Title: Living With A Ghost

Cast: Jungkook, Suga, Jimin #KookGa #KookMin

Lenght: Two Shoot

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]

Inspired By Korean Drama "Let's Fight Ghost".


"Jungkook masih berusaha mencerna kata-kata Yoongi, sementara Yoongi masih bertanya-tanya mengapa Jungkook tiba-tiba bisa melihatnya."

.

.

.

AUTHOR POV

Jungkook dan Yoongi saling bertatapan.

Ekspresi keduanya sama-sama menunjukkan keterkejutan yang luar biasa.

Jungkook masih berusaha mencerna kata-kata Yoongi, sementara Yoongi masih bertanya-tanya mengapa Jungkook tiba-tiba bisa melihatnya.

"Coba kau ceritakan padaku dengan cara yang masuk akal hyeong, aku belum mengerti apa maksudmu..." sahut Jungkook sambil memiringkan kepalanya, wajahnya begitu terkejut.

Yoongi yang masih bingung mengapa Jungkook bisa melihatnya akhirnya mencoba menceritakan kepada Jungkook mengenai apa yang terjadi padanya.

"Kau ingat hari ketika kita sarapan bersama di kantin kampus terakhir kalinya? Malamnya aku tertabrak mobil... Dan ingatanku hanya sampai situ saja..." sahut Yoongi sambil menatap Jungkook dengan wajah penuh kesedihan.

.

.

.

YOONGI POV

Sambil bercerita kepada Jungkook akan apa yang terjadi padaku, ingatanku kembali ke beberapa waktu yang lalu.

Malam itu setelah aku menemani Jimin mencari taxi agar Jimin bisa pulang ke rumahnya, aku berjalan kaki menuju halte bus yang jaraknya lumayan jauh dari tempat festival jajanan yang kami kunjungi.

Aku berjalan sekitar dua puluh menit lebih dan tiba di seberang halte bus.

Aku jelas-jelas melihat kondisi jalanan kosong, makanya aku segera menyeberang jalan, dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang yang menuju ke arahku.

Aku masih bisa merasakan sakit luar biasa disekujur tubuhku akibat tertabrak mobil saat itu, dan setelah itu semua ingatanku hilang.

Aku bahkan tidak tahu bagaimana kondisiku setelah itu, karena tiba-tiba saja roh ku ini sudah ada di depan gedung kampus malam itu, dan hanya Jungkook saja yang ada dalam ingatanku.

Aku hanya mengingat beberapa kejadian mulai saat aku berpapasan dengan Jungkook di lobi kampus, sampai saat detik-detik terakhir ketika aku tertabrak mobil.

Semua kejadian sebelum aku berpapasan dengan Jungkook dan kejadian setelah aku tertabrak, tak ada yang kuingat sekalipun.

Anehnya lagi, semua kejadian yang kuingat hanyalah kejadian selama aku ada di kampus bersama Jungkook, dan semua kejadian yang kulalui bersama Jimin.

Selain itu aku tidak mengingat apa-apa. Aku bahkan tidak mengingat apapun mengenai keluargaku, rumahku, dan latar belakangku.

Yang kuingat hanyalah aku menyukai Jungkook, Jungkook menyukai Jimin, dan Jimin begitu ramah kepadaku padahal aku berharap ia membenciku agar aku bisa membencinya karena Jungkook begitu menyukainya.

Aku bahkan tak mengerti mengapa tiba-tiba aku sudah berada di depan gedung kampus malam itu, ketika pertama kalinya aku menyadari aku sudah menjadi hantu gentayangan, bukan lagi seorang manusia bernama Min Yoongi.

Dan setelah itu, yang kulakukan setiap harinya hanyalah membuntuti Jungkook kemanapun ia pergi.

Aku sering memeluknya dari belakang, kedua lenganku kulingkarkan di lehernya, kepalaku kuletakkan dibahunya.

