Chapter 2

Oh God, My Boyfriend Is Still A Teenager

(Hunhan

Warning : boyxboy bagi yang tak nyaman segera klik tombol Back.

000

Di Bandara Incheon.

"Di mana ya Channie? katanya mau menjemputku," ucap Luhan seraya melihat kesegala arah. Ia sudah tiba di Korea sejak beberapa menit yang lalu, tapi kekasihnya tak muncul-muncul juga.

0

0

Satu jam Luhan sudah terlewati, tapi kekasihnya masih belum menunjukan batang hidungnya. Ia bahkan mengirim inboks di fbkekasihnya, tapi tak tetap saja tak kunjung ada balasan. Maklum saja mereka hanya berkomunikasi menggunakan fb dan dengan bodohnya Luhan sekalipun tak pernah meminta nomor kontaknya.

Sementara itu, dari arah parkir terlihat seseorang pria jangkung tengah berjalan dengan tergesa-gesa menuju pintu masuk bandara.

"Ais! dasar Sehun itu merepotkan saja, mana aku harus bertemu Baekhie sebentar lagi," gerutu Chanyeol seraya melirik arloji di tangannya.

Sementara di bangku tunggu, Luhan tampak memainkan kakinya seraya bersenandung kecil guna mengalihkan kebosanannya.

Im sorry, Im sorry, Im sorry my girl

But I Love you I Love you

I Love You hemm hemm hemm hemm hemm

"Coba aku mempunyai satu saja kenalan di sini, pasti aku tak perlu minta Channie menjemput ku seperti ini," ucap Luhan seraya mengerucutkan bibirnya lucu. Segera ia edarkan pandangannya sekali lagi, dan berharap segera menemukan sosok kekasihnya itu.

"Oh! i-itu? sepertinya aku mengenalinya, Chanie bukan ya? sepertinya iya?" ucap Luhan sedikit ragu saat menangkap sosok pria tampan yang berdiri tegak sembari mengedarkan pandangannya seperti tengah mencari seseorang.

"Wow! badannya tinggi sekali, benarkah itu Channie ku?" ucap Luhan seraya mengeryitkan alisnya berusaya meyakinkan penglihatanya sekali lagi. Setelah yakin Luhan pun segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pelan mendekati objek yang ia yakini kekasihnya itu. Tak mnunggu lama, sampailah Luhan di hadapan pria jangkung itu dan mengamati wajah tampan itu lekat. Reaksi yang Pria itu tunjukan adalah mengeryitkan alisnya.

"Chanie?" tanya Luhan pada pria itu dengan sedikit gugup.

"Emm Luhan?" Tanya Chanyeol tak yakin saat mendengar Luhan mengucapkan kata Chanie. Pasalnya ia tadi langsung berangkat ke Bandara dan belum sempat meminta foto Luhan pada Sehun. Tentu ia tak tau wajah Luhan seperti apa.

"Ternyata benar, syukurlah, akhirnya aku bertemu denganmu juga Chanie," ucap Luhan seraya berhambur ke pelukan Chanyeol, tanpa peduli kalau tubuh objek yang dipeluknya sedikit menegang.

"A-ah! iya, senang juga bertemu denganmu Luhan," Chanyeol sedikit kikuk saat tau-tau Luhan sudah memeluknya erat. Tubuhnya bahkan hanya berdiri kaku tanpa berniat membalas pelukan Luhan.

"Hik, aku kira Chanie tak akan datang menjemputku, aku sempat berpikir untuk kembali lagi ke China tadi," ucap Luhan di sela tangis bahagianya.

"Hei! j-jangan menangis , kita sudah bertemu kan? kenapa menangis?" ucap Chanyeol seraya melepas pelukan Luhan. Dengan sedikit ragu Chanyeol menangkup pipi Luhan dengan kedua tangannya.

"Tersenyumlah! kau akan terlihat semakin cantik bila tersenyum," ucap Chanyeol dengan begitu gentle, lalu dengan nakalnya tangan itu menarik berlawanan arah kedua pipi Luhan menuntunnya agar Luhan tersenyum.

"Ewmm hik, aku hanya terlalu bahagia Chanie~, dan aku ini tampan bukannya cantik," protes Luhan seraya mempoutkan bibirnya imut. Dia sangat tak suka bila dibilang cantik, dia itu manly Oke? jadi jangan mengatainya cantik. Tapi mendengar Chanyeol yang mengatakannya tentu saja pipinya menjadi bersemu merah.

'Lucu sekali, pantas saja Sehun menyukainya, ah tidak-tidak! Baekhie-ku lebih manis,' ucap Chanyeol dalam hati sembari menggelengkan kepalanya.

"Benarkah? coba tunjukan, di mana letak sisi tampanmu itu? yang aku lihat saat ini hanya wajah cantik yang merona," ucap Chanyeol seraya terkekeh geli melihat wajahh malu-malu yang Luhan tunjukan.

"Aku ini Manly Channie~," protes Luhan seraya mempoutkan bibirnya kesal.

"Haha baiklah, kau tampan Luhan, jadi jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, kau jadi mengingatkan ku pada seseorang," ucap Chanyeol saat tiba-tiba wajah Baekhyun terlintas di benaknya.

'Oh aku Lupa,' rutuk Chanyeol dalam hati saat mengingat janjinya pada Baekhyun untuk pergi kencan.

"Ehh, siapa? apakah dia mirip denganku?" tanya Luhan penasaran seraya memandang wajah Chanyeol lekat.

