- Two Week after SAO Incident
"Onii-chan, Bangunlah! Hiks..."
Gadis berambut hitam sebahu itu terus menangis sambil sedikit menggerakkan tubuh seorang remaja laki laki yang kini terbaring dirumah sakit dengan sebuah alat yang bernama NerveGear masih melekat dikepalanya
"Onii-chan! Hiks..."
Gadis itu terus menangis dan terus menggerakkan tubuh sang laki laki yang dipanggilnya dengan sebutan kakak laki laki itu berharap kakaknya itu terbangun dari kesadarannya, seorang remaja berambut pirang yang berada dibelakang gadis itupun sedikit sedih saat melihat gadis itu terus menangis
"Suguha-chan, tenanglah..."
"Bagaimana aku bisa tenang saat Onii-chan ku dalam keadaan seperti ini, Naruto-Oniisan?!"
Uzumaki Naruto, remaja berambut pirang itu terdiam dengan hati yang sedikit sakit saat Suguha yang merupakan adiknya itu kini membentaknya
"Su-Suguha-chan... tenang-"
"Diam kau! Kau yang juga seorang kakaknya bahkan hanya bisa diam saja, apa kau tidak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Onii-chan? Apa kau tidak sedih saat melihat Onii-chan dengan keadaan seperti ini Hah!?"
Naruto kembali terdiam seribu bahasa dengan hati yang terluka saat adiknya kini bahkan membentaknya dengan keras, ia kini menatap Suguha yang terus menangis memanggil Onii-chan nya itu berharap agar kakaknya itu terbangun, Naruto lalu menunduk menutupi ekspresinya saat ini dengan rambut pirangnya
"Apa kau tahu Suguha-chan? Apa kau tahu kalau sebenarnya saat ini akulah yang merasa sedih? Kazuto yang terjebak dalam Game, Dan sekarang Imouto-ku yang amat kusayangi kini bahkan membentak diriku dengan keras..."
Suguha langsung menoleh kearah Naruto yang berucap dengan lirih, kedua matanya membulat terkejut saat Naruto yang merupakan kakaknya itu kini tengah menangis sambil menghapus air mata yang keluar dari iris mata berwarna biru indah tersebut, merasa bersalah pada kakaknya, Suguha langsung berlari kearah Naruto hendak memeluknya
'Hug!'
"Naruto-Oniisan, Go-Gomennasai! Hiks..."
Suguha langsung menangis dalam pelukan Naruto, Naruto tersenyum dengan air mata yang masih mengalir di matanya saat Imouto-nya kini mememeluknya dan dengan berani menumpahkan segala kesedihannya dalam pelukan Naruto, Naruto langsung mengelus punggung dan membelai rambut Suguha dengan lembut agar Imouto-nya itu sedikit tenang
"Kau tidak perlu meminta maaf padaku... Seharusnya akulah yang meminta maaf padamu karena tidak bisa melakukan apapun untukmu..."
Suguha kembali menangis, ia meluapkan segala kesedihannya pada Naruto, hatinya merasa bersalah saat membentak kakak tertuanya itu, namun karena saking baiknya, Kakaknya memaafkannya dan malah balik meminta maaf padanya, padahal, selama ini Kakak tertuanya itu belum pernah sekalipun berbuat buruk padanya, sungguh! Ia bersyukur memiliki Kakak yang berhati sangat baik
"Naruto-Oniisan... Hiks!..."
"Tenanglah, Suguha-chan..."
"Suguha-chan, Aku berjanji, aku akan menyelamatkan Kazuto untukmu!"
::
::
::
::
::
:: Game Breaker! ::
Naruto :Masashi Kishimoto
Sword Art Online :Reki Kawahara
Saya, Kurosaki Kitahara tidak memiliki apapun unsur Anime, Chara dan sebagainya, saya hanya memakainya hanya untuk keperluan Fic saya
Main-Genre : Action-Adventure, Romance, Hurt/Comfort, A bit of Comedy
Pair : ? x ? (Coming Soon!)
Rating : T+ For Story
Warning : Typo!, Miss-Typo!, OOC (Maybe), Humor!Gagal, Game!Theme, Semi-Canon!, tidak sesuai EYD, tanda Baca yang berantakan!, dll
Aku tidak mengambil keuntungan apapun dari Fiction ini, ini hanya sekedar Fiksi yang tergambar di pikiranku dan kurealisasikan dalam bentuk cerita dengan tujuan hanya untuk kepuasan tersendiri dan Spesial buat Reader!
So...Happy Reading!
::
::
:: Chapter #2 : Kembali Ke Dunia Game! ::
::
::
::
- One Month after SAO Incident
:: Naruto's POV ::
Telah lewat sebulan sejak insiden yang terjadi di SAO, dan telah sebulan juga aku yang kini terus mencari apa yang salah dalam Software SAO yang kudapat dari Black Market, Kazuto juga sudah dibawa kerumah sakit oleh keluarga Kirigaya, Suguha juga kini tidak terlalu sedih dan menangisi Kakaknya lagi, ia hanya bisa berharap semoga kakaknya itu terbangun dari kesadarannya dan bisa bersamanya lagi
'Click!'
"Sial! Banyak sekali data yang tidak kumengerti..."
Saat ini, tepatnya ditengah malam, aku masih berkutat dengan PC milikku yang tengah mengutak atik Software SAO dengan PC yang kugunakan, didalamnya banyak sekali data data game yang sulit untuk kupahami, dan juga beberapa file ber-ekstensi aneh yang belum bisa kubuka saat ini
Aku bahkan menggunakan beberapa Program untuk mencari celah yang terdapat dalam SAO dan membuka beberapa file database yang terkunci, beberapa file database tersebut adalah data data penting mengenai data status game, database yang digunakan untuk Login dan juga System dari SAO itu sendiri
"Dimana letak kesalahannya?"