Pikirku, kesempatan ini harus kumanfaatkan dengan baik karena Jungkook toh tidak menyadari keberadaanku makanya aku bebas memeluknya sepuasku.

Sesuatu yang selalu ingin kulakukan namun tak pernah berhasil semasa aku masih menjadi manusia.

Tapi yang ada Jungkook justru sering mengeluh bahu dan lehernya terasa sakit dan berat.

Aku bahkan memeluknya ketika ia tertidur, dan yang ada justru Jungkook mengeluh sesak nafas..

Cih~ Memangnya tubuhku berat? Setahuku, tubuhku sangat ringan.

Apalagi aku sekarang hanyalah hantu, bukankah menjadi hantu seharusnya lebih terasa ringan?

Aku menceritakan semuanya kepada Jungkook, dan Jungkook terlihat sangat terkejut.

"Jadi... Kau benar-benar sudah meninggal hyeong?" Jungkook menatapku dengan ekspresi sangat tidak percaya.

Aku memajukan bibirku sambil menundukkan kepalaku dan menganggukan pelan kepalaku yang tengah tertunduk.

"Mwoya? Aku... Aku... Aku masih tidak percaya hyeong..." sahut Jungkook.

Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya.

Ada genangan air mata di kedua bola matanya.

"Kau menangis? Waeyo? Kau menyesal menolakku saat aku masih hidup?" tanyaku, berusaha mencairkan suasana.

Tapi sejujurnya aku sangat senang karena ia menangisi kematianku. Setidaknya, aku memiliki arti yang positif dalam hatinya, buktinya ia menangisi kematianku~ Hehehe..

"Aku... Tidak percaya..." sahut Jungkook sambil menghapus genangan air mata di kedua bola matanya. Sepertinya ia malu menangis di depanku.

Sekarang saatnya aku yang bertanya kepadanya!

"Lalu, mengapa kau tiba-tiba bisa melihatku?" tanyaku.

Jungkook menceritakan semua kejadian mulai dari ia kecelakaan sampai tiba-tiba bisa melihat hantu setelah sadarkan diri dari operasinya.

"Kau tahu mengapa kau tidak terluka parah?" tanyaku.

Jungkook menggelengkan kepalanya. " Aku saja bingung mengapa kondisiku tidak terlalu parah..."

"Aku sedang ada disampingmu saat kau menyeberang jalan, dan aku menyadari ada sepeda motor yang sangat kencang melaju ke arahmu, dan aku refleks mendorong tubuhmu dan ternyata tenagaku saat itu bisa mendorong tubuhmu.. Kau tidak tertabrak sepeda motor itu, kau hanya terserempet sepeda motor itu sedikit dan karena tenagaku terlalu keras mendorongmu, kepalamu terbentur ke aspal jalanan dan kepalamu bocor..." jawabku, membuatnya tercengang.

"Lalu mengapa si pengendara sepeda motor itu luka parah jika kami tidak bertabrakan?" tanya Jungkook.

"Ia menabrakku makanya ia terpental dan sepeda motornya rusak, aneh kan? Bukankah kalau manusia menabrak hantu seharusnya baik-baik saja? Aku juga heran...Dan anehnya lagi, setelah aku yang tertabrak sepeda motor itu, aku tiba-tiba berada di depan rumahmu ini. Aku tidak bisa melacak keberadaanmu sama sekali sehingga aku memutuskan terus menunggumu disini sampai kau kembali ke rumah..." sahutku.

"Jadi.. Kau menyelamatkanku secara tidak langsung, hyeong?" sahut Jungkook sambil menatap wajahku.

Aku menganggukan kepalaku.

"Aku menyelamatkanmu, dan membuat tubuhku tertabrak dua kali... Pertama, ketika aku meninggal.. Kedua, karena menyelamatkanmu... Hahaha..." sahutku sambil tertawa.

"Gumawo, hyeong~" sahut Jungkook sambil menatapku.

Jungkook tiba-tiba menyentuh hidungku, membuat sesuatu di dadaku terasa aneh, rasanya seperti detak jantungku menjadi tidak karuan.

