I'm Hanazono Karin Show!

Tira : Konnichiwa~ Minna-san!

Tira-chan udah ngelanjutin nih ceritanya seperti permintaan para pembaca yang sangat kusayangi (Meluk semua para fans. Karin, Kazune, Jin, dan Michi terheran")

Nah, selanjutnya Tira-chan akan mengepost cerita 'I'm Hanazono Karin' setiap 2 kali dalam seminggu!

Boleh kan? #Puppyeyes

Just Info! Oke, para readers yang ganteng" dan yang cantik", Hanazono Karin, Kujyou Kazune, Kuga Jin, dan Nishikiori Michiru akan membalas request kalian!

Mereka: Haikk? #terkejutbatinkecualiKazuneyangstaycool

Kazune : … #tetapstaycool

Jin : Tira-chan, gak pande bales request lah…. TAT

Michi : Aku punya penyakit demam panggung nihhhhh….

Karin : Eh?! Dasar Author jahatttttt! Gak tahu apa jam jadwalku padat apa?!

Tira : Memangnya jadwalmu itu apaan hah?!

Karin : Cuman nulis sih…. Hehehehe…. Tapi capeklah, Tira-chan duluan ya,,,,, kan kita sahabatan kan? Sejak TK dulu? Inget gak? #puppyeyes

Tira : -_-" nih anak ngeselin ajha lah….. sejak kapan coba kita satu TK dulu huh?! ya sudah, dari pada ngurusin si Karin, mendingan aku akan balas request yang pertama. yang pertama dari Hayashi Hana-chan, si Neechan kesayanganku! Arigato Gozaimashita sudah mengkritik dan menyukai fanfic gaje alurnya nih…. Hehehehe…. Sekali lagi, Arigato! Lanjut!

Karin : Iye, Tuan nonya Author yang cerewet! #kenagemparswallowdariTira.

Baiklah, selanjutnya dari Acari Cliste-chan!

Arigato ya buat likenya… dan soal cerita yang dibuat rata tengah, dimohon maafkan ya atas kebodohan Author cantik ini, dia lagi puyeng 7 keliling pas ngepostnya saking kesenangan #kenakjitakdariTira jadi lupa dibuat Text Left, dan juga memang harus dikasih tanda seru bukan? Sekali lagi Gomenne atas kebodohan Author ya….

Tira : Gomen sebesar-besarnya ya….

Karin : Jangan diulangi lagi ya anakku…. #nepuk-nepukkepalaTira

Tira : #Sweatdrop)) mendingan aku diem ditempat aja deh

Kari : Dan juga akan tetep dilanjut kok seperti yang dibilang Tira, tiap 2 kali dalam seminggu! Oke selanjutnya si Bakakazune!

Kazune: jangan panggil aku dengan sebutan terhina seperti itu! Ya sudah, dari Azahnurbandini-chan, Arigato sudah membaca, menyukai dan mereview ya….. dan juga soal Aku yang sedikit di chap pertama, itu karena Tira ingin membuat awal pandangan pembaca terhadap hubungan Karin dengan Kazune, dengan Michi dan dengan Jin. Kebetulan kazune orangnya jutek abis sama Karin makanya dibuat perbincangan sedikit dulu, nanti di chap dua baru bisa ditemukan awal kedekatan Karin dan Kazune. Lalu Michi, dia kan anak baru, jadi dia agak misterius-misterius gitulah, dan Jin kebetulan dibuat sebagai sahabat Karin sejak masuk sekolah disini. Makanya Karin tampak lebih dekat dengan Jin daripada Michi sama Kazune. Mohon bantuannya dan Arigato!

Karin : Panjangnya?! OAO

Kazune : Sebagai pembalas haruslah balas dengan serinci"nya agar readers paham dengan maksud kita, begitu lho…. Bukan sepertimu, taunya hanya membaca saja!

Karin : Ya lah…. #Speechless

Tira : Astaga~ sabar ya Karin-chan…. #ngelus"punggungKarin

Oke sambung Jin-chan!

Jin : Akhirnya giliranku! Oke, untuk para Guest, Tira-chan dan Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan berusaha secepatnya untuk melanjutkannya! Onegaishimasu! Kalau boleh , Tira-chan ingin tahu nama para Guest, jadi Tira bukan hanya nganggep sebagai readers doang. Tira ingin para readers bisa menjadi teman baik baginya dan bagi kami semua. Jadi untuk request selanjutnya, untuk para Guest mohon dilampirkan ya namanya dan umurnya! Onegashimasu!

