Disclamer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance
Pairing : SasuNaru
Rated : M
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Please Tell Me Your Name!
"Namaku…" kata pria tersebut dengan serius, Naruto mulai mendekatkan telingannya hanya untuk mendengar lebih jelas nama pemuda yang berniat membebaskannya itu "Namaku…SSsst sepertinya itu bukanlah hal yang penting" lanjut pria tersebut sembari tertawa kecil, sementara Naruto mengembungkan pipi-nya karena kesal "Sudahlah lebih baik kau dengarkan dan lakukan semua rencana yang telah aku susun" kata pria itu, mau tidak mau Naruto melupakan kekesalannya dan mulai mendengarkan penjelasan pria itu
Naruto mendengarkan penjelasan pria itu dengan teliti. Tapi itu tidak menutup kebingungan Naruto terhadap pria ini. Naruto tidak mengerti kenapa pria ini mau membebaskan Naruto. Membebaskan Naruto adalah hal yang paling berbahaya karena kau tidak akan pernah tahu apa yang akan Sasuke lakukan jika mengetahui ada seseorang yang mencoba mengusik 'milik-nya'. Entahlah untuk saat ini Naruto tidak begitu peduli dengan pemikiran pria ini. Yang jelas Naruto sudah sangat bersyukur karena tuhan telah mengirimkan pria ini untuk membebaskannya. Tapi tetap saja Naruto ingin menanyakan alasan pria ini.
"Apa alasanmu membebaskanku?" tanya Naruto "Kau tahu kan, Sasuke akan menghukummu habis-habisan jika ia tahu kau berniat membebaskanku" jelas Naruto sembari mengingat kekejaman Sasuke yang pernah ia rasakan. Mungkin Sasuke akan menguliti dan membakar pria itu hidup-hidup atau mungkin memberikan sebuah hukuman yang tidak kalah kejam dari itu
Pria itu menghela nafas "Sebenarnya aku malas untuk melakukan semua ini" kata pria itu sembari memperhatikan ruangan ini baik-baik "Tapi aku sudah berjanji pada seseorang jika aku akan menjagamu" lanjut pria itu sembari menatap sebuah jendela kecil yang berada di dinding atas ruangan gelap tersebut "Kau tahu?" tanya pria itu lalu memandang Naruto "Aku tidak ingin arwahnya mengangguku gara-gara aku tidak menepati janjiku" lanjut pria tersebut
'Janji? Pada siapa?' tanya Naruto pada dirinya sendiri. Ia sudah yakin pria di hadapannya tidak akan memberitahukan kepada siapa ia berjanji, bukan begitu? Nama saja ia tidak berikan, apalagi hal yang lebih dari itu?
"Tugasmu hanya keluar dari tempat ini ketika sore menjelang, setelah kau mendengar sebuah ledakan" kata pria tersebut lalu berdiri "Ini, simpan baik-baik atau rencana kita akan gagal" lanjut pria sembari melemparkan sebuah benda kecil pada Naruto sebelum ia melangkahkan kaki ke luar ruangan yang gelap ini
Naruto memandang sebuah benda kecil yang berada di telapak tangannya "I..ni ba..gai…nama ia men…dapat…kan..nya?" tanya Naruto gugup sembari memperhatikan baik-baik kunci yang berada di gengamannya "Hebat" kata Naruto sembari berdiri dan melangkahkan kaki-nya menuju kamar mandi
Perlahan-lahan Naruto mengaitkan kunci yang ia dapatkan ke kunci kamar mandi -yang terdapat sebuah gantungan-. Kamar mandi di ruangan ini hanya Naruto yang mengunakan, jadi ia sudah cukup yakin jika Sasuke tidak akan menyadari sebuah benda asing telah berani menerobos ruangan ini. "Rencana ini pasti akan berhasil" kata Naruto dengan semangat lalu keluar dari dalam kamar mandi dan menutupnya rapat-rapat.