Aku terus membuka folder demi folder yang berada dalam System game SAO, beberapa dari folder tersebut hanya berisi file dengan ekstensi yang tidak kuketahui, aku terus menerus mencari folder demi folder yang mungkin berkisar antara 1000 folder yang berada didalam system game SAO tersebut
Sebelumnya juga aku membuka database Game SAO yang digunakan untuk Login, namun dari beberapa database tersebut, tak ada satupun File yang berhubungan dengan Database Logout, beberapa Database Login itu berguna untuk mengenali Account dan Password player serta mem-build character yang baru untuk player yang baru saja memainkan SAO
Aku terus mencari Database tersebut, membuka beberapa file, mencari Registry yang berhubungan, bahkan aku membuka file Configuration setting dari Game SAO untuk mencari Command yang digunakan untuk Logout
"Ini?"
Bingo! Aku sedikit mendapatkan petunjuk database yang kucari, aku mendapatkan petunjuk tersebut lewat beberapa file Configuration setting yang berisi beberapa Command untuk Game SAO
'Click!'
Aku terus mencari Database tersebut berdasarkan petunjuk yang didapatkan dari file Configuration Setting tadi, yah, untuk mencari seperti, ini, dengan cara yang manual akan lebih ampuh daripada menggunakan bantuan dari sebuah Program
"Ketemu!"
Setelah menemukan Lokasi Filenya, aku langsung mencari Database pentingnya dan membukanya, setelah kubuka, banyak sekali bahasa dan kode rumit yang sangat sulit untuk dimengerti, berdasarkan pengetahuanku tentang bahasa pemrograman, mataku terus memperhatikan bagian mana yang bermasalah dari database tersebut walaupun mataku sudah sangat berat dan minta untuk diistirahatkan
"Akhirnya! Dasar Kayaba Akihiko Sialan itu!"
Aku tersenyum saat melihat bagian yang salah dari Database yang kutemukan, yah mungkin terlihat teratur namun ada satu kesalahan dan sulit untuk disadari orang lain, yaitu beberapa Code yang diselipkan dengan Code lain, hal itu membuat fungsi Logout dalam SAO menjadi tidak berfungsi, setelah berhasil diatur sedemikian rupa, aku lalu menyimpannya dan melepas Sofware SAO dari PC milikku, (Softwarenya berbentuk kotak, Lihat di Episode 01, kalau gak salah, menit ke 01.13)
"Akhirnya selesai juga! Tunggu Aku, Kazuto!"
..
..
..
..
..
'Srakk...'
"Naruto-Oniisan... Ayo bangun!"
Rasa kantuk masih melanda diriku, mataku sedikit terbuka saat cahaya mulai memasuki kamarku, kulihat Suguha yang kini membuka jendela kamarku, merasa ada yang memperhatikannya, ia langsung menoleh dan menatapku dan tersenyum
"Tumben kau mau kekamarku, Suguha-chan..."
Aku lalu bangun dan duduk dipinggir kasur tidurku dan tak lupa untuk merapikan kasurku, rasa kantuk masih melekat padaku hingga membuatku menguap beberapa detik, aku kini menatapnya, yah ia sepertinya sudah mandi, tercium dari harum rambutnya yang sangat wangi, serta Sweater berwarna pink dengan celana jeans pendek sepaha yang ia kenakan, ia lalu duduk disampingku
"Memangnya kenapa? Naruto-Oniisan tidak suka kalau aku kekamarmu?"
"Tidak kok! Aku malah sangat senang kalau Suguha-chan mau main kekamarku!"
Aku tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Suguha, yah memang bisa dikatakan aku sangat senang kalau Suguha mau mampir ke kamarku, Kamarku tidak selebar kamar Kazuto apalagi kamar Suguha, hanya saja, kamarku kubuat luas karena hanya beberapa benda yang berada dalam kamarku, membuatku sedikit bosan untuk berada dikamar sendirian
"Maaf kalau kamarku sedikit kacau!"
"Kamar rapi seperti ini kau sebut kacau Naruto-Oniisan? Lihatlah! Kasurmu yang rapi, tidak ada debu, buku buku yang kau tata rapi, dan semua ini, kau itu bodoh ya Onii-san?"
Aku tertawa pelan mendengar bantahannya sambil kembali mengelus pucuk kepalanya, ia juga ikut tertawa dan menyandarkan kepalanya kebahuku
Yah, seminggu belakangan Suguha mulai dekat denganku, sebelumnya aku tidak terlalu dekat dengannya layaknya ia akrab dengan Kazuto, tapi sekarang berubah, ia mulai mengakrabkan diri denganku, hal itu membuatku sangat senang sebagai kakak angkatnya
Oh iya? Aku juga masih penasaran apakah Suguha tahu kalau aku ini kakak angkatnya? Atau ia berpikir kalau aku ini kakak kandungnya?
"Suguha-chan, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"
"memangnya apa yang Onii-san tanyakan?"
"..."
"Enggak jadi deh!"
Ujarku sambil sedikit tertawa tidak jadi bertanya, sebenarnya aku ingin bertanya tentang hal itu, namun biarlah, saat ini mungkin ia berpikir kalau aku kakak kandungnya, namun suatu saat ia akan tahu kalau kakak yang berada disampingnya ini adalah kakak angkatnya
"Su-Suguha-chan.. Hentikan!"
Aku tertawa bahagia saat ia kini tengah mencubit dan menarik pipiku dengan wajah yang cemberut, kurasa ia sebal dipermainkan oleh kakaknya ini, kau tahu Suguha? Kau sangat imut loh kalau kau cemberut seperti itu
"Onii-san sih, makanya kalau mau nanya yang serius dong!"
Aku tersenyum sambil menggaruk kepala belakangku, ia lalu berdiri dan berjalan kearah Meja PC ku, kulihat ia tengah mengambil sebuah Buku, bukan, lebih tepatnya adalah sebuah Manga milikku, kelihatannya ia tertarik dengan itu
"Onii-san, kau menyukai Manga Romance-Comedy seperti ini?"
"Ya, Begitulah..."
"Boleh aku meminjamnya?"