Aneh kan? Setelah menjadi hantu pun, aku seolah masih bisa merasakan rasa berdebar cepat di dadaku setiap aku menatap pria dihadapanku ini.

"Mengapa aku bisa menyentuhmu? Bukankah hantu dan manusia tidak bisa bersentuhan?" tanya Jungkook lagi.

"Setahuku, kalau manusia itu tidak bisa melihat sang hantu, mereka tidak akan bisa bersentuhan. Namun, jika sang manusia dan sang hantu dapat saling melihat satu sama lain seperti aku dan kau, kita bisa berkomunikasi dan bersentuhan layaknya manusia dengan manusia..." jawabku.

Dan aku teringat satu hal.

"Yaissshh~ Kau sekarang bisa melihatku! Itu berarti aku tidak bisa diam-diam memelukmu lagi..." gerutuku.

Jungkook tersenyum. "Kau ada-ada saja hyeong, aigoo~" Jungkook mengacak-acak poniku sambil tersenyum.

"Nah, tersenyum lebih membuatmu terlihat tampan~ Jangan menangis, Jungkook a~ Walaupun aku sudah meninggal, aku kan masih bisa ada disampingmu~ Hehehe~" sahutku.

Jungkook menganggukan kepalanya. "Benar juga~"

"Tapi jangan berbicara denganku dihadapan banyak orang, mereka tidak bisa melihatku jadi mereka akan berpikir kau berbicara sendiri seperti orang gila, hehehe~" sahutku sambil tertawa.

"Yaisssh~ Benar juga! Kalau kita berkomunikasi di hadapan orang lain, aku akan terlihat seperti orang gila..." gerutu Jungkook.

.

.

.

JUNGKOOK POV

"Karena aku sudah menyelamatkanmu, kau harus berterima kasih padaku..." sahut pria pucat, ups, maksudku hantu pucat, dihadapanku ini.

"Bagaimana caranya, hyeong?" sahutku.

"Ijinkan aku tinggal di kamarmu!" sahut Yoongi hyeong dengan mata memohon.

"Mwoya?" Aku membelalakan kedua mataku.

"Aku tidak punya tempat tinggal.. Aku bahkan tidak tahu kapan tepatnya aku meninggal.. Aku sempat dibawa ke rumah sakit atau mati di tempat pun aku tidak ingat.. Mayatku ada dimana pun aku tidak ingat... Selama ini aku selalu tidur di kasurmu... Sekarang kau sudah bisa melihatku, makanya aku meminta ijin agar aku tetap bisa tidur di kamarmu,oke?" sahut Yoongi hyeong dengan tatapan penuh harap.

"Pantas aku sering sesak nafas..." sahutku sambil menyentil kening Yoongi hyeong.

"Aku kan tidak seberat itu, cih~" gerutu hantu pucat dihadapanku itu.

"Baiklah, tapi jangan tidur di kasurku! Jangan sembarangan menyentuhkku! Kau bisa tidur di sofa yang ada di kamarku... Otte?" sahutku.

Yoongi hyeong langsung menganggukan kepalanya.

Dan kehidupan tidak normalku pun dimulai.

Ya, tentu saja tidak normal. Bayangkan saja, aku kini tinggal bersama seorang hantu di kamarku!

.

.

.

AUTHOR POV

Sejak saat itu, Yoongi selalu mengikuti Jungkook kemanapun Jungkook pergi.

Yoongi bahkan mengikuti Jungkook ke kampus, dan selalu menggoda Jungkook yang diam-diam memperhatikan Jimin.

"Aku sudah tahu sejak lama kau menyukainya, cih~ Dasar pengecut.. Kau bahkan kalah denganku... Aku dengan berani bisa mengungkapkan perasaanku padamu, tapi kau malah diam-diam mencintai Jimin seperti ini..." sahut Yoongi mengejek Jungkook.

