(chapter 2)

Hari-hari berlalu seperti biasanya. Tapi tak ada yang berubah dengan hubungan mereka berdua. Keduanya masih menjaga jarak antara satu sama lain. Mereka hanya akan berdekatan jika keadaan memaksa mereka untuk memberikan fanservice kepada para penggemarnya. Member yang lainpun bingung bagaimana harus memecahkan bisul diantara mereka berdua.

Suatu hari di lokasi suting, semua member SJM terlihat sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Semua memanfaatkan waktu break untuk sejenak menyegarkan otak mereka yang kusut. Di tengah semua kesibukan itu Kui xian hanya berdiri termenung di sisi samping panggung. Matanya terlihat tidak fokus. Entah apa yang sedang bergulat di otaknya saat itu.

Tiba-tiba ada seseorang yang meneriakkan namanya. Dan sebelum dia bisa melihat siapa yang memanggilnya, seseorang mendorong tubuhnya hingga terjatuh dan membentur tembok. Terdengar suara brak keras saat dia membentur tembok dan orang yang mendorongnya tertimpa lampu yang tiba-tiba jatuh. Perlu beberapa detik bagi Kui xian untuk menyadari apa yang terjadi. Kepalanya masih agak berdenyut karena baru saja membentur tembok, sedangkan orang yang mendorongnya sudah tak sadarkan diri tak jauh dari tempatnya saat ini.

Salah satu staf yang secara tak sengaja tersandung kabel sehingga membuat lampu itu jatuh masih terpaku di tempatnya. Dia shock berat. Sedangkan yang lain masih bingung dan terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Kui xian yang sudah mencerna apa yang telah terjadi dengan tergesa-gesa mendekati sosok yang sudah bersimbah darah di hadapannya.

"Jangan dia, ya tuhan! Kumohon jangan dia!" Doa Kui xian dalam hati. Tapi dia tahu doanya tak akan dikabulkan. Karena dia tak akan melupakan suara high pitch yang meneriakkan namanya tadi. Dan satu-satunya orang yang memiliki suara seperti itu adalah orang yang sangat disayanginya.

Dengan perlahan dan dengan tangan yang bergetar diangkatnyalah kepala mimi ke pangkuannya.

"Mimi-ge… kau masih bisa mendengarkan aku kan?" Kui xian sedikit merasa lega saat Zhoumi masih bisa meraih tangannya.

"Kui xian… Gwechana?" tanya Zhoumi dengan suara yang lemah. Kui xian hanya bisa mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Zhoumi tersenyum setelah memastikan Kui xian-nya tidak kenapa-kenapa. Dan senyum wajah Kui xian adalah hal terakhir yang diingatnya sebelum semuanya menjadi gelap.

Kyuhyun yang melihat Zhoumi tak sadarkan diri langsung menjerit histeris.

"Mimi-ge! Jangan bercanda! Ayo bangun!" Kyuhyun terus menerus memanggil Zhoumi, tapi tetap tak ada reaksi dari Zhoumi.

Member yang lain yang masih terpaku dengan kejadian yang terjadi di depannya akhirnya bisa mengatasi rasa terkejutnya. Siwon dan Henry berusaha mengangkat Zhoumi yang sudah tak sadarkan diri dan melarikannya ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Sungmin dan Wookie berusaha menenangkan Kyuhyun yang masih histeris melihat kondisi Zhoumi. Semua sudah tak memperdulikan kelanjutan syuting, yang mereka khawatirkan adalah bagaimana keadaan Zhoumi.

Saat kyuhyun dan 4 member yang lain sampai di rumah sakit, dilihatnya Siwon dan Henry tengah berdiri di luar ruang operasi. Baju mereka kotor terkena tetesan darah yang tadi keluar dari tubuh Zhoumi. Kyuhyun langsung menanyai mereka tentang perkembangan keadaan Zhoumi.

"Siwon-hyung, Henry-ah… bagaimana kondisi Mimi-ge?"

"kami tidak tahu Kyunie.. Tadi sesampainya di rumah sakit dia masih tak sadarkan diri. Kita tunggu saja hasilnya di sini. Kita doakan semoga Mimi-ge tidak apa-apa." Siwon menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan pelan.

