You and Me

Cast: Baekhyun,Chanyeol and others

Summary: Seperti bernostalgia,ku merindukamu. Rindu yang sulit kubedakan...

Happy reading!

"bolehkah aku memberitahu sesuatu?" ucap Kris.

"apa??" jawabku dan menatap Kris. Dan saat aku menatap Kris ternyata Kris sudah dulu menatapku.

"aku menyukai mu" ucap Kris sambil menatap ku. Dia sudah berhenti mengipasiku.

Aku bingung. Entah harus melakukan apa,entah Kris sedang mengerjaiku atau memang apa adanya. Untuk memastikan itu aku menatap matanya Kris,mencari kebohongan atau yang lainnya. Tapi aku heran,dia seolah benar-benar menyatakan perasaannya padaku.

"em,. Hahahaha,kau lucu sekali Kris."ucap ku sambil tertawa seolah Kris sedang memberi lelucon.

"bukan baek. Dengarkan aku, aku menyukaimu. Sungguh!" ucap Kris sambil mengengam tangan kiriku. Seolah memberi keyakinan.

"sungguh? Sejak kapan??"tanyaku.

"sejak kau dan aku berebut susu kotak rasa stroberi"ucap Kris. Ya, jika di ingat-ingat memang aku dan Kris pernah berebut susu kotak. Tapi itu saat kelas 1 semester pertama,sekarang sudah kelas3 semester 1. Berapa tahun dia menyukaiku??

"benarkah?? Ke-kenapa kau menyukaiku??"tanya ku sambil menutup kancing kemeja yang tadi kubuka dengan tangan kanan ku. Aku mulai was-was.

"kenapa aku menyukai mu? Huh,itu pertanyaan aneh."ucap Kris dan semakin mengeratkan genggamannya. Hei,bukankah yang aneh disini adalah dia??

Aku masih menatap Kris,dan tinggal satu kancing kemeja lagi yang harus ku tutup. Namun tak disangka, Kris menghentikan pergerakan tangan ku untuk menutup kancing kemajaku.

"K-kris?? A-apa yang kau lakukan??"tanya ku kaget setengah mati.

"akan ku tunjukan padamu,mengapa aku menyukai mu."ucap Kris dengan pandangan yang aneh.

Dia mulai membuka kancing kemejaku dengan cepat,dan dengan sepontan aku meninju wajahnya. Setelah Kris tersungkur,aku langsung mengambil tasku juga punya Chanyeol dan langsung berlari meninggalkan Kris. Untung saja aku ekskul hapkido.

Aku terus berlari kearah kantin,mungkin saja Chanyeol ada disitu,tanpa memperdulikan keadaan Kris dan juga keadaan ku karena hampir semua kancing bajuku terbuka. Aku sangat ketakutan saat ini.

Begitu sampai dilorong menuju kantin aku menabrak Chanyeol. Aku jatuh karena menabrak Chanyeol sementara Chanyeol masih tetap berdiri.

"Baek?"tanya Chanyeol menatap ku.

"oh Chanyeol, syukurlah,kau ada disini." ucapku sambil mengatur nafas ku karena berlari juga takut.

"kau kenapa Baek??"tanya Chanyeol lagi sambil mengambil tasnya yang tadi kubawa.

"haah,kau pasti tidak percaya Chan! Apa yang tadi kualami" ucap ku sambil berusaha berdiri.

"hn. Lebih baik kau minum dulu,aku tadi ke kantin dan membeli minuman." ucap Chanyeol sambil memberiku softdrink dan sekotak susu stroberi.

Disinilah kami. Dikelas kami yang sudah kosong,karena seluruh siswa dipulangkan lebih cepat. Sebelumnya aku ke kamar mandi untuk mencuci muka-untuk menenangkan diri-dan membetulkan kemejaku.

"ah,segarnya."ucapku setelah meminum habis susu kotak yang tadi Chanyeol berikan.

"jadi,kau kenapa tadi??"ucap Chanyeol sambil mengerjakan tugas IPA nya.

"hah! Kau tau Kris??"ucapku dan direspon anggukan Chanyeol.

"yang mengajak mu tanding basket." ucap

Chanyeol dan masih fokus pada tugasnya.

"iya,itu... Tadi dia menemui ku."

"hn,lalu??"ucap Chanyeol seolah tugasnya lebih penting dibandingkan apa yang kualami.

"aku ingin bertanya dulu,"ucapku sambil merampas pulpen Chanyeol agar ia lebih mendengarkanku. Chanyeol menatapku.

"apa Kris gay??"tanya ku. Respon Chanyeol hanya memasang mimik wajah berpikir.

"em,aku pernah mendengar rumor bahwa Kris itu gay. Tapi aku tidak bisa memastikannya" ucap Chanyeol santai "biarku tebak. Kris menembakmu??" tambah Chanyeol.

"woah,bagaimana kau tahu?? Kuberitahu satu hal lagi,dia bahkan ingin membuka bajuku Chan!! Heuh,dia pasti sudah gila." ucapku mengeluarkan semua yang ada di pikiranku.

