Risa ngga jawab satu-satu reviewnya ngga apa yaa?
Ini fic multichap yang gatau sampai kapan terus soal typo 'bingung' itu emang Risa ga sadar udah bikin double 'g' karena keasikan ngetik -_- tapi thanks banget udah kasi tau. Soal yang disukai Sasu itu emang Hinata.
Tentang 'enjoy you're swimming' itu Risa dikerjain ama Goryukanda *kebiasaanjelekdia* dia ngaku kalo dia diem-diem edit pas Risa tinggal buat ngisengin Risa. Bukan cuman itu, kalau Risa perhatiin masi ada yang dia edit diem-diem tapi berhubung readers ga sadar, oke lah XD. Harap maklum…
Yang 'you wish' itu maksudnya 'berharaplah' dengan mengejek. Maaf kalo salah *tunduktunduk*
Risa makasih banget udah ada yang ngasih tau, abisnya Goryukanda kagak ngasih tau kalo Risa ada salah ._.
oke chap ini Risa usahakan bagus dan memuaskan deh. Doain yaaa
Terus soal kemiripan ama senpai morena, Risa beneran newbie kok dan baru disini. Liat aja masih banyak kesalahan dimana-mana. Beruntung banget bisa mirip ama seorang senpai di fanfic haha
Disclaimer : Kishimoto-sensei yang punya sih sebenernya, tapi Risa culik chara nya
Warning : Typo, AU, OOC, Gaje, Alur kecepatan, dll…
# # # # #
"SASUKEEEE! BANGUNNN!"
Sakura berteriak sekuat tenaganya dan mengguncang-guncang tubuh disampingnya dengan tanpa busana itu yang untungnya memakai selimut.
"Emh… ada apa Sakura?"
"Bangun! Ada apa ini?!"
Sasuke menampakkan Onyxnya yang masih belum sepenuhnya sadar itu. Ia kemudian merenggangkan otot-otot pada tubuhnya kemudian mengambil posisi duduk.
"Apa masalahnya?"
Sakura melotot,"Masalah? Masalah besar! Apa yang kita lakukan semalam?!"
Sasuke menyeringai setelah sepenuhnya sadar,"Kau semalam liar sekali, Sakura… "
"Jangan bercanda! Kau pasti yang menyerangku semalam, bukan?!"
"Aku tidak bercanda. Mana mungkin aku menyerang seorang wanita mabuk."
Sakura diam. Ia mabuk? Benarkah ia semalam mabuk hingga tidak ingat apapun lagi? Apakah ia harus mempercayai teman barunya ini?
"Masalah beres." ucap Sasuke lalu bermaksud segera berdiri
"Tu, Tunggu! Semalam… apa yang terjadi?" tanya Sakura
Sasuke menoleh pada wanita yang menatapnya dengan manik emerald penuh tanda tanya itu. sepertinya ia memang harus menceritakan apa yang terjadi semalam agar kesalahpahaman ini selesai. Toh mereka berteman, bukan?
"Kau mabuk setelah meminum dengan liar wine keras yang disediakan oleh pesiar ini. karena aku tidak tahu kamarmu dimana, aku membawamu ke suite room milikku. Kau lalu berkata merasa panas dan membuka bajumu sendiri kemudian tidur begitu saja di tempat tidurku."
Wajah Sakura memerah mendengarnya. Ia segera menutupnya dengan kedua tangannya yang sedari tadi memegang selimut yang menutupi tubuhnya yang polos.
"La-lalu kenapa kau juga tidur tanpa busana?"
"Hei, aku biasa seperti ini. aku selalu tidur tanpa busana," ucapnya santai
"Dan… apa yang terjadi pada lehermu?"
Sasuke menatap cermin di dekatnya dan melihat lehernya yang mempunyai beberapa bercak kemerahan disana. Ia meringis,"Damn, kau benar-benar ganas. Setelah aku bermaksud untuk tidur disampingmu, kau malah menciumi leherku dan mengigitnya sambil mengatakan 'udang lezat'! sangat tidak romantis."