Mendengar penuturan Siwon, Kyuhyun mulai menangis lagi. "Mimi-ge jadi seperti ini karena aku. Kalau saja aku tidak melamun di sana.. kalau saja aku lebih cepat mendengar seruannya.. kalau saja dia tak berusaha melindungiku! Dia tak akan terluka seperti ini!" mendengar semua penyesalan Kyuhyun membuat semua member yang ada di sana meneteskan air matanya. Wookie dan Sungmin mendekati Kyuhyun dan memeluknya.

"Kyuhyun-ah… tenanglah… itu bukan salahmu… tak ada yang mengira kalau lampu itu akan jatuh menimpamu kan? Dan aku bisa memastikan satu hal! Mimi-ge tak menyesal harus merasakan sakit seperti ini. Karena dia bisa melindungi orang yang sangat dicintainya, yaitu kamu. Tapi kalau kamu masih terus menangis seperti ini, dia akan merasa sedih. Karena telah membuatmu meneteskan air mata. Karena itu tersenyumlah Kyuhyun–ah.. dan doakan semoga Mimi-ge bisa segera bersama kita lagi secepatnya." Hibur Sungmin panjang lebar.

"Ne..Minnie hyung.." jawab Kyuhyun sambil masih terisak di bahu Sungmin.

1 jam kemuadian….

Seorang dokter keluar dari ruang operasi. Siwon langsung bergegas menghampiri dokter itu dan bertanya dengan kalimat yang terpatah-patah (harap diingat mereka ada di china dan kemampuan bahasa mereka masih limited edition).

"Dok, bagaimana keadaan Mimi hyung?"

Dokter tersebut tersenyum dan ditepuknya bahu Siwon untuk menenangkannya "Keadaannya sudah membaik. Pendarahan di kepalanya juga sudah berhenti. Tidak ada yang serius. Hanya gegar otak ringan karena benturan. Sebentar lagi dia akan diantar ke ruangannya. Tapi dia masih belum sadar. Sistem pertahanan tubuhnya membuatnya tetap tertidur sampai dia siap untuk bangun lagi. Jadi tunggu saja sampai dia sadar."

Semua member menghembuskan nafas lega karena Zhoumi baik-baik saja. Yah… tidak parah lah setidaknya..

Sudah 4 jam sejak operasi itu selesai. Tapi Zhoumi masih tidak menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya. Kyuhyun yang semula sudah agak tenang mendengar keterangan dari dokter menjadi mulai khawatir. Tapi dia tak menangis lagi. Hanya duduk di samping Zhoumi dan memandang kosong ke arah wajah kekasihnya itu. Sedangkan member yang lain ada yang tertidur di sofa. Akhirnya dibangunkannya semua member yang lain..

"Siwon-hyung, Sungmin-hyung, Donghai-hyung, Eunhyuk-hyung, Wookie-ah dan Henry-ah, pulanglah ke dorm.. Istirahat.. Biar aku yang menjaga Mimi-ge..Kalian harus menjaga kesehatan.. Jangan sampai semua menjadi sakit.. Besok pagi kita masih punya skedul lain kan?"

"Semua skedul sudah diundur Kyuhyun-ah. Jadi besok kita libur."

"Kui xian-ge… aku menemanimu menunggu Mimi-ge disini ya?" si kecil Henry tidak mau pulang. Dia ingin menunggui Zhoumi sadar. Tapi Wookie dan Sungmin yang paham dengan apa yang diinginkan oleh Kyuhyun langsung menarik Henry bersamanya. Wookie berbisik di telinga Henry.

"Berikan waktu untuk mereka berdua Henry-ah… Semoga setelah ini hubungan mereka menjadi kembali seperti semula." Henry paham dan langsung memeluk Kui xian erat. "Jaga Mimi-ge untukku ya Kui xian-ge… dia gege kesayanganku!"

Setelah Henry melepaskan pelukannya Wookie sekarang yang memeluknya "Dia akan baik-baik saja Kyuhyun-ah… Jangan lupa untuk beristirahat. Jagalah kesehatanmu untuknya."

Sungmin ganti memeluknya "Percayalah pada perasaannya Kyunnie…"

Siwon hanya menepuk bahunya "Kabari kami kalau ada perkembangan ya Kyuhyun-ah!"