"B-bukan siapa-siapa, Ah! bagaimana kalau sekarang kita langsung ke apartemenku saja? kau pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh," tawar Chanyeol cepat berusaha mengalihkan pembicaraan.

'Sial! aku kelepasan,' rutuk Chanyeol dalam hati saat menyadari kebodohannya.

"Emm baiklah, ayo! aku sudah tak sabar ingin melihat seperti apa apartemen Channie," ucap Luhan antusias seraya mengapit lengan Chanyeol.

'Sepertinya Chanie menyembunyikan sesuatu, tapi apa ya?' iner Luhan dalam hati.

0

0

'Ternyata aslinya lebih tampan, sesampainya di apartemen Channie nanti aku akan segera menelfon Lay, dan mengatakan kalau dugaannya itu salah,' putus Luhan dalam hati seraya melirik Chanyeol sesekali.

"Emm, Luhan?" Chanyeol memulai pembicaraan setelah keduanya terdiam cukup lama dan hanyut dengan pemikiran masing-masing.

"Ya Channie?" jawab Luhan seraya tersenyum tipis.

"Sesampainya di apartemen ku nanti, tak apakan kalau ku tinggal sendiri? aku ada urusan sebentar," ucap Chanyeol seraya melirik Luhan Di sampingnya. Seharusnya ia sudah tiba di rumah tunangannya setengah jam yang lalu, tapi sekarang ia sudah terlambat, dapat dipastikan kalau tunangannya itu pasti mengomelinya habis-habisan.

"Tak apa Channie, pergilah dan selesaikan urusanmu, aku juga ingin istirahat, mungkin kita bisa ngobrol-ngobrol besok" ucap Luhan maklum seraya senyum tipis.

"Tapi kau tenang saja, kau tak akan sendiri di apartemenku nanti, karena adik ku pasti dengan senang hati menemanimu ngobrol.

Sementara di apartemen Chanyeol, Sehun tampak gusar seraya menghentak-hentakan kakinya ke lantai.

"Aduh gimana ini?, a-aku belum siap untuk bertemu Luhannie, aku juga belum siap untuk menjelaskan semuanya pada Luhannie kalau sebenarnya yang selama ini chat dan pacaran dengannya bukan Chanyeol hyung, Argh! aku harus bagaimana? apa aku kabur saja ya?" ucap Sehun seraya mengacak rambutnya frustasi.

000

Pip!

"Masuk Luhan," setelah membuka pintu apartemennya, Chanyeol segera mempersilahkan Luhan untuk masuk ke dalam.

"I-iya," jantung Luhan berdebar kencang kala melangkahkan kakinya memasuki apartemen Chanyeol.

"Tunggu di sini sebentar, emm kau bisa duduklah di sofa itu, aku akan memanggilkan adikku untukmu," ucap Chanyeol seraya melangkahkan kakinya menuju pintu kamar yang biasa ditempati Sehun. Ia memang sengaja menyiapkan kamar untuk Sehun mengingat adiknya yang lebih sering menginap di Apartemennya ketimbang tinggal di kediaman Park.

Tok tok

"Sehun! apa kau di dalam?" seru Chanyeol seraya mengetuk pintu kamar Sehun. Mendengar tak ada jawaban, Chanyeol bergegas membuka pintu kamar Sehun guna memastikan apakah Sehun ada atau tidak.

"Anak itu benar-benar," geram Chanyeol saat kamar Sehun tak berpenghuni. Segera diambilnya ponsel di saku celananya guna menghubungi adiknya yang terlalu pengecut itu.

Tuuut! Tuuut!

"Angkat bodoh, awas saja kalau tak diangkat," ucap Chanyeol geram seraya meras ponsel di genggamannya.

Tuuuut! Tuuuut!

"H-hyung? hehe," di seberang sana kekehan konyol Sehun terdengar jelas ditelinga Chanyeol.

"Kau benar-benar!, di mana kau sekarang anak nakal? jangan bilang kau kabur? awas saja kalau kau tak segera kembali kemari!" ancam Chanyeol seraya mengumpati Sehun dalam hati.

"T-tapi hyung, aku belum siap hyung, gimana kalau Luhannie tak mau menerimaku, please hyung jangan hari ini ya?" rengek Sehun pada hyung nya.

"Itu derita mu Sehun, yang penting sekarang kau harus segera kemari dan selesaikan urusanmu dengan Luhan, kalau dalam 10 menit kau tak kemari, aku pastikan kau tak akan melihat Luhannie-mu lagi!" ancam Chanyeol lagi seraya menahan emosinya.

"T-tapi hyung-" belum sempat Sehun meneruskan ucapannya, sambungan telpon sudah diputus secara sepihak oleh Chanyeol.

Pik!

"Arrg bagaimana ini? ais!" Sehun pun hanya bisa mengacak rambutnya frustasi.

TBC

Terima kasih ya bagi yang sudah review di Chap sebelumnya, masukan dari kalian sangat membantu. Aku harap kalian review lg di Chap ini juga.

Maaf kalau Chap ini tak sesuai harapan kalian, dari awal nulis, itu mengalir begitu saja tanpa rencana apa-apa. Tapi akan ku usahakan yang terbaik, meskipun standar terbaik ku dengan kalian itu berbeda, harap maklum ya aku masih pemula.

Udah gitu aja, Sampai jumpa chap selanjutnya.

-salam hangat inchan88-