My Annoying Fiance

.

KyuMin

.

Rate T

.

Warning : Typo(s), Yaoi, Boys Love

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

Chap 2

.

.


Keesokkan harinya..

Kyuhyun seperti biasa datang ke kantor. Tapi, suasana kantor kali ini agak berbeda. Para karyawan sepertinya sedang membicarakan direktur muda mereka, yaitu Kyuhyun.

"Selamat pagi. Kalian sedang apa disini ? Kenapa berkumpul di tempat Pak Shindong ?" Kyuhyun menegur para karyawannya.

"Hmm.. Maaf, pak Kyuhyun. Kami hanya sedang membicarakan hal pekerjaan." jawab salah satu karyawan.

Kyuhyun tersenyum sinis.

"Sebaiknya kalian kembali ke tempat kalian masing – masing. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." Kyuhyun berlalu dari tempat sang Supervisor.

SEBUT SAJA NAMANYA SHINDONG.

Kyuhyun menuju ruangannya, lalu diikuti oleh Shindong.

"Maaf, pak.. Apa saya boleh bertanya ?" tanya Shindong.

"Katakan." suruh Kyuhyun.

"Hmm.. Itu.. Apa bapak telah bertunangan ?" tanya Shindong berhati – hati.

Kyuhyun kaget.

"Dari mana kau tahu soal itu ?" tanya Kyuhyun.

"Dari bos Hangeng, pak.. Tadi pagi dia kesini untuk mengabarkan berita gembira itu." jawab Shindong.

"Aishh.. Pak tua itu." gumam Kyuhyun kesal.

"Kembali ke ruanganmu." perintah Kyuhyun.

"Tapi pak," kata Shindong.

"Apa lagi ?" tanya Kyuhyun.

"Bapak belum menjawab pertanyaan saya." jawab Shindong.

"Aishh.. Kau tidak mendengar bos Han ? kalau dia yang berbicara, berarti semua itu benar." Kyuhyun kesal dan langsung masuk ke ruangannya tanpa mempedulikan Shindong yang membungkuk hormat dan mengucapkan terima kasih.

Setelah itu, Kyuhyun duduk di ruangannya sambil melihat berkas – berkas yang ada di mejanya.

.

.

TOK

TOK

TOK

"Masuk !" teriak Kyuhyun.

"Maaf, pak.. Saya membawakan kopi untuk bapak." seorang wanita masuk ke dalam ruangan Kyuhyun yang menjabat sebagai sekretaris Kyuhyun.

SEBUT SAJA NAMANYA SEOHYUN.

"Oh, kau.. Kenapa bukan Office boy saja yang mengantarnya ?" tanya Kyuhyun.

"Hmm.. Tidak apa – apa, pak.. Lagipula, saya juga senang melakukannya." jawab Seohyun sambil menunduk.

"Oh iya, apa kau memotong rambutmu ?" tanya Kyuhyun sambil terus melihat berkas yang ada di mejanya.

Seohyun kaget.

"Ah ! Iya.. Saya memotong sedikit rambut saya, pak.. Terima kasih atas perhatian bapak.. Saya permisi." Seohyun keluar dari ruangan Kyuhyun.

"Ya ampun ! dia memperhatikanku. Bagaimana ini ? Hatiku jadi berdebar – debar." batin Seohyun sambil tersenyum terus – menerus.

.

.

Ruangan Kyuhyun.

"Aigoo.. Aku terlihat bodoh. Kenapa terlihat sekali perhatianku padanya ? Kyuhyun pabo !" kyuhyun memaki dirnya sendiri.

.

.

Seohyun adalah sekretaris Kyuhyun yang cantik. Kyuhyun sudah lama menyukai Seohyun, namun Kyuhyun tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Seohyun. Kyuhyun takut kalau hubungan mereka nanti akan mengganggu pekerjaan dan profesionalitas mereka. Akhirnya, Kyuhyun hanya bisa memendam perasaannya dalam – dalam pada Seohyun.

Apalagi sekarang Kyuhyun sudah bertunangan dengan Sungmin. Kyuhyun akan semakin memendam perasaannya pada Seohyun. Tapi, Kyuhyun yakin suatu saat nanti dia akan mengungkapkan perasaannya pada Seohyun.