Tira : Arigato Jin-chan, dan terakhir Michi!

Michi : Yahuu! Minna-san~ apa kabar semuanya? Baik kan? Yokattane!

Jin : Kapan kau mau baca balasannya kalau asyik nyapa ajha…

Michi : Gomen-gomen, hehehe~ oke dari Silent Readers, memang sama nasib Tira amamu, walau newbie, tetep stay cool dan berkarya. Dan juga Arigato sudah membaca, mereview dan menyukai fanfic ini yaw….. dan seperti yang dijelaskan Kazune tadi, Tira akan mencoba memperbanyak adegan Kazune di chapter 2! Mohon bantuannya, Minna-san!

Tira : Arigato, Minna-san! Oke deh, karena udah pada dibaca my gaje fanfiction! Sankyune!

.

I'm Hanazono Karin!

Rated : T

Disclaimer:

Kamichama Karin Chu ©Koge Donbo

I'm Hanazono Karin! ©Satira-chan

Character:

Hanazono Karin, Kujyou Kazune, Kuga Jin, Karasuma Rika, Kujyou Kazusa, Nishikiori Michiru, Kujyou Himeka, Karasuma Kirio, Karasuma Kirika, I Miyon, Sakurai Yuuki and Karasuma Himeka.

Genre : Supranatural, Comedy, Drama, Action, Friendship

Warning : OOC, gaje-gajean and friends? (Boleh dibaca semua umur, kecuali manula, takutnya mengalami efek samping depresi, kejang-kejang, nostalgia tingkat tinggi dan sebagainya) :D

Summary :

Hanazono Karin, Kujyou Kazune dan Jin Kuga, membahas suatu masalah besar yang akan melanda mereka, bahkan nama sekolah yang menjadi pertaruhannya. Masalah besar si Miss Japan yang sangat licik. Apa yang akan mereka lakukan? Dan ternyata Rika memiliki teman gaib yang selama ini membantunya. Siapakah dia? Ini fanfiction yang membuat penasaran Anda setingkat menara Eiffel di Prancis, Jam Bigben di Inggris, eittss… tunggu dulu! Silahkan nikmati petualangan di fanfic ini dulu dan rasakanlah!

Jangan Lupa Like, Follow and Review-nya Minna-san!

Onegaishimasu! ^_^

Chapter 2 : Arigato, Karin-chan!

Author POV

Kuga Jin dan Hanazono Karin tengah menunggu seseorang yang sudah sedari tadi ditunggu-tunggu mereka. Berdua saja di dalam kelas, dengan obrolan mengenai acara seni yang diadakan di Senior High School. Kemudian, pintu terbuka dengan perlahan, lalu masuklah laki-laki berambut kuning sebahu, berjalan menuju meja Jin dan Karin. Karin terperanjat bukan main setelah siapa yang ditunggu-tunggu Jin.

"Eh? Si Baka ini rupanya yang kau tunggu?" tanya Karin, Jin tersenyum dan mengangguk. Lalu Karin menatap sebal ke arah laki-laki tersebut yang merupakan Kujyou Kazune, saingannya sekaligus musuh bebuyutannya. Kazune hanya memasang tampang cuek-yang merupakan ciri khasnya dan mendengus kesal.

"Apa yang kau lihat, huh? Aku hanya berurusan dengan Jin, bukan denganmu!" ujar Kazune dingin, menatap tajam ke arah Karin dari balik kacamata bulat berframe silver tersebut.

"Ya sudah, lebih baik aku pulang saja dari pada bertemu Evil sepertimu! Jin-chan, aku duluan ya.." Karin langsung mengambil tas hitam miliknya dan melangkah pergi. Saat ia melewati Jin, Jin menarik lengannya. Menyuruhnya untuk berhenti.

"Kau sudah berjanji lho…. Menemani aku bersama orang ini untuk membahas Miss Japan yang kau benci itu? ayolah, sebentar saja ya?" bujuk Jin, kemudian Karin menghembuskan nafasnya dan kembali menaruh tasnya di atas mejanya. Duduk bersebelahan dengan Jin dan berhadapan dengan Kazune. Masih saja Kazune dan Karin saling melontarkan tatapan tajam dari mata-mata mereka. Jin hanya bisa menyengir melihat tingkah mereka.