Sudah kuduga ia tertarik dengan Manga itu, aku lalu berdiri dan menghampirinya, aku lalu berdiri didepannya dan menyamakan tinggi badanku dengan badannya, aku memegang kedua bahunya sambil tersenyum padanya
"Kau boleh mengambilnya, apa yang Onii-san punya adalah milikmu juga!"
"Yeay! Arigatou, Onii-san!"
Aku tersenyum senang saat ia mulai melompat kesenangan saat kubolehkan ia untuk memiliki salah satu Manga yang kubeli, mungkin inilah yang disebut kebahagiaan seorang kakak, dimana kau akan ikut tersenyum saat berhasil membuat adik kecil yang kau sayangi merasa bahagia
"Ngomong-ngomong, Okaa-sama kemana? Dari tadi aku belum mendengar suaranya?"
"Okaa-san sudah berangkat kerja pagi tadi"
Aku menghela nafas, akhir akhir ini Okaa-sama disibukkan dengan pekerjaannya, belum lagi dia menjenguk Kazuto yang berada dirumah sakit, aku memakluminya, ia merupakan Ibu yang kuat bagiku
"Kau sudah makan, Suguha-chan?"
"Belum, Okaa-san hanya menyeduh Ramen cup tadi pagi, aku tidak terlalu suka makanan itu"
Aku kembali menghela nafas, Imouto-ku ini walaupun memiliki porsi makan yang cukup banyak tapi ia juga sebenarnya sedikit pemilih, ia menyukai beberapa masakan yang Okaa-sama buat maupun aku yang membuatkannya, namun tidak sedikit beberapa makanan yang ia tidak sukai
"Kau selalu pilih pilih makanan, Suguha-chan"
"Aku hanya tidak menyukainya saja, Onii-san, kalau begitu Onii-san saja yang memasak makanan untukku?"
"Kau menyuruhku, Suguha-chan?"
"A-Ah tidak Kok!"
'pluk!'
"Tenang saja, aku senang kok kau menyukai masakanku!, kalau begitu kau tunggu saja di ruang tengah, sementara aku akan mandi lalu memasak"
Ucapku padanya, aku lalu berjalan keluar kamarku meninggalkan Suguha yang masih asik membaca Manga nya
..
..
..
..
..
"Aku senang kau makan dengan lahap, Suguha-chan! Tapi apa kau tidak takut untuk gemuk kalau kau makan sebanyak itu?"
Aku kini tengah menatap Suguha yang asik dengan sarapan pagi yang kubuatkan untuknya, senang sih saat melihatnya makan dengan lahap, tapi... apa ia tidak takut untuk gemuk? Beberapa gadis banyak yang memilih untuk makan sedikit bahkan diet hanya untuk membuat tubuh mereka langsing
"Aku makan sebanyak ini karena masakan Onii-san sangat enak!"
Aku tersenyum, aku lalu beranjak dari kursi tempatku duduk, menghampirinya untuk mengelus pucuk kepalanya dan berjalan meninggalkannya yang tengah makan sendirian
"Onii-san? Kau tidak makan?"
"Nanti saja, aku masih belum ingin.."
"Jangan begitu, kau akan sakit perut nantinya, setidaknya Onii-san makan walaupun satu suap, ini!"
Aku menghela nafas, yah saat ini Suguha tengah menyodorkan sepotong Kaarage padaku dengan menggunakan sumpitnya, aku menggeleng pertanda aku tidak ingin, namun ia bersikeras dengan menatapku dengan tajam, Aku menyerah deh! Bagaimanapun juga, Perempuan akan menang dan tidak akan pernah kalah melawan laki laki
"Ahh..."
'Haup!'
Ia tersenyum saat aku memakan sepotong Kaarage yang ia sodorkan padaku, aku mengunyah Kaaragenya, yah memang enak sih, toh ini juga Kaarage yang kubuat sendiri, setelah menelannya, aku mengelus rambut Suguha sambil tersenyum dan berjalan kearah kamarku
..
..
..
..
..
"Persiapan selesai!"
Saat ini aku tengah kembali mengutak atik Software SAO dengan PC milikku, bukan diutak atik sih, aku hanya memasukkan sebuah Program kedalam system game SAO, Program itu akan berjalan saat aku sudah Login kedalam SAO, Saat Progam itu berjalan, Col di Akun SAO milikku akan bertambah, dan setelahnya, Program itu akan terhapus sendiri setelah berhasil menambah Col dengan angka yang sudah ku Program, yah bisa dibilang Cheat sih, hehe!
Setelah selesai, aku lalu melepas Software SAO dari PC milikku, dan bersiap siap untuk kembali bermain game setelah sekitar setahun aku berhenti bermain game
"Dan Akhirnya, aku kembali ke dunia game ya? Huh..."
Ucapku pelan, saat ini aku tengah berbaring dikasurku, perlahan ku ambil sebuah alat yang bernama NerveGear itu, tak lupa aku menyambungkan NerveGear ke Software SAO, setelah itu, aku lalu memakai NerveGear itu, memejamkan mata lalu mengucapkan sesuatu
"Link Start!"