Donghai dan Eunhyuk memeluknya bersamaan. Mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya memeluknya dengan erat. Dan itu cukup mewakili apa yang tidak bisa mereka katakan.

Setelah semua member pulang, Kyuhyun kembali duduk di tempatnya tadi. Digenggamnya tangan Zhoumi erat.

"Mimi, ayolah bangun… Apa kamu tak ingin bertemu denganku lagi? Apa kamu tak ingin bermain denganku lagi?" kata-kata Kyuhyun terhenti. Diusapnya air mata yang kembali menetes di pipinya.

"Mimi, kamu belum mendengar perasaanku yang sebenarnyakan? Kamu pasti mengira kalau aku marah padamu. Tidak… tidak… Aku sama sekali tak pernah bisa marah padamu. Aku hanya merasa tak berguna. Kenapa aku tak bisa bersikap layaknya seorang kekasih? Aku tak bisa melindungimu seperti Siwon hyung ataupun Heechul hyung. Aku juga tak bisa memahamimu seperti Henry. Apa aku yang seperti ini masih layak untuk tetap berada di sisimu?" setelah mengeluarkan semua unek-uneknya Kyuhyun merebahkan kepalanya di samping tubuh Zhoumi. Masih digenggamnya tangan Zhoumi dengan erat. Air mata terus membasahi pipinya. Tapi dia hanya diam. Tak tahu lagi harus mengatakan apa. Tiba-tiba keheningan malam itu dipecahkan oleh suara HP.

Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Dasi ileoseol geoya

Naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
Himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
Huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

Kyuhyun tersentak saat mendengar sepenggal lirik lagu yang baru-baru dia nyayikan sebagai ost dari sebuah drama. Seingatnya ringtone hpnya bukan lagu ini. Mungkinkah milik Zhoumi? Tapi terakhir kali ringtone hpnya adalah penggalan single terbaru "perfection". Kyuhyun bangkit dan mengacak-acak tas yang tadi ditinggallkan Siwon hyung. Ditemukannya benda yang masih mengeluarkan kopian suaranya itu. Kontak dengan nama "Li Te-Ge" terlihat di layar handpone dan ia segera menjawab telepon itu.

"Yoboseyo."

"Kyuhyun-ah?"

"Waeyo hyung?"

"Bagaimana keadaan Mimi? Siwon baru saja mengabari kalau kalian mengalami kecelakaan. Mimi sudah sadar?" ucap Leeteuk di seberang telepon.

"Belum hyung. Mimi-ge masih belum sadar. Dia masih terrtidur terus. Padahal sudah 8 jam sejak dia tak sadarkan diri. Tapi belum ada tanda-tanda kalau mimi-ge akan bangun." Suara Kyuhyun pecah. Dia tak bisa menahan kesedihannya.

"Kyuhyun-ah… kamu tidak apa-apa kan?"

"Ne hyung. Aku baik-baik saja. Aku hanya khawatir pada Mimi-ge. Mimi-ge jadi seperti ini karena berusaha melindungiku. Dan sekarang aku hanya bisa diam melihat dia terbaring. Tak melakukan apa-apa. Aku benar-benar orang yang tak berguna hyung." Kyuhyun menumpahkan sebagian bebannya kepada Leeteuk. Entah kenapa mendengar suara Leeteuk selalu membuatnya ingin mengungkapkan semua yang bergulat di hatinya.

"Kyhyunie… jangan menyalahkan dirimu sendiri. Itu pilihan Mimi. Saat melihat lampu itu akan jatuh, Mimi sadar dia hanya punya dua pilihan. Hanya melihatmu, orang yang sangat dikasihinya tertimpa lampu itu di depan matanya atau menggantikanmu menerima lampu itu. Kamu jangan bersedih lagi. Kalau kamu bersedih, dia juga akan sedih. Tersenyumlah Kyuhyunie. Sambut dia dengan senyum. Senyummulah yang sangat dibutuhkan Mimi saat ini. Dan kamu bukannya tidak melakukan apa-apa. Hanya dengan menemani Mimi disisinya itu sudah sangat berarti untuk Mimi. Arraseo Kyuhyun-ah?" nasehat Teukie hyung panjang lebar.