"Baiklah. Kazune, ini menyangkut acara itu, jadi aku ingin meminta pertolonganmu sebagai sahabatku" ujar Jin, nada murung kembali mewarnai suaranya yang biasanya periang.

"Aku tahu itu, ini menyangkut Miss Japan yang akan menjadi model sekaligus sebagai bintang di acara festival itu, bukan?

"Iya, kau benar. Dan kau tahu bukan siapa Miss Japan tahun lalu?" tanya Jin, Kazune mengangguk.

"Kujyou Kazusa." jawab Kazune tenang.

"Kalau tahun ini?" tanya Karin dengan antusiasnya. Ia memang tak tahu-menahu tentang acara Miss Japan yang diadakan tiap 2 tahun sekali di Tokyo karena ia memang tak terlalu tertarik dengan acara yang terlalu feminin menurutnya.

"Karasuma Rika." Jawab Kazune, nada suaranya tampak begitu murung. Begitu juga dengan Jin. Karin mengerutkan kedua alis tipisnya itu. bingung dengan perubahan sikap mereka yang spontan setelah menyebutkan nama tersebut.

"Ada apa? Kenapa kalian tiba-tiba begitu murung? Ada yang mengganggu kalian? Tenang saja, Hanazono Karin akan menyelamatkan kalian!" ujar Karin dengan polosnya, sambil bergaya layaknya seorang superhero yang ingin pergi menyelamatkan dunia, dengan pose tubuhnya menghadap kedepan, mimiringkan tubuhnya dengan tangan kanannya yang mengepal menghadap ke atas.

"Kau ini! Dasar aneh!" gerutu Kazune, Karin menghentikan pose 'Superhero'-nya, memelototi Kazune dengan tatapan garangnya, sambil berkacak pinggang.

"Sudahlah, kalian ini selalu saja bermusuhan. Kazune, jangan begitu pada Karin. Cobalah bersikap baik padanya dan jadi ketua OSIS yang baik, dan Karin, jangan tahunya hanya bertingkah kekanak-kanakan saja, dewasalah sedikit." Gerutu Jin, Kazune dan Karin langsung terdiam. Tak bisa berkata-kata dan hanya saling menatap tajam satu sama lain.

"Bagus, akhirnya kalian sudah berdamai. Ayo kita lanjutkan!" ujar Jin bersemangat, Kazune hanya mengangguk sedangkan Karin kembali tegak di bangkunya dan bersemangat.

"Ngomong-ngomong, sampai mana tadi ya?" tanya Jin sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang tadi mereka bicarakan.

"Si Miss Japan yang licik, Karasuma Rika" jawab Kazune dengan tenang, Jin mengangguk lemas.

"Hah…. Bagaimana ini…. Rika yang akan menjadi model yang akan membintangi iklan acara ini. Kau tahu bukan kalau setiap acara yang dia bintangi, selalu berakhir dengan tragis? Ingat, bulan lalu dia membintangi acara Festival Star di sekolah ini? karena keegoisannya-lah membuat acara Nasional itu hancur. Tapi kita tak bisa tidak memilihnya sebagai host hanya karena dia Miss Japan. Bagaimana ini?" Jelas Jin, ketakutan dan kecemasan mewarnai wajahnya sekarang. Kazune hanya menghela nafas panjang.

"Jadi apa yang kau takutkan? Bukannya Kirika yang menjadi ketua di festival itu?" tanya Kazune, Jin hanya mengangguk, lalu kembali terduduk lemas di bangkunya. Karin menepuk-nepuk pundak Jin.

"Arigato, Karin-chan. Dan Kazune, walaupu itu kakaknya sendiri, tapi kudengar hubungan mereka kurang baik dan bisa saja Rika menghancurkan acara itu. Dan yang paling kutakutkan adalah nama sekolah kita bisa buruk di mata seluruh masyarakat Jepang dan mereka tidak mau membantu kita lagi dalam perayaan-perayaan tahun ini. apalagi aku adalah seorang seniman tersohor di Jepang. Apa yang harus kulakukan? Bagaimana ini? Bagaimana ini?" ujar Jin, dia tampak begitu cemas.