Sakura benar-benar kehilangan mukanya untuk pria setampan Sasuke mengetahui bagaimana buruknya ia tidur sekarang. Kenapa diantara semua pria harus teman barunya yang sangat tampan itu yang mengetahuinya?!
Sasuke menghela nafas,"Sudahlah ini hanya masalah kecil dan hanya kita berdua yang tahu. Kita teman. Jangan bersikap seperti perawan di luar sana."
Kali ini Sakura mendelik kesal pada pria disampingnya,"Aku memang masih perawan."
Mendengar hal itu Sasuke terdiam dan memperhatikan bola mata emerald Sakura mencari kebenaran di matanya yang menatap dengan kesal itu. Sasuke merasa bersalah sekarang. Suasana canggung menyelimuti mereka berdua seiring dengan keduanya membuang muka. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.
"Ba-baiklah. kurasa aku harus kembali ke kamarku," ucap Sakura segera beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan Sasuke.
"Ehm… Sakura?"
Sakura menoleh dengan wajah memerah,"Y-ya?"
"Lupakan kejadian ini… oke? Aku mau kita kembali seperti sebelum kejadian ini… " ucap Sasuke masih tidak menatap Sakura
Sakura mengangguk meski pria itu tidak melihat dan segera memasuki kamar mandi untuk memakai pakaiannya semalam. Sasuke mengacak-acak rambutnya dengan kesal meski sudah berantakan dari ia bangun tidur tadi.
"Sial… untung semalam dia mabuk berat dan tidak ingat apa-apa. Mana mungkin aku mengatakan kalau hampir mengambil perawannya," gumamnya
.
"H-hai… " sapa Sakura
Sasuke tersenyum setipis kertas sebagai jawaban pada Sakura. Setelah Sakura meninggalkan kamarnya, Sasuke memutuskan untuk mandi dan segera sarapan. Ia benar-benar harus melepaskan bayangan tubuh polos Sakura tadi malam yang ia lihat. Tubuh perawan Sakura.
"Mau makan semeja denganku?" tanya Sasuke
Sakura mengangguk,"Boleh… " jawabnya gugup
Keduanya duduk di sebuah meja pojokan yang cukup untuk mereka berdua setelah mencari tempat yang pas di hati apalagi di tempat ini ada jendela yang langsung bisa melihat pemandangan laut ke luar.
Sasuke memperhatikan wanita di depannya yang sedang makan dengan anggunnya. Memotong croissant di piringnya perlahan kemudian memasukannya pada mulut mungilnya.
"Kau tahu? Andaikan kapal ini akan tenggelam pun aku tidak akan menyesalinya," ucap Sasuke sambil menyeruput kopi hitamnya
Sakura mengeryitkan alisnya,"Maksudmu?"
"Karena aku sudah berkenalan dengan wanita cantik, melepaskan beban bersamanya dan tidur dengan tubuh polos bersamanya," jawab Sasuke
"Tolong jangan bahas itu lagi. Kau mulai membuatku merasa kita tokoh utama titanic versi nyata."
Sasuke terkekeh,"Titanic itu nyata. Yang beda dengan kita hanya jamannya."
"Aku tidak pernah menyukai film itu… " ucap Sakura menghela nafas,"Cinta diantara mereka begitu bodoh. Kenapa sang wanita tidak mau mati membeku bersama sang pria? Pada akhirnya ia ditinggalkan dan harus menunggu kematian untuk bertemu kembali."
"Itu namanya pengorbanan," ucap Sasuke tersenyum "Apakah kau takut ditinggalkan oleh pria yang kau cintai?"
"Tentu saja. Bahkan jika pria itu mati untukku, aku akan mati di tempat bersamanya."
"Seperti Romeo and Juliet?"
Sakura menganggukkan kepalanya,"Begitulah. Itu kisah cinta sejati menurutku."
"Kalau begitu akan kuusahakan kisah kita seperti mereka," ucap Sasuke memakan roti tawarnya
"Hah? Kisah kita?"
"Kenapa? kita berteman bukan?"
Sakura memutar bola matanya,"Ya, kita berteman. Sedangkan itu kisah untuk pasangan yang saling jatuh cinta."