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Naruto sedang duduk diam sementara mata shapirnya memandang ke arah pintu. Memang terlihat sangat membosankan. Tapi itu adalah segelincir dari beberapa hal yang dapat Naruto lalukan semenjak Sasuke mengurungnya seminggu yang lalu. Sebenarnya Naruto bisa saja tidur untuk mengurangi rasa bosannya, tapi itu bukanlah pilihan yang baik. Karena jika Naruto melakukan itu, dapat dipastikan Naruto akan mendapat mimpi buruk. Ia akan bermimpi tentang orang tuanya, kakak, lalu,,, ah sudah jangan menjabarkan hal-hal itu di sini.
Krekkk
Naruto memandang pria yang masuk dengan tatapan tajam, ia sangat tidak mengharapkan kedatangan pria itu sekarang "Mau apa kau?" tanya Naruto dingin
Pria itu tidak bergeming dengan pertanyaan Naruto. Ia tetap melangkahkan kakinya ke arah Naruto dan berhenti tepat di hadapan Naruto yang tengah duduk di lantai "Aku hanya ingin melanjutkan permainan kita tadi" kata Sasuke dingin dan membalas tatapan tajam Naruto "Kita mulai sekarang" ajak Sasuke lalu melepas dasi yang mengganggunya, kemudian menarik paksa tubuh Naruto ke atas ranjang
Naruto memberontak ketika Sasuke mencoba untuk menciumnya. Ia berusaha mendorong Sasuke untuk menjauh dengan kedua tangannya "Kau ini" guman Sasuke lalu ia mulai mengambil dasi yang terletak di lantai, dan dengan cepat, ia mengikat kedua tangan Naruto "LEPASKAN!" teriak Naruto lalu kakinya yang dapat bergerak bebas, ia gunakan untuk menendang tubuh Sasuke yang berada di atasnya. Tapi, setelah mendapatkan perlakuan itu dari Naruto, Sasuke justru tersenyum kecil lalu menduduki kaki Naruto dengan tubuhnya hingga Naruto tidak dapat bergerak dengan leluasa.
Sasuke mulai menjilati leher jenjang Naruto, kemudian menggigitnya sedikit keras sehingga menimbulkan bekas merah yang sangat mencolok. Sasuke melakukan itu di sepanjang leher Naruto hingga membuat Naruto sedikit mendesah. Setelah puas dengan leher jenjang itu, tangan Sasuke mulai meraba dada Naruto hingga menemukan dua tonjolan yang mulai mengeras di sana. Lalu tanpa peringatan, ia dekatkan wajahnya pada salah satu tonjolan itu, lalu ia jilati, kulum, dan sedikit mengigitnya. Sementara itu, tangan Sasuke yang lainnya tidak kalah beringas dengan mulutnya, tangan pucat itu mulai menekan, memilin, serta mengelus tonjolan berwarna merah muda tersebut.
"Sa..hah… hah.. suke… hen… hemmnn… tikan… ahh shh hmm" kata Naruto di sela-sela desahannya. Sasuke yang mendengar itu menghentikan aktivitasnya, ia dekatkan wajahnya hingga setara dengan Naruto
"Kau menikmatinya bukan?" tanya Sasuke sembari menjilati pipi Naruto, Naruto hanya menggeleng, dan itu membuat Sasuke menyeringai "Tapi…" tangan Sasuke mulai turun hingga menyentuh sesuatu di bawah sana "Tubuhmu berkata lain, Naru" lanjutnya lalu meremas kejantanan Naruto yang sudah mulai mengeras, hal itu menyebapkan Naruto menutup matanya dan mengigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan desahan yang akan membuat Sasuke serasa menang "Keluarkan saja suaramu, Naru" kata Sasuke lalu menjilati serta mengigit kecil lidah bawah Naruto
"Ahhh… Shh… Hmmmnn" desah Naruto, dan kini Naruto sangat yakin jika Sasuke tengah tersenyum penuh kemenangan
"Aku suka suaramu" kata Sasuke, ia memang senang mendengar suara Naruto, apalagi jika suara itu adalah suara nikmat akibat perbuatannya. Setelah puas mendengar suara Naruto dengan cepat ia melepaskan celana yang digunakan Naruto dan melemparkannya entah kemana
Sekarang tubuh Naruto sudah polos, tanpa sebuah kain yang menutupinya. Dan kejantanannya-pun sudah mengeras sempurna. Sasuke mendekatkan wajahnya pada kejantanan Naruto, lalu mencium ujung kejantanan Naruto dengan bibirnya "Itadakimasu" kata Sasuke sebelum memasukan kejantanan Naruto dalam mulutnya. Tubuh Naruto seakan bergetar hebat ketika ia merasakan kejantanannya menyetuh sebuah benda yang basah dan hangat. Sementara Sasuke terus mengulum, dan menggigit kecil kejantanan Naruto yang ada dalam mulutnya sembari mendengarkan desahan Naruto yang semakin keras.