.

.

.


Di tempat lain..

"Kau sudah pulang sekolah, Minnie.. Kibummie." sapa Teuki saat Sungmin dan Kibum pulang dari sekolahnya.

"Iya, eomma.. Eh, ada bibi Heechul.. Apa kabar ?" Sungmin membungkuk hormat pada Heechul disusul dengan Kibum.

"Aigoo.. Minnie dan Kibum manis sekali." Heechul mengelus rambut Sungmin dan Kibum bergantian.

"Kalau begitu, kami permisi dulu ya." Sungmin dan Kibum berpamitan menuju kamar mereka.

"Oh iya, Minnie.. Kau bereskan pakaianmu ya.. Mulai sekarang, kau harus tinggal dengan Kyuhyun." suruh Teuki.

"HAH ?! Tinggal dengan Kyunnie hyung ? Apa tidak salah, eomma ? Memang kenapa ?" tanya Sungmin kaget.

"Minnie sayang.. Kau tinggal dengan Kyuhyun ya.. Dengan begitu, kalian akan semakin dekat. Kau kan calon menantuku." jawab Heechul.

"Tapi, bibi.. mengapa mendadak sekali ?" tanya Sungmin lagi.

"Hmm.. Bibi baru memikirkannya semalam." jawab Heechul santai.

Sungmin memutar bola matanya malas.

"Kau mau kan menuruti permintaan kami ?" tanya Teuki dengan mata memelas.

"Aishh.. Baiklah, eomma." jawab Sungmin malas.

Sungmin sangat menyayangi ibunya. Dia bahkan tidak bisa menolak permintaan ibunya yang terkadang aneh dan ajaib menurut Sungmin.

Sungmin membereskan barang – barangnya ditemani oleh Kibum di kamarnya.

"Yahh.. Kalau kau tinggal dengan Kyuhyun hyung, aku kesepian dong." ucap Kibum sedih.

Sungmin mem-poutkan bibirnya.

"Sebenarnya Minnie juga tidak mau, tapi mereka memaksa Minnie.. Tenang saja, Bum-bum.. Bum-bum masih bisa menghubungi Minnie kok.. Nanti Minnie akan sering – sering pulang deh.. Hehe." Sungmin menghibur Kibum.

"Baiklah, baiklah.. Aku mengerti. Jaga dirimu baik – baik ya, Minnie.. Jangan lupa hubungi aku." Kibum memeluk Sungmin.

Sungmin dan Kibum belum pernah terpisah dalam jangka waktu yang lama. Mereka benar – benar seperti saudara sedarah.

.

.

.

"Minnie sudah siap, eomma." Sungmin membawa koper dan ranselnya, tidak lupa membawa boneka kelinci kesayangannya.

"Baiklah, Teuki.. Aku akan mengantar Minnie ke apartemen Kyuhyun. Sampaikan salamku pada Kangin." Heechul mencium pipi kanan dan pipi kiri Teuki.

Setelah itu, Sungmin berlari memeluk Teuki.

"Eomma.. Apa eomma membenci Minnie ?" tanya Sungmin.

"Kau bicara apa, sayang ? Eomma tidak pernah membencimu." jawab Teuki.

"Itu.. Eomma malah menyuruhku pindah ke apartemen Kyunnie hyung." balas Sungmin.

Teuki melepas pelukannya dan memegang bahu Sungmin.

"Dengarkan, eomma. Eomma tidak pernah membencimu. Kau harus tinggal dengan Kyuhyun itu karena kalian memang harus mengenal lebih dekat satu sama lain. Kau mengerti kan, nak ?" jelas Teuki.

"Iya, eomma.. Minnie mengerti." Sungmin menganggukkan kepalanya.

Sungmin memeluk Kibum lagi.

"Aku akan merindukanmu, Bum-bum." ujar Sungmin.

"Aku juga, Minnie-ya." balas Kibum.

Setelah itu, Heechul dan Sungmin pergi menuju apartemen Kyuhyun.

"Aku harap dia akan baik – baik saja." gumam Teuki.