"Kalau begitu jatuh cintalah padaku, Sakura. Bagaimana?" tanya Sasuke menatap tajam Sakura
Lagi-lagi Onyx di depannya berusaha untuk menghipnotis dirinya. Jatuh cinta? Pada Sasuke? Kalau pada mata tajam dingin nan indah itu tentu saja ia sudah jatuh cinta dari awal mereka bertemu. Tapi jika harus mencintai Sasuke sebagai seorang pria dan keseluruhannya… apakah Sakura bisa?
"I-ini bukan saatnya bercanda!" ucap Sakura membuang muka
Perlahan tangan besar Sasuke menyentuh tangan Sakura yang diam di meja dengan lembut,"Aku sedang tidak bercanda."
"Kau baru saja patah hati dan tiga hari kita saling mengenal. Sadarkah kau betapa cepatnya membuat keputusan seperti itu?"
"Tidak ada cepat atau lambat untuk sebuah cinta, Sakura."
Deg!
Kini Sakura benar-benar merasakan jantungnya berdegup. Pria di depannya benar-benar bisa membuatnya yang tadinya biasa-biasa saja, sekarang menjadi luar biasa. Apakah ia sudah jatuh cinta pada Sasuke?
Sasuke melepaskan tangannya dan tersenyum,"Sepertinya kau memang harus berpikir dua kali seperti Juliet untuk jatuh cinta padaku, ya?"
"Karena aku tidak seperti Romeo yang dengan cepat berpindah hati," Sakura memberi jeda "Aku menikmati berteman denganmu," ucapnya lagi
Sasuke meringis,"Sekarang aku tahu bagaimana perasaan pria yang kau tolak," sindirnya
"Aku tidak menolakmu," ucap Sakura "Aku hanya memberi hatiku kesempatan apakah kau orang yang tepat untuk kupercayakan hatiku."
"Maksudmu? Kau baru saja mengatakan… "
"Aku mengatakan nyaman berteman denganmu. Bukan mengatakan, aku lebih nyaman berteman denganmu."
Sasuke menarik nafas lega dan duduk bersandar pada kursinya. Ia melihat ke arah lain seolah ingin berteriak senang saat itu juga dan Sakura mengerti itu. ia lebih melanjutkan sarapannya dan menyelidiki hatinya kembali.
"Aku berharap kapal ini tidak akan menabrak es saat kau menerimaku nanti," ucap Sasuke
Sakura tertawa,"Tidak ada es selama musim panas, Tuan Uchiha."
Setelah sarapan bersama, Sasuke mengajak Sakura berkeliling kapal dari dek atas hingga tempat dimana pemandangan terindah yang jarang orang ketahui. Dek paling belakang depan kamar kapten kapal. Entah darimana Sasuke mengetahui tempat ini, Sakura tidak memikirkannya. Ia menikmati bagaimana kapal ini berjalan ke depan sedangkan mereka melihat ke belakang.
"Kudengar kita bisa melihat matahari tenggelam dari sini," ucap Sasuke menatap laut
"Benarkah? Sayangnya sekarang masih siang."
"Kau benar. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu. Berjaga-jaga jika kau menolakku besok," ucapnya santai
Sakura hanya tersenyum setipis kertas. Ia mendapatkan pengakuan dari seorang pria yang luar biasa baik secara pribadi maupun penampilan. Sakura cukup menikmati pria itu selayaknya teman dan ia kembali memikirkan ciuman mereka.
Di hari pertama mereka berciuman, di hari kedua mereka tidur bersama dan hari ini pria itu menembaknya. Bukan, lebih tepatnya menyuruhnya untuk jatuh cinta pada pria itu. Sakura benar-benar merasa dirinya berada di sebuah drama nyata. Drama kehidupan.
"Sakura?"
Suara baritone pria di sampingnya membuat Sakura tersadar dari lamunannya. Ia segera berpaling pada Sasuke yang menatapnya dengan pandangan yang lembut. Lagi-lagi mata Onyx itu menghipnotis dirinya.