Pandanganku mulai berubah menjadi warna abu abu, perlahan pandanganku bergerak cepat melewati beberapa warna yang melewati pandanganku, setelah itu, muncul beberapa Pop up dengan beberapa tulisan dan digantikan dengan tulisan "OK", Pop Up itu merupakan Pop up untuk memberitahu Player bahwa NerveGear sudah terintegrasi dengan otakku, dengan begitu, NerveGear bisa merangsang beberapa indra yang kupunya, seperti indra perasa, indra pendengar, indra pelihat dan lainnya
Setelah itu muncul menu untuk memilih bahasa dalam game, aku lalu memilih Bahasa Japanese karena hanya itu adanya, setelah itu kembali muncul menu untuk mengisi Account dan Password yang dibutuhkan untuk Login kedalam SAO, aku lalu mengisinya dengan akun milikku, untungnya aku sudah membuat akun SAO di websitenya sebulan yang lalu sebelum Websitenya resmi ditutup, karena didalam game SAO, tidak ada fitur untuk membuat akun yang baru
Setelah berhasil masuk dengan akun milikku, saatnya untuk membuat Character baru, untuk gendernya, aku memilih gender Male karena aku laki laki, setelah itu muncul menu "Create Character" untuk Chara yang akan kugunakan nantinya
Untuk Deskripsi, akan kujelaskan Character milikku, bertubuh tidak terlalu tinggi, mungkin berkisaran 170 cm, berkulit putih tentunya, untuk warna mata, aku memilih warna mata biru cerah, serta rambut bergaya spike dengan warna hitam, yah bisa dibilang aku ingin sekali mempunyai warna rambut hitam seperti Suguha dan Kazuto, walaupun sebenarnya warna rambut asliku adalah kuning pirang, dan untuk Weapon awal, aku memilih sebuah bilah pedang agak panjang, mungkin orang orang menyebutnya dengan nama Katana
Setelah berhasil mem-build Character milikku, kembali muncul Pop up
:: Create Character ::
Are You Sure To Create This Character?
:: Kitsune (M) ::
:: Yes :: :: No ::
Aku langsung memilih Yes untuk lanjut ketahap selanjutnya, setelah itu, muncul tulisan yang berartikan "Selamat Datang ke Sword Art Online!", aku tidak memperdulikannya, dan pandanganku kembali bergerak melintasi pecahan maupun kristal berwarna biru dan berakhir dengan serpihan kristal biru yang melayang keatas pandanganku
'Deg!'
Aku sempat mengerjapkan mataku saat pandanganku berganti dengan sebuah kota yang lumayan sepi, aku mengedarkan pandanganku, yah memang kota yang lumayan sepi untuk sebuah Starting City dari Game sialan seperti ini!
"Jadi? Beginner Town sudah sepi ya?"
"Eh?"
Tiba tiba muncul Pop up didepanku yang memberitahukan bahwa ada sebuah item yang langsung masuk kedalam inventory milikku, merasa penasaran, akupun langsung membuka Inventory-ku dan melihat item apa yang baru saja masuk kedalam inventory-ku
"Heh? Kagami?"
Rasa penasaran mengerubungi diriku, aku langsung membuka Item itu, yah aku juga sempat berpikir, baru saja aku masuk kedalam game ini dan malah diberikan sebuah item yang bisa dikatakan tidak terlalu berguna, setelah membuka item itu, aku lalu menangkap cermin itu lalu menatap wajahku dari cermin itu
'Sringg!'
Tubuhku langsung diselimuti cahaya berwarna putih kebiruan saat melihat diriku dari dalam cermin yang kupegang, entah kenapa aku merasa ada yang ganjil dari hal ini
"eh? EEHH?"
Setelah cahaya berwarna putih kebiruan itu berhenti menyelimuti diriku, aku lalu kembali melihat diriku dari cermin itu, mataku membulat saat Avatar yang kugunakan saat ini bukan wajah Avatar yang kubuat sebelumnya, melainkan wajah dari diriku yang asli
"Sialan Kau Kayaba Akihiko!"
Ucapku kesal pada Developer game SAO yang tengah kumainkan saat ini, tak kusangka NerveGear yang kugunakan untuk masuk kedalam game SAO ternyata malah mengambil data dari tubuh asliku, kampret!
"Dia player baru?"
"Kenapa dia?"
"Dasar orang aneh!"
Aku edarkan pandanganku saat ini, aku hanya bisa menggaruk kepala belakangku sambil tersenyum gaje saat menyadari beberapa player menatapku dengan pandangan aneh, setelah bersikap seperti orang bodoh, aku lalu membuka Menu Player-ku untuk melihat Status Avatar-ku
"Hm! Sepertinya Program yang ku masukkan berjalan dengan baik!"
Aku tersenyum senang saat melihat Status Avatarku, terlebih saat aku melihat Col yang kumiliki yaitu berkisar 20.000, cukup banyak untuk seorang New Player yang baru saja Login kedalam SAO
"Yosh! Saatnya membeli beberapa item!"
..
..
..
..
..
"Arigatou Gozaimasu!"
Aku tersenyum saat NPC yang menjual Usable Item itu berterima kasih padaku, saat ini Inventory-ku hampir penuh, beberapa HP dan SP Potion sebagai cadangan, Warp Crystal,dan beberapa item lainnya, serta beberapa Equipment yang kupakai, seperti Black Leather, Dark-Grey Legs, dan Medium Boots, dan Untuk Weapon, aku membeli sebilah pedang berwarna perak mengkilap bernama Wild Sword, pedang yang memiliki Damage yang cukup tinggi untuk New Player sepertiku
"Jadi? Dibuku ini aku harus membunuh Boss dari setiap lantai untuk lanjut ke lantai selanjutnya? Dan untuk menyelesaikan Quest, kau harus meminta Quest dari NPC yang berada di plaza, jadi begitu..."
Saat ini aku tengah bersandar di dinding sambil membaca sebuah buku panduan yang kudapat dari NPC secara gratis, setelah membaca cukup lama, aku lalu berlari kearah Plaza, aku tidak berminat untuk menyelesaikan Quest, hanya saja aku ingin berburu musuh untuk menaikkan Level Avatar-ku
"Aku tak membutuhkan Quest, yang kuinginkan saat ini adalah pergi mencari para Monster untuk menaikkan Levelku!"
..
..
..
..
:: 1st Floor : West Forest ::
'Crass!'
"Arrr!'
Saat ini, aku masih berada dilantai pertama tepatnya di hutan barat, dan kini, aku tengah berhadapan dengan salah satu monster raksasa yang mirip dengan kadal, aku terus menghindar serangan yang ia berikan padaku, serangannya kali ini sedikit cepat dari sebelumnya
'Syut!'
'Jleeeb!'
