Someone is Watching

Author : KyuMing aka Ming-chan

Cast : KyuHyun, SungMin, GuiXian, ChengMin, other

Pairing : KyuMin, XianMin, other

Genre : Drama, Suspense, Horror, Friendship, Romance?etc

Warning : Gender Switch, Horror, Suspense, OOC, Boring, Typos, etc

Fiction M

All belong to God I just can wish if Sungmin could be mine.

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Part 1

Mengepack barang tidak semudah yang dibayangkan apalagi jika itu harus seluruh isi rumah. Barang-barang kecil seperti hiasan dinding mungkin lukisan atau figura foto disusun rapi sedemikian rupa di dalam kotak kardus yang tentu berbeda dengan buku-buku pelajaran sekolah atau pakaian. Tentu saja seluruh pakaian di lemari tidak cukup jika semua dimasukan ke dalam koper. Sehingga terlihat cukup banyak kotak-kotak kardus di dalam rumah sekarang. Sementara furniture seperti meja makan, lemari pakaian, dan sofa sudah lebih dulu pindah dengan mobil van pengangkut barang ke rumah baru kemarin pagi.

.

.

.

Pria tampan itu berdiri menatap rumah dengan pagar kayu coklat di depannya. Pagarnya rendah, sehingga bangunan di belakangnya terlihat jelas. Warnanya didomasi broken white ditambah coklat di beberapa sisi memberikan kesan hangat untuk rumah tersebut walaupun hanya terlihat dari luarnya saja.

Kyuhyun membawa dirinya melewati pintu memasuki rumah itu diikuti seorang gadis di belakangnya. Hangat, itu kesan pertama. Lantainya kayu, mungkin itu sebabnya. Di hadapan hanya terlihat ruangan yang luas, tidak ada sekat yang mungkin pemilik rumah yang dulu berpikir menggunakannya untuk memisahkan antara ruang tamu dan ruangan keluarga atau mungkin ruang makan. Di sisi kanan ada tangga dan sisi lainnya terdapat dua pintu yang Kyuhyun tebak itu adalah pintu kamar utama dan kamar mandi.

Kyuhyun melirik seorang gadis manis di sampingnya dengan sudut matanya. Gadis manis itu Sungmin, adiknya dan dia masih dengan kotak kardus di tangannya setelah tadi Kyuhyun menurunkan kotak kardus miliknya sendiri. Dari ujung matanya ia dapat melihat wajah adiknya itu sedikit mendongak ke atas memperhatikan sesuatu, ia mencoba mengikuti arah pandangnya dan mendapati sebuah pintu bercat pink di lantai dua. Pria itu tersenyum tipis. Tentu saja, adiknya menyukai warna pink.

Seorang wanita kemudian terlihat muncul dari pintu yang sama lalu menurunkan kotak kardus dari tangannya, kotak kardus yang sedikit lebih besar dari yang masih dipegang Sungmin.

"Kami harap kalian berdua menyukai rumah ini." Katanya sambil tersenyum.

"Jika lelah, beristirahat dulu. Aku dan ayah kalian akan keluar sebentar."

Sepasang kaki langsung melangkah ke arah satu-satunya sofa red maroon besar yang ada di sana, serasi dengan wallpaper bercoraknya dengan warna senada, ia mendudukan dirinya dengan perlahan. Sementara seorang gadis diantara mereka menoleh ke sumber suara, itu ibunya. Wanita cantik itu bergegas pergi, ia menyampirkan tas selempang di bahu sebelah kanan sambil membalas tatapan anak tercantiknya, raut wajahnya tersenyum, bibirnya berkata "Bye bye!" tanpa suara. Dan setelahnya hilang dibalik pintu kayu ukir berwarna coklat.

Blam!

.

.

.

.

.

Hari ini hari Minggu. Hari libur, tentu saja. Namun, seorang gadis manis masih sibuk dengan buku-buku di kamarnya. Kemarin dirinya belum sempat menata ulang buku-buku itu di lemari di kamarnya yang baru, jadi ia harus melakukannya sekarang jika tidak ingin tidur dengan keadaan kamarnya berantakan seperti semalam.

Kyuhyun baru saja selesai dengan sarapan terlambatnya karena ini sudah hampir pukul 11 siang. Ia hendak menuju kamarnya dan berhenti di depan sebuah pintu bercat merah muda yang terbuka. Itu bukan pintu kamarnya, tapi pintu kamar adiknya. Semua tahu Sungmin sangat suka merah muda maka ia mendapatkanya, kamar dengan pintu pink.