Perlahan, Sasuke mengeliminasi jarak diantara mereka hingga tinggal tiga senti lagi menggapai bibir penuh menggoda berwarna merah muda itu. tapi…
BYUUUURRR
"Kyaaa! ! !" teriak Sakura
Sasuke menarik tubuhnya dan memperlebar jarak diantara mereka. mata Onyxnya melihat dengan kesal ke arah laut apa yang menganggu mereka hingga mencipratkan air laut yang asin.
Dua buah binatang yang terkenal lucu dan ramah pada manusia sedang melompat-lompat di belakang kapal seolah mengikuti benda yang menampung ratusan manusia ini.
"Kyaaa ada lumba-lumba!" teriak Sakura senang
Mata hijaunya terlihat begitu kagum dan bersinar saat melihat kedua makhluk itu mengikuti mereka. Sedangkan Sasuke hanya bisa menghela nafas saat kegiatannya untuk meluluhkan wanita yang ia incar hancur berkat kemunculan lumba-lumba itu.
"Kenapa ada lumba-lumba ya disini?" tanya Sakura masih memperhatikan kedua makhluk itu
"Mungkin untuk menggangu kencan kita?" jawabnya asal
Sakura tertawa,"Sejak kapan kita berkencan?"
"Sejak kau menerima ciumanku di hari kita bertemu," jawab Sasuke santai
Wajah Sakura memerah mengingat betapa memalukannya ia mudah tergoda oleh seorang pria di makan malam pertama mereka. apalagi itu setelah beberapa jam mereka bertemu. Sakura benar-benar tidak kuasa untuk menolaknya.
"Dasar penggoda," ejek Sakura
Sasuke hanya menyengir dan menatap para lumba-lumba itu yang masih melompat-lompat seolah menari untuk mereka. memang benar ucapan para ilmuwan, lumba-lumba sangat mengerti manusia. Mereka juga merasa kita adalah sahabatnya.
"Kau ada acara nanti malam?" tanya Sasuke
"Tidak. Mungkin hanya makan malam biasa," jawab Sakura
Sasuke menghela nafas,"Membosankan. Kau liburan di kapal pesiar, nona. Bagaimana jika nanti malam berdansa denganku?"
"Berdansa?"
Sasuke mengangguk,"Malam ini spesial pesta dansa di dek kapal dengan kembang api. Terlalu indah untuk dilewatkan, bukan?"
"Sepertinya menarik," ucap Sakura
"Di pesta itu kita memakai topeng yang sudah disediakan oleh pihak kapal pesiar. Kau bisa menemukannya di laci meja riasmu."
Sakura menatap Sasuke dengan pandangan heran,"Wow. Tuan Uchiha, dari mana kau mengetahui itu semua? Bahkan sampai detail acara kapal pesiar ini?"
Sasuke mengangkat bahunya,"Begitulah. Kau bisa mengetahuinya jika sudah menyelidiki pesiar ini jauh-jauh hari," ucapnya santai
"Tuan Uchiha, sebenarnya apa pekerjaanmu?"
"Hanya seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan," jawabnya santai
Sakura mengangguk mengikuti permainan Sasuke,"Karyawan yang hebat hingga mendapatkan liburan seminggu dan terlihat flamboyan."
"That's me! Pekerjaanmu?"
"Hanya seorang karyawan biasa di sebuah tempat yang melayani masyarakat," jawabnya santai
Sasuke tertawa dengan ucapan Sakura. Sepertinya wanita itu mengikuti permainannya dan akhirnya membalas jawaban darinya yang tidak jelas tadi.
"Jadi, kita akan bertemu di dek kapal nanti?" tanya Sakura
"Ya. Jangan lupa pakai topeng. Dandanlah yang cantik, meskipun tidak memakai apapun kau sudah cantik," ucap Sasuke
Sakura mengerucutkan bibirnya,"Aku tidak yakin kau bisa mengenaliku dan mencariku dari ratusan orang yang akan berdansa di dek kapal nanti malam,"
Sasuke tersenyum setipis kertas,"Kita lihat saja nanti,"
# # # # #
Malam ketiga yang ia lewatkan di kapal pesiar hadiah paksaan dari Ino membuat Sakura tersenyum. Sebenarnya ia sangat tidak menyangka akan ada pesta dansa bertopeng dengan kembang api di malam hari. Ini benar-benar pesiar yang mewah. Entah berapa yang Sai keluarkan untuk membeli tiket pesiar ini. pasti sangat mahal.