Aku langsung melompat menghindari serangan telak dari kadal itu, selagi aku melompat, aku langsung melemparkan Throw Weapon berupa sebuah paku berbentuk silver, dengan cepat paku itu langsung mengenai kedua indra penglihatan monster kadal itu
"Arrr!"
Setelah mendarat ke tanah, aku langsung melesat kearah monster itu dan memberikannya tebasan demi tebasan yang kuarahkan padanya, hingga membuat HP dari monster itu langsung kosong dan perlahan pecah menjadi serpihan cahaya
Berhasil mengalahkan monster itu, didepanku muncul Pop up reward hasil dari aku menghabisi monster tadi, beberapa Exp, dan Col yang kudapat
"Haah! Pegalnya!"
Aku lalu duduk bersandar disebuah pohon didekatku, saat ini Level Avatarku sudah mencapai Lv 12, lumayan cepat bukan? wajar saja, soalnya beberapa waktu lalu aku selalu menghabisi para monster yang memiliki kesulitan agak tinggi dan memiliki Damage yang agak besar, wajar kalau sekali saja menghabisinya maka akan mendapatkan Exp yang banyak
Aku lalu mengeluarkan sebuah roti dari sakuku yang sempat ku beli di Beginner Town tadi, aku lalu memakannya, yah agak aneh juga sih, makan sesuatu didalam game dan bahkan ada rasanya, Kayaba Akihiko memang jenius, ia bahkan membuat NerveGear agar dapat merangsang indra pengecap untuk merasakan rasa seperti rasa manis, pahit, asam, asin dan sebagainya
Yang membuatku sedikit sulit di dalam game ini adalah, Skill dalam battle harus dari diri kita sendiri yang melakukannya, tidak seperti game MMORPG lainnya yang mengendalikan Character lewat Keyboard dan Mouse, sedangkan game SAO ini, kita harus melakukannya dengan tubuh kita sendiri, namun untungnya aku belajar Kendo dari Suguha, ia sangat pintar dalam Kendo, bahkan ia pernah menjuarai kejuaraan nasional di sekolahnya
Aku lalu berdiri, tempat ini sudah bersih dari para monster, yah memang begitu, namun beberapa menit kemudian monster itu akan kembali muncul diarea ini, karena begitulah system game ini, para monster yang telah mati akan kembali hidup agar para player lain bisa menghabisinya untuk mendapatkan Exp, Col ataupun menyelesaikan Quest, dan para monster itupun tak akan menyerang kota karena mereka sudah punya tempat mereka sendiri
"Ka-Kau?"
Aku menoleh kesamping saat mendengar seseorang berbicara dengan suara yang sedikit tergagap, dia seorang laki laki, berambut raven dengan gaya rambut seperti bokong ayam, wajahnya yang tampan, eh tunggu? Bukankah ia?
"Kau Sasuke?"
"Kau Naruto?"
Kami berdua langsung berlari dan saling berpelukan, yah, bisa dibilang kami ini adalah teman masa kecil yang sangat akrab, ia seumuran denganku, dan juga menyukai game sama sepertiku, di game MMORPG lain pun, ia pernah satu Guild denganku
"Kau bermain SAO juga, Naruto?"
"Begitulah!"
"Ayo kita pergi ke sebuah desa didekat sini dan mampir ke sebuah Bar!"
Akhirnya, aku dan Sasuke pun langsung pergi ke sebuah desa yang diucapkan oleh Sasuke, kami pun menggunakan item Teleport Crystal, item yang berguna untuk membuatmu berpindah tempat ke tempat yang dituju
..
..
..
..
"Sudah lama ya! Sejak aku pindah dari Tokyo ke Kyoto"
"Yah, semenjak itu, aku tidak punya teman bermain dan selalu bermain dengan kedua adikku!"
Saat ini, kami berada di Bar disebuah desa yang berada di lantai pertama, tertawa pelan sambil bercerita tentang masa kecil kami, yah kalau dipikir sih sangat dilarang untuk berbicara tentang hal pribadi dan hal yang bersangkutan dengan dunia nyata dalam game
"Nee... Sasuke, aku ingin bertanya sesuatu padamu?"
"Apa?"
"Apa kau ikut terjebak dalam game ini?"
Aku tahu dan sangat tahu tentang Sasuke, ia merupakan Gamers yang tingkat kehebatannya hampir menyamai diriku, ia juga bukan sekedar gamers saja, ia juga sama sepertiku, memiliki hoby untuk mengutak atik game, ia juga bahkan memahami beberapa bahasa pemrograman yang penting, jadi kurasa sangat mustahil baginya untuk terjebak dalam game ini
"..."
"Yah, aku terjebak dalam game ini?"
"Eh?"
"Saat itu aku ceroboh, aku belum sempat untuk melihat isi dari Software SAO, dan saat menyadari bahwa aku tidak bisa logout, aku menyadari kenapa hal itu bisa terjadi, itu karena ada satu file Database yang sedikit diubah bukan?"
Aku mengangguk membenarkan ucapan Sasuke, kurasa ia tidak ceroboh, ia mungkin hanya merasa sangat bersemangat saat perilisan SAO, jadi ia tidak sempat untuk melihat data system dari Software SAO
"Biar Kutebak, saat ini kau bisa Logout bukan? setelah kau mengubah Database itu menjadi sedia kala?"
Aku kembali mengangguk menyetujui ucapan Sasuke, ia memang benar benar cerdas, kecerdasannya bahkan melebihi diriku, wajarlah, ia keturunan dari keluarga Uchiha yang terkenal dengan kepintarannya
"Ngomong ngomong Sasuke, Nickname-mu apa?"
"Oh, Nickname-ku adalah nama margaku, Uchiha"
"Sudah kuduga, kau selalu menggunakan Nickname itu, sama seperti di game MMORPG lain yang sering kita mainkan!"
Aku dan Sasuke tertawa pelan, yah ia tidak berubah sejak dulu, di Game MMORPG lain, ia selalu menggunakan Nickname itu, dan daripada itu, ia selalu bergabung dengan Guild yang sama denganku, bahkan di game lain, kami berdua dikenal sebagai duo player yang tak terkalahkan
"Dan Nickname-mu, Kitsune bukan?"
