Holla minna~
Ketemu lagi dengan saya istrinya Akashi yang paling kece. \(^o^)/
Tapi saya yakin chapter ini lebih nggak lucu dari chapter kemarin dan dialog didominasi sama Ahomine yang lagaknya udah kayak kapten di sini. =.=" #bletak
Yosh! Dari pada saya kebanyakan bacot mending kita mulai yuk chapter ke-2 nya.
Happy reading~ ^^
RnR
Disclaimer:
Kurobasu © Fujimaki Tadatoshi
Ketika Askashi Amnesia © AkaKuro815
Rate: K+
Character : Akashi Seijuro
Warning:
OOC, AU dan Typo bertebaran menghiasi FF ini dengan indahnya seperti bintang di langit (?).
Don't like don't read.
RnR
"Jangan sakiti aku." Ucap Akashi dengan gerak-gerik ala anak kecil yang masih polos.
Suasana pun kembali hening.
"Ka ... KAWAII!" teriak keenam orang tersebut heboh. Si anak laki-laki berambut merah itu pun hanya bisa menatap bingung plus ngeri melihat makhluk-makhluk gaje tersebut dengan hebohnya terkagum-kagum dengan keimutannya.
Seketika suasana kembali heboh dengan acara saling rebutan untuk memeluk Akashi versi unyu (?) tersebut, kecuali Midorima yang tsundere. Si objek pelukan para makhluk nista itu pun hanya bisa pasrah sambil memasang wajah polos minta diemut (?).
"Hei kalian hentikanlah, apa kalian berniat membunuh Akashi. Kalian tidak lihat ia mulai kehabisan oksigen." Ucap Midorima sambil menaikan kacamatanya. Padahal jauh di dasar hatinya ia pun ingin memeluk Akashi yang benar-benar menggemaskan saat ini.
"Eh?"
Kelima orang tersebut pun akhirnya tersadar dengan ucapan Midorima, kemudian pandangan mereka pun tertuju pada sosok Akashi yang udah megap-megap di dalam pelukan mereka kayak ikan koki nggak dikasih minum seminggu (?). Dengan serentak mereka pun segera melepaskan pelukan pada makhluk merah yang malang itu.
"Kyaaaaaaaa! Akashi-kun jangan mati!" teriak Momoi sambil mengguncang-guncangkan tubuh Akashi dengan dahsyatnya.
"Momocchi, jika seperti itu kau malah akan membunuh Akashicchi!" ucap Kise setengah berteriak dengan berlinang air mata.
"Oi kalian hentikan!" ucap Aomine sewot.
Sementara ketiga makhluk pink, kuning dan biru tua itu sibuk dengan tubuh malang Akashi, Kuroko, Murasakibara dan Midorima hanya bisa menonton sambil bersweatdrop ria. Namun Murasakibara tetap setia menikmati snack-snack tercintanya.
"Ano, Apa yang harus kita lakukan pada Akashi-kun yang kondisinya seperti sekarang ini? Apa harus kita membawanya ke rumah sakit?" ucap Kuroko angkat bicara. Mendengar hal tersebut suasana pun kembali tenang dan keenam makhluk itu mulai menunjukkan wajah serius mereka.
"Benar apa katamu Tetsu, kita tidak boleh membiarkannya seperti ini," Ucap Aomine sambil memegang dagunya membuat ekspresi serius. "Tapi tidak ada salahnya juga membiarkannya seperti ini dulu untuk beberapa saat." Lanjutnya sambil mengeluarkan sebuah seringaian nista di bibirnya.
"Jangan-jangan kau ingin melakukan sesuatu yang aneh padanya." Ucap Midorima.
Aomine kembali tersenyum penuh arti, "Apa kalian juga tidak ingin melakukan sesuatu pada Akashi yang tidak bisa berbuat apa-apa seperti sekarang ini? Ingat! Kesempatan hanya datang sekali."
"Kau benar juga Aominecchi, dalam keadaan sekarang Akashicchi tidak akan bisa menyiksa kita jika kita berbuat yang macam-macam padanya." Ucap Kise yang kini ikut tersenyum nista bersama Aomine.