Tok tok!

Kyuhyun mengetuk pelan pintu yang terbuka itu untuk mendapatkan perhatian dari pemiliknya dan berhasil, Sungmin berbalik dan mendapati kakaknya berdiri di samping pintu kamarnya.

"Kau belum sarapan?" Kyuhyun bertanya.

Sungmin menjawabnya dengan menggeleng.

"Aku akan bawakan."

Kyuhyun baru saja akan melangkah jika saja suara Sungmin tidak menahannya.

"Tidak perlu." Katanya.

Sungmin kemudian membawa dirinya keluar kamar melewati Kyuhyun yang masih berdiri di tempat memperhatikannya. Kyuhyun kembali menuruni tangga sampai ke anak tangga dimana ia bisa melihat Sungmin dari sana. Gadis manis itu sedang mengambil dua lembar roti gandum dari meja makan. Kyuhyun hanya ingin memastikan Sungmin benar-benar akan sarapan dan setelahnya ia berbalik menuju kamarnya.

Sungmin mendudukkan dirinya di sofa merah maroon di tengah ruangan dan mulai menyalakan televisi. Rumah terasa sangat sepi ditambah ibu dan ayahnya yang lagi-lagi pergi dan Sungmin tidak tahu kemana. Sungmin memindah-mindah saluran televisi sampai ia memutuskan untuk berhenti pada sebuah acara kuliner.

Gadis itu sudah selesai dengan sarapannya dan belum berniat untuk kembali ke kamarnya. Ia baru selesai minum kemudian memperhatikan ruangan itu sambil berkeliling. Ruang makan dan ruang tv menyatu jadi terasa sangat luas atau memang ruangan ini memang benar-benar luas jika saja ada sekat diantaranya maka Sungmin masih berpikir jika ini akan masih luas.

Sungmin mengalihkan matanya ke kaca besar di samping ruang televisi, mengantarkan pandangannya melihat keluar ke taman belakang. Rumput-rumput di sana sudah mulai meninggi walaupun menurut Sungmin itu masih terlihat rapi. Tapi ia mengira ibunya pasti akan menyewa tukang kebun sebentar lagi.

.

.

.

Sebagian orang menganggap makan malam bersama keluarga adalah waktu berkumpul yang seharusnya menjadi sangat berharga. Itu memang benar kalau saja kesempatan itu tidak sedingin saat ini. Suasana sangat canggung, tak ada yang memulai pembicaraan. Ini sangat tenang bahkan terlalu tenang dan sepertinya membuat kegaduhan tampak akan lebih baik daripada ini. Mungkin seseorang harus sengaja memecahkan piring? Atau menumpahkan minumannya di atas meja mungkin akan lebih mudah.

"Kyuhyun ah, besok aku akan kembali ke Osaka. Kau, jaga ibu dan adik mu dengan baik." Seseorang pria yang lebih dewasa akhirnya membuka pembicaraan. Ia memfokuskan pandangannya pada anak laki-laki muda yang duduk tepat di hadapannya.

Kyuhyun menghentikan gerakan sendok garpu di tangannya sebentar.

"Memang itu yang selalu aku lakukan." Katanya.

"Hush… Kyuhyun!" Ibunya memberikan interupsi.

Kyuhyun mengangkat sendoknya dan menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya dengan cepat. Tinggal beberapa suapan lagi dan makanan di piringnya akan segera habis.

Pemuda tampan itu segera menyambar air minumnya setelah selesai dengan makan malam dan langsung beranjak dari sana meninggalkan piring kotornya di atas meja.

Ayahnya menghela napas berat sambil kemudian memijat pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa pening.

"Kau sebaiknya segera istirahat. Pesawat take off pukul 9 pagi kan?" Wanita cantik di sana mengusap pelan bahu suaminya yang duduk di sampingnya. Pria itu hanya menganggukan kepalanya.

"Sungmin ah–"

"Ye, biar aku yang bereskan."

Sungmin memotong kata-kata ibunya dan langsung mengambil alih piring kotor di meja makan dan membawanya ke tempat cuci piring. Ia menyalakan kran dan kemudian sedikit membasahi spons di tangannya. Setelahnya meremasnya sebentar sehingga busa-busa itu terlihatlah sekarang. Gadis manis itu mulai mencuci piring.

.

.

.