"Yah, sudah kuduga kau akan tahu hal itu..."
"sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu Naru- Kitsune, bukankah kau sudah berhenti bermain game sejak setahun yang lalu?"
"Aku kesini, hanya untuk menyelamatkan Asuna dan Otouto-ku..."
"Maksudmu Kazuto?"
Aku mengangguk mendengar ucapan Sasuke, sementara Sasuke hanya menghela nafas, Sasuke memang kenal dengan Asuna, karena saat Junior Highschool, kami berada di kelas yang sama, Sasuke juga mengenal Kazuto dan pernah bertemu sebelumnya, namun Kazuto tidak terlalu akrab dengan Sasuke, entah akupun tidak tahu kenapa?
"Kalau begitu, bagaimana kalau kau bergabung kedalam Guild milikku, aku mengajak beberapa player lain untuk bergabung dengan Guild-ku namun tidak ada yang mau"
"Wajar saja kalau mereka tidak mau, soalnya kau selalu bersikap datar pada orang lain sih!, oh iya, maaf kalau sedikit memaksa, tapi aku ingin tahu berapa Level Avatar-mu?"
"Aku? Saat ini aku Lv 34, dan kau?"
"Aku Lv 12, wajar sih, aku baru saja Login ke SAO hari ini"
Setelah berbicara mengenai Avatar satu sama lain, Sasuke lalu mengajakku bergabung dengan Guildnya, muncul pop up didepanku, sebelah alisku sedikit terangkat saat melihat nama Guild yang dia buat
"A-Akatsuki?"
"Kenapa?"
"Bukankah nama yang terlalu simpel? Bisa saja kan kau menggunakan nama Guild milikmu dengan bahasa inggris, seperti Blue Warriors atau Heat Knight,atau mungkin Art of Sword?"
"Aku hanya tidak ingin menggunakan nama yang ribet"
"Yah, terserah kau saja..."
Akhirnya, aku lalu bergabung dengan Guild milik Sasuke yang bernama Akatsuki, kami berdua mengobrol agak lama di Bar itu, tak lupa Aku menambahkan Sasuke sebagai teman di Friendlist-ku, hingga akhirnya Sasuke pamit pergi karena ada urusan, aku juga lalu pergi dari Bar itu untuk kembali berburu monster untuk menaikkan Level-ku
..
..
..
..
:: 11th Floor : Dungeon ::
:: Normal POV ::
"Kirito-kun!"
Disebuah Dungeon tepatnya dilantai 11, terlihat dua player yang berbeda jenis, yang satu seorang laki laki berambut hitam yang menggunakan sebuah pedang hitam, sementara yang satunya adalah seorang gadis yang menggunakan sebuah rapier, mereka berdua kini tengah menghadapi sesosok monster
'Crasss!'
Kirito kini tengah menyerang monster itu dengan menebaskan pedangnya secara horizontal kearah kaki monster itu berniat melumpuhkan sang monster, serangannya berhasil mengenai monster itu dan membuat monster itu terdiam dengan HP Bar yang perlahan mengurang menjadi berwarna Kuning
"Asuna! Switch!"
Kirito lalu mundur, Asuna yang berada dibelakang Kirito pun langsung maju menyerang monster yang lengah itu, Asuna melesat kearah monster itu menyerangnya dengan menusuk rapier nya kearah monster itu
"Hyaaa!"
'Jleeb, Jleb, Jleeb!'
Monster itu terkena serangan telak dari Asuna, membuat HP Bar monster itu perlahan berkurang dari kuning hingga menjadi merah dan habis, monster itu lalu lenyap menjadi serpihan cahaya, setelah itu muncul Pop up didepan Kirito dan Asuna yang merupakan reward mereka sehabis mengalahkan monster tadi
"Kirito-kun, kita berhasil!"
"Ya, kita berhasil..."
Asuna lalu menghampiri Kirito saat menyadari ekspresi Kirito yang sedikit masam, ia lalu menyentuh kedua pipi Kirito dan menatapnya dengan tatapan khawatir
"Ada apa? Kirito-kun?"
"Ah Gomen, Aku sedikit melamun"
"Benarkah? Kau tadi terlihat sedikit murung?"
"Tidak kok, maaf membuatmu khawatir"
Ucap Kirito membelai lembut pipi Asuna, setelah itu mereka lalu pergi meninggalkan dungeon untuk kembali ke kota yang terletak dilantai 11
'Naruto, apakah kau ada di dunia ini?'
..
..
..
..
:: 1st Floor ::
:: Naruto's POV ::
"Saatnya untuk Logout, sekarang sudah sore"
Kulihat jam yang ada di penglihatanku, tepatnya dibagian kiri atas, Game SAO merupakan game yang memiliki system Real-Time, yaitu waktu yang ada dalam SAO sama seperti waktu didunia nyata, aku lalu mencoba membuka menu player, aku lalu menekan tombol menu Setting, setelah itu muncul tiga pilihan yaitu, Option, Help, dan dibawahnya Logout
Mungkin jika orang melihat aku bisa dengan mudah melakukan Logout, mereka akan terkejut, pasalnya mereka yang sudah terjebak dalam game ini, tombol Logout masih saja tidak ada, ya wajarlah kalau tidak ada, Kayaba sudah mengubah Databasenya dengan sedemikian rupa hingga membuat tombol Logout itu tidak ada dan tidak berfungsi, namun lain halnya denganku, Database yang sebelumnya Kayaba ubah kubuat kembali menjadi seperti semula, sehingga tombol Logout muncul dan akan berfungsi
"Tunggulah Kazuto, aku pasti akan menyelamatkanmu!"
Setelah menekan tombol Logout, tubuhku perlahan memudar dan menghilang...
..
..
..
..
..
"Huftt..."