"Ahh… Sa..suke Hmmmmnn"
Tidak hanya itu yang Sasuke lakukan, perlahan-lahan ia menusupkan satu tangannya ke pungung Naruto, lalu turun hingga ia menemukan sebuah lubang yang sangat sempit. Dalam sekali sentak tiga jari Sasuke menerobos langsung lubang tersebut "AKHHH HENTIKAN!" teriak Naruto ketika jari-jari Sasuke mulai bermain di dalam lubang Naruto, dan kini bukan hanya teriakan yang keluar, namun juga air mata yang mulai menetes di pelupuk mata Naruto.
"Akh… hmmnn ssshhh"
Entah apa yang harus Naruto katakan. Sungguh ia merasakan sakit yang luar biasa ketika jari Sasuke memasuki lubangnya tanpa pemanasan, ditambah lagi mulut Sasuke yang tidak henti-hentinya mempermainkan kejantanannya. Tapi di sisi lain Naruto juga merasakan sensasi yang luar biasa ketika dalam waktu yang bersamaan Sasuke menyentuh sebuah titik di dalam sana serta menyentuh ujung kejantanannya dengan lidahnya yang basah.
Sasuke merasa Naruto sudah hampir mencapai klimaks, tapi tidak semudah itu ia membiarkan Naruto mencapai klimaksnya. Sasuke segera menarik jarinya serta melepaskan kulumannya ketika naruto hampir mencapai klimaks. Tentu saja Naruto merasa sedikit kesal. Sasuke mulai melepaskan celannya dan memperlihatkan batang kejantanannya yang telah mengeras sempurnya. Tangannya mulai melebarkan kaki Naruto dan ia dekatkan kejantannya pada lubang anus Naruto kemudian menerobosnya dengan sekali hentak.
"AKCHHHH" jerit Naruto, tangannya mencengkram seprei dengan erat, dan peluhnya mulai membasahi sekujur tubuh Naruto. Lalu tanpa persetujuan, Sasuke menarik batang kejantanannya hingga hanya beberapa mili yang tertinggal di dalam tubuh Naruto lalu kembali nemerobosnya dengan kasar –sama seperti permainan sebelumnya. Setelah beberapa sodokan, Sasuke menarik tubuh Naruto dalam bekapannya lalu menaik turunkan pingang Naruto dengan ritme yang sangat cepat.