"Ne… gomawo hyung…"

"Istirahatlah Kyuhyunie… Tidurlah walau Cuma sebentar. JANGAN lupa menjaga kesehatanmu. Jangan sampai kamu juga jatuh sakit. Kamu ingin merawat Mimi kan?"

Kyuhyun mengangguk. Tapi baru dia sadar kalau Teukie hyung tak bisa melihat jawabannya.

"Ne hyung… Aku tidur dulu. Jiljaeyo hyung…"

"Jiljaeyo Kyuhyunie…"

Sambungan telepon pun terputus. Kyuhyun beranjak dari tempatnya berdiri dan kembali duduk di samping ranjang Zhoumi. Karena sudah lama dia tak memegang handpone Zhoumi, dia jadi penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Apa sudah ada yang ditambahkan Mr. Gentle koalanya di HPnya. Di bukanya di bagian file manager. Ada tambahan folder yang diberi nama "My Kui Xian". Dalam folder itu hanya berisi lagu-lagu solo yang dinyanyikan olehnya, video perform yang hanya fokus padanya, dan banyak sekali fotonya. Melihat isi handpone itu membuat Kyuhyun menangis dan tersenyum dalam waktu yang bersamaan.

"Mimi Pabo…" ucapnya lirih.

Kyuhyun yang merasa mengantuk merebahkan kembali kepalanya di samping Zhoumi. Digenggamnya lagi tangan Zhoumi yang besar. "Jiljaeyo, Mimi-ge… segeralah bangun… aku merindukan senyummu.." tak dibutuhkan waktu lama bagi Kyuhyun untuk tidur. Dua menit kemudian dia sudah tidur dengan mata yang meneteskan air mata dan bibir yang tersenyum.

**Zhoumi POV**

Dimana aku berada? Kenapa semuanya gelap? Kenapa aku bisa ada di sini? Aigo…. Kepalaku sakit sekali. Seperti ada ribuan paku kecil yang menancap di kepalaku. Apa yang telah terjadi?

Ditengah semua perasaan tak menentu dan semua rasa sakit ini, tiba-tiba aku teringat Kui xian yang menangis di hadapanku.. Ah… Aku ingat.. Aku tertimpa lampu itu.. Waktu itu masih break syuting. Dan aku masih berdiri di tengah panggung. Berkonsultasi dengan stylist kami. Mungkin aku terlihat fokus sepenuhnya padanya, tapi sebenarnya semua pikiran dan pandanganku hanya fokus pada seseorang yang sedang melamun di samping panggung.

Yah… Orang yang sangat kucintai sedang melakukan hobinya yang baru. Melamun. Tidak lagi main game, tidak lagi mengganggu member yang lain, tidak lagi menyakiti hatiku dengan terus bersama Minnie-ge, tapi dia menyayat hatiku dengan ekspresinya yang datar dan matanya yang kosong. Melamun… Itulah yang dilakukannya berhari-hari ini. Dimanapun dia berada, hanya itulah yang dilakukannya. Sudah lama sekali rasanya terakhir kali aku mendengar suara cerianya.

Tiba-tiba saja ada seorang staff yang tersandung kabel yang memang banyak terjulur di sana-sini. Kemudian aku melihat lampu itu mulai bergoyang. Lampu yang tepat berada di samping Kui xianku. Ya tuhan… Dia bisa tertimpa lampu itu. Dan apa yang masih dilakukannya. Dia masih melamun! Tak sadarkah dia dengan apa yang terjadi. Kuteriakkan namanya ketika aku berlari menghampirinya. Dia mendengar seruanku tapi dia masih mematung di tempatnya berdiri tadi. Akhirnya kudorong tubuhnya ke dinding. Tapi aku terlambat beberapa detik. Sebelum aku bisa menyingkir, lampu itu sudah menyerempet kepalaku. Terdengar suara brak keras ketika Kui xian terjatuh menabrak tembok dan ketika lampu itu pecah.

Setelah itu yang kuingat hanyalah gambar-gambar samar dan suara yang tidak jelas. Aku terbaring di lantai dengan kepala yang mulai mengeluarkan darah. Kui xian masih shock. Dia belum bergerak dari posisinya. Apa ada yang terjadi padanya? Apa aku mendorongnya terlalu keras. Kemudian tiba-tiba dia sudah ada di sisiku. Mengangkat kepalaku pelan-pelan dengan tangan yang bergetar.