Sungmin baru selesai mandi. Pagi ini ia tidak mencuci rambut karena kemarin sore ia sudah melakukannya. Jadi gadis itu menggulung rambutnya ke atas saat mandi tadi dan terlihatlah tengkuknya yang jenjang. Gadis itu masih menggunakan baju handuk saat ia mengoleskan lotion di tubuhnya. Sungmin sudah akan membuka bathrobenya namun ia urungkan saat merasa seseorang tengah memperhatikannya dari arah jendela. Gadis itu melirik ke jendela kamarnya dan hanya mendapati gorden di sana melambai pelan tertiup angin. Sungmin menuju jendela lalu menutupnya dan juga menutup gordennya.

Ia menghela napas pelan.

Beberapa menit kemudian gadis itu sudah rapi dengan pakaian seragamnya. Tinggal memoleskan sedikit bedak di wajahnya dan lipbalm di bibir pinkishnya. Setelah menyampirkan tas, Sungmin segera menuju pintu kemudian membukanya dan tepat saat itu juga Kyuhyun sedang lewat di depannya, berjalan dari arah kamarnya sendiri menuju ke tangga. Kyuhyun juga sudah terlihat rapi dan tampan dengan stelan baju sekolah yang sama dengan Sungmin namun dalam versi laki-laki tentunya.

.

Keduanya sekarang sedang dalam perjalan menuju sekolah. Di dalam mobil sangat hening, hanya sesekali terdengar deheman dari Kyuhyun atau kadang getaran dari ponsel keduanya, mungkin ada sms masuk atau semacamnya.

"Bagaimana tidurmu semalam?" Kyuhyun yang tak tahan akhirnya membuka pembicaraan.

"Seperti biasa." Jawab Sungmin.

Namun itu bukan jawaban yang diharapkan Kyuhyun. Ia butuh jawaban yang lebih rumit karena jika hanya dengan jawaban seperti itu ia benar-benar bingung harus melanjutkan pembicaraan seperti apa. Tapi memang begini adiknya, Kyuhyun tahu Sungmin akan menjawab seperlunya saja.

Sebenarnya tadi malam tidurku tidak nyenyak.

"Begitu?" Tanya Kyuhyun seadanya.

"Hmm… Kau bagaimana?" Sungmin balik bertanya.

"Tidak terlalu nyenyak. Aku merasa bukan tidur di kamarku."

Sungmin hanya mengangguk menanggapi jawaban Kyuhyun. Gadis itu mengalihkan kembali pandangannya ke jendelanya di samping kiri. Ia menatap keluar.

Ya, aku juga merasa bukan tidur di kamarku.

.

.

.

.

.

"Kau jadi pindah ke rumah itu?"

"Hmm…"

"Dengan Sungmin?"

Kyuhyun memberikan tatapan dengan kata-kata 'bodoh, menurutmu?!' di wajahnya kepada temannya itu.

Sementara temannya yang satu lagi hanya memutar bola matanya jengah dengan pertanyaan yang menurutnya menyebalkan.

"Baiklah, aku hanya basa-basi." Ucap Changmin akhirnya.

"Kapan kau akan mengajak kami ke rumah baru mu?" Changmin kembali bertanya.

Kyuhyun menaikan sebelah alisnya.

"Ingin membantuku membereskan barang-barang?" Pemuda itu balik bertanya.

"Aku akan membantu Sungmin saja, bagaimana?"

Kyuhyun mendengus, Changmin dan Donghae hanya terkekeh.

Sedetik kemudian Kyuhyun menatap jam tangannya di pergelangan sebelah kiri. Setelah itu berdiri dari duduknya dan membetulkan letak tas di punggungnya. Donghae yang melihat Kyuhyun juga ikut-ikutan menatap jam tangannya.

"Jam 5, Sungmin sudah selesai." Katanya. Donghae segera beranjak diikuti Changmin.

"Sampai jumpa."

Kyuhyun berjalan ke kanan sementara Changmin dan Donghae ke arah berlawanan.

Kyuhyun menolehkan sedikit kepalanya ketika melewati satu ruang kelas, itu kelas adiknya. Pemuda itu melihat ke dalam lewat jendela dan menemukan kelas itu sudah kosong. Lalu Kyuhyun segera mempercepat langkah kakinya menuju tempat mau membuat Sungmin menunggu lama.

.