Sakura memutuskan untuk memakai bedak dan lipstik yang simpel karena wajahnya sebagian besar akan ditutupi oleh sebuah topeng berhiaskan bulu dan manik pada sekitar bolongan matanya. Sasuke benar, di laci meja riasnya ada sebuah topeng.
Untuk urusan gaun, Sakura lebih memilih memakai gaun terusan dengan layer di bagian bawahnya berwarna merah yang sangat serasi dengan warna topeng miliknya. Sangat cocok untuk pesta dansa dan malam hari.
Perlahan Sakura segera berdiri dengan membawa tas kecilnya yang berisi dompet dan ponsel serta tidak lupa topeng yang akan ia kenakan nanti. Ia masih penasaran Sasuke akan memakai topeng apa karena setahu dirinya, di pesta dansa topeng yang akan dikenakan berbeda-beda.
Di tengah jalan Sakura memakai topengnya setelah melihat beberapa pasangan sudah memakai topeng mereka masing-masing. Hanya dirinya yang berjalan sendirian menuju dek tempat pesta dansa dilakukan.
Ia merasa sedikit kesepian karena Sasuke tidak berjalan bersamanya menuju tempat itu layaknya pasangan. Hei! Apakah dirinya sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Sasuke disampingnya selama tiga hari ini?
Mata hijau Sakura melebar setelah melihat pemandangan di dek kapal yang sudah berhiaskan lampu-lampu terang, beberapa pelayan yang berkeliling menawarkan minuman dan panggung tempat penyanyi bersuara bak opera melantunkan lagu romantis disana.
Begitu ramai dan begitu romantis. Inilah pesiar yang seharusnya dinaiki oleh para pasangan. Bukan seorang wanita yang mencari pasangan disini. Beruntung ada Sasuke yang juga memiliki posisi yang sama dengan dirinya.
Perlahan Sakura memasuki dek kapal dan bergabung di tengah hiruk pikuk nya suasana. Lantai dansa sudah di tempati oleh beberapa orang yang berdansa dengan indahnya. Sakura mengenalinya sebagai dansa waltz yang terkenal romantis.
"Silahkan minumnya," ucap seorang pelayan
Sakura tersenyum dan mengambil segelas wine berwarna kuning keemasan pada gelas mewah yang diberikan padanya sebelum pelayan itu kembali berkeliling menawarkan minuman. Mata hijau Sakura mencari-cari sosok pria yang berjanji akan menemuinya disini.
Nihil.
Ia tidak mengenali dimana Sasuke berada di sekian banyaknya orang yang sedang berada disini. ia berani taruhan bahwa Sasuke juga memakai topeng dan jas berwarna hitam yang dominan dipakai oleh pria-pria yang berada disini.
"Hello. Sendirian?"
Sakura menoleh pada pria tinggi paruh baya di sebelahnya yang sedang menyapanya. Pria itu memakai topi dan seragam kelautan berwarna putih layaknya seorang kapten kapal. Apalagi ada sebuah lencana yang menempel pada dada kiri pria itu dengan lambang jangkar terbalik.
"Tidak. Aku menunggu seseorang," jawab Sakura
Pria itu mengangguk dan tersenyum,"Begitukah? Apakah nona mau mene… "
"Dia milikku, kapten. Menyingkirlah," potong sebuah suara
Suara baritone dari belakang Sakura mengejutkan kedua orang tersebut sehingga menghentikan percakapan mereka. Sakura berbalik dan menemukan seorang pria dengan topeng berwarna hitam simple dengan warna putih di setiap sisinya. Pria itu menggunakan tuxedo dan dasi pita berwarna putih di kerahnya.
Tidak perlu ditanya siapa pria tampan yang menginterupsi pembicaraan mereka itu. Sakura sudah mengetahuinya.