"Iya bi.. Aku yakin Minnie akan baik – baik saja." hibur Kibum.

"Kau sudah makan ? Kita makan bersama." ajak Teuki sambil merangkul Kibum.

"Baiklah." jawab Kibum sambil tersenyum.

.

.

.


Kantor Kyuhyun

"Pekerjaanmu sudah selesai ?" tanya Kyuhyun pada Seohyun.

"Sudah, pak." jawab Seohyun.

"Kau pulang naik apa ?" tanya Kyuhyun lagi.

"Naik bis, pak.. Seperti biasa." jawab Seohyun.

"Kau bisa ikut denganku. Aku antar kau pulang." Kyuhyun melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7 malam.

"Tidak usah, pak.. Saya bisa naik bis sendiri." Seohyun menolak dengan halus.

"Tidak baik seorang gadis cantik naik angkutan umum sendirian. Bahaya." ujar Kyuhyun.

"Tapi pak.." Seohyun ingin menolak lagi, tapi..

"Tidak ada penolakan. Sebelum aku berubah pikiran." ujar Kyuhyun dengan nada memerintah.

"Baik, pak." Seohyun membereskan barang – barangnya lalu ikut Kyuhyun menuju mobilnya.

.

.

.

"Rumahmu masih jauh ?" tanya Kyuhyun memecah keheningan di dalam mobil.

"Hmm.. Tidak begitu jauh, pak." jawab Seohyun sopan.

"Ah.. Kalau di luar kantor, jangan begitu formal denganku. Panggil saja aku Kyuhyun. Bukankah usia kita sama ?" Kyuhyun mencoba mengakrabkan diri dengan Seohyun.

"Iya pak, eh Kyuhyun." jawab Seohyun.

"Kau terbiasa menggunakan angkutan umum ?" tanya Kyuhyun.

"Iya, biasanya aku naik bis atau kereta." jawab Seohyun.

Seohyun melihat jari tangan Kyuhyun yang memakai sebuah cincin.

Seohyun jadi teringat dengan apa yang diberitakan oleh karyawan kantor pagi ini.

"Direktur kita sudah bertunangan." Seohyun mengingat perkataan Shindong.

.

.

"Maaf.. Apa aku boleh bertanya ?" tanya Seohyun.

"Katakan." jawab Kyuhyun.

"Apa kau sudah menikah ?" tanya Seohyun hati – hati.

Kyuhyun kaget dengan pertanyaan Seohyun.

"Maksudmu ?" tanya Kyuhyun balik.

"Maaf.. Tapi aku melihat ada cincin di jarimu." jawab Seohyun.

Kyuhyun melihat jari tangannya.

"Oh.. Ini.. Aku hanya bertunangan, belum menikah." jawab Kyuhyun.

"Jadi.. Dia benar sudah bertunangan." batin Seohyun.

"Aku dijodohkan. Aku sebenarnya tidak mau bertunangan, tapi orangtuaku memaksa. Mau bagaimana lagi ? Aku tidak bisa berbuat apa – apa." jelas Kyuhyun.

"Kau sangat menyayangi orangtuamu ya ?" tanya Seohyun.

"Hm. Sangat. Bagiku, mereka adalah segalanya. Walaupun terkadang menyebalkan. Hehe." jawab Kyuhyun.

"Beruntung sekali yang menjadi tunanganmu itu." gumam Seohyun yang tidak terdengar oleh Kyuhyun.

"Kau bicara apa ?" tanya Kyuhyun.

"Ah ! Tidak. Aku tidak bicara apa – apa." jawab Seohyun.

"Oh iya, ceritakan tentang dirimu." Kyuhyun menoleh ke arah Seohyun sejenak, lalu berkonsentrasi lagi menyetir.

"Aku ? Tidak ada hal yang istimewa tentangku." ujar Seohyun malu.

"Eiiiyyy.. Jangan begitu. Ayo, ceritakan tentang dirimu." desak Kyuhyun.

"Aku sangat penasaran." batin Kyuhyun.