Keduanya sudah dalam perjalanan menuju ke rumah. Sungmin diam sambil mentap jendela di samping kiri dan kyuhyun fokus pada jalan di depan. Beberapa saat hening sampai Sungmin merasakan tasnya bergetar. Gadis itu membuka tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam. Itu adalah ponselnya yang bergetar.

Sungmin menatap layar ponselnya sebentar lalu memasukannya kembali ke dalam tas setelah membaca sebuah pesan singkat.

"Eomma akan pulang telat."

"Huh?"

"Eomma mengirim pesan padaku, dia bilang akan pulang terlambat."

"Ah… ya."

.

.

.

.

.

Sungmin sudah mandi dan berganti baju dengan baju tidur one pieces favoritnya. Rambutnya basah setelah dikeramas jadi ia urai itu ke bawah menutupi tengkuknya. Ia tidak ada tugas untuk besok jadi sekarang gadis cantik itu memutuskan untuk pergi bersantai menonton televisi.

Kyuhyun baru saja turun dari tangga dan berniat untuk bersantai di ruang televisi ketika matanya mendapati Sungmin duduk di sofa red maroon di sana. Adiknya sedang di sana, menonton acara musik kesukaannya yang sebenarnya Kyuhyun tahu sebentar lagi akan selesai. Laki-laki itu mengurungkan niatnya untuk mendudukan diri di sofa itu, di samping Sungmin. Ia membiarkan adiknya serius dengan televisi sementara dirinya memperhatikan ruangan yang luas itu.

Berantakan.

Beberapa barang di sana belum berada di tempat yang seharusnya. Sebagai seorang laki-laki Kyuhyun cukup rapi jadi sebenarnya ia tidak terlalu nyaman dengan keadaan rumah barunya yang masih tidak karuan. Namun di sisi lain ia juga sudah cukup lelah untuk membereskannya setelah seharian kemarin ia membereskan kamarnya sendiri. Kyuhyun heran kenapa ibunya membiarkan semua ini, tapi setelah dipikir ulang dengan keadaan wanita itu yang sibuk mungkin seharusnya ia menyewa orang untuk bekerja di rumah membereskan itu.

"Aku pikir eomma menyewa orang untuk bekerja di rumah?" Pria itu bergumam pelan.

Kyuhyun akhirnya duduk di sofa bersama Sungmin. Ia bertanya pada dirinya sendiri tapi juga berharap gadis di sampingnya mau menanggapi kalimatnya itu. Memang terdengar, sayangnya gadis manis yang pendiam tak bergeming. Itulah sebabnya ia disebut gadis pendiam di sekolah?

Aku kira eomma hanya menyewa tukang kebun. Gadis itu hanya berkata dalam batinnya.

Lelaki tampan di samping menghembuskan napas sekali lagi.

"Kapan eomma pulang?" Ia bertanya lagi kemudian dengan tangan pucatnya meraih remote tv.

"Mungkin se–

TingTong!

–ah, itu mungkin eomma, biar aku saja." Sungmin beranjak dari sofa maroon itu. Meninggalkan kakak lelakinya yang masih duduk di sana memandang punggungnya menjauh.

Sungmin memutar kunci sehingga terdengar bunyi 'klik' pelan, setelahnya memutar tuas pintu dan menariknya perlahan menyebakan pintu kayu coklat di hadapannya terbuka.

Hening.

Sungmin menggerakan bola matanya menatap keluar ke sekitar halaman rumahnya sampai ke jalan beraspal di depan.

Tak ada siapapun.

Ia terdiam beberapa saat. Ini bulan Mei, musim semi, tapi gadis itu merasa seperti bulan November sekarang, awal musim dingin. Apa sekarang iklim sudah mulai berubah? Drastis? Di sekitarnya terasa dingin, barangkali karena ia hanya mengenakan baju tidur one pieces berwarna pink pastel? Namun seseorang seperti memeluknya dengan jubah es sekarang dan disaat yang sama juga merasa seperti angin membelai pipinya lembut dan itu terasa sangat dingin, lembut tapi dingin. Kulitnya mulai kaku, ia bisa merasakannya, rambut-rambut halusnya juga mulai berdiri.

Blam!

Sungmin buru-buru menutup pintu dan menguncinya. Dan ketika tubuhnya berbalik jantungnya terasa seperti dipaksa berhenti saat itu juga.

Seseorang berdiri di sana, menatapnya.

Nafas Sungmin terburu-buru tapi sedetik kemudian mulai menenang dan ia pun menghela napas panjang sambil memejamkan matanya sebentar mencoba mengendalikan dirinya.