"Tapi apakah ini tidak apa-apa?" tanya Momoi yang ragu-ragu dengan rencana nista teman-temannya tersebut.
Mursakibara hanya bisa diam mendengarkan sambil terus memakan snacknya.
"Ano," ucap Kuroko menggantungkan perkataannya.
"Ada apa Tetsu?" tanya Aomine diikuti semua pandangan ke arah Kuroko.
"Apa kalian melihat Akashi-kun? Dia sudah tidak ada di tempatnya." ucap Kuroko sambil menunjuk tempat dimana Akashi berada tadi.
Eh?
"HEEEEEEEEEEEEEEEEE?!"
"Hei apa tidak ada yang sadar kalau dia pergi dari tempat ini?!" ucap Aomine setengah berteriak.
"Kalau kami sadar pasti sekarang kita tidak akan kehilangan dia Dai-chan!" ucap Momoi sewot.
"Sebaiknya kita cepat mencarinya jika tidak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi." Ucap Midorima dengan gayanya kalem seperti biasa.
Semuanya pun mengangguk setuju dan mulai berpencar mencari sosok Akashi yang tengah amnesia tersebut.
Setelah berkeliling sekolah akhirnya mereka kembali berkumpul dengan tangan kosong tak menemukan sosok bersurai merah tersebut.
"Apa kalian menemukannya?" tanya Aomine pada kelima orang lainnya yang dijawab dengan gelengan kepala. "Cih! Kenapa dia sangat senang menyusahkan orang lain meskipun disaat tak berdaya seperti itu." Geram Aomine.
"Akashi-kun hanya Amnesia bukan berarti dia tidak berdaya." Ucap Kuroko dengan tampang datarnya.
"Bukankah yang di sana itu Akachin, nyam~" ucap Murasakibara sambil menunjuk ke arah seseorang bersurai merah yang tengah berjongkok.
"Kau benar, tidak salah lagi itu Akashicci." Ucap Kise.
"Apa yang sedang dilakukannya berjongkok ditempat seperti itu?" ucap Midorima sambil membenarkan kacamatanya.
"Jangan bilang kalau ia sedang ..." (BLETAK!) ucapan Aomine pun terputus ketika sebuah kepalan tangan menghantam kepalanya. "OI!" protesnya pada orang yang telah memukul kepalanya tersebut.
"Jangan mengatakan hal yang tidak perlu Dai-chan." Ucap Momoi yang telah memukul kepala Aomine serayamulai brjalan menghampiri Akashi dan diikuti oleh empat ekor anak cebong (?)lainnya . sedangkan Aomine hanya bisa mendengus kesal.
Saat mereka masih berjalan dengan santainya untuk menuju tempat Akashi, tiba-tiba saja terlihat dari kejauhan anak laki-laki berambut merah tersebut berdiri dan mulai mengangkat kedua tangannya yang ternyata tengah memegang seekor anak kucing tak berdosa. Prasangka buruk pun mulai terlintas di dalam otak keenam orang tersebut.
"JANGAN BANTING ANAK KUCING TAK BERDOSA ITU AKASHI/AKASHI-KUN/AKACHIN/AKASHICCHI/!" teriak enam orang itu sambil berlari ke arah anak laki-laki bersurai merah tersebut dengan slow motion ala film-film india.
Si empunya nama pun kembali menurunkan tangannya dan mengarahkan pandangannya pada orang-orang yang tengah berlari ke arahnya tersebut.
BLETAK!
"Dasar kau ini, kau pikir apa salah kucing tak berdosa itu sampai-sampai kau berniat menyakitinya!" bentak Aomine sambil memukul kepala Akashi.
"Aominecchi kau terlalu berlebihan." Ucap Kise tak tega pada Akashi.
"Diam kau, apa kau tau apa yang akan di lakukan tadi iu benar-benar kejam bodoh!" bentak Aomine pada Kise. Alhasil Kise pun mewek.