"Hmm.. Aku anak tunggal. Aku sekarang tinggal hanya bersama ibuku yang sekarang sakit – sakitan. Ayahku sudah meninggal ketika usiaku 15 tahun." cerita Seohyun.

"Ah ! Maaf." Kyuhyun merasa tidak enak pada Seohyun.

"Tidak apa – apa, kok. Sudah kubilang kan kalau tidak ada yang istimewa dariku." ujar Seohyun.

Kyuhyun tersenyum.

"Lalu, bagaimana dengan keadaan ibumu sekarang ?" tanya Kyuhyun.

"Hmm.. Keadaannya sekarang sudah mulai membaik, tapi suatu saat bisa kambuh lagi." jawab Seohyun.

"Memangnya ibumu sakit apa ?" tanya Kyuhyun lagi.

"Dia sakit maag kronis. Sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit, tapi penyakitnya akan kambuh lagi. Aku membawanya pulang karena aku belum punya biaya. Makanya, aku selalu giat bekerja dan aku juga mengajar privat sebagai pekerjaan sampingan untuk tambahan biaya pengobatan ibuku." jawab Seohyun.

"Kau hebat, Seohyun-ah.. Aku yakin ibumu pasti bangga padamu." ucap Kyuhyun.

"Ah, biasa saja kok." Seohyun merendah.

"Di depan, belok kanan. Itu rumahku." Seohyun menunjuk arah rumahnya.

"Sudah sampai." Kyuhyun menghentikan mobilnya.

"Terima kasih, Kyuhyun. Apa kau mau mampir ?" tawar Seohyun.

"Ah, tidak usah. Terima kasih. Apa perlu ku antar ?" tawar Kyuhyun balik.

"Tidak usah. Terima kasih atas tumpangannya." Seohyun keluar dari mobil dan membungkuk pada Kyuhyun.

Kyuhyun melambaikan tangannya dan berlalu dari hadapan Seohyun.

Seohyun berjalan ke rumahnya dengan wajah yang tidak berhenti tersenyum.

"Aku pulang." teriak Seohyun.

Seohyun masuk kedalam rumah dan langsung ke kamar sang ibu.

"Kau sudah pulang, nak. Ada apa ? Kenapa kau tersenyum ?" tanya sang ibu.

Seohyun menghampiri ibunya yang tengah berbaring di atas ranjang dengan dibalut selimut tebal.

"Tidak ada apa – apa, eomma. Eomma sudah makan dan minum obat ?" Seohyun melihat piring makanan dan piring obat yang ada samping ranjang.

"Sudah, nak. Kau beristirahatlah." pinta sang ibu.

"Iya, eomma. Aku mau mandi dulu." jawab Seohyun.

.

.

.


Apartemen Kyuhyun

.

.

"Eomma ! Kenapa bocah ini ada disini ?" teriak Kyuhyun setelah pulang kerja.

Ketika Kyuhyun pulang, Heechul sedang duduk di sofa sambil menonton televisi dengan Sungmin tidur di pangkuannya.

"Jangan berisik, Kyu ! Kau akan membangunkannya." Heechul meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.

"Biarkan saja. Biar dia pulang sekalian." kesal Kyuhyun.

"Jangan begitu, Kyu. Mulai sekarang, kau harus menjaga Minnie. Dia akan tinggal bersamamu disini." jelas Heechul.

"Tapi, eomma.. Dia kan bisa tinggal di rumahnya sendiri. Kenapa harus merepotkanku sih ?" Kyuhyun mulai marah.

"Eomma ingin kalian lebih dekat. Kalau kalian menikah nanti, kalian tidak akan canggung lagi." jawab Heechul.

"Aishh.. Benar – benar." gumam Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya.

"Eomma pulang dulu ya, nak. Tolong bawa Minnie ke kamar." suruh Heechul.

"Biarkan saja dia tidur disitu." dengus Kyuhyun.

"Kyu ! Eomma tidak mau sampai Minnie sakit." Heechul memperingatkan Kyuhyun.

"Aishh.. iya, iya. Cerewet sekali." dengus Kyuhyun lagi.

Kyuhyun mengantar Heechul sampai pintu keluar, lalu kembali melihat Sungmin yang tengah asyik tertidur di sofa.

