. Maka dari itu jangan ucapkan. Aku tidak dapat membencimu. Aku tidak dapat mencintaimu dengan benar. Lalu kau berkata bahwa kau akan pergi dariku. Jangan, kumohon jangan katakan!

6) Mengapa kau melihatku seperti itu?

7) Mungkin ini terdengar gila. Kau sungguh wanita baik Wookie. mungkin untuk berteman saja aku tak pantas untukmu. aku berbohong, aku adalah musisi, penyanyi, dan anggota boyband. berharap kau mau pergi ke Seoul. akan kutunjukkan, aku tak akan mengecewakanmu

.

.

Chapter 2 datang, silahkan di review. Karena hanya dari review yang bisa menyemangati Azalea ini menulis.
Agak membosankan yah? Apa ceritanya terlalu berat?
Mian buat typo disana-sini, pake touchscreen, jadi ini jari sering kepleset. Mohon dimaklumi yaaa hehe (",)/

Ada yang bertanya tentang ending Yewook? Tenaaang, masih chap 2. Dinikmati dulu ya ceritanya :)
Mohon saran kalo ada. Kritik juga boleh. Yang membangun pastinya.

.

Oiya, curhat dikit, tiap dengerin lagu Bittersweet ini yang kebayang selalu wajahnya uri Sungmin yang lagi ngenes, kaya' memohon sesuatu. Entah kenapa, padahal disana juga ada suara Kyuhyun, Ryeowook, sama Yesung. Kalian juga begitu?
Gamsahamnidaaa, gamsahamnidaaa.. *bungkuk-bungkuk*
.

Regrad,

_AzaleA_