Saat itu Jungkook sedang duduk sendirian di meja makan kantin, kelihatannya sih sendirian padahal sebenarnya ada hantu bernama Min Yoongi yang duduk disampingnya, dan Jungkook seperti biasa tengah diam-diam menatap wajah Jimin yang duduk tak jauh dari hadapannya.

"Berisik kau, hyeong..." gerutu Jungkook, tentu saja ia berbicara dengan pelan karena jika ada yang mendengar, ia akan disangka orang gila.

Setelah makan siang, Jungkook dan Yoongi berjalan menuju kebun belakang kampus.

Kebun itu sangat sepi, dan itu tempat yang sangat pas untuk Jungkook agar bisa berbicara dengan normal kepada Yoongi tanpa takut ada yang menganggapnya orang gila.

Jungkook merebahkan tubuhnya di atas rerumputan.

"Aku mau tidur sebentar.. Kelasku selanjutnya baru dimulai dua jam lagi..." sahut Jungkook sambil memejamkan matanya.

"Cih~ Lalu aku harus mengobrol dengan siapa?" gerutu Yoongi.

"Cari hantu-hantu lain yang bisa kau ajak bicara hyeong~" sahut Jungkook, masih dengan mata terpejam.

Yoongi menyentil kening Jungkook. "Hantu-hantu lain disini bentuknya seram-seram, kau kan tahu itu, kau juga bisa melihat mereka kan? Aku takut, bodoh..."

"Sakit hyeong~" gerutu Jungkook sambil mengangkat tubuhnya dan akhirnya ia tidak jadi tidur.

Jungkook duduk bersebelahan dengan Yoongi.

"Hantu kok takut dengan hantu lain? Ckckck~" sahut Jungkook mengejek Yoongi.

"Aku kan juga masih punya perasaan! Selama aku hidup, aku sangat takut menonton film horor, dan sampai aku menjadi hantupun, aku takut jika berpapasan dengan hantu-hantu yang bentuknya menyeramkan..." sahut Yoongi.

Jungkook tertawa dengan keras. "Hantu punya perasaan? Hahaha..."

PLAK!

Sebuah pukulan mendarat di kepala Jungkook.

"Kau pikir hantu tidak punya perasaan? Buktinya? Aku masih jatuh cinta padamu walau sudah menjadi hantu.. Huft~" gerutu Yoongi.

"Haruskah aku merasa bangga karena aku memiliki sasaeng fans seorang hantu?" sahut Jungkook dengan gaya sok coolnya.

Yoongi tersenyum. "Kau sangat keren jika seperti itu..."

Jungkook menatap Yoongi. "Kau memang luar biasa hyeong~"

"Waeyo?" tanya Yoongi.

"Aku mau tidur... Hoahhmm~" sahut Jungkook sambil kembali berbaring dan memejamkan matanya.

Yoongi terus duduk disamping Jungkook, menatap wajah Jungkook yang bahkan tetap terlihat tampan ketika sedang tertidur.

Ya, seperti itulah aktivitas sehari-hari Yoongi setelah menjadi hantu.

Selalu menemani Jungkook dalam segala aktivitasnya.

Dan waktu terus berlalu, tak terasa sudah hampir tiga bulan berlalu sejak Yoongi menjadi hantu.

.

.

.

YOONGI POV

"Aku pulang duluan ke kamarmu ya~" sahutku kepada Jungkook.

"Kau curang, hyeong~" gerutu Jungkook.

"Aku sangat lelah untuk berjalan..." sahutku.

"Ini pertama kalinya aku sirik kepada seorang hantu..." gerutu Jungkook.

Aku tertawa mendengar ucapannya.

Ya, aku merasa sangat lelah karena menemani Jungkook berlari sesorean tadi.

Jungkook bilang ia butuh olahraga dan akhirnya aku menemaninya berlari mengelilingi taman dekat rumah Jungkook.

Ternyata aku masih bisa merasa lelah setelah menjadi hantu. Aku rasa semua hantu lainnya juga begitu. Atau hanya aku saja yang seperti ini?