"Tenanglah! Semua juga merasakan apa yang kau rasakan… jadi jangan bertingkah gegabah.. kita harus pecahkan masalah ini dengan kepala dingin " ujar Karin, berusaha menenangkan kecemasan Jin. Jin pun terdiam sejenak, memikirkan apa yang dikatakan Karin. Akhirnya dia mengembuskan nafasnya, lalu tersenyum. Kazune tercengang melihat perbuatan Karin di hadapannya itu, seakan-akan ia tidak melihat Karin yang biasanya bertingkah bodoh dan kekanak-kanakan. Malah yang ia lihat adalah Karin yang bertingkah dewasa dalam menenangkan Jin yang dalam masalah. Dia saja sempat kebingungan dalam menenangkan Jin.

"Kau benar. Pikiranku tidak di dalam kendaliku jika aku terlalu emosi. Gomennasai~" ujar Jin menunduk, Karin tersenyum dan Kazune hanya mengangguk-angguk.

"Biar aku saja yang mengawasi si Baka Rika itu!" ujar Karin dengan lantangnya, sembari ia bangkit dari bangkunya. Sontak Kazune dan Jin kaget dan langsung menatap tajam ke arah Karin.\

"Jangan bertindak sembarangan, Karin!" sergah Jin.

"Kau tahu dengan siapa kau berhadapan huh?! Perempuan yang terkenal sangat licik. Dasar wanita! Bertindak sesuka hatinya tanpa memikirkan akibatnya!" gerutu Kazune, kesal menatap Karin yang tampak tidak memerdulikan perkataannya.

"Terserah apa katamu, siapapun yang kuhadapi, sekuat atau selicik apapun dia, aku tak peduli jika itu demi sahabatku dan sekolah! Apapun yang terjadi!" ujar Karin dengan lantang dan penuh bersemangat, Jin menoleh ke arah Karin dengan tatapan tak percaya. Dan itu membuat Kazune terdiam. Dia terus menatap Karin yang begitu optimisnya menghadapi Rika yang bahkan sekolah tidak berani menghadapinya. Sebenarnya, dia juga berani seperti yang Karin katakan, tapi karena dia hanyalah Ketua OSIS yang mau tak mau harus menuruti peraturan sekolah penakut itu. Kemudian, muncul perasaan simpati dan tertarik kepada gadis itu. dia ingin lebih dekat dengan gadis itu lebih dari Jin. Bahkan ada perasaan untuk menjadi sahabat Karin.

"Hey!" panggil Jin sambil menepuk keras pundak Kazune. Kazune terkejut dan tersadar dari lamunannya. Dia menatap bergantian ke arah Karin dan Jin yang juga menatap heran kepadanya sambil berdiri dihadapannya.

"Kenapa kalian melihatiku seperti itu?" tanya Kazune, berusaha bersikap biasa mungkin. Karin dan Jin langsung menggeleng-gelengkan kepala mereka dan kembali duduk di bangku mereka masing-masing.

"Jadi, kau mau mengawasi semua gerak-gerik si Rika licik itu?" tanya Kazune, Karin langsung mengangguk semangat.

"Serahkan padaku! Bahkan akan aku buat dia tidak bisa bergerak sedikitpun agar acara ini lancar demi kalian! Percayalah padaku!" ujar Karin, lalu ia tersenyum lebar.

"Tapi, Kau begitu dibenci hampir seluruh siswa disekolah ini dan menganggapmu sebagai seorang penganggu. Aku tak ingin kau salah langkah dan kau semakin dibenci. Aku, aku tak mau kau tersiksa demi acara ini…. ini adalah tanggung jawabku dan Kazune sebagai panitia acara ini. Jadi kumohon, jangan bertindak sembarangan! Pikirkan lagi baik-baik, Karin-chan.." ujar Jin, wajahnya lebih cemas dari pada sebelumnya, dan membuat Kazune hanya terpelongo adalah Jin mengusap kepala Karin. Tidak percaya terhadap apa yang dilihatnya bahwa seorang Jin Kuga yang begitu antinya terhadap wanita mengusap lembut kepala Karin yang merupakan cewek yang banyak dihindari banyak siswa laki-laki di sekolah mereka.

"Sudahlah, aku bukan anak kecil lagi tahu!" sergah Karin sambil menepis tangan Jin yang masih mengusap kepalanya. Lalu Kazune bangkit dari duduknya, berjalan ke arah Karin dan mengikuti apa yang dilakukan Jin tadi, mengusap kepala Karin.