"Sasuke?"
Pria itu tersenyum lembut pada Sakura,"Sudah kukatakan aku akan menemukanmu, bukan? Meski keduluan kapten kapal ini," ucapnya
Sang kapten tiba-tiba tertawa keras membuat Sakura terkejut,"Dia incaranmu, Tuan Sasuke? Baiklah. baiklah. maafkan saya. Nikmati pestanya," ucap kapten tersebut kemudian pergi
"Kau kenal dengan kapten kapal ini?"
Sasuke menghentakkan bahunya malas,"Begitulah. Kapten Jiraiya itu terkenal sangat penggoda wanita. Berhati-hatilah," ucapnya
"Oh? Dan kau penerusnya, bukan?"
"Aku tidak akan membantahnya," ucapnya menyunggingkan senyuman manis "Maaf aku terlambat,"
"Tidak apa. Aku juga baru sampai dan menikmati suasana pesta," ucap Sakura
Sasuke diam dan memperhatikan Sakura. Bukan hanya memperhatikan. Pria itu tersenyum pada setiap inchi yang ia lihat dari wanita di depannya itu membuat Sakura sebagai objek utamanya tidak merasa nyaman.
"Kenapa? ada yang aneh?"
Sasuke menggelengkan kepalanya,"Tidak. Kau sangat cantik. Daya tarikmu berbeda meski topeng yang menutupi sebagian wajahmu itu menghalangi kecantikan yang tersembunyi disana,"
Wajah Sakura memerah mendengarnya dan untungnya ia sedang memakai topeng saat ini. ia mengalihkan perhatiannya pada minuman yang sedari tadi ia pegang dan meneguknya hingga tak bersisa kemudian menyerahkannya pada pelayan yang kebetulan lewat.
Lagu I'll be milik Edwin McCain mengalun dengan lembut ke seluruh penjuru dek kapal. Pesta dansa yang sesungguhnya sudah dimulai.
Sasuke sedikit membungkuk dengan tangan kiri di belakang tubuhnya dan tangan kanan ia julurkan pada Sakura seolah menunggu tangan wanita di depannya menggapai dirinya.
"May I have this dance, Miss?" ucapnya sambil tersenyum manis
Melihat betapa pria di depannya ini sangat romantis membuat Sakura mengulurkan tangannya menyambut pria itu yang kemudian menarik tangan Sakura menyatukan tubuh mereka berdua. Mata Onyx Sasuke menatap lembut manik emerald Sakura yang terlihat gugup oleh perlakuan pria itu. tangan kiri Sasuke memeluk pinggang Sakura perlahan dan menautkan kedua tangan kanan mereka dan mengangkatnya ke atas. Sasuke membawa Sakura berdansa dengannya.
"Ikuti langkahku," bisik Sasuke
Alunan lagu romantis milik Edwin McCain membuat mereka berdua seolah melupakan status yang sedang mereka jalani. Seolah mata yang saling berpandangan itu dapat berbicara dan tubuh merekalah yang melakukannya.
Tubuh mereka berdansa ke kanan dan kiri, berputar dan kembali mendekatkan tubuh mereka untuk berdansa lagi. Hingga Sakura meletakkan kepalanya pada bahu Sasuke. Berpelukan sambil berdansa seperti yang pasangan lainnya lakukan.
"Cinderella story, huh?"
Sasuke tersenyum,"Bukankah semua wanita menyukai cerita itu?"
"Ya. Cerita yang begitu indah yang hanya ada di buku dongeng,"
Tidak ada yang membuka suara setelahnya. Yang ada hanya diam dan membiarkan alunan musik mengalun membimbing mereka. andaikan waktu berhenti saat ini, Sakura rela.
DUUUAARRRR!
DUARRR! DORR! DORR!
Suara yang begitu keras tepat setelah lagu dansa itu selesai membuat semua pasangan melihat ke arah langit. Betapa indahnya warna yang menghiasi langit pada malam itu. semua orang terpana melihatnya tidak terkecuali Sasuke dan Sakura. Keduanya melihat langit tanpa melepaskan satu bagian tubuh mereka.