"Ber… ahh….henti hmmnn"
Sasuke tidak mempedulikan perkataan Naruto, dan ketika Naruto hampir mencapai klimaksnya. Tangan Sasuke memegang erat kejantanan Naruto kemudian, salah satu jarinya menutup sebuah lubang yang berada di ujung kejantanan Naruto tanpa menghentikan gerakannya. Kontan hal itu membuat Naruto frustasi "Lepaskan" pinta Naruto, tapi Sasuke sama sekali tidak mempedulikannya
Beberapa kali gerakan mampu membuat Sasuke di ujung batas. Ia melepaskan gengamannya lalu dalam detik berikutnya, Naruto dan Sasuke sama-sama mencapai klimaks "Kau benar-benar kejam hah hah hah" kata Naruto sembari mencekram pundah Sasuke dengan keras "Aku mem hah hah membencimu" lanjutnya dengan nafas tersenggal-senggal
Sasuke yang mendengarnya sedikit menarik nafas lalu melepaskan kejantanannya dan membiarkan Naruto terkulai lemas di atas ranjang "Akan ku buat kau menyukaiku" kata Sasuke datar sembari menatap Naruto tajam
"Tidak akan" balas Naruto dengan yakin "Karna aku hah hah hosh hosh mencintai SAI, kau tau itu kan?" jelas Naruto dengan memberi penekanan pada kata 'Sai'
PLAK
Sebuah tamparan melayang ke pipi Naruto dengan keras "Sudah ku bilang jangan sebut-sebut lagi namanya" kata Sasuke sedikit emosi "Harus berapa kali aku katakan itu padamu?" tanyanya sembari menyentuh pipi Naruto yang baru ia tampar "Kau harus melupakannya"
"Tidak, aku tidak akan melupakannya"
PLAK
"Percuma saja, semakin kau menyuruhku, semakin aku mengingatnya" kata Naruto lalu mencoba duduk "Karna dia jauh lebih baik dibanding kau" kata Naruto sembari tersenyum, membuat kemarahan Sasuke di ambang batas
BUKKK
Sasuke yang kehilangan krontrol memukul wajah Naruto hingga badan Naruto membentur tembok di belakanngnya "Kau" kata Sasuke geram sembari mencekik leher Naruto "Jangan sampai aku melukaimu lebih dari ini gara-gara Sai" katanya lalu melepaskan tangannya dari leher Naruto
Untuk beberapa menit mereka terdiam, sampai akhirnya Sasuke kembali memakai pakaiannya dan berjalan meninggalkan ruangan gelap ini 'Sai, kau benar-benar licik' batin Sasuke ketika mengunci kamar Naruto.
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Tangan Naruto menyentuh ujung bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah akibat pukulan Sasuke. Tapi Naruto tidak terlalu mempedulikan hal itu, setelah melihat cahaya oranye mulai masuk melalui jendela yang memandakan bahwa matahari mulai tenggelam 'Sudah saatnya' batin Naruto lalu segera memakai pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil sebuah kunci yang akan membawanya pada kebebasan!
DUARRRRRrrrr
Naruto langsung tersenyum ketika mendengar suara ledakan itu. Dengan cepat ia melangkah menuju pintu tanpa memedulikan rasa sakitnya. Perlahan-lahan, Naruto mulai memasukan kunci dan membuka pintu secara perlahan. Dan mata Naruto sedikit membulat ketika melihat spria itu ada di depan ruangannya "Ayo cepat" kata pria itu sembari menggandeng tangan Naruto dan membawa Naruto pergi
Setelah beberapa menit mereka berjalan akhirnya mereka sampai ke gerbang samping yang sama sekali bebas dari penjaga "Sekarang, kau keluar dari pintu itu" jelas pria tersebut sembari memperhatikan keadaan keliling "Kau akan langsung berhadapan dengan jalan raya, lalu kau harus menjauh tempat ini di dalam keramaian, hindari tempat sepi" jelas pria tersebut "Kau mengeri kan?" tanyanya
"Ya, tapi kau?"
"Sudah, aku tidak apa-apa yang jelas sekarang kau kabur dulu" peintah pria tersebut "Cepat pergi"
Naruto hanya menurut dan dengan perlahan ia mulai membuka gerbang tersebut kemudian berjalan pergi dan mulai memasuki kerumunan orang. Pria itu hanya menatap kepergian Naruto dengan lega 'Apa kau lihat? Aku telah membebaskannya' batin pria tersebut kemudian memasuki kediaman Uchiha dengan langkah tenang.