"Tapi, tingkahmu itu yang membuatmu seperti anak kecil, tahu! Sudahlah, kami akan membantumu untuk mengawasi Miss Japan yang licik itu. Jadi, Onegaishimasu~ Karin-chan!" ujar Kazune, lalu ia tersenyum sembari tangannya masih mengusap kepala Karin. Karin menepisnya kasar lalu memasang tampang cemberut.

"Ada apa denganmu, Ketua OSIS yang terhormat? Biasanya wajahmu penuh dengan keseriusan dan kebencian setelah melihatmu. Kenapa kau malah tersenyum kepadaku? Jangan-jangan kau mau merayuku ya? Ingat ya, Hanazono Karin gadis yang tidak akan mudah terayu begitu saja!" ujar Karin, lalu senyum di wajah Kazune lenyap dan digantikan dengan wajah cueknya.

"Dasar cewek aneh! Siapa juga yang mau merayu cewek aneh sepertimu tahu?!" gerutu Kazune, dengan tangan terlipat di dadanya. Karin langsung memelototinya, begitupun dengan Kazune, yang membalas tatapan tajam Karin. Melihat tingkah mereka, Jin tertawa kecil sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa kau malah tertawa, Jin-chan?" tanya Karin, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang kebingungan. Kazune hanya menghela nafasnya dan kembali duduk di kursinya.

"Jadi, bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Hari sudah semakin sore…. Dan kita belum mendapat satupun jawaban…. Bagaimana ini?"desak Kazune, lalu ia menghela nafasnya lagi dan membetulkan letak kacamata bulatnya itu.

"Kita akan mempercayakan Karin untuk mengawasi gerak-geriknya. Apa kau sanggup, Karin-chan? Jika kau kesulitan, panggil kami, oke?" ujar Jin, Karin mengangguk semangat.

"Baiklah, kita sepakat!" ujar mereka serempak, lalu mereka bangkit dari kursi, mengambil tas mereka dan keluar bersama dari kelas mereka.

"Arigato, Karin-chan. Karena acara payah itu dan wanita licik itu, kau jadi repot membantuku. Sekali lagi, Arigato" Ujar Jin tulus, sambil tersenyum. Karin hanya mengangguk santai.

"Tenang saja, aku tahu kalian pasti kesulitan menghadapi anak itu bukan? Jadi, serahkan padaku!" ujar Karin dengan lantang dan begitu bersemangat, menyakinkan Kazune dan Jin.

"Dasar keras kepala! Kau bukannya menyelesaikan masalah si Miss licik itu, malah kau menghancurkan acaranya. Awas saja kalau kau mengganggu!" ujar Kazune, Karin langsung berkacak pinggang dan menatapnya dengan tatapan yang menantang.

"Baik! Akan aku tunjukkan bahwa Hanazono Karin tak akan merusak apapun, dan membuat acara kalian sempurna tanpa gadis licik itu. Lihat saja nanti!" Ujar Karin, dengan penuh semangat dan sifat riangnya membuat kedua lelaki itu hanya terkekeh.

"Baiklah, kami percaya padamu." Ujar mereka berdua, sambil mengusap-usap kepala Karin.

"Kan, aku sudah bilang jangan…." Sebelum Karin menyelesaikan ucapannya, Kazune dan Jin berlari duluan meninggalkan Karin.

Hah…. Musim gugur tahun ini menyenangkan ya, dan sepertinya aku akan mendapat teman baru lagi. Arigato, Kazune dan Jin.

%%%%

Author POV

"Nishikiori Michiru," panggil wanita separuh baya itu yang merupakan Kepala sekolah di Seiee Gaoka Senior High School itu. rambutnya yang sudah sepenuhnya beruban disanggul dengan penjepit rambut, wajah putih pucatnya yang penuh kerutan ditutupi berbagai macam bedak make-up, juga kacamata berlensa orange kekuningan itu setia bertengger di depan kedua mata hijau keabu-abuan miliknya itu.

Wanita itu tengah membolak-balik data perpindahan murid dari Tokyo Senior High School sambil sesekali menatap penampilan Michi, cowok berambutsebahu jingga kecoklatan yang ditata sedemikian rupa sesuai keinginannya, dengan kedua matanya yang berbeda warna. Satu berwarna Violet di mata kanannya dan berwanra Blue Ocean di mata kirinya. Dia hanya duduk tenang di kursi kayu di hadapan kepala sekolah itu, menunggu reaksi dan pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan wanita tua itu.