"lalu kau melakukan apa?? Apa kau menerima perlakuannya??"tanya Chanyeol dan menatapku dengan serius.

"tentu saja,aku tidak menerimanya. Aku langsung memukulnya,dan langsung pergi."ucapku dengan suara yang lumayan pelan karena mengingat kejadian tadi.

"oh syukurlah. Kukira kau hanya diam saja,dan menerima semua perlakuannya" ucap Chanyeol sambil terkekeh.

"hei!aku masih normal tuan Park." ucapku lumayan kesal. Enak saja ia bilang seprti itu,aku ini laki-laki.

"jika kau adalah laki-laki,apa yang akan kau katakan jika ingin menembak seorang gadis??"ucap Chanyeol sambil menatap ku dengan remeh. Baiklah,aku terima tantanganmu.

"aku akan menyanyikan sebuah lagu yang romantis,lalu menembaknya sambil menatapnya dengan tulus."ucapku sambil tersenyum bangga. Ya tentu saja aku bangga,karena pasti akan sangat menyenangkan jika melakukannya.

"kau sendiri??"tantang aku pada Chanyeol.

"baiklah,aku akan menghadap dengan kekasihku. Lalu aku akan mengenggam tangannya,lalu berlutut dihadapannya. Setelah itu aku menembaknya dan aku akan berdiri,lalu mencium kening kekasihku." jawab Chanyeol panjang lebar.

"hahahaha,coba kau peragakan."ucap ku menambah tantangannya. Pasti dia kapok. Hahahahha,

"baiklah,aku akan memperagakannya. Dan kau harus jadi kekasih ku yang akan ku tembak."ucap Chanyeol sambil tersenyum seolah menantangku juga.

"baiklah,siapa takut?"ucapku menerima tantangannya. Ya,beginilah persahabatan kami selalu memberi rintangan dan seolah kami bermusuhan.

Dan,aku berdiri dihadapan Chanyeol. Chanyeol mulai mengengam tangan ku,kami saling bertatapan seolah sedang berpacaran. Padahal hanya iseng saja, kalau dilihat-lihat Chanyeol aneh ya? Telinganya terlalu besar.

Chanyeol pun berlutut dihadapanku,dan dengan bakat aktingku,aku berpura-pura menutup mulutku seolah sangat kaget dengan apa yang dilakukan Chanyeol.

"Aku sangat mencintaimu. Sejak awal kita bertemu dan sampai berteman dekat aku merasa nyaman didekat dirimu. Bersediakah kau menjadi kekasihku??"ucap Chanyeol. Chanyeol tinggal menunggu jawaban ku agar akting ini berjalan sesuai drama iseng ini.

"tidak! Maafkan aku Chan,tetapi aku sudah dijodohkan dengan anak teman abeojiku. Maaf baru memberi tahumu sekarang." ucapku dengan nada seolah benar-benar terjadi.

"ya!Baekhyun,kau seharusnya bilang iya..."ucap Chanyeol dan mencubit tanganku.

" kan biar seperti drama-drama itu loh..."ucap ku diiringi tawaku.

"oh,benar juga. Baiklah kembali ke drama." ucap Chanyeol.

"tapi Baek,aku sangat mencintaimu. Kita sudah saling kenal dalam waktu yang lama. Kau tega meninggalkan ku?"ucap Chanyeol penuh nada drama.

Aku berpura-pura menangis. "maafkan aku Chan. Tapi ini adalah pilihan Abeoji,aku tidak bisa menolaknya. Hiks,maafkan aku."

Chanyeol berdiri dan menangkup wajahku. Sebenarnya aku ingin ketawa melihat wajah sok serius Chanyeol. "aku hanya butuh jawabanmu. Apa kau mencintaiku??"

Aku mengangguk "sangat Chan,sangat mencintaimu" ucap ku sambil menatap Chanyeol. Terlihat dari bibir Chanyeol yang ingin tertawa melihat aktingku. Hei,bukankah aku pantas menjadi pemain drama??

"kita saling mencintai baek." ucap Chanyeol sambil mengelus rambut ku. Hah,andai saja ada kamera akan kurekam dan kukirim ke audisi aktor.

Agar terlihat lebih drama,aku memajukan langkahku mendekati Chanyeol dan memeluknya. Chanyeol juga membalas pelukanku. Dan Chanyeol membisikan ditelingaku "kita saling mencintai baek,hiduplah bersamaku". Dan aku hanya mengagguk.

Namun dalam keadaan seperti ini ada seseorang yang membuka pintu.

Brak!!

"Baekhyun?? Apa yang kau lakukan??!"

Aku dan Channyeol menatap ke arah sumber suara. Pintu kelas.

"h-hyung?"

Itu kakakku Baekboom.

.

.

.

TBC.

a/n

woah,akhirnya update... terimakasih buat kk yg udah riview dan follow cerita ini. yang lain juga riviewnya tolong ya...

terima kasih banyak!!!