Aku menghela nafas saat aku kembali kedunia nyata, perlahan bangun dari kasurku dan melepaskan NerveGear yang masih melekat dikepalaku, sekilas aku melihat jam yang berada di dinding kamarku, sekarang jam lima sore, aku lalu menutup jendela kamarku yang awalnya terbuka, menghidupkan lampu kamarku lalu berjalan keluar kamar
'ckleek'
"Gelap..."
"Suguha-chan~!"
Tak ada balasan saat aku memanggil nama Imouto-ku itu, yah kurasa ia sedang pergi keluar rumah dengan teman temannya, atau ia masih latihan Kendo diluar ataupun disekolahnya
Aku berjalan ke ruang tengah, kunyalakan lampunya, begitu juga dengan lantai atas, setelah itu aku berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diriku
..
..
..
..
"Bosannya..."
Saat ini, aku tengah berada diruang tengah, bersantai setelah mandi dan makan, lalu menghangatkan tubuh melalui penghangat ruangan yang aku nyalakan, aku lalu mengambil remote Tv yang terletak di meja tepat didepanku lalu ku tekan tombol power untuk menyalakan Tv LCD
'tut...'
"Berita sore hari ini! Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus dibalik insiden game yang bernama Sword Art Online!"
Aku sedikit tertawa pelan, pihak kepolisian kini tengah menyelidiki sebuah game? Terdengar lucu bagiku, Polisi biasanya menyelidiki kasus seperti pembunuhan, perampokan, dan tindakan kriminal lainnya
Aku lalu mengambil kopi kaleng yang sebelumnya ku taruh ke meja yang berada didepanku, membukanya lalu meminumnya dengan tenang, setelah meminumnya, pandanganku teralih ke pintu masuk rumah saat mendengar suara gadis yang sangat kukenal tengah membuka pintu masuk
"Tadaima..."
Ekspresiku sedikit penasaran saat melihat Suguha yang baru saja pulang dengan wajah yang lelah, aku lalu menghampirinya sekedar untuk bertanya apa yang terjadi
"Suguha-chan?"
"O-Onii-chan?"
"Ini Aku, Naruto-Oniisan mu"
Aku menepuk pucuk kepalanya pelan sambil tersenyum padanya, wajahnya memang terlihat lelah, yah kurasa ia kurang minum air membuatnya kurang fokus, lagipula aku Uzumaki Naruto kakak tertuanya, bukannya Onii-chan kesayangannya, yaitu Kazuto
"apa Kaa-san sudah pulang, Onii-san?"
"Belum, sebaiknya kau cepat mandi sana, kamar mandinya sudah kusiapkan, dan kalau sudah cepatlah makan, aku sudah masak tadi"
Suguha tersenyum padaku, setelah itu ia berjalan melenggang kekamarnya untuk berganti pakaian dan melakukan apa yang kusuruh tadi
..
..
..
..
..
:: 11th Floor : Taft ::
:: Kazuto's POV ::
"Hah... Lelahnya"
Saat ini aku berada di penginapan disebuah kota yang berada di lantai 11, rasa lelah yang merasuki tubuhku sehabis menghabisi para monster di dungeon bersama Asuna membuatku berbaring di kasur kamar penginapan yang kusewa
"Asuna kah?"
Pikiranku kembali teringat akan Asuna, seorang gadis yang akhir akhir ini menjadi teman Party-ku, belakangan ini ia akrab denganku, gadis yang baik dan cantik, sopan dan ramah yang membuatnya cepat dikenang oleh banyak orang, gadis yang juga membuat hari hariku menjadi lebih berwarna
Aku pertama kali bertemu dengannya yaitu di lantai pertama saat kami menemukan tempat persembunyian Boss lantai satu yaitu Illfang the Kobold Lord, ia gadis yang agak pendiam dan selalu menggunakan jubah berwarna merah gelap, namun sikap pendiamnya agak berubah sejak ia bergabung dalam Party-ku
Aku juga bisa dikatakan senang saat ia mau bergabung dalam Party-ku, ia gadis yang kuat dan pantang menyerah, gadis yang membuatku semangat dalam menjalani hari hariku di Aincrad ini, gadis yang sangat cantik saat aku melihat senyum bahagianya, rasanya aku ingin sekali melakukan sesuatu padanya agar ia bisa tersenyum untukku
'tok tok tok...'
"Masuklah!"
Pandanganku teralihkan ke pintu masuk kamar penginapanku saat seseorang kini membuka pintu, wajahku langsung memerah saat kulihat, Asuna yang kini tengah memasuki kamarku dengan menggunakan baju piyama berwarna pink yang sangat cocok dikenakannya
"A-Asuna! Apa yang kau lakukan disini?"
"Kirito-kun, bolehkah aku tidur disampingmu?"
Oh Kami-sama! Cobaan apa yang kau berikan padaku! Sungguh, aku terkejut saat Asuna berbicara bahwa ia kini ingin tidur disampingku, gadis yang awalnya berada dalam khayalanku kini berada didepanku, tunggu! Aku belum siap untuk hal ini
"A-Asuna! Ma-Maksudmu?"
"Jangan berpikiran yang negatif! Aku hanya ingin tidur disampingmu saja"
Asuna lalu berjalan kearahku dan berbaring di sebelahku, wajahku menjadi memerah belum siap dengan keadaan seperti ini, suasana pun menjadi canggung, aku tak terlalu suka dengan suasana seperti ini
"Asuna bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Silahkan, selama aku bisa menjawabnya.."
"Sebelumnya maaf kalau sedikit mengganggu, tapi aku ingin tahu apa alasanmu bermain SAO dan terjebak di Aincrad ini?"
Setelah mencoba bertanya dengan pertanyaan tadi, wajah Asuna yang awalnya terlihat manis dengan senyumnya tergantikan dengan wajah yang sedikit sendu, membuatku merasa sedikit bersalah
"Go-Gomen kalau aku bertanya hal seperti tadi, lupakan saja!"
"Tidak apa, aku akan menjawabnya"
"..."