"Begitu rupanya.. Baiklah, mulai besok kamu sudah bisa sekolah disini. Ini beberapa stel pakaian seragammu dan beberapa buku dari perpustakaan. Jika kau memerlukan bantuan, panggil saja aku di kantor. Mengerti, Nishikiori-san?" tanya Kepala sekolah itu, Michi hanya mengangguk dan bangkit dari kursinya lalu menunduk sopan ke arah wanita itu. Kemudian dia keluar dengan membawa beberapa stel pakaiannya dan buku-bukunya yang diletakkan di dalam kardus.

"Dimana kelasku ya? Aku sangat penasaran dan tidak sabar untuk besok. Juga, sekolah ini cukup menarik. Baiklah, aku akan berusaha!" ujarnya sambil berjalan-jalan santai memandangi lapangan sekolah yang begitu luas.

%%%%

"Rika-sama, makan malam sudah disiapkan. Silahkan bergabung dengan Kirio-sama dan Kirika-sama di meja makan" ujar pelayan berambut hitam kelam yang di kepang dua itu, menunduk sejenak lalu berjalan keluar dari kamar Rika yang serba pink di dalamnya. Rika, yang tengah sibuk berkaca di depan kaca oval berbingkai emas di atas meja riasnya, mendecak kesal lalu keluar dari kamar itu dengan langkah anggunnya. Pintu kamarnya dibuka oleh pelayan itu dan mereka berjalan bersama menuju ruang makan.

"Tumben sekali mereka mengadakan makan malam bersamaku, bukan? Apa mereka ingin menceramahiku lagi?" tanya Rika, pelayan itu mengangguk.

"Benar, mereka ingin membicarakan suatu hal penting kepada Anda, Rika-sama.. karena itu-lah saya disuruh Kirio-sama untuk memanggil Anda" jelas pelayan itu, Rika hanya memasang senyum smirk-nya yang menakutkan sampai ia di ruang makan. Ia duduk bersebelahan dengan Kirika yang sudah kesal menunggunya.

"Kau lama sekali, Rika! Walaupun kau seorang Miss Japan, jangan yang kau tahu hanya berias, berias, dan berias!" gerutu Kirika sambil menyilangkan tangannya di dadanya. Rika hanya memasang tampang jutek ke arah Oneechannya itu lalu ia mengalihkan perhatiannya ke arah makanan-makanan mewah yang dipesan dari Restoran terkenal di Jepang yang sudah terletak rapi di atas meja makan kayu mahoni itu.

"Jangan terlalu kasar dengan Rika, Kirika. Kamu seharusnya mengerti kalau dia sering berias karena dia adalah seorang Miss Japan.. ayo duduk di dekat Oniichan saja.."ujar Kirio, Rika langsung berdiri dari duduknya dan menuju di kursi kosong di sebelah Kirio. Kirio langsung mengusap kepala Rika dengan lembut sedangkan Kirika hanya mendecak kesal.

"Arigato, Kirio-niichan.."ujar Rika sambil tersenyum manis, lalu menoleh ke arah Kirika dengan senyum mengejek. Kirika hanya mencibir.

"Kau terlalu memanjakannya, Kirio-niichan.." ujar Kirika, Kirio langsung menghentikan makannya dan menatap Kirika, kebingungan.

"Apa maksudmu? Tidak ada salahnya bukan memanjakan adik perempuannya yang manis ini sendiri?" tanya Kirio, Kirika hanya mendesah.

"Ya, memang tidak ada salahnya sampai Oniichan merenggut kebahagiaan orang lain, apalagi orang itu adalah sahabatmu sendiri!" mendengar itu, Kirio hanya terdiam dan tertunduk lesu, tidak bisa berkata-kata lagi.

"Jangan membahas itu lagi…. Itu hanyalah masa lalu.."

"Itu memang masa lalu,"potong Kirika. "Tapi itu takkan terlupakan begitu saja bagi wanita malang itu.. lebih baik, Oniichan bertanggung jawab atas kesalahanmu itu yang terlalu memanjakan Rika.." Kata Kirika, lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar rumah. Kirio hanya memandangi daging domba panggang bersauskan tomat di hadapannya tanpa nafsu makan sedikitpun. Sejenak Rika memandang penuh haru Oniichannya itu lalu menunduk.