Tangan mereka yang saling bertaut saat menatap langit. Langit yang berhiaskan kembang api yang terus ditembakkan ke langit tanpa henti seolah menambahkan suasana romantis pada pesiar mereka.
"Kau tahu? Kembang api itu bagaikan wanita," ucap Sasuke
"Karena cantik?" tebak Sakura
Sasuke tersenyum memandang Sakura,"Bukan hanya itu. mereka juga tidak bisa ditebak dan membuat bulan yang berada di langit merasa cemburu dengan keindahannya,"
Sakura tertawa mendengar sebuah gombalan yang entah sudah ke berapa kali keluar dari mulut manisnya. Ia bahkan tidak pernah merasa bosan dengan semua itu. baginya, Sasuke sangatlah berbeda dengan para pria yang selama ini menginginkannya.
Tidak memaksa. Tidak mengatakan langsung niatnya. Dan bersedia menunggu dirinya meski jawaban yang akan diberikan adalah sebuah kekecewaan. Sasuke tidak berubah pada dirinya. Pria itu tidak pernah berubah dari pertama mereka bertemu.
"Gawat… " gumam Sasuke membuang mukanya
Sakura melirik heran pria di sebelahnya,"Ada apa?"
Meski topeng menghalangi wajah mereka, Sasuke masih menutup wajahnya dengan menggunakan tangannya yang besar membuat Sakura semakin curiga.
"Kau kenapa?"
"Kenapa kau begitu memikat hatiku? Aku bahkan melihatmu seolah tidak rela untuk melepasmu setelah ini. Aku benar-benar jatuh cinta padamu," ucapnya
Mulut Sakura menganga mendengarnya. Bukankah… pria itu baru saja menembak dirinya? meski baru tadi siang ia mengatakan masih nyaman dengan pertemanan mereka saat ini, tetapi dari ujung hati Sakura ada yang mengatakan untuk segera menerima pria di depannya.
"Maaf. Aku sudah membuatmu binggung," ucap Sasuke kembali melihat Sakura
"… um aku," gumam Sakura menunduk
Sasuke mendekatkan telinganya pada Sakura,"Apa? Aku tidak mendengarmu?"
"Cium aku… Sasuke," ucapnya lagi
Entah apa yang membuat Sakura berani mengeluarkan kalimat seperti itu. entah karena segelas minuman keras yang ia minum tadi, atau karena suasana romantis malam ini? atau mungkin… karena ia juga menginginkannya?
Entahlah. Ia sendiri tidak tahu.
Mendengar ucapan termanis yang keluar dari mulut Sakura, Sasuke melepaskan topengnya dengan kasar dan menggengam kedua rahang Sakura menahannya dengan satu tangannya untuk mencium bibir merah yang daritadi menggodanya itu. tangan lain Sasuke memeluk pinggang Sakura seolah menyatukan diri mereka disana.
"Emmphh… "
Sasuke melumat bibir milik Sakura dan menggigit bibir bawah wanita itu sehingga membuka mulutnya mengijinkan lidahnya untuk menginvasi lebih jauh dirinya. Lidah Sasuke benar-benar bergerak liar di dalam sana dengan lembut.
Kali ini, Sakura benar-benar menyerah. Ia benar-benar sudah jatuh hati pada pria ini. semua perlakuan lembutnya, semua keramahan dirinya dan semua rasa cinta yang diberikan padanya. Sakura benar-benar terlena pada semua itu.
Dibawah siraman kembang api warna warni yang menghiasi langit malam, mereka berdua melupakan status diantara keduanya. Menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh pasangan masing-masing.
Menikmati waktu yang ada untuk mereka. Meski waktu yang tersisa sudah berada di depan mata.
I'll be captivated,
Hang from your lips,
And tell me that we belong together.
# # # # #
Hai Hai!
Ini udah romantis belum sih? Harapan sih, udah kali ya.
Adakah yang penasaran siapa sebenarnya Sasuke?
Review pleaseeee
Yang silent reader, ayo donggg di komen biar semakin memuaskan ini fic haha