"Alasanku berada disini adalah, aku ingin merasakan sebuah dunia yang bebas, dunia yang bisa membuatku bahagia dan tidak terkekang oleh keluarga"
"Asuna..."
"Dirumahku didunia nyata, aku selalu diatur oleh keluargaku, membuatku tidak bisa bergerak bebas seperti layaknya gadis remaja lainnya yang seumuranku, aku hanya ingin merasakan kebebasan, itu saja..."
Perlahan Air mata keluar dari iris mata berwarna Caramel milik Asuna, membuatku merasa bersalah karena menanyakan hal yang sensitif padanya, aku lalu menghapus air matanya dengan menggunakan tangan kananku
"Gomen sudah menanyakan hal yang membuatmu menangis, aku benar benar minta maaf..."
"tak apa, lagipula dengan Kirito-kun menanyakan hal seperti itu, membuat semua bebanku sedikit mereda"
"Lalu bagaimana dengan Kirito-kun?"
Aku kini berpikir saat Asuna bertanya hal yang sama, mungkin alasanku sederhana, aku hanya ingin bermain SAO dan menjadi Top-Player agar Naruto, Onii-san ku yang seorang Professional Gamers itu bangga padaku, lagipula aku juga seorang Beta Tester, dan seorang Solo Player, namun sayangnya, aku malah terjebak di dunia virtual ini
"Alasanku sederhana, aku hanya ingin membuat Onii-san ku bangga melihatku menjadi Professional gamers seperti dirinya, dan membuatnya kembali terjun kedunia game setelah setahun lamanya ia berhenti meninggalkan dunia game"
Asuna hanya tersenyum saat mendengar alasanku yang sangat sederhana
"Bolehkah aku mengetahui nama Aniki-mu itu, Kirito-kun?"
"Namanya adalah..."
.
.
.
.
"Uzumaki Naruto..."
..
..
..
..
..
..
..
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Kembali lagi denganku di Fic berjudul Game Breaker! Di Chapter kedua ini!
Bagaimana kabarnya Reader-san semua? Kuharap baik baik saja
Chapter kali ini didominasi oleh Naruto dan Suguha ya? Dan Kirito yang merupakan MC dari SAO Sendiri malah dapet jatah tampil Cuma beberapa bagian aja, Gomen sebelumnya, tapi Chapter depan dia akan tampil dengan bagian yang lumayan banyak kok!
Soal Pairing, ini masih terlalu dini untuk dibahas, dan juga aku belum terlalu kepikiran tentang Pair dari Naruto maupun Kirito sendiri, Pair akan muncul kok seiring berjalannya cerita namun belum bisa kusebutkan Pair mereka siapa, bisa saja Naruto x Asuna, Kirito x Asuna, atau yang lebih greget lagi, Naruto x Suguha :v
Dan kalo ada yang belum tahu Col itu apa? Col itu adalah mata uang yang ada didunia SAO
Dan saatnya beralih ke balasan Review!
Guest : Untuk awal memang aku mencari referensi dari Canon, tapi untuk kedepannya akan sedikit melenceng kok dari Canon-nya, maaf kalo sedikit membosankan, Thx Sarannya!
Naomi Yuichi : Thx Pujiannya Yuichi-san! Soal Pair Naruto, sudah dijelaskan diatas, belum saatnya untuk dijelaskan, yang jelas kedepannya akan ada konflik Cinta antara Naruto ama Kirito :v
dan Soal Naruto yang telat masuk ke SAO, Bisa kok! Game SAO di Animenya hanya terjual 10.000 copy, namun maksudnya bukan hanya 10.000 Player yang bisa bermain didalam SAO, itu hanyalah Software SAO yang dijual, soal pemainnya sendiri bisa lebih dari 10.000 player selama Servernya tidak penuh
dan Soal Bug, setahu saya (CMIIW), di Anime-nya, game SAO belum pernah ada Update layaknya ALO, dan didalam game, kalaupun memang ada Bug, para Player akan secara otomatis ter-Logout oleh GM maupun Servernya sendiri untuk Maintenance dan mengatasi Bug yang ada didalam game, jadi saya rasa, di SAO gak ada Bug sama sekali, karena kalaupun memang ada Bug, Kayaba Akihiko tidak akan mengatasi Bug didalam Gamenya karena ia akan me-Logout semua Player dan Maintenance untuk mengatasi Bug, dan Tujuannya pun akan gagal, maaf kalo penjelasannya agak ribet :v #ThxForReview
Namikazefuii : Thx Pujiannya! ini udah Update dan jangan bosen untuk menunggu Update-an selanjutnya!
Zafreel G : Ini udah Update, Happy Reading dan jangan lupa berikan Review-mu!
Awim Saluja : maaf kalo membosankan, untuk chapter kemarin, aku mencari referensi dari Animenya, jadi lumayan banyak penggambaran Alur di Canonnya, untuk Chapter kedua ini, sudah bisa dibilang beda kok dari Canonnya, #ThxForReview
KidsNo TERROR13 : Ini udah Update, Happy Reading dan jangan lupa berikan Review-mu!
Saputraluc000 : Tebakanmu benar! Tapi ia tidak berlebihan kok, Cuma nambahin Col nya doang :v kalau HP, SP, STR, dan lainnya tetap sama seperti New Player biasanya, #ThxForReview
Uchiha Namikaze Venom : Oke, akan kupikirkan saranmu, #ThxForReview
Inay-kun : Thx Pujiannya! soal Pair udah dijelasin diatas, #ThxForReview
Yosi.f : Thx Pujiannya! #ThxForReview
Neko Twins Kagamine : Arigatou atas Pujiannya Neko-san! #ThxForReview
Sudah cukup sampai sini pertemuan kita kali ini, semoga Reader-san puas dengan Chapter kali ini, jangan lupa untuk memberikan Review-nya, kalau begitu... Sampai Jumpa di Chapter berikutnya!
:: Kurosaki Kitahara Has Been Logged Out! ::