"Hweeeeeee~ Kurokocchi~" rengek Kise sambil berlari ke dalam pelukan Kuroko.
Sedangkan Momoi, Murasakibara dan Midorima hanya bisa menggelengkan kepala.
"Go ... gomensai," kericuhan pun berhenti ketika suara bergetar tersebut terdengar. "Go ... men.. nasai," ternyata Akashi lah yang mengucapkannya dengan wajah yang hampir menangis. Padahal ia sama sekali tidak berniat menyakiti anak kucing tersebut, melainkan ia ingin menjauhkan anak kucing itu dari seekor kadal burik (?) yang tengah mengganggu si anak kucing.
Melihat hal tersebut Aomine pun jadi tak tega dan merasa agak bersalah dengan apa yang ia lakukan barusan pada Akashi. "Cih! Sudahlah!" ucapnya sambil membuang wajahnya yang memerah dari hadapan Akashi.
'Manisnyaaaaa~' batin kelima orang lainnya dengan background moe moe flower.
RnR
~lapangan basket sekolah~
"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan pada Akashi-kun? Apa kita bawa ia ke rumah sakit sekarang?" tanya Momoi.
"Aku masih belum melakukan apapun padanya untuk melampiaskan balas dendamku padanya selama ini, jadi tunggu sampai aku melakukan sesuatu padanya." Ucap Aomine
"Aku juga mau!" kata Kise sambil mengangkat tanga kirinnya.
"Aish! Kalian ini." Ucap Midorima dengan ketsunderannya. Padahal dia sendiri sudah merencanakan sesuatu untuk menistai kapten 'tercintanya' itu.
"Kurochin apa kau tidak memilik makanan lagi? Aku kehabisan cemilanku." Ucap Murasakibara sambil memandangi isi bungkusan snack keripik setan Mak Icih (?) yang telah kosong.
"Tidak." Ucap Kuroko singkat namun lembut (?).
"A ... ano, apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Akashi yang tiba-tiba saja ikut nimbrung karena sedari tadi keberadaannya tidak digubris sama sekali.
"Ah tidak, ahahaha~" ucap mereka disertain tawa garing.
'Liat saja akan ku balas semua perbuatanmu selama ini padaku. Kekeke~' batin Aomine sambil tersenyum penuh arti dengan background bayangan iblis neraka yang memegang trisula.
'Akashicchi maafkan aku, tapi aku ingin kau merasakan bagaimana rasanya tertindas.' Batin Kise.
'Akashi semoga dengan begini kau bisa jadi lebih baik.' Batin Midorima sembari memetulkan kacamatanya.
'...' batin Kuroko.
'Apakah tidak ada sesuatu yang bisa aku makan lagi.' Batin Murasakibara.
'Errr~ dasar mereka itu.' Batin Momoi sambil bersweatdrop ria.
"Kenapa wajah kalian terlihat menyeramkan." Ucap Akashi dengan tampang polosnya.
"Tenang saja, kami tidak akan menyakitimu kok." Ucap Aomine masih terus tersenyum nista.
"Iya Akashicchi, tenang saja. Ahaha~" ucap Kise.
'Ya Allah kenapa perasaan aku nggak enak, tolong aku ya Allah.' Batin Akashi yang tiba-tiba jadi anak sholeh.
TBC
Yak! Chapter 2 selesai dengan anehnya. =/
Gomen apdetnya lama yah, maklum orang sibuk. XD #bletak
Hadeh~ bener kan chapter ini nggak lucu sama sekali, garing kriuk kriuk gimana gitu. ah tapi yasudahlah ya, saya mah pasrah. #apapulaini
Makasih buat yang udah ripiu, follow dan favorit fic gaje ini. Maaf aku orangnya malesan buat balesin satu-satu. *bows* *ditimpuk*
Sepertinya FF nista nan gaje ini akan saya tamatkan di chapter 3, jadi ikuti terus sampe tamat ya. oh ya jangan lupa ripiunya, 1 ripiu sangat berharga bagi kami para author. *nitikin air mata sebijik*