"Sudah, jangan dipikirkan lagi, itu bukan kesalahanmu.." ujar Kirio lembut sambil mengelus-elus punggung Rika, lalu memeluk Rika. Akhirnya air mata yang ditahannya keluar begitu saja. Makan malam bersama Kirio-niichannya adalah hal yang paling ditunggu-tunggunya dari dulu, dan dihancurkan begitu saja oleh Kirika-neechannya yang egois itu.

%%%%

Rika POV

"Sial! Kirika-neechan sialan itu membuat Kirio-niichan mengingat lagi masa lalu buruknya itu. Padahal makan malam itu sangat berharga bagiku..Hiks.. Hiks.." ujarku, sambil menangis sendirian di atas kasur tempat tidurnya yang berwarna pink Magenta dengan motif bunga tulip yang indah.

"Sebaiknya, kau jangan terlalu memikirkan Oneechan-mu yang egois itu, lebih baik pikirkan rencana yang akan kau lakukan di festival nanti. Apalagi kau adalah seorang Miss Japan yang sangat cantik.. kau ingin lebih terkenal dan lebih cantik lagi, bukan?" tanya gadis dengan rambut hitam kelamnya yang diikat dua ikatan panjang, dengan hiasan bunga violet di rambutnya. Gadis itu melayang-layang di kamarku kesana kemari tanpa memerdulika kekesalanku.

"Jangan ganggu aku! Aku sedang tidak mood hari ini.." desahku, gadis itu langsung turun dari atas dan duduk disampingku yang tengah malas-malasan di atas kasurnya.

"Oh, ayolah, Rika. Jangan tunjukkan wajah buruk itu dihadapanku, dan jangan mengusirku seperti itu seolah-olah aku ini menjijikan. Ingat, aku sudah banyak menolongmu dengan kekuatanku. Kau menjadi perempuan yang banyak diincar cowok-cowok disekolahmu, bahkan kau bisa menjadi miss Japan yang terkenal, itu semua berkatku. Dan kau juga belum mengucapkan terima kasih yang baik padaku.. dan kau masih bilang aku pengganggu?" keluh gadis itu, dengan memasang wajah cemberutnya dan tangannya terlipat didadanya. Aku mendengus kesal lalu ia bangkit, dan duduk di atas kasurnya di dekat gadis itu.

"Gomennasai~ Hari ini aku sangat kesal dengan Kirika-neechan. Dia membuat Kirio-niichan mengingat masa lalunya yang buruk dan aku.. aku tak bisa apa-apa. Coba aku bisa memberinya pelajaran yang tak pernah ia lupakan.. agh! Tapi itu tak mungkin, karena kau tidak bisa membantuku jika aku ingin mencelakai keluargaku. Agh! Sial!" desahku, sambil menarik-narik rambut ikalku yang sudah diikat rapi dengan kuatnya. Lalu gadis itu memegang rambutku, dan rambutku yang berantakan kembali rapi dan indah seperti semula.

"Sudahlah, kan sudah kubilang, lupakan saja Onee-chanmu yang egois itu.. bagaimana kalau kita membuat kekacauan di festival itu? pasti menyenangkan dan akan membuatmu melupakan masalah ini, kita buat semua orang merasa kebingungan dan kebingungan, bagaimana menurutmu? Kau mau?" ajak gadis itu, kemudian aku tersenyum smirk.

"Bagus juga idemu, dan acara ini yang menjadi ketua utama panitianya adalah Kirika-neechan! Akan aku kacaukan semuanya! Hahahaha…."

A/N

Tira : Akhirnya selesai juga nih fanfict ya…. Hah…. #dudukdibangkukosongdikelasKarin

Karin : Eh, Tira-chan. Siapa sih gadis yang melayang-layang itu? hantu ya?

Kazune: Iya, bikin penasaran aja hobinya..

Jin : Ceritalah..

Michi : Penasaran nih….

Tira : Semuanya akan jelas, retakan-retakan sudah mulai nampak, cepat atau lambat ini akan pecah.

Karin : Ngomong apa sih nih? Bikin bingung aja.. Oke, para readers, karena si Authornya nih udah stress karena nyelesain nih fanfic, sekian dulu acara Fanfic "I'm Hanazono Karin show". Jaa-nee~