"Hahh.. Menyusahkan saja." Kyuhyun mengangkat Sungmin dan memindahkannya ke kamar.

Apartemen Kyuhyun mempunyai 2 kamar. Kyuhyun menaruh Sungmin di kamar tamu yang sudah dibereskan oleh Kyuhyun.

Setelah mengangkat Sungmin, Kyuhyun membawa barang – barang Sungmin.

"Hmm.. Bunny." Sungmin mengigau.

Kyuhyun menghampiri Sungmin.

"Kenapa kau, bocah ? Kau mengigau ?" tanya Kyuhyun.

"Hmm.. Bunny.. Hiks.. Hiks." Sungmin mengigau sambil memanggil nama 'Bunny'.

Tangan Sungmin bergerak – gerak seperti mencari sesuatu, tapi mata Sungmin tetap terpejam.

Kyuhyun kebingungan.

"Bunny ?" Kyuhyun terus mencari apa yang dimaksud oleh Sungmin.

Akhirnya, Kyuhyun menemukan sebuah boneka kelinci kecil berwarna biru.

"Apa ini ya ?" Kyuhyun memberikan boneka itu ke tangan Sungmin.

"Bunny ! Hehe." Sungmin berteriak senang dan memeluk boneka itu erat – erat.

"Dasar bocah !" Kyuhyun mengacak rambut Sungmin.

.

.

.


Keesokkan harinya..

.

"Eommaaaaaaaaa !" teriak Sungmin panik.

Kyuhyun yang mendengar suara teriakan, langsung menghampiri Sungmin di kamarnya.

"Aishh.. Kau kenapa, bocah ? Pagi – pagi sudah berisik." kesal Kyuhyun.

"Kyunnie hyung !" Sungmin langsung lompat dari tempat tidur dan memeluk Kyuhyun.

"YA ! YA! YA ! Sedang apa kau ?" tanya Kyuhyun.

"Hm ? Memelukmu." jawab Sungmin santai.

"Aish.. Merepotkan." dengus Kyuhyun.

"Mandi sana ! Kau tidak ingin sekolah ?" tanya Kyuhyun.

Sungmin tersadar.

"Ya ampun ! Iya, Minnie harus sekolah." Sungmin melepas pelukannya terhadap Kyuhyun, lalu membuka semua isi kopernya.

Sungmin lalu mengambil seragam dan peralatan mandinya.

"Oh iya, kamar mandinya dimana ?" tanya Sungmin.

"Di belakang." jawab Kyuhyun santai.

Sungmin langsung melesat ke kamar mandi.

"Bocah merepotkan. Hoahhhhmmm.. Lebih baik aku tidur lagi." Kyuhyun lembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.

.

.

20 menit kemudian..

Sungmin sudah rapi dengan seragamnya dan bersiap – siap berangkat sekolah.

"Ya ampun ! Sudah jam 6.45. Minnie bisa terlambat." Sungmin panik.

Sungmin mengetok kamar Kyuhyun.

.

TOK

TOK

TOK

.

Tidak ada jawaban.

.

TOK

TOK

TOK

TOK TOK TOK TOK TOK

.

Kyuhyun membuka pintunya.

"Ada apa sih ? Kau ingin membuatku tuli ?" kesal Kyuhyun.

"Kyunnie hyung ! Ini darurat ! Minnie bisa terlambat. Tolong antarkan Minnie ke sekolah. Minnie mohon." Sungmin memohon dengan wajah memelas.

Kyuhyun sangat kesal dengan Sungmin pagi ini. Tapi dengan melihat wajah Sungmin yang memelas, entah kenapa kekesalannya seakan menguap.

"Hahh.. Menyusahkan saja." Kyuhyun memakai mantelnya dan mengambil kunci mobil.

"Terima kasih, hyung ! Kyunnie hyung memang yang terbaik !" teriak Sungmin girang sambil mengacungi jempolnya.

.

.

.

Akhirnya Kyuhyun mengantar Sungmin ke sekolahnya. Sungmin keluar dari mobil Kyuhyun.

