Chapter 1

Disclaimer : Masashi Kishimoto

WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha


FIVE

Konoha 2011

"wah mahkota yang kau buat cantik sekali" ucap salah satu gadis berambut coklat cepol dua

"i-iya kau se-selalu pandai dalam mem-bu-buat ma-mahkota bu-nga matatahari yang ca-ntik" lanjut gadis berambut indigo bermata lavender

"hey apa kalian lupa aku juga bisa membuat mahkota bunga tak kalah bagus dari dia dan lihat, aku tampak cantik bukan dengan mahkota ini" ucap gadis berambut pirang model ponytail bermata aquarime sambil berlenggak lenggok ala catwalk bak model terkenal

"mahkota bunga itu sangat cantik, tapi ketika kau yang memakai mahkota bunga itu, mahkota itu terlihat tampak buruk" komentar gadis berambut pirang berkuncir empat

"apa kau bilaaaaaang ?"si gadis pirang merasa tersinggung

"hey sudah sudah, hanya karna masalah mahkota bunga kalian menjadi begini. Ayo lah ini adalah liburan musim panas kita. Harusnya kita bersenang-senang bukan ?" sahut gadis bermata emerald dan berambut sewarna bunga kebanggaan jepang

"be-benar, ki-kita harus bersenang-se-senang" ucap si gadis indigo

"ohh baiklah, yooosh ayo kita bersenang-senaaaaaaang!" teriak si gadis bercepol dengan sangat semangat

Dan kelima gadis kecil yang berusia sekitar 11 tahun itu pun berdiri sembari memakai mahkota bunga yang telah mereka buat, masing-masing dari mereka membawa sebuah keranjang yang isinya di penuhi oleh bunga matahari. Hari itu adalah hari pertama dimulainya liburan musim panas bagi ke lima gadis tersebut. Mereka berlima adalah siswi Konoha Elementary School. Mereka menghabiskan waktu liburan musim panas tersebut di ladang bunga matahari yang letaknya lumayan jauh dari rumah mereka, mereka pergi ke taman dengan menggunakan sepeda. Mereka tak pernah absen untuk selalu berkunjung kesana, mereka bermain, bercanda dan bercerita berbagai hal. Hingga pada suatu hari…

DUGGG ..

"aww.." erang si gadis berambut indigo kesakitan

"kau tidak apa-apa ?" Tanya si gadis merah jambu panik

"ke-palaku sa-sakit" jawab si gadis indigo dengan meringis kesakitan, dan terlihat setitik air di sudut matanya

"siapa yang berani-beraninya membuatnya menangis hah?" teriak si gadis kuncir empat sambil mengambil bola yang menghantam kepala sahabatnya

Srek..srekk.. ada seseorang yang mendekat dan munculah 5 orang bocah laki-laki

"cepat kembalikan bola kami" ucap laki-laki berambut kuning model durian

"apa yang barusan kau bilang ? kembalikan katamu ? lihat gara-gara bola kalian sahabat kami menangis?" cecar si gadis cepol

"menangis ? memang apa yang dilakukan oleh bola kami?" Tanya bocah laki-laki berambut pirang polos

"baka ! gara-gara kalian tidak becus bermain bola dengan baik, bola kalian mengenai kepala sahabat kami. Lihat dia menangis !" si gadis kuncir empat menjelaskan

"hanya karna itu dia menangis ? cengeng sekali" sambung si bocah laki-laki berkulit pucat

"kau fikir itu tidak sakit ? cepat minta maaf" si gadis pirang menyalang marah

"tidak akan"ucap si bocah berkulit pucat

"kalian ini kenapa benar-benar merepotkan, apa salahnya minta maaf dan mereka akan mengembalikan bola kita" tutur bocah laki-laki berambut nanas yang dari tadi kerjaannya hanya menguap

"aku tidak mau minta maaf, itu kan salah dia bukan salahku harusnya dia yang minta maaf" ucap laki-laki pirang sambil menunjuk kearah temannya bocah laki-laki yang memiliki rambut model pantat ayam berwarna dark blue yang sedari tadi diam saja.