Molla~

Aku menggunakan kemampuan berpindah tempatku, salah satu keistimewaan yang kudapatkan sejak aku menjadi hantu.

Namun, bukannya muncul di kamar Jungkook, aku justru muncul tepat di belakang Jungkook.

"Katanya mau pulang duluan dengan kemampuan berpindah tempatmu, hyeong?" tanya Jungkook kebingungan.

"Aku rasa aku terlalu lelah sampai-sampai tidak bisa berpindah tempat, Jungkook a~" sahutku.

Aku kembali mencoba kemampuanku namun lagi-lagi aku muncul di belakang Jungkook.

"Yaisssh~~ Rasanya hantu lain sangat mudah melakukan banyak hal, mengapa kemampuanku sangat terbatas?" gerutuku.

"Apa karena kau tidak mengingat detik-detik kematianmu, hyeong? Makanya kau tidak bisa hidup seperti hantu-hantu lainnya?" sahut Jungkook.

"Atau karena aku tidak tahu dimana letak mayatku sehingga aku selemah ini?" sahutku.

"Tunggu sebentar, bukankah hantu yang masih gentayangan adalah hantu yang masih memiliki sesuatu yang harus dilakukannya namun belum tersampaikan selama ia hidup sebagai manusia makanya ia gentayangan untuk menyelesaikan urusan yang belum dapat diselesaikannya selama ia menjadi manusia?" sahut Jungkook tiba-tiba.

Aku menganggukan kepalaku. "Benar sekali~"

"Lalu mengapa kau gentayangan seperti ini hyeong?" tanya Jungkook.

"Kau baru bertanya setelah sekian lama? Aigoo~" sahutku sambil menggelengkan kepalaku.

"Aku baru menyadarinya barusan.." sahut Jungkook.

"Aku juga bingung mengapa aku jadi hantu gentayangan~ Apakah karena aku tidak mengingat bagaimana tepatnya aku meninggal? Atau karena aku masih penasaran siapa pengemudi yang menabrakku dan membuatku meninggal? Atau karena aku penasaran dimana keberadaan mayatku? Atau... Karena aku belum bisa mendapatkan cintamu? Makanya aku belum bisa mati dengan tenang..." sahutku.

"Yaishhh~ Dweso... Anggap saja aku tidak pernah bertanya..." sahut Jungkook sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Kami mengobrol sambil berjalan, dan tanpa terasa kami ternyata sudah tiba di depan rumah Jungkook!

Aku segera terbang dan masuk ke dalam kamar Jungkook, aku malas berjalan menaiki tangga.

Aku tiba lebih dulu di kamar Jungkook, dan terkejut melihat sesosok hantu yang sangat menakutkan tengah duduk di meja belajar milik Jungkook.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAA~" Aku berteriak sekencang mungkin.

Hantu dihadapanku itu sangat mengerikan!

Wajahnya rusak dan penuh darah, kulitnya sangat pucat, dan di kepalanya terlihat bekas darah menggumpal.

Jungkook masuk ke dalam kamarnya dan langsung berkelahi dengan hantu itu.

Untung orang tua Jungkook belum pulang ke rumahnya jadi kegaduhan ini tidak bermasalah.

Walaupun orang tua Jungkook tidak bisa mendengar suaraku dan hantu itu, mereka kan masih bisa mendengar bunyi telapak kaki Jungkook yang tengah berkelahi.

Untungnya Jungkook berhasil mengalahkan hantu itu dan membuatnya segera menghilang dari hadapan kami.

"Mengapa kau berteriak, hyeong? Hantu tadi mengganggumu?" tanya Jungkook sambil memegang kedua bahuku.

"Ani~" sahutku.

"Lalu mengapa kau berteriak?" tanya Jungkook.

"Sudah berapa kali kukatakan, aku takut dengan hantu yang bentuknya menyeramkan..." sahutku sambil memajukan bibirku.