Sementara itu Naruto terus melangkah tanpa tujuan yang pasti. Yang jelas ia berusaha mengikuti semua perkataan pria itu dan segera menjauh dari tempat yang menjijikan itu. Dan sekuat tenaga ia menahan rasa dingin dan sakit di sekujur tubuhnya. Naruto tahu bahwa ia harus kuat.
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Beberapa pasang mata menatap iba kepada pemuda yang terbujur kaku di trotoar jalan "Kenapa dia?" tanya seorang pria berambut coklat dengan sedikit luka di bagian hidungnya
"Entahlah, kami juga tidak tahu penyebapnya, tiba-tiba saja dia pingsan di sini" kata seorang wanita sembari menarik perhatian pria bermasker di sebelahnya, tentu saja hal itu membuat pria berambut coklat itu menghela nafas
"Kakashi-san, bagaimana jika kita membawa anak ini ke RS Konoha?" tanya pria berambut coklat tersebut sembari menatap tajam wanita yang berada di samping pria bermasker itu
"Mungkin ada benarnya" kata pria berambut perak dan bermasker lalu ia menggendong pemuda malang itu dan membawanya ke RS Konoha
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Kediaman Uchiha
"Sudahlah, Sasuke mungkin saja…" kata seorang pemuda di ambang pintu kamar Sasuke
"Diam" kata Sasuke dingin lalu memandang pantulan wajahnya di cermin
"Mungkin itu adalah balasannya karena kau terus mengurungnya" kata pemuda bermata hitam dan berambut sama yang dikuncir ke atas
"Aku tidak butuh nasehatmu" kata Sasuke datar lalu mengepalkan tangannya dan…
PRANGGGggg
Ia memukul cermin di hadapannya dengan tangan kosong. Alhasil darah segar mengucur dari punggung tangannya "Yang aku butuh hanya Naruto" kata Sasuke datar lalu memandangi tangannya yang penuh darah "Dan aku akan membuatnya kembali"
"Sasuke, apinya…" Itachi tidak dapat meneruskan kata-katanya setelah melihat tangan Sasuke yang penuh darah "Tanganmu?" tanya Itachi sembari memandang tangan adiknya yang penuh luka
"Sudahlah dia akan baik-baik saja" kata Shikamaru "Lebih baik, kita tinggalkan dia sendiri dulu" lanjut Shikamaru lalu berjalan meninggalkan Sasuke, sementara Itachi mengekor di belakang Shikamaru
"Juggo, cari Naruto sekarang" kata Sasuke pada seseorang di seberang sana
"Berapa bayarannya?"
"50 juta jika kau berhasil melacak anak itu dalam waktu seminggu, 75 juta dalam waktu 3 hari dan 125 juta jika kau berhasil menemukan anak itu dalam waktu dua hari" tawar Sasuke, ia sama sekali tidak peduli berapa uang yang harus ia keluarkan demi Naruto, karna Sasuke sangat membutuhkan Naruto
Tawaran itu mungkin sangat menyejukan telinga bagi orang yang bernama Juugo tersebut "150 juta jika aku menemukan anak itu besok malam? Bagaimana apa kau setuju, tuan Uchiha?"
"Ya, asalkan kau berhasil menemukannya!" kata Sasuke mengakiri pembicaraan mereka
Semenit setelah pembicaraan itu. Seluruh penghuni kediaman Uchiha dapat mendengar beberapa bunyi aneh dari kamar Uchiha bungsu. Dan mereka sangat tahu apa yang sedang dilakukan Sasuke di kamarnya.
PRAKKK
BRAKKK
PRANGG
PYARRR
BUKKKK
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Pukul 8.00
RS Konoha
"Bagaimana keadaan pemuda itu nona Tsunade?" tanya Iruka begitu melihat seorang dokter wanita keluar dari ruang periksa
"Aku sudah, memeriksanya" kata Nona Tsunade lalu duduk di sebelah Iruka "Kasihan sekali dia" lanjut nona Tsunade sembari menarik nafas, Kakashi dan Iruka yang mendengarnya menaikan sebelah alis mereka "Hampir di sekujur tubuhnya penuh luka" jelas nona Tsunade "Selain itu dia juga mengalami…."