"Siapa?" Tanya Kyuhyun.

Itu kakaknya, yang berdiri di belakangnya. Sungmin tidak tahu sejak kapan Kyuhyun ada di sana. Tapi ia lebih tenang mengetahui kakak laki-lakinya di sana dan bukan orang lain.

Sungmin menggeleng untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Sungmin merasa dirinya butuh pergi ke kamarnya jadi dengan cepat ia beranjak dari sana.

"Tidak ada siapa-siapa." Katanya ketika melewati Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit lalu berbalik ke belakang dan melihat adiknya mulai berjalan menaiki anak tangga. Pemuda itu kemudian memutuskan untuk membuka pintu kayu ukir berwarna coklat di hadapannya dan mendapati ibunya di sebrang sana baru saja turun dari mobil taksi.

.

Di atas ranjangnya, Sungmin meringkuk dengan kaki ditekuk menyebabkan lututnya menyentuh bantal yang sedang ia dekap di dadanya. Sungmin memejamkan matanya ketika sekali lagi merasa seseorang memeluknya dari belakang, melingkarkan tangan dipinggangnya yang ramping sampai ke depan ke perutnya.

Gadis cantik itu menggerak-gerakan kepalanya lalu mendongak membebaskan tengkuknya untuk dibiarkan diciumi oleh seseorang. Sungmin tidak tahan. Ia menggigit bibir bawahnya saat merasa tengkuknya dihisap dengan keras.

"Nghh…"

Sungmin meremas bantal di dekapannya lebih kuat.

"Ahh… Henti –kan…" Katanya dengan susah payah.

Setelah beberapa saat akhirnya ia menghentikan cumbuannya di leher Sungmin kemudian sedikit memutar kepala gadis itu ke belakang lalu membelai pipi yang sekarang merona itu. Sungmin terpenjam lagi.

Kau sangat cantik, sayang.

.

.

.

.

.

Kyuhyun terbangun dari tidur. Tangan pucat miliknya meraba-raba meja nakas di samping ranjang bersprai biru itu. Lalu ia terbangun dari posisi berbaringnya ketika tangannya tidak juga menyentuh gelas air putih yang biasanya ia simpan di sana sebelum tidur. Ia melirik meja memastikan kalau ia tidak akan menemukan gelasnya di sana. Kyuhyun menghela napas lalu melirik jam dinding di sudut kamar.

Jam dua.

Lelaki itu kemudian turun dari ranjangnya setelah memutuskan bahwa ia tidak bisa berkompromi dengan kerongkongannya yang kering.

Kyuhyun sudah kembali dari dapur sambil membawa segelas air putih di tangan. Ia baru saja akan membuka pintu kamarnya saat menyadari jika pintu kamar Sungmin tidak tertutup dan juga...

Tadi itu siapa?

…seseorang tengah duduk di ranjang Sungmin.

Kyuhyun mendekati kamar adiknya setelah lebih dulu menyimpan gelasnya di kamar. Ia melihat ke dalam, tidak ada siapapun kecuali Sungmin yang sedang tidur meringkuk dengan selimut menutupi tubuhnya sampai ke perut. Lelaki itu masuk dan menarik selimut Sungmin sehingga sekarang itu menutupi tubuh Sungmin hingga ke dada.

Kyuhyun menatap wajah adiknya kemudian mengangkat tangannya untuk membelai wajah cantik itu di pipinya lalu dengan pelan-pelan menundukan wajah dalam sampai bibirnya menyentuh kening Sungmin.

Dug!

Kyuhyun menghentikan ciumannya karena tersentak mendengar suara 'Dug!' yang cukup keras dari arah luar.

Mungkin tikus.

Kyuhyun akhirnya keluar dari kamar Sungmin, menutup pintu merah muda itu dengan perlahan sampai terdengar bunyi 'klik' pelan menunjukan pintu itu sudah tertutup dengan benar. Lelaki itu berjalan menuju kamarnya, masuk ke sana dan menemukan gelas berisi air putih yang baru saja di bawanya terjatuh ke lantai membasahi karpet di sana.

.

.

.

.

.

Sungmin sudah akan membuka pintu mobil tapi tertahan saat mendengar Kyuhyun bertanya padanya.

"Kau sakit?"

Pertanyaan itu sebenarnya sudah mengganjal di kepala Kyuhyun sejak di rumah. Dan Sungmin pun sadar sekarang atau nanti kakaknya pasti akan bertanya tentang hal itu karena hari ini ia memakai syal ke sekolah.