"Mimi-ge kamu masih bisa mendengarkan aku kan?" kudengar suara yang sangat kukagumi itu. Aku tak menjawab pertanyaan itu. Aku hanya ingin memastikan kui xian baik-baik saja.

"Kui xian? Gwechana?" panggilku dengan lemah. Kemana suaraku? Aku tak ingin membuatnya khawatir. Kulihat dia mengangguk tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Syukurlah dia tak apa-apa. Sekarang aku ingin tidur di pangkuannya sebentar saja. Akhirnya kusunggingkan senyumku untuk menenangkannya. Dan kegelapan pekat langsung menerpaku.

Sudah berapa lama aku berada dalam kegelapan ini? Aku harus bangun. Aku tidak ingin membuat orang-orang mengkhawatirkan keadaanku. Dan aku tak ingin membuat Kui xian menangis karena mengkhawatirkanku. Mungkin bagi orang lain dia adalah evil maknae yang cuek dan usil. Tapi bagiku dia adalah seseorang yang memiliki hati yang sangat lembut. Dia akan menangis sendiri jika ada yang melukai hatinya. Dan aku tak ingin aku membuatnya menangis lagi. Aku ingin membuka mataku. Tapi kenapa rasanya berat sekali untuk membuka mataku ini?

Kubuka mataku dengan perlahan. Butuh waktu agak lama bagi mataku untuk menyesuaikan dengan terangnya cahaya yang telah kutinggallkan selama berjam-jam ini. Kuedarkan pandanganku ke ruangan di sekelilingku. Semuanya berwarna putih. Rumah sakit tentunya… Kuhembuskan nafas pelan.. Hah… Rambut ini menggangguku. Ingin ku singkirkan rambut yang menutupi mataku. Tapi tanganku terasa berat sekali. Ada yang menggenggam tanganku dengan erat.

Kutolehkan kepalaku untuk melihat seseorang yang terus menggenggam tanganku dalam tidurnya. Walau tanpa melihatpun aku sudah tahu siapa yang akan menemaniku disini. Tak lain dan tak bukan adalah Kui xianku. Kulihat wajah tidur. Wajah yang polos dan tenang. Tapi entah apa yang ada di balik wajah itu. Kulihat bekas air mata yang telah mengalir di pipinya. Matanya bengkak menyerupai panda. Karena menangis atau karena kurang tidur? Aku sudah membuatnya menangis lagi.

Waktu berlalu. Aku tak ingin mengganggu tidurnya. Aku hanya terus memandangi wajahnya sambil mencerna semua yang telah terjadi selama ini. Sudah berapa lama aku tak lagi melihat wajah tidurnya. Sepertinya sudah lama sekali. Sejak aku bertindak konyol dengan menuruti semua rasa cemburuku.

Setelah aku punya waktu untuk berfikir jernih seperti sekarang ini, aku baru tahu betapa bodoh dan egoisnya aku. Hanya karena rasa cemburuku yang berlebihan aku telah menyia-nyiakan waktuku dengan Kui xian.

Seharusnya aku sadar dari semula bahwa Minnie itu member baru di SJM. Kui xian tentunya ingin membantu hyung yang sangat disayanginya itu untuk melewati ini semua. Aku sudah pernah merasakannya. Tak mudah menjadi member baru. Ada banyak cobaan yang harus dihadapi. Belum lagi faktor bahasa yang biasanya menjadi kendala terbesar. Dan apa yang telah kulakukan saat itu? Aku malah menjaga jarak karena aku merasa cemburu… Aku yang seharusnya membantunya malah membiarkannya berusaha sendiri. Tapi dia tak pernah mengeluhkan sikapku sampai saat ini. Dia hanya diam.

Perlahan kusentuh pipinya yang kelihatan semakin pucat. Mungkin sejak kemarin dia belum makan dan hanya duduk disini menemaniku. Kui xian, maafkan kebodohanku. Aku berjanji akan memperbaiki segalanya.