"aku ? kau saja yang bodoh tidak bisa menangkap bola yang ku tendang. Jelas itu bukan salahku" ucap bocah laki-laki rambut pantat ayam dengan santai

"kurasa dia benar" sambung bocah laki-laki yang memiliki rambut panjang berwarna coklat

"ayoolaah kalian jangan menyalahkanku, lagi pula itu kan bola milik kita bersama" ucap bocah pirang putus asa

Bola tersebut masih di pegang erat oleh si gadis berkuncir empat, dan tiba-tiba saja

Syuuut …

Bola tersebut langsung berpindah tangan pada bocah laki-laki berambut panjang coklat dengan gerakan yang sangat cepat

"kalian curang!"teriak gadis bercepol sambil mendorong bocah laki-laki berambut coklat hingga jatuh

Kelima bocah laki-laki tersebut pun kaget dengan apa yang dilakukan oleh gadis bercepol tersebut

"hey apa-apaan kau, beraninya bermain kasar" sembur si bocah laki-laki pirang

"kurasa kita sudah bicara baik-baik"lanjut si bocah laki-laki berkulit pucat

"baik ? baik dari mananya jelas-jelas tadi kau menghina sahabat kami" ucap si gadis ponytail

"ck. Gadis kasar"ucap si bocah berambut coklat dan segera bangun dan mendorong gadis bercepol tersebut tapi tidak sampai jatuh hanya saja keranjang yang di pegangnya yang berisikan 5 buah mahkota bunga matahari pun berceceran ke tanah tepat di depan ke 5 anak laki-laki tersebut.

"kurasa, kalian pantas untuk mendapatkan ini" ucap bocah laki-laki berambut model pantat ayam seraya menginjak salah satu mahkota bunga matahari yang berceceran di tanah sambil tersenyum mengejek

"apa yang kalian lakukan?" teriak si gadis pirang marah

"kurasa tidak buruk" ucap bocah-laki-laki berambut panjang coklat sambil menyeringai dan menginjak satu dari ke 4 mahkota bunga yang keadaannya masih baik

"yeah.."sambung bocah laki-laki berkulit pucat seraya mengikuti kelakuakan ke dua temannya menginjak mahkota bunga tersebut

"mendokusei" walaupun malas-malasan si bocah berambut nanas pun tak mau ketinggalan untuk menginjak mahkota bunga yang masih tersisa 2

"apa aku juga harus melakukannya?" Tanya si bocah durian polos

"menurutmu ?" jawab si bocah berkulit pucat

"yooosh karena kita sahabat sepenanggungan dan sependeritaaan maka aku juga akan melakukannnya" jawab si bocah durian semangat dan akhirnya satu-satunya mahkota bunga itu pun hancur seketika tak tersisa

"kalian.."ucap si gadis bercepol tak bisa melanjutkan kata-katanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca

"kalian fikir mudah untuk membuat semua mahkota bunga tersebut hah ? dan kalian dengan seenakanya menghancurkan karya kami ?"cecar si gadis berkuncir empat dengan mata yang sudah di penuhi air mata, ya dia menangis

"apa kalian minta aku hajar?"ucap si gadis bercepol maju kedepan dengan tangan yang sudah menggulung kemeja panjangnya sampai siku

"hentikan!"suara itu pelan, namun masih bisa di dengar oleh ke 9 orang yang ada disana dan langsung menatap sumber suara. Dia adalah si gadis merah jambu yang sejak tadi diam dan menenangkan sahabatnya si gadis indigo yang sedang menangis

"tapi.." belum selesai si gadis bercepol bicara, si gadis merah jambu memotongnya

"hentikan semua ini, jika mereka memang tidak mau minta maaf tidak masalah. Kita maafkan mereka kali ini. Tapi awas saja jika sampai mereka mengganggu kita lagi, aku takan tinggal diam. Ayo kita pergi" ucap si gadis merah jambu seraya merangkul si gadis indigo dan yang lainnya untuk pergi dari ladang bunga matahari tersebut.


TBC

Salam kenal mina-san, maaf yah kalo ceritanya abal gaje entahlah abstrak pokoknya muehehehe..

Maklum ini adalah fic pertama author, dan jika ada pertanyaan silahkan tanyakan lewat kolom riview.

Jangan jadi silent readers yaa karena author butuh saran dan kritik yang membangun :)

Terimakasih atas perhatiannya