Disclaimer Masashi Kishimoto

SasuNaru always

Donnt like dont Read

Iris mata bagaikan langit biru itu masih

membelak tak percaya ke arah pemuda

bernama lengkap uchiha Sasuke di

sampingnya, kata-kata yang selalu

pemuda pirang a.k.a Namikaze Naruto

dengar di setiap mimpi indahnya, kata-

kata yang selalu Naruto harapkan,

Kata-kata yang mustahil Naruto dengar

di dunia nyata. Tapi ntah ini mimpi atau

nyata pemuda di sampingnya

melontarkan kta-kata itu, kata-kata

yang membuat Naruto terbang, ia sendiri

tidak percaya dengan ini. 'seseorang

tolong sadarkan aku saat ini juga'.

"tolong katakan sekali lagi Sasuke"

sedikit menggeser posisi nya untuk

berhadapan langsung dengan iris kelam

yang membuatnya ingin menghentikan

waktu seketika.

"aku rasa pendengaranmu masih

berfungsi dengan baik Namikaze Naruto"

balik membalas tatapan orang di

depannya 'kau cinta pertamaku Dobe,

dan mungkin... aku akan jadi pengecut

untuk saat ini'

"mungkin hanya perasaanku" terdengar

seperti bisikan, namun masih bisa

tertangkap oleh telinga Sasuke

"hn. Ayo kebukit sebelum matahari

terbenam sebelum kita sampai" ku

genggam tangan tan itu, aku merasakan

tangannya menegang seketika, mungkin

dia terkejut dengan sikapku ini. naruto

hanya mengangguk meng iya kan

ucapanku yang terdengar seperti

perintah baginya. Maafkan aku Naruto,

tapi untuk saat ini aku hanya ingin

memastikan kau juga mencintaiku sebelum

aku menyatakan perasaan ini.

Setengah jam berjalan kaki yang di

selimuti keheningan di antara mereka,

mendudukan diri di atas rerumputan hijau

yang sedikit terkena sinar jingga dari

matahari yang beberapa jam lagi di

gantikan kedudukannya oleh sang

rembulan.

Mereka duduk berdampingan menatap

sunset didepannya, sebuah senyum tak

lepas dari wajah Naruto membuat Sasuke

yang tak sengaja menangkap keindahan

itu ikut menyunggingkan senyumnya

'terimakasih telah menciptakan makhluk

seindah dia di dunia ini' bersyukur dalam

hati tanpa melepas pandangannya dari

pemuda blonde itu.

"lihat teme, mataharinya indah sekali"

"hn" Menaikan alis heran, Naruto

menatap Sasuke kesal dengan jawaban

singkat padat namun tak jelas itu

"setidaknya lihat itu teme kau sedari tadi

hanya melihatku"

"hn" kepergok telak, sasuke terpaksa

mengalihkan pandangannya dari Naruto

yang ternyata di sadari oleh pemuda

blonde itu 'kau yang terkena pancaran

matahari jauh lebih indah Dobe' ucap

Sasuke yang tak mungkin terdengar oleh

Naruto.

Terkadang kita tak menyadari kasih

sayang yang orang lain berikan kepada

kita karena kita sibuk memperhatikan

orang yang kita sayangi tanpa tau ada

orang yang lebih menyayangi kita

daripada orang yang kita sayangi.

"APA! KAU AKAN PINDAH TEPAT DI

SAMPING RUMAHKU!" teriak Naruto di

depan ponsel yang berada di

genggamannya, sedangkan di lain tempat

Uchiha Sasuke secara otomatis

menjauhkan ponselnya karena teriakan

Naruto yang sangat indah namun mampu

memecahkan gendang telinga itu.

"hn" hanya dua kata itu yang mampu

menjawab pertanyaan pemuda blonde itu.

"k-kau serius teme?"

"bahkan aku sudah berada di atap tepat

di samping atap kamarmu dobe"

"eeh!" tanpa aba-aba Naruto segera

berlari menuju atap kamarnya tanpa

melepas ponsel di telinganya. Dan benar

saja di sanah di pembatas atap samping

rumah Naruto yang berjarak kurang dari

5 meter berdiri sosok Uchiha Sasuke

tengah memegang ponsel persis yang

naruto lakukan dan tangan satunya

melambai kearah dirinya. 'oh good

ternyata dia tak main-main' batin

Naruto.

"hey" Sapa Sasuke dengan ponsel masih

berada di telinganya . yang sebenarnya

mampu di dengar Naruto tanpa bantuan

ponsel. Sedangkan Naruto masih

memproses kejadian mengejutkan ini.

"sekarang kita bisa bicara setiap malam

tanpa ponsel atau E-mail Dobe" kata

Sasuke dengan senyum di wajahnya,

membuat Naruto tanpa sadar merona

dan sialnya tertangkap mata Sasuke.

Tbc.

Gomen masih pendek

Please Review

Masih newbie butuh masukan