Mungkin aku terlalu keras saat menyentuh pipinya. Karena sekarang kulihat matanya perlahan-lahan terbuka. Matanya tak lagi kosong tapi penuh dengan cinta. Digenggamnya tanganku dan dipanggilnya namaku pelan. "Mimi?"

** End Zhoumi POV**

Kyuhyun merasakan ada jemari yang menyentuh pipinya pelan. Ah… rasanya nyaman sekali. Perlahan-lahan dibukanya matanya. Ternyata orang yang sangat disayanginya sudah sadar dan memandangnya dengan sayang. Digenggamnya tangan zhoumi yang masih menyentuh pipinya.

"Mimi?"

Kyuhyun melihat mata zhoumi bersinar saat dia memanggil namanya. "Maaf aku membangunkanmu Kui xian." Ucapnya serak sambil terus membelai Kyuhyun.

Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa, dia masih menikmati sentuhan Zhoumi di pipinya. Dipandanginya Zhoumi dengan berbagai perasaan yang bergolak di hatinya. Tanpa terasa air mata yang telah mengalir semalaman kini mengalir lagi di pipinya. Zhoumi kaget melihat Kui xian yang menitikkan air mata lagi.

"Kamu kenapa Kui xian? Ada yang sakit? Aku kemarin mendorongmu terlalu keras ya?" tanya Zhoumi bertubi-tubi.

Kyuhyun masih menangis dalam diam. Dia hanya menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Zhoumi. Zhoumi jadi bingung dan sedih melihat Kyuhyun menangis di hadapannya. Akhirnya dia hanya membiarkan Kyuhyun menangis dan ganti membelai rambut Kyuhyun. Tak berapa lama kemudian Kyuhyun menghentikan tangisnya. Terlihat matanya masih sembab dan suaranya masih bergetar. Tapi dia bangun dan mengambilkan Zhoumi air putih.

"Mimi… Minumlah.. Gege tidak minum sama sekali sejak kemarin." Diletakkannya gelas itu di meja dan dibantunya Zhoumi untuk menaikkan kepalanya. Dibantunya Zhoumi untuk meminum air itu. Zhoumi sangat tersentuh dengan semua yang dilakukan Kyuhyun. Mungkin Kyuhyun belum banyak berbicara, tapi semua yang dilakukannya dalam diam sudah mewakili semua yang tidak dikatakannya.

Setelah membantu Zhoumi berbaring dengan posisi yang nyaman, Kyuhyun beranjak dari samping ranjang Zhoumi. Diambilnya handponenya yang sedari kemarin terus berada di tasnya. Terlihat banyak sekali daftar panggilang tak terjawab dan pesan yang masuk. Diabaikannya semua itu. Dia langsung memanggil salah satu nama yang ada di dalam daftar paling atas buku teleponnya. Tak lama kemudian ada sahutan dari orang yang ada di seberang sana.

"Yoboseyo, Kyuhyun-ah?" terdengar suara Siwon di seberang sana.

"Siwon hyung, Mimi-ge sudah sadar."

"Bagaimana keadaannya? Baik-baik saja atau ada yang tidak beres?"

"Baik hyung.. tadi juga sudah bisa minum. Walaupun hanya beberapa teguk."

"OK. Sebentar lagi kami kesana. Kyunnie, mau titip sesuatu?"

"Tidak hyung."

"Ya sudah… Tunggu disana ya?"

Setelah telepon dengan Siwon terputus, Kyuhyun langsung menghubungi nomor Leeteuk.

"Teukie hyung?" katanya pelan.

"Ne Kyunnie.. Ada apa?"

"Mimi-ge sudah sadar."

"Wah… Bagus… Keadaannya baik kan?"

"Baik… Sepertinya tak ada yang salah dengannya." Kyuhyun hanya menjawab pertanyaan leeteuk dengan singkat. Leeteuk jadi khawatir mendengar kyuhyun yang hanya bicara sepotong-potong.

"Kyunnie… Kamu baik-baik saja kan?"

"Ne hyung. Wae?"

"Benar kamu tidak apa-apa? Hyung hanya merasa aneh. Mimi sudah sadar tetapi kenapa sepertinya kamu tidak senang? Benar kan?"