"Mengalami apa?" tanya Iruka penasaran
"Pelecehan seksual"
"Hah?" pekik Iruka tidak percaya
"Nona Tsunade, apa anda punya waktu?" tanya Kakashi tiba-tiba "Ada sesuatu hal yang ingin saya bicarakan"
Tsunade mengangguk "Ayo keruanganku" ajak nona Tsunade "Dan kau lebih baik jaga anak itu" perintahnya pada Iruka
"Langsung saja, apa yang kau ingin bicarakan Kakashi?" tanya nona Tsunade sembari duduk di kursinya
"Apa anda merasa bahwa ank itu sangat mirip dengan Minato-sama?"
"Ya aku juga merasa demikian, lebih baik kita tanyakan setelah ia sadar"
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Pukul 11.00
Kediaman Uchiha
Kringgg
Kringggg!
Dengan malas Sasuke mengambil ponselnya "Halo"
"Saya Juggo, saya punya sebuah penawaran menarik untuk anda"
"Apa?" tanya Sasuke malas
"Bagaimana jika 200 juta untuk informasi tentang Naruto?"
"Apa maksudmu?" kata Sasuke yang mulai tertarik dengan pembicaaran ini
"Saya sudah mendapatkan informasi tentang Naruto, dan saya akan memberitahukannnya sekarang jika anda bersedia membayar saya 200 juta" tawar Juugo "Atau anda ingin mendapatkan informasi ini besok malam?"
"Sekarang dan aku akan membayarnya detik ini juga"
"Baik, Naruto kini sedang di RS Konoha"
"RS Konoha?"
"Ya dia pingsan, tapi tenang, ia telah dirawat oleh doktor ahli di sana" jelas Juggo "Lalu bagaimana dengan bayarannya?" tanya Juggo
"Aakan aku kirim sekarang"
"Wah, senang berbisnis dengan anda, tuan Uchiha" kata Juggo lalu mematikan sambungan telefon
Setelah mendengar penjelasan itu, Sasuke tersenyum penuh kemenangan. Memang tidak salah ia menggunakan jasa Juggo yang mempunyai mata-mata hampir di seluruh pelosok Jepang. Dan Sekarang Sasuke dapat tidur dengan pulas karena telah mengetahui dimana keberadaan Naruto.
"Sekarang, jaga RS Konoha dan pastikan Naruto tidak pergi kemana-mana sampai besok pagi" kata Sasuke pada bawahannya "Mungkin aku akan menjemputnya besok" kata Sasuke lalu mematikan sambungan telefon
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
"Sai, kau tahu, Naruto berhasil kabur dari rumah Sasuke"
"Benarkah?" tanya Sai
"Kau bisa percaya padaku"
"Lalu dimana dia sekarang?"
"RS Konoha, aku melihatnya pingsan dan dibawa oleh dua orang ke RS Konoha" jelas pria berambut hitam dan bermasker
"Kalau begitu aku akan menjemputnya besok pagi" kata Sai sembari memamerkan senyumnya "Arigato, Zabuza" kata Sai lalu berjalan menjauh kemudian menghilang di balik malam dengan sebuah senyum yang terus melekat pada bibirnya
"Jadi dia sungguh-sungguh dengan perkataannya kemarin" guman Zabuza lalu meneguk kembali minuman kaleng di tangannya "Semoga rencanamu berhasil, Sai" To be Continued
~~~~~~~~~~~()()()()()~~~~~~~~~~~
Note : Chapter 2 ini saya selesaikan dalam waktu 3 jam
Jadi maaf jika hasilnya tidak memuaskan
Jika kalian merasa muak dengan cerita ini saya mohon maaf sebesar-besarnya
Salaam
-Kei-
~~~()~~()~~()~~()~~()~~()~~()~~()~~()~~()~~~