"Terima kasih, hyung. Jangan lupa nanti Kyunnie hyung harus menjemput Minnie. Itu kata bibi Heechul." Sungmin memperingatkan Kyuhyun.

"Aissh. Masuk sana, bocah !" perintah Kyuhyun kesal.

Kyuhyun sangat kesal karena Sungmin menyebut nama Heechul, yang berarti Kyuhyun tidak bisa membantahnya.

"Wleee." Sungmin menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun, lalu berlalu menuju kelas.

"Arrggggghhhh.. Baru sehari saja, anak itu sudah menyusahkan. Ya Tuhan, kuatkanlah aku setiap harinya dalam menghadapi bocah itu." Kyuhyun melampiaskan kekesalannya dengan memukul – mukul setir mobil.

.

.

.

.


Gulliver High School

.

.

"Minnie !" teriak Kibum saat melihat Sungmin.

"Bum-bum !" teriak Sungmin sambil memeluk Kibum.

"Minnie kangen sama Bum-bum." ujar Sungmin.

"Aku juga, Min. Rasanya rumah sepi sekali jika tidak ada kau." balas Kibum.

Mereka pun pergi ke kelas bersama.

"Bagaimana tinggal bersama Kyuhyun hyung ?" tanya Kibum.

"Hmm.. Kyunnie hyung selalu berteriak pada Minnie." jawab Sungmin.

"Benarkah ? Aku harus bilang pada bibi Teuki." Kibum langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Teuki.

"Jangan ! Tidak usah, Bum-bum. Minnie baik – baik saja, kok." cegah Sungmin.

"Kau yakin tidak apa – apa ?" tanya Kibum meastikan.

"Minnie yakin 100%. Hehe." jawab Sungmin sambil terkekeh.

"Kalau dia macam – macam, kau tendang saja dengan tendangan taekwondo-mu itu." usul Kibum.

"Haha. Kyunnie hyung tidak sejahat itu kok pada Minnie." jelas Sungmin.

.

.

.

Sore harinya..

"Aigoo.. Aku harus menjemput bocah itu." gumam Kyuhyun.

Kyuhyun langsung mengambil mantelnya, dan menuju parkiran.

"Maaf, pak. Ada berkas yang harus ditanda tangani." Seohyun bertemu Kyuhyun di koridor.

"Ah ! Bagaimana kalau besok saja, aku harus menjemput seseorang dulu. Kau taruh saja berkas itu di mejaku." Kyuhyun berjalan dengan terburu – buru.

"Apakah orang itu sangat penting baginya ? Dia buru – buru sekali." gumam Seohyun.

.

.

.

.

Sesampainya di sekolah Sungmin..

"Mana anak itu ?" Kyuhyun turun dari mobilnya.

Kyuhyun masuk ke dalam lingkungan sekolah, tapi belum juga menemukan Sungmin.

"Sekolah sudah sepi.. Dimana anak itu ? Apa dia sudah pulang ?" Kyuhyun terus melihat seluruh kelas.

Akhirnya, Kyuhyun melihat Kibum yang duduk di bangku taman sekolah dengan Sungmin yang sedang tidur di pangkuannya.

"Kibum-ah !" panggil Kyuhyun.

"Ah ! Kyuhyun hyung !" Kibum membalas panggilan Kyuhyun.

Kyuhyun menghampiri Kibum dan Sungmin.

"Hoshh.. Hoshh.." nafas Kyuhyun terengah – engah.

"Kau kenapa, hyung ?" tanya Kibum.

"Aku.. Hhh.. Aku mencari Sungmin, ternyata dia enak – enakan tidur disini." jawab Kyuhyun yang berusaha mengatur nafasnya.

"Hmm.. Sebenarnya kami sudah menunggumu selama 2 jam, hyung. Sungmin kelelahan, jadi dia ketiduran disini." jelas Kibum.

"Oh.. Maaf, tadi aku banyak pekerjaan. Ayo, kita pulang." ajak Kyuhyun.

"A-aku naik bis saja, hyung." tolak Kibum.

Kibum tahu kalau apartemen Kyuhyun dan rumah keluarga Lee berbeda arah.