"Aku senang kok… eh, sebentar ya hyung.." Kyuhyun tak menjelaskan apa-apa. Tapi Leeteuk bisa mendengar suara pintu terbuka dan tertutup. Pastinya Kyuhyun keluar dari ruangan tempat Zhoumi dirawat.

"Hyung?" terdengar lagi suara Kyuhyun dengan jelas.

"Ne… Kyunnie mau cerita apa?"

"Hyung, aku merasa sangat tak berguna dan merepotkan."

"Kyunnie jangan berfikir seperti itu!" Leeteuk sedikit kaget dengan perkataan Kyuhyun. Bagaimana bisa anak itu berfikir kalau dia tak berguna? Merepotkan memang mungkin kadang-kadang. Tapi tak berguna? Tak mungkin. Leeteuk terdiam sejenak. Bingung memilah kata-kata untuk Kyuhyun.

"Tapi benar kan hyung? Aku tak pernah bisa membantu Mimi. Yang bisa kulakukan hanya merepotkannya. Aku juga egois. Aku selalu cemburu pada siapapun yang dekat dengan Mimi. Bahkan pada Siwon hyung, hyung!" tanpa sengaja suara Kyuhyun menjadi lebih keras dari yang dimaksudkannya.

"Eh… Siwon? Bagaimana bisa?" Leeteuk semakin kaget dengan kata-kata Kyuhyun. Apa yang terjadi pada magnaenya ini? Kenapa pikirannya jadi kacau begini? Dia jadi geleng-geleng sendiri di seberang sana.

"Sejak persiapan comeback SJM mereka sering terlihat berbicara dengan akrab."

"Tapi itu biasa kan Kyunnie? Keluarga kita kan memang akrab. Kau juga akrab sekali dengan Minnie kan?"

"Tapi ini kelihatannya beda hyung!" Kyuhyun cemberut karena Leeteuk tak paham dengan apa yang dimaksudnya.

"Dimana bedanya Kyunnie?" jawab Leeteuk sabar.

"Ya beda saja. Mereka kelihatan mesra."

"Ukh… Kyunnie… Itu…" Kata-kata Leeteuk terhenti. Digantikan suara tawanya yang khas itu. Kyuhyun tambah cemberut karenanya.

"Teukie hyung! Kenapa malah tertawa?"

"Hahahaha… sebentar… Kyu…" Leeteuk malah terus melanjutkan tawanya. Setelah kyuhyun bosan menunggu akhirnya Leeteuk bisa mengontrol tawanya.

"Kyu… Kyu… ternyata kamu memang magnae!" ujar Leeteuk di sela-sela tawanya.

"Maksudnya?"

"Walaupun penampilanmu saat show itu sangat manly, tapi pikiranmu masih seperti anak kecil. Semua masalahmu kan hanya karena kamu cemburuan!"

"Yak hyung! Jangan blak-blakan gitu dong!"

"Kyunnie, kalau menurut hyung, daripada kamu marah-marah gak jelas gara-gara cemburu, bagaimana kalau kamu langsung tanya ke Mimi bagaimana sebenarnya hubungannya dengan Siwon?"

"Malu ah hyung! Ntar Mimi tahu kalau aku cemburu pada Siwon hyung!"

"Mimi sudah biasa kamu cemburuin Kyu!"

"Eh hyung… Mimi beneran suka ma aku gak thoh? Kok yang cemburu selalu aku? Mimi sepertinya gak pernah cemburu."

Mendengar pertanyaan polos Kyu malah membuat Leeteuk tertawa makin keras. "Hahaha… Kyu.. Kamu memang masih kecil! Hyung gak mau komentar… Coba kamu pikir sendiri!" Dia terdiam sejenak. "Tapi daripada mikir sendiri, lebih baik kamu tanya ke Mimi langsung aja. Eh, udah dulu ya Kyunnie! Hyung harus segera on air! Salam buat Mimi!" tanpa menunggu balasan dari kyuhyun, Leeteuk langsung memutuskan hubungan. Kyuhyun malah masih berdiri terpaku mencerna pembicaraan terakhirnya dengan Leeteuk.