"Aigoooo~ Kau membuat tenagaku terbuang sia-sia~" gerutu Jungkook sambil memukul kepalaku.

Cih~ Menyebalkan...

"Siapa yang menyuruhmu menyerangnya duluan? Kau kan bisa berkomunikasi dengannya dan memintanya pergi dengan cara baik-baik..." sahutku, mengejek Jungkook.

"Karena teriakanmu itu makanya aku segera berlari kesini dan menyerangnya, kupikir ia mengganggumu..." gerutu Jungkook.

Jungkook mengkhawatirkanku?

"Jadi kau mengkhawatirkanku?" sahutku.

Jungkook terdiam beberapa saat, lalu berbaring di kasurnya. "Tidur saja sana! Aku lelah~"

Cih~ Gaya macam apa itu...

.

.

.

JUNGKOOK POV

Aku memejamkan mataku, namun pertanyaan itu terus terngiang di telingaku.

"Jadi kau mengkhawatirkanku?"

"Jadi kau mengkhawatirkanku?"

"Jadi kau mengkhawatirkanku?"

Yaishhh~ Mengapa aku jadi sebegitu mengkhawatirkannya padahal ia hanya sesosok hantu sekarang?

Maksudku, bahkan selama ia menjadi manusia pun, aku tidak pernah menyukainya, sekeras apapun caranya berusaha mendekatiku kan?

Tapi mengapa beberapa waktu belakangan ini aku merasakan ada yang aneh setiap bersama Yoongi hyeong?

Apakah kemampuanku bisa melihat hantu membuatku menjadi gila? Sampai-sampai aku merasakan sesuatu yang aneh setiap bersama hantu pucat itu?

Satu hal yang kutahu, walaupun kini ia berwujud hantu, namun keberisikan dan kecerewetannya saat bersamaku membuat sesuatu yang terasa kosong, selama Yoongi hyeong tidak ada disampingku, kini kembali ada.

Kata simplenya, selama Yoongi hyeong menghilang tanpa kabar, aku merasa sedikit kesepian dan seperti ada yang kurang dalam hari-hariku.

Namun sejak ia kembali ada disampingku, walau dengan sosok sebagai hantu, kecerewetannya yang selama ini cukup kurindukan membuat hari-hariku terasa kembali berwarna.

Yaisssh~ Sebenarnya apa yang sedang kupikirkan?

Aku rasa tinggal bersama hantu memang membuat mental dan pikiranku bermasalah...

.

TBC


LeeDaeSeok: salam kenal daesok :) baru pertama kali liat idmu review ff saya, salam kenal ya :) thx udah nyempetin baca ff ini /bows/ waduh jd cuhat~ pernah di posisi suga kah? ngejar2 tp diabaikan? pukpuk sini {} #abaikansayayangseringkagajelasini :) lebih detail maksudnya?

arinchan : salam kenal arin :) kayaknya baru pertama kali ya kamu revie ff saya? salam kenal dan makasih udah nyempetin baca ff ini /bows/ here next chapter :)

minyoonlovers : jiminnya ga banyak kok disini, fokusnya lebih ke KookGa nya soalnya :) serunya mungkin iya tapi maaf sedihnya ga akan kejadian/? soalnya setelah yoongi jadi hantu dia malah petakilan disamping jungkook wkwkw XD hayo udah kejawab kan kenapa yoongi jadi hantu :)

ORUL2 : abis baca chapter ini ga jadi kasian kan sama yoongi? dia malah bahagia bisa nempel terus disamping jungkook wkwkw XD

kumiko Ve : veeeeeeeeeeee darimana aja saya rindu baca reviewmu {} #abaikan/? XD ampuni saya kalo ternyata suga lebih tinggi karena akhir2 ini di setiap foto group chim selalu lebih tinggi dari yoongi dan di rp twitter semua sering ngebully rp suga karena lebih pendek dari jimin kata mereka wkwkw XD iya nih yoon meninggal huweee /nangis bareng jimin/?/