"Eiyyy.. Tidak bisa begitu, kau tetap harus ikut denganku. Sudah malam, aku antar kau pulang dulu. Aishhh.. Berat sekali anak ini." Kyuhyun menggendong Sungmin dengan gaya 'piggy back'.

Mereka berjalan menuju mobil Kyuhyun.

"Bagaimana sekolahmu ?" tanya Kyuhyun memecah keheningan.

"Sekolahku baik – baik saja." jawab Kibum singkat.

"Kau ini berbeda sekali dengan bocah yang ku gendong ini. Kau lebih pendiam dan kalem. Kenapa dia tidak sepertimu saja sih ? Mana berat lagi." keluh Kyuhyun.

"Haha.. Kau bisa saja, hyung.. Minnie itu memang cerewet, tapi dia anak yang baik. Dia juga pandai menghibur. Hehe." cerita Kibum.

Akhirnya, mereka sampai di mobil Kyuhyun.

Kyuhyun menidurkan Sungmin di jok depan dan memakaikan Sungmin sabuk pengaman, sedangkan Kibum duduk di belakang.

"Ck. Menyusahkan saja." keluh Kyuhyun.

Kyuhyun mengantar Kibum pulang terlebih dahulu.

.

.

.

"Terima kasih, hyung." ucap Kibum sesampainya di rumah keluarga Lee.

"Sama – sama. Sampaikan salamku pada paman Kangin dan bibi Teuki." balas Kyuhyun sambil melambaikan tangannya.

"Baiklah. Jaga Minnie baik – baik ya, hyung !" teriak Kibum sambil melambaikan tangannya.

"Hmm.. Kyuhyun hyung tidak buruk juga." gumam Kibum sambil tersenyum.

.

.

.


Sesampainya di apartemen Kyuhyun, Kyuhyun langsung menidurkan Sungmin di kamarnya. Kyuhyun menyelimutinya.

"Ck. Bocah menyusahkan. Harusnya aku bisa pulang dengan Seohyun hari ini." gumam Kyuhyun.

Kyuhyun melihat wajah Sungmin yang tertidur.

"Kau cantik ketika tidur. Seperti malaikat. Tapi ketika kau bangun, kau akan seperti setan kecil yang tak bisa diam." Kyuhyun merapikan poni Sungmin.

Kyuhyun beranjak dari kamar Sungmin menuju ke kamarnya.

Kyuhyun melihat ada sms di ponselnya.

"Seohyun ?" gumam Kyuhyun.

"Maaf, tadi aku melihatmu terburu – buru.. Apa kau sedang ada masalah ?

Seohyun."

Kyuhyun tersenyum senang.

"Perhatian sekali dia." gumam Kyuhyun sambil membalas sms dari Seohyun.

"Tidak.. Aku hanya ingin menjemput seseorang."

Tak lama kemudian, Seohyun membalas lagi.

"Benarkah ? Pasti dia orang yang sangat penting bagimu."

Kyuhyun tertawa.

"Penting apanya ? Menyusahkan iya." gumam Kyuhyun.

"Tidak. Biasa saja, kok." balas Kyuhyun lagi.

.

.

TOK

TOK

TOK

"Kyunnie hyung." panggil Sungmin sambil mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

Kyuhyun melihat jam dindingnya.

"Jam 1. Kenapa bocah itu terbangun ?" Kyuhyun membukakan pintu.

.

"Ada apa ?" tanya Kyuhyun.

"Minnie lapar, hyung." rengek Sungmin sambil memegang perutnya.

"Di dapur ada 1 mie instan, kau buat saja sendiri." Kyuhyun berniat menutup pintu kamarnya dan melanjutkan berkirim pesan dengan Seohyun, tapi dicegah oleh Sungmin.

"Apa lagi ?" tanya Kyuhyun dengan nada kesal.

"Tolong buatkan mie instannya untuk Minnie.. Minnie mohon." Sungmin mengeluarkan aegyo-nya.

Kyuhyun memutar bola matanya malas.

"Buat saja sendiri. Kau sudah besar kan ?" Kyuhyun makin kesal.

"Ishh.. Hyung tidak asyik. Ya sudah, Minnie tidak jadi makan." Sungmin ingin kembali ke kamarnya.