Sungmin menghentikan pergerakan tangannya di pintu mobil.

"Hanya sedikit tidak enak badan."

Sungmin membetulkan letak syal di lehernya lalu diam sebentar, menunggu kalau saja kakaknya akan berkata sesuatu lagi.

"Oh… hati-hati, jangan terlalu lelah."

Gadis mungil itu hanya mengangguk sekali.

"Aku duluan." Kata Sungmin lalu segera membuka pintu mobil dan keluar dari sana.

Kyuhyun memperhatikan Sungmin dari kaca jendelanya lalu menghela napas pelan setelah gadis itu sudah tidak mampu lagi dijangkau oleh pandangannya. Laki-laki itu masih betah diam duduk di mobilnya. Ia mengangkat kedua tangannya lalu mengaitkannya dan menyimpannya di belakang kepala lalu bersandar ke jok mobil sambil memejamkan mata.

Tuk tuk tuk!

Kyuhyun mengintip sedikit dari celah matanya dan menemukan wajah Donghae di luar mobil, tepatnya di kaca jendela persis di samping kanan jok pengemudi yang sedang di dudukinya. Ia tidak peduli dan kembali mengeratkan pejaman matanya.

Tuk tuk tuk!

Lagi-lagi Donghae mengetuk kaca jendela. Kyuhyun menghela napas sekali lagi dan dengan cepat bangun lalu keluar dari mobil.

"Kau bisa benar-benar tidur jika aku tidak membangunkanmu." Kata Donghae.

Kyuhyun mendengus lalu mulai berjalan memasuki sekolah diikuti Donghae sehingga sekarang mereka berdua terlihat berjalan berdampingan.

"Hey!"

Itu Changmin. Ia secara tiba-tiba datanga dari arah belakang dan langsung memposisikan dirinya di samping Donghae. Donghae hanya melirik sekilas ke arahnya begitu pula Kyuhyun.

"Kyuhyun ah sudah mengerjakan tugas matematika kan? Aku pinjam ya!" Seru Changmin.

Kyuhyun hanya menggumam menanggapi kata-kata temanya itu. Ini hanya seperti biasa, Kyuhyun yang mengerjakan PR dan teman-temannya yang menyalin pekerjaannya. Itu seperti sudah menjadi kebiasaaan diantara mereka dan pemuda tampan itu sama sekali tidak keberatan.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun bersama Donghae dan Changmin sudah sampai di kelas. Kyuhyun mengeluarkan tugas matematikanya dan memberikannya dengan suka rela kepada Changmin yang tentu saja diterima dengan senang hati oleh lelaki itu. Ini masih pukul 7 dan kelas baru akan dimulai 30 menit lagi jadi masih ada waktu untuk menyalin.

Changmin membuka-buka lembaran-lembaran kertas tugas Kyuhyun namun matanya mengernyit saat menemukan hal aneh di sana.

"Kyuhyun ah…" Panggilnya.

"Hmm?"

"Ini… sepupumu, Haru mengunjungi rumah mu kemarin?"

"Huh?"

Kyuhyun mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Changmin.

"Ini…"

Changmin menaruh kertas tugas Kyuhyun di atas meja sehingga dapat terlihat oleh Kyuhyun juga Donghae sekarang sesuatu di sana. Kyuhyun membelalakan matanya. Pemuda itu hampir ingin berteriak saat mengangkat kertas itu dan menatapnya tidak percaya. Tugas yang sudah dikerjakannya susah payah sekarang berantakan dengan coretan dimana-mana yang sayangnya tidak menggunakan pensil tapi spidol berwarna merah.

Kyuhyun membuka lembaran-lembaran berikutnya dengan gusar dan menemukan coretan yang hampir sama di setiap lembarnya. Lelaki tampan itu menggertakan gigi lalu sebentar kemudian dirinya sudah sampai untuk membuka lembaran terkahir. Lagi-lagi dahinya dibuat mengerut, sesuatu tertulis di sana.

GO AWAY!

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Annyeong chingudeul! ^ ^

Hari ini Ming membawa Part pertama dari Someone is Watching! Terima kasih bagi yang sudah menyempatkan membaca fiction ini semoga tidak mengecewakan. Bagaimana menurut readers? Ada yang punya masukan? Silakan tinggalkan review^ ^

140419

KyuMing