Kyuhyun masih bersandar pada dinding sambil berpikir. Dia belum berani masuk dan berbicara langsung dengan Zhoumi. Dia masih ingin berfikir. Sepuluh menit kemudian member yang lain datang. Mereka terkejut melihat Kyuhyun di luar, bukannya menemani Zhoumi di dalam. Sungmin yang melihat dongseng kesayangannya terpaku seperti itu langsung berlari dan memeluk bahu Kyuhyun. Mulanya Kyuhyun kaget ketika ada orang yang tiba-tiba merangkulnya, tapi setelah melihat siapa yang memeluknya dia langsung merasa rileks.

"Minnie hyung?" katanya pelan.

"Capek Kyunnie?"

"Ne…"

"Kalau begitu Kyunnie pulang saja. Biar kami yang menjaga Mimi di sini."

"Tapi aku masih ingin menemaninya hyung!"

"Nanti masih bisa kan? Sekarang pulanglah! Mandi, makan dan istirahat. Kamu juga butuh waktu untuk berfikir kan?" kata Sungmin penuh arti.

"Hyung tahu?"

"Tahulah… tapi hyung ingin lihat bagaimana caramu mengatasinya, jadi hyung diam saja. Mianhe Kyu!" Katanya dengan memasang puppy eyesnya.

"Tak apa-apa hyung. Sudahlah! Ayo masuk!" Kyuhyun masuk mendahului Sungmin. Dilihatnya Zhoumi yang sedang berbicara dengan member yang lain. Dengan pelan dibereskannya tasnya. Setelah beres dihampirinya Zhoumi.

"Mi, aku pulang dulu ya?" Pamitnya pada Zhoumi.

"Ne… istirahatlah Kui xian. Hati-hati!"

Entah setan apa yang menempel pada Kyuhyun, dia yang selama ini jarang menyentuh Zhoumi dulu tiba-tiba mencium kening Zhoumi pelan.

"Wo ai ni, Mimi." Ucapnya pelan.

Tanpa berpamitan pada yang lain, Kyuhyun langsung meninggalkan ruangan itu. Dia merasa sangat malu dengan apa yang baru saja dilakukannya sehingga muncul gurat-gurat berwarna merah muda di pipinya. Member yang lain dan Zhoumi masih syok dengan apa yang baru dilakukan Kyuhyun. Dan mereka baru sadar dari "bengongnya" saat terdengar suara pintu tertutup dengan cukup keras. Seketika semuanya menyoraki Zhoumi.

"Mimi-ge… selamat!" ucap Henry sambil memberikan pelukan hangat pada Zhoumi.

"Penantianmu tak sia-sia hyung!" sang religius leader memberikan petuahnya.

"Wow…" kata Sungmin dan Wookie berbarengan.

"Kyu sudah besar!" yang terakhir ini kata-kata EunHae.

Zhoumi hanya senyum-senyum gak jelas mendengar semua komentar temannya.

.

.

Tbc

.

.

Mian… jongmal mianhe baru bisa apdet sekarang. Bingung mau gimana nulisnya. Walopun sudah mikirin plot cerita ini. Tapi berhubung saya bukan orang bahasa, lumayan susah juga buat nulis cerita. Dan maaf kalo alur ceritanya makin g jelas. Maklum ini fanfic pertama saya… dan makasih buat yang sudah mau mereview tulisan gak mutu saya ini. Dan doakan saja saya bisa segera bisa menyelesaikan fict ini..

Balasan review….

LittleLiappe : he..he..makasih..cemburuannya aneh ya? Mian.. mian.. saya sendiri bingung gimana menunjukkan ekspresi cemburu saya…

Sulli Other : Iya chingu… ini FF Qmi… satu-satunya couple yang saya akui di antara seluruh couple yang ada di suju (maklum saya kyumi shipper). Ini udah apdet kan..

Arisa Adachi : makasih sarannya chingu… mian.. kemarin karena terburu-buru langsung saya publish tanpa saya edit dulu. di chapter dua ini sepertinya sudah saya edit. Semoga gak ada yang kelewatan lagi.

RizmaHuka-Huka : Yup… ini FF Kyumi.. ini udah apdet..

Mrs. Zhou : hehe… sekali ini saya buat mereka berdua sama-sama cemburu.. jangan nikahin mimi.. ntar Kui xian sama siapa? Gimana lanjutannya FF yang saranghae songsaenim chingu? Kok blum lanjut-lanjut?