"Hey, jangan begitu. Baiklah, akan aku buatkan. Aku tidak mau disalahkan oleh ibumu dan ibuku kalau kau sampai tidak makan." Kyuhyun menuju dapur dan mulai memasak.

Sedangkan Sungmin tersenyum sambil mengikuti Kyuhyun dari belakang.

.

.

.

Akhirnya, mie instannya sudah matang..

.

Sungmin dan Kyuhyun duduk di meja makan.

"Kyunnie hyung kenapa senyum – senyum sendiri seperti itu ? Apa Kyunnie hyung mulai gila ?" tanya Sungmin polos.

PLETAKK

"Awwww.. Sakit, hyung. Kau tega sekali pada Minnie." Sungmin mengelus kepalanya.

"Enak saja kau mengataiku gila." ujar Kyuhyun kesal.

"Loh ?! Apa Minnie salah ? Setahu Minnie, orang yang tersenyum sendiri tanpa alasan itu adalah orang gila, benar kan ?" jawab Sungmin sambil menyantap mie-nya.

"Aishh.. Aku tersenyum juga ada alasannya, pabo ! Jangan ganggu aku ! Sisakan mie-nya untukku." Kyuhyun kembali sibuk dengan ponselnya.

Sungmin mem-poutkan bibirnya dan melanjutkan acara makannya.

.

.

"Minnie sudah selesai, hyung. Terima kasih, Minnie kembali ke kamar." Sungmin berlari menuju kamarnya.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya dengan ponselnya.

"Kasihan juga anak itu. Tadi aku acuhkan dia begitu saja. Sepertinya anak itu makannya tidak banyak. Aku juga jadi lapar." Kyuhyun melihat mangkuk yang tadi Sungmin pakai untuk makan.

0.0

Wajah Kyuhyun langsung mengeras.

"Lee Sungmiiiiiiiiinnnnnn !" teriak Kyuhyun.

Sedangkan Sungmin hanya bisa tertawa sambil menutup telinganya.

"Kenapa kau menghabiskan semua mie-nya, bocah ?" teriak Kyuhyun kesal.

"Maaf, hyung.. Minnie lapar. Maaf." Sungmin berteriak meminta maaf dari dalam kamar.

Kyuhyun mengatur nafasnya yang menderu.

"Aishh.. Bocah itu benar – benar membuatku marah dan kesal." gumam Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya.

"Lihat saja nanti, akan kubalas kau." batin Kyuhyun.

.

.

.

TBC

Terima kasih buat yang udah review di chap sebelumnya.. aku berterima kasih banget sama kalian.. hehe..

littlecupcake noona : kamu yakin Kyu ramah ? aigoo..

LiveLoveKyumin : ini udah aku lanjut ya..

TifyTiffanyLee : Seo itu sekretarisnya Kyuhyun..

cloudy minniemin bunny : hehe.. kayaknya Kyu kepincut sama bibir Ming deh..

abilhikmah : aku juga maunya Kyu gak nyakitin Ming..

LauraRose14 : makasih chingu.. ini udah aku lanjut ya..

MingKyuMingKyu : Ming lagi mikirin caranya gimana Kyu bisa jatuh cinta sama dia.. hehe.. *kibarkolorKyuMin*

ms. R : makasih chingu..

sissy : hehe.. maaf chingu.. tapi kayaknya aku bakalan masukin porsi Seo lebih banyak..

kak Aurinz Soona : haha.. jangan gantung aku dong kak.. nanti Sungmin sedih..

winecouple : hehe.. hubungannya Seo sama Kyu ? tunggu aja kelanjutannya ya..

5351 : makasih chingu.. ^^

adhe kyumin 137 : Kyuhyun belum punya pacar kok..

Lele Bantet : Minnie nya lucu ya ? kayak aku kan.. hehe..

BabyMing : ini udah aku lanjut ya..

Ichanpresidentofkms : terserah kamu mau panggil aku apa.. hehe.. panggil aja aku 'pacarnya Sungmin'.. hehe..

di review lagi ya, chingudeul.. ^^ gomawo..